Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord - Vol 1 - Chapter 2 Part 5

Floor Guardian - Penjaga Lantai

Part 5

Tekanan yang membuat kepala mereka tertunduk ke tanah tiba-tiba hilang.

Meskipun setelah kepergian master yang menciptakan mereka, yang mana yang seharusnya mereka sembah, tak ada satupun yang mengangkat kepalanya. Setelah beberapa saat, seseorang menghela nafas lega. Tekanan atmosfir sudah hilang sekarang.

Yang pertama bangun adalah Albedo. Gaun putihnya terlihat kotor pada bagian lutut karena tersentuh tanah, tapi dia tidak memperdulikannya sama sekali. Dia mengepakkan sayapnya untuk menyingkirkan kotoran di bulunya.

Setelah melihat Albedo baung, yang lainnyapun juga ikut, meskipun tak ada yang berani berbicara.

"Ta.. Tadi benar-benar mengerikan, kak."
"Yeah, aku kira aku bisa gepeng karenanya"

"Seperti yang kuduga dari Momonga-sama, tak kukira kebesarannya memberikan efek yang hebat kepada kita para Floor Guardian..."

"Dia.adalah.yang.tertinggi.dan.kekuatannya.melebihi.kita.Tapi.Aku.tidak.menyangka.jika.sekuat.ini."

Para Guardian berbagi kesan mereka atas Momonga.

Aura yang dikeluarkan oleh Momonga adalah sumber kekuatan yang menekan para Guardian hingga ke tanah.

[Despair Aura]

Disamping membuat efek takut, bisa juga mengurangi kemampuan dari korbannya. Biasanya, tidak akan mempunyai pengaruh terhadap NPC dengan level 100, tapi kali ini, pengaruhnya dikuatkan oleh tongkat Ainz Ooal Gown.

"Momonga-sama pasti mengeluarkan udara yang menunjukkan otoritas dan haknya sebagai penguasa."

"Memang benar. Sebelum kita menyebutkan posisi kita, Momonga-sama tidak mengeluarkan kebesarannya. Namun, ketika kita menunjukkan peran kita sebagai Floor Guardian, dia pasti mengeluarkan sebagian dai kekuatannya yang menakjubkan kepada kita."

"Dengan.kata.lain.Momonga-sama.menunjukkan.kepada.kita.sebagai.seorang.penguasa.karena.loyalitas.yang.kita.tunjukkan."

"Kelihatannya bukan itu masalahnya."

"Dia tidak mengeluarkan aura ketika dia bersama kita. Momonga-sama sangat lembut dan memberikan kita minum ketika kita haus."

Ucapan Aura membuat Guardian lain mengeluarkan tekanan udara. Rasa kecemburuan mereka hampir terlihat oleh mata telanjang. Yang paling parah adalah Albedo, yang mengepalkan tangannya dan bergetar dan kuku-kukunya seperti akan merobek sarung tangannya.

Bahu Mare bergetar, dan matanya melebar.

"Itu, pasti kekuatan yang sebenarnya dari Momonga-sama, penguasa dari Great Tomb of Nazarick. Menakjubkan!"

Itu membuat moodnya berubah dalam sekejap.

"Tepat sekali! Dia menunjukkan dirinya sebagai penguasa absolut menjawab perasaan kita.. seperti yang kuduga dari pencipta kita. Puncak dari 41 Pemimpin Tertinggi, dan Master yang murah hati yang masih tetap bersama kita hingga akhir."

Ucapan Albedo membuat wajah para Guardian penuh kebahagiaan, meskipun ekspresi wajah Mare lebih tepat disebut "lega".

Tak ada yang bisa membuat mereka bahagia selain dari Master yang menciptakan mereka, Master yang bisa mereka berikan kesetiaan paling tinggi, membuka wajah yang sebenarnya kepada mereka.

Para Guadian, tidak, setiap individu yang diciptakan oleh para Pemimpin Tertinggi tidak ingin apapun selain membantu penciptanya. Hal terbaik selanjutnya adalah mereka kepercayaan mereka dan diperlakukan sebagai pelayan yang berguna.

Inilah kebenaran yang alami dan sederhana.

Inilah kebahagiaan terbesar bagi para karakter ini yang diciptakan untuk membantu Pemimpin-pemimpin tertinggi. Lalu, seolah-olah menghapus atmosfir gembira ini, Sebas berkata:

"Kalau begitu, saya akan pergi dahulu, Entah dimana Momonga-sama berada, tapi saya harus tetap berada di sisinya."

Kecemburuan tertulis di seluruh wajah Albedo, tapi dia menekan perasaannya dan membalas:

"Aku mengerti. Kalau begitu, Sebas, layani Momonga-sama dengan baik dan jangan membermalukannya. Laporkan kepadaku jika ada sesuatu yang terjadi. Khususnya jika Momonga-sama memanggilku, kamu harus memberitahuku secepatnya. Yang lainnya hanya nomer dua dibanding hal itu."

Ekspresi pedih terlintas di wajah Demiurge ketika dia mendengarkannya dari samping.

"Tapi jika dia menghendakiku di tempat tidur kamu harus memberitahu Momonga-sama kalau menunggu sebentar, agar aku mandi dulu dan membersihkan diri baginya. Tentu saja, jika dia ingin aku langsung menuju dia, itu juga tidak apa. Lagipula aku selalu berusaha tetap bersih baginya, dan bajuku juga sudah dipilih jadi aku bisa mengindahkan panggilannya kapanpun. Bagaimanapun, permintaan Momonga-sama akan selalu nomer satu."

"Aku mengerti, Albedo. Jika aku terlalu lama disini, aku takkan sempat melayani Momonga-sama, yang mana itu merupakan sikap kurang ajar. Oleh karena itu, maafkan kepergianku yang mendadak, tapi aku harus segera pergi. Floor Guardians, selamat tinggal."

Setelah mengucapkan perpisahan kepada para Guardian yang bermata lebar dan menganga, Sebas langsung pergi, bagaikan meninggalkan Albedo(yang mempersiapkan monolog panjang) di belakang.

"Ngomong-ngomong... disini sepi sekali. Shalltear, apakah ada masalah?"

Setelah pertanyaan Demiurge, mata semua orang menuju ke Shalltear. Dia masih berlutut.

"Ada apa, Shalltear?"

Dia mengangkat kepalanya setelah dipanggil lagi. pandangan datar di wajahnya membuat orang berpikir kalau dia baru saja bangun tidur.

".. Ada apa?"

"Ah, setelah terkena pesona Momonga-sama, aku bahagian sekali... Takutnya celana dalamku mengalami keadaan gawat..."

Terhening.

Semuanya mata saling melihat, tidak yakin mau berkata apa. Para Guardian merenung bahwa Shalltear punya, semacam Fetish yang paling parah diantara mereka, dan salah satunya adalah Necrofilia. Mereka tidak percaya apa yang dikatakannya, meskipun Mare tidak seberapa mengerti dan sedikit bingung. Tidak, salah satu Guardian tidak cukup dengan hanya menggelengkan kepala dan mengerluarkan nafas panjang.

Itu adalah Albedo.

Kecemburuan yang muncul membuat Albedo keluar dan berkata:

"Dasar jalang."

Shalltear merasakan sikap permusuhan dari Albedo ketika mendengarkan kalimat itu, dan merespon balik dengan senyum mengejek.

"Apa? Dengan kehadiran Pemimpin Tertinggi yang paling Indah, Momonga-sama, memberkati kita dengan energinya adalah hadiah! Yang tidak 'basah' karena itu pasti ada yang salah di kepalanya! Atau jangan-jangan bukan hanya kamu tidak terlihat murni tapi kamu tidak mempunyai hasrat sama sekali, gorilla bermulut besar?1"

"...Lamprey!"

Keduanya saling melotot. Guardian tidak tahu jika mereka akan bertengkar sesudah ini, tapi cara mereka memandang satu sama lain tidak menyenangkan.

"Penampilanku ini diciptakan oleh Para Pemimpin Tertinggi, kamu keberatan?"

"Bukankah aku yang seharusnya berkata begitu?"

Shalltear pelan-pelan berdiri, dan dua orang itu semakin saling mendekat. Namun, mata mereka tetap saling terkunci. Akhirnya, mereka berdua semakin dekat hingga hampir bertabrakan.

"Jangan mengira kamu sudah menang karena kamu adalah pengawas Guardian dan bisa berada di dekat Momonga-sama. Jika kamu berpikir demikian, aku pasti tertawa terpingkal-pingkal."

"Hmph. Benar juga. Sementara kamu ditempatkan di tempat yang jauh, aku akan menyapu semua dan memperoleh kemenangan mutlak."

"..Apa maksudmu dengan 'kemenangan mutlak?' Ajakarkan padaku, oh Pengawas."

"Sebagai cewek jalang, seharusnya kamu sudah sangat mengerti apa itu artinya."

Meskipun mereka perang mulut, tak ada satupun yang merubah pandangan matanya. Mereka terus saja saling menatap mata satu sama lain dengan ekspresi kosong di wajah mereka.

Dengan suara seperti 'pocha', Albedo melebarkan sayapnya sebagai simbol mengancam. Kabut hitam mengelilingi Shalltear ketika dia meresponnya, tidak ingin terlihat kalah.

"Ah -- Aura, urusan antara wanita seharusnya diselesaikan oleh wanita juga. Jika ada sesuatu yang terjadi aku akan datang membantu, beritahu aku jika hal tersebut datang, ok?"

"Hey, tunggu, Demiurge! Kamu mau kabur dan melemparkan semua ini padaku ya?"

Demiurge hanya melambaikan tangan sambil pergi dari dua orang yang sedang berseteru tersebut. Cocytus dan Mare juga mengambil langkah. Tak ada yang ingin terseret oleh mereka berdua.

"Yang benar saja, apakah mereka akan berdebat terus tentang masalah ini?"

"Jujur saja, aku sebenarnya tertarik untuk mengetahui hasilnya."

"Apa maksudmu dengan 'hasilnya', Demiurge?"

"Yang kumaksud adalah menambah kekuatan tempur kita, masa depan Nazarick, dan seterusnya."

"D-Demiurge, apa maksudmu?"

"Hmm.."

Demiurge berpikir sejenak untuk menjelaskan jawabannya atas pertanyaan Mare. Sejenak, terbesit pemikiran jahat di kepala Demiurge dan dia memikirkan akan menanamkan pengetahuan dewasa pada Mare, tapi dia langsung membuang jauh-jauh pemikiran itu.

Demiurge adalah Iblis, dan dia sangat kejam dan bengis, tapi itu hanya terjadi kepada orang-orang di luar Nazarick. Demiurge melihat karakter-karakter yang dibuat oleh 41 Pemimpin Tertinggi sebagai teman.

"Setiap Pemimpin hebat membutuhkan penerus, benar khan? Momonga-sama memang tinggal dengan kita sampai akhir, tapi jika dia kehilangan minat pada kita suatu hari, dia mungkin akan pergi ke tempat lain seperti Pemimpin-pemimpin Tertinggi lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan penerus yang bisa menerima kesetiaan kita."

"Oh begitu. Lalu yang mana dari kita yang akan menjadi penerus Momonga-sama?"

"Kurang.ajar.sekali.sebagai.guardian.kita.harus.melayani.Momonga-sama.dengan.tulus.agar.dia.bisa.terus.bersama.kita.itulah.kenapa.kita.diciptakan."

Demiurge memalingkan wajah ke arah Cocytus yang menyela.

"Tentu saja aku mengerti hal itu, Cocytus. Tapi apakah kamu tidak berharap untuk setia juga kepada keturunan Momonga-sama?"

"Hmm.Tentu.saja.aku.juga.ingin.setia.kepada.keturunan.Momonga-sama.."

Cocytus mulai membayangkan dirinya berlarian dengan keturunan yang dimaksud Demiurge di pundaknya.

Lalu dia mulai membayangkan dirinya mengajarinya teknik berpedang, menghunus pedangnya untuk melindungi sang tuan muda, bahkan mendengar tuan muda tumbuh dan memberinya perintah.

"..Oh.Menakjubkan.sekali.benar-benar.pemandangan.yang.hebat.paman...paman..."

Tak bisa berkata apa-apa, Demiurge memalingkan matanya dari Cocytus, yang sudah tenggelam dalam angan-angannya sendiri sebagai paman yang keren, dengan tulus melayani keturunan Momonga.

"Oleh karena itu, aku sangat tertarik untuk tahu apa yang bisa anak kita lakukan untuk memperkuat Nazarick. Bagaimana, Mare, apakah kamu ingin mempunyai anak?"

"Er,eh?"

"Tapi percuma saja, kamu tidak punya pasangan...Jika kamu menemukan manusia apapun, Dark Elves, Wood Elves atau spesies sejenis, maukah kamu menangkapkannya untukku?"

"Eh? Ehhh?"

Setelah berpikir sejenak, Mare mengangguk dan berkata, "Jika, Jika itu bisa membantu Momonga-sama.. Aku bersedia untuk berkontribusi, Tapi bagaimana caranya aku bisa punya anak?"

"Aku akan mengajarimu tentang itu jika waktunya sudah tiba. Tapi jika kamu memutuskan untuk mencoba berkembang biak sendiri, Momonga-sama mungkin akan memarahimu. Lagipula, pengoperasian Nazarick sangat-sangat diperhatikan keseimbangannya."

"It...Itu benar. Aku dengar semua bawahan diciptakan setelah memperhitungkan dengan tepat oleh salah satu Pemimpin Tertinggi... Jika kita dengan sembrono menambah jumlah kita, kita bisa dimarahi. Aku, Aku tidak ingin dimarahi oleh Momonga-sama..."

"Tentu saja, aku tidak ingin dikecam oleh Pemimpin Tertinggi.. Jika saja aku bisa membuat ladang di luar Nazarick..."

ketika Demiurge memikirkan ini, dia memutuskan untuk menyebutkan satu hal yang tidak pernah disinggung oleh yang lain pada Mare:

"Ah ya, Mare, mengapa kamu berpakaian seperti seorang gadis?"

Mare menggenggam rok pendeknya untuk menyembunyikan kaki setelah Demiurge bertanya demikian.

"Ini adalah keputusan dari Bukubukuchagama-sama. Dia bilang ini adalah 'trap' atau jebakan, jadi bukan hal yang salah."

"Oh, jadi ini adalah hasil pemikiran Bukubukuchagama-sama. Kalau begitu, pakaian itu cocok untukmu.. meskipun, apakah seluruh bocah laki-laki harus berpakaian seperti itu?"

"A.. Aku tidak tahu tentang itu."

41 Pemimpin Tertinggi sudah tidak ada, meskipun begitu, penyebutan nama mereka masih mengandung sebuah rasa hormat. atau lebih tepatnya, di Nazarick, Mare berpakaian seperti seharusnya, dan tak ada pemimpin tertinggi lainnya yang bisa merubah pakaiannya.

"..Aku penasaran apakah aku harus bicara dengan Momonga-sama mengenai hal ini. Mungkin seluruh cowok harus berpakaian seperti itu. Aku tahu... Cocytus, waktunya bangun."

Setelah mendengarkan ucapan rekannya, Cocytus menggelengkan kepala beberapa kali, dengan senyum puas di wajahnya.

"Ah.Benar-benar.Pemandangan.yang.indah.Itulah semua.impianku."

"Begitukah..kalau begitu, bagus juga... Apakah Albedo dan Shalltear masih bertengkar?"

Mata dari dua orang yang sedang bertengkar sedikit teralihkan. Namun, yang menjawab Demiurge adalah Aura yang terlihat lelah, berdiri disamping mereka.

"Mereka... sudah selesai. Sekarang ini, mereka berdebat tentang.."

"Masalah siapa yang akan menjadi istri pertama."

"Aneh juga bagi seorang penguasa Nazarick hanya punya satu istri. Pertanyaannya sekarang adalah siapa yang layak akan menjadi istri pertama Momonga-sama..."

"...Itu adalah pertanyaan yang menarik, kita mungkin harus mendiskusikannya nanti. Baiklah, Albedo, bukankah kamu harus memberi perintah? Ada banyak hal yang harus dilakukan nanti."

"Tepat, kamu benar. Ak harus memberikan perintah segera, Shalltear, aku akan mendiskusikan hal ini dengan mu dalam waktu dekat. Kita harus memberikan waktu untuk hal ini."

"Aku tidak menolak, Albedo. Tak ada masalah yang lebih layak dari waktu kita."

"Baiklah. Kalau begitu, rencana kita untuk masa depan."

Setelah melihat Albedo sudah memperoleh wibawanya kembali sebagai Pengawas Guardian, seluruh Guardian Floor menundukkan kepala untuk hormat. Namun, mereka tidak berlutut.

Tentu saja, mereka hanya menunjukkan rasa hormat itu untuk Albedo Pengawas Guardian, tapi dia bukan Master mereka. Meskipun 41 Pemimpin Tertinggi memutuskan dia untuk semua karakter lain yang mereka ciptakan, namun posisi Pengawas Guardian hanyalah salah satu dari posisi yang dibuat oleh 41 Pemimpin Tertinggi, dengan demikian Guardian lain hanya perlu memberi hormat atas posisinya saja. Oleh karena itu, mereka menundukkan kepala kepadanya. Di sisi Albedo, dia tidak marah dengan hal ini, karena dia tahu itu adalah tindakan yang paling tepat.

"Pertama--"

Berlangganan via Email