Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord Volume 14 - Chapter 1

Overlord Volume 14  - Chapter 1

PART 1

Seteguk bir diminum dari cangkir besar yang hampir meluap.

    Ini dulunya merupakan minuman yang yang tidak pernah bisa dia teguk lagi, tetapi saat ini rasa minuman keras kelas satu yang sangat akrab tengah mengalir di tenggorokannya.

  Dia dengan barbar mengeluarkan sendawa ketika dia meletakkan cangkir besarnya, dengan setengah isinya masih tersisa, kembali ke meja. Jika ini merupakan mug kayu yang biasa dia gunakan, dia tanpa berpikir akan membantingnya diatas meja, tetapi dia tak berani melakukannya karena cangkir itu terbuat dari keramik.

    Namun, bahkan jika dia memecahkan cangkir itu, dia tidak perlu mengganti ruginya, bagaimanapun, bar ini secara khusus disiapkan oleh pendukung rahasianya, Hilma Cygnaeus. Semuanya gratis untuk para bangsawan yang akan dia kirim ke tempat ini, ini bahkan berlaku juga untuk tamu mereka.

    Investasi semacam ini seperti yang diharapkan untuk sesorang yang ditakdirkan menjadi bangsawan besar sepertinya, Baron Philip Dayton L'Eyre Monstserrat.

    Yang harus dia lakukan adalah menunjukkan rasa terima kasihnya dan membalasnya untuk kebaikan ini nanti, untuk saat ini, semuanya harus diletakan diatas meja dengan rapi.
(TLer: Sebagai bentuk kesopanan)

    Ketika telah tiba waktunya, bahkan Hilma, yang kekayaannya tidak bisa dibandingkan dengan Philip, masihlah  seorang rakyat jelata dan harus tunduk di hadapan otoritas. Mungkin itulah alasan mengapa dia berusaha begitu keras untuk berkenalan dengan seorang bangsawan seperti Philip dengan cara mendukung fraksinya di semua lini.

    Inilah yang memisahkan antara yang kuat dengan yang lemah di dunia ini - perbedaan status.

    Tetap saja, dia berutang budi padanya atas semua usahanya.

    Sebagai seorang pria yang menganggap dirinya bertanggung jawab atas utangnya, Philips berharap untuk meningkatkan kedudukan sosialnya sesegera mungkin. Hilma juga pasti mengharapkan dirinya untuk mendapatkan setidaknya otoritas di atas pangkat baron.

    Sehingga dia dapat membayar hutangnya.

    Jika bantuan itu tidak dilunasi sesegera mungkin, dia akan terjebak sehingga harus membuat konsesi, perlu memiliki izin bahkan untuk hal-hal yang ingin dia lakukan secara pribadi.

    Impian Philip adalah agar dirinya memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun yang dia inginkan dan hak untuk menggunakan kekuatannya sesuai keinginannya.

    Tetapi-


    "Mengapa tidak ada yang terjadi padaku!"


    Dia tidak bisa lagi menahan perasaannya yang sebenarnya. Philip mengamati sekelilingnya. Bar ini bukanlah bar para petani yang biasanya. Hilma telah mengubah salah satu rumah mewahnya menjadi bar sehingga suara keras tidak terdengar sampai ke luar. Jadi, meskipun aslinya suaranya tidak terlalu keras, jika ada seseorang di sekitarnya mungkin akan terdengar oleh orang itu.

    Setelah memastikan bahwa tidak ada yang melihat ke arahnya, Philip menjadi tenang.

    Membiarkan orang lain mengetahui bahwa dirinya telah gagal sangatlah memalukan.

    Itu benar - dirinya telah gagal.


    {Matilah, kalian semua sampah!}


    Philip menelan bir seolah-olah itu benar-benar bisa mengeluarkan emosi yang berapi-api di dalam hatinya. Ini hanya membuatnya semakin gelisah karena terburu-buru, tetesan bir telah keuar dari sudut bibirnya, menyebabkan kulit dan pakaiannya terasa lengket sebagai akibatnya.

    Ekspresi Philip berubah dalam kemarahannya.

    Jika semua berjalan sesuai rencananya, output dari nilai tambahnya akan berlipat ganda dan dia seharusnya dikelilingi oleh orang-orang yang bersuka-cita karena dia adalah penguasa baru mereka. Namanya seharusnya sudah diketahui semua orang setelah para teman-teman bangsawannya mengetahui pencapaiannya.
 
    Jadi, bagaimana akhirnya bisa seperti ini?

    Tidak hanya produktivitas gandum di tanahnya mulai menurun, dia juga merasa seolah-olah penduduk desa yang dia kunjungi semua menatapnya dengan jijik.


    {Bajingan kurang ajar!}


    Dia akhirnya adalah kepala keluarga Montserrat, sebuah keluarga dengan sejarah yang panjang, para penduduk desa itu seharusnya tahu betul bagaimana mereka harus menghormati tuannya. Mungkinkah semua penduduk desa sengaja melakukan itu untuk  melemahkan posisinya?

    Itu tentu saja mungkin.

    Dunia ini dipenuhi dengan orang-orang bodoh yang akan iri dengan bakat orang lain. Mereka bahkan tidak bisa memahami bakatnya dan hanya bisa iri dan mencaci orang-orang yang berbakat. Dengan cara itu mereka bisa menciptakan ilusi megalomania.
(TLer:  Penyakit gila yang mengkhayalkan dirinya seperti seorang yang agung dan mulia)

    Tidak, itu bukan satu-satunya saja tipe manusia di dunia ini. Kalau dipikir-pikir rakyat jelata ada banyak sekali, pasti ada alasan lain untuk itu. Misalnya, seorang raja tetangga mungkin telah membayar mereka untuk menyabotase ambisi politik Philip.

    Itu tentu bukanlah tidak mungkin.

    Secara umum, jika kau memfokuskan produksi pada barang yang lebih bernilai, pendapatan secara alami akan meningkat dengan proporsi yang sangat besar. Ini seharusnya sudah masuk akal. Tidakkah masuk akal untuk mendedikasikan semua lahan pertanian yang tersedia untuk tanaman yang lebih berharga dan membeli gandum dari pedagang?

    Sangat jelas namun jumlah orang yang tidak setuju dengannya tidak terhitung.


    {Dasar sampah! Bagaimana kalau aku bertanya kepada Hilma tentang caraku harus menghukum orang-orang bodoh ini? Jika aku melakukan itu, mereka pasti akan mulai bekerja keras untukku lagi! Aku masih perlu menyelidiki apakah mereka berkonspirasi melawanku, tuan mereka! ... tidak tunggu dulu. Jika itu sesuatu yang sederhana seperti memberikan hukuman, bukankah tidak apa-apa jika aku menyetujuinya sendiri?}


    Secara teori, itu sama dengan mencambuk sapi dan kuda untuk membuat mereka menurutimu.


    {Ya, sepertinya tidak perlu sampai harus memberitahu Hilma tentang ini. Jika akhirnya aku berutang budi padanya lagi ... Umu, beberapa kali Hilma sudah sangat baik padaku, sudah waktunya aku membalas kebaikannya ...}


    Bagi seorang yang akan menjadi bangsawan besar, hutang hutang kepada rakyat jelata seperti Hilma bisa saja diabaikan, itu merupakan sesuatu yang mudah dieksploitasi. Namun sayang, melakukan hal itu akan membuatnya tidak berbeda dari pencuri biasa. Sebagai bangsawan besar, tindakan seperti itu benar-benar tercela, maka yang terbaik adalah membalas kebaikannya sesegara mungkin.

    Akan menjadi masalah besar jika dia membiarkan Hilma mengancamnya karena kemurahan hatinya. Jika itu yang akan terjadi, Hilma selalu bisa melakukan sesuatu dengan caranya sendiri dan membungkam Philip.


    {Pertanyaannya adalah, dalam kasus ini, pembayaran terbaiknya dalam bentuk apa...?}


    Jika dilihat dari perjanjian mereka sebelumnya, dia harus membayarnya dengan emas yang dikumpulkan dari peningkatan pendapatan tanahnya, tapi itu jelas tidak mungkin - tidak, akan sulit untuk melakukannya saat ini.

    Jadi apa yang bisa dia lakukan untuk menunjukkan kecerdasannya dan juga memanfaatkan kekuatan faksi yang baru terbentuk untuk memberi keuntungan bagi Hilma?


    {Aku mengatakan itu tapi aku masih belum memiliki kendali penuh atas faksi ini ……}


    Sebagai anggota faksi, Philip berkesempatan untuk berhubungan dengan semua jenis orang.

    Meskipun jumlah anggota yang mendukung gagasan tentang Philip yang harus menjadi pemimpin faksi terus meningkat, ia belum mendapatkan dukungan dari seluruh bangsawan.

    Hilma telah membantunya untuk mencapainya, tetapi mengingat usianya, status sosial, dan lain-lain, masih ada beberapa rintangan besar yang harus dia atasi. Jika Philip berada di posisi mereka, dia akan cenderung setuju dengan keputusan mereka juga.

    Perkataan yang sama oleh seorang earl senior dan baron junior pastilah tingkat keyakinannya akan sangat berbeda. Philip berpikir, {Tapi bukankah itu terdengar seperti mereka hanya akan menyesuaikan diri dengan tradisi faksi yang lebih kuat?}.

    Menjadi anggota sebuah faksi baru, mereka tidak bisa bertindak seperti organisasi lama, tetapi lebih memperkenalkan perubahan radikal ke dalam sistem. Sebagai seorang pria dengan keberanian untuk bereksperimen dan berinovasi, Philip sangat cocok untuk peran sebagai pemimpin dalam faksi ini.


    {Yang lainnya sangatlah tidak fleksibel.}


    Buta oleh perasaan jengkelnya, Philip tidak menyadari bahwa cangkirnya entah bagaimana menjadi kosong.


    "Oy! Tambah lagi! "

    "Baik tuan ku."


    Beberapa maid yang sepertinya baru saja dipekerjakan disini melewatinya, lalu dia membentakan perintah padanya.

    Setelah membungkuk meminta maaf, dia berjalan dengan cara yang aneh, seolah berpose, dan Philip tidak bisa mengalihkan pandangan darinya. Apakah itu karena seragamnya terlalu tipis? Seseorang bisa melihat bentuk bokongnya.


    "Ooof."
    (TLer: Ofu, Teruhasi-san)


    Lekuk tubuh yang menarik jelas merupakan kualitas yang diinginkan untuk dipamerkan, tetapi maid ini telah menunjukkan pemahaman yang jelas tentang apa yang merupakan interaksi yang dapat diterima antara atasan dan bawahan mereka melalui etos kerjanya. Ini sangat menyenangkan Philip.

    Philip sudah meminjam dua maid dari Hilma yang tidak begitu berbeda dengan yang dia lihat.

    Wanita-wanita ini akan melakukan apa pun yang kau minta ke mereka, Kau bahkan bisa memberikan gaji yang sangat sedikit untuk mereka. Setiap urusan rumah tangga Philip telah ditangani oleh mereka. Hilma juga merekomendasikan orang-orang seperti kepala pelayan dan pedagang eksklusif.

    Meskipun Philip ingin memecat mereka yang telah lama dipekerjakan oleh keluarganya dan hanya menjaga para bawahannya, penolakan keras ayahnya terhadap proposal itu membuatnya menyerah. Yah, jika dia adalah orang yang membayar para pelayan itu maka dia pasti akan memecat mereka untuk menghemat biaya.

    Ketika Philip dengan samar-samar memikirkan hal-hal ini, seseorang tiba-tiba berbicara kepadanya.


    "Oh, hei, Baron Montserrat. Apa yang sedang kau pikirkan? Kau terlihat serius sekali. ”


    Dia menoleh ke arah sumber suara untuk melihat dua bangsawan di depannya.

    Mereka mewarisi pangkat baron mereka pada saat yang sama, teman-teman yang berasal dari faksi yang sama. Salah satu dari mereka membawa cangkir besar yang berisi bir, sementara satunya lagi memegang sepiring penuh kacang.


    "Oh! Baron Delvin dan Baron Rokerson! "


    Baron Delvin merupakan seorang pria yang tidak memiliki status dan prestise yang diharapkan dari seorang bangsawan ditingkatnya karena kedudukannya yang rendah dan kebijakannya yang lemah. Satu-satunya aspek dari dirinya yang sesuai dengan statusnya adalah pakaiannya, jadi jika dia memakai pakaian biasa, tidak ada yang bisa menganggap dirinya merupakan seorang bangsawan. Lihatlah dari cara jalannya, bisa dipastikan orang-orang yang melihatnya pasti percaya bahwa dia hanyalah seorang aktor yang berpura-pura menjadi bangsawan untuk sebuah drama komedi.
 
    Sebaliknya, Baron Rokerson merupakan sosok yang mengesankan dan teguh. Pria itu teguh di setiap dimensinya. Meskipun dia adalah pria yang secara fisik terlihat mengancam, dia tidak bisa memegang pendapatnya sendiri tanpa terpengaruh oleh orang lain. Di mata Philip, Rokerson lebih cenderung diperintah daripada memerintahkan orang lain.

    Sikap mereka saling berdekatan dan itu adalah pemandangan yang umum bagi mereka untuk bekerja bersama. Philip ingat mereka karena catatan mental yang dia buat untuk dirinya sendiri ketika mereka pertama kali bertemu, itu {mengapa mereka tidak bekerja sendiri-sendiri seperti diriku?}
(TLer: catatan mental disini, w nggak tau maksudnya yg kaya gmn, komen aja nanti direvisi)


    "Apakah kursi ini sudah ada yang memesan?"

    "Oh, tidak ada, silakan duduk."


    Rokerson mengangguk lembut dan duduk di samping Delvin. Maid itu sepertinya telah mengatur waktu kedatangannya dengan sempurna ketika dia berjalan kemari dengan bir digengamannya.


    "Ini, mari kita bersulang!"

    "Dengan senang hati!"

 
    Menurut legenda, tindakan mendentingkan gelas bersama saat bersulang berasal dari cara untuk mencampur isi dua cangkir secara bersamaan, memberikan bukti minuman tidak diberi racun. Philip mengetahui fakta ini dan menggunakan lebih banyak tenaga daripada yang diperlukan.


    Alkohol tumpah diatas meja.


    "Oh!"


    Ada sedikit yang menumpahi pakaian Baron Delvin.

    Memanglah tidak sopan jika mengatakan pakaiannya sekarang lebih cocok dengan penampilannya, tetapi pakaiannya, meskipun terlihat seperti pakaian bangsawan, tidak terlihat segar dan bersih. Tidak, lebih akurat kalau dikatakan pakaiannya mengingatkan ciri khas pakaian tradisional, sesuatu yang akan Philip kenakan dahulu kala, seperti pakaian turun temurun dari kakeknya.

    Philip merasa kasihan.

    Apa yang dia kenakan saat ini merupakan kain kelas atas, dia menyuruh Hilma untuk mempersiapkannya. Dengan kata lain, keduanya tidak cukup berharga sehingga Hilma mau menginvestasikan dukungan penuhnya kepada mereka.

    Philip merenungkan tragedi perbedaan nyata dalam prospek masa depan mereka dibandingkan dengan dirinya lalu dia bertanya, "Jadi, apakah kalian berdua di sini untuk minum juga?"


    “-umu, itu benar, itu benar. Kami hanya kesini untuk minum-minum dan terkejut mendapati Baron Monserrat juga ada di sini, jadi kami datang untuk memberi penghormatan! Benarkan?!"

    "Seperti yang kau katakan, Baron Rokerson."

    “Tidak, tidak, tidak, omong kosong apa ini tentang memberikan penghormatan? Bukankah kita sederajat? Rekan-rekan yang saling mendukung?”

    "Oh! Aku tidak pernah tahu bahwa seseorang yang sehebat Baron Montserrat memandang orang-orang seperti kami sederajat! Itu memang membuat hati kami senang! Benarkan?!"

    “Seperti yang anda katakan. Sekarang, jika anda mau, silakan mencicipinya.”


    Lelaki di ujung seberang buru-buru mempersembahkan hors d'oeuvres.


    "Terima kasih banyak, Baron Rokerson."

    "Astaga! Kita bukanlah orang asing, Baron Montserrat. Jangan ragu untuk memanggilku Wayne dan dirinya Igor.”

    “Aku mengerti. Maka aku akan meminta kalian berdua memanggilku Philip!"


    Mereka bertiga berbagi dalam tawa yang hangat saat mereka menenggak bir mereka.


    “Tapi bagaimanapun juga - Philip-sama, apa ada yang mengganggu pikiranmu? Anda sepertinya tadi terlihat cukup banyak pikiran.”

    "Tadi?" Pada titik ini alkoholnya sedikit - ya, hanya sedikit saja pikirannya tumpul, amarahnya kembali berkobar.


    “Ahhhh, para idiot yang tidak berguna itu terus saja membuatku pusing. Oh, aku sedang membicarakan tentang rakyat jelata yang tinggal di tanahku."

    “Jadi itu sebabnya, aku benar-benar mengerti! Ini benar-benar dapat dimengerti bagi seseorang yang bijaksana seperti Philip-kakka sangat marah kepada mereka yang tak bisa diharapkan untuk memahami pikiran anda. Orang biasa seperti kami tidak berada pada level yang sama dengan anda bukan?”

    "Itu benar sekali, sangat masuk akal bagi seseorang yang secerdas Philip-kakka marah terhadap kelakuan seperti itu."


    Philip tersentuh oleh persetujuan mereka dengan dirinya.

    Mereka bangsawan seperti dirinya, maka wajarlah jika mereka dapat memahami masalahnya? Mereka juga pasti terganggu oleh kebodohan rakyatnya sendiri.


    "Kalian berdua mengerti apa yang aku alami?!"

    “Umu, kami mengerti, kami mengerti. Meski aku tidak sehebat Philip-kakka, aku juga pernah memiliki pengalaman yang sama seperti yang anda alami.”

    "Itu benar - sepertinya kita kehabisan ale - oy! Apa yang kau lakukan tidak menuangkan bir untuk Philip-kakka!"


    Maid yang dipanggil segera membawa beberapa gelas bir segera kehadapan Philip. Dia mengangkat cangkirnya, dan memenuhinya dengan bir.


    "Ayo, mari kita bersulang sekali lagi!"


    Mug-mug itu disulangkan secara bersamaan.

    Philip meneguk birnya.

    Nikmat.

    Dia merasa seolah minuman itu tidak pernah terasa lebih enak daripada saat ini, mungkin itu karena dia berbagi minuman dengan simpatisannya.

    Sebagian besar anggota faksi baru memilih untuk menjauhkan diri dari Philip, salah satu alasannya karena Philip berada di pucuk pimpinan faksi; akibatnya, dia tidak bisa mendapatkan teman. Itulah sebabnya Philip dalam suasana hati yang baik, kedua orang yang mendekatinya memberinya dukungan. Dia sangat senang sampai ingin menghabiskan waktu bersama mereka.
(TLer: Disini ada idiom, w terjemah sesuai arti indonya)


    “Ah, Philip-kakka! Aku merasa terhormat sampai-sampai anda ingin menghabiskan waktu bersama dengan kami, namun bir anda mungkin akan tumpah. Bagaimana kalau anda meminumnya dahulu dan kemudian ...... oh.”
(TLer: Atama ga furueru, emang Philip ngomong gitu? Kok dijawab gitu)


    Dia menumpahkan bir lagi. Meskipun bir itu gratis, menyia-nyiakannya akan menghina Hilma.

    Philip melepaskan lengannya dari bangsawan satunya dan minum melanjutkan minum dengan barbar.


    "Wow! Itulah yang aku harapkan dari anda, anda sangatlah kuat terhadap alkohol, benarkan?”

    "Itu benar, seperti yang diharapkan dari Philip-sama."

    “Psssht! Tidak tidak, itu tidak benar. Hanya saja bir ini rasanya lebih nikmat dari biasanya ketika dinikmati bersama para bangsawan luar biasa seperti kalian.”

    "Luar biasa! Benar-benar tidak bisa dipercaya! Kakka akan mengucapkan kata-kata seperti itu yang membuat hatiku penuh dengan rasa sukacita. Karena kami berdua memiliki toleransi yang lebih rendah terhadap alkohol, kami sangatlah kagum dengan kemampuan anda.”

    "Eh? Kalian berdua tidak kuat minum banyak?”

 
    Mereka berdua masih memegang cangkir pertama mereka dan isi birnya tidak berkurang terlalu banyak.


    "Memang memalukan untuk mengakuinya, tapi jujur ​​saja, tidak ada di antara kami yang bisa menemukan alkohol, benarkan?"

    "Itu benar, tetapi karena penghasilan kami didapat dari sektor ini, akan terasa aneh jika tidak pernah mencobanya sekalipun, maka dari itu kami hanya minum sedikit."

    "Karena kami tidak bisa menghabiskan alkohol kami, kami cukup iri pada orang-orang yang bisa minum banyak, seperti Philip-kakka. Tolong, tolong, ambil bagian kami juga."


    Philip mengikuti saran mereka dan meminum cangkir demi cangkir. Semakin banyak mengkonsumsinya, semakin ringan kepalanya terasa. Sampai-sampai wajahnya mulai memerah.


    “Nah, oh ya. Aku teringat dengan Philip-kakka yang menyebut orang-orang idiot di tanah anda, jadi apa yang sebenarnya terjadi?”

    "Hah? Ah, apa itu, apa aku pernah mengatakannya?”

    “Ya, anda menyebutkan sesuatu tentang itu ...... sepertinya anda mungkin sudah terlalu banyak minum, haruskah aku membawa minuman non-alkohol? Tak apakah?”

    "Benar. Philip-kakka, apakah anda mau segelas air? Air yang mereka sediakan di sini tidak berbau lumut.”

    “Ehhh-, itu tidak perlu. Aku baik-baik saja, aku baik-baik saja." Panas berdenyut di wajahnya, dia tidak perlu cermin untuk mengetahui bahwa wajahnya telah benar-benar memerah. “...... ahhh, aku ini lagi sial. Aku bangkrut, bangkrut."

    "Kita berada dalam situasi yang sama, benarkan?"

    "Itu benar, tanah kami juga tidak makmur."

    "Tidak tidak. Bukan seperti yang kalian pikirkan. Jika para rakyat jelata yang tidak berharga itu melakukan apa yang aku perintahkan, seharusnya ada banyak emas yang masuk ke kantongku. Tetapi mereka tidak bekerja cukup keras dan tidak mau mendengarkanku. Itu semua salah mereka. Setiap orang dari mereka tidak berharga."

    "Oooooh! Philip-kakka memanglah benar. Dunia ini dipenuhi dengan sampah yang tidak berharga. Aku bisa mengerti rasa sakitmu! Ngomong-ngomong, apa produk spesial dari tanahmu, Philip-kakka?”

    “Tidak ajauh-jauh dari hasil pertanian untuk saat ini. Sial."


    Banyak uji coba dijalankan pada berbagai aspek produksi, tetapi belum ada yang membuahkan hasil.


    "Hasil pertanian, ya ... Alangkah baiknya memiliki beberapa jenis produk unik, kalau tidak ..."

    "Produk pertanian yang khas tidak banyak dijual, tetapi itu sudah diduga."


    Kedua bangsawan banyak membicarakan tentang pendapat mereka sendiri.

    Mereka benar, itu sebabnya ada kebutuhan untuk menanam tanaman yang bernilai lebih tinggi. Ini akan berisiko karena kemungkinan mereka tidak akan dapat memanen tanaman dalam jangka pendek, fakta apakah suatu tanaman dapat ditanam atau tidak, perlu diselidiki juga. Meski begitu, itu adalah investasi yang diperlukan untuk masa depan, namun para petani rendahan itu akan selalu menggunakan alasan "kami sudah tidak bisa menanganinya lagi" sebagai alasan mereka bahkan dalam menyikapi perintah langsung dari tuannya.


    "Mempertimbangkan situasi saat ini, jika tidak ada yang berubah maka aku hanya bisa menunggu gagal panen sehingga harga gandum akan naik!"

    "Bagaimana dengan wailayahmu sendiri-"


    Wayne menusuk Igor dengan sikunya untuk menghentikan ucapannya dan kemudian dia mendekati Philip untuk berbisik.


    "Anda benar sekali, tetapi bahkan jika panen buruk terjadi, harganya tidak akan naik. Tahukah anda ada sejumlah besar gandum murah yang diangkut dari Sorcerous Kingdom menuju Kingdom? Karena itu harga untuk produk reguler tidak mungkin banyak berfluktuasi dan sama tidak mungkin bagi produk yang tidak bernilai tambah dijual dengan harga tinggi.”

    "Apa!?"

    "Ah, Philip-kakka, anda terlalu berisik."


    Philip mengamati sekelilingnya yang sangat ramai, lalu menurunkan nada suaranya, dan kemudian berkata kepada Wayne, "apakah itu benar?"

    "Mhm, informasi ini diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya, informasi ini menyebar di kalangan pedagang di ibukota. Sepertinya Sorcerous Kingdom telah menyimpan sejumlah besar gandum di gudang-gudang yang dimiliki oleh para pedagang di ibukota. Ada yang bilang bahwa mereka bahkan diizinkan untuk menjualnya, tetapi Sorcerous Kingdom jelas memiliki input prioritas untuk bagaimana gandum itu digunakan.”

    "Hm? Jadi bukan pedagang yang mengimpor barang-barang dari Sorcerous Kingdom untuk dijual di sini, melainkan, Sorcerous Kingdom menyimpan makanan di Kingdom?”

    "Betul. Aku tidak tahu banyak tentang detailnya selain fakta kalau gandum-gandum itu ada di sana hanya untuk disimpan dan Sorcerous Kingdom sudah membayar biaya penyimpananannya ... atau apakah itu disewakan untuk dijadikan gudang saja? Bagaimanapun, para pedagang menghasilkan uang dari kesepakatan itu. Itu tidak banyak, tetapi itu masihlah lumayan.”

    "... Apakah orang-orang itu hanya menyewakan gudang mereka secara sukarela?"

    “Biasanya akan sulit untuk mengamankan ruang penyimpanan. Tapi bukankah distrik gudang itu diserang oleh iblis itu? Aku mendengar banyak gudang-gudang kosong sehingga pemiliknya dengan senang hati menyewakannya. Karena itu, selama gandum masih ada di sana, para pedagang tidak mungkin menaikkan harga makanan. Sangat mudah untuk membayangkan orang-orang mengatakan sesuatu seperti 'jika semakin mahal, aku lebih suka membeli dari Sorcerous Kingdom' jika harganya naik. Oh benar, apakah anda tahu tentang gudang gandum besar E-Rantel?"

    "Tidak tidak. Memangnya kenapa?"

    “Di dalam gudang besar itu yang diperkuat dengan mantra [ Preserve ], ada tempat-tempat di mana makanan tidak akan pernah membusuk, ada magic item di dalamnya. Sampai baru-baru ini, ransum militer yang disediakan untuk lebih dari seratus ribu tentara dikumpulkan dengan susah payah dari tanah tetangga sebagai persiapan untuk perang dengan Empire setiap tahun. Pengumpulan makanan membutuhkan waktu sehingga bisa membusuk selama prosesnya, belum lagi mendapatkan makanan lebih sulit selama periode waktu tertentu. Gudang besar itu dibangun untuk mengatasi masalah ini. Tampaknya magic item itu bukanlah sesuatu yang bisa diangkut ke tempat lain, jadi benda itu secara resmi diberikan pada Sorcerous Kingdom. Itu berarti kelebihan gandum Sorcerous Kingdom bisa disimpan di sana selama bertahun-tahun.”

    “Bahkan jika makanan itu bisa bertahan selama bertahun-tahun, Sorcerous Kingdom merupakan kerajaan dengan satu kota, E-Rantel. Bagaimana mungkin mereka menghasilkan makanan sebanyak itu?”


    Bahkan jika desas-desus itu menyebar ke seluruh Kingdom, harga gandum seharusnya hanya turun sedikit mengingat populasi Kingdom yang besar.


    “Oh, tentang itu. Menurut beberapa rumor yang kredibel, Sorcerous Kingdom menggunakan undead untuk menggarap lahan pertanian yang luas; sebagai hasilnya, mereka mendapat peningkatan luar biasa dalam produktivitas gandum mereka. Dengan cara itu bahkan wilayah sekecil itu dapat menyamai hasil panen seluruh Kingdom. Jika dipikir-pikir lagi, kita membicarakan tentang undead yang tidak pernah kelelahan. Namun. Yah, jika anda berpikir tentang makanan yang dibuat oleh undead, terasa menjijikan.”

    "Apa? Itu sangatlah curang!”


    Philip tidak bisa tidak berteriak. Sang Sorcerer King dapat dengan mudah mencapai apa yang dia tidak bisa dilakukan rakyatnya tidak peduli seberapa keras dia berusaha. Semua frustasi yang harus dideritanya, Sorcerer King mengatasinya dengan mudah.

    Atau, mungkinkah dia juga harus menggunakan undead untuk bertani?


    “Dibilang begitu, tidak seperti tidak ada yang mencurigakan tentang itu. Lagipula, bahkan jika undead bekerja tanpa lelah sepanjang waktu, bagi mereka yang menyamai hasil panen seluruh Kingdom itu... Bagaimanapun, hasil pertanian mereka cukup tinggi, tidak ada keraguan tentang hal itu. Saat ini, Sorcerous Kingdom mengirimkan bantuan pangan menuju Holu Kingdom.”

    "Bantuan pangan?"

    "Mhm. Jaldabaoth, Archfiend yang membawa kekacauan ke ibukota kingdom kita, muncul di Holy Kingdom. Sepertinya amarahnya telah menyebabkan beberapa masalah kelangkaan makanan dan Sorcerous Kingdom meresponsnya dengan mengirimkan makanan yang dibeli dari pedagang Kingdom sebagai bantuan. Sebuah karavan dengan kereta penuh gandum melewati wilayahku tempo hari, maka rumor itu pasti benar.”

    "Pasti ada makanan yang tersisa setelah mereka mengirimkan bantuan kepada Holy Kingdom kan?"

    "Itu benar. Namun, mereka sangatlah pasti menimbun makanan untuk persiapan gagal panen. Ditambah lagi, kurasa Sorcerous Kingdom tidak menggunakan semua gandum yang mereka beli sebagai bantuan."


    Itu masuk akal. Jika Philip adalah Sorcerer King, dia juga akan menggunakan kelebihan makanan, yang sudah lama disimpan di gudang, sebagai bantuan.


    "Tepat sekali. Yah, jika mereka tidak memilikinya, mereka akan kesulitan menghadapi gagal panen kan- ”

    “- Karena itu berisiko menunggu iklim mempengaruhi situasi. Diperlukan solusi yang lebih baik. Misalnya, jika pasokan gandum Sorcerous Kingdom tiba-tiba menghilang, maka makanan yang diproduksi di tanah Philip-kakka pasti terjual dengan harga tinggi. Seperti peribahasa, 'kau tidak bisa hanya melakukan hal-hal seperti menghasut perang dengan satu-satunya tujuan memaksa musuh untuk membakar pasokan gandum mereka'."


    Pada saat itulah ide terbentuk secara spontan di kepala Philip.

    Jika kenyataannya gandum tidak banyak dijual bahkan selama gagal panen dan mereka bergantung pada keberadaan pasokan gandum Sorcerous Kingdom, apa yang akan terjadi jika gandum mereka menghilang?

    Hanya ada satu jawaban.

    Harga gandum akan melonjak naik.

    Pertanyaan berikutnya: bagaimana seseorang bisa membuat persediaan gandum Sorcerous Kingdom tiba-tiba menghilang?

    Petunjuk itu ada dalam perkataan Wayne. Produksi gandum Sorcerous Kingdom pasti berkurang. Tetapi, ini bukan tugas yang mudah. Lagipula, Philip tidak bisa hanya menyelinap menuju Sorcerous Kingdom dan membakar semua ladang mereka, kan?

    Bagaimana dengan mencuri gandum?

    Saat Philip memikirkan solusi ini, dia merasa seolah-olah sambaran petir baru saja mengenai tubuhnya.


    Untuk mengambil properti kerajaan asing dengan paksa, dengan akal sehat, adalah tindakan yang sangat berbahaya. Bahkan tanpa memperhitungkan konsekuensinya, Philip sama sekali tidak memiliki kekuatan militer untuk menghadapi seluruh kerajaan pada saat ini. Tetapi, Kingdom pasti melihat Sorcerous Kingdom sebagai musuhnya. Bagaimanapun, sebagian besar warganya sendiri terbunuh dalam perang. Akan aneh jika tidak memandang mereka sebagai musuh. Jika itu masalahnya, bukankah itu langkah yang brilian untuk mencuri sesuatu dari musuh?

    Dengan begitu, Philip akan dapat memperoleh dukungan dari jajaran penguasa Kingdom dan mungkin bahkan ada peluang dirinya akan dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi mengingat kontribusinya.


    {...Tidak buruk. Bukankah ini ide yang bagus?}


    Seperti ceri di atasnya, dia juga bisa menjual gandum yang diambil dari Sorcerous Kingdom.
(TLer: ceri disini entah artinya perumpaan dia dapet ide bagus menyiratkan hidangan penutup, atau emang buahnya beneran)


    {Ini seperti membunuh tiga burung dengan satu batu. Sebuah rencana yang begitu sempurna sehingga tidak dapat diperbaiki. Tapi, bagaimana aku akan merampok gandum mereka? Haruskah aku membahasnya dengan Hilma dan menyewa tentara bayaran? Tidak, itu tidak bagus. Tentara bayaran tidak memiliki rasa kesetiaan. Mereka itu orang-orang bodoh yang akan meninggalkan jejak ketika rencananya sukses dan memakainya untuk memerasnya.}


    Mengikuti logika itu, hanya prajuritnya sendiri yang bisa bekerja. Dia akan memanggil mereka tentara tetapi pada kenyataannya, mereka hanya akan berupa beberapa penduduk desa yang dilengkapi senjata. Dia mempertimbangkan untuk membentuk sebuah korp dengan tentara terlatih dan bukannya penduduk desa yang hanya bisa melakukan pekerjaan pertanian. Membayar tentara dengan gandum yang mereka ambil  akan menjadi pilihan yang sangat bagus.


    {Tapi tetap saja, menyiapkan pasukan menghadap ke wilayah Sorcerous Kingdom masihlah sangat berbahaya.}


    Tanah Philip agak jauh dari Sorcerous Kingdom sehingga biaya persiapan pasukan bukanlah sesuatu yang bisa dia abaikan begitu saja.


    {Tidak, tunggu dulu, bukankah dia mengatakan tentang beberapa karavan Sorcerous Kingdom melewati wilayahnya? Bagaimana jika aku menyerang mereka?}


    Apakah pasukan Philip sendiri sudah cukup untuk menyerang karavan besar itu? Penduduk desa yang bisa dimobilisasi sangatlah terbatas, tetapi keunggulan jumlah yang luar biasa, cukup untuk membuat musuh menyerah tanpa perlawanan, itu sangatlah diperlukan.


    “Apakah kalian berdua masih memiliki waktu senggang? Aku punya sesuatu yang ingin aku diskusikan dengan kalian berdua.”

    "Kami, 'tentang' apa itu?"

    "Mhm, itu sesuatu yang bagus."


    Philip melangkah menuju pasangan itu dan dengan bangga mulai menjelaskan rencananya yang sempurna.


Jika ada kalimat/kata/idiom yang salah di terjemah atau kurang enak dibaca, beritahu kami di kolom komentar, dilarang copas dalam bentuk apapun macam-macam kuhajar kau.

PART 2

"Apa-apaan dia, setidaknya dia harusnya minta maaf padaku." Wayne mendengus setelah mengucapkan selamat tinggal pada Philip.

 Pakaian yang saat ini terlumuri bir dulunya milik ayahnya dan sudah cukup tua dalam hal tekstur dan desainnya, membuatnya cukup langka. Dia awalnya berencana untuk menghadiri pertemuan sosial formal dengan pakaian itu, tetapi sekarang dia harus mempersiapkannya lagi.



 Pada malam hari, bangsawan tidak lebih dari sekelompok makhluk yang matanya tidak bisa melihat penampilan seseorang. Pakaian secara alami merupakan bagian dari permainan, jadi apa yang baru saja terjadi benar-benar tidak dapat diterima. Tetapi kenyataannya Wayne berada di bagian bawah masyarakat kelas atas, maka apa gunanya memiliki pakaian bagus?

 Sebaliknya, pakaian lusuh ini bisa menandakan kelemahan pemiliknya, dan karenanya sangat berguna bagi seseorang yang ingin berada di bawah perlindungan seseorang yang lebih tinggi dari mereka. Pakaian seperti ini haruslah dimiliki dirinya untuk memainkan peran seorang bangsawan lemah di tempat-tempat pesta. Maka sampai dia mengambil peran karakter lain, dia berada di bawah perlindungannya.

 Itulah mengapa tindakan mengotori pakainnya seperti itu bahkan lebih tak tertahankan daripada biasanya.


 "Itu benar."


 Sebuah suara di sampingnya berdentang, membuat Wayne berbalik untuk melihat sumbernya.


 "... Cukup, itu sudah cukup."


 Suaranya berubah parau seiring dengan suasana di sekitarnya. Seandainya Philip menjadi saksi dari perubahan ini, dia akan terkejut tanpa kata-kata.

 Wayne bukan tipe orang yang ekstrovert, ia hanya tidak suka berbicara dengan orang lain. Untuk melakukan itu dia harus membuat lapisan demi lapisan ekspresi palsu ketika dia mati-matian berusaha untuk berpura-pura kalau dirinya tipe seseorang yang ekstrovert dan efusif.


 "Maaf kawan, aku benar-benar tidak mampu menahan melakukan hal itu sehingga kau harus mengurus sebagian besar sisanya."


 Igor juga telah beralih dari kepribadian sebelumnya, bahasanya sekarang sangat tidak disempurnakan sehingga tidak ada bangsawan yang berani terekspos menggunakan cara bicara seperti itu.


 “Tidak apa-apa, jika kau benar-benar ingin meminta maaf, berlatihlah melakukan hal seperti itu. Bangsawan tingkat bawah seperti kita harus berusaha keras untuk menenangkan mereka yang berada di atas."


 “Hidup semakin lama semakin sulit. Kupikir ketika kita mewarisi gelar baron, kita bisa bergabung dengan perkumpulan para bangsawan ... saling meyanjung dan menjilat, kedua hal itu yang paling menjengkelkan untukku.”

 "Pffft, apa yang kau bicarakan ...? Rakyat jelatapun melakukan hal yang sama. Entah mana yang lebih parah, semua orang yang bekerja di bawah seseorang pastilah menjadi kacung.”

 "Dan itu sebabnya aku tidak pernah ingin menjadi dewasa ... Ya ampun, aku merindukan hari-hari ketika kita bisa bahagia bermain pedang-pedangan dan berpura-pura menjadi dragonslayers."

 “Tidak ada jalan untuk kembali maka jangan memikirkan hal itu. Bagaimanapun, belajarlah untuk menyanjung orang lain. Si dungu itu sepertinya merupakan kandidat yang bagus untuk dilatih, bukan? Bahkan jika kita mengacaukannya kerugian yang kita terima hanya sedikit.”


 Bagi para bangsawan tingkat atas atau mereka yang memiliki lebih banyak pengalaman hidup, pada dasarnya mereka yang telah melihat semuanya, tidak ada yang bisa memuaskan mereka kecuali sesuatu yang dibuat dengan sempurna. Itulah sebabnya mereka pastilah mendapatkan pengalaman setiap kali mereka memiliki kesempatan.


 "Beneran…? Ya lain kali ketika kita bertemu dengannya, aku akan berusaha ekstra keras untuk menjilatnya."

 "Ya, memang itulah yang harus dilakukan, ya harus dilakukan. Tidak ada yang tidak suka basa-basi. Jika seseorang yang kau ajak bicara merasa terganggu padamu, itu berarti kemampuanmu untuk melakukan percakapan masihlah sangat rendah... Igor, aku tahu ini sulit. Aku akan menebus kesalahanmu dan kau bisa menebus kesalahanku, itu kesepakatan kita, tetapi kau tidak bisa berhenti mencoba mengatasi kelemahanmu sendiri karenanya. Itu tidak seperti kita akan berteman dengannya selamannya.”


 Meskipun Wayne mungkin lebih cerdas daripada orang kebanyakan, kemampuan atletiknya sangatlah kurang. Igor merupakan kebalikannya.

 Jika mereka memiliki kelebihan yang sama, mungkin mereka akan menjadi rival. Karena alasan inilah mereka bersyukur atas kenyataan tak satu pun dari mereka berpikir satu sama lain seperti itu. Sangatlah jarang terjadi tuan tanah bisa saling berteman, tetapi karena mereka merupakan putra ketiga dan keempat dari keluarga mereka, mereka tidak diindoktrinasi dengan permusuhan masa lalu. Itu sebabnya mereka begitu dekat.

 Yang paling penting, mereka memiliki kecocokan satu sama lain.


 "Begitukah…? Jadi, bagaimana dengan apa yang kita diskusikan dengannya?”

 "Benar-benar mengerikan."


 Wayne tidak ragu sesaat sebelum menjawab pertanyaan temannya.

 Bagi seseorang seperti dirinya untuk berada di pucuk pimpinan fraksi itu merupakan situasi yang sangat berbahaya.
 

 "Tapi, bukankah pria itu mudah dimanipulasi?"

 "Mhm, itu benar."


 Faksi ini, sejujurnya, merupakan tempat pembuangan sampah.

 Anggotanya hanya ada di dalamnya untuk memanfaatkan status mereka sebagai bangsawan, dan sama sekali tidak tertarik untuk mengembangkan tanah mereka. Seperti anak kecil dengan pedang besi, mereka menyalahgunakan berkah otoritas mereka. Mereka sama sekali tidak mencapai apa-apa, namun terlalu percaya diri untuk percaya bahwa mereka mahakuasa. Orang-orang ini tak bisa diselamatkan. Bahkan seseorang seperti Wayne dapat mengerti dirinya hanyalah seorang bangsawan yang sepenuhnya biasa, tetapi mereka tidak bisa. Faksi ini penuh dengan orang-orang semacam itu.

 Bisa dibilang, karena itulah fraksi ini memiliki masalah besar.


 “Sorcerous Kingdom yang menyimpan gandum di ibukota merupakan perkembangan yang mengganggu karena mereka secara teoritis memiliki kendali penuh atas harga pasarnya. Mereka pasti akan menaikkan harga karena panen kita yang buruk tahun ini. Yang lebih mengerikan lagi adalah kenyataan kalau para bangsawan yang optimis tentang jebakan yang begitu terang-terangan itu dan telah mengubah tanah pertanian mereka dijadikan hanya menanam tanaman komersial bukan hanya minoritas. Sikap yang akan mereka keluarkan bahkan jika sesuatu yang buruk terjadi, mereka dapat melewati kelaparan dengan mengimpor gandum dari Sorcerous Kingdom, bahkan jika harganya sedikit lebih tinggi.”


 Banyak bangsawan yang mendarat di faksi ini memiliki sikap seperti itu. Meskipun dia berupaya secara halus mengisyaratkan bahaya melakukan hal itu, tanggapan mereka jelas menunjukkan keyakinan bahwa mereka sendiri tidak akan terpengaruh olehnya. Mereka bertekad untuk mewujudkan rencana mereka.


 “... Kita kehilangan banyak tenaga kerja kita dalam perang itu. Sangat mudah dilihat mereka ini terpaku pada keuntungan jangka pendek berdasarkan bagaimana mereka mendistribusikan tenaga kerja mereka sendiri yang tersisa."


 Untuk melepaskan keuntungan kecil dan sebaliknya fokus pada keuntungan jangka panjang seharusnya sudah masuk akal bagi mereka yang berada di puncak hierarki.


 "Jadi, bahkan memikirkan untuk merampok karavan gandum Sorcerous Kingdom merupakan bukti otaknya sudah rusak. Tentunya tidak ada yang cukup bodoh untuk tidak memahami menyerang karavan yang mengibarkan bendera Sorcerous Kingdom akan diperlakukan sebagai deklarasi perang dan akan menghasilkan balasan serius? Bahkan jika dia ini ... Tunggu sebentar. Apakah kita telah tertipu?"


 Mungkin saja mereka sedang digunakan dalam rencana besarnya dan mereka tak tahu apa tujuan pria itu. Sepertinya menyetujui rencananya bukanlah pilihan yang buruk.


 “Tidak, bukankah kau terlalu banyak memikirkannya? Mungkin karena dia memanglah idiot sehingga dia sama sekali tidak mempertimbangkan konsekuensi potensial ketika dia mengatakan rencana itu."

 "Hei, sekarang," Wayne tersenyum pahit, "untuk sama sekali tidak mempertimbangkan konsekuensi dari menyerang kereta-kereta itu - bisakah seorang idiot sehebat itu benar-benar ada?"

 "Yah ... jika kau mengatakannya seperti itu ..."


 Bagaimanapun, tidaklah masuk akal seorang bangsawan tanpa akal sehat akan dipilih untuk mewarisi gelar keluarganya; karenanya, Philip pasti memiliki tujuan. Apa yang mungkin menjadi tujuannya?


 "Lebih baik jika kita berkonsultasi dengan Cygnaeus kan?"

 "-Tidak, jangan katakan padanya."


 Hilma Cygnaeus, wanita yang melakukan segalanya dengan kekuatannya untuk membangun faksi ini.

 Ada yang mengatakan dia merupakan seseorang yang dicintai seorang earl, tetapi dari awalnya pembentukan faksi ini tidak akan menguntungkan earl tersebut. Jadi, asal usul dana yang terlalu banyak dan koneksi yang luasnya tetap menjadi misteri.

 Mungkin sebuah organisasi, bukan individu, yang ada di belakang wanita itu. Dengan proses eliminasi yang sederhana, seseorang dapat dengan mudah menyatakan seseorang yang memiliki organisasi tertentu akan memiliki kemampuan seperti itu.

 Eight Fingers.

 Sindikat kejahatan yang mengendalikan masyarakat bawah tanah Kingdom.

 Kalau begitu, Hilma mungkin seseorang yang bisa dengan mudah dibuang, seperti sebuah boneka.

 {Tidak}, intuisi Wayne memberitahunya.

 Beberapa kali bercakap-cakap dengan wanita itu memberitahunya dirinya jelas bukan bidak pengorbanan yang sederhana. Bahkan, kemungkinan besar dia merupakan salah satu petinggi organisasi. Untuk memiliki seseorang sepertinya tertanam di fraksi ini, sedikit membuatnya khawatir. Meskipun beberapa bangsawan memiliki kekuatan untuk secara diam-diam membentuk perjanjian dengan sindikat kejahatan, Wayne sendiri tidak ingin terlibat dengan organisasi ilegal semacam itu.

 Justru karena mereka tidak menganggap diri mereka terlalu tinggi sehingga mereka ingin mengambil keuntungan darinya sembari mempertahankan rencana mulusnya.


 "Kenapa…? Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu yang tidak akan bisa lagi aku pahami, tetapi bukankah sudah waktunya kau memberi tahuku apa yang terjadi? Bahkan aku tahu mengatakan 'ya' kepada pria itu akan membuat kita mendapat masalah di masa depan. Kau tahu kan, kita akan menyerang karavan Sorcerous Kingdom di wilayahmu? Bajingan kurus itu pasti tidak akan membiarkannya begitu saja. Tidak mungkin orang itu tidak kehilangan kepalanya setelah ini, dan mungkin kepalamu sebentar lagi tidak akan menyatu dengan lehermu.”


 Igor sepenuhnya benar, tetapi Wayne punya ide; dia menyetujui rencana itu dengan pemahaman penuh tentang risiko yang terlibat.


 “Mungkin ini merupakan rencana si idiot itu, untuk menjadikan kita kambing hitamnya dan mengantongi barang curian untuk dirinya sendiri. Bagaimana kalau kita mengikuti rencananya? Kita akan berpatroli di wilayah kita sendiri dan kebetulan akan menemukan sekelompok bandit, kelompok yang bertanggung jawab atas serangan terhadap karavan Sorcerous Kingdom. Setelah itu, kita akan bunuh mereka semua. Saat ini, tugas terpenting kita adalah mengikuti rencananya.”


 Jika karavan seseorang diserang, tidak ada korban yang akan mundur begitu saja setelah menerima berita bahwa pelaku terbunuh. Ini berlaku bahkan di tingkat nasional. Pembalasan akan lebih dari yang dibenarkan. Inilah sebabnya mereka tidak boleh meninggalkan bukti keterlibatan mereka. Selain itu, mereka dapat dengan mudah mempertahankan ketidak terlibatan mereka dengan melukis narasi bahwa mereka hanya mengurus sebuah insiden yang kebetulan terjadi di tanah mereka.


 "Bagaimana tentang itu? Bukan rencana yang buruk untuk mendapatkan bantuan dari Sorcerous Kingdom kan? Bahkan jika kita dicurigai terlibat, kita dapat mengatakan kalau kita sedang berusaha membantu karavan. Kita akan aman selama para pelaku semuanya mati. Kau tahu seperti apa yang mereka katakan - orang mati tidak menceritakan apa-apa.”

 “Baiklah kalau begitu, tetapi kita harus mempertimbangkan kemungkinan ada seorang priest yang bisa membangkitkan orang mati. Apa kau tahu peribahasa ini? Tidak ada kebohongan yang dapat disembunyikan dari seorang priest.”

 "... Apakah kau benar-benar percaya ada seorang priest yang dapat membangkitkan orang mati di Sorcerous Kingdom? Di kerajan di mana ada yang mengatakan kalau undead berlalu-lalang dengan bangga di jalanan, sembari menyiksa mahluk hidup?”

 "Tidak, kurasa?"


 Wayne menyeringai ketika dia setuju dengan Igor.


 “Terlepas dari tujuan orang itu, penyerangan terhadap karavan Sorcerous Kingdom bermanfaat bagi kita tidak peduli hasilnya. Tidak masalah jika serangan berhasil - yang mungkin sangatlah mustahil menurutku - atau bisa dikatakan gagal total, karena Sorcerous Kingdom sudah siaga tinggi untuk mengantisipasi penyergapan dimasa depan. Mereka mungkin berhenti menyimpan gandum ke para pedagang Kingdom. Dengan begitu, para idiot itu akan mendapatkan angin segar dan mulai membuat rencana dengan fondasi yang lebih solid. Juga-" Wayne tertawa mengejek," pria itu akan melakukannya apa pun yang terjadi."

 “Apakah dia orang yang pantas menyusun rencana itu? Membuat kita mengambil semua risiko ini hanya untuknya?”

 "Tentu saja bukanlah dirinya, tetapi sangatlah perlu untuk menyembunyikannya dari Cygnaeus, wanita di belakangnya, bahkan jika itu sedikit. Dia pasti berencana untuk menggunakannya untuk memanipulasi faksi dan menarik perhatian darinya, pada akhirnya memungkinkan sindikatnya untuk beroperasi secara terang-terangan di tempat terbuka. Jika bukan itu masalahnya, tidak masuk akal bagi mereka untuk menginvestasikan begitu banyak uang pada faksi ini.”


 Faksi Keluarga Kerajaan dan faksi Bangsawan sudah kehilangan begitu banyak kekuatan mereka. Jika seseorang dapat dengan bebas memanipulasi faksi ketiga dari faksi mereka, mereka akan dapat menggunakan sejumlah otoritas yang menakutkan. Ini menyiratkan Eight Fingers akan bertanggung jawab atas urusan hukum dan sisi gelap Kingdom.


 "Aku hanya akan bisa memberikan solusi sementara untuk masalah ini, tetapi kau sudah memikirkannya sejauh itu ya?"


 Seperti yang dikatakan Igor, gagasan seperti itu pastilah di luar jangkauan dari pikiran para bangsawan, apalagi Baron rendahan. Kenyataannya tentu saja, tidak semua baron sederajat, beberapa dari mereka memiliki lebih banyak tanah daripada bangsawan dengan gelar yang lebih tinggi. Sayangnya untuk mereka berdua, wilayah mereka berukuran sesuai dengan gelar Baronnya, jadi mereka merupakan tuan tanah biasa di Kingdom.

 Semua  yang ingin dilakukan oleh bangsawan tanpa koneksi di faksi Keluarga Kerajaan ataupun faksi Bangsawan adalah lebih memperluas tanah mereka. Agar ini terjadi, Kingdom juga harus berubah menjadi lebih baik.

 Mereka memiliki ide bukan hanya karena mereka bangsawan, itu juga berasal dari ambisi mereka sendiri.

 Yang mereka inginkan adalah menjadi lebih kaya dan lebih bahagia.

 Itu sebabnya mereka akan memanfaatkan peluang yang bermanfaat dengan maksumal.


 "Tetapi bahkan jika kita beralih ke faksi yang lebih baik, kita harus membangun kembali reputasi dan koneksi kita lagi kan?"

 "Ya benar."


 Mereka bergabung dengan faksi ini untuk mendapatkan peluang yang seharusnya tidak tersedia bagi mereka seandainya mereka bergabung dengan faksi yang lebih kuat. Namun, mereka tidak pernah mengharapkan Eight Fingers untuk menunjuk seorang pemimpin seperti itu ke posisi kepemimpinannya. Sepertinya bergabung dengan faksi ini merupakan sebuah kesalahan.


 "Omong-omong, apakah Sorcerous Kingdom akan menggunakan ini sebagai alasan untuk menyatakan perang terhadap Kingdom?"


 Wayne memikirkannya sejenak dan menggelengkan kepalanya.


 "Tidak sepertinya. Sorcerous Kingdom merupakan bangsa dengan satu kota, mereka kekurangan tenaga untuk sepenuhnya menguasai seluruh Kingdom. Bahkan jika mereka memiliki banyak undead, mereka hanya cocok untuk pekerjaan manual yang sederhana. Mereka tidak bisa mengelola kerajaan dengan baik, bahkan jika perang dideklarasikan, mereka hanya akan meminta tanah yang paling dekat dengan mereka ... Itu seharusnya tidak menjadi masalah bagi para bangsawan seperti kita yang tanahnya jauh dari Sorcerous Kingdom. -Yok toss."


 Dia mengangkat kepalan tangannya saat dia berbicara dan Igor menirukan gerakannya untuk memberikan kepalannya.


 "Hip~Hip~!"

 "Horeeeee~!"

 (TLer: Awkwkwkwkwk).

PART 3

Philip akhirnya mencapai tujuannya, sepetak jalan di wilayah Baron Delvin. Dia telah memimpin persiapan pasukannya, Dimulai dari kemarin dan berkemah setiap malam, menuju lokasi penyerangan. Menurut informannya, karavan Sorcerous Kingdom akan melewati tempat ini.

 Philip sedang menunggang kuda, memandangi barisan prajuritnya.



 Mereka merupakan tentara, atau lebih tepatnya penduduk desa, di bawah komandonya.

 Totalnya lima puluh orang.

 Dia telah mengirim instruksi ke seluruh wilayahnya, tetapi tidak banyak orang yang menanggapi panggilan itu. Kebanyakan dari mereka menanggapinya dengan alasan bahwa mereka telah memenuhinya ketika instruksi perang wajib sebelumnya.

 Karena hal itu, Philip menjadi sangat kesal.

 Rencana itu dirancang untuk kemakmuran masa depan tanah mereka, untuk kebaikan semua orang yang tinggal di sana. Ada juga banyak potensi rampasan perang, yang telah dipikirkan Philip dan diusulkan agar instruksi perang itu dibagikan kepada semua orang. Tetap saja, tidak ada yang datang untuk membantu.

 Mereka terlalu bodoh.

 Sekelompok orang bodoh yang tidak tahu keuntungan yang akan mereka dapatkan. Tidak, ini merupakan alasan yang tepat mengapa mereka harus dipimpin dan dikuasai oleh seorang jenius seperti dirinya.

 Meskipun berusaha keras untuk menenangkan dirinya sendiri sebaliknya, kemarahannya terhadap orang-orang yang tidak mengerti dirinya berkobar. Dia telah memikirkan rencana untuk memaksa mereka wajib militer, tetapi itu pasti akan membuat marah orang tuanya, yang telah berjalan melalui pintu kematian.

 Pada akhirnya, dia membayar mereka secara tunai dengan uang yang dia pinjam dari Hilma.

 Setelah semua kerja kerasnya, ia berhasil mengumpulkan lima puluh orang, yang diantaranya seperti pria tua yang kehilangan masa kejayaannya, pria muda yang tubuhnya lemah dan sakit-sakitan, atau orang-orang yang suka berkelahi dan rata-rata mereka tak punya pendirian.

 Terus terang, mereka merupakan gangguan di desa mereka dan tidak satupun dari mereka yang memiliki nilai jual, Meski begitu, Philip merasakan kegembiraan yang tak terlukiskan berdiri dihadapan prajuritnya.

 Dia memiliki firasat kisah kepahlawanannya yang tersebar luas akan segera dimulai. Tidak, itu sudah dimulai.

 Karena wilayahnya pasti akan meluas, statusnya juga akan meningkat. Dia akan segera merasakan kemewahan dunia.

 Dialah yang akan memberikan serangan pertama kepada Sorcerous Kingdom, suatu prestasi yang tidak bisa dilakukan orang lain. Sebuah taktik untuk mengalahkan Sorcerous Kingdom, memungkinkan Philip untuk mendapatkan banyak pujian dari keluarga kerajaan dan gelar yang sesuai dengan pencapaian ini. Mungkin dia bahkan bisa menikahi putri cantik itu.


 "-Jadi, Tuanku, bisakah kita benar-benar menyerang mereka?"


 Philip, yang telah termenung di dalam mimpinya, diseret kembali ke dunia nyata seolah-olah seember air dingin baru saja diguyurkan keatas kepalanya.

 Dia kembali sadar dan melihat prajurit yang telah mengajukan pertanyaan.

 Prajurit itu merupakan manusia biasa, sekitar 30 tahunan. Dia mengenakan pakaian acak-acakan dan, untuk beberapa alasan, memegang cangkul kayu. Bahkan sebuah pemukul kayu akan lebih baik daripada cangkul, jika tidak, bahkan beberapa tongkat yang ada di sini pastilah lebih bagus ketimbang cangkulnya. Philip ingin mengatakan sesuatu tentang itu, tetapi cangkul itu mungkin merupakan hasil dari perintahnya agar mereka membawa senjata mereka sendiri.

 Terus terang, melihat beberapa penduduk desa bahkan tanpa sebuah tongkat membuat Philip sedikit ragu. Terlepas dari mereka, bagaimanapun, pasukannya secara keseluruhan terlihat seperti para bandit miskin. Mungkin itu bisa saja membodohi lawan mereka sampai-sampai mereka mempercayainya.

 Para prajurit di sekitar mereka rupanya setuju dengan keraguan pria itu, karena semua orang yang sekilas dia pandang memalingkan kepala ke arahnya seolah-olah mengatakan "ya, aku memikirkan hal yang sama".


 "Ini akan baik-baik saja, ini adalah langkah untuk menyelamatkan Kingdom."

 “Anu, tuan, kita tidak benar-benar berurusan dengan Kingdom kan? itu terlalu rumit bagi kami. Kami tidak akan diikat dan 'kepala kami dipenggal' kan?” Pria lain bertanya, dan tak lama kemudian yang lain mulai bergema bersama "kan?kan?" mereka.


 Philip sangat terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan kurangnya pemahaman tentang keadilan.


 {-Ini tepatnya karena begitu banyak orang seperti mereka ada, seseorang yang berbakat sepertiku haruslah memimpin mereka. Tidak ada yang menaati rencanaku pada manajemen pertanian karena orang-orang ini hanya bisa memikirkan permukaannya saja ...}


 "Aku bilang tidak akan ada masalah, apa kalian semua tuli?"

 "... Tidak, tidak, kami tidak tuli."


 Para prajurit tidak yakin, dendam mereka terlihat.

 Mungkin dia seharusnya mengeksekusi seseorang sebagai peringatan kepada yang lain, tapi itu akan membuatnya tampak seperti dia tidak bisa memimpin sama sekali. Dia akan kehilangan martabatnya jika dia tidak bisa membuat mereka bekerja meskipun tahu ada risiko yang akan diterima.

 Ketika Philip panik dan tidak tahu harus berbuat apa, dia mendengar suara ketukan langkah kuda yang menginjak tanah. Dia menoleh untuk melihat dua penunggang kuda berlari mendekatinya. Wajah mereka berdua tertutup kecuali matanya, tetapi ia masih mengetahui siapa mereka.

 Keduanya berhenti jauh dan melambai padanya.


 {Kenapa mereka tidak datang ke sini? Bukankah seharusnya mereka mendatangiku dan bukan sebaliknya?} Philip berpikir mungkin mereka punya sesuatu yang harus dibicarakan secara rahasia.


 "Hm, kurasa aku harus kesana."


 Dia akhirnya bisa merasa sedikit lebih baik tentang dirinya sendiri dengan mengatakan hal-hal dengan cara yang sok dan mengubah ekspresinya menjadi yang sembrono untuk mencocokkan.
 Dia akhirnya merasa sedikit lebih baik setelah menanggapi mereka dengan bentakannya dan mengubah raut wajahnya sesuai dengan perkataan yang telah dia utarakan.

 Philip bergerak ke arah mereka dengan menunggangi kuda. Dia telah berlatih menunggang kuda, karena itu menunggai kuda dijalan yang lurus bukanlah masalah untuknya.


 "Baron, bagaimana persiapan kalian?"


 Wajah mereka ditutupi topeng sehingga sulit untuk mengidentifikasi keduanya, tetapi jika dilihat dari suaranya dan postur tubuhnya, kedua pria itu dapat disimpulkan sebagai Baron Delvin, atau Wayne.

 Pakaiannya, bagaimanapun, tidak seperti milik seorang baron.

 Hide Armornya agak kotor dan pedang tergantung di pinggangnya. Kudanya terlihat lemah dan tak bernyawa, seperti kuda untuk pertanian, bukan kuda perang. Di sebelahnya Baron Rokerson, atau Igor, yang tampak hampir sama. Penampilan mereka sangat serasi sehingga bahkan kuda mereka terlihat serupa.

 Tidak seperti Philip yang mendapat dukungan finansial, mereka pasti sangat miskin. Philip memikirkan tentang saat ketika dia melihat mereka mengenakan pakaian lusuh, dan mencoba sebaik mungkin untuk menyembunyikan rasa superioritas yang hendak muncul diwajahnya.


 {Yah, sakarang aku tak bisa menunjukkan kalau aku kesal dengan moral rendah pasukanku pada kedua palkon ini kan? Sangat menjengkelkan.}


 Dirinya, sebagai seseorang dengan status yang lebih tinggi, harus menunjukkan kepada orang-orang di bawahnya apa sebenarnya yang membuatnya lebih unggul dari mereka. Tindakan Philip merupakan panutan bagi masyarakat, dan orang-orang dibawahnya harus mengikuti Philip. Dengan begitu, dunia bisa berjalan semestinya.


 "Hanya kalian berdua? Bagaimana dengan pasukan kalian?”

 "Kami sudah menyiapkan mereka, benarkan?"

 "Tepat sekali, prajurit kita akan mengapit Philip-kakka dan membentuk Formasi Sayap Burung."

 "Oh! Formasi Sayap Burung!"


 Bahkan Philip mengetahui tentang formasi itu. Membuat formasi terkenal seperti itu merupakan hal yang cukup memuaskan untuk dilakukan; seolah-olah dia telah menjadi protagonis dari sebuah dongeng.


 "Jadi, jika penyerangannya tidak sesuai rencana, silakan perintahkan pasukan anda mundur. Musuh tidak akan menyebar jika kita hanya pergi ke satu arah. Ingatlah untuk menyebar sejauh mungkin saat kita mundur.”

 "Aku mengerti. Tidak apa-apa, kau tidak perlu mengingatkan- ”

 "-Bukankah lebih baik memutuskan terlebih dahulu pasukan-pasukan kita akan mundur kearah mana? Mundur ditengah pertempuran bisa jadi sangat sulit di tengah sengitnya pertempuran. Ini juga berlaku untuk Philip-kakka. Ke arah mana anda akan mundur?"


 Mereka berbicara seolah-olah mereka telah meramalkan kekalahannya, ini membuat Philip sangat kesal.


 "Jadi, kalian meyakini aku akan kalah?"

 "Bukan, bukan, bukan seperti itu, Philip-kakka. Pernahkah anda mendengar taktik berpura-pura mundur untuk memusnahkan semua musuh yang mengejar dengan sekali serang?”

 "-Ah, aha, ya aku tahu."


 {Oh begitu ya}, Philip menerima penjelasan mereka, tetapi karena akan tidak menyenangkan untuk mengakui ketidaktahuannya, dia menanggapinya seolah-olah dia sudah mengetahuinya.


 "Seperti yang aku pikirkan, anda sudah mengetahuinya. Yah, karena anda sudah mengerti, itulah strateginya, strategi mundur merupakan salah satu dari bagiannya."


 {Yah dalam hal itu ...} Ketika Philip bersiap untuk mendiskusikan ke arah mana dirinya akan mundur, dia telah  menyadari terdapat informasi penting yang hilang.


 “Sebelum aku menjawabnya, aku punya pertanyaan. Kalian berdua belum memberi tahuku tentang ukuran pasukan kalian. Berapa banyak orang yang kalian bawa?"

 "Masing-masing dari kami membawa 75 orang."


 Philip sangat terkejut ketika mereka bisa mengumpulkan lebih banyak orang daripada dirinya sampai dia berpikir {dengan jumlah sebanyak itu, melarikan diri ke arah mana pun pasti akan sama} tidak pernah terlintas dalam benaknya sampai dia menyadarinya. Philip mecoba berpikir rasional, karena disini memanglah wilayah mereka, masuk akal jika tidaklah terlalu sulit untuk mereka melakukannya. Jika ini hanya masalah kuantitas, semuanya akan jauh lebih mudah, masalahnya terletak pada pertimbangan mereka sebelumnya. Philip memperkirakan dirinya bisa mengerahkan setidaknya dua kali lipat jumlah orang seandainya disini wilayahnya.


 “... jika kita memiliki prajurit sebanyak itu, bukankah lebih masuk akal bagi kita untuk menyerang pada saat bersamaan? Lagipula, kita memiliki sekitar 200 prajurit di sini.”

 "Meskipun itu juga akan menjadi pilihan yang layak, itu bukanlah Formasi Sayap Burung. Untuk menjadikannya Formasi Sayap Burung, pasukan Philip-kakka harus maju terlebih dahulu dengan pasukan kita yang mengapit kedua sisinya.”

 "Ahh, jadi itu sebabnya!"


 Benar, itu sebabnya. Dia telah sepenuhnya melupakannya.

 Wayne menghela nafas. Karena seluruh wajahnya tertutupi, tidak ada yang bisa melihat ekspresinya saat ini.
 

 “Aku senang anda bisa mengerti. Sekarang, ke arah mana kita harus mundur?”

 "Ah ya. Kita akan mundur ke wilayah Igor-kakka kalau begitu.”

 “Jadi ke arah sayap kiri, aku mengerti. Maka aku akan meminta anda untuk tetap mengikuti rencana pertempuran yang telah kita diskusikan sebelumnya. Tolong juga awasi para pemanah, bukan hal yang aneh bagi kuda untuk membunuh pengendara mereka dalam suatu penyerangan ketika mereka dipanahi oleh musuh.”

 "Selama aku memiliki armor ini, aku akan baik-baik saja bahkan jika seekor kuda menginjakku. Ini merupakan item kelas atas yang dibuat oleh blacksmith terkenal dan dimantrai oleh para magic caster.”


 Armor Philip merupakan hadiah dari Hilma. Armor itu telah dimantrai dengan sihir yang meningkatkan pertahanannya, memungkinkannya untuk mengungguli set armor yang telah diturunkan sebagai pusaka keluarga di rumahnya. Meskipun dia telah menerima hadiah ini beberapa waktu lalu, dia belum pernah memiliki kesempatan untuk mencobanya. Ini akan menjadi debut armornya.

 Baron di sana itu tentu saja tidak memiliki sesuatu yang berkualitas tinggi. Philip berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan rasa superioritasnya muncul dalam suaranya.


 “Meski begitu, yang terbaik yaitu bertindak dengan hati-hati. Semuanya akan sia-sia jika kakka terbunuh dalam pertempuran. Itulah yang terpenting."

 "Itu benar, karena Philip-kakka adalah jendral kita."

 “Bahkan jika anda mengenakan armor yang sangat bagus, masih ada titik lemah di mana panah bisa menyerangnya. Selain itu, tidak peduli seberapa kuat armor itu, tidak bisa bertahan melawan sebagian besar mantra. Tolong jangan melemahkan penjagaan anda karena armor itu, lagipula, Philip-kakka adalah jendral kita.”


 Peringatan mereka yang berulang kali sangat menjengkelkan Philip, tetapi dia mengerti alasan mereka mengatakannya. Jika seorang jenderal akan dibunuh, maka pertempuran akan berakhir, itu masuk akal.

 Mengetahui keduanya melihatnya sebagai pemimpin mereka, Philip tidak bisa menahan senyumnya.


 "Tentu saja aku mengerti."

 "... Juga, di mana Philip-kakka akan mempersiapkan formasi kita? Akan terlalu berbahaya untuk digunakan di jalanan. Aku percaya akan lebih baik untuk tetap kembali, dengan begitu kita bisa bergegas membantu anda jika kita harus mundur. Terlebih akan sangat membantu jika anda dapat memberi tahu kami posisi anda.”


 {Umu, umu.} Philip setuju.


 Ketika sang jenderal berada dalam bahaya, merupakan tugas bawahannya untuk bergegas membantunya. Meskipun ini masuk akal, Philip terkejut karena bukan dia yang menyarankan hal ini sejak awal.


 {Aku pasti akan menyadari sesuatu seperti itu jika itu diriku yang biasanya ... saat ini aku terlalu bersemangat. Ini merupakan pertama kalinya bagiku merencakan pertempuran berskala sebesar ini.}


 Philip sedikit meneguk ludahnya dan menarik napas panjang.


 "Apa-, ada apa?"

 "Ah, tidak ada apa-apa. Aku hanya mencoba untuk meredam semangat yang menyala-nyala untuk pertempuran ini di hatiku.”

 "...Oh, aku mengerti. Begitukah…? Umm, lalu di mana Philip-kakka ingin menunggu karavan?”

 "Pertama-tama-"


 Philip melihat ke kiri dan ke kanan.

 Jalan beraspal ini agak lebar, lebarnya cukup untuk dua kereta melewatinya secara bersamaan. Jalan ini sepertinya menjadi sumber penghasilan utama bagi Baron Delvin.

 Ada hutan rimbun di sisi jalan tetapi lokasi strategis di mana bandit biasanya bersembunyi, telah sepenuhnya dibersihkan dan hanya menyisakan rerumputan.

 Hutan ini berada di bawah manajemen manusia, sepertinya babi-babi yang mencari makanan disepanjang jalan ini dibolehkan begitu saja, maka mereka tidak perlu waspada terhadap monster atau binatang buas.

 Jika itu masalahnya-


 "Kita akan menyiapkan penyergapan di dalam hutan."

 "Aku mengerti. Jika itu keputusannya, aku tahu tempat yang cocok. Ada sepetak hutan di mana ranting, rerumputan, dan yang lainnya sudah bersihkan, yang memungkinkan kita mundur dengan menunggangi kuda. Bagaimana menurut anda tentang itu?"

 "Memangnya ada tempat seperti itu?"

 "Tentu saja ada. Ketika Philip-kakka memutuskan untuk melakukan penyergapan di wilayah ini kami tahu sesuatu seperti itu diperlukan, untuk itulah kami meluangkan waktu untuk menyiapkan tempat itu.”


 Philip telah berulang kali memilih bidang tanah ini untuk penyergapan di pertemuan mereka sebelumnya. Meskipun dia telah meminta pendapat Wayne dan Igor, keduanya menurut pada Philip. Pasti cukup merepotkan bagi mereka untuk membuat persiapan setelah itu.


 "Lalu aku benar-benar berterima kasih pada kalian."

 "Jangan seperti itu, karena sejak awal anda harus mengambil risiko menjadi pemimpin, apa yang kita lakukan hanyalah supaya kita impas kan?"

 "Seperti yang diharapkan dari Wayne-kakka!"


 Keduanya menuntun Philip ke lokasi itu dan tepat seperti yang telah mereka gambarkan. Seharusnya tidak ada masalah bagi kuda untuk berlari kencang jika lahannya dalam kondisi seperti ini.

 Saat dia selesai berdiskusi dengan keduanya, Philip berjalan kembali menuju tentaranya.

 Philip tidak bisa berhenti berkeringat karena full body armornya, dan karena mereka berada di tanah yang tidak rata, helmnya dapat menyebabkan dia kehilangan keseimbangan dan mudah jatuh.


 "Whooo, whooo"


 Philip mendesah ketika dia melepas helmnya dan menjepitmya di bawah pinggangnya. Dia mengambil saputangan dan dengan kesal mulai mengelap dahinya.

 Philip merasa kalau memakai armornya merupakan sebuah kesalahan. Meskipun kemampuan pertahanan sebuah armor merupakan kualitasnya yang paling penting, mobilitas jugalah sama pentingnya. Dia sepertinya mengingat terdapat mantra yang meringankan sebuah armor, kedepannya dia harus meminta armornya dimantrai sihir itu. Atau mungkin mantra yang mencegahnya berkeringat saat mengenakan armornya.

 Dia harus berbicara dengan Hilma tentang hal ini lain kali di ibukota.

 Setelah membuat catatan diingatannya tentang hal itu, dia berjalan kembali ke lokasi di mana dia melihat tentaranya yang terlihat bosen karena tak melakukan apa-apa.


 "Maaf telah menunggu"

 "-tuan. Siapa kedua pria yang menutupi wajahnya itu? Penampilannya seperti bandit. Apakah kita sedang diperingatkan?"

 “Itu tidak mungkin, pria itu jelas seorang bangsawan Kingdom yang terhormat. Berbicara tentang penampilannya, jangan katakan itu. Tidak setiap bangsawan mampu membeli full body armor.”


 Ditambah lagi, selama pertempuran di Dataran Katze, keluarga-keluarga yang kehilangan penerusnya juga kehilangan banyak senjata dan pusaka keluarganya. Keluarga Philip berada dalam situasi yang sama seperti itu, jika dia kehilangan set armor ini, akan sulit untuk mendapatkannya lagi.

 Meskipun kelihatannya para tentara tidak mempercayai alasannya, tidak perlu memaksa mereka untuk menerimanya.


 "Baik! Mari kita tunggu sampai karavan tiba! Setelah mereka datang, kita akan segera menyerangnya!”


 Philip tidak mendengar jawaban dan mengangkat suaranya.


 "Apakah kalian mengerti!!?"

 "Kami mengerti ..."


 Meskipun semua orang menjawab dengan enggan, suara mereka serempak masih cukup keras untuk didengar.

 Philip tidak puas dengan jawaban mereka, tetapi dia harus membiarkannya begitu saja. Bagaimanapun, ini merupakan pertempuran pertama mereka, tidak perlu bagi mereka untuk memenuhi semua harapannya.

 Agar mereka berkembang menjadi prajurit yang dapat diandalkan, mereka harus fokus pada masalah yang paling mendesak.

 Ketika Philip memikirkan sesuatu seperti itu, dia duduk di tanah seolah-olah tubuhnya menyerah pada keinginan untuk beristirahat.

PART 4

Sebuah sindikat kriminal besar yang dikenal sebagai Eight Fingers mengintai di balik bayang-bayang Kingdom.

 Ada delapan divisi dalam sindikat itu, salah satunya divisi penyelundupan. Christopher Olsen, seorang anggota dari divisi itu, memiliki penampilan layaknya pedagang yang jujur. Ucapannya memilki makna kuat dalam penanganan jalur utama perdagangan yang menghubungkan ibukota ke sisi barat Kingdom. Karena itu, dia pernah mengalami merasakan berbagai barang di gudang-gudangnya habis dijarah selama penyerangan Jaldabaoth.



 Mereka mengalami kerugian besar tetapi itu tidak berarti akhir untuk perusahaannya. Namun, butuh banyak waktu untuk memulihkan kerugiannya, karena itulah dirinya merasa perlu meminjam sebagian dana dari Eight Fingers.

 Kau harus mengeluarkan uang untuk menghasilkan uang, begitulah cara bisnis bekerja. Tentu saja, itu juga bisa menyebabkan kerugian yang lebih besar, tetapi selama dia menundukkan kepalanya dan menghindari risiko yang tak perlu, maka tidak usah terlalu khawatir.

 Meminjam uang dari Eight Fingers, bagaimanapun, akan membuatnya menapaki jalan menuju kehancurannya sendiri. Eight Fingers akan memaksa para pedagang yang bangkrut melakukan kegiatan kriminal seperti halnya penyelundupan, penjualan atau pengangkutan narkotika.

 Pedagang sering jatuh ke dalam perangkap ini.

 Lalu bagaimana dengan Christopher, yang sudah terjerat?

 Untuk meminjam uang, dia sedikit terkejut karena harus menemui para pemimpin divisi. Christopher termasuk dalam divisi penyelundupan, pengurusan peminjaman seharusnya diurus oleh atasannya. Seharunya tidaklah mungkin sampai harus menemui para pemimpin divisi.

 Terlepas dari semua ini, dia tetaplah harus menemui pemimpinnya. Apakah alasannya karena prestasinya sehingga pemimpinnya menaruh minat padanya? Atau ada suatu alasan yang tak dia ketahui? Dia bahkan tidak mengetahui alasannya sampai pertemuannya berakhir. Satu-satunya hal yang membuatnya curiga adalah ketika pertemua berlangsung, pemimpin divisi sangatlah ramah terhadapnya, seharusnya seseorang seperti dirinya merupakan orang-orang yang ditakuti bahkan oleh para kriminal.

 Hal lain yang menarik perhatiannya yaitu kenyataan bahwa mereka, sesuai dengan status mereka di eselon tertinggi organisasi, terlihat sangat mempedulikan kesehatan mereka sendiri. Meskipun dia penasaran dan ingin menanyakan apakah mereka mungkin sedikit kekurangan gizi, pastilah mereka lebih sehat dibandingkan dengan orang-orang berbadan gendut.

 Orang-orang penting seperti itu yang telah memberikan pekerjaan-pekerjaan seperti ini.

 Jenis pekerjaan yang akan diberikan tergantung pada berbagai faktor, seperti jumlah uang yang dipinjam, nilai seseorang sebagai manusia, dan apakah orang itu dapat digunakan untuk Eight Fingers di masa depan. Mereka yang memiliki nilai lebih bagus diberi pekerjaan yang lebih aman dan sebaliknya.

 Pekerjaan yang diberikan kepadanya adalah-


 "-Pengangkutan gandum Sorcerous Kingdom, ya. Apakah itu aman atau tidak masihlah belum jelas, hm.”

 “Hm, ada apa? Apa kau mengatakan sesuatu?"

 “Oh, jangan pedulikan aku. Aku hanya mengocehkan lamunanku."


 Seseorang yang menjawab pertanyaan itu merupakan pemimpin divisi tentara bayaran.

 Dia pria yang kuat.

 Sangat jauh berbeda dari Christopher, yang berusia empat puluhan dan memiliki lapisan lemak tebal di pinggangnya. Pria itu muda, tajam, dan tampaknya baru berusia dua puluhan.

 Dia mengenakan pelindung dada dengan chainmail di baliknya. Sebuah pelindung kepala yang bisa menutupi seluruh wajahnya terletak disampingnya, bersama dengan sebilah pedang tua.

 Pria itu merupakan pemimpin yang bertugas melindungi karavan gandum Sorcerous Kingdom, yang terdiri dari tujuh gerbong.

 Detail pengamanannya terdiri dari 24 orang, yang semuanya dipekerjakan oleh Eight Fingers dan seperti Christopher sendiri, milik divisi penyelundupan.

 Meskipun mereka itu anggota dari departemen yang sama, mereka tetap mengenakan biaya untuk layanan mereka dan dengan bayaran yang lebih tinggi daripada tentara bayaran pada ditingkat yang sama. Di sisi lain, mereka tidak lagi harus mengkhawatirnya kebocoran informasi untuk misi rahasia karena mereka lebih setia kepada misi yang ada.

 Dalam menghadapi ancaman yang tidak bisa diatasi, tentara bayaran biasa mungkin hanya akan meninggalkan misi, tetapi orang-orang ini akan dengan rela mempertaruhkan nyawa mereka. Ini bisa dimengerti, karena meninggalkan misi akan memberikan mereka konsekuensi yang serius; sebagai hasilnya, mereka akan diburu dan dibunuh bahkan jika mereka berhasil keluar hidup-hidup.

 Karena itu, bagi seseorang seperti Christopher yang tidak mengetahui tentara bayaran mana yang bisa dipercayai, orang-orang dari Eight Fingers ini mungkin merupakan pilihan terbaiknya. Tetapi sekali lagi, untuk misi ini, mereka merupakan satu-satunya pilihannya.

 itu adalah perintah langsung dari atasan untuk menggunakan orang-orang ini.

 Untuk mengimbangi kurangnya pilihan, mereka harusnya menyediakan layanan mereka secara gratis sehingga dia masih memiliki cukup dana untuk mempekerjakan lebih banyak tentara bayaran. Namun, mempekerjakan tentara bayaran lagi akan dilihat sebagai tanda ketidakpercayaan terhadap orang-orang ini. Tak pernah terpikirkan kenyataanya yang memperkerjakan mereka ini merupakan para pemimpin, sehingga mempekerjakan tentara bayaran lain dapat dilihat sebagai bentuk dari ketidakpatuhannya.

 Setelah memikirkannya, Christopher memutuskan untuk tidak mempekerjakan tentara bayaran tambahan.

 Selain itu, semua penjaga terlihat cukup bisa diandalkan, tetapi tentu saja, Christopher, yang bukan seorang warrior, tidak dapat memahami kekuatan mereka dengan benar. Namun itu bukan masalah, karena para atasan telah menjamin mereka dengan mengklaim bahwa mereka luar biasa. Melawan perintah mereka sangatlah berbahaya apa pun alasannya.

 Bisa dikatakan, jika dia ditanya apakah jika dia merasa aman untuk berangkat dengan detail sekecil itu, dia akan berharap untuk pria yang lebih cakap.

 Akan sangat bagus jika dia bisa meminjam bos dari departemen keamanan, pemimpin anggota Six Arms, pilar organisasi Eight Fingers. Tak perlu diungkapkan, karena keinginan itu tidak akan pernah terwujud.

 Ada yang mengatakan Six Arms, termasuk pemimpinnya Zero, yang bisa dibilang prajurit terkuat dari seluruh Eight Fingers, dimusnahkan dalam pertempuran melawan keluarga kerajaan, tepat sebelum kekacauan yang disebabkan oleh Jaldabaoth.


 Informan yang dapat dipercayai memberitahunya bahwa Six Arms dikalahkan oleh Brain Unglaus, seorang warrior yang melayani Golden Princess.

 Akan sangat keterlaluan untuk berasumsi keenam orang itu dikalahkan oleh satu orang, tetapi sepertinya Blue Roses juga, kelompok petualang peringkat Adamantite, telah bergabung dalam pertempuran itu. Dari sini Christopher menyimpulkan bahwa kemungkinan besar pertarungan itu merupakan enam lawan enam.

 Departemen keamanan bisa dibilang telah kehilangan sebagian besar anggotanya dalam pertempuran itu. Pada saat ini, setiap departemen sedang membangun pasukannya sendiri untuk mengkompensasi kehilangan itu, di titik di mana bahkan anggota divisi pembunuhan bahkan sampai bekerja di siang hari.

 Namun karena itu, hal ini berhasil meningkatkan mood orang-orang di dalam Eight Fingers di titik di mana saat ini lebih baik daripada sebelum munculnya Jaldabaoth.

 Di masa lalu sering terjadi konflik internal dan bukan tidak mungkin seseorang menjadi korban dari trik kotor orang lain yang dimainkan di belakang mereka. Beberapa pedagang bahkan dilaporkan kepada pihak berwenang oleh orang-orang dari departemen lain selama tahap paling penting dari misi penyelundupan.

 Namun, pada saat ini, para pemimpin bersikap begitu kooperatif satu sama lain sehingga hampir menjijikkan untuk dipikirkan.

 Bisnis telah berkembang sebagai hasilnya dan pendapatan dari bisnis ilegal juga mengalami peningkatan.


 "Tuuuuuuuuuuuttttttt-hwaaaaaaaah."


 Suara kentut dari pimpinan tentara bayaran terdengar saat menguap. Itu adalah fenomena dari tubuh yang tak terhindarkan, tetapi dia tidak punya niat untuk meminta maaf.

 Tindakan memalukan.

 Christopher mengerutkan dahi. Itu merupakan suara terburuk untuk menyadarkannya dari lamunan.

 Dia sejujurnya ingin mengeluh, tetapi pria ini merupakan rekannya selama perjalanan bolak-balik Re-Lovell, sebuah kota pelabuhan besar di sisi barat Kingdom. Keinginannya untuk menjaga hubungan yang bersahabat dengannya menekan keinginannya untuk mengeluh.

 Kapal-kapal akan digunakan untuk mengangkut kargo dari Re-Lovell ke Holy Kingdom, sehingga itu akan menjadi pekerjaan pedagang maritim tertentu. Dia pria yang hebat dan Christopher mengenalnya dengan baik. Itu mengejutkannya bahwa pria itu juga anggota Eight Fingers, tetapi dia mengklaim bahwa mereka berkerja sama hanya untuk saling menguntungkan.

 Tetap saja, hal itu tetap membuatnya khawatir.


 "Kau terlihat santai. Apa kau tidak berpikir nanti kita akan diserang?"

 "Hm? Oh, aku belum mendapatkan firasat seperti itu, kupikir tak masalah- Oh, kau mungkin ingin mengatakan bahwa sebuah firasat tidak bisa dipercaya kan? Yah, aku mengerti dari mana kau berasal tetapi kau pasti pernah mengalami saat-saat ketika kau berpikir 'ini akan baik-baik saja', kan? Ada juga saat-saat di mana kau mempunyai firasat buruk tentang sesuatu sehingga kau mencoba merencanakan kembali, dan itu akhirnya benar, atau sesuatu yang mirip seperti itu.”

 "... Ya, aku pernah mengalami yang seperti itu."

 "Tau tidak? Pengalaman masa lalu dapat berfungsi sebagai intuisi kita."


 Pemimpin tentara bayaran berbicara dengan nada yang tidak cocok dengan penampilannya sama sekali.


 "Lihatlah. Kita sendang mengibarkan bendera Sorcerous Kingdom. Hanya penduduk desa bodoh yang berubah menjadi bandit, sampai berani menyerang karavan seperti ini, dalam hal ini, kita dapat dengan mudah mengurus bahkan ratusan dari mereka.”

 "Bagaimana kalau itu bukan penduduk desa?"

 "Apakah kau khawatir karena tentara bayaran mungkin ikut andil juga? Apakah mereka tidak bisa mengenali bendera Sorcerous Kingdom, yang menjadi topik panas akhir –akhir ini?” dia mengangkat bahu, “tentara bayaran yang berpengalaman secara mengejutkan mendapat informasi dengan bagus. Mereka yang bahkan tidak tahu tentang bendera kerajaan-kerajaan di sekitar tidak membuatku takut sama sekali. ... Pikirkan tentang hal ini, berurusan dengan seorang bangsawan itu merepotkan? Kau tidak mau mendapat masalah seperti itu kan?"

 "Itu masuk akal ... Aku penasaran, bangsawan mana yang paling berbahaya untuk diajak bertempur?"

 "Tentang itu - misalnya yang terkenal seperti Raeven dan Boullope. Orang-orang seperti mereka memiliki pasukan kuat yang ditempatkan di wilayah mereka sendiri dan mereka biasanya bisa menghadapi masalah yang menganggu mereka. Yah, mereka berdua menderita kerugian besar dalam perang itu, jadi mungkin mereka tidak berbahaya seperti sebelumnya ... Tapi tetap saja tidak boleh sembrono. Bayaran Blumrush padaku cukup bagus sehingga aku tidak ingin menjadi musuhnya... Yah, aku hanya tidak ingin bermusuhan dengan para bangsawan manapun."

 "Tapi kau didukung oleh sindikat kriminal. Apakah kau serius?"

 "Jadi, kau juga ya? Jika aku mendapat masalah dengan mereka, tanpa pikir panjang aku akan disingkirkan. Hal yang sama berlaku untukmu kan?"

 "Ya."


 Mereka terdiam dan suasana mulai terasa agak suram.

 Mereka diingatkan akan kekejaman para pemimpin, tetapi tidak ada yang bisa mereka lakukan sebagai orang yang menjadi bagian dari organisasi semacam itu semata-mata demi keuntungan. Mungkin ada jalan lain baginya yang tidak memerlukan koneksi dengan organisasi, tetapi jalan itu tidak akan membuatnya menjadi pedagang besar seperti saat ini. Mungkin dia masih harus tetap berpegang pada kesepakatan bisnis yang lebih kecil sampai hari ini.

 Kata "jika" membawa konotasi jumlah kemungkinan yang tak terbatas, tetapi tanpa sarana untuk melakukan perjalanan ke masa lalu, seseorang harus puas dengan masa kini.


 "... Lagipula, tak perlu khawatir kan? Aku mengerti. Jadi apa menurutmu masalah besar yang mungkin akan kita hadapi?”

 “Jika musuh menggunakan panah api untuk mencoba membakar karavan - membakar, bukan merampok - itu berarti kita terlibat dalam konspirasi yang lebih besar - masalah nasional. Atau malah sebuah rencana dari saingan organisasi ini.”

 "Sebuah organisasi yang bisa menyaingi Eight Fingers ... Memangnya itu mungkin?"

 "Tidak tahu. Bahkan organisasi saingan itu mungkin tidak ingin membakar barang-barang Sorcerous Kingdom, kecuali mereka yakin tidak ada jejak yang akan tertinggal. Secara pribadi, aku pikir ini merupakan konspirasi berskala nasional atau bahkan kegiatan memata-matai Kingdom atau kerajaan tetangga. Kita mungkin berada dalam bahaya yang lebih tinggi jika menerima serangan dari sumber-sumber itu...”

 "Jika itu masalahnya maka tidak ada gunanya mengkhawatirkannya, ya."

 "Benarkan? Bagaimanapun, untuk saat ini kita akan aman. Jangan khawatir, duduk saja.”

PART 5

Karavan itu segera mendekati hutan.

 Mereka dapat memanfaatkan informasi itu untuk memperkirakan waktu penyerangan.
 
 Christopher membayangkan mental map untuk memastikan perjalanan mereka sudah menempuh jarak yang lumayan jauh. Dia akhirnya bisa santai. Mengotori pekerjaan yang berkaitan dengan Sorcerous Kingdom akan mendatangkan konsekuensi yang menakutkan.

(TLer: mental map, kemmapuan dasar manusia untuk mengingat dan menemukan tempat baik yang pernah dilalui atau yang akan di kunjungi)

 Saat ini sudah berada di tengah hari. Mereka hanya harus melewati hutan ini supaya bisa istirahat sesuai rencana. Hutan ini bukanlah hutan liar, bisa terlihat dari jejak pekerjaan manusia yang merawatnya maka seharusnya tidak terlalu lama bagi mereka untuk melintasi tempat ini.

 Suara langkah kuda bisa terdengar di dalam guncangan kereta, yang mana menandakan kerata sedang melambat.

 Christopher mengintip pemimpin tentara bayaran dan menemukan auranya benar-benar berbeda dari saat itu, semuanya menjadi serius.


 "Maaf, tapi sepertinya aku punya pekerjaan."

 
 Dua orang menganggukan kepala mereka melalui portière, mereka bawahan pemimpin tentara bayaran.
(TLer: portiere jendela kereta kuda)

 
 "Maaf, boss! Pria ini mengatakan terdapat banyak penduduk desa yang bersembunyi dibalik hutan."


 Tentara bayaran berbicara setelah dia melirik Christopher. Seseorang yang disebut 'Pria ini' merupakan pengintai mereka.


 "... Bukan bandit, tapi penduduk desa? Bagaimana kau mengetahuinya?"

 "Ya. Pertama adalah peralatan mereka. Mereka tidak berarmor atau bersenjata. Banyak dari mereka menggunakan cangkul sebagai senjata improvisasinya ... bukan pemukul, melainkan cangkul.”

 "Batu saja bisa dijadikan senjata... tapi cangkil katamu? Ini aneh. Tidak, apakah itu cangkul logam?"

 "Aku tidak bisa melihat lebih dekat tetapi cangkul itu sepertinya terbuat dari kayu."


 Christopher, yang membisu mendengarkan percakapan itu, berpikir kalau itu pasti penduduk desa biasa yang pulang setelah bekerja di ladang mereka.


 "Hah? Benerkah? Cangkul? Apakah ini perangkap ...?"

 "Kurasa tidak seperti itu ..."

 "Kirim beberapa orang untuk membubarkan mereka? Mungkin kita terlalu berhati-hati ..."


 Pemimpin tentara bayaran bergumam.

 Dalam situasi seperti ini semua orang harus mengutarakan pendapatnya, dan mungkin itulah sebabnya dia bergumam cukup keras untuk agar yang lainnya mendengar. Mungkin.


 "Maaf, maaf karena ikut campur dalam pembicaraan kalian, tetapi bisakah aku mengatakan sesuatu?"

 “Ah, tidak apa-apa. Selama itu saran yang bagus, bisa kami dengarkan.”

 “Pertama-tama, hutan ini diurus dengan baik - hutan yang sengaja dipelihara, masyarakat membiarkan babi mereka mencari makan di sini. Bukankah mereka di sini hanya untuk mengumpulkan babi mereka? Jika itu masalahnya, jika kita membubarkan mereka, mungkin kita terdengar seperti akan mencuri babi-babi mereka. Kita juga sedang mengibarkan bendera Sorcerous Kingdom, jika desas-desus beredar kalau Sorcerous Kingdom mencuri babi ... bukankah itu buruk jika {kerajaan} itu mengetahuinya?”

 "Tsss", pemimpin tentara bayaran mengisap bibirnya.


 Hingga saat ini keamanan mereka telah terjamin oleh bendera tersebut. Mereka memiliki hak untuk melewati beberapa kota di sepanjang jalan dan diperlakukan dengan hormat karenanya, tetapi saat ini sepertinya seolah-olah berkah Sorcerous Kingdom telah berubah menjadi belenggu sebagai gantinya. Membuat malu Sorcerous Kingdom sama dengan membawa bencana bagi diri mereka sendiri.

Itulah sebabnya Christopher tidak berani membawa barang selundupan untuk dijual nanti.


 "Kau bilang jumlah mereka banyak, seberapa banyak yang kau sebut 'banyak' itu?"

 "Perkiraan kasarnya ... Kurasa sekitar 50 orang."

 "Aku pikir itu terlalu banyak hanya untuk pekerjaan pertanian sederhana, bagaimana denganmu?"


 Dia merupakan seseorang yang mengurus hasil pertanian, tetapi orang tuanya juga seorang pedagang. Christopher tidak punya pengalaman beternak babi.


 "Tidak tidak. Aku tidak tahu apakah itu terlalu banyak atau terlalu sedikit. Aku tidak tahu berapa banyak orang yang diperlukan untuk menangkap babi. Mungkin mereka di sini untuk menanam lebih banyak pohon, atau bahkan menebang beberapanya. Aku mendengar ada beberapa jenis pekerjaan pertanian yang membutuhkan babi atau yang mirip-mirip seperti itu... "


 Yah, jika mereka membawa cangkul, maka {itu} akan lebih masuk akal.


 “Lalu, bagaimana dengan bangsawan wilayah ini? Adakah kisah tentangnya yang membuat rakyatnya mati?"


 Christopher memijat lehernya yang tebal sembari menjawab.


 “Tidak, dulu aku pernah melihatnya sekali. Dia cukup muda tetapi juga sangat andal. Wilayahnya juga stabil di bawah manajemennya. Jika dia mempelajari lebih banyak tentang etiket kebangsawanan dan strategi politik, dirinya akan memiliki masa depan yang cerah."


 Meskipun dia tidak mengenalnya dengan baik, mereka pernah berbincang-bincang ketika Christopher memasok alkohol ke sebuah kedai minuman di ibukota yang didanai oleh Eight Fingers.

 Sangat disayangkan Christopher tidak diberi surat pengangkatannya, jadi dia tidak pernah melakukan bisnis dengan bangsawan itu bahkan ketika dia harus melewati wailayahnya sebelumnya. Pemilik wilayah ini memiliki potensi yang layak mendapat perhatian Christopher, dan tidak mungkin dia tipe orang yang memobilisasi penduduk desa untuk menyerang karavan. Dari apa yang diingat Christopher, tidak ada begitu banyak penduduk desa yang kelaparan di wilayah pria itu sehingga nekat menyerang karavan pedagang, bahkan sampai 50 orang.
 
 Perbedaanya sangatlah jauh antara bangsawan itu dan pria yang diperkenalkan oleh Hilma Cygnaeus pada Christopher. Tidak, pria itu tidak tertandingi dalam kedunguannya.

 Christopher tiba-tiba mengerutkan dahinya karena ingatan buruknya di sana.


 “Bos, bahkan jika mereka akan menyerang, mereka hanya lima puluh penduduk desa yang tidak beramor dan bersenjata. Kita pastilah bisa mengalahkan mereka dengan mudah.​​”

 "Adakah peluang ini merupakan umpan dan ada lebih banyak tentara yang menunggu untuk menyergap?"


 Kedua tentara bayaran saling memandang setelah mendengar apa yang dikatakan pemimpin mereka.


 "Itu mungkin. Bolehkah kita mengawasi area sekitar? Jika boleh, kami perlu waktu.”

 "Lebih baik main aman daripada menyesal, lakukanlah."

 "Kumohon jangan terlalu lama, jika kita terlalu banyak menyimpang dari rencana, aku harus menjadi budak corpartion untuk menebus waktu yang telah terbuang."

 "Ok, setelah mengamati sekitar aku akan kembali sesegera mungkin."


 Si pengintai mengangguk dan berlari menjauh.

 Setelah sekitar sepuluh menit, dia kembali untuk melaporkan bahwa selain lima puluh orang itu, sepertinya tidak ada lagi yang menunggu untuk menyergap.

 Mereka sampai pada kesimpulan kalau orang-orang itu ada di sana untuk bekerja dan sedang dalam perjalanan pulang. Bahkan belum lima menit berlalu sebelum kereta berhenti lagi.


 "... danna, aku minta maaf tapi bisakah aku meminta tolong padamu untuk keluar sebentar? Penduduk desa telah memblokir jalan kita. Jika mereka memiliki niat jahat, kami sudah mencoba menggertak untuk menakut-nakuti mereka, tetapi mereka terlihat acuh tak acuh, masa bodo, atau ... bisa dibilang mereka terlihat aneh. Untuk itu aku berharap kau bisa keluar dan berbicara dengan mereka? Tentu saja, keselamatanmu merupakan prioritas nomor satu bagi kami, oleh karena itu kami menyiapkan perisai ini untukmu.”
(TLer: 'danna', sebutan untuk pedagang kaya, w belum nemu yg cocok untuk menggantinya)


 Sejujurnya, Christopher benar-benar ingin menolak permintaan tentara bayaran itu. Dia tidak percaya pada kemampuannya sendiri, lagipula, dia telah menghindari setiap dan semua konfrontasi kekerasan sepanjang hidupnya.

 Tapi, ini bukan sesuatu yang bisa dia abaikan. Jika mereka terlibat dalam perselisihan tentang apa yang terjadi hari ini, Christopher akan menerima ganjarannya. Dalam hal ini, itu tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri tetapi juga anak-anaknya yang akan mewarisi bisnisnya.


 "... ya, ayo kita kesana."

 
Christopher dan pemimpin tentara bayaran melangkah turun dari kereta bersamaan dan berjalan menuju bagian depan sekumpulan orang itu. Mereka dikawal oleh tentara bayaran yang membawa perisai besar yang dikenal sebagai tower shield, yang bisa menutupi setengah dari tubuhnya selama negosiasi berlangsung.

 Terlebihm mereka juga diikuti oleh para penombak yang ada di sana sebagai pencegah dan para pemanah yang bersembunyi dibalik hutan. Tentu saja, pemimpin tentara bayaran juga ada di sana. Dia telah memperingatkan Christopher untuk mendengarkan dengan seksama perintah-perintahnya jika situasi khusus terjadi.

 Di antara kedua sisi hutan pada jalan di hadapan mereka, duduk beberapa penduduk desa yang mengobrol.

 Tidak salah lagi, mereka pastilah hanya penduduk desa yang pulang setelah mereka menyelesaikan pekerjaan pertanian sehari-harinya.

 Tetapi jika memang begitu, mengapa mereka berhenti di tengah jalan untuk menghalangi mereka?

 Mungkin pemimpin tentara bayaran telah merasakan kekhawatiran Christopher, dia lalu menggumamkan sesuatu ke arahnya untuk memulai percakapan.


 "Hei, cukup membingungkan kan? Jika mereka berencana untuk menyergap kita, mereka seharusnya membagi pasukan dan bersembunyi di hutan. Ada banyak taktik untuk melakukan serangan, tetapi tidak satu taktik yang mengharuskan mereka untuk menunjukkan diri di tengah jalan. Tak ada komandan yang cukup bodoh untuk melakukan kesalahan seperti ini."

 "Mungkinkah mereka mencoba menakuti kita?"

 "Menakuti kita? Dengan persenjataan mereka? Dengan jumlah segini? Bukankah itu akan menjadi sebuah penghinaan serius bagi kita jika itu memang yang terjadi? Apakah danna ini sebelumnya hanya mempekerjakan tentara bayaran dengan level serendah itu?”


 Seperti yang dia katakan.

 Christopher tidak repot-repot menjawab tetapi hanya menatap ke arah penduduk desa. Bisa dikatakan, jarak di antara mereka sangat renggang dan ada barisan demi barisan tentara bayaran berdiri di depan mereka.


 "Aku hanya pedagang sederhana yang telah menerima kontrak transportasi. Jika kalian sedang berencana mencegat seorang bangsawan, kami tidak ada hubungannya dengan itu. Silakan menyingkir dari jalan, jika tidak kami akan memaksa kalian melakukannya atas dasar membela diri.”


 Seorang lelaki muncul dari hutan tepat setelah dia selesai mengatakan itu pada para penduduk desa.

 Laki-laki itu telah mengenakan full-plate armor yang sangat bagus, tetapi karena dia tidak mengenakan helmnya, Christopher bisa melihat wajahnya.

 Dia merupakan seseorang yang ditemui Christopher sebelumnya.


 "Sayangnya, demi masa depan Kingdom, aku tidak bisa membiarkanmu lewat!"

 "... Hah?"


 Christopher tidak bisa menahan diri untuk tidak bersuara. Bukan hanya dia juga, tentara bayaran di sekitarnya telah membuat suara yang sama juga.


 "...Aku mengerti. Sepertinya ada semacam kesalahpahaman disni, kami hanya membawa bantuan makanan Sorcerous Kingdom menuju Holy Kingdom.”

 "Aku ahu itu! Ahem-! Aku tahu itu! Itulah mengapa aku melakukan ini!"
(TLer: Goblok sempet-sempetnya gagap)

 {Apa-apaan yang dikatakan orang ini?} Atau lebih tepatnya, {dia ini memikirkan apa sampai tiba di kesimpulan itu?}


 Christopher bingung dari lubuk hatinya.

 Tapi tunggu-


 {Tak peduli apa yang dipikirkan orang bodoh yang tidak menyenangkan ini. Aku tidak berpikir wilayahnya bahkan dekat dengan tempat ini? Kenapa dia ada di sini? Apakah mereka bersekongkol? Tapi apakah pemiliki wilayah ini akan repot-repot bekerjasama dengan orang ini?}


 {Meh, terserahlah.} Pikir Christopher.


Pria itu sudah mengaku bersalah, sekarang Christopher bisa melaporkan ini kepada atasannya kalau mereka dihadang oleh orang-orang bodoh yang berdiri menghadang bantuan Sorcerous Kingdom. Bahkan seharusnya tak ada hubungannya dengan Kingdom atau Sorcerous Kingdom jika mereka membantai orang-orang itu. Saat dia hendak mengucapkan perintah ke tentara bayaran di sekitarnya untuk membantai mereka, dia merasakan perasaan yang kuat bahwa dia seharusnya tidak melakukannya.

 Pria yang disebut Philip ini merupakan seorang bangsawan yang mendapat dukungan dari Hilma Cygnaeus. Christopher, yang dihina dan harus menyembunyikan amarahnya di bawah senyum palsu waktu itu, diberi tahu bahwa meskipun pria ini gila, dia masih memiliki nilai, maka yang terbaik mengabaikan bacotannya itu.
 
 Apakah tak apa membunuh pion berharga dari Eight Fingers?

 Dipikirkan dengan akal sehat, tidak mungkin seorang bangsawan biasa akan menyerang karavan yang mengibarkan bendera Sorcerous Kingdom. Semua orang pastilah mengetahui itu hanya akan mengundang murka Sorcerous Kingdom dan memicu perang habis-habisan pada kerajaannya. Tidak peduli seberapa bodohnya seorang bangsawan, mereka pasti tidak akan melakukan sesuatu yang begitu bodoh.

 Jika itu masalahnya - apa alasannya untuk melakukan tugas seperti itu?


 {Plus, jika dia mencoba berpura-pura menjadi bandit, dia setidaknya akan menutupi wajahnya. Aku tidak bisa mengerti alasannya.}

 Tidak peduli seberapa bodohnya seseorang, setidaknya mereka pastilah mengetahui untuk menyembunyikan identitas dalam situasi seperti ini. Karena dia mengenakan full-plate armor, maka seharusnya ada juga helm yang bisa menutupi seluruh wajahnya. Jika itu masalahnya-


 {Dia ingin kami melihat wajahnya. Dia ingin kami mengidentifikasi dirinya sebagai Philip? Kenapa haru- Ah!}


 Christopher tiba-tiba teringat akan keberadaan sihir ilusi.


 {Itu dia! Itu hanya ilusi! Seseorang berusaha menjebak Philip sehingga mereka memalsukan penampilannya. Mungkin penduduk desa itu bukanlah penduduk desa ...}


 Dia berhasil menyimpulkannya dengan sempurna.

 Kemudian-


 “Jadi, menurutmu, kalian merampok kami secara khusus karena kami membawa gandum Sorcerous Kingdom. Apakah itu benar?"

 "Oy, oy? Danna, kenapa?"


 Pemimpin tentara bayaran yang telah berdiri di sampingnya bertanya dengan ekspresi kebingungan. Sudah di duga. Dia mengharapkan perintah untuk membunuh, Christopher pasti terlihat olehnya seperti orang gila.


 "Benar! Kami akan menggunakan gandum ini secara efisien!"


 Pria itu, yang disebut Philip, menjawab dengan bangga.


 {Dia mengatkaannya seperti orang bodoh ... Pria yang berpura-pura menjadi dirinya juga pasti berpikir mengapa dia harus mengatakan sesuatu yang begitu bodoh. Tetapi...}


 Mungkinkah ini akting yang sudah disiapkan? Tapi kenapa?

 Pikiran pertama Christopher mengacu pada rival organisasi ini yang telah disebutkan oleh pemimpin tentara bayaran dalam percakapan mereka sebelumnya, lalu dia memikirkan para pemimpin Eight Fingers.

 Jika itu yang pertama, mereka harus segera pergi dari tempat ini. Eight Finger memberikan hukuman yang paling kejam bagi mereka yang telah mengkhianati mereka, lalu diikuti oleh mereka yang telah gagal dalam pekerjaan yang telah diberikan kepada mereka. Jika alasannya yang pertama, maka lawan mereka pastilah memiliki jumlah yang cukup untuk mengalahkan seluruh penjaga Christopher. Tetapi bahkan jika mereka hanya mengenakan penyamaran atau apa pun, Christopher tidak bisa memikirkan alasan mengapa akan ada penduduk desa yang menggunakan cangkul.

 Ketika dia memikirkannya, yang terakhir terasa lebih alami. Jika itu masalahnya, maka mereka sedang berhadapan dengan sesuatu yang benar-benar merepotkan, sesuatu yang sangat merepotkan. Ini dapat menyiratkan para pemimpin Eight Finger tidak bersatu seperti yang diperkirakan sebelumnya, tetapi masih berusaha untuk saling menyabotase. Atau, apakah ini keinginan semua pemimpin?


 {-Apakah kami dibuang? Apakah mereka berusaha melimpahkan kejahatan membunuh Philip, seorang bangsawan Kingdom, kepadaku? ... tubuhnya yang sebenarnya mungkin sudah ditangani.}


Jika itu masalahnya, apa langkah terbaik mereka selanjutnya?


"Hei, danna? Apa yang akan kita lakukan? Apakah kau takut? Kau tahukan kita dapat dengan mudah melawan seseorang seperti dirinya? Meskipun bangsawan ampas ini mengenakan armor sebagus itu, kemampuannya tidak terlihat pantas dengan apa yang dia kenakan.”


 Pemimpin tentara bayaran berbicara dengan nada rendha. Ini bukan waktunya untuk itu, dia seharusnya tidak membantah apa yang dipikirkan Christopher.


 "-tahan. Tunggu sebentar.”


 Masalah mereka tidak hilang. Jika mereka berjalan sesuai rencana untuk membunuh Philip, mengapa para pemimpin tidak menyebutkan sebelumnya? Seandainya mereka memberi tahu Christopher sebelumnya, dia tidak perlu terlalu khawatir. Dia hanya akan mengurus orang itu layaknya mengurus bandit seperti biasanya.

 Jadi, apakah rencana mereka yaitu untuk menunjukkan karavan Sorcerous Kingdom telah membunuh salah satu bangsawan Kingdom, dan membawa kerajaan mereka diujung tanduk peperangan? Memikirkan ini membuat Christopher memiringkan kepalanya dengan tak terkendali.

 Pada situasinya saat ini, ini lebih seperti pedagang Kingdom yang membunuh salah satu bangsawannya untuk membela diri.

 Akan sulit untuk memaksakan perang pada kondisi saat ini. Tentu saja, Christopher, sebagai seseorang yang memiliki hubungan mendalam dengan dunia kriminal, tahu betul banyak orang tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan sesuatu selama mereka punya alasan yang sudah dipersiapkan. Ada juga orang-orang yang akan membunuh untuk alasan sepele, tetapi sulit membayangkan sebuah kerajaan menjadi seimpulsif ini.


 {... Lalu hanya ada satu kemungkinan yang tersisa. Pemimpin sudah memutuskan ini, tetapi perintah itu tidak pernah sampai padaku, itu pastilah hanya kesalahpahaman. Lagipula, tidak mungkin mereka memikirkan untuk membunuh kami semua dan tak ada rumor tentang itu yang tersebar.}


 Kesalahan ceroboh yang dibuat merupakan dongeng setua waktu, jadi itu bukan asumsi yang tidak masuk akal. Apa langkah terbaiknya untuk saat ini?
(TLer: kalimat pertama idom)

 Jika dia mengambil tindakan independen, ada kemungkinan dia akan 'diurus'. Jika dia ingin menghindari situasi seperti itu, setidaknya dia harus memiliki alasan untuk dirinya sendiri - dia harus bertindak dengan cara yang memungkinkan untuk mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain.


 {Membunuh Philip akan menjadi pilihan terburuk. Begitu dia mati kami tidak bisa menghidupkannya lagi dan itu mungkin akan membuat Cygnaeus-sama marah. Jika itu masalahnya ...}

 "... Tinggalkan kereta barang... tinggalkan tempat ini. Jika kita melakukan itu, mereka tidak akan mengejar kita, kan?”

 "Hah?"


 Christopher mencoba yang terbaik untuk mengabaikan suara kebingungan yang keluar dari mulut pemimpin tentara bayaran.


 "Tentu saja! Aku tidak bermaksud menyakiti para pedagang Kingdom!”

 {Meskipun itu tidak secara langsung, kau masih menyakitiku.} Meskipun saat ini di dalam pikirannya dia sangat membencinya, Christopher tidak membiarkan itu muncul di wajahnya.


 “Oy, oy, oy? Apakah kau sungguh-sungguh? Apakah kau serius sekarang? Apa yang terjadi? Kenapa kau mengatakan itu? Apakah kau sedang dikendalikan menggunakan sebuah mantra? Atau apakah kau telah melihat seluruh pasukan yang tidak bisa kulihat saat ini?"

 "Ini merupakan perintah dari dannamu, bersiaplah untuk mundur."


 Pemimpin tentara bayaran memutar matanya dan terdiam sesaat. Mungkin dia sedang mempertimbangkan kemungkinan Christopher dikendalikan dengan sebuah mantra, meski hanya pendapatnya sendiri. Setelah beberapa saat, dengan ekspresi yang menyiratkan dia tidak bisa menerima semua ini, dia berkata, "Aku mengerti."

 Para tentara bayaran melindungi Christopher ketika mereka berjalan mundur.

 Dia membiarkan gandum itu diambil, tetapi dia mengetahui jumlah totalnya dan apa sebenarnya isi kereta barang itu. Jika hal terburuk terjadi, dia selalu bisa membeli kembali kereta barang dan mengirimkannya ke Holy Kingdom. Mereka tidak akan pilih-pilih sehingga hanya menginginkan karavan gandum yang persis seperti ini kan?

 Meskipun dia harus meminta maaf kepada pedagang maritim yang sedang menunggunya, sangalah penting untuknya kembali ke ibukota dan menanyakan kejadian ini kepada Cygnaeus-sama.

 Christopher sudah mengetahui dari lubuk hatinya jika tidak ada jalan keluar yang mudah dari situasi ini.


---



 Apakah itu karena para pedagang mengetahui sisi mana yang lebih benar? Mereka mundur tanpa menghunuskan pedang mereka.

 Ada banyak kereta barang sebagai rampasan perang mereka.

 Dia telah melihat isinya, mereka semua dipenuhi dengan tong dan peti, masing-masing terisi sampai penuh dengan gandum. Meskipun itu semua jenis gandum yang mudah disimpan dan sama sekali tidak segar, mereka pastilah aman untuk dikonsumsi.

 Agak mengecewakan karena ini semua adalah makanan.

 Philip ingin mengambil sesuatu sebagai piala untuk memperingati pencapaian besarnya, tetapi gandum tidak dapat memenuhi tujuan itu.


 {Kalau saja ada set armor atau pedang di sini, aku bisa mengambilnya sebagai suvenir ... tadi haruskah aku meminta orang-orang itu untuk meninggalkan senjata mereka ya?}


 Philip mengamati kereta barang yang merupakan hadiahnya.

 Kuda-kudanya sudah diambil sehingga mereka tidak tahu menggunakan apa untuk menariknya. Tentu saja, Philip telah memerintahkan mereka untuk meninggalkan kuda, tetapi seseorang yang kelihatannya memimpin kelompok tentara bayaran telah menolak perintahnya.

 Dia bahkan menembakkan panah ke pohon di sebelah Philip saat itu.

 Meskipun Philip sangat membenci tindakan itu, dia tidak punya pilihan lain selain mengurungkan keingnginannya.


 {Aku mempunyai full plate armor maka aku seharusnya baik-baik saja, tetapi para tentara ini tidak berada dikeadaan yang sama sepertiku. Ah, sungguh berbelas kasihannya diriku untuk kehilangan keuntunganku sendiri karena mempertimbangkan keselamatan orang-orang ini. Meski begitu, mengingat bagaimana semuanya berjalan dengan sangat baik - tidak ada satu pun cedera dan tak ada satu tetes darah pun yang tumpah - aku ingin mempertahankannya sampai akhir.}


 Philip mengamati rampasannya dan pandangannya jatuh pada bendera Sorcerous Kingdom.


 {Oh, aku bisa menyimpan ini sebagai suvenir. Orang pertama yang menangkap bendera Sorcerous Kingdom, negara yang telah mengalahkan 200.000 pasukan Kerajaan yang kuat dalam pertempuran, adalah aku!}

 {Umu umu, umu umu}, Philp mengangguk.

 Meskipun dia ingin menyembunyikan kegembiraannya, dia tidak bisa menahan senyum.

 Kesimpulan yang sempurna cocok untuknya yang terbaik - seperti yang dia pikirkan, dia benar-benar seseorang dengan kemampuan luar biasa. Ini membuatnya sangat bahagia.







 Di hadapannya terdapat buah-buah luar biasa dari kerja kerasnya.

 Karena ada beberapa bendera di sekitarnya, maka tak apalah membuang salah satunya, kan? Setelah menyudahi pemikiran seperti itu, Philip menjatuhkan bendera dan kemudian menginjak-injaknya.

 Penampilan bendera Sorcerous Kingdom yang terkotori oleh debu memenuhi hatinya dengan kegembiraan. Ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang lain di Kingdom.

 Itu benar, Philip telah mencapai apa yang tidak bisa dilakukan orang lain.


 {Lihatlah itu! Aku bukanlah seseorang yang tak berguna! Dibandingkan kakakku, dibandingkan dengan ayah - dibandingkan dengan semua orang di Kingdom! Aku benar-benar yang terbaik!}

 “Ah, umm, tuanku. Apakah tak apa-apa mengambil ini? Atau lebih baik meninggalkannya saja disini?”


 Salah satu penduduk desa yang memeriksa kereta bertanya dengan nada agak takut. Dengan kegembiraannya yang terhenti, Philip bertanya tanpa menutupi emosinya, "... Apa yang kau katakan?"

 "Tidak, umm, gimana yak, bukankah mereka yang melarikan diri akan kembali lagi dengan pasukan tentara?"

 "Apa maksudmu? Kau pikir akan lebih baik jika kita membunuh para pedagang itu?"

 "T-tidak! Saya tidak bermaksud begitu! Kita tidak perlu membunuh mereka.”

 "Lalu apa yang ingin kau katakan?"

 "Umm, tuanku. Apa yang harus kita lakukan dengan ini? Jika kita bisa membawa semuanya pulang, bagaimana kita melakukannya? "


 Penduduk desa yang lain menimpali, itu juga yang mengganggu Philip.


 "Apa yang harus kita lakukan…"


 Bahkan jika dia memaksa kelima puluh orang ini untuk membawanya, masihlah tidak akan cukup untuk membawa pulang seluruh rampasan mereka. Kereta itu sendiri juga berkualitas tinggi sehingga mereka mungkin bisa mendapatkan harga yang lumayang tinggi, atau bisa saja Philip gunakan sendiri.

 Tetapi, dengan tenaga yang dia miliki, membawa semua ini bukanlah tugas yang mudah - ini akan menjadi pekerjaan fisik yang berat dan melelahkan.

 Tepat ketika Philip frustasi akan masalah ini, dia mendengar suara orang-orang berlari di atas semak-semak. Setelah melihat sumber suara, dia melihat siluet dua pria bertopeng.


 "Philip-kakka!"


 Itu suara Wayne, tapi peralatannya terlihat sangat berbeda dari sebelumnya. Armor kulit kotor yang dia pakai sekarang diganti dengan chestplate yang terlihat kokoh, dia juga membawa pedang di pinggangnya. Kenapa dia mengganti peralatannya? Philip merasa ragu dalam hatinya, tetapi perasaan kegembiraan atas hasil operasi ini jauh lebih kuat dan karenanya mengatasinya.


 "Hei! Kalian berdua! Ayo, ke sini - lihat tangkapan kami!"

 "Ini ... apa, apa yang terjadi?"


 Wayne berdiri diam, mengamati sekitarnya, dan berbicara dengan nada tidak percaya seolah-olah ada kereta barang di sana. Tanpa pertempuran dan pembunuhan — begitu dia mempertimbangkan hal itu, Philip memahami pertanyaan apa yang ada dalam benak Wayne.

 Seolah menegaskan pemikiran Philip, Igor membuka mulut untuk bertanya.


 "...Tepat sekali. Sepertinya tidak ada tentara Philip-kakka yang terluka. Medannya terlihat baik-baik saja - udaranya juga bagus, bahkan tidak ada bau darah. Strategi seperti apa yang anda gunakan? Apakah prajurit anda mengenakan magic item?”


 Kalau saja dia memiliki bakat tersembunyi, tapi bukan itu yang Igor bicarakan kan?


 “Tidak ada satu pun dari itu, lagipula aku sudah mengumpulkan banyak orang, musuh tidak mau bertarung sampai mati. Kupikir begitu."


 Keduanya berpaling untuk saling mentapa, tetapi karena keduanya memiliki wajah yang tertutupi helm, keduanya ekspresi satu sama lain.


 "Sekarang- bagaimana kita membagi ini?"


 Kenyataanya, rampasan perang dihadapan mereka saat ini sepenuhnya karena apa yang didapatkan oleh Philip. Dia agak kesal karena dia harus membagi hadiah dengan dua orang yang baru saja berdiri jauh sebagai penonton. Namun, jika Philip mengambil semuanya untuk dirinya sendiri, mereka juga pasti tidak akan senang. Lagipula, mereka juga harus memobilisasi penduduk desa dari wilayah mereka. Delapan puluh persen rampasan harus diberikan kepada Philip, mereka berdua dapat mengambil sisanya.


 {Mereka harusnya menerima mendapatkan sepersepuluh rampasan hanya untuk memobilisasi beberapa penduduk desa dari wilayahnya, tak mungkin mereka menginginkan lebih kan?}

 “Ah, tidak perlu khawatir tentang itu. Tidaklah pantas untuk kami jika meminta sebagian rampasan tanpa melakukan apa pun. Kumohon, Philip-kakka, anda harus mengambil semuanya. Aku percaya tidak akan ada yang keberatan."

 "Itu benar, Philip-kakka harus mengambil semuanya, termasuk kereta barangnya."


 Bahkan seseorang seperti Philip pun akan merasa bersalah untuk mengambil semuanya setelah mendengar kata-kata ramah semacam itu. Meskipun mereka mengatakan desa mereka terlalu kecil sehingga Philip tidak bisa singgah di sana, kenyataan bahwa mereka telah mendirikan tenda di dekat hutan dan menyiapkan makanan untuknya mengyiratkan bantuan itu harus dibayar kembali.


 "Omong kosong, omong kosong. Bukankah kita rekan? Aku akan meninggalkan beberapa rampasan, jangan ragu untuk mengambilnya."

 "Tidak, tidak, kami punya lebih dari cukup, Philip-kakka."


 Wayne menjawab tanpa ragu, tidak ada sedikit pun keraguan terdengar dari jawabannya.


 “Ini semua di dapatkan dari kerja keras Philip-kakka. Seperti yang dipelajari dari etiket kebangsawanan, kami tidak bisa menerima ini. "

 "Benarkah itu?"

 "Ya," keduanya menjawab secara bersamaan. Mereka terlihat memiliki kemauan keras tentang hal ini, jadi tidak ada yang bisa dia lakukan tentang hal itu. {Ini semua milikku!} Philip sangat gembira dalam hatinya.


 “Karena sudah begini, aku akan mengambil semuanya. Dan juga- meskipun aku malu untuk mengatakannya, aku punya permintaan untuk kalian berdua. Bisakah aku meminjam kuda untuk menarik kereta ini?”

 "Kuda?"

 "...Apa yang harus kita lakukan?"

 "Kami akan membicarakan ini secara pribadi sebentar, permisi."


 Dua yang sementara meninggalkan kehadirannya tampaknya bertukar pendapat mereka, tetapi dari jarak ini sulit untuk mengatakan apakah mereka berbicara sama sekali. Mereka tampaknya mencapai kesepakatan setelah beberapa saat dan segera kembali ke Philip.


 “Kami akan menyiapkan beberapa kuda sesegera mungkin. Namun, karena ini bukanlah kuda perang, tetapi kuda pekerja, bisakah anda mengembalikannya segera setelah anda selesai menggunakannya?”

 "Terima kasih banyak."

 “Umm, hal terpenting yang perlu diperhatikan, mungkin akan lebih baik untuk menurunkan bendera Sorcerous Kingdom. Anda tidak ingin dilihat oleh penduduk biasa saat mengangkut pulang rampasan anda kan, jadi meskipun itu akan sulit, tolong pertimbangkan untuk mengangkutnya melalui hutan.”

 "Aku mengerti, aku akan melakukan itu."


 Keduanya berjalan pergi begitu mereka selesai berbicara.

 Segera siluet mereka tidak lagi terlihat di hutan. Philip mengamati kereta barang lagi.

 Ini adalah bukti kemenangannya.

 Mereka seterang masa depannya.

 Di sisi lain, apa yang saat ini terletak di bawah kaki Philip, bendera kotor Sorcerous Kingdom, pada akhirnya merupakan representasi dari kehancuran kerajaan itu.

PART 6

Ainz berjalan dengan bangga melewati jalan-jalan E-Rantel.

 Momon berjalan di sebelahnya.

 Tak perlu dikatakan, itu sebenarnya Pandora Actor.

 Untuk terlihat seperti Momon, dia telah dilengkapi dengan satu set full-plate armor dan dua pedang besar yang tergantung di punggungnya.



 Cara berjalannya yang agung dan tegas memberinya banyak pujian dan prestise. Kenyataannya, dirinya versi Momon lebih heroik ketimbang Ainz.

 Sejujurnya, Ainz telah mempertimbangkan memintanya untuk mengadopsi gaya berjalan yang lebih buruk agar para penduduk dapat mengetahui perbedaan dari kedua versi dirinya.

 Tentu saja, ini bukan sesuatu yang benar-benar akan dia katakan dengan lantang, maka dari itu dia seditaknya diam-diam mencoba meniru cara jalan Pandora. Untuk tujuannya ini, kadang-kadang Ainz curi pandang ke Pandora Actor di sebelahnya dan untungnya, Pandora Actor belum terlihat menyadarinya.

 Seseorang yang dalam diam membuntuti untuk mengawasi mereka dari belakang adalah Nabe - Narberal Gamma. Meskipun kelihatannya mereka tidak memiliki pengawal, pada kenyataannya, beberapa Hanzo bersembunyi di sekitar mereka dan sedang bersiaga; akibatnya, Nabe, yang levelnya lebih rendah dari level mereka, agak berlebihan.

 Namun, mengingat sejak awal Nabe sudah dijadikan sebagai teman Momon, Ainz mereasa tidak perlu memerintahkannya untuk berhenti.

 Penting untuk diketahui, ketiganya sedang berjalan di jalanan kota ini tanpa tujuan apapun.

 Lagipula itu hanyalah pawai semata.

 Melalui pawai dengan Momon dan Nabe, Ainz mampu menunjukkan pandangan yang berbeda kepada banyak orang. Karena alasan inilah Ainz tidak membawa pelayan.

 Tindakan ini memiliki banyak tujuan, yang paling penting adalah untuk memvalidasi fakta Ainz masih bekerja sama dengan Momon, maka tidak pantas untuk mengecualikan Narberal dari kegiatan ini. Lagipula, Momon selalu terlihat mengenakan full-plate armor dan wajahnya tidak diketahui banyak orang. Jadi, seandainya mereka tidak membawa Narberal, rumor akan mulai beredar bahwa, "Momon sudah terbunuh oleh Sorcerer King dan armor itu hanya terisi undead buatannya." Sebenarnya, rumor itu sudah mulai beredar, sangat penting bagi mereka untuk menghindari menciptakan kesalahpahaman lebih lanjut.

 Seluruh pejalan kaki berhenti dipinggir jalan seolah-olah jalan itu merupakan tanah tak bertuan ketika mereka melihat siluet ketiganya.
(TLer: tanah sengketa/konflik, jadi nggak pada berani)

 Ini tentu saja, alasannya karena kehadiran Sorcerer King. Jika Ainz berjalan menyusuri jalanan ini sebagai Momon, ini tidak akan terjadi. Meskipun sudah lama waktu berlalu semenjak berdirinya Sorcerous Kingdom hingga saat ini, warga masih takut pada Ainz.

 Bukan hanya manusia yang bereaksi kepadanya dengan cara seperti itu, tetapi juga beberapa demihumans.

 Ini karena E-Rantel, yang dulunya merupakan kota yang dihuni manusia saja, tidak lagi seperti dulu. Demihumans bisa terlihat diantara kerumunan.

 Jika seseorang melihat-lihat di mana mereka berada, mereka akan melihat barisan besar demihumans (walaupun tidak terlalu banyak) di toko-toko. Mereka itu merupakan karyawan dan pelanggan, dan ada juga yang menjadi pemilik toko.

 Bagian kota yang dulunya kumuh direnovasi menjadi zona perumahan bagi para demihumans di bawah perintah Ainz. Jika mereka tinggal dikota ini, ini bukanlah pemandangan yang tidak biasa untuk dilihat, namun saat ini Ainz dan lainnya tengah berjalan melalui salah satu jalanan utama E-Rantel, yang tak terlihat kumuh seperti dahulu kala.

 Dari fakta itu sangatlah mudah untuk melihat banyak demihumans mengalir masuk dan keluar dari E-Rantel.

 Meskipun ini bukan karena kebijakan khusus yang diterapkan Ainz, melainkan, Albedolah yang telah berusaha dalam kasus ini, dia masih merasa bangga karenanya. Ini menyiratkan bahwa rencananya untuk menyatukan seluruh ras mengalami kemajuan dengan kecepatan yang konstan.


 {Jika ini kasusnya, aku sangat ingin memberlakukan kebijakan yang dapat mempercepat proses menyatukan mereka semua...}


 Bahkan, dia sudah memiliki rencana seperti itu dalam pikirannya. Ainz telah mempertimbangkan mengadakan semacam acara di E-Rantel dengan motif tersembunyi untuk menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan mereka dari sumber-sumber asing. Apa yang tidak dia pikirkan adalah betapa tidak bersahabat dan tidak partisipatifnya dunia ini secara umum, yang merupakan penyebab kebosanannya selama ini.

 Meskipun arena gladiator seperti yang ada di Empire tidak akan terlalu buruk, Ainz menginginkan sesuatu yang belum pernah dilakukan, sesuatu yang benar-benar istimewa.

 Jika dia akan mengadakan acara besar yang melibatkan partisipasi audiens atau apapun yang akan memungkinkan tim antar ras untuk bersinar, itu pasti akan meningkatkan persatuan antar ras. Jika seseorang memiliki sesuatu yang sama untuk dibicarakan, tentu akan lebih mudah bagi mereka untuk berteman.


 {Bagaimana dengan olahraga berbasis bola seperti baseball atau sepak bola? Atau haruskah aku melakukan sesuatu untuk membumbui acara yang sudah ada ...}


 Ketika dia merenungkan hal semacam itu, Ainz juga mengamati seorang penjaga toko orc yang tampaknya sedang dalam diskusi serius dengan pelanggan manusia mereka.

 Orc itu mungkin bagian dari orc yang dia temui di Holy Kingdom, sekumpulan dari mereka yang telah dihancurkan oleh Evil Lord Wrath dan kemudian dipersatukan di bawah Ainz. Dia tidak bisa mengingat kapan lagi dirinya membawa Orc ke E-Rantel.

 Ainz tidak tahu, siapa orc ini sebenarnya. Meskipun dia telah memasukkan sejumlah besar orc ke dalam dominasinya, alasan utamanya karena Ainz, sebagai seseorang dengan kepekaan manusia, tidak dapat membedakan orc sama sekali.
(TLer: gimana mau bedain, mukannya kan mirip semua)

 Untuk alasan yang sama, dia juga tidak bisa membedakan anggota ras lain. Sebagai contoh, Zerns betina membedakan diri mereka dengan warna mereka. Berbicara tentang zerns, dia tidak bisa tidak penasaran, bagaimana mereka 'melihatnya'? Bagaimanapun, mereka semua terlihat hampir sama bagi Ainz.
(TLer: 'jenis kelamin')

 Masalah ini berlaku untuk kebanyakan orang.

 Sama sulitnya bagi seorang orc untuk membedakan antara dua manusia seperti halnya bagi seorang manusia untuk membedakan antara dua orc.

 Untuk alasan ini, mereka telah terjebak untuk mengenali manusia melalui fitur-fitur seperti panjang rambut, warna pupil, dan lain-lain, tetapi beberapa insiden masih muncul dimana barang-barang yang dipesan untuk orang tertentu dijual kepada seseorang yang terlihat serupa, meskipun untuk seseorang seperti Ainz kedua orang tersebut terlihat benar-benar berbeda.

 Sorcerous Kingdom tidak memiliki masalah dengan ketertiban umum. Tingkat kriminalitas untuk pelanggaran ringan rendah, tidak pernah terjadi tindak pidana berat. Namun ini, bukan karena penegakan hukum yang ketat, melainkan ketakukan orang-orang seperti itu kalau mayat mereka akan diubah menjadi undead untuk melayani kerajaan setelah kematian mereka.

 Karena alasan inilah kesalahpahaman diselesaikan dengan cepat dan tanpa banyak keributan, penduduknya sangatlah legowo. Inilah sebabnya mengapa orc itu dengan tenang mendiskusikan bisnis dengan pelanggan manusianya.
(TLer: kalimat pertama ada idiom 'mountains weren’t being made out of molehills', mungkin yg mendekati ya legowo, 'tidak over-reactive', cmiiw)


 “Guild Adventurer juga sudah mulai menerima demihumans sebagai petualang. Aku percaya jika semua demihumans akan dapat mencapai potensi mereka di masa depan."


 Ainz berkata pelan tanpa banyak berpikir, mendorong Pandora Actor untuk menjawab,


 "Ainz-sama, persis seperti yang anda kira. Para demihumans itu, setelah menyaksikan undead yang diciptakan Ainz-sama, pasti berpikir karier seorang prajurit biasa tidak lagi layak. Mereka yang memiliki bakat di bidang seni, manufaktur, dan penelitian akan lebih cenderung memanfaatkan bakat tersebut untuk potensi maksimal mereka.”


 Sorcerous Kingdom masih mengikuti sistem, "rasmu cukup bagus dalam hal ini, jadi kau mungkin harus mencari pekerjaan di bidang ini." Namun, ketika pengetahuan warga tentang ras lain dan budaya masing-masing meningkat, mereka mungkin akan mulai menginginkan berbagai profesi lain. Meskipun perubahan ini masih dalam fase awal, keinginan untuk menentukan nasib diri sendiri pasti akan berkembang seiring waktu.

 Dorongan utama untuk perubahan ini merupakan kenyataan bahwa semua pekerjaan kasar saat ini ditangani oleh undead.


 “Albedo tampaknya mengelola sektor kerajaan itu dengan baik. Bagaimanapun, sangat penting bagi kita untuk menghentikan pengembangan kerajinan bermasalah itu.”


 Ainz dan yang lainnya sudah berada di batas level mereka, maka dari itu diperlukan untuk merencanakan melawan mereka yang lebih lemah dari mereka dan yang memiliki potensi untuk menjadi lebih kuat.
 
 Sebagai bagian dari rencana itu, mereka tidak bisa membiarkan penduduknya mendapatkan keunggulan dalam suatu keahlian dibandingkan mereka sendiri. Lemah harus tetaplah lemah.

 Pada saat yang sama, mereka harus memastikan jika supremasi kerajaan mereka secara keseluruhan dipertahankan dengan baik terhadap kerajaan-kerajaan tetangganya. Albedo merupakan satu-satunya orang yang mungkin bisa mempertahankan keseimbangan rumit ini.


 {Untuk tujuan itu, kami sangat membutuhkan mata-mata yang bisa mendapatkan informasi rahasia dari kerajaan tetangga... Untuk hal itu kami masihlah terlalu lemah.}


 Untuk membuat pop monster yang Nazarick tidak akan secara otomatis merespawnnya diperlukan dua bahan. Satu adalah data monster dan yang satunya lagi adalah sejumlah koin emas dari Yggdrasil.

 Meskipun perpustakaan Nazarick berisi data tentang berbagai jenis monster, disana tidak memiliki data dari setiap jenis monster di Yggdrasil. Beberapa data monster juga terbatas penggunaannya. Sebagai contoh, mereka sudah kehabisan persediaan data Hanzo dan perpustakaan tidak berisi data apa pun untuk pembuatan Eight-Edge Assassins.

 Biaya penciptaan monster tingkat tinggi membutuhkan banyak koin emas.

 Jika itu masalahnya, bukankah monster yang lebih lemah sudah cukup? Meskipun dia ingin mengatakannya seperti itu, sebenarnya menggunakan mereka berarti akan ada peluang lebih besar bagi mereka untuk tertangkap setiap kali mereka mencoba menyusup ke suatu tempat.

 Di antara kerajaan-kerajaan di sekitarnya, tak masuk akal untuk berpikir bahwa mereka merupakan satu-satunya yang mampu mempekerjakan monster. Akan lebih baik bagi mereka untuk menggunakan monster tingkat tinggi yang lebih sulit untuk dideteksi orang lain sementara kerajaan mereka masih berukuran sedang. Atau mungkin-
 

 "Mata-mata manusia?"


 Ainz secara tidak sengaja mengungkapkan pikirannya dengan kencang. Nabe, setelah mendengarnya berbicara, berjalan lebih dekat di belakangnya untuk berkata,


 "Ainz-sama. Omong-omong, bagaimana saat ini anda melatih mata-mata itu? Haruskah saya memastikan babi betina itu tahu siapa tuan mereka yang sebenarnya*?”


 Ainz menurunkan suaranya dan menjawab,


 "... Nabe. Kau merupakan teman dari pahlawan Momon sekarang, jangan lupakan posisimu.”


 Lagipula, mereka berhasil karena Momon dan Nabe terikat ke kota ini karena khawatir akan keselamatan penghuninya, dan itulah sebabnya mereka bekerja dengan Ainz Ooal Gown.

 Mungkin sudah cukup waktu berlalu sehingga tidak akan terlalu buruk jika sikap mereka sedikit berubah sehingga sebagai gantinya mereka tinggal di kota karena menghormati Sorcerer King. Bisa dikatakan akan lebih aman untuk membahas masalah ini sebelumnya dengan Albedo dan yang lainnya untuk merumuskan naskah yang lebih baik sebelum melakukan suatu tindakan. Sampai saat itu, yang terbaik adalah tidak memberikan saran kepada Ainz secara langsung. Lebih baik membahas masalah-masalah ini di dalam Nazarick dan menghindari topik-topik itu sepenuhnya saat berada di luar.


 "-Saya minta maaf sebesar-besarnya."

 "Kau telah dimaafkan," akan menjadi apa yang dia katakan, sampai dia memperhatikan sekeliling mereka.

 Banyak orang melihatnya penuh perhatian dengan ekspresi ketakutan, semoga mereka tidak mendengar apa yang dikatakan Nabe. Pada akhirnya tidak mungkin baginya untuk membunuh mereka semua karena curiga terhadap apa yang mungkin mereka dengar, jika tidak akting yang dia bangun jika dirinya merupakan "undead unik yang mampu berbicara dan berbeda dari jenisnya” akan lebih sulit untuk dipertahankan.


  Meskipun demikian, mengabaikan pertanyaan Nabe dan membuatnya memasang ekspresi kecewa membuat Ainz merasa kasihan padanya.

Akan merepotkan jika dia pada akhirnya berhenti bertanya. Dengan mengingat hal itu, Ainz menggumamkan jawabannya dalam volume yang tidak bisa dimengerti oleh orang-orang di sekitar mereka,


 "... Kita meminjamkan Hanzo. Tira saat ini bertugas melatih mereka, tetapi jika aku jujur, mereka tidak lebih baik dari seorang Eight-Edge Assassin... hmmm, anggap saja itu investasi untuk masa depan.”


 Meskipun tidak mungkin mereka akan menerima pengembalian investasi yang sebanding dengan emas dan waktu yang telah mereka investasikan ke dalam program ini, bukan seolah-olah itu benar-benar mustahil. Hal yang sama berlaku untuk investasi mereka di Runecraft ™ dan teknologi sihir lainnya.

 Mereka benar-benar tidak mengetahui apakah upaya itu akan membuahkan hasil, karena itu yang terbaik untuk saat ini membuat investasi mereka ke level terendah.

 Ainz berhenti bicara.

 Dan seperti itu, ketiganya terus melangkah menyusuri jalanan dalam diam.

 Kadang-kadang mereka akan bertemu dengan tim patroli yang terdiri dari Death Knight, PDeath Wizard, Death Warrior, Death Priest, dan Death Assassins. Meskipun mereka berjalan di jalan yang sama, mereka mempertahankan formasi yang ketat dengan Death Assassins siaga mengawasi di depan. Ini bukan karena bahaya yang terlihat dengan jelas, melainkan lebih karena fakta bahwa mereka hanya mengikuti perintah asli mereka untuk berpatroli dalam formasi.

 Sesuatu yang perlu dicatat adalah meskipun Death Assassins buruk dalam menyembunyikan diri mereka, mereka mengeluarkan damage yang tinggi berkat peluang serangan kritikal yang tinggi. Jika musuh membiarkan pertahanan mereka turun karena mereka percaya jika Death Assassin tidak menimbulkan ancaman bagi mereka, maka mereka akan dapat memberikan sejumlah damage yang mengkhawatirkan. Inilah mengapa Ainz tidak bisa membuat mereka menjadi mata-mata.


 {Meskipun kita mengekspor undead, ekspor itu sebagian besar terdiri dari Skeleton yang lemah ...}


 Tentu saja, mereka memungut harga yang sangat berbeda untuk undead yang lebih lemah dibandingkan dengan yang lebih kuat, karena itu produk yang paling populer masih yang dirancang untuk tenaga kerja murah.

 Akibatnya, jumlah undead di sekitar tingkat Death Knight yang mereka ekspor sangat minim.

 Akan sia-sia untuk tidak menggunakan batas hariannya [ Create Undead ], jadi Ainz menguras kemampuan penggunaannya dalam sehari; sebagai hasilnya, jumlah undead yang telah ia ciptakan telah menjadi gangguan baginya.


 {Jika aku harus menurunkan biaya sewa mereka dan menaikkannya di masa depan, tidak ada yang akan menyewa dari kami lagi. Ditambah lagi, secara langsung aku tidak ingin memotong harga... Haruskah aku membuat sistem penghargaan? Empire menyewa cukup banyak Death Cavaliers dari kami, maka kami mungkin harus secara langsung fokus memasarkannya pada kerajaan-kerajaan sekitar... namun...}


 Ainz melirik Pandora Actor, yang ada di sebelahnya.


 {Agak canggung berjalan seperti ini dalam keheningan. Tapi, tidak banyak yang ingin aku bicarakan dengannya.}


 Jika seseorang memahami hubungan mereka tidak terlalu hebat, maka tidak akan ada gunanya latihan ini.


 "Ah- nona Nabe"


 Berbicara dengan Pandora Actor akan sangat melelahkan, maka dari itu Ainz memilih untuk berbicara dengan Nabe.


 "Ya!"


 {Tunggu, kau tidak harus menjawab dengan ketegasan seperti itu kan?} Ainz memikirkan itu tetapi tidak repot-repot untuk mengatakannya dengan lantang. Tindakannya pada dasarnya tidaklah aneh; Jika keseluruhannya dipertimbangkan, mereka pada dasarnya merupakan bawahan Ainz.


 “Umm, bagaimana aku harus mengatakan ini. Bagaimana panti asuhan Yuri? Sudahkah kau mengunjunginya?”

 "Tidak, saya belum ke sana."


 Dan itu adalah akhir dari percakapan mereka.

 Alasannya mungkin bukan karena dia memiliki hubungan yang buruk dengan Yuri, tetapi hanya karena dirinya tidak tertarik dengan masalah itu kan? Tunggu sebentar-


 {-Apakah seseorang akan benar-benar tidak tertarik pada tempat kerja seseorang yang bisa dikatakan keluarganya? Tapi, respons itu juga seperti yang diharapkan dari Narberal.}

 {Apakah dia akan bereaksi dengan cara yang sama jika pertanyaannya mengenai Shizu atau tempat kerja Entoma?} Ainz mengangkat bahu ketika pikiran itu muncul.


 "Haruskah kita mengunjunginya?"


 Karena seluruh tanggung jawab untuk panti asuhan telah diberikan kepada Yuri, bahkan Ainz tidak tahu keadaannya saat ini. Tentu saja, dia telah diberi detail rencana tentang hal itu, tetapi tidak ada ingatan tentang hal itu yang tersisa di kepala Ainz yang kosong melompong.

 Seharusnya juga ada beberapa laporan terjadwal tentang keuangan panti asuhan, tetapi karena Ainz mendelegasikan tanggung jawab itu kepada Albedo, dia hanya berpura-pura membaca laporan itu.

PART 7

Meskipun dia menganjurkan untuk mencari seseorang yang berbakat melalui sektor pendidikan, Sorcerous Kingdom belum menerapkan kebijakan pendidikan universal untuk saat ini karena tidak realistis.

 Jika tingkat pendidikan naik, maka berdampak juga pada kemajuan teknologi dan budaya, tetapi juga bisa memperkuat kelemahan. Meskipun kebijakan mereka saat ini dapat menyebabkan beberapa orang dengan bakat yang belum ditemukan untuk tetap menjadi petani selama sisa hidup mereka, Pax Nazarica merupakan prioritas utama.
(TLer: Pax Nazarica plesetan dari Pax Netherlandica yaitu motto Belanda yang ingin menguasai seluruh Hindia Belanda dan menjalankan sebagai satu kesatuan dengan negeri Induk Kerajaan Hindia Belanda.)




  "Aku tidak berpikir itu ide yang buruk."


 Setelah Pandora Actor menyetujuinya, ketiganya mulai berjalan ke arah lain yang dipimpin oleh Narberal.

 Dua menit telah berlalu sebelum Ainz menerima [ Message ].


 "-Ainz-sama."

 “-Entoma? Apa yang terjadi?"


 Ainz berjalan sembari berbicara dan memiliki firasat buruk.

 Dia tidak bisa mengingat kapan terakhir kali dirinya menerima [ Message ] seperti ini tahun ini, ini pasti merupakan semacam keadaan darurat.

 Tapi - Senyum tak kenal takut Ainz tidak pernah goyah.

 Seluruh cobaan berat di Holy Kingdom begitu menyakitkan sehingga tidak ada yang lebih buruk dibandingkan itu.


 {Dibandingkan dengan neraka yang harus aku lalui dulu, tidak ada lagi yang lebih buruk di dunia selain itu.}


 Permintaan itu, seperti yang dia duga, yaitu memintanya segera kembali ke Nazarick. Setelah menjawab jika dirinya akan melakukannya, Ainz juga menginstruksikan Narberal untuk membawa sisa maid kembali ke Nazarick. Dia membuka [ Gate ] setelah mengucapkan selamat tinggal kepada keduanya, lalu menyiratkan para Hanzo yang telah menjaga mereka untuk segera pergi.

 Saat itulah Ainz kembali ke Nazarick sendirian.

 Setelah membubarkan Hanzo, dia mengambil Cincin Ainz Ooal Gown dari Solution, yang menyambutnya pulang. Menggunakan cincin itu, dia berteleportasi ke lantai sepuluh dan mulai berjalan menuju ruangan yang menjadi tujuannya.

 Ruangan-ruangan penting atau istimewa di Nazarick semuanya telah ditandai sehingga seseorang dapat berteleportasi langsung ke pintu ruangan tujuan dengan cincin itu. Ini tidak berlaku untuk ruangan yang telah dianggap 'biasa', karena itu seseorang tak akan dapat berteleportasi ke ruangan-ruangan tersebut.

 Ini bisa dilihat sebagai satu-satunya kelemahan dari cincin yang memungkinkan penggunanya untuk berteleportasi secara bebas di dalam Nazarick tetapi tidak mungkin lagi bagi mereka untuk memodifikasi fungsinya. Jika mereka masih memiliki Yggdrasil creator kits di sini itu mungkin saja, tetapi di penyimpanan Ainz maupun Nazarick sudah tak ada lagi.

Albedo berdiri di depan pintu yang menjadi tujuan Ainz, menunggu kedatangannya. Ainz tidak perlu mengetahui berapa lama dia telah menunggunya di sana, yang terpenting baginya yaitu progress pekerjaan yang telah dirinya berikan padanya.


 "-Kau sudah bekerja keras, terima kasih."

 "Saya tidak layak menerima pujian anda!"


 Ainz menghela nafas dalam pikirannya ketika dia menyaksikan Albedo menundukkan kepalanya.

 Meskipun dia mengatakan dirinya akan segera kembali, dia belum memberi tahu mereka kapan dirinya kembali. Memikirkan dirinya yang menghabiskan waktu Albedo untuk munuggu kepulangannya, membuat Ainz tidak tenang. Dia tidak bisa membiarkan pemikiran itu terpatri di wajahnya.

 Hal seperti ini sudah terjadi beberapa kali sebelumnya. Meskipun dirinya sudah memberitahu Albedo untuk tidak usah selalu menunggu kepulangannya, Albedo selalu bersikeras, dan mengatakan itu hal yang wajar bagi seorang pelayan menyambut kembalinya master mereka.

 Bahkan, dia telah membicarakan hal ini dengan tidak hanya Floor Guardian, tetapi juga Area Guardian dan bahkan para maid. Setiap kali dia membahasnya, respons mereka akan sama dengan yang diberikan Albedo padanya saat ini. Para pelayan sangat antusias dengan jawaban mereka, menunjukkan tingkat tekad yang bahkan bisa membuat seseorang seperti Ainz meringkuk dan meminta maaf.

 Jika ini merupakan konsensus umum maka Ainz, sebagai raja mereka, harus melupakan pendapat pribadinya tentang masalah ini.
(TLer: konsensus umum = persetujuan bersama)

 Albedo membuka pintu menuju ruangan dan mempersilahkan Ainz.

 Ainz percaya dirinya bukan pria yang cukup luar biasa sehingga layak diperlakukan seperti itu, dia memiliki cukup besar rasa bersalah karenanya, dia selalu mengenakan akting bahwa semuanya sesuai dengan yang dia harapkan dan berjalan ke ruangan di depannya.

 Shalltear.

 Cocytus.

 Aura dan Mare.

 Dan Demiurge.

 Floor Guardian sudah berkumpul di ruangan ini dan semua membungkuk ke arah takhta yang entah bagaimana memancarkan kegelapan.

 Di belakang tahta tergantung bendera Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown.

 Sepertinya semua orang yang seharusnya ada di sini sudah ada di sini. Dalam kasus seperti ini di mana semua tangan berada dihadapannya, mengikuti prosedur Ainz harus menjadi yang terakhir tiba di sini. Kecuali itu untuk acara khusus, tidak ada yang akan datang lebih lambat darinya.

 Ainz mengamati para Guardian yang membungkuk di depannya.

 Dahulu setiap Floor Guardian memiliki tugasnya masing-masing, tetapi baru-baru ini ruang lingkup pekerjaan mereka meningkat dengan pesat.

 Sistem transportasi udara terutama yang mengandalkan monster terbang (sebagian besar naga) telah membangun jaringan transportasi antara Sorcerous Kingdom, Empire, Dwarven Kingdom, dan daerah terpencil, yang dihuni demihumans di sebelah timur Holy Kingdom. Seseorang yang ditugaskan untuk jaringan ini, Shalltear, saat ini memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkan keterampilannya secara bertahap membangun jaringan transportasi darat.

 Seseorang yang bertugas mengendalikan cuaca di wilayah ini dan membangun sebuah makam bawah tanah di pinggiran E-Rantel, Mare, juga bekerja bersama dengan Guild Adventure yang baru didirikan.

 Seseorang yang bertanggung jawab memerintah, mengelola, dan melatih pasukan Sorcerous Kingdom, yang sebagian besar terdiri dari undead tetapi juga mencakup berbagai jenis demihumans dan sejumlah kecil manusia, yaitu Cocytus.

 Seseorang yang dulunya hanya harus memerintahkan binatang sihirnya sendiri tetapi saat ini harus mengelola departemen yang mengurus jejaring informasi yang mencakup seluruh wilayah Sorcerous Kingdom yang semakin luas, yaitu Aura.

 Seseorang yang mendirikan agen intelijen di lantai tujuh Nazarick, yaitu Demiurge.

 Seperti itulah, tanggung jawab setiap Floor Guardian meningkat seiring waktu.

 Itulah sebabnya ada rencana untuk mengalihkan sebagian dari tanggung jawab itu kepada mereka yang sampai saat ini hanya mengurusi pertahanan internal Nazarick, Area Guardian.

 Tak perlu dikatakan, seseorang yang bertugas memeriksa progress semua orang, menerima permintaan atau saran, dan menyetujui berbagai urusan Sorcerous Kingdom, Guardian Overseer Albedo, merupakan yang paling sibuk dari mereka semua.

 Kebenarannya adalah, tak ada yang sesenggang Ainz.

 Pekerjaannya sehari-hari hanyalah sekadar berlatih untuk bertindak lebih seperti master mereka, itu kenyataan yang sangat memalukan untuk diakui.

 Jadi pada dasarnya, dia dipanggil untuk sesuatu yang orang-orang seperti mereka ini membutuhkan kehadirannya untuk menangani pekerjaan penting.

 Ainz berjalan dengan gagah melalui bagian tengah ruangan. Albedo menutup pintu di belakang mereka dan mengikuti di belakangnya.

 Dia duduk di satu-satunya kursi di ruangan itu. Albedo berlutut di depannya dan berkata,


 "Ainz-sama. Floor Guardian dari setiap lantai telah tiba.”


 {Apa maksudmu, mereka telah tiba? Mereka sudah ada di sini!} Tentu saja, Ainz tidak bisa dan tidak harus mengatakannya dengan lantang.


 “-umu. Kalian para Floor Guardian telah bekerja keras. Angkatlah kepala kalian.”

 "Ya!"


 Para guardian mengangkat kepala sembari memberikan jawaban yang mantap, mereka menjawab dengan sempurna dan serempak.

 Awalnya, Albedo merupakan seseorang yang meminta mereka mengangkat kepala, tetapi Ainz memutuskan untuk mengakhiri itu. Meskipun bisa dibilang, atasan tidak seharusnya berbicara dengan mudah kepada bawahan mereka, Ainz tidak ingin terlalu jauh dari mereka.

 Tatapan para guardian, yang memberikan kesetiaan mutlak mereka, semua jatuh pada tubuh Ainz. Dahulu, Ainz tidak bisa menangani tatapan seperti ini, tetapi mentalnya mulai bertumbuh seiring waktu dan sudah biasa menangani tatapan seperti ini.


 {Tapi... kenapa? Apakah ini cuma perasaanku atau mereka memang terasa lebih loyal daripada sebelumnya ...? Tidak ... ini pasti hanya perasaanku saja kan ...?}


 Ainz, yang tidak bisa mengingat melakukan suatu hal yang bisa meningkatkan kesetiaan mereka, menghindari tatapan penuh kesetiaan para guardian untuk secara acak memindai ruangan tempat dirinya berada. Ini bukan karena dirinya tidak bisa menangani tatapan mereka, tetapi dia melakukan itu secara tak sengaja.

 Di kedua sisi ruangan ada pintu-pintu yang tidak sama dengan yang baru saja mereka lewati, pintu-pintu yang terlihat aneh mengingat ukuran ruangan yang relatif kecil. Ruangan itu hanya didekorasi sedemikian indah sehingga memancarkan aura keagungan.
(TLer: Dinding ruang tahta di Nazarick jendelannya bentuknya kek pintu)

 Itu ditetapkan untuk menjadi ruang audiensi di dalam Nazarick. Ada satu lagi yang didirikan di E-Rantel.

 Ruang singgasana Nazarick sangat indah, tetapi terlalu luas dan akan terasa kosong jika tidak ada cukup banyak orang yang berkumpul di dalamnya. Dia bisa mengumpulkan cukup banyak orang jika dia mau, tetapi mempertimbangkan masalah seperti adanya Wolrd Item, sesuatu yang berada di antara aset terkuat Nazarick dan karena itu tidak bisa dilihat oleh orang lain, sebuah ruang audiens telah dibuat.

 Segala sesuatu di Nazarick dibuat oleh anggota guildnya dahulu kala, kecuali ruang audiensi ini. Di bawah perintah Ainz, para Floor Guardian telah menaruh pertimbangan besar (meskipun tidak banyak pertimbangan yang diperlukan) untuk merapikan ruangan kosong menjadi tempat seperti ini.

 Itu membuat Ainz cukup senang.

 NPC, dibuat oleh anggota guildnya, telah berkembang lebih dari sekadar NPC. Seolah-olah mereka telah menjadi player.


 {Akan selalu ada hari ketika anak ayam akan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan sendiri, yah.}


 Ainz tersenyum dalam benaknya.

 Setiap dari mereka telah membuatnya bangga.

 Suzuki Satoru tidak memiliki anak dan tidak banyak anggota guild lainnya yang memilikinya juga. Dia tidak yakin, tapi mungkin seperti ini rasanya menjadi seorang ayah. Bagaimanapun, ini bukan seperti rasanya menjadi seorang ibu, mungkin.

 Dia membenamkan dirinya dalam pemikirannya sendiri sebentar. Namun, tidak ada yang akan berbicara sampai dia berbicara, jadi dia terpaksa melakukannya meskipun tidak menjadi pembawa acara atau yang serupa.


 "Jadi, Albedo. Ceritakan alasan mengapa semua orang berkumpul di sini. Ini sesuatu yang penting bagi Nazarick, atau lebih tepatnya, bagi Sorcerous Kingdom kan?”

 "Ya. Sederhananya, gandum kita yang diangkut melalui Kingdom menuju Holy Kingdom dijarah empat hari yang lalu.”

 "Oh ... dan siapa yang melakukan itu?"

 "Seorang bangsawan Kingdom."


 Cahaya di mata Ainz menyala sesaat. Albedo menjadi ragu. Biasanya, dia akan melaporkan nama, kekuatan militer, dan tujuan bangsawan secara langsung. {Ada apa nih?} Ainz memikirkannya saat dia melanjutkan pertanyaannya,


 "Apakah pedagang Eight Fingers yang bertanggung jawab atas transportasi tidak memiliki tentara yang menjaga karavan? Lagipula, sesuai aturan bendera kita seharusnya dikibarkan kan? Ini menyiratkan Kingdom telah memilih untuk memulai perang dengan kita?”


 Ketika dia memikirkannya, menilai dari tindakan Kingdom, yang berusaha menghindari perang, namun saat ini tampaknya itu penilaian yang salah. Atau, apakah insiden itu sendiri semacam strategi? Ainz memperhatikan kemungkinan lain saat pikirannya sedang menganalisa.


 "Mungkinkah Eight Fingers telah mengkhianati kita?"

 "Tidak, yah ..."


 Albedo menundukkan kepalanya saat dia bergumam, dia kemudian melirik Ainz seolah-olah dia mencoba untuk mengintip.

 Ainz berpikir bahwa sikap Albedo saat ini cukup langka. Sebaliknya, ini mungkin pertama kalinya dia menunjukkan perilaku semacam ini. Dia bertingkah seperti seorang gadis kecil yang takut dimarahi, jelas tidak seperti sang Overseer layaknya dirinya sebelumnya.


 "Ada apa, Albedo? Apakah ada masalah?"


 Ainz dengan hati-hati menjaga aktingnya yang bermartabat dan merasa punggungnya basah oleh keringat. Ainz, tentu saja, tidak bisa berkeringat.

 Apakah itu karena kesalahan yang dibuat Ainz? Jika itu masalahnya maka respons Albedo akan masuk akal.

 Dia bertingkah seperti karyawan yang harus menunjukkan kesalahan bosnya yang membuat semuanya kacau.


 {Seorang bangsawan Kingdom? Aku tidak mengetahuinya ... Apakah aku melakukan sesuatu? Aku tidak melakukan sesuatu yang konyol dalam beberapa bulan terakhir kan? Tidak, tidak pernah kan?}


 Ketika Ainz, yang bahkan tidak bisa mengingat dokumen yang dia cap beberapa minggu yang lalu, memikirkannya, rasanya semakin seperti itu adalah kesalahannya sendiri. Kecemasannya tumbuh sejalan dengan pemikirannya.


 {Tidak, tunggu! Aku mendapatkannya! Aku mendapatkannya! Tidakkah aku sudah memberitahu apa yang ku lakukan di Holy Kingdom pada Albedo dan Demiurge? Dan aku sudah memberitahu pada yang lainnya hal yang sama setelah kepulanganku. Ya, aku melakukan kesalahan dengan sengaja! Diriku yang dulu, kau hebat! Tunggu, inilah saatnya... untuk menggunakan alasan itu!}


 Ainz selalu berpikir jika gelar penguasa mutlak terlalu besar untuk dirinya tanggung. Sudah waktunya baginya untuk melepasnya.

 Dia menunjukkan senyum ramah di wajahnya.


 "Jangan mengkhawatirkannya, Albedo. Beritahu aku tentang itu."

 "Ya ... Ainz-sama. Tentunya anda pasti mengingat rencana kita menggunakan seorang bangsawan bodoh untuk tujuan mendapatkan kendali atas Kingdom..."


 {Hmm?} Ainz mengajukan pertanyaan di benaknya. Apa yang Albedo katakan bukanlah apa yang dia harapkan, tetapi pada titik ini Ainz tahu harus berkata apa.


 "Si bodoh itu ada hubungannya dengan ini?"


 Albedo mengangguk, “Ya. Si bodoh itu yang menyebabkan kejadian ini. Ainz-sama mungkin sudah menyadarinya saat ini, kemungkinan ini bisa menjadi strategi penguasa Kingdom."


 {Lebih banyak kesalahpahaman ya?} "Hmph ..." Ainz mulai berpikir. Dia tidak bisa melihat aspek yang lebih dalam dari strategi semacam itu, tetapi mungkin bermanfaat bagi Kingdom untuk menghukum seorang bangsawan yang terkait dengan Nazarick. Dengan begitu, mereka bisa membersihkan hama dari pihak mereka.


 "Aku mengerti ... tapi apakah kesalahannya benar-benar terletak pada orang bodoh itu? Ini bukanlah strategi Kingdom kan? ... Tunggu, Albedo pasti sudah menyelidikinya. Maaf untuk pertanyaan yang tidak perlu."

 "Tidak, pertanyaan-pertanyaan itu wajar untuk anda tanyakan, Ainz-sama. Untuk itu, kami telah menyiapkan seorang saksi. Shalltear."

 "Dimengerti."


 Shalltear membungkuk, berdiri, dan kemudian pergi melalui pintu kiri.

 Tepat setelah itu, seorang wanita yang dipegang di kedua sisinya oleh Death Knight kembali dengan Shalltear.

 Dia sangat kurus hingga tulangnya terlihat ranting yang sudah rapuh. Dia juga memiliki kantung mata besar di bawah matanya, tidak memakai make-up, dan rambutnya berantakan.

 Noda air mata bisa terlihat di sekitar mata merahnya, yang mengucur tak terkendali seperti makhluk kecil yang ketakutan.

 Ainz ingat pernah melihat orang ini di suatu tempat, tetapi dia tidak bisa mengingat detail penting seperti nama dan posisinya.

 Saat dia mencoba yang terbaik untuk mencari melalui ingatannya, para Death Knight melepaskannya.

 Wanita itu berlutut dalam satu gerakan halus. Itu sempurna, seseorang bahkan dapat mengatakannya jika gerakannya indah.

 Gerakan itu hanya bisa dilakukan setelah menjalani banyak latihan. Ainz bahkan merasa sedikit menghormatinya karena itu.


 "Yang, Yang Mulia..." suaranya gemetar. Dia berhenti sejenak, lalu mengatakannya lagi, "Yang Mulia."


 Ruangan itu menjadi sunyi. Menyadari ini merupakan gilirannya untuk berbicara, Ainz berkata dengan suara yang dalam, "-Wanita, aku mengizinkanmu untuk mengucapkan namamu."


 "Ah! Hilma Cygnaeus, Yang Mulia!"


 Ingatannya yang terbangun, kembali menyebar seperti tanaman merambat. Dia adalah salah satu pemimpin Eight Fingers, sindikat kriminal Kingdom.


 "Ah, ah."


 Tidak diketahui bagaimana dia memahami suara yang dibuat Ainz tanpa sadar. Hilma, yang tidak pernah mengangkat kepalanya sekalipun, berteriak ketika keningnya bergesekan dengan lantai.


 "Saya, saya tidak mengetahuinya! Tidak terpikirkan! Saya sama sekali tidak punya niat untuk tidak mematuhi anda! Perampokan gandum itu tidak ada hubungannya dengan saya!"


 Ainz melihat sekilas ke punggung Albedo.

 Akan sangat mudah untuk menentukan apakah wanita itu berbohong, maka Albedo pasti sudah melakukannya. Jadi mengapa dia tidak melaporkan hasilnya secara langsung pada Ainz?

 Ainz tidak mengetahui apa yang dipikirkan Albedo, tetapi itu jelas bukan tentang menusuknya dari belakang. Sebenarnya, mungkin sebaliknya. Ada beberapa kesalahpahaman yang tidak diketahui yang ditimbulkan dari dirinya yang mempercayai Ainz terlalu tinggi. Tidak pantas untuk bertanya padanya tentang hal itu secara langsung.


 {Aku masuk ke dalam situasi ini karena aku berulang kali bersikap sok seperti ini kan? Albedo tidak akan mengerti jika ini terus berlanjut. Haruskah aku bertanya dan melihat apa yang terjadi? Pasti tidak apa-apa jika Albedo merupakan satu-satunya yang ada di sini, tetapi yang lain juga ada di sini...} Ainz memandang Aura dan Mare. {Hm, lain kali kurasa.}


 “-Umu. Pertama-tama, izinkan aku mengkonfirmasi jika Cygnaeus mengatakan yang sebenarnya. [ Dominate ]."


 Setelah mantra dilemparkan, Ainz bertanya kepada Cygnaeus:


 "Apakah kau memainkan peran untuk menggerakan bangsawan itu merampok karavan gandum kita?"

 "Tidak sama sekali!"


 Seorang yang terdominasi tidak bisa berbohong kepada dominator mereka, yang berarti Cygnaeus tidak memiliki koneksi langsung dengan insiden itu. Meskipun koneksi tidak langsung masih memungkinkan, itu tidak akan membuat masalah ini menjadi tanggung jawabnya. Hipotetis jika dia berbohong dengan cara memanipulasi ingatannya sepertinya tidaklah mungkin.


 "-Apakah kau memiliki kepribadian ganda seperti yang dirumorkan?"

 "Tidak!"

 "Umu ... kalau begitu, apakah kau ingin menentang kami?"

 "Tidak sama sekali! Saya tidak punya niat sedikit pun untuk melakukannya! Benar-benar tidak!"


 Dia membantah dengan nada terberatnya. Menjadi saksi untuk ini, Ainz membebaskannya dari [ Dominate ] nya.


 "Jika kita menghukumnya berdasarkan kejahatan yang tidak dia lakukan, itu sangatlah keterlaluan. Cygnaeus, tidak bersalah. Itu keputusanku."


 Cygnaeus mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Ainz dengan gairah bersinar di matanya, ke titik di mana Ainz merasa itu menakutkan.


 "Tapi, Ainz-sama. Tidakkah kesalahan bawahan menjadi tanggung jawab atasan mereka? Si bodoh itu merupakan tanggung jawabnya."


 Albedo benar.


 “Anda, anda benar sekali! Tetapi dia mengambil tindakan itu secara acak dan atas kemauannya sendiri! Saya telah menginstruksikannya beberapa kali! "Hubungi diriku sebelum kau melakukan sesuatu!" Saya bahkan telah menunjuk seorang bawahan untuk mengawasinya karena alasan seperti itu!”


 Albedo tidak keberatan dengan penjelasannya. Jadi itu yang sebenarnya. Dia telah melakukan tugasnya dengan maksimal, maka akan terlalu kejam untuk membiarkannya memikul tanggung jawab penuh atas insiden ini.

 [ Albedo ], yang mengelola departemen SDM, telah merekrut [ orang bodoh ], yang memberikan masalah besar pada [ Cygnaeus ]. Meskipun jelas bahwa ada masalah dalam departemen itu, Ainz juga memahami kecenderungan untuk menyalahkan ini pada SDM.

 [ Ainz ], pegawai yang gaji, memikirkan masalah ini dari sudut pandang Cygnaeus.

 Jika dia menyerahkan masalah ini pada Albedo dan yang lainnya, mereka pasti akan memberikan hukuman yang berat padanya. Kemudian-


 “- kesalahan bawahan adalah tanggung jawab atasan mereka. Aku setuju dengan pernyataan itu."


 Ainz menyaksikan kecerahan mengering dari wajah Hilma dan melanjutkan,


 "Tetapi, ada sebuah pepatah seorang pemimpin harus memikul kesalahan bawahan mereka, itu bukan berarti seorang bawahan bisa mengalihkan kesalahannya pada atasan mereka. Adapun bagaimana cara menyikapi pernyataan itu. Albedo, izinkan aku mengajukan pertanyaan. Cygnaeus bertanggung jawab atas si bodoh itu, tetapi siapa yang memimpin Cygnaeus?”

 "Itu- itu tanggung jawab saya."

 "Umu. Aku adalah mastermu, jadi pada akhirnya tanggung jawab atas kejadian ini jatuh pada diriku kan?”

 "K-Kami tidak akan berani! Ini sama sekali bukan kesalahan Ainz-sama!”


 Albedo menolak pernyataannya dengan ekspresi panik yang tidak biasa.

 Cygnaeus, yang ekspresinya sudah layu mengetahui nasibnya sendiri, saat ini menatap Ainz dengan mata berbinar seperti sebelumnya. Wajahnya hampir berubah.


 “Meskipun pekerjaan Cygnaeus mungkin cacat, dia telah melakukan sesuai dengan harapan perusahaannya. Untuk itu, dia telah dimaafkan. Keselahan pertama terjadi, itu karena semua orang membuat kesalahan. Kali kedua merupakan hasil dari kecerobohan. Ketiga kalinya seharusnya bisa dihindari. Kali keempat merupakan sesuatu yang menunjukkan ketidakmampuan seseorang - Cygnaeus."

 "Ya!!"


 Cygnaeus menundukkan kepalanya sedemikian rupa sehingga benturannya dengan lantai dapat terdengar. Itu terlihat menyakitkan bahkan dari sudut pandang orang lain.


 “Untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi, bekerja lebih keraslah pada langkah-langkah pencegahannya. Siapkan satu set seluruh rencana yang dapat kau pikirkan, serahkan pada Albedo, dan tunggu persetujuannya. Itu akan menjadi hukumanmu."

 "Ya!!"

 Cygnaeus menggosokkan kepalanya ke lantai, seolah-olah dia mencoba untuk menempelkan kepalanya lebih dalam.


{Huwah.. terlalu berlebihan.} Ainz berpikir seperti itu ketika dia berbalik untuk melihat ke arah guardian.


 “Itu keputusanku - apakah kalian keberatan? Aku tidak akan marah, kalian bebas mengutarakan pendapat."


 Sepertinya tidak ada yang keberatan. Tetap saja, masing-masing dari mereka akan mengatakan sesuatu seperti 'Keputusan Ainz-sama selalu benar'. Bahkan jika mereka memiliki pendapat yang berbeda, kemungkinan besar mereka tidak akan menyuarakan pendapat itu. Bagaimanapun, lebih baik untuk mengkonfirmasinya daripada tidak.


 "-Albedo."

 "Tidak ada keberatan."

 "-Demiurge."

 "Saya setuju dengan Albedo."

 "-Aura."

 "Tidak ada."

 "-Mare."

 "Ah! Y-ya. Saya tidak keberatan.”

 "-Cocytus."

 "Tidak. Keberatan."

  "-Shalltear"

 "Tidak ada."


 Apakah mereka benar-benar baik-baik saja dengan itu atau mereka terlalu takut untuk mengatakannya? Ainz tidak yakin, tetapi dirinya setidaknya menerima persetujuan mereka.

 Ainz dengan paksa menganggukkan kepalanya dan membuat keputusannya final.


 "...Bagus. Sekarang. Cygnaeus. Persiapkan rencana itu dalam beberapa hari, ya itu dia... siapkan dalam dua hari."


 Cygnaeus dengan suara lantang mengangkat kepalanya ke atas.


 "Akan saya laksanakan!! Saya berterimakasih atas penilaian belas kasih rajaku !! Saya berterima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam !! Oh Sorcerer King-heika !! Tolong izinkan saya, Hilma Cygnaeus, untuk terus melayani anda dengan loyal mulai saat ini !!”

 "Begitukah…?"


 Hasrat Cygnaeus yang nyaris memuakkan mengingatkannya pada seorang gadis yang pernah dia temui di masa lalu dengan mata yang tampak menakutkan.
(TLer: Neia)


 "Aku menantikan kesetianmu. Lalu, Shalltear, tolong antar kembali Cygnaeus."

 "Dimengerti."


 Shalltear membawa Hilma ketika dia mengaktifkan fungsi cincinnya, tujuan teleportasi mereka adalah permukaan. Setelah itu dia seharusnya menggunakan [ Gate ] jadi tidak terlalu lama. Dengan mengingat hal itu, mereka menunggu di sana untuknya. Tidak terlalu lama setelah itu, Shalltear kembali sendirian seperti yang Ainz harapkan.


 "Lalu sekarang- itu bukan satu-satunya alasan aku dipanggil kemari kan?"


 Jika itu adalah satu-satunya alasannya, dia akan berterima kasih kepada bintang keberuntungannya, tetapi harpaan itu hancur oleh Albedo.


 "Ya, tepat seperti yang anda duga."


 Ainz memandang Albedo seolah dia menaruh dendam padanya. Dia akan menyukainnya jika Albedo setidaknya memberiakan dirinya mempertahankan harapan itu untuk beberapa saat lagi.


 “Umm, apa ada yang salah? Mungkinkah itu..."

 “Tidak, tidak ada yang salah. Lalu sekarang, bagaimana kalau kau memberitahuku tujuan sebenarnya dirimu memanggilku - mengumpulkan setiap Floor Guardian di sini?"


 Albedo dan Demiurge bertukar pandang saat ditanya.


 "Pertama-tama hal yang harus diperhatikan, untuk tujuan apa badut itu melakukan tindakannya? Apakah seseorang memanipulasi dirinya sebagai bagian dari strategi mereka? Itu tentu saja mungkin. Bergantung pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, 'kita mungkin harus merevisi rencana kita melawan Kingdom'. Untuk itu kami hanya perlu mengetahui apa yang dipikirkan Ainz-sama tentang masalah ini, ini akan membuang-buang waktu rajaku jika kami menyerahkan masalah seperti ini untuk anda tangani sendirian.”

 "Umu ... Sampai saat ini strategi kita melawan Kingdom adalah 'Gula dan Cambuk' kan? Sudahkah kau menjelaskan konsep itu kepada Aura, Mare, Cocytus, dan Shalltear sebelumnya?”

 "Demiurge dan saya sedang dalam proses melakukannya, tetapi kami belum menjelaskan detail spesifik dari rencana itu."

 "Begitukah? Lalu Albedo, tolong bagikan informasi itu dengan semua orang. Setiap saran atau pendapat dari kalian semua dapat membantu."

 "Dimengerti."


 Albedo memulai penjelasannya kepada mereka berempat.

 Strategi Gula dan Cambuk (istilah ini dipopulerkan setelah diciptakan oleh Ainz) dipersiapkan untuk pengambilalihan Kingdom pada dasarnya merupakan rencana untuk mengacaukan Kingdom dari dalam ke titik di mana sebagian warga Kingdom akan secara aktif berharap untuk dibantu pihak luar yaitu Sorcerous Kingdom.

 Apakah itu karena Demiurge juga terlibat dalam proses perencanaannya? Rencana itu mulai terdengar semakin seperti apa yang telah mereka lakukan di Holy Kingdom. Itu adalah strategi yang bergantung pada konflik internal dan dengan demikian sejatinya akan menyebabkan hilangnya banyak nyawa. Preferensinya untuk konflik internal daripada menyerang secara fisik suatu kerajaan mungkin karena dia waspada terhadap musuhnya. Jika Cocytus atau Shalltear bertanggung jawab atas perencanaan itu, mereka mungkin akan lebih memilih metode langsung seperti melakukan invasi.

 Tetapi ternyata rencana itu telah dirumuskan oleh seseorang di dalam Kingdom dan Albedo dan Demiurge hanya membuat sedikit modifikasi di atasnya.

 Kebodohan seorang bangsawan merupakan elemen terpenting dari strategi ini.

 Maksudnya adalah memulai sebuah revolusi. Sehubungan dengan konflik internal yang diprakarsai oleh kekurangan gandum mereka, Kingdom kemudian akan dipaksa untuk meminta bantuan dari Sorcerous Kingdom. Itu bukan satu-satunya metode yang efeknya diinginkan untuk dicapai, mereka hanya harus membuat alasan bagi Sorcerous Kingdom untuk campur tangan dalam urusan Kingdom.

 Ini berarti untuk Ainz, semuanya masih berjalan sesuai rencana. Insiden yang disebabkan oleh si bodoh itu lebih dari cukup sebagai pembenaran bagi Sorcerous Kingdom untuk melibatkan diri.
 
 Namun, kelihatannya Albedo dan Demiurge agak khawatir dengan situasi mereka saat ini. Pasti ada sesuatu yang Ainz tidak ketahui.


 “Lalu, Albedo. Aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan mendasar ... Apakah kita benar-benar memiliki bukti bangsawan itu terlibat dalam kejadian ini? Apakah kita punya bukti ini merupakan strategi Kingdom? Aku ingat sesuatu ... tentang jadwal pertemuan Albedo dengan bangsawan yang terikat pada kita?"


 Albedo telah mengeluh kepada Ainz berkali-kali mengenai 'harus mengirim surat kepada bangsawan yang tidak menyenangkan itu', 'manusia rendahan ...', atau hal yang serupa. Dia juga meminta Ainz meninjau surat-surat itu sehingga dirinya harus membacanya beberapa kali.

 Jika itu dokumen sederhana, Ainz masih akan mengetahui sedikit tentangnya, tetapi dia tidak percaya pada kemampuannya untuk mengoreksi atau mengedit. Dia mencoba menghindari keharusan melakukan itu tetapi Albedo memohon dengan sungguh-sungguh, karena itu dia terpaksa melakukannya.

 Ngomong-ngomong, meskipun banyak waktu telah berlalu sejak dirinya datang ke dunia ini, Ainz masih belum mempelajari membaca bahasa dunia ini.

 Hal terbaik yang bisa dia lakukan merupakan menulis nama-nama dan Momon-nya serta mengenali angka. Dibandingkan dengan Albedo, Demiurge, dan- Pandora Actor- yang mengerti bahasa beberapa kerajaan, mudah dilihat jika kapasitas otak mereka berbeda dengan miliknya. Karena alasan inilah Ainz harus bergantung pada magic item untuk memahami seluruh kalimat.

 Jika boleh jujur, dia tidak mengoreksi surat-surat itu sama sekali dan hanya mengembalikannya kepada Albedo.


 “Aku juga telah melihat surat-surat yang dikirim bangsawan sebagai balasan dan terus terang sepertinya dia benar-benar terpesona olehmu. Aku tidak berpikir dirinya akan berdiri menentang Sorcerous Kingdom.”


 Dia pernah mendengar pepatah pengkhianatan dari orang yang dicintainya dapat membuat seseorang memiliki kebencian yang tidak rasional. Seperti mencari tahu seiyuu imut yang disukai pacarmu. Ketika pemikiran ini muncul di benaknya, Ainz bisa melihat bayangan temannya sedang menangis dengan penuh air mata di tempat Shalltear.
 
 Dia juga bisa melihatnya di tempat Aura dan Mare, kakak perempuannya menertawakannya.


 "Ya, kami telah melakukan penyelidikan terperinci terhadap masalah ini, dengan asumsi jika pria itu merupakan satu-satunya dalang perampokan gandum. Tetapi ... kemungkinan dia juga sedang dikendalikan, atau dicuci otak menggunakan suatau metode bukanlah tidak ada ... satu-satunya hal yang bisa kita pastikan dirinya telah melakukan kejahatan."

 “Mungkin ini merupakan strategi dari seseorang yang bahkan memiliki kecerdasan lebih tinggi dari kita. Jika itu masalahnya, maka ada kemungkinan mereka entah bagaimana mengambil keuntungan dari tindakannya..."


 Albedo memiliki ekspresi bermasalah dan begitu pula Demiurge. Apa yang Ainz sulit percayai adalah kemungkinan seseorang yang bisa menyaingi kecerdasan keduanya akan muncul begitu saja. Atau sebaiknya-


 "Mungkin bangsawan itu melakukan apa yang dia lakukan tanpa memikirkannya?"


 Jika itu masalahnya, maka itu akan lebih masuk akal bagi Ainz.


 "Ainz-sama, saya tidak percaya kemungkinan seperti itu terjadi..."


 Albedo berkata dengan nada seolah-olah dia meminta maaf. Ini merupakan pertama kalinya dia menunjukkan sikap seperti itu dan Ainz mau tidak mau merasa segar dari perilaku baru semacam ini.


 "Tidak, tunggu sebentar, Albedo. Kita hanya mempertimbangkan kenyataan dengan asumsi lawan kita jenius, tetapi Ainz-sama juga, selain mempertimbangankan kita sendiri, telah mempertimbangkan kemungkinan mereka hanyalah orang bodoh. Selalu ada kemungkinan itu bisa saja terjadi kan? Tidak, bukankah penjelasan itu yang paling masuk akal?"
 
 "T-tapi ... untuk menjadi sebodoh itu ... apakah itu benar-benar mungkin ...? Tetapi Ainz-sama..."

 "Jika Ainz-sama mengatakannya begitu, bukankah itu suatu kebenaran? Albedo."

 "K-Kurasa begitu, saya juga berpikir seperti itu..."


 Untuk beberapa alasan Aura dan Mare telah mendukung argumen Demiurge, membuat Ainz terdiam tak bisa mengeluarkan komentarnya.


 "Jika itu masalahnya-"


 Albedo dan Demiurge mengerutkan alis mereka dan mulai berdebat.


 "Tunggu sebentar. Mari kita dengarkan pendapat Floor Guardian lain tentang rencana ini. Mereka pasti memiliki banyak pertanyaan, jadi mari kita luangkan waktu sejenak. Kalian yang memiliki pertanyaan bisa mengangkat tangan dan Albedo atau Demiurge akan menjawabnya.”


 {Tolong jangan langsung bertanya padaku.} Ainz sudah memasang bendera putih di benaknya.


 "Umm, saya punya pertanyaan," kata Aura sembari mengangkat tangannya, "mengapa dari awal kita tidak langsung saja menarik sebanyak mungkin kaum bangsawan? Jika kita melakukan itu, kita bisa membunuh bangsawan yang menyusahkan itu dan melanjutkan operasi seperti yang kita rencanakan kan?”


 Yang menjawab pertanyaan ini adalah Demiurge.


 “Kami telah mempertimbangkan itu selama fase perencanaan, tetapi akhirnya memilih untuk meninggalkan ide tersebut. 'Mungkin merupakan ide yang bagus jika kita bisa menarik bangsawan yang luar biasa, tetapi mereka tidak dikenal karena kecerdasannya kan? Dengan mengingat hal itu, semakin banyak orang yang kita tarik kepihak kita, semakin besar kemungkinan kebocoran informasi yang tidak terduga terjadi'. Itu sebabnya kami memutuskan untuk fokus pada seorang individu dan meminta mereka membentuk dan mengelola faksi baru."


 Semuanya terjadi seperti ini karena mereka tidak mengira orang itu akan menjadi wildcard.

 Selanjutnya yang mengangkat tangan adalah Cocytus.


 "Tidakkah. Kita. Bisa. Memanfaatkan. Bangsawan. Yang. Luar. Biasa?"

 “Bukannya kita tidak bisa. Sebenarnya, kami sudah merekrut seseorang seperti itu ... tetapi anak nakal yang manja lebih mudah dipengaruhi. Kami telah mempertimbangkan kenyataan jika kami ingin menyisihkan para bangsawan yang setidaknya mampu, itulah sebabnya kami memilih pihak yang dapat dibuang dari kaum bangsawan. 'Tidakkah kau mempercayai sangatlah penting bagi kita untuk membersihkan beberapa orang tolol agar suatu kerajaan menjadi layak diperintah oleh Ainz-sama?' Itu sebabnya kami membentuk faksi yang dipenuhi orang-orang yang tidak kompeten dengan berbagai sifat. Sebagai metafora, anggap itu sebagai persiapan untuk membuang sampah sehingga kau hanya harus menempatkan sampah di dalam tempat sampah terlebih dahulu. Tentu saja, kami telah menerima informasi tentang orang-orang berbakat di Kingdom, tetapi kami juga ingin mengumpulkan informasi sendiri langsung dari sumbernya.”

 "Karena Sorcerous Kingdom tidak membutuhkan bangsawan selain beberapa dari mereka yang berbakat atau pekerja keras."


note:
Disitu ada tanda (') kutip per kalimat, pembedanya kami dan kita, kalo 'kami' menunjukkan si Demiurge ngomong ama Albedo atau merujuk ke mereka berdua, dan 'kita' berarti keseluruhan yang ada diruang audiensi, CMIIW.

PART 8

"Aku mempunyai pertanyaan," Shaltear berkata sembari mengangkat tangannya, "Aku kurang yakin aku mengerti-arinsu. Bahkan jika si bangsawan itu dimanipulasi untuk melakukan apa yang mereka mau, bukankah tindakannya merupakan perlawanan terhadap Sorcerous Kingdom? Jika demikian, bukankah seharusnya Sorcerous Kingdom menggunakannya sebagai casus belli untuk menyerang Kingdom-arinsu? Jika itu benar-benar jebakan yang dibuat oleh seseorang, tidak bisakah kita menghancurkannya?”

 "Itu benar, kita seharusnya melakukannya terutama jika tidak ada dalang dibalik ini ... tetapi ... hmm." 



 Albedo melirik Demiurge, mengisyaratkannya untuk menjawab, "itu benar." Demiurge lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ainz sebelum melihat ke arah para guardian.


 “Sangat sulit untuk menemukan keseimbangan yang tepat dalam menghadapi situasi ini. Meskipun saat ini setelah kita diberkahi wawasan luas Ainz-sama, kita sudah memahami bangsawan itu telah melakukan tindakan ini tanpa banyak memikirkannya. Jika kita dengan ringan menghukumnya karena pelanggaran ini, Sorcerous Kingdom akan dipandang rendah oleh kerajaan-kerajaan lain. Maka, apa yang kalian inginkan ialah hukuman yang cocok untuk seseorang yang menyerang karavan yang mengibarkan bendera Sorcerous Kingdom - sesuatu yang pada dasarnya menandakan Ainz-sama sendiri - dan telah menodai citra publik Ainz-sama?"

 "Kita harus membunuhnya."

 "Ya, aku pikir onee-chan benar."

 "Tepat sekali. Begitulah seharusnya. Lalu, sekarang aku harus bertanya kepada kalian semua. Apakah kita membiarkan tindakan seperti itu begitu saja setelah kita berurusan dengan penjahat itu sendiri? "

 "Itu. Tidak. Akan. Terjadi. Tuannya. Juga. Harus. Bertanggung. Jawab. Untuk. Kejahatan. Ini."


 Cocytus mengangguk dalam diam.

 Ainz tidak pernah lebih terkejut lebih dari sebelumnya saat ini.

 Meskipun mengejutkannya para guardian akan memiliki reaksi yang berlebihan, itu tidak terlalu luar biasa mengingat kepribadian mereka. Apa yang mengejutkan Ainz adalah bagaimana mereka menerima apa yang dirinya ucapkan mengenai bangsawan itu dijadikan sebuah kebenaran.

 Sejujurnya, itu cukup menakutkan.


 “Itu benar, aku juga setuju dengan pertimbangan Shalltear. Mengenai mahluk-mahluk bodoh yang merendahkan Ainz-sama, aku katakan kita perlu memberikan hukuman yang sesuai untuk seluruh Kingdom! Tetapi, sebelum itu... "

 "Ainz-sama pernah berkata 'memerintah kerajaan yang hancur akan berdampak buruk bagi reputasi kita.' Aku juga pernah mendengar Ainz-sama tidak tertarik berdiri di atas tumpukan puing, maka kita harus mencoba yang terbaik untuk menghindari situasi semacam itu.”


 Setelah mendengar apa yang dikatakan Demiurge, Albedo mengangguk.

 Ainz memiliki dua pertanyaan dalam benaknya sebagai tanggapannya.

 Pertama, pernahkah dia mengatakan hal seperti itu sebelumnya?

 Jika kau mensurvei seratus warga Nazarick pada pertanyaan, "Siapa yang benar, Ainz atau Demiurge?" mungkin mayoritas, tidak, 99 dari mereka akan meyakini Ainz yang benar. Hanya satu orang yang akan menentang gagasan itu dan orang itu pastilah Ainz Ooal Gown sendiri.

 Tapi seberapa kredibelnya dirinya sebagai orang yang bahkan tidak bisa mengingat apa yang terjadi seminggu yang lalu?

 Itulah sebabnya, meskipun Ainz tidak ingat akan hal ini, karena Demiurge mengatakannya, dia pasti mengatakan sesuatu seperti itu dahulu. Jika itu masalahnya maka hanya ada satu cara yang tepat untuk menanggapi ini.


 “Seperti yang diharapkan darimu untuk mengingat apa yang telah aku katakan. Demiurge, kau membuatku sangat bahagia.”

 "S-Saya juga mengingatnya!"

 "Saya juga, Ainz-sama."

 "Umu. Umu. Shalltear, Aura. Aku juga berterima kasih pada kalian berdua.”


 Dia tidak tahu apakah mereka benar-benar mengingatnya atau tidak tetapi dirinya hanya menyetujui pernyataan Demiurge, sama seperti yang sudah-sudah.

  Omong-omong, kenapa mereka masih belum menemukan kebenaran tentang dirinya yang tidak kompeten? Apakah dirinya benar-benar pandai berakting?

 Banyak waktu telah berlalu semenjak dia datang ke dunia ini sebagai penguasa Nazarick. Dia telah bertindak sebagai master mereka selama ini. Mereka seharusnya sudah menyadari penyamaran 'masternya', mereka seharusnya sudah menyadari sifat Satoru yang tidak berguna saat ini.

 Percakapan berlanjut saat dia menderita karena ini.


 “Jadi, sesuai dengan keinginan Ainz-sama, kita tidak akan menghukum seluruh Kingdom. Namun, kita tidak bisa membiarkan mereka lolos dengan hukuman ringan. Kita juga harus munda rencana ini atau meninggalkannya sepenuhnya untuk saat ini. Paling tidak, membutuhkan waktu yang agak lama."


 Ainz tidak bisa menahan perasaan bersalah karena kenyataan kata-katanya sangat diyakini dalam pikiran mereka.


 "... Jadi itu sebabnya. Tapi, Demiurge, apakah rencananya benar-benar gagal kali ini?”


 Demiurge, Albedo, dan asisten mereka di Kingdom memiliki tingkat kejeniusan yang tidak bisa dipahami dalam perspektif Ainz. Akankah rencana yang merupakan buah dari pemikiran mereka benar-benar gagal? Jika itu masalahnya, dia harus mengingat apa yang dirinya katakan kepada mereka sejak saat ini dan seterusnya. Mungkin akan lebih baik jika dia tutup mulut mulai saat ini. Maka, untuk berjaga-jaga, dia bertanya lagi,


 “Apakah kita benar-benar mengabaikan rencana kita? Rencana Permen dan Cambuk?”

 "..."


 Demiurge memandang ke arah Ainz dengan ekspresi kebingungan, Ainz telah melihat ekspresi ini beberpaa kali. Itu merupakan ekspresi yang dia buat ketika Demiurge mencoba untuk mencari tahu arti sebenarnya di balik kata-kata Ainz seolah itu semua merupakan eufemisme yang dikatakan oleh makhluk yang berada pada tingkat kejeniusan yang sama sekali berbeda.


 {Salah. Demiurge. Aku hanya mencoba untuk menegaskan kembali apa yang kau katakan. Tak ada lagi sesuatu yang tersembunyi dibalik itu. Kau sepertinya harus liburan.}


 Pikiran ini menghilang tepat saat Ainz hendak menyuarakannya. 

 Sama seperti firasat yang tidak menyenangkan muncul di pikirannya, seperti yang Ainz duga, Demiurge berdiri kaget seolah-olah dia baru saja tiba-tiba menyadarinya.


 "... Tunggu, mungkinkah ... Ainz-sama. Mungkinkah anda ingin melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, menjadikan Empire dibawah dominasi kita?"


 Firasatnya tepat pada sasaran.


 {Apa yang dia katakan?}


 Ainz mulai mengomel pada Demiurge dalam benaknya, {proses pemikiran seperti apa yang akan menuntunmu pada kesimpulan itu?} 

 {'Tidak, sama sekali bukan itu masalahnya,' ini harusnya merupakan respon yang bagus kan? Tetapi apakah respon itu benar-benar diperlukan?}


 "-benar."


 Setelah dia bimbang cukup lama, ini adalah jawabannya. Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, mata Albedo terbuka selebar mata Demiurge.

 Agak sedikit, tidak, itu sangat menakutkan.


 "Saya mengerti ... jadi itu sebabnya Ainz-sama berulang kali menginstruksikan kami untuk melakukannya ... tolong maafkan bawahanmu karena tidak segera menyadarinya, saya telah mengecewakan masterku."

 "Tidak, Demiurge. Bagaimana bisa seseorang seperti dirimu, tidak, bagaimana orang-orang seperti kita bisa berharap untuk dapat sepenuhnya memahami rencana cerdik Ainz-sama? Untuk melupakan setiap langkah Ainz-sama yang memiliki tujuan, mungkin merupakan kegagalan terbesar kita."

 "-benar. Seperti yang anda katakan. Untuk menerapkan kebijakan Permen dan Cambuk di tingkat nasional. Seperti yang diharapkan dari Ainz-sama kami. Seperti yang diharapkan dari pemimpin para Supreme Being..."


 {Hmph.} Ainz menertawakan dirinya sendiri.

 Dia tidak bisa lagi mengerti apa yang sedang dibicarakan keduanya.

 Pada saat ini, sebuah pikiran melintas di benaknya. Bagaimana jika keduanya sudah menyadari ketidakmampuan Ainz dan hanya mencoba untuk menutupi untuknya?


{Mereka berdua jenius. Kebenarannya, aku bahkan tidak bisa memahami seberapa pintar mereka dibanding diriku. Berapa lama orang-orang seperti mereka akan terus mengartikan kebodohanku sebagai sebuah kejeniusan? Tidak, itu seharusnya tidak mungkin!}


 "Ainz. Sama. Merupakan. Pemikir. Terhebat. Di. Nazarick."

 "Tepat sekali, kau sepenuhnya benar, Cocytus. Bagi Ainz-sama, seseorang yang mampu merencanakan pada skala ribuan tahun ke depan, sesuatu dalam skala beberapa tahun bukanlah apa-apa.”

 "Eh? A-apa itu benar ...? Seperti yang diharapkan dari Ainz-sama.”

 "Untuk dapat merencanakan selama ribuan tahun ke depan, saya benar-benar mengangguminya ... Ainz-sama."


 {Apa yang Demiurge bicarakan?}

 {Siapa? Kapan aku mengatakannya? Bagaimana seseorang bisa merencanakan masa depan sejauh itu? Jangan mengarang sendiri.} Ainz menekan keinginannya untuk berteriak. Akan buruk jika kedua anak polos ini menganggapnya sebagai kebenaran.

 Namun, karena dia telah menyetujui setiap saran Demiurge, dia tidak mengetahui cara terbaik untuk menanggapinya saat ini. Plus, jika dia keberatan sekarang, kemungkinan besar akan menciptakan masalah baginya di masa depan.


 {Jadi aku masih harus bertindak seperti biasa?}


 Jika Ainz mampu membuat ekspresi diwajahnya, dia mungkin akan menunjukkan senyum masam saat ini. Setelah memeras otaknya, dia berhasil memberikan respon yang tidak membenarkan atau membantah pernyataan Demiurge,


 "Tidak, sama sekali tidak seperti itu."

 “Tidak perlu bagi master kami untuk menjadi begitu rendah hati-arinsu. Ya ampun Ainz-sama."

 "Untuk. Memikirkan. Hal. Ini., Sejauh. Itu. Tidak.... Jika. Itu. Masalahnya. Maka. Dirinya. Tidak. Akan. Menjadi. Pemimpin. Para. Supreme. Being."


 Dia tidak bisa mengatasinya lagi, dirinya harus menyerah pada anggapan mereka.

 Ainz memutuskan untuk membiarkan anggapan itu.


 "Selanjutnya, karena kita sekarang sudah memiliki izin Ainz-sama, mari kita berikan kepada Kingdom hukuman yang paling menyedihkan."

 "Eh?"


 Bagaimana kata "menyedihkan" muncul dalam percakapan mereka sampai titik ini? Ainz benar-benar kebingungan.

 Albedo menggenggam kedua tangannya dan menyeringai lebar. Albedo dan Demiurge yang menawan mengatakannya secara bersamaan,


 "Empire, yang segera menyerah kepada Ainz-sama, telah diberi Permen. Kingdom, yang belum menyerah, akan diberikan Cambuk. Dengan melakukan itu, kita akan menyebarkan pesan ini kepada yang lainnya. Permen dan Cambuk, orang-orang di dunia ini harus memilih di antara keduanya. Sekarang, semuanya menjadi sedikit lebih menarik bukan, Ainz-sama?”

 "... Uh"



----



 Hilma dengan keras dilempar kembali ke tempat dirinya diambil. [ Gate ] yang telah memindahkannya kembali sudah menghilang pada saat dia berbalik untuk melihatnya.

 Dia mengamati sekelilingnya saat dirinya menyentuh lengan yang lecet menghantam tanah ketika dirinya diusir. Dia berada di ruangan yang berventilasi bagus, luas, dan akrab untuknya.

  Dulunya ini dipakai sebagai tempat tinggal kepala divisi perjudian, mansion Noah Zweden. Dia awalnya membeli petak tanah ini dengan tujuan untuk membangun kasino di atasnya, tentunya ilegal. Mereka telah berhasil membangunnya, tetapi karena keadaan yang tidak terduga, sisa rencananya harus dibatalkan.
(TLer: Ilegal seperti translasi ini pastinya)

 Karena hal itu, mansion ini memiliki ruangan-ruangan besar yang dimaksudkan untuk berjudi dan Hilma tinggal di ruangan terbesar dari semuanya.

 Hilma akhirnya tenang dan menghela napas panjang.

 Tubuhnya gemetar karena perasaan sukacita.


 "Hilma!"


 Teman-temannya bergegas menghampirinya. Ada tiga orang lain di ruangan itu, termasuk Özkuzu yang membunyikan bel di atas meja.

 Mata mereka dipenuhi dengan air mata.

 Tentunya ekspresi pucat mereka ditunjukkan untuk bersimpati akan keselamatannya.


 "Apa kau baik baik saja!? Apa ada yang salah!? Bagaimana perutmu?”

 “Kami mempunyai buah anggur! Apakah kau ingin membasahi tenggorokanmu?"

  "Sisanya akan segera datang ke sini!"

 "Noah, Endio, dan Özkuzu—" ketiganya menjadi tenang setelah mendengar suara Hilma, "—Aku minta maaf telah membuat kalian mengkhawatirkanku."

 “Jangan pikirkan itu! kau pasti mengalami banyak penderitaan, kau harus segera beristirahat.”


 Noah menyeka air mata dari sudut matanya saat dirinya mengatakan itu. Dia pasti berpikir Hilma telah mengalami 'itu' atau sesuatu yang sama mengerikannya. Hilma tidak punya pilihan selain menjelaskan tentang apa yang dialaminya sendiri.


 "Aku tidak mengalami 'itu', mereka tidak melakukan apa pun padaku."


 Suasana bertambah berat ketika teman-teman yang mengelilinginya memiliki ekspresi kebingungan yang secara bertahap muncul seolah mengatakan, {apakah itu mungkin?}


 "Aku juga bertemu dengan Yang Mulia, Yang Mulia Sorcerer King."


 Mata Hilma yang lembab bagaikan pemecah ombak yang hancur saat aliran air mata yang tak terbendung mengalir.


 "Yang Mulia Sorcerer King..."


 Ketika gelarnya sendiri memberikan rasa takut yang tak terbayangkan, Endio membuat tanda Dewa yang bahkan tidak dia percayai ketika dia mengatakan itu sementara dua lainnya mulai dengan panik melihat-lihat ruangan.

 Mungkin mereka mencoba mencari penguping, meskipun mereka belum pernah melihatnya. Sudah menjadi rahasia umum di antara mereka selalu ada kemungkinan seseorang bisa mendengarkan mereka.


 "Kau bertemu - tidak, Kau diberi audiensi dengannya? Senang rasanya bisa melihatmu kembali dengan selamat."
(TLer: audiensi ini undangan resmi dengan kepala negara.)

 "Ufufu ..."


 Hilma, yang masih menangis, tersenyum sebagai jawabannya.

 Meskipun semua orang telah dipanggil oleh Sorcerer King, selama itu mereka hanya membungkuk sehingga tidak ada yang benar-benar memperhatikan wajahnya.

 Namun, melalui informasi yang telah mereka kumpulkan dan laporan-laporan tangan kedua dari orang-orang yang mencuri pandang padanya, Eight Fingers, termasuk Hilma, sampai pada kesimpulan yang tidak salah yaitu Sorcerer King perwujudan dari kejahatan itu sendiri. Tidak, dia hanyalah seorang magic caster yang akan menggunakan metode penyiksaan kejam dan bisa dengan kejam menghancurkan tentara Kingdom.


 "Yang Mulia merupakan... Yang Mulia benar-benar seorang ahli yang berpikir bijak. Bukan saja dia toleran terhadap kegagalanku, tetapi dia juga berbelas kasihan dalam keputusannya."


 Tiba-tiba dunia di sekitar mereka merasa seolah waktu telah berhenti.

 Noah terkejut sesaat, tetapi kemudian dia menutup matanya seolah-olah menawarkan rasa iba. 

 Sebenarnya, jika orang lain mengatakan ini, Hilma beberapa menit yang lalu mungkin akan berpikir sama seperti mereka. {Jadi itulah yang terjadi, dia benar-benar hancur} atau yang serupa.

 Dua di belakangnya berbicara dengan mata merah, "Hilma ... aku kurang lebih iri dengan situasimu saat ini.", "Ahhh, kalau saja aku ada di sana bersamamu...", dan penyesalan lainnya.

 "Tidak, tunggu sebentar. Mungkin dia saat ini sedang dalam semacam mantra pengendali pikiran yang dilemparkan padanya, Hilma, apakah itu benar?"


 Noah tidak akan berhenti bertanya. Tentu saja, Hilma sendiri mengetahui dia tidak di bawah pengaruh mantra apa pun tetapi pada saat yang sama, dia tidak dapat membuktikannya secara definitif kepada mereka. Karena itu, dia hanya mengabaikan pertanyaannya dan terus berbicara. Apakah mereka percaya atau tidak, itu terserah mereka.


 "Aku tidak berpikir jika akupun akan kembali hidup-hidup, alasan mengapa aku bisa kembali tanpa luka merupakan karena master kita. Yang Mulia Sorcerer King - benar-benar seseorang yang pantas disebut raja. Jika master kita tidak ada di sana..."


 Mungkin dia akan dipaksa untuk bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi. Mungkin - tidak, ini bukan hipotesis, dia pasti akan terlibat karena tindakan si idiot itu dan menderita hukuman seperti di neraka untuk itu. Perdana Menteri Sorcerous Kingdom, Albedo, pasti akan melakukannya.

 Jika Hilma berada di tempatnya, dia juga akan meminta seseorang untuk bertanggung jawab atas kegagalan itu meskipun hukumannya bukan kematian tetapi hanya rasa sakit dan penderitaan. Jadi dari sudut pandangnya, keputusan Sorcerer King jauh lebih berbelas kasihan daripada yang akan diberikan olehnya.


 "... Hilma. Maaf mengganggu ucapanmu mengenai belas kasih Yang Mulia, tetapi itu karena kebijakan Permen dan Cambuk-nya. "

 "Begitukah…? Ummm, mungkin itu alasannya.”


 Meskipun dia berkata begitu, Hilma tidak percaya itu yang terjadi.

 Hilma dapat mengetahui pikiran batin seseorang dengan fluktuasi suara mereka, ekspresi mereka, dan keberpihakan mereka. 

 Ini bukan kemampuan yang tidak biasa, tetapi hanya sesuatu yang dia dapatkan seiring waktu dengan pengalamannya. Kemampuannya akurat sampai tingkat tertentu dan jika perasaan itu bisa dipercaya, Sorcerer King dan Albedo tidak sedang memainkan rutinitas Si Baik dan Si Jahat.
 
 Alasan mengapa dia tidak sepenuhnya yakin akan penilaiannya sendiri merupakan karena sangat sulit untuk membaca pikiran Sorcerer King mengingat dirinya tidak memiliki ekspresi wajah yang bisa dibaca. Jadi ada kemungkinan asumsinya benar.


 "Tepat. Lagipula, aku juga pernah melakukannya dulu jadi aku cukup mengenalinya. Tapi ... ahhh, betapa manisnya Permen itu bagi mereka yang telah merasakan rasa sakit yang bisa ditimbulkan si Cambuk. Mungkin kita dibohongi, mungkin Yang Mulia Sorcerer King merupakan makhluk yang menakutkan yang tidak bisa berempati dengan seseorang dan orang kepercayaannya ada di sana untuk memastikan dirinya tidak berlebihan. Meski begitu, aku masih cenderung percaya padanya. Tidak ... lebih tepatnya aku ingin mempercayainya."


 Wanita kupu-kupu yang dengan mudah ditipu oleh para pria dan kemudian dihancurkan merupakan sesuatu yang terlalu sering dilihat Hilma. Dia tahu bahwa dirinya tidak berbeda dengan wanita kupu-kupu yang dahulu kala ia lihat. Meski begitu, dia tidak bisa menahan kemampuan Sorcerer King untuk membuat orang lebih dekat dengannya.


 "... Hilma. Kau telah menjadi saksi bagi tipe pria yang tak terhitung jumlahnya. Kau yang terbaik dari kita semua dalam hal memahami seseorang, terutama pria. Katakan sejujurnya, orang macam apa Yang Mulia Sorcerer King?”


 Sebagai pelacur kelas atas, memang benar dirinya telah melihat segala jenis pria, terutama mereka yang berstatus tinggi atau memiliki otoritas besar terhadap masyarakat. Dia sudah sering melihat tipe pria seperti itu sehingga menjengkelkan baginya.

 Jika dia membandingkan dan membedakannya—


 “Jika aku menggambarkannya dengan satu kalimat, itu akan menjadi 'tuan yang berbelaskasih'. Dia memiliki kejernihan pikiran untuk berpikir dan menilai tetapi juga fleksibilitas untuk mengakomodasi saran konstruktif bawahannya ke dalam jalur pemikirannya sendiri. Schadenfreude bukanlah hobinya, yang seharusnya cocok untuk statusnya. Bagaimana aku harus mengatakannya ... itu dia, dia hanya tidak mengeluarkan aura semacam itu? Tentu saja, dia masih akan memberikan hukuman tanpa perasaan jika dia merasa itu perlu.”
(Tler: Schadenfreude adalah perasaan senang, kegembiraan, atau kepuasan diri yang datang dari belajar atau menyaksikan masalah, kegagalan, atau penghinaan seseorang)

 "Pujian berlebihan, yang datang darimu."


 Senyuman kecil muncul di wajah Hilma yang berlinang air mata ketika dia tertawa, "ufufu."


 "Benar. Meskipun master kita merupakan undead, dirinya mewujudkan keadilan dan belas kasihan. Bahkan ketika dia tidak berperasaan, dirinya tidaklah kejam. Bagaimanapun, konsekuensi dari kegagalan merupakan hukuman. Dia bisa saja membunuhku untuk mengirim pesan kepada kalian semua, tetapi Yang Mulia tidak melakukannya.”


 Hilma tidak mengetahui siapa yang membuat suara menelan ludah, tetapi suara itu bergema melalui ruangan yang luas.


 "Aku berharap Yang Mulia Sorcerer King akan tetap bersama kita selamanya. Jika itu master kita, dia pasti..."


 Keheningan yang menekan sangat membebani hati mereka.


 "Hoooooh ..."


 Seseorang menghembuskan napas seperti seorang utusan ketika mereka memberikan kesaksian tentang suatu mukjizat.

 Mereka tidak tahu kapan siksa neraka akan menimpa mereka, tetapi sebagai orang yang hidup dalam ketakutan terus menerus, ini merupakan suatu keselamatan.


 "Begitu ... jadi kau mengatakan bahwa kita harus lebih setia daripada sebelumnya kan?"

 "Ya, Noah. Kita harus melakukannya ... sekarang kita mengetahuinya. Namun perdana menteri Sorcerous Kingdom, Albedo, masih merupakan master yang menakutkan. Aku tidak bisa membayangkan dirinya mengatakan ucapan yang sama dengan Yang Mulia Sorcerer King katakan padaku..."


 Meskipun dia menggumamkan kalimat terakhir itu pada dirinya sendiri, teman-temannya yang telah mendengarnya semua tampak terkejut di wajah mereka.

 Sulit untuk membaca pikiran iblis yang dikenal sebagai Albedo, tetapi intuisinya mengatakan kepadanya bahwa ada sesuatu yang salah pada saat itu.

 Mungkin itu karena otaknya telah terbebani dengan kondisi ekstrem.

 Intuisinya memberitahunya:

 Meskipun Sorcerer King bisa dianggap sebagai sosok yang penuh kasih, Albedo merupakan seseorang yang melihat manusia sebagai mainan belaka. Sesuatu seperti itu.

 Hilma benar-benar ingin mencoba yang terbaik untuk mewujudkan agar dirinya dan teman-temannya bisa menjadi bawahan langsung Sorcerer King. Dia akan menjadi tipe master yang menghargai seseorang berdasarkan kinerja mereka dan tidak akan memperlakukan bawahannya secara tidak masuk akal.


 "Semuanya. Mari kita bekerja lebih keras untuk Yang Mulia Sorcerer King.”


 Hilma berkata kepada mereka bertiga di depannya dan berbagi pikiran. Setelah itu, dia mulai mencari bantuan dari berbagai sumber untuk tugas yang telah diberikan kepadanya oleh Sorcerer King.

Berlangganan via Email