Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord - Volume 10 - Intermission

Intermission

Bagian paling dalam dari Slaine Theocracy.

Hanya sedikit orang yang diperbolehkan masuk ke dalam tempat suci yang tidak boleh dilanggar.

Yang pertama adalah anggota peringkat tertinggi dari Theocracy; Pontifex Maximus.

Selanjutnya adalah para kardinal, pemegang jabatan tertinggi dari enam sekte yang dipersembahkan kepada enam Dewa. Dan ternyata, masing-masing dari mereka (selain dari milik sekte yang sama dengan Pontifex Maximus saat ini) adalah seorang kandidat potensial sebagai Pontifex Maximus selanjutnya.

Kardinal api – Berencia Nagua Sandeni.

Dia adalah satu-satunya wanita diantara mereka. Dia berusia lebih dari 50 tahun, dan sedikit gemuk, mungkin karena usianya. Wajahnya yang dirawat dengan baik mengeluarkan senyum keibuan yang akan membuat semua orang yang melihatnya menjadi tenang.

Kardinal air – Ginedine Delan Gwerfe.

Dia adalah seorang pria tua keriput. Dia sangat tua sekali sehingga siapapun takkan bisa menebak usianya dengan tepat, dan kulitnya yang kurus berwarna coklat berdebu. Meskipun orang-orang khawatir dengan kesehatannya, tak ada yang bisa melebihi kecerdasannya.

Kardinal angin – Dominic Ire Partouche.

Dia terlihat seperti orang tua baik hati, tapi pada awalnya dia adalah Sunlight Scripture, dan telah memusnahkan banyak ras heteromorfik selama masanya sebagai seorang holy warrior. Kemarahannya seperti api yang mengamuk sementara nafsu membununya seperti es yang dingin.

Kardinal bumi – Raymond Zag Lauransan.

Dia adalah pria bermata tajam dan yang termuda dari kelompok ini. Meskipun begitu, dia masih berusia di pertengahan 40 an, meskipun energinya membuat itu sulit dipercaya. Dia adalah mantan anggota Black Scripture yang telah melayani selama 15 tahun – seorang pahlawan yang telah mempertahankan negaranya.

Kardinal cahaya – Ivon Jasna Dracrowa.

Matanya yang sipit dan bentuk tubuhnya yang kurus membuat seperti orang yang sinis, tapi itu jelas bukan masalahnya. Semua orang yang ada di sini tahu alasannya. Sebagai pengguna magic divine, dia berada pada peringkat hampir paling atas dari semua yang ada di sini.

Kardinal kegelapan – Maximilian Oreio Lagier.

Dia dikelilingi oleh berbagai buku yang beterbangan di udara, didukung oleh versi peningkatan dari mantra [Floating Board]. Dia memakai kacamata bulat, dan pada awalnya dia adalah seorang priest dari pengadilan. Karena itu, banyak buku yang melayang di dekatnya berkenaan dengan hukum.

Ditambah lagi, ada beberapa kepala di cabang pengadilan, cabang legislatif dan cabang eksekutif dari pemerintahan Theocracy. Ada juga kepala dari institusi riset yang menangani riset magic. Ditambah lagi, ada juga Grand Marshall, pemegang jabatan tertinggi dalam militer.

12 orang ini membentuk otoritas eksekutif tertinggi di Slaine Theocracy.

Setelah masuk ke dalam ruangan, mereka mengambil peralatan bersih-bersih dan mulai membersihkan ruangan tersebut. Beberapa dari mereka berhasil menyingkirkan debu-debu dengan pengusir debut dari bulu. Beberapa diantara mereka mengusapnya dengan kain kering, sementara yang lain mengusapnya dengan kain basah. Seseorang menggunakan item magic untuk menyedot debunya.

Tidak ada yang sia-sia dalam gerakan mereka, dan mereka membersihkan ruangan itu dengan gerakan yang dilatih dengan benar.

Tidak ada satupun dari orang-orang ini – yang berdiri di puncak Slaine Theocracy – yang malas. Keringat mengalir dari dahi mereka, jubah mereka yang cantik dan asli dikotori oleh debu, dan tak ada yang berhenti bekerja sampai ruangan itu terlihat bersih sekali.

Ruangan itu sudah sangat bersih sebelum mereka mulai membersihkannya, Sekarang terlihat seperti berkilauan.

Tak ada dari mereka yang berpikir untuk mengusap keringat mereka. Malahan, mereka berbaris di depan enam patung – yang kelihatannya melindungi ruangan ini – dan menundukkan kepala mereka.

“Hari ini, kami berterima kasih kepada para dewa sehingga manusia seperti kami masih hidup.”

Setelah Pontifex Maximus mengucapkan kalimat tersebut, semuanya mengulangi ucapan itu setelahnya.

“Oleh karena itu kami menghaturkan terima kasih kami.”

Mereka mengangkat kepala-kepala mereka yang menunduk dalam-dalam lalu meletakkan perlengkapan bersih-bersih mereka di sudut ruangan. Lalu, mereka merapalkan mantra [Clean], membersihkan pakaian dan perlengkapan mereka, dan handuk-handuk yang mereka gunakan untuk mengusap keringat mereka berbau harum.

Hanya masalah kecil membersihkan kotoran dan debu dengan mantra tingkat pertama. Memperlebar mantra itu akan bisa membuat seluruh ruangan bersih dengan mudah. Namun, tak ada seorangpun diantara mereka yang cukup hina melakukannya ke ruangan ini.

Setelah membersihkan diri, mereka mengambil tempat duduk di meja bundar.

Terimasuk Pontifex Maximus dari Slaine Theocracy.

Di meja ini, semuanya setara. Tidak ada atasan dan bawahan disini. Semuanya adalah kolaborator dan rekan. Memang benar, semau ini untuk kejayaan umat manusia.

“Kalau begitu, mari kita mulai rapat ini.”

Pembawa acara rapat ini adalah kardinal bumi, Raymond Zag Lauransan.

“Topik pertama kita adalah jatuhnya kota benteng Re-estize kingdom E-Rantel dan area sekitarnya sebagai jantung dari Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown, dua minggu yang lalu.”

Tidak ada yang mungkin lebih penting lagi dari kedatangan tiba-tiba negeri misterius ini.

Namun, terlalu sedikit orang yang tahu detil situasinya. Kebanyakan dari yang mereka tahu tidak lebih dari sekedar kabar angin.

Sebagai permulaan, mereka tahu jika Sorcerer king adalah makhluk undead, dan dia adalah magic caster yang luar biasa kuat yang telah melenyapkan pasukan kerajaan, dia mengendalkan sebuah pasukan kematian, dan ada Death Knight diantara undead-undead itu, dan seterusnya.

Raymond, yang mengomando enam scripture, melaporkan detil ini sebagai kapasitasnya pembawa acara dalam rapat.

Lalu, seseorang bicara:

“Aku tahu kita tidak seharusnya membiarkan ini terjadi, kita seharusnya ikut campur dalam perang itu!”

“...Apa yang ingin kamu katakan? Perang terbuka dengan seorang magic caster yang mengendalikan Death knight adalah sangat berbahaya. Bukankah kita semua setuju dengan itu sebelumnya? Mungkin kamu boleh menolaknya, tapi jangan membalik keputusan kita sebelumnya...Meskipun, aku tidak mengira dia akan mendirikan sebuah negara.”

Kelompok itu mengangguk satu persatu.

“Apa yang direncakan oleh Empire? Mereka bersekutu dengan Sorcerous Kingdom dan mereka menyetujui pendirian negara itu, jadi apakah itu berarti mereka secara resmi bekerja sama? Atau apakah mereka sedang dikendalikan oleh magic?”

“Aku meragukannya, Paradyne ada di sana.”

“Kalau begitu, kurasa kita membuat kesalahan berpikir kaisar bisa dipercaya.”

“...yeah..., sebuah masalah yang lebih penting lagi adalah kenyataan bahwa dia adalah beberapa individu yang berbakat yang tidak dimanfaatkan dengan benar. Apakah kita harus mulai menjalankan rencana menariknya ke pihak kita?”

“Kalau begitu-“

Setelah tepukan tangan sebentar, debat yang mulai memanas itu sejenak turun tensinya.

“—Thousand Mile Astrologer mengamati pertempuran antara Empire dan Kingdom. Namun, ada sedikit masalah, jadi laporannya terlambat. Saya mohon maaf.”

Masalah yang dimaksud mungkin adalah kenyataannya dia mengunci diri di dalam ruangannya dan berada di sana dalam wkatu yang agak lama. Setidaknya, begitulah yang dipikirkan oleh semuanya.

“kalau begitu, kami akan mendistribusikan laporan apa yang dia lihat. Ini belum diverifikasi oleh yang lainnya, ini hanya catatan beliau terhadap apa yang dilihat dari pasukan dari Sorcerer king di medan perang.”

Menyusahkan sekali, pikir semua orang, meskipun mereka tidak mengatakannya. Mreka mengambil catatan itu dan mempelajarinya.

Mereka berhenti setelah lembaran terakhir dari kertas itu. Mereka mengulang lagi bagian itu berkali-kali. Mereka mengeluarkan ekspresi kaku yang sama dan wajah mereka perlahan semakin pucat.

Raymond tersenyum melihat perubahan ekspresi mereka. Dia sudah melalui hal yang sama yang terjadi pada mereka sekarang, dan dia senang karena penderitaan sangat senang mencari teman.

Lalu, seakan mewakili yang lainnya, Maximilian berteriak. Mulutnya terbuka sangat lebar sehingga kacamatanya sampai terjatuh, tapi dia kelihatannya tidak perduli dengan itu.

“Tidak mungkin! Bagaimana mungkin hal seperti bisa ada?!”

“Aku sudah bilang pada kalian sebelumnya, ya kan !? Ini hanyalah deskripsi yang diakui telah melihatnya.”

Maximilian terdiam di hadapan respon dingin Raymond.

Dia terengah-engah seperti baru saja melakuan sprinting. Saat Maximilian berusaha mengendalikan pernafasannya, Berenice memutuskan untuk menanyakan yang lain, melihat apakah ada orang yang memiliki pendapat yang sama.

“Bisakah kamu mengatakannya lagi? Apakah ini benar-benar nyata?”

“Jika semua orang di sini percaya dengan ucapan dari ‘Thousand Mile Astrologer’, maka itu memang benar.”

Dengan tampang perih di wajah, mereka semua melihat kembali kertas-kertas yang sedang mereka pegang.

Mereka semua berhenti di tempat yang sama – komposisi dari pasukan Sorcerer king.

“Ratusan Death Knight (setidaknya 200), ratusan Soul Eater (setidaknya 300)... ya kan? Jika mereka mengamuk, bukan masalah Kingdom, Empire, dan aliansi negara kota atau Holy Kingdom lagi – mereka semua bisa dihancurkan!”

“..Begitu juga dengan kita. Jika makhluk-makhluk ini mengepung kita, akan memerlukan waktu berabad-abad sampai bisa pulih dari kerusakannya.”

Death Knight. Tingkat kesulitan sekitar 100 atau lebih tinggi. Mereka mampu menciptakan Squire Zombi yang mana bisa membuat zombi-zombi sendiri. Zombi-zombi itu sendiri tidak memiliki banyak kekuatan tempur, tapi mereka mungkin bisa memunculkan undead yang lebih kuat.

Soul Eater. Tingkat kesulitan sekitar 100 hingga 150. Mereka adalah undead dengan kemampuan efek menyebar dari sangat dekat. Mereka bisa mengkonsumsi jiwa-jiwa yang dari yang telah tiada untuk bertahan hidup dan tumbuh semakin kuat jika semakin banyak jiwa-jiwa yang mereka makan. Mereka memancarkan aura ketakutan. Tanpa setidaknya magic caster tingkat 3, bahkan mengahadapi mereka adalah tidak mungkin.

Mereka semua adalah undead dengna level yang bisa menghancurkan sebuah kota atau sebuah negara kecil sendirian saja.

“Apakah dia tidak salah? Mungkin Sorcerer king menyadari penyadapan kita dan menggunakan ilusi untuk membingungkan kita.”

Ivon mengedepankan kemungkinan itu saat dia mengulurkan lengan-lengannya yang seperti ranting yang layu.

“Oh”, orang-orang di sekitar pun bergumam, tapi Raymond menghancurkan kemungkinan itu.

“Black Scripture mengetahui banyak monster. Memang benar dia tidak memiliki gambaran penuh dari keadaan di sana, dia – Thousand Mile Astrologer – bertanggung jawab menyediakan dukungan intelijensi bagi timnya. Tidak mungkin dia bisa salah. Ditambah lagi, kami sudah memastikan melihat banyak death knigth dan soul eater di dalam ibukota Sorcerous Kingdom – mantan kota E-Rantel.”

Itu dijawab dengan beberapa helaan nafas kecewa.

Yang bisa mereka lakukan adalah mengakui hal itu dengan suara penuh kelelahan, lalu mereka melanjutkan diskusi masalah tersebut.

“Apa yang harus kita lakukan? Apa tindakan terbaik bagi kita, sebagai pelindung umat manusia? Apa yang bisa kita lakukan dengan 500 monster, yang masing-masingnya saja bisa menghancurkan sebuah negeri dengan sendirian?”

“Jadi kekuatan mereka setara dengan 500 negeri kecil... itu gila, ya kan? Seberapa buruknya negeri itu membuat keseimbangan antar negara menjadi jomplang?”

“Pertanyaannya adalah, apa yang ingin dilakukan oleh Sorcerer King dengan kekuatan tempur sebesar itu? Jika dia hanya berniat agar mereka mempertahankan wilayahnya, itu tidak akan masalah di jangka pendeknya.”

“Bagaimana mungkin? Itu terlalu banyak hanya untuk bertahan. Dan juga, bukankah Sorcerer King sendiri adalah undead, yang benci dengan makhluk hidup? Aku yakin dia akan menggunakan kekuatannya untuk menyerang negeri-negeri tetangga.”

“Tidak masalah bagaimana Sorcerer King berniat menggunakan kekuatan militernya. Yang masalah adalah apa yang bisa kita lakukan tentang hal itu.”

Itu adalah pendapat yang valid, dan arah dari pertemuan itu mulai berbalik.

“kalau begitu... bisakah Black Scripture menanganinya? Itu adalah yang terpenting.”

Mereka adalah kartu as terakhir dari Slaine Theocracy, sebuah pasukan khusus yang terdiri dari para pahlawan. Bisa dibayangkan mereka adalah para petualang adamantite, tapi ada perbedaan jelas antara mereka berdua, yaitu perlengkapan mereka.

Para dewa telah meninggalkan equipment divine di dunia ini, tapi para petualang harus pergi melakukan quest epic, quest yang seperti heroic saga, hanya untuk memperoleh satu bagian dari persenjataan lengkap mereka.

Sebaliknya, masing-masing anggota Black Scripture memiliki banyak benda-benda perlengkapan seperti itu.

Meskipun jika mereka bisa menangani sebuah ancaman seperti ini, maka mereka masih harus melakukan sebuah ritual upacara besar untuk memanggil angel dengan peringkat tertinggi untuk menangani masalah tersebut.

Tentunya angel-angel yang paling agung yang bisa mengalahkan para Death Knight dan Soul Eater. Namun, jumlah besar lawan mereka membuatnya sangat tidak menenangkan.

Semua mata tertuju kepada Raymond.

Dia tertawa kecil. Beberapa orang tersenyum merespon tawa ini, tapi senyum ini berhenti di wajah mereka saat mereka mendengarkan apa yang dia katakan selanjutnya:

“Itu tidak mungkin. Aku bilang ini sebagai mantan peringkat ketiga dari Black Scripture; siapapun yang mengharapkan kami menghadapi 500 makhluk seperti itu pasti adalah orang yang benar-benar gila. Sudah cukup buruk jika mereka muncul dengan jumlah setara. Tidak, jika bukan karena ini, mengapa Thousand Mile Astrologer mengunci diri dengan keputusasaan? Namun...”

Maksud yang sebenarnya dari senyum itu berubah.

“Lain ceritanya untuk God-kin (keturunan para dewa)”

“Ohh,” suara gembira pun terdengar.

Dua orang seharusnya mampu menghadapi satu pasukan Death Knight dan Soul Eater. Tentu saja, untuk jaga-jaga, kita masih perlu untuk memberikan dukungan cadangan yang terbaik sebisa mungkin.”

“Jadi itu baik-baik saja dengan mereka berdua.”

“yah, itu melegakan.”

Ditengah-tengah sorak-sorak kegirangan ini, hanya Ginedine yang berbunyi “hmph”. Merasakan suasana berat dari kelelahan di sekitarnya, semuanya terdiam.

“...Kamu tidak mengatakan kepada kami semuanya, ya kan?”

“Ginedine, apa maksudmu?”

“Hukum tidak melarang testimoni palsu dan menyembunyikan kebenaran di tempat ini, tapi kita adalah rekan-rekan yang mengabdi kepada bendera yang sama dan berbohong adalah pelanggaran berat. Jika kamu setuju dengan ini, biar kutanya satu hal padamu: Apa yang kamu sembunyikan?”

“Ginedine. Ada apa denganmu? Mengapa kamu berkata begini?”

“Dominic, aku punya pertanyaan. Mengapa Thousand Mile Astrologer mengunci diri?”

Mengetahui hal itu tak ada yang bisa menjawabnya, dia melanjutkan ucapannya.

“Dia melakukannya karena merasa sangat putus asa. Atau mungkin dia pasti menderita karena suatu kejutan. Memang benar sebuah pasukan kematian menakutkan. Namun, dia adalah anggota Black Scripture. Apakah kamu pikir dia akan bersembunyi begitu saja karena itu?..... karena dia meliaht sesuatu yang bahkan God-kin tidak bisa kalahkan. Laporan ini belum lengkap, ya kan?”

Semuanya melihat ke arah Raymond dan Ginedine.

“...Apa yang ingin kamu coba peroleh dengan menyembunyikan hal itu? Aku percaya kepadamu. Aku tahu bukanlah semacam orang yang akan menggunakan Scripture untuk kepentingan sendiri. Tapi mengapa kamu tidak membuka hal ini?”

“Bagus sekali. Seperti yang kuduga darimu, Ginedine. Aku hanya ingin menjelajahi segala kemungkinan... kalau begitu, aku akan mengatakannya. Tersiksa karena masalah ini saja memberiku sakit maag, jadi aku lega membaginya dengan para hadirin semua di sini.”

Raymond melihat ke arah para pendengar yang sedang duduk.

“Berapa banyak yang kamu tahu tentang pertempuran antara Kingdom dan Empire – tidak, antara Kingdom dan Sorcerous Kingdom?”

Orang yang menjawab untuk mereka adlah Pontifex Maximus.

“Aku dengar bahwa Sorcerer King menggunakan sebuah mantra yang sangat kuat. Hasilnya, pasukan kerajaan dibuat mundur dan dikalahkan. Karena itu, mereka setuju dengan permintaan yang dibuat sebelum peperangan dan menyerahkan E-Rantel kepada Sorcerous Kingdom agar bisa mendirikan sebuah negeri. Hanya itu.”

“Dan jumlah yang mati?”

Pontifex Maximus hanya menggelengkan kepada ke arah Raymond.

“Aku tidak tahu. Berita itu belum sampai kepadamu. Seharusnya sama halnya denganmu, ya kan?”

“Ya. Para pendeta dan para pedagang tidak pergi ke E-Rantel sekarang setelah menjadi jantung pusat dari Sorcerous Kingdom, dengan seorang raja undead. Jadi yang kita dengar hanyalah rumor dari sumber yang asal.”

“Jadi kita memerlukan para Scripture – hal semacam ini lebih cocok untuk Clearwater Scripture daripada Windflower Scripture, ya kan?”

“Ya, itulah kenapa hanya komandan dari enam scripture – yaitu, anda – yang tahu sebenarnya. Yang kami tahu adalah yang sedikit bocor.”

“...Ternyata begitu. Kalau begitu, buka semuanya, versi yang lengkap dari apa yang dilihat oleh Thousand Mile Astrologer selama pertempuran itu kepada kami.”

Setelah membaca sisa laporan, ruangan itu dipenuhi dengan keheningan yang membuat putus asa.

Merasa hal ini tidak bisa terus dibiarkan, Ivon bertanya:

“Ternyata begitu... Kamu takut jantung kami akan berhenti jika kami melihatnya dahulu, ya kan?”

“Kurang tepat. Jantung kalian cukup kuat untuk bisa mengeluarkan rambut. Aku hanya takut bahwa jika aku buka dengan begini, tak ada dari kalian yang akan mempercayainya.”

Ivon mengangguk, tak mampu menyangkalnya.

“Memang benar kita akan meragukan ini jika kita melihatnya dahulu. Kami tidak akan mempercayainya sama sekali. Tapi setelah memahami kenyataan dari pasukan Sorcerer King, kami tidak punya pilihan lain selain mempercayainya.”

“Tetap saja... aku tidak ingin mempercayai ini. Dengan hanya satu mantra, dia membunuh lebih dari separuh pasukan kerajaan. Selama peperangan ini, Kingdom mengerahkan 260.000 orang. Separuhnya berarti setidaknya 130.000 orang, ya kan? Aku dengar pasukan kerajaan dikalahkan, tapi ini...”

“Hanya dia yang melihatnya, ya kan? Tidak aneh jika jumlah korban yang mati hitungannya dilebih-lebihkan...”

“Meskipun begitu, deskripsi dari menyapu habis seluruh sayap pasukan kerajaan dengan satu mantra itu artinya lebih dari 80.000 yang mati. Lalu ada monster-monster mengerikan yang muncul dari pengorbanan itu...”

“Aku tidak bisa menolak apa yang dia lihat lagi. Ini adalah magic tingkat dewa. Magic tingkat 11, kalau tidak salah? Seharusnya itu.”

“Kedatangan para dewa.”

“Apa yang ditulis di sini mirip dengan deskripsi dewa itu... apakah mungkin dia turun dari langit sekali lagi?”

“Tidak mungkin. Tradisi turun temurun mengatakan bahwa Dewa Kematian, Surshana-sama, dibantai oleh Eight Greed King yang terkutuk. Ini pasti lainnya. Dan jika Surshana-sama benar-benar turun sekali lagi, orang itu pasti akan bilang kepada kita. Lagipula, orang itu adalah pengikuti pertama dari Surshana-sama.”

“kalau begitu, akhirnya datang juga?”

“Mungkin saja, ya. Setelah 200 tahun.”

“Seharusnya benar, menurut tradisi turun temurun. Mungkin akan muncul di suatu tempat di benua ini.”

“Kekuatan negeri mereka meningkat sangat lambat sekali karena sekumpulan sampah itu mengacaukan banyak rencana.”

“Orang-orang bodoh di dalam Kingdom...”

Semuanya bertampang benci di matamereka saat mendengarkan ucapan itu.

Kingdom adalah negara yang secara geografis yang paling aman dari semuanya. Karena itu, Slaine Theocracy membantu mereka berharap Kingdom akan menjadi negeri yang akan menyelamatkan umat manusia. Dengan mengembang biakkan dalam jumlah besar manusia di tempat yang aman dan subur, banyak individu-individu berbakat yang juga akan muncul, yang bisa meningkat menjadi para pahlawan yang bisa menahan serangan dari yang bukan manusia. Namun, kedamaian dan kemakmuran membuat mereka jatuh ke dalam kemerosotan, dan Kingdom sudah membusuk dari dalam.

Apa yang lebih menyusahkan adalah bagaimana mereka menghasilkan narkotik dan mengirimnya keluar ke negeri yang menjanjikan lainnya, Empire.

Oleh karena itu, Theocracy merubah rencana mereka.

Rencana cadangan mereka adalah membiarkan Empire melumat Kingdom, lalu mengedukasi individu-individu berbakat di dalam Empire.

Alasan mengapa Theocracy tidak menaklukkan Kingdom sendiri adalah karena mereka nantinya akan menjadi tetangga dari Republik, yang mungkin akan menjadi gerakan berbahaya di dalam diri orang-orang yang ingin menghancurkan Republik.

Prinsip dasar dari Theocracy adalah manusia dipilih oleh para dewa, dan ras-ras lainnya harus dimusnahkan.

Oleh karena itu, mereka menanamkan sebuah sikap dalam orang-orang bahwa mereka dikelilingi oleh musuh dan tidak ada pilihan lain selain bekerja sama. Ini adalah satu-satunya cara agar mereka bisa fokus dengan kekuatan nasional mereka dan menjadi sebuah negera kuat. Namun, jika mereka menjadi tetangga dengan Republik, ada sebuah peluang filosofi mereka mungkin akan menyebabkan arah yang berbahaya.

Semua yang ada di sini memahami bahwa mereka hanya bisa merencanakan masa depan Slaine Theocracy dengan mengetahui kekuatan dari negeri mereka, yang ada di negeri lain, masalah mana yang diprioritaskan. Namun rakyat biasa akan berteriak perang dengan republik agar bisa menghancurkan musuh dari umat manusia.

Itu akan sangat berbahaya.

Republik sangat kuat.

Tepatnya, bahaya berada pada salah satu kounselir republik, Platinum Dragon Lord, putra dari Dragon Emperor. Jika mereka bertarung dengannya, yang paling kuat dari Dragon Lord, mereka bisa menerima akibat negeri mereka menjadi rata dengan tanah. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tidak tahu itu? Apa yang mereka pikir? Mereka akan melihat musuh untuk dikalahkan, namun yang bisa mereka lakukan adalah gigit jari dan menunggu.

Tentu saja, semua orang yang ada di sini bisa dengan mudah membatalkan kebencian itu dengan mudah melalui paksaan, tapi itu akan menghasilkan serangan balasan yang akan melemahkan kekuatan negeri mereka. Ditambah lagi, mereka tidak bisa menyangkal bahwa sebuah perang mungkin akan terjadi di masa depan.

Oleh karena itu, Theocracy tidak bisa berbagi perbatasan dengan Republik, ataupun secara langsung mengendalikan Kingdom. Meskipun jika mereka ingin menguasai dari bayangan, Kingdom terlalu besar.

“Mari kita pertimbangkan Sorcerer King dahulu. Pada awalnya, dia seharusnya yang telah menghancurkan Sunlight Scripture, beberapa waktu yang lalu.”

Udara kelihatannya seperti retak dan membeku.

“Seorang magic caster dengan nama itu muncul di desa terdekat dengan nama itu di waktu yang hampir bersamaan, kurasa kita tidak salah, ya kan?”

“Bagaimana dengan vampir yang ditemui oleh Black Scripture? Bawahan dari Sorcerer King?”

“Itu sangat mungkin, tapi kurasa lebih tepatnya itu adalah makhluk yang berada pada level yang sama dengan Sorcerer King, seperti orang-orang itu. Jika tidak, maka tidak mungkin bisa menjelaskan kekuatan itu.”

“Memang benar, jadi karena kita sudah dalam topik adanya banyak kemunculan, Jaldabaoth seharusnya adalah makhluk seperti itu, ya kan? Itu akan menjelaskan kekuatan yang dia pegang di dalam kingdom, begitu juga dengan alasan seorang monster dengan kekuatan semacam itu muncul tiba-tiba.”

“Lalu bagaimana dengan Momon? Dia kelihatannya sedang mengejar vampir itu, tapi jika prediksiku benar, dia seharusnya adalah makhluk yang mirip dengan Sorcerer King. Itu juga akan bisa menjelaskan mengapa dia sekuat Jaldabaoth. Pertanyaannya adalah apakah dia adalah sekutu dari Sorcerer King atau bukan...”

“Momon telah membantai Vampir tersebut dan berdiri melawan Jaldabaoth. Meskipun mereka mungkin makhluk yang sama namun saling berlawanan satu sama lain, mungkin saja mereka masih bermusuhan ya kan? Setelah itu, dia menegosiasikan perdamaian dengan Sorcerer King dan menjadi sekutunya.”

“Kalau begitu hanya ada pertanyaan mengapa dia membunuh vampir itu dan melawan Sorcerer King. Mungkin dia membunuhnya karena dikendalikan oleh Harta karun tertinggi. Tetap saja, mengapa dia melawan Jaldabaoth?... Jika Momon adalah rekan dari Sorcerer King, dalam skenario macam apa dia menjadi musuh Jaldabaoth?”

“...Mungkin saja Vampir dan Jaldabaoth bekerja sama, sementara Sorcerer King dan Momon bersekutu. Atau mungkin ada satu dimana Vampir, Jaldabaoth, Sorcerer King dan Momon semuanya bermusuhan. Ada juga kemungkinan lain. Tapi informasinya terlalu sedikit.”

“Skenario terburuk adalah keempatnya adalah makhluk dalam pihak yang sama, tapi kemungkinan itu sangat rendah. Momon terlalu rendah hati. Biasanya, orang dengan kekuatan seperti itu akan sering memamerkannya dimana-mana. Ya kan, seperti Eight Greed King. Atau mungkin, seperti Dewa kita.”

“Ternyata begitu, jadi alasan mengapa dia tidak melakukan itu karena dia sedang mewaspadai yang lainnya. Tidak, mungkin dia sedang mewaspadai mereka yang berada pada level yang sama dengannya.”

“Kalau begitu, karena Sorcerer King telah muncul dan mulai membangun negeri, seseorang harus bertindak untuk memenuhi perbedaan dalam kekuatan tempur. Jika ucapan Momon bisa dipercaya, Honyopenyoko memiliki seorang rekan. Kita harus mewaspadainya, begitu juga dengan Jaldabaoth.”

“Sekarang ini semua hanyalah dugaan. Kita harus berpikir untuk membuat kontak dengan Sorcerer king atau Momon”

“Terlalu beresiko. Jauh terlalu beresiko. Kita harusnya malahan pergi ke Empire dan memperoleh informasi dari orang-orang di sana, dan membuat kontak dengan sang kaisar.”

“Itu akan bagus, selaam kaisar tidak menggoyangkan ekornya untuk Sorcerer King, itu dia.”

“Itu adalah sebuah perjudian, tapi mau bagaimana lagi. Jika kita tidak melakukan apapun selain gemetaran di sudut, kita hanya akan berakhir menjadi permainan tangkap menangkap dengan yang lainnya.”

“Tetap saja, ketika kamu mengatakan sebuah perjudian... berapa banyak yang kita pertaruhkan? Jika kita mengacaukannya, itu akan menjadi casus balli untuk menyerang kita, ya kan? Kita seharusnya memahami posisi kaisar dalam masalah ini sebelum membuat kontak.”

Saat semuanay setuju dengan penawaran itu, orang lainnya menanyakan pertanyaan yang beralasan.

“..Tetap saja, apakah tidak ada pemberontakan di E-Rantel, kota itu dikuasai oleh undead? Apakah mereka semua terbunuh? Atau apakah ada rezim teror sempurna di sana?”

Setelah mendengar pertanyaan itu, sulit bagi semuanya mempercayai jawaban Raymond.

“Menurut laporan kami, kelihatannya dikuasai dengan damai.”

Hah?! Itu kedengarannya tidak ccok dengan orang-orang ini sama sekali, tapi mau bagaimana lagi jika memang seperti itu.

“Hmhm. Di usiaku sekarang, aku sering mendengarkan hal-hal yang sebenarnya tidak ada di sana, tapi kelihatannya kondisiku tiba-tiba menjadi lebih buruk. Raymond, apa maksudnya dengan damai itu?”

“Kelihatannya matahari seperti akan jatuh dari utara besok.”

“..Baiklah, cukup dengan bercandanya. Jika Raymond mengatakan yang sebenarnya, itu akan menjadi pemandangan yang sulit dibayangkan. Apakah informan kita orang gila atau tukang menyindir?”

“Laporan menyatakan bahwa Death Knight digunakan sebagai penjaga kota, Elder Lich sebagai pegawai negeri sementara Soul Eater digunakan untuk menarik gerobak.”

Rahang semua orang terjatuh selain Raymond.

“Tidak tidak tidak, tunggu sebentar. Apa? Bisakah kamu mengatakannya sekali lagi?”

Di hadapan Maximilian dan kacamatanya yang hilang, Raymond tidak merubah ucapannya saat dia mengulanginya.

Haaah?! Sekali lagi, hal sama tidak cocok dengan suara yang keluar.

Masing-masing dari makhluk utu adalah makhluk undead yang memiliki kekuatan yang bisa membuat rahang ternganga. Tapi sekarang, knight dari dunia bawah menjaga ketertiban umum seperti seorang prajurit kecil yang baik, Lord dari labirin duduk di sebuah meja mengatur aliran barang-barang, dan seekor monster yang bisa membantai seluruh kota melakukan pekerjaan seekor kuda dan perawatnya.

Dan negara seperti itu berada tepat di sisi lain dari perbatasan mereka.

“Gila. Lubang neraka mana mereka datangnya?”

Undead jalan-jalan dengan tenang di jalanan dan mengatur kota. Yang bisa mereka bayangkan adalah seluruh manusia di sana pasti mati.

“Tidak, mantan penduduk E-Rantel – penduduk Sorcerous Kingdom saat ini hidup seperti biasa di sana. Memang ada kebingungan pada awalnya, tapi sekarang sudah damai.”

“...Kelihatannya kita semua telah meremehkan Kingdom selama ini.”

“Umu... seberapa kuat semangat mereka?”

Hanya membayang berjalan di samping seekor makhluk undead yang membenci makhluk hidup membuat setiap orang yang hadir gemetaran ketakutan.

Itu seperti hidup bersama dengan monster yang kelaparan. Perasaan takut bagi orang biasa adalah hal yang lumrah.

“Mereka mungkin memaksa diri karena mereka percaya dengan warrior hebat itu, petualang pahlawan Momon the Black.”

Raymond menyampaikan apa yang terjadi di hari pertama Sorcerer King menguasai E-Rantel.

Mereka semua mendengarkan dengan cermat.

“Seperti yang kuduga. Tidak mungkin Momon menjadi rekan dari Sorcerer King.”

“Ara, bukankah itu adalah bukti lebih jauh jika Momon dan Sorcerer King berselisih? Mereka memang muncul di waktu yang hampir sama, ya kan?”

Mmm.. Semuanya mengangkat kepala sambil merenung.

Mereka merasa bahwa peluang kemungkinan itu tidaklah kecil, tapi tidak ada cara untuk membedakannya dengan jelas.

“Apakah ada sebuah cara untuk membuat Momon melawan Sorcerer King? Mungkin jika menggunakan orang-orang E-Rantel, kita bisa-“

“Itu berbahaya, jauh terlalu berbahaya. Jika berjalan dengan buruk, kita akan bermusuhan dengan Momon dan Sorcerer King bersamaan.”

“Anda benar. Sekarang ini, kita sudah mengalami kerugian yang cukup besar. Meskipun yang telah mati sudah dihidupkan kembali, Black Scripture masih kekurangan tenaga, sementara Sunlight Scripture efektif sudah hancur. Mahkota telah dicuri, Putri Miko dan Kaire tewas. Akan membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun untuk memulihkan kekuatan. Kita tidak bisa pergi begitu saja memanggang daging di sebelah naga yang sedang tidur dalam keadaan seperti ini.”

“Ya. Kita perlu menghindari pembukaan dua sisi depan di waktu yang sama.”

Saat ini, permusuhan di dalam ruangan terlihat seakan membesar.

“Para pengkhianat kotor itu.”

“Para elf brengsek itu.”

Theocracy saat ini sedang berperang dengan para elf dari Great Southern Forest (Hutan Besar Selatan). Awal mulanya, Theocracy dan para elf memiliki hubungan saling menguntungkan. Tapi hubungan itu telah hancur, dan Theocracy sekarang sedang berperang melawan para elf dengan kekuatan mereka sendiri.

Mereka telah membangun markas garis depan di Crescent Lake (Danau berbentuk sabit), pusat Elven Capital (ibukota elf). Menurut rencana, ibukota seharusnya hancur dalam beberapa tahun, tapi rencana itu perlahan menjauhi rencana semula.

“Bagaimana kalau sekarang melakukan gencatan senjata dengan mereka?”

“Jangan bodoh. Sudah berapa banyak darah yang ditupahkan dalam peperangan ini hingga sekarang? Pertama, bagaimana mungkin kita tidak boleh membalaskan dendam untuk orang itu?”

“Anak itu—“

Setelah berkata demikian, pak tua itu tersenyum pahit.

Dia memperlakukannya sebagai seorang anak karena penampilannya, tapi kenyataannya dia lebih tua dari siapapun yang ada di dalam ruangan ini.

“—Bagaimana keadaannya?”

“Di ruang yang sama di dekat sini, seperti biasanya.”

“Umu, kita harus memberinya sebuah peluang untuk membalaskan dendam ibunya.”

“Ya, jika tidak keadaan akan menjauh terlalu gawat. Seharusnya hatinya sudah agak tenang setelah membalaskan dendamnya.”

Tampang perih muncul di wajah setiap orang yang hadir.

“...Sejujurnya, aku merasa sakit hati dengan para priest kala itu. Mereka mendidik dengan buruk seorang gadis cilik dengan kepribadian seperti itu.”

“yah, jika kamu ingin berkata demikian, mungkin seharusnya kamu salahkan saja orang-orang barbar yang ada di hutan. Para kardinal tidak berpikir itu adalah ide yang bagus dengan menculik dia dari ibunya.”

“...Benar-benar topik yang menyusahkan.”

“Tetap saja, jika kita mengirimkan gadis itu, Dragon Lord mungkin akan merespon dengan baik.”

“Kekuatan para dewa, Downfall of Castle and Country, mungkin tidak akan berpengaruh dengan orang yang bisa menggunakan wild magic itu, tidak seperti Catastrophe Dragon Lord. Bagaimana kalau menggunakannya untuk Sorcerer King?”

Keheningan menghinggapi ruangan rapat tersebut. Itu adalah sebuah proposal yang sedang mereka pikirkan, namun tidak bisa menjawabnya.

“..Itu bukan ide yang buruk, tapi kenyataan bahwa kita tidak kekuatan macam apa yang dimiliki oleh para bawahan Sorcerer King membuatku tidak tenang.”

“..Jika saja benda itu bisa memberikan daya magisnya tanpa batas, maka tidak akan ada masalah.”

“Beraninya kamu! Para dewa telah memberikan nyawa mereka untuk melindungi kita, para manusia! Dan tidak kukira kamu akan bersikap tidak puas dengan harta karun yang mereka tinggalkan? Lancang sekali!”

Setelah mengomel, pak tua itu membungkukkan kepalanya dalam-dalam.

“Aku salah bicara.”

“Jaga lidahmu!”

“Kalau begitu, kembali ke topik semula. Kita semua tidak setuju menggunakan Downfall of Castle and Country kepada Sorcerer King?”

“Itu terlalu berbahaya.”

“Jika Catastrophe Dragon Lord muncul, kita bisa mengendalikannya dan menggunakannya sebagai benteng baris depan...”

Tidak ada gunanya berharap kepada yang tidak ada di sana.

“Mau bagaimana lagi. Apakah kita harus mengirimkan utusan untuk bicara dengan Dragon Lord itu tentang para elf?”

“Siapa tahu mereka akan minta apa nantinya?”

“Mari kita terima saja jika permintaan itu terlalu tidak beralasan. Lagipula, itu untuk kedamaian jiwa gadis tersebut.”

Tidak ada sangkalan. Semua yang ada di sini tenggelam dalam introspeksi.

“Fufu—“

Sebuah tawa kecil terdengar, dan mata setiap orang tertuju kepada orang yang mengeluarkan suara tersebut.

“Fufu. Sekarang ini semua orang yang tahu situasi terdahulu semuanya sudah tiada... yah, kalian semua adalah sekelompok orang yang sangat perlu dikasihan.”

Ucapan itu mungkin akan terasa menhina, tapi nada yang digunakan malah sebaliknya.

“...Tujuan kita adalah untuk mempertahankan umat manusia dari ras-ras lainnya, dan seluruh umat manusia termasuk gadis itu. Kurasa kita bisa dimaafkan sedikit karena sudah menyalah gunakan kekuasaan kita jika untuk menyelamatkan seorang rekan.”

“... Aku tidak punya alasan untuk menolak jika ini tidak akan membuat korban satupun.”

Saat dia mendengar ini, Grand Marshall tersenyum pahit.

“Akan lebih baik mengirimkan pengetahuan ini secara langsung daripada melalui berita antar mulut, ya kan? Tidak apa jika kita menghadapi seseorang yang istimewa, tapi akan bahaya jadinya jika pihak lain malahan bersembunyi. Menyebarkan pengetahuan itu juga akan mempermudah pengumpulan informasi.”

Ini adlah saran yang telah dibuat selama lebih dari berabad-abad. Biasanya, itu akan ditolak setiap kalinya.

“Dunia kita serapuh perahu kecil yang diombang-ambingkan oleh lautan. Semakin sedikit orang yang tahu akan semakin baik. Lagipula, mungkin saja akan ada badai setiap 100 tahun atau lebih. Apakah kamu kira orang-orang bisa tidur dengan mudah jika tahu hal itu? Kenyataannya, yang kuat tidak bisa disembunyikan di dalam bayang-bayang terlalu lama. Mereka akan terlihat sangat jelas, bahkan jika mereka mencoba hidup seperti orang biasa.”

“Jika itu masalahnya, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh tuan mantan kardinal tentang hal itu?”

Mereka semua mengeluarkan ekspresi wajah yang rumit.

“Aku sangat tidak yakin, tapi ada kemungkinan yang sangat besar terhadap adanya sebuah gerakan... Mungkin ada semacam kartu as yang disimpan.”

“Atau mungkin mantan kursi ke-9, Windstride, mungkin dia tahu sesuatu...”

“Sangat mengkhawatirkan. Apakah dia dekat dengan kita? Tidak ada yang lebih menyusahkan dari hal itu...”

Ada beberapa helaan nafas di dalam ruangan tersebut.

“Bagaimana kalau meminta bantuan para anggota Black Scripture yang telah pensiun? Dengan begitu kita bisa memulihkan kekuatan tempur kita, tidak, mempertahankan kewaspadaan. Kita bisa mengirimkan mereka ke Draconic Kingdom sebagai bala bantuan. Peluang mereka akan mati sangat kecil.”

Black Scripture biasanya ditugaskan untuk tugas yang sangat berbahaya, sehingga mereka memiliki tingkat rata-rata pelemahan mereka sangat tinggi. Namun, selama mayatnya masih utuh, mereka bisa dihidupkan kembali. Masalahnya adalah membangkitkan itu akan menguras energi kehidupan seseorang, dan dia harus berlatih dalam waktu yang lama agar bisa memulihkan kekuatan yang mereka miliki sebelum mati. Oleh karena itu, beberapa orang malahan memilih untuk pensiun.

Ada juga orang lain yang pensiun karena usianya, tapi tak perduli apapun alasannya, setiap pensiunan memiliki prioritas terhadap apa yang mereka inginkan. Memang ada mereka yang meras cukup dalam gaya hidup yang bobrok dan tanpa pekerjaan, itupun sangat kecil. Sebagian besar dari mereka tidak akan mampu menerima tatapan berulang dari istri-istri mereka dan pertanyaan “Ayaaaaah, mengapa ayah masih belum dapat pekerjaan--?” akhirnya mereka kembali bekerja.

Akan membutuhkan waktu untuk membiasakan orang-orang ini dengan perasaan dalam pertempuran yang sebenarnya, dan ada juga mereka yang lebih tua yang tidak bisa lagi bekerja seperti saat mereka masih di puncak usia. Tetap saja, mereka lebih bisa diandalkan daripada yang lainnya.

“Jelaskan saja situasinya kepada mereka dan buatlah permintaan kita. Jangan harapkan setiap orang akan mau mengangkat senjatanya kembali lho.”

“Tentu saja. Membutuhkan orang yang brengsek untuk mau menekan orang-orang yang telah menyelesaikan misi-misi di tempat-tempat berbahaya lalu pensiun.”

“Ya. Minta saja kepada mereka. Jika ada yang setuju, berikan bayaran lebih dari yang mereka duga.”

“Jika saja mereka mau menggaji kita.”

Tawa kecil menghina diri bergema di seluruh penjuru ruangan.

Komplain terhadap kurangnya gaji adalah gurauan pribadi bagi mereka.

Di dalam Theocracy, gaji akan jauh ke bawah setelah mereka naik ke peringkat tertentu. Ini adalah sebuah bentuk pemurnian diri, agar bisa memastikan bahwa orang-orang itu tidak akan dimotivasi oleh tingginya gaji sehingga melahirkan sikap tamak. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang menduduki jabatan tinggi melakukan hal itu karena mereka tergerak untuk melayani negara.

Setelah tawa itu berhenti. Pontifex Maximus berbicara lagi:

“Kalau begitu, semuanya, mari kita mulai topik selanjutnya. Raymond, silahkan.”

Berlangganan via Email