Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord - Volume 10 - Chapter 3

Chapter 3 : The Baharuth Empire

Part 1

Albedo akan berangkat menuju Kingdom Re-Estize di hari yang cerah, dan datang untuk mengantarkan kepergian Albedo di halaman kediamannya.

Ada lima kereta mewah yang diparkir di sana. Salah satunya adalah untuk Albedo dan yang lainnya adalah untuk barang bawaannya. Satu kereta sisa mengandung hadiah-hadiah untuk sang raja, untuk mengesankan mereka perbedaan kekuatan antara Kingdom Re-Estize dan Sorcerous Kingdom. Dengan dikelilingi oleh 20 Death Cavalier yang Ainz ciptakan.

Cukup sederhana sebenarnya dengan hanya berteleport saja ke Kingdom, tapi mereka memilih untuk tidak melakukannya.

Albedo dan rombongannya bertanggung jawab untuk mendemonstrasikan kekuatan dari Sorcerous Kingdom. Sebagian dari tujuan itu yaitu dengan menggunakan monster sebagai ganti dari kuda-kuda untuk menarik kereta mereka; sebuah ancaman yang tersirat jika boleh dikatakan.

“Kalau begitu, Ainz-sama, tolong jaga diri anda untuk sementara.”

“Umu, hati-hatilah. Kita masih belum menemukan orang-orang yang telah mencuci otak Shalltear. Oleh karena itu kita tidak boleh mengesampingkan kemungkin bahwa mereka mungkin akan memilih untuk mengendalikan dirimu, lalu menggunakanmu sebagai bagian dari taruhan besar untuk memberikan kerusakan yang besar pula kepada Nazarick.”


“Tentu saja, saya akan berhati-hati dan takkan pernah membiarkan ini meninggalkan diri saya.”

Albedo sedang memeluk item kelas dunia di dadanya.

“Aku yakin memiliki benda itu seharusnya telah mengeliminasi resiko tercuci otak oleh item kelas dunia. Namun, pihak lawan mungkin tidak hanya terbatas pada item itu saja. Ditambah lagi, memang itu adalah item kelas dunia yang paling kuat terhadap obyek fisik, jangan lupa jika itu tidak seberapa berguna melawan target individu.”

“Begitukah? Senjata utama saya adalah versi transformasi dari ini...”

“Memang lebih lemah dari item kelas divine spesialis. Meskipun begitu, masih sangat kuat sehingga takkan pernah bisa dirusakkan atau dihancurkan. Yang ingin kukatakan adalah, jangan ceroboh hanya karena kamu kuat. Meskipun aku tidak berpikir kamu akan membuat kesalahan seperti itu...”

Setelah dipikir-pikir, Albedo memang tak pernah pergi keluar hingga sekarang.

Ainz menempatkannya di dalam Nazarick dan membuatnya berfungsi sebagai penjaga garis belakang. Karena itu, Ainz merasa khawatir, seakan dia sedang membiarkan seorang anak yang pergi keluar karena tugas sendirian untuk pertama kalinya.

“Tetaplah waspada dan jangan lengah. Jika kamu merasa ada bahaya, segera mundur. Apakah kamu memiliki item untuk teleportasi? Beberapa dari item itu membutuhkan waktu agar bisa bekerja, jadi apakah milikmu bisa langsung bekerja? Beberapa musuh juga bisa menghalangi teleportasi sebelum menyerang, apakah kamu sudah memikirkan cara untuk menghadapi mereka? Mungkin juga ada musuh yang mengalihkan perhatianmu dengan umpan sebelum mengepung dirimu. Jangan sampai dibodohi oleh kekuatas musuh, ok? Meskipun aku dengar kamu sudah melalui latihan tempur agar bisa meningkatkan fleksibilitasmu, kamu masih harus tetap mempelajarinya sedikit lagi. Ditambah lagi—“

Ainz berpikir, bagus juga jika aku menasehati Shalltear seperti ini sambil memikirkan taktik yang dia gunakan dalam melakukan PK. Saat dia melakukan hal itu, dia mengguyur Albedo dengan aliran ucapan dengan kecepatan seperti senapan mesin.

Sudah berapa lama dia memikirkan segala macam serangan? Ainz baru bisa kembali normal setelah dia menyadari Albedo sedang melihatnya dengan ekspresi gembira.

Ini benar-benar sangat memalukan.

Ainz terbatuk.

“yah, begitulah. Aku yakin dirimu, Albedo, tidak akan melewatkan persiapan dan segala macam tindakan pencegahan. Maafkan sudah membuatmu terlambat. Berhati-hatilah ketika bepergian.”

“Saya mengerti, Ainz-sama.”

“Meskipun ini mungkin tidak tepat ditanyakan sebelum kamu pergi, tentang Demiurge – tidak, lupakan saja.”

“Dia seharusnya baik-baik, seharusnya begitu?”

Jika Ainz menerima semacam komunikasi dari Demiurge, dia tidak akan memiliki tumpukan pertanyaan. Sebagai contohnya, Albedo tidak menolak pembentukan kembali Guild Petualang, tapi akan lebih baik untuk menanyakan kepada Demiurge secara langsung ketika dia kembali. Albedo terlihat terkejut, tapi setelah dia menyadari bahwa Ainz tidak berniat membalas, dia mengeluarkan ekspresi lembutnya seperti biasa.

“Kalau begitu, Ainz-sama. Sebagai Guardian Overseer, saya akan tunjukkan hasilnya kepada anda sehingga tidak mempermalukan istana.”

“Tindakanmu tak pernah mencederai posisimu.”

Memang benar, tepat setelah dia mengingat gaya Albedo yang menaiki Ainz dengan gaya seperti gadis penggembala sapi (cowgirl-style), tapi itu bukanlah sesuatu yang bisa diangkat menjadi topik saat ini.

“Ada satu hal yang ingin aku katakan. Memang kamu kebal terhadap penyakit, tapi mungkin saja dunia di dunia ini memiliki penyakit yang bisa melewati imunitas itu, jadi berhati-hatilah. Aku dengar bahwa sangat mudah sekali jatuh sakit di dalam perubahan musim seperti ini.”

Transisi antara empat musim sangat tidak jelas di dunia Suzuki Satoru.

Sebuah pemikiran muncul di benaknya – apa yang akan dilakukan oleh Blue Planet jika dia ada di sini? Di mungkin akan memiliki ekspresi dengan mata berkilauan seperti Albedo... meskipun, apakah dia benar-benar bisa membuat ekspresi itu adalah urusan yang sama sekali berbeda.

Kemudian, Albedo menawarkan sebuah saran, dengan sebuah tatapan wajah seperti bunga yang baru saja merekah:

“Ainz-sama! Saya, saya tahu sebuah obat yang akan bekerja sangat baik terhadap penyakit!”

“Hoh...?”

Itu sangat mengejutkan. Dia tidak menduga Albedo tahu obat-obatan yang hanya ada di dunia ini.

Nfirea yang seorang herbalist seharusnya tidak melakukan kontak dengan Albedo. Oleh karena itu, apa jangan-jangan itu datangnya dari YGGDRASIL, atau mungkin sesuatu yang diprogramkan oleh Tabula Smaragdina kepada dirinya? Rasa penasaran Ainz sekarang meningkat, Ainz sangat menantikan apa yang akan Albedo katakan selanjutnya.

“Sebuah ciuman!”

“...Sebuah ciuman?”

“Ya, ciuman menghilangkan stres dan mengaktifkan sistem saraf parasympathetic. Ketika efisiensi dari sitem saraf parasympathetic meningkat, performa sistem kekebalan tubuh juga ikut meningkat. Dengan kata lain, jika mendapatkan ciuman, takkan terkena penyakit!”

“Apa yang kamu katakan kedengarannya tidak aneh..”

Dia mengingat seseorang yang menyebutkan sesuatu tentang sistem saraf parasympathetic ketika sedang bermain YGGDRASIL. Pasti yang itu. Namun, dia tidak merasa itu akan efektif juga di dunia ini.

“Oleh karena itu, saya menginginkan sebuah ciuman~”

Albedo menutup matanya lalu mengerucutkan bibirnya.

Yang bisa dilihat Ainz sekarang adalah seekor gurita.

Deskripsi itu mungkin terdengar seperti mengolok sebuah kecantikan, tapi yang sebenarnya, tampang Albedo tidak berkurang banyak. Lagipula, seorang wanita cantik akan tetap cantik tak perduli apapun ekspresi yang muncul di wajahnya.

Pemikiran yang terlalu cepat itu berkelebat di otak Ainz.

Ainz mempertimbangkan untuk lari dari hal ini.

Dia ingin berkata, “Tentu saja tidak”, tapi jelas sekali Albedo mengharapkan sebuah ciuman. Ditambah lagi, ini adalah harapan dari seseorang yang akan pergi melaksanakan tugas, jadi Ainz ingin membantu untuk memenuhinya, hingga batas tertentu. Ditambah lagi, itu akan membuat sakit hati Albedo jika mengabaikan keinginan dari putri Tabula Smaragdina.

Ainz memegang dahi Albedo dengan satu tangan, dan menanamkan sebuah ciuman di pipinya. Meskipun begitu, Ainz tidak memiliki kulit, jadi ciuman yang Ainz berikan tidak lebih dari hanya sekedar menempelkan gigi depannya kepada Albedo. Ditambah lagi, karena Ainz tidak memiliki air ludah, yang seharusnya bisa dirasakan oleh Albedo adalah sesuatu yang kering dan keras menyentuhnya.

Meskipun ini benar-benar memalukan, Ainz harus melakukannya.

Aku lega sudah menggosok gigi, meskipun aku tidak makan apapun.

Setelah tangannya meninggalkan dahinya, Ainz bertemu dengan tatapan mata Albedo yang lebar.

“Apa, ada apa? Disamping itu, akan terlalu berlebihan mencium bibirmu, jadi pipi saja sudah tidak apa. Apakah itu salah?!”

“..Saya tidak mengira anda akan mempertimbangkannya sama sekali.”

Sebelum Ainz bisa bertanya apa maksudnya, air mata mengalir dari sudut mata Albedo.

“Fueeeeen~”

Albedo menangis. Itu bukan air mata buaya. Dia benar-benar menangis.

Setelah kejutan yang lama ditunggu dari tekanan emosi Ainz muncul, Ainz cepat-cepat berusaha melakukan sesuatu. Meskipun begitu, dia tidak tahu bagaimana harus terus maju.

Di masa lalu, ketika dia membuat Albedo menangis di ruang harta, dia memikirkan sesuatu untuk menenangkannya. Namun, tak ada yang muncul sekarang setelah Ainz membuatnya menangis karena menciumnya. Apa yang akan dilakukan oleh si kaisar bocah cantik itu (Jircniv) lakukan ketika saat-saat seperti ini? Meskipun dia terpikirkan tentang topik itu, kelihatannya tak ada satupun pemandangan yang disaksikan oleh Ainz bisa digunakan untuk menutup situasi seperti itu.

“Albedo, tolong jangan menangis.”

Ainz mati-matian ingin meminta bantuan kepada pelayan yang ada di belakangnya, tapi Ainz sudah merasa cukup malu. Dia tidak bisa membuat malu dirinya lebih jauh.

“Albedo, jangan menangis.”

Ainz menarik Albedo ke dalam dekapannya dan dengan lembut menepuk punggungnya.

Mereka tetap seperti ini untuk sementara, lalu Albedo sesenggukan. Kelihatannya air mata Albedo sudah berhenti.

Ainz melepaskan tangan yang sedang memegang Albedo, saat rasa lega memenuhi dirinya.

“Apakah kamu baik-baik saja, Albedo?”

“Ya, Ainz-sama. Maafkan saya karena sudah membuat anda melihat sisi memalukan dari diri saya.”

Meskipun ternoda oleh air mata, senyumnya masih cantik.

Hanya ada satu alasan dia menangis.

Perut Ainz mulai sakit setelah menyadari betapa kejamnya dia. Saat itu, dia berpikir tidak apa, karena permainan itu akan segera berakhir. Jika saja dia tidak berpikir demikian, dia tidak akan menangis seperti ini.

“Begitukah... yah, memang sudah waktunya, seharusnya kamu bisa pergi dengan tenang.”

“Saya mengerti, Momonga-sama!”

♦ ♦ ♦

Kelambut di kereta yang ditumpangi terbuka, dan melalui kelambu itu, Ainz melihat Albedo melambaikan tangan ke arahnya. Sebagai balasan, Ainz juga melambaikan tangan kepadanya.

Ini adalah pemandangan yang bisa ditemui ketika perpisahan di kereta api yang sering bisa dilihat di televisi.

Kereta tersebut berjalan perlahan, dan para prajurit mulai bergerak pula.

Ainz menatap sampai dia tidak bisa lagi melihat kereta Albedo, dan saat dia menatap ke kejauhan, dia mengeluarkan perintah yang berat dan suram.

“Lupakan semua yang terjadi di sini.”

“Dimengerti.”

Ainz berjalan melewati pelayan itu, yang kepalanya direndahkan. Ainz tidak mungkin bisa melihat tampang macam apa yang muncul di wajahnya.

Part 2

Bloody Emperor (Kaisar Berdarah), Jircniv Rune Farlord El-Nix mencengkeram kepalanya.

Ini bukan hal yang baru, Dia sudah sering melakukan hal ini.

Di masa lalu, dia telah menyingkirkan segala macam bangsawan, terdengar melakukan pengkhianatan yang mengguncang Empire, dan belajar dari hubungan yang semakin memburuk dengan negeri-negeri tetangga. Meskipun semua itu, pria ini tak pernah panik ataupun jatuh dalam kebingungan. Namun, menghadapi masalah yang tak punya solusinya, bahkan pria ini tidak bisa melakukan apapun kecuali mendudukkan kepalanya dengan pahit.

“Sialan! Dasar sialan! Matilah! Mati saja dan membusuklah!”

Magic memang bisa digunakan untuk mengutuk seseorang hingga mati, namun Jircniv tidak memiliki kekuatan semacam itu. Oleh karena itu, dia hanya mengucapkan kalimat-kalimat yang kasar. Jika dia bisa benar-benar membunuh pria yang dibencinya, yang telah membawa kehancuran seperti itu di otak dan lapisan perutnya dalam beberapa bulan ini, dia pasti akan dengan senang hati mencari teknik semacam itu.

“Tidak, tunggu. Akan lebih baik menyebutnya ‘hidup’, bukan mati ya kan? Atau mungkin, ‘hancur’ akan lebih tepat? Aku pernah dengar beberapa priest menghancurkan undead dengan kekuatan suci.”


Dia bahkan memikirkan hal yang tak berguna semacam itu.

Perut Jircniv terasa sakit dan lembaran rambut jatuh di bantalnya setiap pagi. Penyebabnya, pria yang bertanggung jawab terhadap semua ini adalah Sorcerer King, Ainz Ooal Gown.

Tidak ada solusi yang lebih memuaskan terhadap masalah dari Sorcerer King.

Masalah pertama adalah mengenai korban diantara para pasukan knight Imperial dalam pertempuran di dataran Katze.

Ada korban sekitar 143 nyawa; jumlah yang remeh, untuk pertikaian langsung dengan lawan. Namun, kekalahan di dataran Katze itu seluruhnya adalah karena ulah sendiri.

Ditambah lagi, 3.788 orang mengutarakan niat mereka meninggalkan pasukan knight ketika kembali ke ibukota Imperial. Dengan kata lain, lebih dari 6% dari 60.000 orang pasukan knight Imperial kehilangan keberanian mereka.

Lalu, ada ribuan orang yang protes dengan teror malam dan rasa tidak nyaman. Menurul laporannya, ada setidaknya 200 orang yang bermental tidak stabil pula.

Para knight itu adalah para warrior profesional, dan melatih setiap orangnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Masalahnya bukanlah uang. Waktu untuk melatih juga sangat penting. Tidak bisa begitu mengambil seseorang di jalanan lalu berkata, “Mulai sekarang sampai seterusnya, kamu adalah seorang knight.”

Empire membutuhkan banyak hal untuk memenuhi kekurangan jumlah knight. Tapi darimana dia akan mendapatkan dana untuk pengeluaran tersebut?

Di saat yang penting ini, terlalu beresiko menyingkirkan para bangsawan dan menyita aset mereka untuk memenuhi jumlah yang kurang.

Alasannya adalah karena masalah kedua – yaitu, petisi yang diberikan oleh para knight Imperial sendiri kepada Jircniv.

Pasukan knight diizinkan untuk membuat proposal kepada kaisar Jircniv. Ini karena ada beberapa hal yang hanya veteran yang sudah berpengalaman saja yang mengerti, dan itu juga untuk mengurangi konflik diantara petugas militer dan petugas birokrasi. Di waktu yang sama, juga untuk memberikan kesan bahwa Jircniv – yang memiliki latar belakang militer – terutama sangat senang dengan pasukan knight.

Tentu saja, bisa diduga surat-surat itu selalu berisi hal-hal positif, tapi petisi yang baru-baru ini memang kasar.

Petisi ini, dari eselon atas dalam struktur komando pasukan knight, mengutarakan keinginan mereka untuk menghindari peperangan dengan Sorcerous Kingdom.

Jircniv bisa mengerti hal semacam itu meskipun mereka tidak mengangkatnya.

Siapapun yang berani menghadapi kerajaan itu di dalam pertempuran terbuka tidak lebih dari orang yang sangat bodoh; dia pasti orang yang benar-benar gila. Itu adalah sebuah negeri yang bisa menginjak 200.000 pasukan musuh dengan satu mantra. Tidak mungkin Jircniv akan membayangkan mencari perkara dengan musuh seperti itu.

Meskipun begitu, alasan mengapa pasukan knight mengeluarkan petisi tersebut adalah karena mereka sudah kehilangan kepercayaan terhadap Jircniv.

Sebelum peperangan di dataran Katze, Jircniv mengajurkan proposal kepada Sorcerer King: “Aku harap anda akan menggunakan mantra terkuat anda”. Eselon atas dari pasukan knight tahu hal ini, dan meletakkan kesalahan atas pemandangan yang seperti neraka itu tepat di kaki Jircniv.

Dengan kata lain, mereka menggunakan Jircniv sebagai kambing hitam.

Ketika Jircniv tahu hal ini dia sangat marah dan frustasi.

Jika dia tahu magic seperti itu ada, dia takkan pernah berkata seperti itu.

Disamping itu, alasan mengapa Jircniv meminta Sorcerer King yang terkutuk itu menggunakan mantra terkuatnya adalah untuk memastikan seberapa kuat magic miliknya.

Biasanya, seharusnya adalah kebalikan dari itu. “Terima kasih sudah mengeluarkan sebagian dari kekuatan Sorcerer King. Sekarang kami tahu betul agar tidak bersikap ceroboh di sekitarnya” mereka seharusnya berkata seperti itu sambil mengutarakan rasa terima kasihnya. Lagipula, jika keadaan menjadi buruk, magic itu mungkin akan dilepaskan di dalam sebuah kota.

Namun, Pasukan knight tidak melihat hal itu seperti demikian. Karena mereka merasa bahwa Jircniv adalah kaisar yang luar biasa sehingga mereka percaya dia meminta penggunaan magic itu, tahu betul apa yang akan terjadi. Oleh karena itu, banyak tatapan curiga sekarang jatuh kepada Jircniv.

Ini adalah pertama kalinya Jircniv merasa sangat jijik dengan reputasinya sendiri.

Namun, menangis dan protes tidak akan banyak membantu. Jika seseorang bisa melakukannya menggantikan Jircniv, dia akan dengan senang hati menangis dan berteriak lalu beristirahat sampai rasa sakit perutnya telah pergi. Tentu saja, tak ada yang bisa menggantikan pekerjaan Jircniv, jadi dia harus menanganinya sendiri.

“Sorcerer king sialan! Semua ini adalah kesalahannya!”

Dia menekan rasa perih yang terpancar dari perutnya, tidak – Jircniv berhenti sejenak untuk berpikir.

Ini bukan “kesalahan Sorcerer King”. Ini adalah “konspirasi dari Sorcerer King.”

Sangat mungkin bahwa keadaan dari Empire diatur olehnya. Ketika Jircniv sudah tenang dan mempertimbangkannya, kemungkinan itu sangat tinggi.

Jircniv mengeluarkan sebuah kunci lalu membuka sebuah laci. Dia mengambil sebuah botol dari dalam.

Lalu, dia menekankan cincin perak yang dia pakai di lengan kirinya ke botol itu.

Cincin Unicorn – sebuah item yang bisa mendeteksi racun dan memperkuat pertahanan terhadap racun dan penyakit, yang bisa menyembuhkan luka sekali sehari. Setelah memastikan tidak ada reaksi, dia meneguknya.

Jircniv meletakkan botol tersebut di mejanya, lalu mengerutkan dahi.

Dia meneguk air dari sebuah botol di meja itu, untuk membasuh rasa dari cairan asing yang sekarang tidak aneh menyebar di seluruh mulutnya. Setelah itu, Jircniv menekan area di sekitar perutnya lagi.

Apakah itu hanyalah efek plasebo, atau apakah lukanya benar-benar sembuh? Memang dia tidak mungkin bisa benar-benar tahu, setidaknya perih di perutnya sudah berkurang sekarang.

“Haaaah~”

Setelah helaan nafas yang berat dan tidak biasa, seakan tugas membosankan sedang menunggunya, dia melanjutkan pekerjaannya. Pertama, dia harus mulai dengan tumpukan dokumen yang terkumpul.

Sebuah ketukan yang keras terdengar ke seluruh penjuru ruangan, seakan sedang menunggu uluran tangannya.

Pria yang masuk adalah seorang scriber (juru tulis). Seluruh scriber yang dipilih sendiri oleh Jircniv adalah pekerja yang luar biasa. Namun, pria ini bisa setara dengan Roune.

Secara tidak sengaja, tidak ada wanita diantara para scriber. Satu-satunya wanita yang dipercaya oleh Jircniv untuk menangani pekerjaan semacam ini adalah salah satu selirnya.

“Yang Mulia—“

Jircniv melambaikan tangan untuk memotong sikap sambutan yang mungkin akan memakan waktu yang sangat lama.

“—Tidak perlu melakukan itu, lewati saja sambutannya. Jangan buang-buang waktu, langsung ke masalahnya.”

“Ya, Yang Mulia. Para pedagang dari negara itu akhirnya memberikan balasan kepada kita. Mereka kelihatannya memiliki stok yang sangat bagus, dan mereka akan segera mengunjungi ibukota Imperial.”

“Benarkah sekarang!”

Jircniv tersenyum dengan hal ini, berita yang paling bagus yang dia dengar dalam beberapa minggu ini.

Negara yang dimaksud adalah Slaine Theocracy. Tak usah dikatakan, para pedagang yang dimaksud adalah utusan mereka.

Meskipun ruangan ini sudah dijaga dari mata-mata, setelah menyaksikan mantra dari Sorcerer King itu, dia akhirnya percaya bahwa semua pencegahan ini tidak lebih dari hanyalah lapisan luar saja. Kenyataannya adalah, dia memang merasa bahwa seseorang sedang memata-matainya akhir-akhir ini.

Tetap saja, tak perduli berapa banyak orang yang dia kirim untuk menyelidikinya, mereka tidak menemukan pengamat satupun. Kesimpulan yang bisa mereka pikirkan adalah ini hanyalah delusi paranoid dari pihak Jircniv saja. Memang benar, sarafnya sangat tegang sekali akhir-akhir ini, jadi mungkin saja memang begitu. Namun, dia tidak bisa menyingkirkan firasat yang datang karena diawasi.

Di masa lalu, dia mungkin akan membiarkan Fluder memasang pencegahan anti mata-mata, tapi sekarang dia tidak bisa melakukannya. Yang dia tahu, Fluder mungkin sudah mengkhianatinya. Oleh karena itu, Jircniv harus beroperasi di bawah asumsi bahwa mata-mata sudah memasuki ibukota Imperial.

Karena sebab itu, seluruh peraturan yang mengenai masalah penting harus menggunakan kode-kode sendiri, hanya ada sedikit masalah yang muncul nantinya, tapi masih lebih baik daripada membiarkan aliansi melawan Ainz Ooal Gown terbuka.

“Kalau begitu, kapan datangnya?”

“Saya yakin mereka berniat datang di dalam beberapa hari ke depan.”

Sejujurnya, dia harus mengundang mereka dengan terbuka ke ibukota Imperial, tapi itu akan menjadi jauh terlalu kelihatan jelas.

Sebaiknya menemui mereka sambil pura-pura itu adalah sebuah ketidaksengajaan. Namun, lokasi macam apa yang bisa menghindari kecurigaan?

Dia sudah kehabisan pilihan, tapi meskipun itu adalah masalahnya, dia tidak bisa menyerah seakan ini adalah permainan biasa. Merapalkan mantra yang sangat kejam itu seperti berkata kepada Jircniv, “Aku adalah undead, jadi membantai yang hidup adalah wajar.” Dia tidak mungkin mengabaikan makhluk seperti itu.

Adalah tugas dari sang kaisar dari Baharuth Empire untuk meningkatkan peluang kemenangannya, meskipun hanya sedikit.

Agar bisa memperoleh tujuan itu, salah satu tindakan pencegahan yang harus dia ambil adalah membentuk aliansi rahasia dengan Slaine Theocracy. Theocracy adalah sebuah negeri dengan sejarah yang lebih lama daripada Empire, dan juga memasukkan magic divine sebagai salah satu pilar negeri mereka. Tidak diragukan lagi itu adalah negeri terbaik yang bisa diajak untuk menghadapi undead.

Namun, akan sangat buruk jika Sorcerous Kingdom tahu hubungan Jircniv dengan Theocracy.

Empire sekarang adalah sekutu dari Sorcerous Kingdom, dan yang membantu menjamin kedaulatannya. Alasan mengapa Empire melakukan ini adalah untuk memahami kekuatan dan organisasi Sorcerous Kingdom, dan juga semua hal yang lain di dalamnya. Jika diketahui mereka bekerja melawan Sorcerous Kingdom, maka Empire tidak diragukan lagi akan menjadi target pertama dari kekuatan Sorcerous King.

“Mohon izin untuk bicara, Yang Mulia.”

Jircniv mengangkat dagunya, mengindikasikan kepada pria tersebut untuk melanjutkan.

“Bukankah sikap memusuhi Sorcerous Kingdom secara terbuka adalah tindakan yang paling bodoh?”

Jircniv menatap scriber tersebut. Kamu juga, huh. Dia melemparkan sebuah bungkus gulungan ke dalam tempat sampah yang disediakan saat dia berpikir begitu.

Jangan menghancurkan hatiku yang sedang lesu, aku mohon... Bagaimanapun...

“Kalau begitu, sebagai gantinya apa saranmu?”

“Tentang hal itu...”

Jircniv tersenyum saat dia menatap scriber tersebut menelan ludah dengan mengeluarkan suara.

“Tenang saja. Aku tidak akan mengecammu atas apapun yang kamu katkaan. Kemarilah, katakan saja.”

“Ya, kalau begitu, saya minta maaf sebelumnya terhadap tindakan kurang ajar yang mungkin akan saya timbulkan.”

Dengan terbatuk kecil, sekretaris itu berbagi pemikirannya:

“Saya yakin kita harus semakin mempererat hubungan aliansi kita, dan jika Sorcerous Kingdom memiliki permintaan apapun... kita harus memberikannya.”

Wajah scriber itu masih pucat meskipun sudah dijamin oleh Jircniv.

Di dalam hatinya, kalimat khianat itu berlawanan dengan rasa takut akan hidupnya yang akan musnah.

Jircniv sekali lagi tersenyum pahit.

“Kamu benar.”

“-Hah?”

Karena Jircniv tahu kaliber pria itu lah sehingga dia merasa mulutnya yang menganga sangat menggelikan. Jircniv tersenyum dengan cara yang berbeda dari sebelumnya, lalu melanjutkan bicaranya:

“Aku merasa apa yang kamu katakan memang benar. Jika berada di posisimu, mungkin aku akan mengusulkan hal yang sama. Tidak, aneh jadinya jika ada orang yang aku tunjuk sebagai seorang scriber tidak menyarankan hal demikian.”

Sederhananya, Sorcerous Kingdom memang terlalu kuat.

Meskipun mereka hanya bisa menilai dari sudut pandang militer, jelas sekali bahwa Sorcerous Kingdom berada pada level yang bahkan tidak bisa mereka hadapi.

Kekuatan pribadi dari Sorcerer King Ainz Ooal Gown sendiri saja sudah jauh terlalu beresiko untuk dihadapi. Lalu ada pasukan dari kematian yang dia bawa di medan perang, masing-masingnya saja dirumorkan mampu menghancurkan sebuah negara sendirinya.

Mereka benar-benar berada dalam dimensi yang berbeda. Ketika dipikir-pikir, ide itu sendiri sangat menggelikan.

“Meskipun aku merasa itu adalah pilihan terbaik, apakah itu bukan berarti kita tidak boleh mempersiapkan diri terhadap tindakan lain? Seperti contohnya, jika Sorcerer King berniat untuk menghancurkan Kingdom, apakah kamu mengira dengan hanya bertekuk lutut di depannya akan cukup bisa membiarkan kita?”

Dia masih belum mendengar ada pembantaian apapun di dalam E-Rantel.

Jangan-jangan undead tidak ada di sana? Setelah mencoba mengumpulkan beberapa informasi, dia menemukan bahwa undead menguasai kota secara terbuka merubah E-Rantel menjadi kota iblis.

Mungkin dia berniat untuk menguasai penduduk area itu tanpa membantai mereka, tapi itu menarik kesimpulan terlalu cepat. Lagipula, ada berita akan bagaimana dia menaklukkan petualang adamantite (Momon), jadi dari sudut pandang itu sendiri, bahaya sekali jika menganggap rasa belas kasihan dari Sorcerer King akan memanjang kepada Empire.

“Seperti yang anda katakan, kelihatannya saya sangat ketakutan dengan kekuatan Sorcerer King yang luar biasa sehingga tidak bisa memberikan keputusan yang rasional. Maafkan saya.”

“Tidak perlu minta maaf. Lagipula, pemikiran itu juga datang di masa lalu... kembali ke titik semula, dimana para pedagang dari negeri itu beristirahat?”

“Kelihatannya mereka beristirahat di yang terbesar urutan kedua dari empat.”

Dua dari empat yang dimaksud adalah sebuah kuli dari Dewa Api. Kalimat ‘terbesar’ bukanlah kode, jadi yang dimaksud mungkin adalah kuil terbesar di dalam Kingdom– Kuil Pusat.

Dari sini, Jircniv mulai berbicara tentang hal-hal yang ngawur dengan santainya, dengan beberapa kebohongan yang dicampurkan.

Suatu ketika, dia akan berbicara hal-hal yang dibuat-buat seperti biasa. Meskipun ada yang mendengar, menyelidiki kebenaran kalimat itu adalah proses yang membosankan. Untuk sementara, dia mungkin akan melanjutkan pekerjaan yang menekan otak ini. Saat dia memikirkannya, dia menyadari sudah berbicara selama beberapa menit.

Jircniv lalu memutuskan untuk ke masalah utama.

“Bagaimana dengan keluargamu? Apakah mereka masih baik-baik saja?”

“Hah? Ah, ya. Mereka sangat baik.”

“Begitukah? Bagus sekali. Kesehatan yang bagus adalah yang paling penting, lagipula. Aku tidak akan berbohong; sebenarnya, tubuhku sangat buruk sekali akhir-akhir ini. Obat hanya bisa menahannya sementara. Apakah aku harus membawa seorang priest kemari?”

“Kelihatannya kuil-kuil tidak terlalu senang dengan tindakan Yang Mulia baru-baru ini. Memberikan tekanan mungkin malah akan menghasilkan pukulkan balasan. Mengapa tidak mengunjungi mereka sendiri, Yang Mulia?”

“Ide yang sangat bagus.”

Kuil-kuil memerangi undead. Oleh karena itu, bagi para priest, pendirian negeri di dekat sana yang dikuasai oleh undead yang kuat adalah sesuatu yang sangat-sangat mereka waspadai. Oleh karenanya, mereka harus mengirim banyak permintaan untuk bertemu dengan Jircniv.

Namun, Jircniv menolak setiap kalinya.

Jircniv sekarang berada dalam keadaan dimana dia akan menerima bantuan apapun yang bisa dia dapatkan, tapi dia memiliki alasan untuk tidak menerima. Salah satu alasannya adalah karena dia tidak percaya dengan kemampuan mereka untuk menjaga mata-mata. Alasan lainnya adalah karena Jircniv takut jika dia bilang kepada mereka apa yang dia ketahui, mungkin saja mereka akan melakukan sesuatu yang tidak bisa diduga.

Jika kedua pihak sudah selaras, dan para priest memutuskan untuk mendeklarasikan perang terhadap Sorcerer King yang kuat “karena dia adalah undead”, konsekuensinya akan sulit dikatakan. Akan menyebabkan Empire terperangkap dalam tindakan bunuh diri.

Kesimpulannya, Jircniv takut saat dia membuat kontak dengan kuil-kuil, Sorcerer King akan berasumsi bahwa Empire memusuhinya.

Jircniv menghela nafas dalam-dalam.

Meskipun dia berharap mereka mau menunggu saat yang tepat, kelihatannya mereka tidak memahami hal itu. Namun, kelompok diplomatik Theocracy telah tiba di ibukota Imperial secara rahasia. Mungkin jika dia menunggu mereka membuat kontak dengan kuil, kelihatannya akan ada peluang untuk membaliknya.

“kalau begitu, aku harus meluangkan waktu dalam beberapa hari ke depan untuk mengunjungi kuil dan membiarkan mereka melihat kondisi tubuhku.”

“Kelihatannya itu adalah tindakan yang sangat bijaksana. Kalau begitu, saya akan membuat janjinya.”

“Terima kasih. Kalua begitu, apa yang harus kita lakukan dengan arena? Aku ingat ada pertunjukan pertarungan yang akan segera dijadwalkan; apakah kita biarkan saja berjalan begitu saja? Aku tidak akan berhenti hanya dengan kalimat ‘anda bilang anda akan pergi periksa, jadi anda tidak bisa pergi kesana’. Jika ada diantara kalian yang ingin melihat pertarungan itu denganku, kalian boleh bergabung denganku di ruang VIP.”

Mata scriber melebar, dan matanya berkilau saat dia mencoba mengartikan kalimat sebenarnya.

Ya, benar sekali. Kamu benar mencurigaiku. Ayo, coba lihat apa maksudku.

Jircniv ingin menghindari pertemuan orang-orang Theocracy di kuil.

Kuil mengandung pengetahuan terhadap penyembuhan dan berbagai macam pengetahuan. Jika mereka dipilih sebagai target untuk serangan pertama, akan terlalu banyak ruginya, saat ini pengetahuan yang sudah terkumpul jauh lebih penting dari apapun.

“Saya mengerti. Kalau begitu biarkan saya menangani arena. Saya yakin anda akan dijadwalkan untuk mengunjungi korban perang yang terluka di hari itu pula?”

Jircniv belum menerima berita ini, jadi ini mungkin hanya sebuah tipuan.

Dengan kata lain, dia menyarankan kepada Jircniv bahwa rumah sakit mungkin adalah lokasi yang lebih baik daripada arena.

Jircniv memilih arena karena dia dengar mereka sering mempekerjakan para priest untuk menyembuhkan luka. Dengan dasar seperti itu, dia berpikir untuk membawa utusan dari Slaine Theocracy dengan menyamar sebagai priest-priest itu.

“Ulur dahulu kunjungannya. Kita akan mengikuti jadwal yang kita setuju sebelumnya.”

Dengan begitu, segala pembicaraan tentang para pedagang telah hilang di tengah-tengah percakapan. Jika ada yang menguping, apa yang mereka pikirkan tentang ini? Apa yang bisa mereka pelajari dari kalimat “dua dari empat”?

Bagaimanapun mengerikannya kecerdasan Sorcerer King, dia tidak bisa membuat rencana apapun tanpa informasi sebagai dasarnya. Ditambah lagi, tidak semua bawahan Sorcerer King secerdas dirinya. Dan juga, semakin banyak mata-mata yang ada, semakin tinggi peluang mereka akan terbuka. Karena tak ada informasi atas mata-mata yang sudah ditemukan, mungkin tidak banyak mata-mata. Atau lebih tepatnya, dia berharap memang begitu.

Ketakutan terhadap magic Sorcerer King yang absolut dan tak bisa ditolak menghantaui pikirannya. Sebagian dari dirinya terus-terusan berpikir “Karena mereka adalah orang-orang Sorcerer King, mereka pasti juga luar biasa.” Memang benar, dia telah melihat banyak makhluk yang luar biasa berbaris di depan tahta itu, jadi itu menandakan mata-mata itu memiliki kaliber yang sama dengan mereka.

Jika memang begitu, maka kita tidak akan punya peluang sama sekali... jika bersumpah setia kepadanya sebagai bawahannya bisa menyelesaikan semua masalah ini, maka bukankah itu adalah tindakan yang terbaik?

Dia baru saja meminum potion penyembuh, tapi Jircniv merasa sebuah ledakan perih di perutnya lagi.

♦ ♦ ♦

Dua minggu kemudian, sebuah kereta dengan Jircniv di dalamnya pergi menuju ke arena.

Di permukaan, kelihatannya dia akan pergi ke arena untuk melihat sebuah pertarungan, tapi dua dari empat knight Empire – “Lightning Bolt” dan “Violent Gale” – berada di dalam kereta sebagai pengawal Jircniv.

Jika mungkin, dia akan lebih senang menggunakan semua warrior yang luar biasa ini untuk melindunginya. Namun, “Heavy Explosion” tidak bisa diandalkan, jadi dia meninggalkannya dengan alasan menjaga ibukota Imperial. Tidak, mengatakan dia tidak bisa diandalkan tidaklah benar. Lebih tepatnya, dia bisa tahu dari tindakannya bahwa dia ingin pindah ke Sorcerous Kingdom. Oleh karena itu, untuk menghindari bocornya informasi apapun darinya yang bisa dia tawarkan kepada Sorcerous Kingdom sebagai hadiah, Jircniv memutuskan untuk menjaga jarak dengannya.

Pada awalnya dia sudah bilang, “Aku akan melakukan apapun untuk mengangkat kutukan ini, bahkan jika harus mengacungkan pedang kepada Yang Mulia”. Jircniv memahami hal ini, tapi masih tetap memutuskan untuk menggunakannya. Oleh karena itu, dia tidak bisa lagi menyangkal meskipun dia memutuskan untuk mengkhianati Empire. Namun, Jircniv masih tidak bisa membiarkan dia membawa informasi apapun yang kritis bagi Empire.

Oleh sebab itu, jika dia benar-benar berhasil menguping rahasia negara Empire, maka Jircniv harus memenjarakannya. Namun, dia adalah salah satu dari orang terkuat di dalam Empire, jadi Jircniv harus mengirimkan orang-orang dengan level yang sama untuk bisa menghabisinya. Dalam hal seni berpedang, hanya “Lightning Bolt” dan “Violent Gale” yang memenuhi tugas itu. Mengirimkan orang lain hanya akan menghasilkan pembantaian satu pihak bagi mereka. Ditambah lagi, menekannya dengan jumlah artinya keamanan dari sang kaisar dan ibukota Imperial akan semakin tipis.

Karena itu, dia harus memilih murid Fluder, para worker, atau mungkin para assassin yang diwakili oleh Ijaniya, mereka semau memiliki skill di luar pertempuran jarak dekat. Namun, tak perduli pilihan apapun yang dia pilih, dia harus bersiap untuk membayar mahal untuk itu.

Murid-murid digaji dengan dasar tahunan – meskipun sejak Fluder berkhianat, dia harus menyita tanah Fluder dan membuat mereka sebagai para bangsawan – agar tidak terlalu banyak pengeluaran untuk itu. Namun, mengirimkan mereka artinya membuat mereka berhenti bekerja, yang mana akan menimbulkan kerugian yang tak kasat mata. Ditambah lagi, jika mereka terbunuh dalam sekejap, kerusakan yang dihasilkan akan lebih besar dari dua pilihan terakhir.

Oleh karena itu pilihan terbaik adalah menolak “Heavy Explosion” peluang untuk memperoleh informasi yang berharga dan membiarkan pergi dengan tangan kosong ke Sorcerous Kingdom. Itu mungkin adalah solusi yang sangat memuaskan bagi semua orang.

Jircniv sudah membuat rencana sebesar itu terhadap “Heavy Explosion”.

Namun, “Heavy Explosion” masih berada di ibukota Imperial. Responnya adalah “Saya akan tetap di sini hingga saya bisa membalas kebaikan yang telah ditunjukkan oleh Yang Mulia.”

Dia ingin menghargai hal itu, tapi itu tidak mungkin.

“Heavy Explosion” mungkin adalah salah satu dari Empat Knight Empire, tapi Sorcerous Kingdom kelihatannya hanya akan menilai kekuatan tempurnya sangat rendah. Masing-masing dari salah satu undead yang setia langsung kepada Sorcerer King lebih kuat darinya. Karena itu, dia mencari cara untuk meningkatkan nilai di mata mereka.

Perut Jircniv mulai perih lagi saat dia memikirkan tentang kenyataan tanpa harapan bahwa Sorcerer King sendiri memerintah ribuan undead yang tiap individunya lebih kuat daripada “Heavy Explosion”, salah satu warrior terkuat dari Kingdom – dan itu tidak termasuk Sorcerer King sendiri.

Apa yang harus kulakukan tentang ini?!

Satu orang yag kuat tidak bisa merubah arah pertepuran, mereka bilang. Namun, kenyataan berbicara sebaliknya.

Gazef Stronoff dari Kingdom adalah seorang pria yang bisa melakukannya. Bahkan itu juga ada benarnya bagi kepala magician Empire, Fluder Paradyne, seorang makhluk yang bisa mengguncangkan seluruh negeri.

Masing-masing figur itu setara dengan sebuah pasukan, atau sebuah negeri.

Dengan kata lain, bahkan tanpa mempertimbangkan kekuatan menakutkan dari raja undeadnya, Sorcerous Kingdom sudah memiliki kekuatan ribuan pasukan.

Tidak ada yang bisa dilakukan, ya kan? Jika... yah, kamu tidak bisa menghentikannya bahkan dengan seribu pasukan, ya kan?...Sudah kuduga, menyerah masih lebih baik....

Tentu saja, dia tidak bisa benar-benar berkata seperti itu di depan para bawahannya, tapi ide itu muncul di dalam otak Jircniv beberapa kali. Kenyataannya, itu adalah pemikiran pertama yang muncul ketika dia mendengar tentang pertempuran di dataran Katze.

“—Kalau begitu, Yang Mulia. Setelah kita bertemu dengan Silver Canary, kita akan berangkat. Apakah begitu sebaiknya?”

Jircniv mengalihkan tatapannya untuk menghormati pria yang duduk di depannya.

Di depannya adalah salah satu dari Empat Knight, “Lightning Bolt” Baziwood Peshmel.

Jircniv mengangguk tanpa suara.

Mereka mempekerjakan sebuah tim petualang adamantite sebagai pengamanan untuk hari ini. Sementara mereka di sana berpura-pura sebagai pengamanan, tujuan utama mereka adalah mencari mata-mata satupun dari Sorcerous Kingdom. Sayangnya, dia tidak bisa bertemu dengan Ijaniya, yang telah dianggap sebagai salah satu alternatif. Ini juga membuat Jircniv menyadari jika memasukkan mereka ke dalam Empire akan sangat sulit.

“Yang Mulia, meskipun petualang adamantite memiliki kekuatan tempur tertinggi dari umat manusia, mereka masih tidak bisa melangkah di luar batas dari kemampuan manusia. Saya harap anda tidak mengendurkan kewaspadaan.”

Jircniv sayang sangat waspada dengan kalimat yang coba dikatakan oleh “Violent Gale” Nimble Arc Dale Anoch. Kenyataannya, setelah melihat jajaran barisan monster di dalam ruang tahta itu, dia memahami kalimat itu lebih baik daripada Nimble, yang telah melihat pembantaian besar-besaran dengan mata kepalanya sendiri.

“tentu saja. Bagaimanapun, mereka mungkin bisa menahannya. Lihat saja petualang adamantite dari Kingdom, Momon. Dia mengacungkan pedangnya kepada Sorcerer King dan mempertahankan orang-orang dengan kekuatannya. Karena anggota Silver Canary adalah petualang adamantite pula, akan sangat menyusahkan jika mereka tidak bisa melakukan hal yang sama.”

Saat dia berkata begini, Jircniv tersenyum dengan sedih.

“Dan jika meskipun mereka... bahkan mereka tidak bisa melakukannya, lalu apa?”

Pertanyaan Jircniv mengeluarkan ekspresi perih di wajah kedua knight itu. Tampang itu adalah jawaban yang lebih baik dari apapun yang bisa mereka katakan. Secara tidak sadar, Jircniv mulai mencerminkan ekspresi mereka.

“Yang Mulia, tolong jangan berwajah seperti itu. Kami mungkin tidak kuat, tapi kami masih akan tetap mempersembahkan hati dan jiwa kami untuk menyelesaikan tugas.”

“Benar sekali, Yang Mulia. Tolong, pakailah sikap anda yang penuh percaya diri dan angkuh itu lagi. Keadaan anda yang rapuh ini sekarang tidak cocok sama sekali dengan anda.”

Ucapan mereka yang lembut menusuk hati Jircniv, dan dia tidak tega berkata, “bukankah itu juga berlaku untukmu pula?” Namun, dia memutuskan untuk menerimanya tanpa protes. Ucapan itu mungkin memiliki efek setara dengan menyebarkan air di gurun, tapi itu memang benar mereka telah membasahi gurun di hatinya.

“...Maafkan aku. Terima kasih atas ketulusanmu. Kalau begitu.. karena hanya ada kalian berdua di sini, maukah kalian mendengarkan ide bodohku untuk sementara?”

Dua knight itu mengangguk tanpa kata-kata.

“Menurutmu apa yang harus kulakukan? Mengapa monster seperti itu muncul di sebelah Empire? Mengapa? Dosa apa yang kulakukan terhadap langit dan bumi sehingga bisa seperti itu? Apa yang harus kulakukan untuk bisa membantai monster itu – atau jika gagal, menyegelnya? Sekarang kartu as dari Empire telah dicuri oleh musuh, apakah ada cara lain untuk merubah situasinya?”

Jircniv tidak berencana untuk berkata sebanyak itu.

Jika Jircniv tidak berdiri di kepala mereka, orang-orangnya tidak akan bisa mengikuti dirinya. Seseorang yang menempatkan dirinya di atas orang lain harus mengambil sikap superior yang tepat. Ini memang benar bagi sang Bloody Emperor, yang telah membersihkan banyak bangsawan.

Emperor tidak bisa menunjukkan kelemahan apapun. Itu adalah sebuah pelajaran yang telah diajari oleh ayahnya yang terhormat.

Namun, seluruh manusia memiliki batas yang bisa mereka terima.

Sisi manusia dari Jircniv adalah yang hanya bisa ditunjukkan kepada selirnya. Sekarang, sebagian dari dirinya berteriak.

“Memang benar aku telah memintanya untuk merapalkan mantra. Tapi mau bagaimana lagi! Kita tidak bisa membuat rencana pencegahan jika kita tidak tahu kemampuannya! Apakah aku salah karena itu? Apakah aku harus bertanggung jawab terhadap semua yang berjalan salah? Semua kelihatannya berpikir demikian!”

Jircniv menggigit bibirnya dan memegangi rambutnya.

Sebenarnya, ini hanyalah ujung dari gunung es. Jika Jircniv benar-benar menyerah terhadap perasaan di hatinya, dia mungkin akan menangis dan berteriak serta bergulung-gulung di lantai. Dia hanya mencoba untuk melindungi imej dari sang kaisar.

Tetap saja, dia memiliki suatu perasaan waspada diri tentang bagaimana melepaskan dirinya.

Kelihatannya ini akan menjadi sebuah kebiasaan, jadi Jircniv kembali normal.

“Maafkan aku. Kelihatannya aku sedikit terlalu gelisah. Aku berada dalam stres berat akhir-akhir ini.”

Dia melirik ke bawah, dan melihat helai rambut di jari-jarinya.

Melihat dari potretnya, tak ada leluhurnya yang memiliki rambut tipis. Jircniv mau tidak mau harus merenung bahwa dia mungkin adalah kaisar pertama dalam sejarah Empire yang akan menjadi botak.

Dia melambaikan tangannya agar tidak diketahui oleh bawahannya. Suatu ketika rasa kasihan akan terasa lebih menyakitkan daripada omelan, dan hal yang sama juga berlaku untuk rontoknya rambut.

“Karena itu, mungkin tidak akan terlalu meyakinkan setelah kamu melihat sisi diriku yang seperti itu. Namun, kalian berdua tidak perlu khawatir. Aku akan mengurusnya, entah bagaimana. Aku tidak akan biarkan dia bertindak seenaknya kepada Empire.”

Senyum penuh percaya dirinya terlihat melunakkan wajah-wajah bawahannya.

Namun, tak ada satupun yang merasa tenang.

Mereka juga memahami bahwa ucapan Jircniv hanya kelegaan sementara.

Tak perduli bagaimana mereka memikirkannya, mereka tidak bisa mengeluarkan suatu cara untuk menghadapi monster itu.

Sebenarnya, Jircniv merasa itu tidak mungkin setidaknya ada sebuah senjata yang bisa secara permanen membantai undead, atau setidaknya ada manusia yang sangat kuat yang muncul.

Itulah kenapa kita harus mengandalkan Slaine Theocracy. Sejarah mereka lebih lama dari kita, jadi mereka mungkin bisa menemukan sebuah senjata yang bisa membantai undead dengan satu pukulan. Tidak, hanya dengan berbagi informasi dengan mereka akan membuat kita bisa terus melawan!”

Yang bisa dia lakukan sekarang adalah berdoa supaya memang begini.

Kereta itu meneruskan perjalanannya, dan dengan melajunya kereta itu harapan terakhir Jircniv juga ikut melaju.

♦ ♦ ♦

Arena tersebut berbentuk lingkaran. Ada pintu masuk besar di salah satu sisinya yang digunakan oleh kereta itu untuk masuk. Pintu masuk itu menuju ruang-ruang VIP, dan hanya sedikit orang yang menggunakan pintu masuk ini. Pintu masuk lain digunakan untuk masuk dan keluar penonton biasa atau untuk transportasi barang. Ini adalah tiga tipe utama pintu masuk ke arena.

Yang pertama turun dari kereta tersebut adalah, sudah sewajarnya, dua knight yang berlaku sebagai bodyguard. Setelah mereka memastikan keamanan lokasi, Jircniv turun dari kereta tersebut.

Lima orang menunggu mereka di sana.

Gaya berpakaian mereka terlihat sangat berlawanan dengan pintu masuk VIP.

Jircniv bisa menilai kelayakan dari hasil seni tertentu dengan sekali tatap, tapi dia tidak bisa menjelaskan informasi seperti itu dari perlengkapan dan peralatan mereka. Ini karena mereka sedang memakai karya seni dan pakaian perang. Milik mereka bukanlah pakaian dari penjaga rumah bangsawan, tapi pakaian lengkap dari veteran yang penuh pengalaman tempur.

Menurut peraturan sikap biasa, pihak yang lebih rendah seharusnya memperkenalkan diri dahulu. Namun, beberapa petualang tidak perduli dengan status atau jabatan, dan ini adalah petualang seperti itu.

Tetap saja, dia adalah seorang penguasa Empire. Apakah tepat baginya untuk merendahkan kepala kepada para petualang?

Di tengah-tengah kecanggungan ini, pria yang berdiri di tengah kelompok lima orang itu berbicara:

“Yang Mulia, Kaisar Jircniv Rune Farlord El-Nix. Saya yakin ini adalah pertama kalinya kita bertemu, dan ini merupakan sebuah kehormatan. Kami adalah tim petualang adamantite Silver Canary, yang telah menerima permintaan untuk pelayanan keamanan. Saya adalah pimpinan kelompok, Freivartz. Senang bertemu dengan anda.”

Suaranya yang berwibawa bergema ke sekitar.

Ada kecapi di belakangnya dan sebuah pedang rapier di pinggangnya. Dia memakai chain shirt yang melingkari tubuhnya dengan cahaya yang aneh.

Semua perlengkapannya bukan hanya memantulkan cahaya, tapi mengeluarkan pancaran magis dari dalam. Setiap bagian dari persenjataan lengkapnya terlihat sebagai item magic kelas satu, terutama kecapi itu, yang juga dikenal sebagai Star Symphony.

Saat Jircniv mengamati pria itu sikap percaya diri pria itu secara menyeluruh, Jircniv teringat akan dirinya beberapa bulan yang lalu, dan mau tidak mau merasa sedikit iri.

“...Aku telah mendengar sepak terjang anda, tim petualang level tertinggi di negeriku. Sepak terjang anda yang heroik saat kalian menebas Radiant Crawler benar-benar membuat darahku mendidih. Oleh karena itu, aku mengenal kalian sampai batas tertentu. Namun, karena ini adalah kesempatan yang langka, bisakah aku menyusahkanmu secara pribadi untuk memperkenalkan para pahlawan dari negeri ini kepadaku?”

“Kalau begitu, biarkan saya, sebagai seorang bard untuk...”

“-Ayolah Ketua, mundur sedikit lah? Aku benci harus mengatakannya, tapi ketika aku mendengarmu, aku jadi berdebar. Pedang pendek yang berkilauan dan semacamnya... lagipula, bisakah kita lewati bagian itu? Ayy, Yang Mulia. Maaf dengan caraku bicara, aku sudah terlahir seperti ini. Tidak usah khawatir, ok?”

Pria di samping Freivartz melangkah maju dan dengan lembut mencondongkan kepalanya.

Dia adalah seorang pria yang pendek dan kekar. Meskipun dia tersenyum, mata kecilnya yang tidak seimbang itu tidak memancarkan kebahagiaan.

Dia adalah Keila No Seydeshtin, seorang pria dengan kelas thief yang dikenal sebagai “Perencana”.
(TL Note: “Perencana” di sini digunakan untuk kalimat yang sama dengan “Assassin”)

Tidak banyak informasi tentang “Perencana”, jadi ada banyak yang tidak diketahui dari dirinya. Dia mungkin lebih dekat dengan dunia bawah tanah dan lebih banyak terlibat dalam pengepungan dan pembunuhan daripada thief biasa.

Jircniv memberi isyarat bahwa dia tidak usah khawatir dengan hal itu, lalu Baziwood tertawa kecil.

“Haha, tidak apa. Yang Mulia sudah lama terbiasa kok.”

“Oh, dan ini pasti... anda pasti “Lightning Bolt”-san dari Empat Knight Empire. Jangan-jangan anda juga lahir di sana juga, temanku?”

“Hm? Ah, bukan, mungkin di tempat yang berbeda. Aku muncul di gang kecil kotor. Kamu pasti merangkak keluar dari tempat yang lebih dalam dan gelap dariku.”

“Kelihatannya begitu. Suasana di sekitarmu berbeda.. maaf dengan hal itu. Kurasa aku terlalu terburu-buru.”

“Tidak apa, ‘Dark Cloud’”.

“Aku tak perna menyebut diri sebagai ‘Dark Cloud’ sebelumnya... memang in kesalahanmu ketua.”

Sudut bibir Freivartz naik ke atas saat Kaila melihatnya.

“Sebaiknya biarkan kami memperkenalkan diri daripada memanggil dengan julukan yang aneh. Maafkan saya,  Yang Mulia. Pertama, ini adalah Seyde, mata dan telinga kami. Selanjutnya adalah petarung kami. Anda mungkin akan sedikit terkejut ketika anda melihatnya, tapi saya bisa menjamin kekuatannya.”

“Tidak, tentu saja Yang Mulia tidak akan meragukannya. Lagipula, aku merasa dia mungkin lebih kuat dariku.”

“Yah, aku senang mendengar itu dari pria kuat. Ini adalah Fan Rong.”

Orang yang diperkenalkan adalah monyet berbulu merah yang berdiri setinggi 170 cm. Dia mengenakan armor yang terlihat seperti dibuat dari bulu, dan dia memiliki kapak perang di masing-masing pinggangnya.

Dia dari ras Ape Beastman, serta yang bisa mengalirkan spirit dari para monyet melalui kekuatan dari kelas warriornya, Beast Lord. Dia pernah dengar tentang ini di dalam sebuah laporan sebelumnya, tapi melihatnya dengan mata kepala sendiri memang sangat mengejutkan.

Dan memang benar, dari penampilannya saja, dia terlihat lebih kuat bahkan dari Baziwood, bawahan Jircniv yang terkuat.

Fan Rong mengangkat tangan kanannya dan melambai pada Jircniv dan yang lainnya.

“Selanjutnya, adalah yang menyembuhkan luka kami.”

Freivartz cepat-cepat memulai perkenalan selanjutnya. Ini karena dia khawatir Jircniv akan merasa tidak senang.

Kali ini, pria yang ada di sebelah kiri Freivartz melangkah maju.

“Maafkan saya,” dia bilang saat tongkat aneh yang dia pegang membuat suara berdering. Senjata itu kelihatannya dikenal sebagai “shakujo”.

“Monk yang rendha ini dipanggil dengan nama Unkei dan merupakan pengikut Buddha. Senang bertemu dengan anda.”

Meskipun dia berpakaian aneh, dia kelihatannya jauh lebih beradab daripada Beast Lord yang sebelumnya.

Setelah dia melepaskan topinya yang lebar dan aneh – yang disebut fukaamigasa – kepala itu memperlihat tak ada rambutnya. Jika dia tidak tahu pria itu tidak yang mencukurnya sendiri, Jircniv mungkin akan merasa kasihan kepadanya. Lagipula dia masih sangat muda.
(TL Note : fukaamigasa adalah topi jerami yang berhubungan dengan biksu)

Dia mengenakan jubah tempur yang disebuah kasa. Dia adalah seorang soryo (Biksu Budha), yang merupakan magic caster spiritual dan sedikit kurang dalam hal healing, tapi menunjukkan kekuatan yang mumpuni ketika bertempur melawan undead.
(TL Note : kasa adalah jubah biksu budha)

Buddha yang dia ikuti disambut dari Selatan jauh, dan memiliki sedikit pengikut. Beberapa orang melihatnya sebagai seorang pengikut dari Empat Dewa. Hanya ada sedikit yang diketahui tentangnya dan tidak tertarik membangun kuil kepada dewa seperti itu di dalam ibukota Imperial. Namun, Jircniv tidak tahu keberadaan pria ini dianggap sebagai gangguan atau semacamnya.

Pada dasarnya, kuil-kuil mematok harga untuk penggunaan magic healing mereka. Namun, ketika seorang pengguna magic healing yang sendirian dan tidak terikat dengan siapapun muncul, bagaimana mereka akan menganggapnya? Apa yang akan mereka lakukan jika pria itu juga seorang petualang dengan tingkat tertinggi – seorang petualang adamantite?

Tidak ada hubungan tertentu antara pemerintah Empire dan agamanya. Kenyataan bahwa Jircniv tidak ada ikatan dengan mereka bisa dianggap sebagai nasib baik.

Dia tidak ingin lebih jauh terlibat dengan masalah yang menyusahkan.

Namun, ketika memeriksa catatan pria itu, Jircniv menemukan bahwa dia menunjukkan performa yang luar biasa terhadap undead, yang langsung menarik perhatian Jircniv. Jika harus, dia mungkin bisa memberikan tekanan seperlunya kepada kuil-kuil. Tentu saja, itu jika kemampuannya benar-benar seefektif itu.

“Oh begitu. Lalu orang terakhir pasti Powapon.”

“Seperti yang anda katakan, Yang Mulia.”

Pria yang disimpan untuk terakhir oleh Freivartz lebih aneh daripada di depannya. Dia memang orang yang berpakaian paling aneh dari lima pria ini, lalu dia merendahkan kepalanya kepada Jircniv.

Tubuh bagian atasnya berwarna hitam dengan corak putih aneh di sekujur tubuhnya. Ini mungkin karena dia adalah anggota dari kelas aneh yang disebut sebagai Totem Shaman.

“...Apakah kamu tidak kedinginan?”

“Saya sudah memakain sebuah item magic yang melindungi dari perubahan cuaca, jadi tidak ada masalah sama sekali.”

Jircniv pun mau tidak mau merasa terkejut dengan balasan tersebut, yang mana lebih normal dari yang dia duga. Dia memang menerima laporan tentang penampilannya yang aneh, begitu juga dengan berita bahwa dia adalah orang biasa dibalik semua itu. Tetap saja, ketidak sesuaian itu membuatnya terkejut. Setelah dilihat lebih dekat, dia memang terlihat cukup tampan, dan cukup muda pula.

Mengapa dia memilih kelas ini? Sebagian dari dirinya ingin tahu, tapi di waktu yang sama dia tidak ingin tahu.

Jircniv memperhatian Silver Canary yang ada di depannya.

Ini adalah tim aneh yang terdiri dari anggota-anggota yang aneh. Satu-satunya hal yang sama adalah mereka membawa sebuah bulu silver canary yang pernah mereka besarkan di suatu tempat di tubuh mereka (dalam hal Totem Shaman, ada di pinggangnya).

Bulu-bulu itu berkilau dengan cahaya perak, seakan mereka baru saja dicabut.

“Aku mengerti, kalau begitu semuanya. Aku akan meminta bantuanmu hari ini.”

“Serahkan kepada kami. Yang Mulia. Anggap saja anda sedang menaiki kapal kami.”

Jircniv mau tidak mau tersenyum masam saat dia mendengarkan ucapan Freivartz, lalu pergi. Namun –

“-Tunggu sebentar, Yang Mulia.” Ucap Seyde dengan suara yang tumpul.

“Kami telah dipekerjakan untuk melindungimu, Yang Mulia, jadi tolong jangan berjalan terlalu jauh di depan. Ok?”

“Bukan masalah ok atau tidak. Kamu dipekerjakan untuk melindungiku, jadi aku akan melakukan apapun yang kamu anggap perlu. Ditambah lagi, jika kamu merasa bahwa kamu harus menggunakan kekuatan mereka, silakan saja untuk memerintah mereka. Namun, aku ingin meminta mereka dibuat berada di dekatku sebisa mungkin.”

“Wah wah... Jadi kita bisa memerintah Empat Knight Empire sesuka hati, kurasa kita benar-benar sudah mencapai tingkat teratas sekarang. Tetap saja, tidak apa jika kalian berdua berada di dekat sisi Yang Mulia. Jika ada sesuatu, lari saja ketika kami memberikan tanda. Seharusnya begitu. Kalau begitu, mainkan sebuah nada untuk kita, ketua.”

“Aku mengerti. Maafkan nada suara Seyde, Yang Mulia. Tak perduli berapa kalipun saya beritahu, dia selalu melakukan itu..”

“Tidak usah khawatir. Meskipun begitu, mungkin agak menyusahkan jika dia melakukannya di area publik..”

Mungkin Freivartz susah mendapatkan pesannya, tapi dia mengangguk sedikit. Itu menandakan bahwa dia tahu waktu dan tempat yang tepat untuk hal semacam ini.

Lalu, dia bernyanyi. Tidak, ini kurang jika disebut nyanyian namun lebih dari sebuah koleksi suara-suara aneh. Ini karena ada beberapa bagian yang bisa dia dengar, tapi tidak dimengerti. Nyanyian itu berhenti setelah beberapa detik, meskipun musik yang aneh masih terngiang di hati mereka. Kemudian, Seyde mulai bergerak.

Jika ada kata yang tepat untuk menggambarkan efek suara dari gerakannya, baik ‘pelan’ dan ‘licin’ akan lebih tepat. Apapun itu, Jircniv tidak mampu bergerak dengan gerakan itu.

“Kalau begitu, tolong jaga jarak sepuluh meter dan ikuti saya.”

Mereka melakukan seperti yang diminta Seyde, menjaga jarak sepuluh meter di belakang sebelum bergerak. Jircniv mengambil kesempatan itu untuk bertanya kepada Freivartz tentang nyanyian yang barusan.

“Apa itu tadi?”

“Apakah Yang Mulia tidak tahu? Itu adalah skill dari seorang bard, sebuah mantra nyanyian. Berbeda dari tiap usernya, dan bisa dilakukan dengan berbagai instrumen, tapi untuk saya, saya keluarkan efeknya melalui nyanyian.”

“jadi begitukah, huh”

Freivartz mau tidak mau tersenyum saat dia melihat Jircniv bergumam sendiri. Saat itu, Jircvniv teringat sesuatu yang ingin dia pelajari, tapi tidak punya kesempatan untuk mempelajarinya. Dia memutuskan untuk mengambil kesempatan ini dan bertanya:

“...Aku ingin tanya sesuatu padamu. Bisakah nyanyian mantra itu mengendalikan orang?”

“Nyanyian mantra bisa menyalurkan efek sugesti, seperti mantra biasa. Seharusnya bisa. Ditambah lagi, bisa juga digunakan untuk memikat orang-orang, hingga batas tertentu.”

Jircniv melihat ke arah Freivartz.

“Ternyata begitu...”

“Seharusnya begitu.”

Jadi monster itu memiliki kekuatan seorang bard, setidaknya-

“Kalau begitu, apa yang kamu tahu tentang monster yang mirip seperti katak?”

-Jika itu bukan innate ability dari monster. Kemungkinan itu masih belum bisa disisihkan. Sangat penting untuk memastikan itu.

“Katak? Maksud anda seperti Giant Toad (Katak raksasa)?

“Tidak, bukan seperti itu, sesuatu yang lebih pandai. Aku membicarakan seekor monster yang bisa berdiri dengan dua kaki, dan bisa dengan cepat mengaktifkan sesuatu seperti mantra nyanyian itu.”

“..Maksud anda seorang Toadman (Manusia katak)? Seorang bard Toadman akan cocok dengan deskripsi itu... tapi jika saya ingat baik-baik, Toadmen bukan demihuman yang luar biasa. Mungkin jika itu adalah Toadman tua dan merupakan kelas kepala suku.. Saya pernah dengar mereka bisa menggunakan kemampuan spesial untuk membingungkan musuh.”

Apa yang terjadi disana agak membingungkan.

Dia pernah membaca tentang demihuman yang dikenal sebagai Toadmen, tapi penampilan mereka sedikit berbeda dari monster yang disebut Demiurge. Jangan-jangan dia adalah seorang mutant atau cabang dari Toadman, atau mungkin seekor Toadman tipe raja? Kemungkinan itu tidak bisa dihilangkan, tapi keliatannya itu semua masih belum tepat.

“Kelihatannya bukan. Maafkan saya, Yang Mulia. Sangat sedikit sekali informasinya. Mungkin, jika anda bisa mengatakannya kepadaku tentang makhluk yang jadi pertanyaan itu, saya mungkin bisa menyelesaikan mister itu untuk anda.”

Itu seperti jaket pelampung untuk orang yang sedang tenggelam.

“Benarkah. Kalau begitu aku akan katakan kepadamu penampilan dari monster ini. Jika mungkin, bisakah kamu gunakan pengetahuanmu untuk membantuku? Ditambah lagi, bisakah kamu katakan kepadaku tentang nyanyian mantra itu?”

Di dalam Empire, ada kemungkinan bahwa tidak ada yang tahu lebih banyak tentang monster selain para petualang adamantite.

“Yang Mulia, itu seperti memaksa mereka. Yang sedang anda bicarakan ini adalah makanan sehari-hari bagi mereka.”

Freivartz tertawa kecil mereson ucapan Baziwood.

“Yah, memang benar kami tidak bisa bicara banyak tentang kartu as kami. Tetap saja, menjawab pertanyaan itu sebelumnya seharusnya tidak ada masalah... bukankah lebih baik bertanya kepada tuan magic caster hebat itu? Saya yakin dia akan lebih banyak tahu dariapda kami...”

Jircniv berusaha untuk tidak menunjukkan informasi apapun ketika topik mengenai Fluder muncul.

Dia sudah mengeluarkan perintah agar tidak membicarakan pengkhianatan Fluder, jadi tidak ada informasi yang bocor. Untuk sementara, Fluder masih berada dalam posisinya sebagai kepala magician, meskipun keistimewaan dan kekuasaannya perlahan dicabut agar dia tidak tahu. Di waktu yang sama, dia sedang mencari cara untuk memenuhi celah yang ditinggalkan oleh Fluder.

Dari ukuran celah itu, Jircniv menyadari sebenarnya berapa besar arti Fluder bagi Empire, tapi itu sudah terlambat.

“Kita tidak bisa terus-terusan mengandalkan si pak tua. Ini seperti pekerjaan rumah untuk muridnya. Jika dia hanya menunggu semua jawaban karena dia memiliki guru yang baik, dia akhirnya akan dimarahi karena itu.”

Ucapan Jircniv disambut beberapa tawa.

“Memang benar, Yang Mulia ada benarnya. Saya mengerti. Yah, bayaran atas permintaan ini juga di atas rata-rata, melihat tugas yang diberikan kepada kami. Maka, saya akan menyimpulkan masalah nyanyian mantra untuk anda nantinya.”

“Oh begitu. Aku akan mengandalkanmu nanti.”

Ada beberapa ruang VIP di dalam arena. Satu disiapkan untuk para investor arena. Satu disiapkan untuk bangsawan kelas tinggi. Lalu, ada satu yang disiapkan untuk sang Kaisar, total ada tiga. Mereka saat ini menuju ke ruangan yang sudah disiapkan untuk para kaisar semua generasi. Mungkin Seyde telah mengawasi rute ini sebelumnya, tapi dia tidak bertanya jalannya meskipun dia memimpin kelompok itu.

Akhirnya mereka tiba, tapi di sudut sebelum mereka bisa melihat pintu ruangan, Seyde mengulurkan tangan ke arah Jircniv, menandakan agar dia harus berhenti.

“Tidak ada siapapun di sini, tapi biarkan saya pergi dahulu. Bisakah kalian menunggu di sudut ini sebentar?”

Dia tidak menunggu respon saat membisikkan ucapan itu, namun malahan berbelok di sudut seperti akan berjalan maju. Rasa penasarannya dipicu oleh hal ini, Jircniv menampilkan wajah yang penuh rasa penasaran saat dia mencoba untuk mengamati situasinya.

Seyde mendekati pintu itu tanpa membuat suara, dan setelah melakukan sesuatu, dia perlahan mendekati pintu tersebut. Meskipun dia hanya sedikit membukanya, kelihatannya sudah cukup baginya untuk masuk ke dalam, lalu seluruh tubuhnya hilang ke dalam ruangan tersebut.

Setelah beberapa saat, pintu itu terbuka, dan mereka bisa melihat wajah Seyde di dalamnya.

“Tidak apa. Ruangan ini aman.”

Rombongan tersebut masuk ke dalam ruangan yang sudah dipastikan aman.

Jircniv melihat sekeliling.

Ruangan itu memang kecil, tapi perabotan yang dibuat dengan sangat bagus dan seluruhnya adalah kelas satu. Ruangan itu bersih dan rapi bagi sang kaisar, yang jarang berkunjung.

Sebuah jendela besar telah terbuka di sisi ruangan tersebut yang terarah ke arena, membuat sebuah tampilan panorama dari pemandangan di bawah. Jika memicingkan mata, mereka akan bisa melihat barisan-barisan kursi yang terisi, dipenuhi dengan penonton yang sangat gembira dan bersorak-sorak ramai.

Alasan dari kerumunan besar itu adalah karena Martial Lord tiba-tiba dijadwalkan untuk muncul.

Raja dari arena itu – Martial Lord – sangat kuat. Tidak ada siapapun yang bisa melawannya dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, sudah lama tidak ada pertandingan yang menantang Martial Lord.

Karena pertandingan melawan Martial Lord yang sangat dinantikanlah yang membuat kerumunan itu datang, tertarik karena menantikan figur pahlawan yang akan melawannya.

Seperti yang diduga, alasan besarnya adalah rasa kagum terhadap kekuatan. Karena Empire memiliki warrior-warrior profesional yang disebut knight, medan perang seperti sebuah dunia lain bagi para penduduk kota Imperial. Inilah kenapa mereka sangat menantikan tontonan pertempuran hidup dan mati.

Tidak, dia juga pernah dengar ada knight yang menikmati arena pula.

Dengan kata lain, mereka sangat menantikan tontonan yang brutal.

Saat Jircniv melamun sambil memikirkan ini, Silver Canary telah menyelesaikan pemeriksaan ruangan tersebut.

“Apakah ada tanda-tanda magic divine yang digunakan di sini?”

“Kami tidak menemukan jejak satupun magic seperti itu, Yang Mulia. Ya kan?”

“Yup. Yah, melihat apakah mantra-mantra seperti itu diaktifkan di sini sangat sulit bagiku, jadi aku melihat-lihat sekeliling, memeriksa apakah ada item magic, tapi hasilnya nihil. Tetap saja, aku harap anda tidak lupa bahwa aku tidak memiliki persepsi seorang thief. Tolong jangan menganggap ini benar-benar aman... Yah, ketua kami telah meningkatkan kemampuan pendeteksian dengan nyanyian mantranya, jadi seharusnya baik-baik saja.”

“Mengenai bidang magic, monk yang rendah ini telah menggunakan divination untuk memeriksa keadaan sekeliling. Namun, tidak ada jejak adanya mantra apapun yang diaktifkan. Untuk jaga-jaga, saya telah menciptakan penghalang magic yang seharusnya menghambat mantra-mantra divinasi, jadi bisa diasumsikan seharusnya baik-baik saja.”

Unkei memukulkan shakujo nya ke lantai, lalu sebuah suara dering yang jelas menggema ke seluruh ruangan.

“Kalau begitu, bolehkah aku membuat permintaan lain? Apakah ada magic yang bisa mendeteksi keberadaan orang di dekat sini? Akan lebih baik jika ada mantra yang bisa mendeteksi bahkan orang yang tak terlihat.”

“Sayangnya, monk yang hina ini tidak memasukkan mantra seperti itu di dalam kumpulan mantranya. Namun, saya yakin ketua kami memiliki mantra seperti itu.”

Freivartz, yang namanya disebut, memberikan tanda bahwa dia mengerti dan meninggalakn ruangan itu.

“Sekarang apa? Tindakan pencegahan apa yang akan kamu ambil jika ada musuh yang berniat menguping kami?”

Jircniv berusaha berpikir apa yang bisa dia lakukan terhadap Ainz Ooal Gown. Namun, tidak mungkin bisa membayangkan apapun yang melebihi bayangannya. Kenyataannya adalah, pria itu terlihat sangat besar di otaknya sehingga apapun yang bisa dia bayangkan merasa tidak ada artinya terhadap Ainz.

“...Sejujurnya, kurasa seharusnya ini sudah tidak apa. Setidaknya, begitulah yang aku pikirkan. Jangan melihatku seperti itu, kami sudah memperkuat diri dengan beberapa mantra, ya kan?”

“Begitulah, Yang Mulia. Monk yang hina ini sudah menggunakan magic anti divinasi dan mengkonfigurasikannya sehingga segala percobaan penyelidikan secara magic akan mengirimkan tanda kepada saya. Jadi tenanglah.”

Seyde dan Unkei lalu berbicara, satu demi satu.

Apakah mereka berpikir Jircniv sedang terobsesi? Atau apakah mereka berpikir dia sudah menjadi agak gila karena dia khawatir dengan percobaan pembunuhan?

Tetap saja, apa yang akan mereka berdua pikirkan jika dia mengatakan kepada mereka dia sedang melawan Sorcerer King? Sekarang itu semua benar-benar membuat Jircniv tertarik. Apakah mereka akan berkata “kami tidak mungkin memiliki persiapan cukup untuk melawannya?” Atau apakah mereka akan berkata, “Jika kami tahu hal itu, kami tidak akan datang dengan jumlah yang sedikit”?

Biasanya, skenario terbaik adalah untuk tidak mengatakan aapun kepada mereka tentang Sorcerer King dan membuat mereka bersiap terhadap segala ancaman sebaik mungkin.

Tetap saja, tak perduli bagaimanapun Jircniv mencoba menyaring informasi Sorcerer King, dia tidak bisa menghentikan 60.000 mulut.

Berita itu mungkin sudah tersebar. Meskipun begitu, karena para petualang cenderung menghabiskan waktu mengumpulkan informasi semakin tinggi mereka, ada peluang yang besar mereka sudah tahu tentang kemampuan Sorcerer King.

Akan sulit bagi mereka untuk mencari tahu mengapa aku benar-benar menginginkan mereka di sini, ya kan?

Setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan, Jircniv memutuskan untuk berbohong saja dengan senyum hangat.

Dua orang itu menyadari bahwa Jircniv tidak bisa menerima apa yang telah mereka katakan. Begitu pula mereka pun tidak bisa berkata selain ini.

Sebuah sorakan besar terdengar dari arena.

Dari tempat mereka berada, kelihatannya salah satu pertempuran antara para gladiator telah memiliki seorang pemenang.

Di masa lalu, yang kalah akan dihukum mati, tapi sekarang tidak lagi. Masih ada kasus kematian di dalam pertarungan, tapi tidak ada pembunuhan setelah pemenangnya sudah diputuskan.

Kelihatannya, seorang gladiator telah diampuni karena kekalahannya yang beruntung menyenangkan. Ini membuatnya bisa membangunkan kekuatan sejatinya dan menjadi juara, sedangkan batasan tertentu itu telah ditiadakan. Keputusan ini dibuat karena mungkin saja ada orang lain seperti dirinya suatu hari.

Martial Lord yang mana itu? Meskipun Jircniv tidak bisa membandingkan dengan Martial Lord saat ini, dia kelihatannya orang yang sangat kuat. Tapi, orang-orang ini tidak setia kepada negara manapun. Aku harus memikirkan cara untuk menarik mereka ke sisiku...

“Kelihatannya, kami sudah selesai di sini, Yang Mulia.”

Jircniv menoleh ketika dia mendengar suara Freivartz.

“Terima kasih.”

Mungkin Jircniv seharusnya lebih tulus dalam memberikan terima kasih kepada para petualang adamantite ini. Namun, dia membuat itu dan memberikan apresiasi seperti biasa malahan.

“Sama-sama. Tetap saja, kami dipekerjakan untuk melindungi, jadi apakah kami harus stand by di ruangan ini?”

Mereka dipekerjakan sebagai bodyguard, dengan begitu, itu adalah saran yang beralasan.

Namun, tidak apa-apakah melakukan pembicaraan rahasia dengan mereka di dalam ruangan tersebut?

Memang benar, mungkin saja ada untungnya melibatkan mereka dalam hal ini. Namun, ketika mereka menyadari tujuan Jircniv, dia mengambil resiko membuat musuh yang tidak perlu.

Tetap saja, mereka bukan apa-apa dibandingkan dengan itu – apa yang sedang kupikirkan? Aku membandingkan setiap tantangan yang kutemui dengan monster itu, ternyata aku terbukti mulai gila. Disamping itu, bodoh sekali terus-terusan menciptakan musuh.

Jircniv menggelengkan kepalanya.

“Maafkan aku, tapi ada acara penting yang akan terjadi setelah ini. Akan sangat menyusahkan membuat kalian menunggu di sini.”

“Namun, akan sulit bagi kami untuk melindungi anda seperti itu, Yang Mulia.”

“Ada dua orang yang kupercaya di ruangan ini. Mereka seharusnya bisa mengulur cukup waktu sampai kalian tiba di sini.”

“yah itu memang benar.” Ape yang tiba-tiba terdiam berkata. “Bagaimanapun, jika musuh adalah seorang assassin dengan level Seyde dan jika keadaan memburuk, mereka mungkin akan menjadi sangat kerepotan.”

“Kalau kamu membicarakan assassin setara dengan levelku, mungkin kamu sedang membicarakan tentang gadis dari Ijaniya itu. Dia adalah orang yang bisa menggunakan ninjutsu untuk menyerang tiba-tiba dari bayangan.”

“Yah, dengan dua warrior ini di dekat sini, seorang musuh dengan senjata pedang tidak sulit. Namun, bagaimana dengan magic? Karena alasan itulah yang membuat monk yang hina ini tidak tenang. Dtambah lagi, saya merasa kami akan lebih tertarik dengan pertandingan itu daripada pembicaraan yang dilakukan olah Yang Mulia, ya kan?”

Mereka semua mencoba meyakinkan Jircniv untuk tetap tinggal, tapi karena Jircniv bertekad tidak membiarkan satupun informasi bocor keluar, dia tidak bisa menerima saran mereka.

“Keraguan kalian memang sangat beralasan tuan-tuan. Namun, saya tidak bisa berkompromi untuk hal ini, baik itu sebagai seorang pria atau kaisar dari Empire.”

Silver Canary melihat ke arah ketua mereka, yang mengela nafas dalam-dalam.

“Mau bagaimana lagi, Saya yakin Yang Mulia pasti memiliki alasan yang tidak bisa diceritakan kepada kami. Kalau begitu kami akan berjaga di luar. Namun, bisakah anda mengatakan kepada kami siapa yang akan datang?”

“Pertanyaan yang sangat beralasan. Namun, kalian harus pura-pura tidak melihat apapun. Bisakah kalian?”

“Tentu saja. Kami tidak akan membongkar apapun, tak perduli siapapun yang datang. Jika cerita itu keluar, kami akan dengan senang hati menerima konsekuensinya.”

“Aku percaya padamu. Pertama adalah para High Priest dari Dewa Api dan Dewa Angin. Akan ada empat priest lain bersama mereka.”

“Ok. Kalau begitu, kami akan mewaspadai siapapun selain orang-orang ini.”

“Ah, silahkan itu. Ruangan VIP ini terpisah dari ruang VIP lain sejak dibangun. Aku ragu ada orang yang akan tersesat dan jalan-jalan kemari karena tidak sengaja.”

“Saya mengerti...Dan juga, apakah boleh kami merusak gembok di pintu-pintu itu, Yang Mulia?”

“Kalian boleh merusakkannya jika memang dibutuhkan.”

Fan melangkah maju. Sebuah suara yang keras dan seperti menggaruk keluar dari tangannya, yang sedang memegang gagang dari battle axes (kapak perang) dengan kekuatan yang tak bisa ditandingi oleh manusia biasa. Kelihatannya sedikit berlebihan hanya untuk merusakkan sebuah gembok, tapi Jircniv bukan seorang warrior, dan tidak punya ruang untuk berkomentar.

Namun, dua anggota lain dari Empat Knight terkejut saat mereka berbisik satu sama lain. Itu mendapatkan perhatian Jircniv.

Fan perlahan mengangkat battleaxesnya.

“-Ah, kamu tidak boleh menghancurkan pintu itu.”

Fan berhenti di tengah saat dia mendengar Freivartz berbicara. Alis Jircniv mengkerut.

“Mengapa tidak boleh? Bukankah kita akan menjalankan rencana ‘Oh, kami berencana untuk merusak kuncinya, tapi kami juga menghancurkan pintunya juga. Sayang sekali, mengapa kita tidak masuk saja sekalian?’ atau begitulah?”

“Jangan melakukan hal itu kali ini. Aku tidka ingin terlibat dalam masalah politik yang rumit.”

“Memang benar. Monk yang hina ini tidak ingin tambah dibenci oleh orang-orang kuil.”

“Baiklah. Seharusnya ini sudah cukup.”

Fan dengan pelan mengayunkan battleaxes miliknya, dan menghancurkan gembok itu tanpa susah.

Jircniv seharusnya tidak bisa berkata apa-apa. Atau mungkin seharusnya dia merasa tidak senang. Mungkin dia harusnya merasakan banyak hal, tapi yang dirasakan oleh Jircniv adalah terkesan. Itu membuatnya berpikir, seperti yang kuduga dari petualang adamantite.

Dia tidak terkesan dengan cara mereka yang bisa dengan mudah menghancurkan gembok dengan sebuah battleaxes, tapi dengan keberanian berkata polos seperti itu di depan otoritas tertinggi negeri ini. Ditambah lagi, ada arogansi yang diucapkan bahwa mereka bersedia mengabaikan permintaan dari client mereka – yang juga merupakan orang terkuat di negeri itu – agar bisa melakukan pekerjaan mereka dengan sebaik-baiknya.

Inilah yang tidak dimiliki Jircniv sekarang.

“...Mungkin aku tarik saja mereka ke dalam lumpur birokrasi agar tidak bisa lepas.”

Saat Jircniv menggumamkan itu, anggota Silver Canaries kabur seperti kelinci yang ketakutan, seakan mereka sudah merencanakan itu dari awal.

Yang terisa dengan Jircniv adalah dua knight, yang saling melihat satu sama lain.

“Itu mengesankan. Mereka bekerja sama dengan erat tanpa ada bentuk komunikasi... Mungkin itu sudah bisa diduga? Mereka memiliki peringkat adamantite karena mereka bisa melakukan itu.”

“... Saya tak tahu harus bilang apa. Meskipun memang sangat tepat mengagumi mereka... Yang Mulia, apakah kami harus membuat minuman?”

“Harus. Maaf tentang itu. Bisakah kamu membantu persiapannya?”

“Saya mengerti. Kalau begitu, kamu juga bantu, Baziwood-dono.”

Baziwood mengerutkan dahi dengan saran itu.

“Eh? Aku juga? Yang Mulia, kita seharusnya membawa seorang pelayan kemari, ya kan? Tamu kita mungkin akan merasa minumannya lebih enak jika seorang gadis yang menyediakannya. Maksud saya, saya sih tidak keberatan.”

“Ya, ya. Cukup protesnya. Baziwood-dono, tolong berhati-hatilah.”

“Tolonglah, Baziwood. Tidak ada gunanya mengharapkan apa yang tidak bisa kita dapatkan. Kita harus bekerja dengan apa yang ada. Sama seperti Empire.”

“Analogi itu mungkin bisa berguna, Yang Mulia,” Baziwood berbicara saat dia menyibukkan diri dengan persiapannya.

Teriakan penyemangat terdengar dari luar arena di bawah, dan ada raungan yang kedengarannya sedikit berbeda dari raungan binatang buas.

Pertandingan selanjutnya sudah dimulai.

Jircniv mencari dalam ingatannya.

Pertandingan sebelum Martial Lord kelihatannya antara para petualang dan monster-monster. Pertandingan dimana para petualang bertarung sangat populer di kalangan penonton, karena kelihatannya itu akan menjadi acara yang dicampur dengan ledangan magic dan semacamnya.

Jircniv merasa tersentuh saat melihat ke bawah pada panasnya intensitas, lalu berkata

“Benar-benar pemandangan yang damai.”

“Benarkah, Yang Mulia?”

Saat dia penasaran mengapa seseorang merespon gumamannya yang diarahkan ke diri sendiri, Jircniv menoleh dan melihat Baziwood berdiri di depannya. Nimble terlihat jengkel saat dia menyerahkan bagian pekerjaan Baziwood pula.

“Kelihatannya tidak tampak damai bagiku sama sekali. Lihat saja.”

Salah satu petualang diserang oleh cakar monster bengis, lalu darah mengalir di udara. Penonton meratap dan berteriak memberi semangat kepada mereka.

“Maksudku bukan pertarungannya, yang kumaksud adalah penontonnya.”

Jircniv melihat ke arah kerumunan yang berteriak dengan keras.

“Apakah ini bukan pemandangan yang damai, dibandingkan sistuasi Empire saat ini? Jika orang-orang tahu monster-monster macam apa yang berkeliaran di balik lapisan kulit yang tipis dan rapuh itu, apa kamu kira mereka bisa menikmati pertandingan seperti ini?”

“Tapi bukankah damai itu bagus? Tidak ada gunanya membiarkan orang-orang berkeliaran dengan perut perih, ya kan?”

Baziwood memng benar.

Jircniv sangat menyesal dengan ucapan tak berguna yang dia ucapkan.

“Kamu benar, Baziwood. Kalau begitu, sudah hampir waktunay. Bagaimana dengan persiapannya?”

“Ya, Yang Mulia. Saya sedikit khawatir kita tidak akan bisa tepat waktu karena ada seseorang yang tidak membantu, tapi minuman dan kertas sudah disediakan. Begitu pula dengan tintanya.”

Jumlah tinta dan kertas yang mengherankan adalah untuk jaga-jaga jika ada yang menguping ruang VIP. Meskipun dia merasa sorakan sudah cukup keras dan ruangan ini cukup jauh dari yang lainnya itu bukanlah masalah, dan mendengarkan saja tidak akan cukup, maka tidak ada salahnya dengan persiapan yang berlapis.

Dia tahu itu sangat menjengkelkan. Dia harus melakukan ini sebelumnya di dalam kota Imperial, karena ini benar-benar sangat melelahkan.

Alasan dia harus melakukan persiapan yang menjengkelkan itu adalah karena kekuatan dari Sorcerous Kingdom yang tidak bisa diukur nilainya.

Jika dia tahu apa yang bisa mereka lakukan dan tidak, respon Jircniv mungkin akan berubah.

Dia berencana menggunakan perang itu untuk melakukan penyelidikan, tapi akhirnya malah berakhir dengan sangat buruk, membuat tragedi yang mengerikan. Tetap saja, dia tidak bisa menyerah begitu saja dengan penyelidikannya. Dia memikirkan cara lain, tapi jika itu tidak aman dari sebelumnya, maka dia hanya bisa gemetara di depan bayangan musuh. Namun meski dia mendapatkan hasil, meski dia berhasil membuka metode apapun yang bisa digunakan, Jircniv mungkin nantinya akan menjadi lumpuh akibat bayangan yang sama hingga titik dimana dia akan menyerah.

Tidak, dia tidak bisa melupakan panas yang mengalir di tenggorokannya.

“Ainz Ooal Gown – jika aku tahu batas dari kekuatan Sorcerer King, mungkin akau tidak akan bertindak sejauh ini.”

Sampai saat ini, dia memang memintanya sebagai seorang kolaborator, tapi sekarang dia adalah seorang raja dan setara dengannya, meminta bantuannya dalam hal semacam itu hampir tidak mungkin. Tidak, dia masih bisa memintanya, tapi memikirkan tentang potensi harga dari bantuan semacam itu membuat kepalanya sakit.

“Bukan hanya Sorcerer King, Yang Mulia. Itu sudah gawat selama kita tidak tahu apa yang bisa dilakukan oleh para bawahannya, ya kan?”

“Itu benar.”

“...Bagaimana jika para bawahan itu lebih kuat dari Sorcerer King sendiri?”

“Bagaimana bisa? Itu tidak mungkin, ya kan?”

Jircniv menjadi berkeringat dengan jawaban itu.

Saat dia bercermin dengan kenyataan bahwa Empat Knight memang lebih kuat dari dirinya – dan mereka adalah bawahannya – dia pun mau tidak mau harus berkata itu tidak mungkin. Seseorang yang berdiri di atas orang lain tidak buuth kekuatan fisik semata, tapi juga hal lainnya.

Bagaimana jika Ainz Ooal Gown memang seperti itu?

“-Tidak, itu tidak bisa. Dengar, Nimble. Kamu salah. Mengerti?”

“Ya! Maaf, Yang Mulia.”

Jika memang begitu, maka mereka akan tamat. Dia berharap setidaknya saat ini, bawahan-bawahan itu setara dengan Sorcerer King – dan Jircniv mati-matian berdoa kepada para dewa agar mereka memang lebih lemah dari Ainz.

Saat dia memikirkannya, mereka tidak memiliki informasi yang cukup.

Kurasa kita harus melanjutkan rencana untuk mencoba mengetahui sesuatu dari gadis Dark Elf itu, dengan tahu itu bisa bahaya. Memang benar, kita tidak bisa membeli banyak budak dari Theocracy, tapi mungkin metode itu bisa... Atau mungkin mencoba si bocah (Aura) akan lebih baik? Tidak, dia terlihat terlalu muda, jadi menggunakan wanita untuknya mungkin tidak akan berhasil. Disamping itu, dia kelihatannya punya kemauan keras.

Saat Jircniv jatuh dalam perenungan yang panjang, sebuah ketukan datang dari pintu.

Seperti yang diduga, Freivartz ada di sana.

“Yang Mulia, tamu itu sudah tiba. Ada enam orang jumlahnya dan saya sudah pernah bertemu dengan High Priest sebelumnya, jadi saya percaya itu adalah mereka.”

“Kalau begitu, persilakan ma-“

Saya dia akan berkata begitu, Seyde menyelanya.

“Whoa, whoa tunggu dulu, kalian yang ada di belakang. Jumlahnya memang benar, tapi ada yang tidak beres? Kalian berdua rasanya seperti diriku. Jadi kalian dari pasukan penghukum kuil – yang membunuh apostate priest? Kukira kalian seharusnya tidak terlihat?”

“Monk yang hina ini juga sangat terkejut.”

“Kalian orang siapa?”

“Ya ampun, menyusahkan saja. Tidak apa jika kalian membiarkan kami lewat saja tanpa insiden... Pertama, kamu salah. Saya – tidak, kita punya alasan yang bagus berada di sini. Yaitu, karena sang kaisar mengundang kami. Dia tidak akan senang jika kamu menunjukkan rasa permusuhan kepada kami, tahukah kamu.”

“H-m. Okay, jadi bisakah kamu menunggu di sana sebentar? Biarkan kuperiksa dulu apakah kalian memang berkata benar.”

Dia membiarkan Jircniv melihat wajah mereka. Ada High Priest dewa api, High Priest dewa angin, begitu juga empat orang lain yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Mereka memakai tudung berwarna gelap yang menghalangi wajah mereka terlihat penuh, dan itu adalah bagian yang paling mencurigakan.

Karena ini adalah pertama kalinya mereka bertemu, tidak ada jaminan bahwa mereka benar-benar utusan dari Theocracy. Namun, karena High Preist juga ada di sana, keadaan tidak akan bisa berlanjut jika dia tidak percaya kepada mereka. Sorcerer King akan menjadi satu-satunya orang yang mendapatkan keuntungan dari pertikaian secara internal yang dihasilkan nantinya.

“Mereka adalah tamu yang kutunggu. Maaf, bisakah kamu biarkan mereka masuk?”

Anggota Silver Canary terkejut, tapi mereka masih membiarkan mereka lewat.

Meskipun setelah pintu ditutup, mereka tidak menurunkan tudung mereka.

Jircniv tidak berkata apapun tentang sikap mereka yang tidak sopan. Mereka mungkin saja merasa sama waspadanya dengan Jircniv, dan obyek dari kewaspadaan mereka semua adalah Sorcerer King.

“Kelihatannya penjagaku sudah merepotkan anda. Saya minta maaf.”

“Tolong tidak usah dihiraukan. Sebenarnya, petualang adamantite itu memang benar dengan dua orang di belakang.”

Dua utusan itu duduk, sementara dua lain berdiri waspada di belakang mereka.

Jircniv menulis kalimat “Scripture” di sebuah lembaran kertas yang dia bawa. Responnya adalah senyum yang samar, tapi sudah menjelaskan lebih dari ucapan apapun. Pasukan khusus Theocracy yang dikenal sebagai Scripture, jadi mereka pasti datangnya dari salah satu Six Scriptures (Enam Scripture)

“kalau begitu, mengapa kita tidak menikmati pertarungannya dahulu? Acara utama juga akan dimulai, ya kan?”

Jircniv mengangguk dengan pertanyaan itu.

Acara utama adalah dimana kegembiraan para penonton di puncaknya, dan begitu pula dengan suara yang semakin kencang. Ini akan membuat yang menguping akan sangat kesulitan, yang mana mengapa dia memilih waktu ini dan tempat ini.

Utusan itu menyerahkan sebuah dokumen kepada Jircniv.

Jircniv dengan hati-hati membuka dokumen itu, agar tidak terlihat dari belakang atau samping, dan melihat beberapa pertanyaan di sana.

Kesimpulannya, mereka bertanya mengapa dia meminta Sorcerer King menggunakan mantra itu.

Lalu, mereka bertanya tentang posisi Emperor dalam masalah tersebut.

Tentang seberapa banyak yang mereka tahu tentang Sorcerous Kingdom.

Ditulis dengan istilah yang paling diplomatis, tapi masih tetap sebuah pertanyaan.

Memang mereka bisa begitu saja mengirimkan surat itu kepadanya, alasan mengapa dia berhasil mengundang mereka hingga kemari adalah karena mereka takut jangkauan lengan Sorcerous Kingdom. Atau mungkin itu karena mereka tidak percaya dengan Empire.

Rasa tidak puas menggulung di dada Jircniv. Namun, ketika dia mengingat hubungan mereka dengan Sorcerous Kingdom, memang wajar mereka tidak akan pecaya kepadanya sama sekali.

Jircniv memenuhi jawabannya saat suara tepukan sorakan menggema. Kelihatannya pertandingan akan dimulai.

“Sebelum pertandingan besar ini, biarkan perhaian anda sekalian tertuju kepada Kaisar El-Nix, yang datang untuk menonton pertarungan itu! Para hadirin, silakan liheat ruang VIP di atas kalian!”

Itu adalah suara dari pembawa acara, yang dikeraskan oleh item magic.

“Permisi.”

Jircniv bangkit, agar para penonton di bawah bisa melihat wajahnya.

Orang-orang bersorak berbarengan untuk Jircniv. Dia menolehkan wajahnya yang tampan kepada orang-orang itu, lalu tersenyum tanpa bicara kepada mereka. Para wanita mulai menjerit untuknya, dan Jircnv merasa sangat puas dengan popularitasnya yang belum pudar.

“Terima kasih banyak! Kalau begitu, selanjutnya, para hadirin semua, pertempuran yang ditunggu-tunggu dengan Martial Lord! Persiapannya akan memakan waktu sebentar, jadi mohon bersabar.”

“Martial Lord huh” gumam Jircniv.

Jircniv pernah bertanya kepada Baziwood agar membiarkan Empat Knight melawan Martial Lord. Dia tertawa dan berkata mereka tidak memiliki peluang menang. Jawaban itu membuatnya khawatir, jadi dia biarkan Fluder mengumpulkan informasi tentang Martial Lord. Hasilnya menunjukkan bahwa Martial Lord adalah makhluk yang sangat kuat sehingga sampai rasanya tidak adil.

“Tetap saja, siapa yang melawan Martial Lord itu, Yang Mulia?”

Pertanyaan dari utusan itu memang jelas. Kenyataannya adalah, Jircniv tidak punya jawaban untuknya.

“Saya juga tidak terlalu yakin. Pertandingan dengan Martial Lord ini kelihatannya diputuskan terburu-buru dan tidak terlihat dalam program pula, demi kerahasiaan katanya.”

“Ternyata begitu,” balas utusan tersebut.

“yah, siapapun yang bisa bertarung satu lawan satu dengan Martial Lord pasti adalah petualang adamantite. Namun, Silver Canary ada di sini, jadi pasti seseorang dari Eight Ripples. Sejujurnya, saya benar-benar tidak setuju pertunjukan pertandingan dengan peluang membunuh salah satu petualang adamantite.”

“Saya juga tidak bisa sepenuhnya menyangkal, tapi kenyataan bahwa kekuatan sangat menarik. Tempat ini mungkin memang yang paling cocok membiarkan orang-orang melihat sebuah contoh kekuatan yang luar biasa dan memberi mereka sebuah impian sendiri.”

Pria yang menyela itu adalah High Priest Dewa Api – dengan kata lain, anggota peringkat tertinggi dari Kepercayaan Dewa Api.

“Meskipun begitu, setelah mempertimbangkan kondisi saat ini dari Empire, mungkin saja itu akan membuat kekuatan militer dari Empire semakin turun. Martial Lord adalah makhluk yang paling kuat dari Empire. Mengapa tidak mendaftarkannya ke dalam pasukan anda?”

“...Tidak kukira anda benar-benar berkata seperti itu.”

Slaine Theocracy adalah negeri yang berpusatkan pada manusia. Tidak, lebih baik dikatakan bahwa mereka memandang rendah negeri-negeri ras lainnya.

Mereka adalah sebuah negeri yang masih bisa ada di dalam dunia yang dipenuhi dengan berbagai ras setelah mengkampanyekan kenyataan itu. Harus diakui. Atau lebih tepatnya, bisa dikatakan menyatukan sebuah spesies adalah kondisi membangun negeri yang kuat.

“Itu hanya pendapat pribadi saya. Tidak merefleksikan negeri saya. Yah, sudah cukup basa basinya sekarang, Yang Mulia. Bisakah saya mendapatkan balasan anda?

“Memang benar, Kalau begitu-“

“-Penantian sudah berakhir, para hadirin semuanya! Perkenalkan peantang kita!”

Tangan Jircniv berhenti saat dia akan menulis jawaban pertanyaan pertama. Ini karena dia penasaran dengan penantangnya, siapa yang cukup berani mengumumkan tantangan kepada Martial Lord itu. Diakui sebagai penantang artinay itu pasti dia bisa menunjukkan perlawanan yang mumpuni. Apakah masih ada orang seperti itu di dalam Empire?

Jika dia cukup luar biasa dan mau melayani Empire, Jircniv akan mempekerjakannya meskipun dia kalah. Tergantung keadaannya, dia mungkin akan memberinya kursi dari Empat Knight yang ditinggalkan oleh “The Immovable” (Yang tak tergoyahkan) setelah kematiannya.

“..Nama dari penantang mungkin sudah sangat dikenal oleh banyak penonton. Pria hebat itu datang untuk menyemarakkan kita hari ini! Aku berikan kepada kalian semua, Sorcerer King dari Sorcerous Kingdom. Yang Mulia! Ainz! Ooal! Gown!”

“-Haaaaaah?”

Suara akibat rasa terkejut dan ketakutan keluar dari Jircniv.

Dia tidak mengerti ucapan pembawa acara itu saat ucapan itu tenggelam ke dalam otaknya.

Kebingungan menyelimuti arena tersebut, dan ruang VIP menjadi sangat hening.

Jircniv melihat ke sekeliling, dan dia yakin siapapun mendengarkah hal yang sama.

“Ainz Ooal Gown?”

-Tidak mungkin.

Tentu saja itu tidak mungkin. Pimpinan sebuah negeri tidak bisa begitu saja muncul dalam pertandingan gladitorial di negara lain. Ini jelas sekali bagi setiap orang yang berpikiran sehat. Bukannya dia adalah seorang yang barbar.

Pada awalnya, mereka sangat mengawasi gerakan dari Sorcerous Kingdom. Jika Sorcerer King memasuki Empire, masalah itu akan langsung sampai di telinga Jircniv. Itu adalah masalah yang merupakan prioritas tertinggi. Dia sudah mengatur agar berita itu sampai pada dirinya entah dia berada di dalam haremanya atau di suatu tempat lain.

Jika berita itu tidak sampai pada dirinya meskipun sudah mengerahkan seluruh usaha, itu artinya –

Dia masuk ke dalam negeri dengan sembunyi-sembunyi? Mengapa orang seperti itu melakukannya? Ah dia datang ke arena? Apa yang sebenarnya dia pikirkan – apa? Jangan-jangan? Apakah memang begitu?Ini... bagaimana mungkin ini bisa terjadi?

Tubuh Jircniv gemetar tidak karuan.

Lalu, dia menolehkan garis pandangannya untuk melihat ke arah utusan dari Slaine Theocracy.

Ada tatapan tajam di dalam mata itu dari balik tudung mereka, dan dari mata itu hanya berkata satu hal. Tidak, kelihatannya, Jircniv akan menghasilkan kesimpulan yang sama jika dia berada di tempat mereka.

Mereka berpikir: Jircniv memanggil Sorcerer King kemari.

“Tunggu sebentar. Ini adalah jebakan!”

Memang benar.

Semua ini adalah konspirasi Ainz Ooal Gown. Jika mereka tidak mengerti itu – tidak, jika mereka tidak bisa menerima itu, situasinya akan sangat mengerikan.

“Sebuah jebakan yang dipasang oleh Sorcerous Kingdom? Atau oleh orang lain? Lagipula, ini adalah tempat yang anda tentukan, Yang Mulia, dan kami bau tau itu beberapa jam yang lalu.”

Memang benar. Dia menyimpan semuanya secara rahasia sampai saat terakhir agar bisa mengurangi resiko informasi yang bocor.

Jircniv mati-matian mencoba untuk mengingat siapa yang tahu dengan masalah ini. Jumlahnya sangat sedikit, dan mereka semua adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Atau apakah benar memang begitu?

Tidak-

“—Mungkin saja informasi itu dipaksa keluar melalui dominasi magic. Ini benar-benar bukan bagian dari rencanaku. Ini adalah buktinya. Jika aku memasang jebakan ini, apakah aku akan sepanik ini sekarang?”

“Kamu mengharapkan kami percaya itu? Apakah kamu melakukan ini untuk menarik kami ke dalam? Atau mungkin, untuk menjual kami?!”

Mereka sama sekali tidak percaya kepadanya.

Tidak, itu memang bisa diduga. Jircniv pasti akan menghukum mereka jika dia berada ditempatnya.

Tetap saja, darimana bocornya? Tidak, apakah memang benar-benar bocor? Jangan-jangan semua ini sudah ada dalam genggaman tangannya? Dia memasang umpannya, dan menunggu diriku memakan kailnya-

Tiba-tiba saja, sebuah hawa dingin bertiup di punggungnya.

Berapa banyak tindakan Jircniv yang sudah diperkirakan oleh Sorcerer King?

Sang mungkin semua yang terjadi hingga sekarang adalah bagian dari rencananya.

Sorcerer King adalah musuh seperti itu, otak brilian Jircniv menyimpulkannya.

Seberapa rincinya rencana dia? Tidak, sekarang bukanlah waktunay ketakutan dengan kepandaiannya! Jika aku tidak bertindak secepatnya-!

“Gawat, kita harus pergi sekarang-“

Namun, sudah terlambat.

Suara yang menyela itu seperti seorang hunter yang telah melihat mangsanya jatuh ke dalam perangkap yang dipasang dengan sangat hati-hati.

“Jircniv Rune Farlord El-Nix-dono. Sudah lama sekali ya.”

Saat dia berusaha mengendalikan nafasnya yang panik, dia melihat figur Sorcerer King, yang terbang dari jantung arena ke ketinggian yang sama dengan ruang VIP.

Wajahnya yang sangat dibenci itu terlihat penuh. Itu pasti agar membiarkan semua orang tahu bahwa memang dia sendiri.

“Thuh, the – huu. Sama halnya dengan anda, Gown-dono. Saya tidak mengira akan bertemu dengan anda di tempat seperti ini.”

Jircniv tidak tahu lagi apa yang harus dikatakan. Saat semua yang dia katakan bisa digunakan untuk melawannya. Namun, bibir Jircniv tidak terbuka, seakan bibir itu dilengketkan oleh lem.

“Kelihatannya kita sama-sama merasakanya. Kebetulan sekali!”

Kuku, Sorcerer King tertawa dengan jahat. Dia jelas sekali tidak merasa itu adalah sebuah kebetulan.

Itu bukan kebetulan sama sekali.

Jircniv yakin itu semua adalah bagian dari rencana Ainz Ooal Gown.

Dengan mengendalikan pembicaraan rahasia dengan Theocracy, dia akan terus-terusan menambahkan tekanan baik kepada Jircniv dan Theocracy serta membuat mereka terhindar dari pembentukan aliansi satu sama lain.

Itu benar-benar rencana jenius yang sangat mengerikan.

Jircniv mengusap keringat di telapak tangannya ke arah pakaiannya.

Pasti banyak informasi yang sudah bocor. Pertanyaannya adalah, seberapa banyak yang dia tahu?

Saat Jircniv berusaha berpikir, cahaya kebencian di mata Sorcerer King menoleh ke arah utusan dari Theocracy.

“Teman anda, Yang Mulia?”

Jircniv tidak tahu haru jawab apa kepada Ainz.

Ini bukan pertanyaan biasa.

Itu adalah sebuah ujian dari niatnya.

Apakah dia akan berbohong untuk melindungi orang-orang Theocracy, atau akan menjual mereka, sebagai teman dari Sorcerous Kingdom?

Itu adalah rencana licik yang membuat Jircniv mulai merasa mual.

Tengkorak tanpa emosi itu terlihat seakan berubah karena jahat. Dia pasti sedang mengejeknya, mengejek Jircniv, yang tidak bisa bicara.

“Ada apa? El-Nix – Tidak, Jircniv-dono. Anda kelihatannya pucat. Apakah anda sakit?”

Kenyataan bahwa dia terdengar benar-benar khawatir sejak awal memang menjijikkan, dan membuatnya ketakutan. Jircniv merasa dia seperti binatang kecil, yang menggeliat di dalam tangannya yang penuh cinta. Sebagai manusia biasa, memang wajar baginya merasakan teror yang diselimut di dalam kegembiraan.

“Ti, Tidak apa, tidak ada masalah. Kelihatannya saya sedikit pusing karena berdiri tiba-tiba.”

“Begitukah. Yah, mereka bilang tubuhu adalah aset terbaikmu, sebaiknya anda jaga baik-baik.”

Alasan yang dikeluarkan Jircniv terdengar sangat tidak wajar,  tapi setidaknya dia sudah keluar dari cengkeramannya sekarang. Apakah dia sedang menunggu saat yang tepat untuk menghabisi mangsanya, atau apakah dia sedang berbuat sesuka hatinya terhadap hobinya yang sadis? Atau mungkin saja-

“Kalau begitu, maukah tuan-tuan memperkenal diri? Saya adalah Sorcerer King, Ainz Ooal Gown.”

-Mungkin itu yang menjadi tujuannya.


Karena dia, sebagai pemimpin sebuah negeri, sudah memberikan namanya, pihak lain tidak bisa mundur begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata. Jika mereka memberikan nama yang palsu, jika Sorcerer King mengetahui nama asli mereka, bagaimana dia akan bereaksi nantinya?

Berhentilah mempermainkan kami!!!

Ekspresi Jircniv tidak berubah, atau lebih tepatnya, itu karena tengkorak Ainz yang tidak punya kulit dan daging. Bukan hanya tidak memiliki mata, orbit kosong dari matanya ditempati oleh api merah yang sedang menari, yang mana tak bisa dipakai untuk membaca emosinya. Namun, Jircniv bisa merasakan seringainya yang jahat semakin melebar.

“Teriam kasih banyak, dan sebenarnya kami ingin memperkenalkan diri sendiri pula. Namun, sebuah keadaan darurat sedang menunggu perhatian kami, jadi kami harus segera pergi. Saya yakin Yang Mulia akan lebih dari senang untuk mengatakan kepada anda nantinya.”

Utusan itu beranjak dari tempat duduknya.

“Begitukah? Sayang sekali. Aku berharap kita bertemu lagi. Tolong jaga diri baik-baik sampai saat itu. Kalau begitu, masih ada masalah pertandingan, jadi permisi.”

Dengan ucapan perpisahan yang (mungkin) mengejek itu, Sorcerer King turun.

Saat figurnya hilang ke bawah, utusan itu menatap Jircniv dengan tajam.

“Beraninya kamu menjebak kami.”

“Tidak, aku tidak menjebak kalian!”

“Tidak? Dilihat dari manapun, dia sudah tahu semuanya tentang tempat ini. Semua yang dia lakukan jelas sekali untuk mengejek segerombol orang bodoh yang sedang bergerak seperti yang dia duga... Sudah berapa banyak yang kamu katakan kepadanya? Sudah berapa banyak orang yang akan kamu khianati untuk menyelamatkan negerimu sendiri? Kamu pasti memintanya untuk menggunakan mantra kehancuran yang sangat tidak logis itu, ya kan?”

Jircniv mati-matian menoleh kepada sang priest, mencari bantuan.

Namun, dia tidak melihat kecurigaan dan keraguan di mata mereka, namun rasa permusuhan dan kecewa.

Sorcerer King telah mengirimkan pukulan yang luar biasa tepat saat yang paling efektif. Itu adalah sebuah pukulan yang tentu saja akan melumpuhkan Empire. Dia bilang kepada Empire mereka tidak memiliki pilihan lain selain daripada mengkhianati umat manusia-

“Tolong percayalah padaku, aku tidak menjual informasi ini kepadanya-“

“..Meskipun kami percaya padamu, tidak mungkin kamu bisa menyangkal fakta bahwa seluruh operasimu telah ketahuan. Yang Mulia, saya sekali saya harus berkata kita tidak akan bisa bertemu lagi.”

Setelah berkata begitu, utusan tersebut akan pergi diikuti oleh para priest.

“Tunggu! Aku melarangmu meninggalkan ruangan ini sampai mendengar pendapatmu!”

Nimble dan Baziwood menghunus senjata mereka dan bersiap untuk bergerak.

Saat Jircniv berusaha mengembalikan kehidupan di hatinya yang hancur, dia menatap ke arah dua High Priest. Utusan itu bahkan tidak melihat balik saat mereka pergi.

“Kamu, katakan kepadamu apa yang kuil pikirkan. Bagaimana menurutmu tentang Sorcerer King!”

“...Sorcerer King adalah makhluk undead yang keji, dan kami tidak akan menderita dengan memanggilnya raja.”

Sebelum Jircniv bisa menjawab, High Priest dari Dewa Api melanjutkan: “Namun, kami tidak bisa mengalahkannya di dalam pertempuran, jadi kmai harus mencari cara untuk menghancurkannya.”

“Silahkan khianati kami sesuka hatimu, oh Kaisar, anda sudah tergoda oleh kekuatan iblis.”

Kalimat itu, dibuat oleh Hight Priest Dewa Angin, jelas sekali menggambarkan rasa permusuhan mereka terhadap Jircniv.

Ini benar-benar gawat.

Kuil tidak bisa dipengaruhi oleh pemerintah. Namun, mereka mungkin akan memutuskan untuk menghentikan komunikasi dengan seorang Kaisar yang berkawan dengan musuh universal, undead.

Dia tidak bisa menyingkirkan mereka, karena kuil-kuil bertugas untuk menyembuhkan, serta penyelamat bagi jiwa para manusia.

Jika dia melakukan itu, Empire akan runtuh dari dalam.

Bagi Jircniv, satu gerakan dari Ainz Ooal Gown rasanya seperti sapuan dari sabit Malaikat Maut. Meskipun dia tidak melakukan apapun, Empire akan runtuh. Lalu, Sorcerous Kingdom akan menemukan beberapa alasan untuk datang memanggil.

Jika itu adalah Jircniv yang melakukannya, dia akan menggunakan alasan sebagai berikut “Negeri dari sekutu kami sedang berada dalam keributan, jadi kami mengirimkan pasukan untuk membantu mempertahankan peraturan umum.”

Melihat dari reaksi mereka, Slaine Theocracy tidak akan mengkritik Sorcerous Kingdom karena melakukan hal semacam itu. Kingdom tidak akan memiliki kekuatan untuk melakukan apapun juga, sementara Aliansi City-State akan memakan waktu untuk membuat kalimat seperti itu.

Bujuan macam apa yang bisa dia tawarkan untuk bisa menghapus keraguan dari hati mereka? Atau lebih tepatnya, untuk menjaga komitmen mereka, meskipun mereka meragukan?

Jircniv selalu menempatkan topik itu menjadi yang paling utama di hatinya ketika dia bicara dengan orang lain sebagai kapasitasnya yang seorang kaisar. Cara yang paling sederana agar orang-orang mengambil tindakan adalah menarik keingingan mereka. Jircniv tumbuh mengetahui hal ini adalah cara yang tepat untuk melihat semua hal. Ada begitu banyak manusia yang diperintah oleh hasrat wajah cantik sampai tidak mengejutkan lagi.

Namun, saat ini, Jircniv tidak bisa menemukan jawabannya.

Sekarang pihak lain sudah berpikir dia telah mengkhianati umat manusia dan bekerja sama dengan undead, tidak ada yang bisa dia tawarkan kepada mereka.

Yang bisa dia lakukan adalah bercerita menurut sudut pandangnya secara tulus dan sungguh-sungguh.

“Tolong biarkan aku berkata satu hal terakhir. Kelicikan dia itu sudah jauh melebihi diriku. Perkembangan ini mungkin sudah berada dalam rencananya... Memang aku tahu aku tidak akan percaya itu dengan mudah jika aku berada di tempat kalian... Aku benar-benar tidak menjual kalian. Dan mungkin saja kalian tidak akan percaya ini pula, sebagai manusia aku ingin mengatakan satu hal padamu. Rezim Sorcerer King sangat penyayang. Orang-orang di E-Rantel hidup dengan damai.”

“Tapi kita tidak tahu itu akan bertahan hingga berapa lama, ya kan?”

“Mungkin saja,. Tapi untuk sementara, setidaknya, mereka aman. Jika kita berangkat perang yang tidak bisa kita menangkan, negeri kami akan mulai jatuh dalam jalan kehancuran. Jadi aku harap kamu akan berpikir dengan hati-hati dan tidak membuat gerakan yang gegabah.”

Dua High Priest saling melihat satu sama lain.

Kemudian, rasa permusuhan mereka yang sebelumnya terhadap Jircniv kelihatannya sedikit mereda.

“...Kelihatannya mungkin saja kami terlalu emosional. Jika makhluk undead itu benar-benar seperti yang dirumorkan, kami tidak bisa menyingkirkan begitu saja kemungkinan jika semua ini mungkin saja merupakan bagian dari rencananya. Kalau begitu, mungkin saja kita akan bertemu lagi suatu saat, jika memang bisa.”

“Terima kasih. Dan sebelum itu, aku punya permintaan. Tak perduli darimana, tolong lihat pertarungan orang itu di dalam arean. Jika kalian bisa melihat sebuah cara untuk mengalahkannya, tolong katakan kepadaku.”

Jircniv merendahkan kepalanya.

Termasuk konspirasi, tidak mungkin bisa mengalahkan Ainz dalam pertempuran kecerdasan. Hati manusia adalah satu-satunya kartu as bagi mereka yang ingin melawannya dengan setara.

Sorakan datang dari bawah, dan Jircniv menolek ke arahnya.

“...Semoga beruntung, Martial Lord. Oh, para dewa!”

Jircniv berdoa dengan tulus untuk kemenangan Martial Lord.

Part 3

Ibukota Imperial yang paling ditunggu.

Saat dia menatap melalui celah kecil yang dia buka di jendela kereta tersebut, Ainz merasakan perasaan kalah yang buruk.

Kehidupan dan energi melimpah di sini.

Wajah-wajah orang pun cerah. Itu adalah sebuah kota yang sibuk, benar-benar berbeda dengan Sorcerous Kingdom yang suram.

Dan kemudian, perasaan kalah itu segera menghilang. Lagipula, kotanya dikuasai baru-baru saja. Ketika sebuah kota diambil alih oleh penguasa baru, kehidupan pun berubah. Wajar bagi orang-orang yang merasa tidak tenang, menjalani keadaan sementara yang rendah energinya.

Punitto Moe pernah mengajari Ainz tentang game strategi. Ketika seseorang menguasai wilayah selama perang, nilai kebahagiaan orang-orang itu akan hancur. Dan juga-

-Apa yang dia katakan tentang munculnya partisan? Apalagi itu? Mengapa sebuah senjata dalam jumlah besar tiba-tiba muncul?


(TL Note : Partisan yang dibicarakan Ainz adalah sekelompok orang yang memberontak terhadap pemerintahan baru. Sedangkan Partisan yang dimaksud Ainz adalah senjata sejenis tombak. Itulah kenapa Ainz bingung kenapa tiba-tiba muncul tombak (partisan) itu dalam jumlah besar. Sedangkan yang dimaksud Punitto Moe adalah munculnya pemberontak pemerintahan baru dalam jumlah besar)

Bagian pertama benar-benar tidak ada hubungannya dengan yang kedua. Dia merasa bahwa dia merasa ada yang salah entah di suatu tempat.

Karena game tersebut tidak ada hubungannya dengan YGGDRASIL, dia kehilangan daya tarik di tengah-tengah permainan. Namun, seharusnya mereka samar-samar setidaknya ada hubungannya.

Dia mungkin sedang membicarakan semacam pengkhianatan. Atau mungkin sebuah bentuk bahasa slang dari pemain, huh... Partisans... kelihatannya adalah semacam polearm. Jadi, ketika dia membicarakan tentang senjata yang dijual besar-besaran, dia sedang membicarakan alasan bertarung? Pajak dari penduduk mungkin? Hm? Mungkin mereka bertarung melawan penguasa baru, tapi itu berarti pemberontakan, ya kan? Maka seharusnya disebut sebagai pemberontakan saja dari awal. Mengapa harus partisan? Yah, yang manapun tidak ada masalah...

(TL Note : Polearm, senjata sejenis tombak yang digunakan oleh orang Eropa zaman medieval)

Alasan mengapa di E-Rantel tidak ada pemberontakan adalah karena Death Knight berpatroli untuk menegakkan keamanan umum. Atau apakah karena karakter Momon yang memiliki efek menenangkan pada mereka? Tidak, mungkin akar masalahnya adalah karena peraturan sosialnya yang penuh kebaikan.

...Tak ada yang lebih baik daripada rezim yang damai. Membunuh itik untuk mencari telur emasnya benar-benar sebuah kebodohan. Kurasa aku harus membuat kelonggaran sesekali seperti mengembalikan item-item yang jatuh kepada seorang lawan setelah mem PK mereka, mungkin saja.

Saat Ainz meningat isi dari “PK untuk orang dummies”, Ainz menyadari bahwa dia sudah teralihkan perhatiannya, dan segera mengembalikan pemikirannya ke jalur yang benar.

Tunggu dulu, aku sedang berpikir tentang tingginya energi. Yah, tak perduli dilihat darimana, aku hanya menguasai satu kota, dan ini adalah ibukota Empire, yang mana ada banyak kotanya, jadi perbedaan level energi mereka tidak bisa dibandingkan. Bahkan populasinya pun berbeda... Jadi kurasa selama jumlah orang-orang meningkat, Sorcerous Kingdom juga akan menjadi lebih bersemangat... kurasa aku harus memfokuskan peraturan yang memberikan semangat untuk peningkatan populasi. Albedo bisa mengaturnya.

Setelah Ainz menenangkan diri, dia memutuskan arahan baru yang diambil, dalam kapasitasnya sebagai seorang penguasa.

“Kalau begitu, ah, Yang Mulia...”

Pria yang sedang melihat keluar jendela juga berbicara kepadanya, dan itu membuat Ainz tersadar dari lamunannya.

“Saya, saya takut untuk bertanya, Yang Mulia, tapi bukankah ini adalah ibukota Imperial, Arwintar?”

Pria tersebut – yang sebenarnya diculik – bertanya dengan suara gemetaran.

“Memang benar. Seperti yang kuduga dari Guildmaster Petualang, kamu mengenali tempat ini dengan sekali lihat.”

“Terima, Terima kasih banyak – tidak, tunggu! Saya tidak ingat kita pernah melewati cekpoin satupun! Bukankah ini adalah imigrasi ilegal?”

Itu, kenyataannya, adalah apa yang terjadi. Karena mereka telah menggunakan mantra [Gate] untuk transit secara langsung ke ibukota Imperial, mereka tidak akan melalui cekpoin satupun.

“-Detail, detail.”

“Bukan hanya masalah detil! Seorang raja menyeberang perbatasan secara ilegal ke negara lain adalah insiden internasional!”

Jircniv juga mengatakan hal yang sama ketika dia datang ke Nazarick, tentu saja Ainz tidak berkata begitu. Yang wajar adalah Guildmaster yang benar dan Ainz yang salah.

Setelah berpikir sekerasnya, dia masih tidak bisa mengeluarkan penjelasan yang akan diterima oleh Ainzach. Malahan, dia akhirnya menghela nafas karena sikap keras kepala dari pria tersebut. Ainz menganggap dia adalah seamcam orang yang akan berkata, “Ya, selama kamu tidak tertangkap”.

Pendapatnya terhadap pria itu sedikit berubah.

“...Guildmaster, aku memiliki hubungan yang sangat baik dengan El-Nix-dono. Aku bahkan memenuhi permintaannya di masa lalu.”

Ainz teringat atas apa yang terjadi selama perang itu.

“yah, aku tau itu sulit sekali dianggap hal yang sama, tapi aku yakin dia akan dengan senang hati menyetujui jika aku memintanya. Memang benar, itu akan terjadi setelah ini... tapi bukankah tidak apa jika kaisarnya sendiri mengizinkan?”

“Jika, Jika anda menganggapnya seperti itu...”

“Hal yang paling penting adalah baik dirimu dan diriku tidak membawa hal yang buruk kemari. Bukankah itu berarti tidak apa?”

“Muu,” Ainzach merenung.

Ainz tersenyum dalam hatinya, percaya bahwa dia sudah meyakinkan orang lain.

Sebenarnya, ada dua alasan mengapa mereka menyeberangi perbatasan secara rahasia.

Jika Jircniv tahu hal ini, dia mungkin akan mempersiapkan upacara sambutan untukku. Dia mungkin akan mewaspadai Nazarick, tapi karena aku adalah raja dari negeri sekutu, dia pasti akan menyambutku di pintu depan. Itu bisa sangat gawat.

Sang Kaisar pasti akan mengadakan semacam upacara untuk menyambut raja dari negeri sekutu. Itu adalah sesuatu yang Ainz, yang masih belum paham dengan budaya masyarakat bangsawan , harus hindari dengan segala cara.

Jika dia menjadi bahan tertawaan karena itu, dia tidak akan bisa melihat para guardian – yang sedang bekerja keras untuk Sorcerous Kingdom – di mata mereka.

Ada juga alasan lain.

Sekarang, aku harus memikirkan bagaimana agar Ainzach terlibat dengan hal ini. Mungkin aku harus meminta bantuannya seperti yang kulakukan ketika aku memutarbalikkan cerita itu di guild?

Alasan lain adalah karena dia ingin menekan Guildmaster Ainzach agar masuk ke dalam rencananya.

Tujuan Ainz datang kemari adalah untuk merekrut para petualang.

Dia sudah memasukkan Guild Petualang ke dalam organisasi nasional. Namun, meski cangkangnya sudah siap, mengisinya akan memakan waktu yang lama. Ini sangat buruk bagi Sorcerous Kingdom, karena hanya mengendalikan satu kota dan jumlah para petualang yang bisa mereka tarik benar-benar tidak cukup. Menggunakan para petualang dari ras lain – seperti lizardmen, contohnya – adalah sebuah masalah nanti. Sekarang ini, dia harus meningkatkan jumlah petualang manusia.

Itulah kenapa dia harus kemari untuk melakukan pengamatan. Jika tidak cukup, dia bisa merekrut dari negeri-negeri sekitar pula.

Namun, rekrutmen semacam ini tidaklah mudah, terutama karena Ainz pada dasarnya akan melakukan sales door to door – salah satu pekerjaan yang terberat dalam bisnis penjualan.

Menurut Ainzach, para petualang seharusnya adalah freelance, tapi kenyataannya, mereka adalah bentuk pertahanan nasional terhadap monster-monster. Pencarian satu persatu secara agresif akan menghasilkan reaksi yang kaku.

Tentu saja, Ainz tidak berpikir dia akan kalah, meskipun jika Guild Petualang dari setiap negeri melakukan peperang dengan skala penuh melawannya. Namun, itu akan menurunkan moral dari setiap petualang yang berhasil dia rekrut. Sangat mudah untuk melihat bagaimana mereka akan kehilangan motivasi ketika melihat sebuah konflik antara kesetiaan baru dengan mantan rumah mereka.

Inilah kenapa dia harus melibatkan Ainzach – yang memahami tujuan dan konsep Ainz – dalam semua ini. Tentunya keadaan akan berjalan dengan lancar jika dia adalah perantaranya. Dia telah mempertimbangkan jika Ainzach menolak mentah-mentah jika dia bilang kepadanya tentang ini di E-Rantel, jadi dia harus menyeret Ainzach untuk ikut seperti ini.

Ditambah lagi, dia juga mempertimbangkan kenyataan bahwa Ainzach akan memiliki suatu hal yang mirip dengan pihak lain.

Itu adalah rahasia dari salesmanship. Orang-orang cenderung terarah kepada mereka yang mirip dengannya.

Ainz – tidak, Suzuki Satoru telah melihat rekan-rekannya mempengaruhi kenyataan bahwa mereka lahir di tempat sama atau bahwa mereka mendukung tim yang sama sebagai client yang prospektif untuk membereskan penjualan.

Setelah menjadi Momon sang petualang, Ainz mengerti kehidupan dari petualang, hingga titik tertentu. Namun, dia telah meningkatkan peringkat dengan sangat cepat sehingga dia tidak bisa berkata bahwa dia benar-benar tahu kerasnya menjadi seorang petualang. Oleh karena itu, dia harus membiarkan Ainzach – yang adalah seorang petualang veteran dan juga Guildmaster Petualang – bicara untuknya agar meningkatkan kedekatan pihak lain kepada dirinya.

Dengan kata lain, suksesnya ekspedisi kecil mereka ke Empire bergantung kepada performa Ainzach.

Tetap saja, pertanyaannya adalah, bagaimana aku bisa benar-benar memotivasi Ainzach agar mau membantu?

Jika masalahnya adalah uang, dia tentu bisa membayarnya. Namun, dia tidak bisa membayangkan hal semacam itu akan membuat Ainzach berusaha sekuat tenaganya.

“Ayo pergi.”

Setelah memerintahkan kepada sang kusir, kereta itu mulai bergerak perlahan. Kusir yang dimaksud adalah makhluk yang Ainz summon dengan sedikit emas yang tersisa pada dirinya, seekor monster dengan level lebih dari 80, yang disebut Hanzo.

Hanzo adalah monster tipe ninja humanoid, dan ahli dalam melawan serangan sembunyi-sembunyi. Ada juga yang lain yang setidaknya berada di level yang sama, seperti Kashin Koji, yang ahli dalam ilusi. Fuuma, yang ahli dalam pertempuran tangan kosong dan teknik spesial, Tobi Kato, yang ahli dalam senjata, dan seterusnya.

Interior dari kereta itu berbunyi keras saat berjalan maju.

Ainz mempertimbangkan menggunakan kereta yang banyak dimantra akan sangat mencurigakan. Oleh karena itu, dia memilih kereta pos biasa sebagai gantinya.

“...Kalau begitu, Yang Mulia. Karena kita sudah tiba di ibukota Imperial, bisakah anda katakan kepada saya apa yang akan kita lakukan di sini?”

Ainzach mengerutkan alisnya.

“Kita akan merekrut para petualang untuk negeri kita.”

Sebuah ekspresi pahit terlihat di wajah Ainzach. Jelas sekali dia sulit menerima itu.

“... Jangan-jangan anda berniat membujuk para petualang Empire untuk bergabung?”

“Memang benar. Kita akan mencari kepala di negeri ini.”

Memang itu dilakukan waktu perang, kenyataan bahwa dia telah membunuh begitu banyak prajurit Kingdom akan membuatnya sangat sulit menarik para petualang dari Kingdom ke miliknya. Ditambah lagi, Albedo sedang mengunjungi Kingdom, jadi dia tidak bisa membuat kesulitan untuknya. Oleh karena itu, negeri sekutu mereka, Empire, adalah pilihan yang ideal.

Aliansi City-State agak jauh dari sini, menurut informasi dari Fluder dari negeri-negeri tersebut. Namun, setelah berkonsultasi dengan Demiurge dan Albedo, dia memutuskan untuk intervensi ke sana bukanlah hal yang bijak.

“Dengan cara apa anda akan melakukannya? Saya...”

Ainzach mengambil nafas dalam-dalam.

“..Yang Mulia, saya telah memasukkan pandangan anda tentang para petualang ke dalam hati saya. Oleh karena itu, saya ingin membantu Yang Mulia dengan seluruh tenaga. Meskipun begitu, saya masih seorang pria dalam sistem, sebagian besarnya. Saya merasa dengan membuat para petualang meninggalkan semuanya yang mereka tahu selama ini akan sangat sulit. Ini tentu saja benar bagi para petualang Empire.”

Sebuah sensasi kebahagiaan baru dan segar mengalir di dalam dada Ainz.

Memang benar, Ainz ingin pendapat seperti ini.

Bukan salah Guardian, tapi mereka menerima apapun yang dia katakan sebagai sabda ilahi dan bergegas melakukannya. Oleh karena itu, Ainz sering sekali merasa tidak tenang dengan apakah dia sudah memberikan perintah yang benar atau tidak. Karena itu, dia ingin sekali mendengar seseorang menentang statemen dirinya. Dengan begitu, dia akan tahu dimana masalah yang sebenarnya.

Pendapat Ainz terhadap Ainzach naik satu tingkat.

Tetap saja,d ia tidak bisa benar-benar menerima pandangannya.

Hanya langit yang tahu kenapa, tapi seluruh bawahannya terlihat menganggap Sorcerer King Ainz Ooal Gown adalah orang jenius. Sehingga, Ainz tidak bisa berkata atau melakukan apapun yang mengkhianati kepercayaan itu. Dia tidak bisa mengecewakan mereka.

“..Betapa mengherankan. Keuntungan seharusnya melebihi kerugiannya. Aku tidak mengerti. Kelihatannya aku belum cukup memahami para petualang.”

Wajahnya – yang tidak menunjukkan emosi apapun – adalah bantuan yang besar, karena tidak ada orang yang bisa tahu dia sedang berbohong. Itu adalah wajah datar yang luar biasa.

Di titik ini, Ainz berhenti sejenak dan melihat ke arah Ainzach lurus di matanya. Dia tidak bisa mengartikan bahwa dia sedang menunggu respon pria itu.

“Apa yang akan kamu lakukan, jika itu terserah dirimu? Apakah ada penawaran yang cukup menarik untuk membuat para petualang yang sudah memilih homebase merubah pikiran mereka?”

“..Yang Mulia, apakah kita harus langsung mencarinya sekarang?”

“Apa?”

“Apakah kita akan mulai mencoba menarik para petualang dari ibukota Imperial sekarang juga?”

Ainz menelungkupkan tangannya ke dagu saat dia berpikir.

Jika mungkin, dia ingin melakukannya segera mungkin. Namun, jika dia tidak bisa melakukannya, dia tidak keberatan menunggu. Lagipula, tujuannya adalah untuk menyanyikan lagu pujian dari Sorcerous Kingdom.

Heteromorf tidak memiliki konsep usia. Dengan begitu, ada waktu lebih dari cukup.

“Memang benar. Ini tidak terlalu mendesak.”

“Lau, bukankah kita harus membentuk pondasi yang kuat dahulu? Kita harusnya membangun organisasi yang diinginkan di dalam Sorcerous Kingdom, lalu membuat berbagai persiapan lain yang dibutuhkan. Ketika kulitnya sudah siap, kita bisa mengisinya dengan senang hati, apakah itu salah?”

“Itu adalah saran yang luar biasa, yang tidak pernah aku pertimbangkan sebelumnya. Namun, itu memeiliki masalah tersendiri. Jika kita tidak memastikan isinya sebelum membangun, kulit yang sudah selesai mungkin terlalu besar atau terlalu kecil... Apakah kamu mau coba?”

“Me-Memang benar, tugas itu jauh dari kemampuan saya. Lagipula, saya tetap tidak yakin bagaimana Yang Mulia ingin mendidik para petualang, dan saya tidak mengerti jangkauan rencana anda untuk Sorcerous Kingdom.”

“Memang benar, sejujurnya, aku merasa masih ada yang kurang. Khususnya – aku tahu kamu tertarik dengan ucapanku, tapi aku tidak tahu berapa banyak hati yang bisa digerakkan. Agar bisa mengamati reaksi mereka, aku datang ke Empire untuk melakukan tes rekrutmen, dan melihat hasilnya.”

“Ternyata begitu... seperti yang diduga dari Yang Mulia, anda sudah merencanakannya jauh di depan. Saya merasa malu dengan pemikiran saya yang dangkal.”

“Tentu saja tidak. Kamu dan aku adalah makhluk yang berbeda. Karena itu, mungkin saja aku membuat kesalahan ketika masalahnya adalah manusia biasa. Yang saya tahu, mungkin saja ada sesuatu yang akan membuat marah orang lain. Tolong katakan kepadaku jika situasi itu terjadi. Dengan begitu, aku akan membutuhkan sebuah bantuan... Ainzach.”

“Ya!”

“Kalau begitu, aku akan mengandalkanmu di masa depan.”

Ainzach berhenti sejenak untuk berpikir sesaat, lalu dia membungkukkan kepalanya dalam-dalam.

Kelihatannya sama seperti bagaimana para guardian Nazarick melakukannya.

Ainz dengan gagahnya mengangguk saat dia bercermin terhadap ucapan sebelumnya.

Bagaimanapun, bisakah aku benar-benar menyerahkan tugas menarik para petualang Empire kepada Ainzach sendiri saja?

Ini adalah masalah yang sangat penting.

Ainz bisa melakukan presentasi sendiri jika dibutuhkan, tapi bukan karena dia memang menyukainya. Jika seseorang lebih mahir dalam tugas itu dan lebih mampu, maka dia harusnya menyerahkan tugas itu kepada mereka. Namun-

-Aku tidak bisa menyerahkan semua itu keapdanya. Jika ada masalah yang muncul, aku harus menanganinya sebagai atasan Ainzach.

Dia tidak ingin menjadi seorang bos yang buruk. Ainz sangat memegang teguh tekad itu. Baru saja, dia menyadari bahwa Ainzach kelihatannya seperti jatuh dalam lamunan.

“Apakah ada yang salah?”

“..Yang Mulia, jangan-jangan anda tidak berniat membatasi hanya dari hasil para petualang saat ini, tapi menggabungkan para petualang di masa depan ke dalam organisasi anda dan menyuruh mereka menjelajahi dunia yang belum diketahui?”

“Itu adalah niatku.”

“Jika begitu, saya merasa bahwa mencoba meyakinkan kelompok petualang saat ini akan menjadi sangat sulit. Namun, mungkin bisa berhasil jika orang-orang yang ingin menjadi petualang itu datang ke Sorcerous Kingdom kita. Itu artinya, kita akan mengumpulkan yang masih hijau lalu membesarkannya.”

Sementara para petualang tidak mengenal perbatasan, orang-orang yang menjadi petualang merupakan milik negara tertentu. Ainz juga terpikirkan hal ini, tapi karena pria ini – yang lebih familiar dengan dunia ini daripada Ainz – berbagi pendapatnya, maka seharusnya tidak apa.

“Ternyata begitu, lalu apa yang harus kulakukan?”

“Yang kuat selalu dikagumi. Oleh karena itu, bolehkah saya bertanya bagaimana pendapat Yang Mulia untuk mempertontonkan kekuatannya sebagai bentuk pemasaran?”

Dan apa yang akan dihasilkan dari hal itu? Pikir Ainz.

Meskipun begitu, publisitas memang sangat penting. Lagipula, alasan mengapa dia mendirikan Guild Petualang sendiri adalah untuk menyebarkan nama Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown.

“...Jadi aku harus menunjukkan kekuatanku dan melakukan apa yang dilakukan oleh para petualang?”

Yang harus kulakukan adalah membuat Momon versi Empire, Pikir Ainz. Namun, Ainzach menggelengkan kepalanya.

“Sebagai catatan, Yang Mulia. Ini adalah ibukota Imperial, Bagaimana kalau menunjukkan kekuatan anda di dalam arena?”

“Hoh...? Kedengarannya menarik. Jelaskan dengan rinci.”

♦ ♦ ♦

Kereta tersebut berhenti di dalam halaman yang luas.

Momon da Nabe pernah berjalan di jalanan Ibukota Imperial, tapi Ainz tak pernah melihat rumah pribadi sebesar itu waktu itu. Bahkan di dalam E-Rantel dia tidak pernah melihat sebuah mansion yang lebih berkesan dari ini.

“Apakah ini adalah rumah dari pemilik arena? Tepat yang sangat mengesankan.”

Ainzach merespon pertanyaan Ainz dengan barisan ucapan “Mungkin agak berlebihan.”

“Arenanya sendiri adalah properti negara. Orang-orang menyewa arena itu untuk acara-acara, jadi menyebut mereka ‘promotor’ mungkin lebih akurat. Orang yang tinggal di sini adalah promotor yang paling berkuasa.”

“Ternyata begitu... temanmu?”

Bagus juga kalau begitu. Sayangnya, Ainzach menggelengkan kepalanya.

“Ada banyak event di dalam arena, dan suatu ketika para petualang harus berhadapan dengan monster-monster. Saya pernah bertemu orang ini beberapa kali, ketika saya menangkap monster-monster itu dan mengirimkannya kemari.”

“Begitukah. Tetap saja, akhirnya juga memang berguna, jadi aku harus berterima kasih untuk koneksimu. Meskipun begitu, monster-monster macam apa yang kamu tanggap di sekitar perbatasan E-Rantel?”

Ainzach terlihat tidak nyaman.

“Kami menangkap undead dari dataran Katze. Undead tidak butuh makanan, jadi mereka tidak membutuhkan biaya tambahan setelah kami menangkapnya.”

“Hoh. Bagus sekali. Kamu benar-benar tahu apa yang kamu inginkan ternyata.”

“begitukah? Saya tidak menganggap diri saya orang yang disenangi.. Tetap saja, Yang Mulia. Saya takut menyinggung anda, tapi apakah tidak apa membicarakan penangkapan sesama jenis anda?”

Ainz melihat lurus ke arah Ainzach.

Apa maksud dia?

“karena mereka undead...”

“Ahh, ternyata begitu – yah, ada banyak macam undead. Aku tidak menganggap semua undead adalah sesamaku.”

“Maafkan sikap tidak hormat saya.. lalu, boleh saya bertanya undead tipe macam apa sebenarnya Yang Mulia ini? Jika itu tidak menyinggung anda tentu saja.”

“Aku adalah seorang Overlord. Apakah kamu pernah mendengar mereka sebelumnya?”

“Maafkan saya sebesar-besarnya, tapi saya belum pernah mendengarnya. Saya tidak seberapa serius dengan pendidikan, jadi saya tidak tahu.”

Yah, itu memang bisa diduga, pikir Ainz.

Di dalam YGGDRASIL, ada beberapa tipe monster dalam keluarga Overlord: Overlord Wiseman, yang ahli dalam magic, Overlord Kronos Master, yang bisa menggunakan kemampuan khusus yang berhubungan dengan waktu, Overlord General, yang sangat ahli dalam mengendalikan pasukan undead, diantara yang lainnya. Bahkan yang terlemah setidaknya memiliki level 80.

Dia sudah memiliki pandangan kasar terhadap kekuatan dari dunia ini dan jumlah kekuatan yang dibutuhkan untuk bisa dianggap berkuasa di dunia ini. Meskipun begitu, penampilan makhluk undead seperti Overlord akan menyebabkan kekacauan besar, terlebih karena undead tidak bisa mati, jadi mereka akan terus mengusai tanah tersebut selamanya sampai dia dikalahkan.

Dengan kata lain, kenyataan bahwa hal seperti ini tak pernah terjadi menandakan bahwa tidak ada Overlord di sini.

“begitukah. Yah, kenyataannya adalah aku ingin mengirimkan para petualang ke tempat-tempat yang tidak diketahui untuk mengumpulkan informasi semacam itu. Akan sangat menyusahkan jika makhluk lain sepertiku berkeliaran, memiliki kebencian terhadap makhluk hidup. Apakah kamu mengerti?”

Mata Ainzach melebar, lalu dia mengangguk.

“Seperti yang anda katakan, sekarang saya benar-benar paham apa yang dimaksud dengan petualang sebenarnya.”

“Memang benar. Anggap aku sebagai makhluk undead yang memiliki pengecualian terhadap dari aturan tersebut. Aku mengerti nilai dari kemanusiaan, jadi aku tidak akan melakukan pembantaian yang tidak ada gunanya. Namun, Overlord lain mungkin tidak akan berpikir sama, ya kan?”

“Apakah benar-benar seperti itu?”

“Itu masih belum bisa dilihat. Aku tidak tahu jika aku memang benar-benar pengecualian, atau jika spesiesku merupakan pengecualian itu sendiri. Namun, bukankah kita harus mengasumsikan skenario terburuk dan mempersiapkannya?”

“...Seperti Yang Mulia katakan. Saya akan menyimpan hal itu jauh di dalam hati.”

Ainzach mengangguk.

Jika ada jejak satu saja yang muncul, dan dikalahkan – mungkin ada hubungannya dengan siapapun yang telah mencuci otak Shalltear. Tidak, makhluk seperti Overlord tidak bisa disingkirkan dari potensi terhadap hal yang sama dengan yang pernah dialami oleh Shalltear.

“Kalau begitu, saya akan pergi untuk mengamankan pertemuan tersebut.”

“Terima kasih.”

Ainzach turun dari kereta. Setelah Ainz melihatnya pergi, dia melepaskan topengnya lalu memakainya kembali. Dia bisa pergi kemana saja tanpa topeng di dalam E-Rantel, tapi ini adalah ibukota Imperial – dan dia telah menyeberangi perbatasan secara ilegal agar bisa kemari – jadi setidaknya akan lebih baik menyembunyikan wajahnya yang sebenarnya. Jubahnya juga adalah sesuatu yang lemah.

Meskipun itu berarti perlengkapan pribadinya akan turun satu kelas, mau bagaimana lagi. Lagipula, Ainz hanya memiliki satu set jubah kelas divine. Sementara dia masih memiliki benda-benda peninggalan temannya, namun pada akhirnya, armor peninggalan teman-temannya lebih tersesuaikan daripada senjata mereka. Oleh karena itu, bukannya dia tidak bisa memakai perlengkapan mereka, tapi dia tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya, menjadi tidak bisa memanfaatkan sebagian besar data yang digunakan untuk keuntungan dari kemampuan mereka. Dengan alasan tersebut, masih lebih baik bagi Ainz menggunakan item-item yang dibuat untuk dirinya sendiir, meskipun lebih lemah.

Setelah menukar perlengkapannya, sebuah ketukan terdengar di pintu kereta, diikuti dengan suara Ainzach.

Kelihatannya belum limat menit berselang.

“Maaafkan saya, Yang Mulia.”

“Ada apa?”

“Sayangnya saya harus bilang hari ini kelihatannya tidak bisa. Pihak lain berharap kita bisa datang lagi besok. Namun, saya yakin kita bisa memaksa masuk untuk menyampaikan titah Yang Mulia agar sampai ke telinganya. Apa yang harus kita lakukan?”

“Itu tidak perlu.”

Memaksakan pertemuan yang tidak diinginkan selama waktu sibuk tidak akan menyenangkan bagi dia. Sebaliknya, ketika dilihat dari sudut pandang bisnis, kenyataan bahwa mereka datang tanpa diundang dan tidak diusir, namun diberi waktu untuk berkunjung lagi bisa dianggap sebagai pencapaian yang besar.

“kalau begitu, kita akan datang lagi besok. Untungnya ada banyak waktu senggang akhir-akhir ini – ada apa?”

Ainz menyadari Ainzach sedang melihatnya dengan mata melotot, lalu dia bertanya mengapa.

“Tidak, bukan apa-apa. Saya hanya merasa bahwa Yang Mulia benar-benar orang yang baik... lagipula, ada banyak bangsawan-bangsawan yang memandang rendah para pedagang...”

“Dan kamu yakin aku akan memaksa ketemu?”

Kenyataan bahwa Ainzach tidak memberikan jawaban langsung berkata kepada kepadanya “Aku memang yakin seperti itu” dengan cara yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Apakah itu adalah hal yang benar dari sudut pandang seorang penguasa, Ainz penasaran. Memang kelihatannya sudah terlambat untuk berpikir seperti itu sekarang, Ainz Ooal Gown adalah seorang raja. Jika memang penguasa harus begitu, maka dia harus melakukannya, meskipun akan terlihat aneh bagi Suzuki Satoru.

“Ini adalah pertama kalinya aku menempati posisi di atas manusia. Apakah seharusnya aku tidak melakukan hal itu, jika memang benar?”

Sebuah tampang tidak nyaman muncul di wajah Ainzah lagi:

“Saya tidak yakin, Yang Mulia. Saya tak pernah bertemu dengan raja, jadi saya tidak bisa mengatakan apakah itu benar atau salah. Meskipun secara pribadi, saya lebih memilih sudut pandang Yang Mulia. Meskipun begitu, para bangsawan berpangkat tinggi mungkin menganggap pemaksaan seperti itu memang benar.”

“Pergaulan manusia benar-benar rumit.”

Entah karena suatu alasan, Ainzach tersenyum hangat kepada Ainz setelah dia bergumam seperti itu.

“Memang seperti Yang Mulia katakan. Memang ada banyak hal yang rumit.”

Tawa kecil mereka memenuhi kereta.

Ainz menggenggam tinju kanannya ketika tidak ada yang melihat. Kelihatannya Ainzach tidak lagi bersikap kaku. Dia yakin itu.

“-Kalau begitu, apakah kamu bilang pada mereka bahwa aku akan datang lagi besok?”

“Tidak, saya tidak mengatakan itu. Saya ingin mendengar apa yang anda pikirkan dahulu, Yang Mulia. Atau apakah saya diizinkan menggunakan nama Yang Mulia?”

“..Tidak apa selama mereka bukanlah manusiayang akan membuat keributan. Karena mereka adalah temanmu, aku akan serahkan kerahasiaan itu kepadamu.”

“Saya mengerti. Kalau begitu saya akan menyampaikannya sekarang.”

Setelah mendiskusikan detil seperti waktu dan lainnya, Ainzach turuk dari kereta sekali lagi.

Ainz merasa sedikit bersalah karena menggunakannya sebagai suruhan. Memang dia tahu ini bukan dunia dimana senioritas dipermasalahkan, Suzuki Satoru adalah seorang pekerja, dan dia akan merasa susah memerintah orang tua untuk berlari-lari.

Sekarang aku mengerti mengapa orang tidak menyukai memiliki bawahan yang lebih tua.

Dia tidak ada masalah memerintah orang berlari-lari dari perusahaan yang benar-benar berbeda. Sebagai contoh, jika Ainzach dari Empire, dia bisa menunjuk dan menyuruhnya tanpa masalah sama sekali. Alasan mengapa Ainz tidak bisa melakukan hal itu adalah karena dia menganggap Ainzach sebagai salah satu bawahannya.

Aku harus memberinya hadiah dengan benar. Orang-orang Nazarick tidak meminta bayaran, tapi mereka adalah pengecualian. Jika aku lupa hal ini, mereka akan menganggapku sebagai penguasa yang buruk. Aku tidak boleh menjadi bos perusahaan berati hitam.

Ainz bersumpah itu adalah suara dari Herohero di dalam ingatannya.

Meskipun, mengenai masalah memberi hadiah Ainzach... berapa banyak yang harus dia bayar, sebagai seorang raja? Sama dengan petualang peringkat mithril? Tidak, seharusnya ada uang saku untuk tugas pula... jadi tambahan 5% selain itu Apakah ada orang yang bisa kutanya tentang seberapa banyak sebenarnya yang tepat?

Dia bisa mendiskusikan itu dengan Demiurge atau Albedo, tapi tidak jelas apakah dua orang itu tahu bayaran macam apa yang tepat. Dia merasa mereka akan membalas dengan sesuatu seperti ini “Dia seharusnya bangga bisa melayani anda, Ainz-sama”.

Seperti yang kuduga.. aku harus menemukan seorang pria bijak. Fluder bilang dia sangat percaya diri dengan pengetahuan magic, tapi tidak tahu apapun mengenai masalah lain.

Nazarick bisa dibilang tak terkalahkan, tapi dia merasa tidak enak dengan kurangnya pengetahuan mengenai masyarakat manusia.

“..jadi aku akan mulai dengan menggunakannya sampai adalah orang yang lebih baik? Kurasa menyetujui proposal Demiurge adalah pilihan tepat. Kalau begtiu, aku tidak akan menolaknya jika dia mengangkat topik tersebut...”
(TL Note : Bagian ini agak rumit; Ainz menggunakan perkataan  di sini yang menganggap mengambil langkah pertama sebagai sub-par. Namun, Ainz kurang dalam satu kata, dari 隗より始めよ to 貝より始めよ. )

Saat Ainz terjatuh dalam lamunan sekali lagi, seseorang mengetuk pintu.

“Maafkan atas keterlambatan saya Yang Mulia.”

Bukannya aku sedang menunggumu. Namun, Ainz memutuskan membiarkan Ainzach melanjutkan, dengan sikap agung seperti layaknya seorang penguasa.

“Seperti yang anda inginkan, janji telah dibuat untuk bertemu pada pukul 10 pagi besok, Yang Mulia.”

“Umu. Kalau begitu, hanya masalah waktu menunggu sampai besok... Selanjutnya, aku akan menggunakan magic teleportasi untuk mengirimmu ke E-Rantel. Santailah dan terimalah mantranya. [Greater Teleportation].”

Tubuh Ainzach menghilang dalam sekejap.

[Greater Teleportation] akan memindahkannya dengan aman ke bagian yang paling luar dari tiga gerbang E-Rantel. Meskipun ada orang di tujuan itu, mantra itu akan mengantarnya pada lokasi aman yang paling dekat, jadi tidak perlu memastikan tujuannya dengan magic.

“Kalau begitu, aku harusnya menghubungi orang itu dengan [Message].”

Ainz bergumam sendiri. Ini adalah tugas yang tidak disukai, jadi dia melakukannya setelah menguatkan diri.

Dia mengirimkan [Message] kepada Fluder, yang telah mempersembahkan apapun kepadanya. Alasan mengapa Ainz menunda pemberian hadiah yang dijanjikan kepada Fluder adalah karena dia tidak merasa percaya diri bisa benar-benar memberikan apa yang diinginkan oleh pak tua tersebut.

Fluder ingin Ainz mengajarinya semua yang dia tahu tentang magic.

Namun, kekuatan Ainz bukan datang dari pelajaran magic.

Mungkin jika ini adalah YGGDRASIL, dia mungkin bisa membicarakan tentang magic. Sayangnya, sistem magic di dunia ini berjalan sedikit berbeda dari YGGDRASIL.

Mengapa mereka mempelajari mantra yang sama dengan cara yang berbeda? Dia sering menanyakan hal ini pada dirinya, tapi dia tidak bisa menemukan jawabannya. Ditambah lagi, ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. Untuk kasus terburuk, dia harus mempertimbangkan bahwa mungkin saja dia tidak akan bisa menggunakan kekuatannya yang berasal dari YGGDRASIL.

Mungkin dia bisa menemukan jawabannya dengan menggunaka pilihan mantra tingkat super yang menguras level [Wish Upon A Star]. Di dunia ini, mantra tersebut bisa mengubah kenyataan itu sendiri, dan dengan menguras banyak level, bisa mengabulkan keinginan yang bahkan lebih besar.

Namun, ada pertaruhan yang sangat beresiko.

Belum diketahui apakah Ainz bisa menemukan jawaban tersebut jika dia menggunakannya. Kelihatannya dia hanya akan melakukan usaha yang sia-sia. Terlebih penting lagi, dia takut menggunakan mantra yang dianggap sebagai kartu as itu. Tentu saja, masalahnya lain lagi jika dia punya cara untuk mendapatkan experience dalam jumlah besar, namun sayangnya, dia belum menemukan cara itu sejauh ini.

Meskipun Ainz tidak memiliki paru-paru, dia pun bersuara “Haaaah~” saat menghela nafas. Dia bersikap layaknya seorang salesman yang bersiap untuk meminta maaf karena sudah gagal mengantarkan barang yang diminta kepada seorang client saat dia merapalkan mantra [Message].

“Fluder Paradyne. Ini aku, Ainz Ooal Gown.”

Ketika Ainz dapat mengubunginya, dia melanjutkan bicara dengan ucapan yang sudah disiapkan.

“Kamu lahir di desa Belmous. Kontak terakhirmu dengan magic adalah melalui spellcaster di desamu.”

[Ohhh! Ternyata anda, Guru! Saya telah lama menunggu ini!]

Dia bisa merasakan rasa terima kasih dari Fluder.

Kalimat yang sudah diatur itu adalah semacam kode, karena Fluder pernah bilang bahwa tidak mungkin bisa tahu jika orang di sisi lain dari [Message] adalah teman atau orang asing. Oleh karena itu mereka menciptakan kalimat itu untuk menyebutkan nama (yang sudah diubah) dari desa dan ingatannya.

Tetap saja, meskipun setelah melakukan itu, keraguan Fluder tentang mantra [Message] masih ada.

Dia benar-benar takut sekali. Meskipun begitu, tidak banyak yang bisa dilakukan Ainz dengan itu.

Ainz membuat balasa, merasa sedikit terintimasi oleh antusias Fluder yang terbakar hebat.

“Maafkan sedikit keterlambatannya. Aku yakin sudah waktunya mengajarimu magic, seperti yang kita setujui. Apakah kamu senggang sekarang?”

[Tentu saja! Saya akan meluangkan waktu sebanyak yang anda perlukan, Guru!]

Ainz ingin berkata, “Kamu tak perlu berusaha terlalu keras”, tapi antusias Fluder tentang magic adalah ekspresi karakternya yang paling hakiki. Di hadapan orang yang gila terhadap magic, Ainz mau tidak mua measa sedikit kaku lidah, sebagai orang biasa.

Saat dia mempertimbangkan tugas yang besar ini, yang kelihatannya seperti menyelesaikan klaim dari customer yang sulit, perut Ainz mulai merasa perih.

....Perutku pasti paling perih dari siapapun yang ada di ibukota Imperial.

Tetap saja, dia tidak bisa menundanya lebih lama lagi.

Sebelum berteleportasi ke ruangan Fluder, Ainz memutuskan untuk memastikan tujuanya dengan mantra divinasi.

“Baiklah. Sekarang aku akan merapal mantra [Greater Teleportation] untuk tiba di ruanganmu.”

[Ohhh! Bukan [Teleportation], tapi [Greater Teleportation]! Bolehkah saya bertanya tingkat berapa magic tersebut?]

“...Itu nanti saja. [Message] tidak akan bertahan selamanya. Akupun tidak memiliki level kelas tipe commander... Tetap saja, aku ingin bertanya kepadamu sesuatu sebelum itu. Mantra pencegahan anti divinasi macam apa yang telah kamu ambil? Mantra apa yang telah kamu rapalkan? Bagaimana kamu merapalkannya? Apakah kamu melakukan apapun untuk menangkal teleportasi?”

[Tidak, Tidak sama sekali, saya tidak mengambil tindakan pencegahan seperti itu]

Alis Ainz yang tidka ada mengkerut dengan balasan dari Fluder.

“Apakah itu tidak terlalu ceroboh...?”

Dengan kata alin, semua yang dia katakan di dalam ruangan Fluder mungkin akan bocor ke pihak ketiga.

[Maafkan saya yang sebesar-besarnya. Namun, saya tidak ahli dalam bidang magic itu]

“Kalau begitu, kamu harusnya menggunakan item magic untuk menggantikannya, ya kan? Aku pernah melihat item magic di dalam ibukota Imperial, konon semuanya dibuat oleh dirimu.”

Ainz mengingat apa yang pernah dia lihat ketika pertama kali datang ke Ibukota Imperial. Dia dikejutkan dengan kenyataan bahwa mereka memiliki benda-benda seperti lemari es yang dijual.

[Seperti yang anda katakan, tapi anda harus tahu, dia harus tahu mantra yang ada hubungannya untuk bisa membuat sebuah item magic. Seperti contohnya, dia harus tahu mantra [Fireball] untuk membuat senjata berapi. Namun, hanya beberapa orang yang rela mempelajari mantra anti divinasi...]

“Ternyata begitu, “ gumam Ainz.

Di dalam YGGDRASIL, seseorang biasanya mempelajari hanya tiga mantra per levelnya. Seorang karakter level 20 akan mampu mempelajari maksimal 60 mantra. Akan sangat sulit untuk menggabungkan magic anti divinasi ke dalam pilihan mantra yang terbatas itu.

Mungkin mereka yang tidak tahu akan berpikir 60 adalah jumlah yang cukup, tapi jika Ainz dibatasi dengan 60 mantra dari magic tingkat 3, dia mungkin harus menghabiskan seharian penuh mengkhawatirkan pilihannya.

Ini karena dia harus mempertimbangkan penggunaan di masa depan, apakah dia akan berubah keas atau tidak dan seterusnya. Ada banyak hal yang perlu direncanakan dan diantisipasi.

Dari sudut pandang itu, tegurannya terhadap Fluder dianggap picik dan menyedihkan.

“Memang benar, aku salah bicara. Seperti yang kamu katakan. Magic divinasi akan menjadi prioritas yang lebih rendah ketika mempelajari mantra serangan dan pertahanan.”

Di dalam game, dia bisa berkata, “Aku akan mempelajari ini, jadi aku akan serahkan itu padamu.” Dan dengan mudah bisa menyelesaikan masalah. Namun, pilihan mantra adalah keputusan yang merubah hidup seseorang di dunia ini. Akan membutuhkan keberanian dari seseorang untuk bisa mempelajari mantra yang tidak populer.

Ditambah lagi, sekolah divinasi mantra-mantra sangatlah dalam. Dia harus mengantisipasi jika itu akan digunakan oleh musuh untuk mengumpulkan informasi.

Sederhananya, menjadi spesialist divinasi adalah sesuatu yang harus mempertaruhkan hidup seseorang.

“Baiklah. Kalau begitu aku akan memberimu item anti divinasi yang aku miliki. Gunakan itu untuk membentengi dirimu di masa depan.”

[Baik!]

Bahkan tanpa melihatnya, Ainz bisa tahu jika kepala Fluder merunduk rendha. Dari yang dia tahu, dia mungkin bahkan sudah berlutut.

[Saya pastinya telah menerima ucapan kasih sayang dari anda, Guru!]

Ainz pada awalnya berencana untuk memberi item yang bagus, tapi pemikiran itu membuat hatinya sakit.

“Ah, aahhh... kalau begitu aku akan mengamati ruanganmu sekarang.”

Ainz merapalkan mantranya ke arah ruangan Fluder.

Lalu, dia memutuskan untuk memeriksa aura-aura magic, dan seperti yang diduga dari Fluder, ada banyak warna berbeda di ruangan itu. Namun, tak ada satupun yang merupakan warna berbahaya yang akan menghalangi teleportasi. Setelah memastikannya, Ainz merapalkan [Greater Teleportation].

Bidang pandangannya berubah, menunjukkan bahwa dia telah sukes berteleportasi ke dalam ruangan Fluder. Meskipun tidak ada perlambatan, dan dia tidak merasakan ada siapapun yang sedang memata-matainya, dan dia sangat yakin bahwa dia tidak melompat ke dalam markas musuh, Ainz masih mengamati keadaan sekelilingnya sendiri.

Sebenarnya, tidak perlu sekhawatir itu. Namun, sedikit waktu setelah teleportasi yang sangat rawan itu adalah waktu yang sangat mudah untuk diserang. Tindakan pencegahan ini – untuk mempertahankan terhadap tindakan PK – itu sudah ditanamkan dengan kuat dan lama di tubuh Suzuki Satoru.

“Saya mengucapkan selamat datang, guruku.”

“..Angkatlah kepalamu,” Ainz memerintahkan kepada Fluder. Sejujurnya, tidak perlu dirinya bersikap sejauh itu.

Loyalitas semacam itu – atau lebih tepatnya, rasa dahaganya terhadap pengetahuan yang membuatnya sangat ingin mematuhi – sudah abnormal.

Sangat mirip dengan sikap dari orang-orang di Nazarick. Meskipun Ainz akhirnya mulai terbiasa dengan hal semacam itu, melihatnya dari orang yang baru saja dia tahu membuatnya ingin mundur.

“Ya!”

“Berbicara sambil berdiri itu tidak baik. Aku akan duduk.”

“Benar! Semua yang saya miliki adalah milik anda, Guru. Silahkan duduk dimanapun sesuka anda!”

Perasaan rumit apakah dia terbiasa atau tidak dengan hal ini mengalir di hati Ainz saat dia duduk di sofa. Namun, Fluder tidak mengambil tempat duduk di hadapannya. Malahan, dia tetap berada di temaptnya, berlutut di lantai dengan kepala terangkat.

“Tidak apa. Kamu duduklah.”

“A, Apakah boleh? Itu, bagi saya untuk duduk sama dengan anda, guru.”

“..Seharusnya kamu juga punya murid, ya kan? Apakah kamu memperlakukan mereka begini juga?”

Sikap seperti tim olahraga ini membuat Ainz gugup, sehingga memunculkan pertanyaan. Sebagai balasan, Fluder menggelengkan kepalanya.

“Bukan seperti itu, tapi perbedaan antara diri saya dan guru seperti langit dan bumi, Guru. Saya takut bahkan untuk menyebut diri saya dengan nafas yang sama dengan-“

“-Tidak apa. Aku mengizinkanmu untuk duduk. Kemarilah. Silahkan duduk.”

“Baik!”

Setelah dia memastikan Fluder duduk, Ainz berpikir, perutku benar-benar sakit saat dia bicara.

“Pertama, bagaimana dengan masalah yang aku ta-“

Ainz merubah pikirannya separuh jalan saat kalimat “tanyakan”.

“-yang aku perintahkan kepadamu untuk ditangani? Itu artinya, membuat catatan tertulis tentang informasi Empire atas berbagai negeri?”

“Ya! Sebagian besa informasi mengenai negeri-negeri tetangga sudah selesai. Namun-“

“Ada apa? Apakah ada masalah?”

“Ya! Lebih tepatnya, harus saya katakan, seperti yang diduga dari sang kaisar.”

Sebuah tampang bangga terlihat di wajahnya. Itu adalah ekspresi yang mungkin dimiliki seorang guru terhadap muridnya yang menonjol.

“Kelihatannya dia telah menyadari pengkhianatan saya.”

Memang wajar bagi para pekerja untuk bersumpah setia tidak membuka rahasia mantan perusahan sebelum lompatan pekerjaan. Dengan begitu, Ainz adalah seorang penjahat karena sudah membuat Fluder memberinya informasi sensitif di Empire.

Namun, Ainz tahu betul bahwa dia tidak menjalankan sebuah perusahaan, namun sebuah negeri. Tak ada batasan demi kemakmuran negerinya – untuk kebahagiaan rakyat dari Great Underground Tomb of Nazarick.

Ainz tidak dendam dengan Jircniv. Namun, itu tidak ada artinya dibandingkan dengan kemakmuran negerinya sendiri. Jika nasib sialnya membuat Sorcerous Kingdom semakin makmur, maka dia hanya perlu untuk menderita.

Meskipun begitu, Ainz masih lebih memilih hidup berdampingan dan makmur bersama-sama tanpa konflik.

Punitto Moe berkata mengatakan sesuatu tentang Mr. Nash dan kondisi tahanan dan sesuatu seperti kalimat itu, tapi inti dari itu adalah, jika peluangnya tak terbatas, hidup berdampingan akan memberikan keuntungan yang paling besar dari setiap pihak yang terlibat.
(TL Note : Ainz salah lagi – Lihatlah “Nash Equilibrium and the Prisoner’s Dilemma”)

Ainz tahu hubungan internasional pada dasarnya adalah masing-masing pihak yang saling memanfaatkan satu sama lain, tapi dia ingin mempertahankan hubungan baik dengan Jircniv.

Aku menjaga agar jumlah korban jiwa dari pihak Imperial seminimal mungkin sebagai bayaran untuk mencuri Fluder, jadi kita mungkin sudah imbang. Aku merasa ada perasaan dekat dengan Jircniv sekarang. Pasti karena setiap saat aku memata-matainya

“..Apakah ada masalah, Guru?”

“Er, um, bukan apa-apa. Hanya memikirkan masalah tertentu.”

“Benarkah? Maafkan saya karena sudah menyela pemikiran anda, Guru!”

“Tidak perlu minta maaf. Aku kemari hari ini karenamu.”

“Ohhhh! Terima kasih banyak, Guru!”

Mengapa dia bersemangat sekali berterima kasih kepadaku? Meskipun Ainz bingung, akhirnya dia berhasil kembali ke topik masalah.

“Ah-ya, kenyataannya kamu sudah berubah. Yah, tidak apa sih kamu sudah terbongkat, tapi ada masalah. Yaitu, keselamatanmu.”

“Ohhh! Tidak saya kira anda benar-benar khawatir dengan keselamatan orang seperti saya, Guru!”

Mengapa pak tua ini selalu berlebihan dengan semuanya? Tugas dasar dari seorang bos adalah untuk memperhatikan kesehatan dari siapapun yang tidak ingin dia usir sejak awal. Atau apaka mereka melakukannya dengan cara yang berbeda di Empire?

Jika memang yang terakhir, itu akan menakutkan... Yah, mungkin aku harus membunuh orang yang menghalangi, tapi membunuh seseorang yang pernah menjadi bawahanku itu tetap saja...

“Fluder, itu benar, jangan terlalu senang. Akan terasa aneh jika ada orang yang menyadarinya.”

“Itu tidak masalah. Lantai ini digunakan untukku secara eksklusif. Tak ada orang lain di sekitarnya.”

Ainz pernah kemari sebelumnya. Meskipun begitu, menara ini sangat luar, jadi tidak heran magic caster terhebat dari Empire diperbolehkan memiliki seluruh lantai itu sendiri.

“Kembali ke masalah keselamatan dirimu. Apakah ada orang yang mencoba membunuhmu setelah pengkhianatanmu muncul?”

“Tidak ada semacam itu. Namun, tanggung jawab saya perlahan dikurangi, dan ketika dulu kaisar sering berkonsultasi dengan saya, dia tidak memanggil saya sama sekali sejak kembali dari istana megah yang anda kuasai, Guru.”

“Ternyata begitu... Kalau begitu, Fluder. Apakah kamu ingin datang ke sisiku?”

“Ohhhh! Dengan senang hati!”

Dia langsung menjawabnya...

“Kalau begitu, setelah mempertimbangkan profesimu – tidak, sebelum itu, ada sesuatu yang harus kulakukan. Mengenai hadiahmu.”

Setelah berkata begitu, Ainz menghela nafas, lalu menggapai kantung dimensinya. Dia sudah melatih aliran percakapan yang akan mengalir berkali-kali, bermain-main dengan kalimatnya meskipun saat dia mengkoreksinya.

Meskipun dia tidak yakin Fluder akan bereaksi seperti yang Ainz bayangkan, dia sudah cukup melakukan praktek.

“Seperti yang disetujui, sekarang aku akan memberikan sebagian dari pengetahuanku kepadamu. Ambil dan pelajarilah buku ini.”

Ainz menyerahkan sebuah buku besar yang disebut Buku Kematian kepada Fluder.

Itu adalah jild yang amat kuno, yang mengeluarkan bau apek. Cukup mengejutkan, buku itu sendiri sangat kokoh, tak ada tanda-tanda dimakan ulat.

Fluder menerima buku yang Ainz serahkan dengan tangan gemetar. Ainz lega dia seorang undead. Jika dia masih seorang manusia, buku itu mungkin sudah bergoyang-goyang tidak karuan karena gugup.

Tujuan Fluder adalah mengukur dalamnya jurang magic? Tapi Ainz tidak tahu apa jurang magic itu. Dia bisa mengajarinya tentang YGGDRASIL, tapi jurang magic atau apapun itu adalah topik yang sama sekali berbeda.

Meskipun begitu, tidak memberinya apapun adalah pengkhianatan terhadap loyalitasnya. Harus ada balasan yang bagus untuk kebaikan dan hadiah untuk jasa kesetiannya. Oleh karena itu, Ainz memberinya buku dari koleksinya, yang kelihatannya paling banyak memegang rahasia pengetahuan magic. Bagian yang dia balik kelihatannya mengandung sesuatu tentang magic yang tidak bisa Fluder pahami.

“Kalau begitu, permisi.”

Fluder meraih buku, lalu ekspresi gembiranya segera berubah menjadi putus asa setelah membali halaman demi halaman.

“-Ada apa? Apakah ini bukan yang kamu cari?”

Ainz menekan perasaan tidak senangnya saat menanyakan itu. Tidak apa meskipun dia tidak menginginkannya. Dia sudah mempraktekkan itu tadinya.

“Tidak, bukan seperti itu. Hanya saja saya tidak bisa memahami ini.”

“Ah, ternyata begitu.”

Ainz mengambil buku tersebut dari Fluder, membaliknya, lalu berhenti di halaman tertentu.

“Chapter ini mengandung transformasi kematian menjadi jiwa; terutama, bagian tentang diferensiasi.”

Buku itu ditulis dengan bahasa Jepang, jadi jelas saja Fluder tidak bisa memahaminya. Namun-

Ini lebih terlihat seperti buku setting untuk dunia fantasy dari sebuah novel fantasi. Bagi Suzuki Satoru, yang tidak tahu apapun dalam bidang ini, yang dia lihat adalah sebuah koleksi coretan-coretan. Tetap saja, semua ini kelihatannya diambil dari semacam mitologi. Jika Tabula Smaragdina ada , dia mungkin bisa menjelaskan itu padanya.

“Ohhh!”

Perasaan bersalah di hati Ainz semakin membesar saat dia melihat Fluder yang menatapnya dengan mata berbinar-binar.

“Memang benar... Yah, aku tidak bisa memberikan ini padamu karena aku hanya punya satu set, tapi cobalah.”

Ainz meletakkan sepasang kacamata di atas buku itu dan menyerahkan kepada Fluder. Fluder memakainya dan cepat-cepat membalik halaman demi halaman.

“Ini, ini dia! Buku ini berkata bahwa jiwa-jiwa adalah entitas seperti busa yang ditinggalkan oleh ombak dari dunia hebat ini, dan tak perduli besar atau kecil, pada dasarnya mereka adalah sama. Itu artinyaaaaaaaaaaa!!!”

Hieh~ dia menjadi gila.

Bahkan Ainz pun terkejut, hingga titik dimana dia hampir menyusut kembali.

Melihat mata Fluder yang melebar dan merah, nafasnya seperti binatang buas, membuat seakan dia akan memukul seseorang.

“bagaimana, bagaimana dengan itu?”

Mata Fluder berputar dan menatap lurus kepada Ainz.

“Ini, ini menakjubkan, Guru! Ini adalah cerita yang sangaaaaaaaaaaaaaat saya cari! Hyaaaah!”

Kewaspadaan yang Ainz rasakan terhadap kegilaan pak tua ini melebihi ambang batas yang telah ditentukan, lalu Ainz berubah menjadi tenang lagi.

“-Begitukah. Kalau begitu, kembali kacamatanya.”

“Apa! Tapi, ini...”

“Anggaplah penerjemahan buku itu sebagai latihanmu. Ketika kamu mengerti dan memahaminya, kamu akan bisa melangkah di domain yang lebih tinggi. Akan percuma bagimu untuk menggunakan kacamata ini.”

“Bagaimana bisa begini.. Kalau begitu, bolehkah saya melihat buku ini sekali lagi?”

“Satu halaman seharusnya tidak apa. Tapi jika kamu melanjutkannya setelah itu, akan memberikan efek negatif setelah pertumbuhanmu.”

Fluder menutup buku itu dengan suara patan, lalu menutup matanya.

Setelah beberapa detik, dia membuka mata dan berbicara. Suaranya kembali normal.

“Saya mengerti. Saya akan mengindahkan ajaran anda, Oh Guru. Bolehkah saya minta bantuan anda jika ada masalah yang tidak saya mengerti?”

“Umu. Selama aku bisa membantu untuk menjawabnya.”

“Baik!”

Fluder melepaskan kacamatanya dan mengembalikan kepada Ainz.

Luar biasa! Aku tidak akan mendengar apapun dari Fluder untuk sementara sekarang. Ah, aku harusnya menginstruksikan dia ini dahulu. Itu... bagaimana ya...

Ainz berusaha untuk memaksa membuka ruang ingatannya. Lalu, dalam nada yang berat dan serius – yang akan membuat orang lain berpikir itu adalah suara seorang pemimpin – Ainz berbicara:

“Fluder.”

“Aku telah mempercayakan kepadamu buku arcana (rahasia atau misteri) ini kepadamu. Kamu tak boleh sekalipun menyerahkannya kepada pihak ketiga. Hal yang sama juga berlaku untuk catatan-catatan apapun yang kamu buat untuk mempelajarinya. Tak ada satupun tentang buku ini yang boleh disebarkan.”

“Ya!””

“Tidak perlu lagi aku bilang kepadamu alasannya, tapi ini adalah pengetahuan yang melebihi apa yang bisa dipahami oleh umat manusia. Akan sangat menjengkelkan jika ada orang lain yang mempelajarinya... Meskipun orang dengan bakat sepertimu mungkin adalah pengecualian. Aku tidak ingin membersihkan sisa-sisa kesalahanmu sepuluh tahun nantinya.”

“Tentu saja. Saya tidak akan membocorkan segala pengetahuan yang saya dapatkan dari anda kepada yang lainnya. Saya bersumpah.”

“-Aku percaya padamu, Fluder. Jangan mengecewakanku.”

“Ya!!!”

Fluder berdiri dari kursinya dan berlutut di lantai.

Dia ingin berkata bahwa tidak perlu bersikap hingga seperti itu, tapi ini juga adalah bukti dari seberapa efektif suasana keagungannya. Ainz mau tidak mau merasa bangga karena berjam-jam dia belatih akting dan vokalisasi telah dimanfaatkan dengan baik.

“Cukup. Karena kamu sudah mengerti, aku tidak akan berkata apapun lagi. Kembalilah ke kursimu. Tetap saja, akan sangat sulit bagimu untuk menerjemahkan bahasa yang tidak diketahui tanpa bantuan apapun. Apakah kamu punya cara untuk mengatasinya?”

“Ya! Saya bisa menggunakan mantra translasi, meskipun kemanjurannya sangat terbatas. Saya yakin dengan itu, saya bisa perlahan menerjemahkan tulisan tersebut.”

“Benarkah, wah! Luar biasa.”

Jawaban ini adalah jawaban yang memang ingin Ainz dengarkan. Dengan perlahan memberinya latihan yang tepat, dia akan mampu mengulur waktu sendiri. Ditambah lagi, masalah seperti itu tidak cukup untuk membuat Fluder menyerah.

“Kalau begitu aku akan serahkan ini padamu... tidak, ini dia. Aku akan pinjamkan kepadamu sebuah kotak untuk menyimpannya. Aku tidak berpikir kamu akan meremehkannya, tapi seseorang mungkin akan mencurinya darimu.”

Ainz menarik sebuah kota dari kantung dimensinya. Itu adalah sebuah item dengan grade yang sama yang dia gunakan untuk menyimpan catatan pribadinya.

“Ketika kamu menyimpan buku di dalam sini, bahkan jika kotak ini dicuri, akan memakan waktu sementara untuk membukanya. Tentu saja, akan percuma jika ada orang yang mendengarkan kalimat perintah untuk membuka kota tersebut... jadi berhati-hatilah.”

“Tentu saja, Guru! Saya takkan pernah melakukan hal seperti itu!”

“Bagus.”

Ainz mengalihkan pandangan dari Fluder – yang sedang mengusap-usap buku tersebut dengan gembira – ke arah atap. Sekarang, apa yang akan dia bicarakan selanjutnya?

“Ah, benar juga. Masalah pengkhianatanmu sudah terbongkar, dan oleh karena itu kamu akan datang kepadaku. Kapan kamu bisa pergi?”

“Jika Guru mengingkan, saya bisa pergi kapan saja. Saya tidak memiliki ikatan dengan negeri ini.”

Ainz secara mental mengerutkan dahinya.

Dia tidak tahu harus bilang apa kepada seseorang yang bisa dengan entengnya melupakan posisi kepercayaannya. Dia mungkin akan melakukan hal yang sama kepada Ainz di masa depan.

Ainz menandai Fluder beberapa titik dengan pena merah di buku hatinya.

“...Kalau begitu, Fluder. Aku harap kamu berpartisipasi dalam riset magic di Sorcerous Kingdom. Namun, mantramu tidak akan diletakkan dalam peredaran. Mereka hanya akan dibagi denganku dan mereka yang kupercaya. Bisakah kamu menerimanya? Bisakah kamu mengabaikan hasrat ketenaran?”

“Tidak ada masalah sama sekali. Satu-satunya yang sangat inginkan adalah pandangan sekilas terhadap rahasia magic. Saya tidak menginginkan yang lain.”

Ainz mempelajari Fluder dengan sungguh-sungguh, pria yang bisa membuat statemen itu.

Ainz tidak memiliki kemampuan untuk mengevaluasi karakter seseorang. Sebagai manusia biasa, jelas bahwa Fluder – seorang sage jenius yang telah hidup lama di luar jangkauan manusia biasa dan yang terlibat sangat jauh dalam operasi negeri yang besar yang disebut Empire – lebih superior dari dirinya. Tidak mungkin dirinya bisa melihat tembus segala percobaan untuk menipu yang akan dilakukan Fluder kepada Ainz.

Namun, tidak mampu melihat jauh hal semacam itu dan tidak mencoba melihat jauh hal itu adalah dua hal berbeda. Dengan sikap seperti itu dalam ingatan, Ainz menatap Fluder, lalu pada akhirnya hanya bilang, “Bagus.”

“Aku akan mempercayakan kepadamu seluruh kekuatan dan hak istimewa kantormu ketika kamu sudah tiba di dalam Sorcerous Kingdom. Aku juga berniat untuk membantu penelitian magicmu sebanyak mungkin. Kalau begitu-“

Sekarang, ada satu lagi orang yang membantu Nazarick, selain dari Bareare. Jika dia bisa mendapatkan wanita yang Demiurge dan Albedo rekomendasikan, Nazarick akan lebih kuat.

Dia harus meningkatkan kekuatannya sebanyak mungkin, selama dia tidak bisa melihat wajah asli dari musuhnya.

Musuh yang memiliki World Class Item, jadi dia harus mendapatkan kekuatan selain dari YGGDRASIL sesegera mungkin. Dia harus mengasumsikan bahwa apapun yang dia lakukan, musuh juga bisa melakukannya pula.

Namun, ada satu lagi masalah.

Itu adalah, bagaimana dia akan melindungi Empire.

Demiurge merasa bahwa Empire adalah musuh potensial, tapi Ainz tidak berpikir demikian.

Meskipun masa depan tidak jelas, penggunaan kekuatan sendiri saja dalam penaklukan dunia bukanlah keputusan yang bijaksana. Jika Sorcerous Kingdom diwarnai sebagai negara yang membumihanguskan siapapun yang melawannya, negeri-negeri yang bisa menjadi teman mungkin akan menjadi musuh.

Oleh karena itu, mengapa tidak membentuk sebuah pertemanan yang dalam dengan sesama diktator seperti Jircniv, dan mengirimkan pesan kepada para bawahan mereka?

Dengan begini, aku bisa meminimalisir pasukan yang digunakan oleh Demiurge dan yang lainnya dalam penaklukan dunia. Rencana yang brilian. Lebih dari aliansi negeri-neger, atau aliansi dari guild-guild... pertemanan?

Bentuk dari teman-teman heteromorf Ainz muncul dalam pikirannya.

Tetap saja, bagaimana aku harus berteman dengannya? Memberi hadiah kepada seseorang bukanlah cara yang baik untuk membuat teman, ya kan... Oleh karena itu, melindungi Empire, hal yang paling penting bagi Jircniv, seharusnya adalah cara terbaik. Kelihatannya musuh akan menyasarnya.

Ainz meletakkan dirinya dalam perang orang-orang yang mencuci otak Shalltear. Jika mereka menggunakan metode yang Ainz gunakan, maka-

Dalam skenario terburuk, mereka mungkin akan menggunakan [la Shub-Niggurath] di ibukota Imperial. Lalu semuanya akan mengira aku yang melakukannya, tak memperdulikan pelaku yang sebenarnya... Lalu, mereka akan menyebarkan berita itu ke seluruh dunia. Itu akan sangat mengurangi pengaruh dari Sorcerous Kingdom.

Ainz teringat hari-harinya di dalam YGGDRASIL.

Bodoh sekali melawan guild yang kuat secara langsung, jadi sangat umum untuk memancing perang dengan guild lain agar membuat pengaruh guild yang kuat itu melemah. Metode ini mungkin bisa diaplikasikan di sini. Ainz mungkin akan melakukan jika ditempatkan dalam situasi itu, jadi kelihatannya musuh juga akan melakukan hal yang sama.

Agar bisa mencegah hal semacam ini terjadi, Ainz mempertimbangkan untuk membiarkan Fluder menyebakan rumor bahwa dia bisa menggunakan mantra itu lagi (wajarnya sebuah kebohongan). Namun, Fluder tidak bisa lagi digunakan, jadi dia harus mempertimbangkan beberapa metode lain.

Ini hampir mirip dengan melaran membawa obyek berbahaya sebesar genggaman tangan... Seperti yang diduga, aku harus mendiskusikan masalah ini dengan Demiurge, mungkin memerintahkan kepadanya untuk memikirkan cara untuk menangani ini. Bagaimanapun, apakah dia tidak akan berpikir ini aneh? Ahh, menyusahkan sekali, aku tidak mendapatkan jawabannya.

Jika saja Ainz bisa menyerahkan semuanya kepada mereka berdua, jika dia melakukan itu, akan merusak imej Ainz sebagai penguasa absolut. Dia harus memikirkan sebuah cara untuk menyelesaikan masalahnya sambil mempertahankan posisinya.

“Guru, ada apa?”

“...Fluder, aku berniat untuk melindungi Empire untuk sementara. Apakah kamu punya ide?”

“...Bolehkah saya bertanya mengapa anda bertanya?”

“Menguasainya adalah hal mudah, tapi aku tidak tertarik berdiri di atas tumpukan reruntuhan. Aku berharap untuk membuat Empire tetap utuh, dan untuk mencegah hilangnya kekuatan tempur yang dihasilakn ketika mereka kehilanganmu.”

Kerutan wajah Fluder semakin dalam.

“Sulit sekali menjawab pertanyaan itu secara langsung. Saya yakin akan ada masalah semetnara ketika saya tidak ada. Meskipun begitu, memang benar tidak ada yang bisa mengisi gap yang akan saya tinggalkan.... Jika boleh, maka biarkan saya tinggal di sini untuk sementara.”

“Apakah kamu mau melakukannya? Kalau begitu, aku akan menghubungimu lagi besok, setelah diskusinya selesai.”

“Baik!”

“Bagus, ada dua hal lagi yang ingin kutanya padamu. Pertama, aku ingin tahu detil dari Martial Lord. Masalah kedua mengenai Death Knights...”

♦ ♦ ♦

Saat waktu janjian semakin dekat, Ainz merapalkan mantra deteksi. Biasanya, dia akan menumpuk mantra-mantra pertahanan di dirinya dahulu, tapi itu akan terlalu sia-sia karena menghabiskan gulungan-gulungan yang berharga. Tidak seperti keadaan di makam, ketika dia yakin akan adanya situasi berbahaya di sana, Ainz hanya merapalkan mantra itu.

Meskipun begitu, dia memilih tempat dimana serangan balik tidak akan menyerang orang lain.

Sebuah pemandangan berbeda muncul dalam bidang penglihatannya. Ini adalah interior dari sebuah kereta. Ainzach, yang duduk di dalam, terlihat kaget. Namun, Ainz dengan santainya naik, menutup pintu, dan melepaskan mantra invisibility yang dia rapalkan ke dirinya.

“Seperti yang kuduga, ternyata Yang Mulia. Meskipun saya tidak mengerti butuhnya kerahasiaan, bisakah anda tidak menggunakan mantra invisibility lain kali?”

“Jika aku tidak menggunakan invisibility, aku akan terlihat, ya kan?”

“Seharusnya tidak apa karena topeng dari Yang Mulia, apakah saya salah?”

“Memang benar, itu bisa saja, tapi aku menggunakan mantra teleportasi. Aku ingin menghindari terlibat dalam masalah yang menyusahkan.”

“memang benar...”

“yah, karena kamu sudah mengerti, bisakah kita pergi?”

“Baikla. Mari kita berangkat.”

Kereta itu melewati gerbang yang terbuka, dan tiba di tempat yang ditunjukkan oleh penjaga pintu. Ini adalah area parkir yang bisa mengakomodasi beberapa kereta.

“kalau begitu, mari kita turun.”

Ainz turun dari kereta itu setelah Ainzach.

Seorang pria tua dengan seragam seperti seorang kepala pelayan sedang menunggu mereka di sana. Dia ditemani oleh seorang pelayan.

Meskipun dia terlihat seperti seorang kepala pelayan, dia tidak terasa sekuat Sebas. Dia terlihat seperti seorang pak tua yang sangat biasa, walaupun dibesarkan dengan baik. Kepala pelayan adalah manusia, meskipun pelayannya tidak sama.

Sepasang telinga muncul dari atas kepala pelayan tersebut; bukan telinga manusia, tapi telinga dari semacam binatang. Meskipun sulit meyakinkan karena telingat itu ditutupi oleh rambutnya, tidak ada tonjolan di tempat di mana telinga manusia berada. Dia memiliki wajah yang manis, tapi tidak sama dengan manisnya manusia – lebih seperti semacam manisnya binatang.

“Selamat datang, Ainzach-sama dan – Yang Mulia Sorcerer King, saya kira. Tuan sedang menunggu anda. Persilahkan kami menunjukkan jalan. Bolehkah saya meminta anda untuk mengikut di belakang saya?”

“Apa?!”

Setelah dia mendengarkan ucapan kepala pelayan itu, sebuah teriakan seperti tercekik keluar dari mulut Ainzach.

Ainzach pernah bilang dalam pembicaraan kemarin bahwa dia tidak akan mengeluarkan identitas sebenarnya dari Ainz, jadi dia pasti terkejut karena mereka berhasil menebak siapa Ainz sebenarnya. Bagi Ainz, bagaimanapun, ini bukanlah hal yang perlu diwaspadai. Topengnya mungkin sudah menutupi wajahnya, tapi dia tidak mengganti pakaiannya. Siapapun yang memiliki jaringan informasi yang bagus pasti akan mendengar tentang dirinya. Di bawah keadaan seperti ini, tidak membalas akan terlihat sangat tidak sopan.

“Terima kasih. Kalau begitu, tolong tunjukkan jalannya.”

“Baik.”

Kepala pelayan itu merendahkan kepalanya. Beberapa detik kemudian, begitu juga dengan pelayan tersebut.

Setelah mereka berdua mulai berjalan, Ainzach diam-diam berkata kepada Ainz:

“Terima kasih banyak, Yang Mulia.”

Rasa terima kasihnya karena Ainz telah merespon kepala pelayan itu.

Itu tidak perlu, Ainz ingin berkata demikian, tapi pada akhirnya dia menerima rasa terima kasihnya tanpa berkata apapun.

Bagi Suzuki Satoru, seorang atasan seharusnya melindungi bawahannya jika dia membuat kesalahan. Rasa terima kasih Ainzach adalah reaksi yang wajar. Itu adalah langkah yang tak bisa dihindari di dalam pertumbuhan masa depannya sebagai salah satu bawahan Ainz.

Sekalilagi, Ainz sangat menyadari bahwa menjadi seorang boss tidak bisa santai sama sekali.

Tiba-tiba saja, Ainz menyadari bahwa dia tak pernah sekalipun berkata “Terima kasih” saat dia memainkan peran seorang penguasa.

Aku harus mencari waktu untuk berterima kasih kepada seluruh Guardian dan NPC. Aku harus menunjukkan apresiasiku terhadap kerja keras mereka.

Tujuan Ainz adalah menjalankan Great Underground Tomb of Nazarick seperti sebuah perusahaan yang benar. Saat dia memikirkan masalah itu, dia tidak berhenti bergerak, tapi terus berjalan ke arah yang ditunjukkan kepadanya.

“Meskipun, mengejutkan sekali bisa benar-benar menemui seorang Rabbit Man, Yang Mulia.”

Bukankah lebih mendiskusikan hal semacam itu setelah orang yang dibicarakan tidak ada? Pikir Ainz begitu, tapi topik tersebut membuatnya tertarik, jadi dia memutuskan untuk mengikuti arus.

“Bukankah seharusnya adalah Rabbit Woman?”

“Tidak.. yah... spesies mereka adalah Rabbit Man.”

“Ainzach, itu hanyalah gurauan. Menganggapnya serius adalah hal yang menyusahkan.”

“...Saya penasaran apakah dia datang dari timur jauh dari Aliansi City State. Sangat mengagumkan.”

“Hm...”

Ainz tidak tahu seberapa jauh “timur dari Aliansi City State” itu. Informasinya masih belum mencakut daerah sejauh itu.

Tetap saja, dia tidak melihat satupun di dalam Kingdom, dan dia adalah satu-satunya Rabbit Man yang pernah dia temui di ibukota Imperial. Pasti sulit hidup di sebuah tempat tanpa anggota lain dari sepertinya, bahkan tanpa mempertimbangkan diskriminasi dari ras-ras lain.

Ainz penasaran dan ingin bertanya, tapi dia tidak bisa melakukannya. Akan menyusahkan jika dia melangkahkan kaki di atas ranjau darat selamat percakapan mereka.

Tidak lama, mereka tiba di sebuah rumah.

“Tuan sedang menunggu anda di dalam, Silahkan.”

Interior dari rumah itu dihias dengan banyak banyak senjata dan armor yang dilumasi dan dirawat dengan teratur. Senjata-senjata itu sangat bersih, bebas debu dan dipajang dengan barisan yang rapi.

Setelah dilihat lebih dekat, banyak senjata itu yang sudah lecet dan penyok dan mendekati usia akhir. Jelas sekali bahwa senjata-senjata ini telah digunakan dalam pertempuran yang sebenarnya.

Daripada disebuah pajangan toko pedagang, kelihatannya lebih mirip dengan galeri dari pemiliknya sendiri yang memajang senjata-senjata dari masa lalu yang agung.

Setelah mengintip cepat-cepat keadaan sekeliling, tatapan Ainz kembali kepada pedang yang pertama kali dia lihat.

Itu adalah senjata yang paling indah dari semua senjata di dalam ruangan ini.

Tidak ada tanda-tanda kerusakan pedang tersebut. Pemilik galeri itu pasti sangat menyayanginya, kelihat dari bagaimana senjata itu diletakkan untuk menjadi hal pertama yang akan dilihat ketika mereka masuk ke dalam ruangan.

“Apakah ini membuat anda senang?”

“Ah, benar-benar koleksi yang luar biasa.”

Begitulah Ainz menjawab pemilik ruangan yang sedang duduk di sofa – dengan kata lain, pemilik dari galeri ini. Pemiliknya bertubuh kokoh dan rambutnya dipotong pendek sehingga kulit kepalanya bisa terlihat.

Mereka tidak repot-repot dengan perkenalan, tapi meneruskan pembicaraan tentang senjata.

“Jadi, yang mana yang paling anda sukai – ah, yang itu. Semua yang datang ke ruangan ini berkata begitu.”

Ainz masuk ke dalam ruangan dan berdiri di hadapan pedang tersebut.

“Bolehkah aku memegangnya?”

“Tentu saja, silahkan.”

Ainz berterima kasih kepadanya lalu mengambil pedang tersebut. Tentu saja, pedang itu akan jatuh jika dia benar-benar mencoba untuk memakainya, tapi memegangnya saja tidak apa.

Ainz menatap pedang itu, lalu menyadari karakter yang terukir di mata pedangnya. Karakter aneh itu sedikit agak familiar bagi Ainz. Dia mencari dalam ingatannya, dan akhirnya menemukan jawaban.

“Tulisan kuno?”

“Ohhh! Seperti yang diduga dari Yang Mulia. Anda tahu tulisan itu!”

Apa? Yang benar saja?... Apakah tulisan kuno biasa digunakan di dunia ini?

Tulisan kuno atau Rune adalah sebuah alfabet yang kelihatannya digunakan di masa lalu di dunia Suzuki Satoru. Kenyataan bawah karakter seperti itu ada di dunia ini artinya bahwa kelihatannya orang dari dunia yang sama dengan Suzuki Satoru telah menyebarkannya di sini. Lalu, Ainz menjawab dengan hati-hati:

“...Mungkin, kayaknya. Aku hanya tahu beberapa. Aku tidak bisa menciptakan item-item yang diukir dengan tulisan kuno. Bolehkah aku tahu pandai besi mana yang membuat ini?”

“Ohhh, itu adalah pertanyaan yang bagus. Pedang itu ditempa oleh penempa huruf kuno dari Dwarven Kingdom di dalam jajaran pegunungan Azellisian. Sekitar 150 tahun yang lalu. Mata pedangnya bisa mengumpulkan listrik, dan ada simbol pembuatnya di gagang. Apakah anda melihatnya?”

Pemilik galeri itu berdiri di samping Ainz.

Bau parfum yang sangat menyengat menyerang hidung Ainz.

“Ini dibuat oleh Stonenel, seorang seniman terkenal.”

Seorang seniman dwarven?... Kelihatannya aku harus mempelajari lebih banyak tentang itu.

“Hoh. Kedengarannya seperti seniman yang terkenal. Apakah ada banyak contoh dari hasil karyanya di sini?”

Ainz melihat sekeliling, dan pria itu tertawa terbahak-bahak.

“Hahahaha. Tidak, tidak ada di sini. Saya menyimpannya di tempat lain. Namun, ini adalah satu benda yang memiliki mantra yang kuat.”

“Hoh.”

Ainz menutup kekecewaannya saat dia perlahan mengeluarkan emosi.

Meskipun begitu, dia sudah mempelajari sesuatu tentang seniman yang disebut Stonenel. Dia harus melihat apakah ada seorang pemain di sana.

“Aku dengar bahwa senjata yang dibuat oleh pandai besi tulisan kuno sangat jarang beredar di pasaran. Dan kamu benar-benar memiliki lebih banyak lagi?”

Ainz memberi Ainzach jempol dalam hati karena bertanya demikian.

“Memang benar Ainzach,” pria itu tersenyum. “Aku menyambarnya kapanpun senjata-senjata itu ada di dalam pelelangan. Akhir-akhir ini, ada petualang yang benar-benar gigih untuk mengalahkan tawaran lelangku. Akhirnya aku membayar hingga tiga kali lipat dari apa yang aku rencanakan pada awalnya.”

Ainzach menggelengkan kepala seakan tidak percaya, sementara Ainz mengangguk setuju. Begitulah kolektor. Orang luar tidak akan pernah bisa memahami. Waktu itu, bahkan Ainz tidak bisa memahami tindakan dari masa lalunya.

Ainz ingin terus bertanya, tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk mengembalikan pedang tersebut ke tempat asalnya.

“kelihatannya aku terpesona oleh koleksimu yang luar biasa tanpa menyapamu dahulu. Maafkan sikap kurang sopanku.”

Pria itu pun tersenyum.

“Yang Mulia benar-benar tahu cara berucap. Kalau begitu, biarkan saya memperkenal diri lagi. Saya adalah Osk, seorang pedagang yang tidak ada apa-apanya.”

“Kamu bakalan membuat marah pedagang Empire lain jika kamu menyebut dirimu ‘tidak ada apa-apanya’. Aku tetap seorang Sorcerer King, Ainz Ooal Gown.”

“Tak ada hari berlalu ketika saya tidak mendengar nama anda yang agung. Silahkan, silahkan duduk. Saya akan menyuruh pelayan mempersiapkan minuman.”

“... Ini adalah kesempatan yang langka... tidak perlu mempersiapkan bagianku.”

Mata Osk kelihatannya tidak cukup proporsional dari kepalanya. Dia mempelajari Ainz dengan mata itu.

“Yang Mulia, saya telah mendengarkan rumor-rumor... tapi bisakah saya menyusahkan anda untuk melepas topeng itu?”

“...Karena ini adalah permintaan dari pemilik rumah, aku harus mengabulkannya.”

Ainz melepas topengnya, menunjukkan wajah yang sebenarnya.

Tidak ada rasa terkejut di wajah Osk. Matanya sangat kecil, jadi ketika dia memicingkan mata untuk tersenyum, tidak mungkin bisa melihatnya lebih dalam.

“Ohhh... begitu, begitu...”

Osk mengangguk beberapa kali sebelum berbicara lagi.

“Sebenarnya, saya khawatir bahwa saya tidak akan bisa mempersiapkan teh yang akan bisa memuaskan hasrat dari Sorcerer King yang terkenal, tapi kelihatannya itu usaha saya yang percuma.”

Setelah kalimat yang bahagian itu, perut Osk bergetar dengan tawa.

“Katakan, osk. Mengapa kamu berpikir Yang Mulia akan datang denganku?”

“Ahhh, itu tidak sulit, ya kan? E-Rantel sekarang berada di bawah kendali Yang Mulia. Ketika aku dengar bahwa Guildmaster dari Guild Petualang E-Rantel berkunjung, menemani seseorang yang lebih penting dari dirinya, hanya satu orang yang muncul dalam pikiranku. Memang benar, bisa saja itu adalah bawahan lain dari Sorcerer King, tapi instingku berkata lain,” Ucap Osk.

“Kalau begitu, apakah ini giliranku untuk bertanya sekarang? Apakah kamu pernah menggunakan senjata-senjata yang dipajang di sini?”

Osk tertawa kecil dengan pertanyaan Ainz.

“Bagaimana mungkin? Yang Mulia, jangan memperhitungkan tubuh saya! Saya bisa memegang abacus, tapi tak pernah sekalipun mengayunkan pedang. Itu hanyalah hobi saya... karena sejak kecil, saya selalu mengagumi yang kuat, begitu juga dengan pedang dan senjata lain.”

“Ternyata begitu...”

“Kelihatannya anda mengerti. Sekarang, saya ingin bertanya sekali lagi. Saya pernah dengar Kekuatan tak terhentikan dari Yang Mulia; apakah itu karena lamanya anda hidup – yah, saya kira itu bisa termasuk hidup?”

“Benar sekali, dibandingkan dengan jangka hidup kalian umat manusia.”

Saat Ainz berkata begini, dia memikirkan sesuatu. Makhluk macam apa Sorcerer King Ainz Ooal Gown itu?

Jelas sekali Ainz tidak bisa berkata begini, “Tentu saja tidak, kalian berdua lebih tua dariku.” Meskipun dia berkata demikian, mereka tidak akan percaya kepadanya. Jadi dia harus berbicara sambil mendalami karakter sebagai Sorcerer King. Namun, jika dia tidak mengunci detil yang sebenarnya dari karakter Sorcerer King, keadaan mungkin akan memburuk.

Kalau begitu, sudah dipastikan undead memiliki kehidupan yang lama. Jika ada siapapun yang bertanya mengapa aku tidak tahu hal tertentu meskipun aku hidup lama, aku bisa membalas bahwa aku fokus dalam meriset magic. Mari gunakan itu sebagai sebuah detil dasar bagi karakter Sorcerer King.

“Oleh karena itu, apakah anda memiliki senjata masa lalu?”

Melihat dari pertanyaan itu, Osk tidak berniat menyembunyikan rasa penasarannya.

“Tentu saja. Namun, aku tidak bisa begitu saja memberinya kepadamu. Ya kan?”

“Untuk jumlah yang cocok – tidak, aku akan coba membayarnya tiga kali lipat dari harga pasaran.”

Ainz tidak bisa menolaknya begitu saja. Ini karena dia teringat keadaan sebenarnya dari keuangan pribadinya. Namun, sulit bagi penguasa negeri yang bermartabat untuk berkata “Tentu saja, ayo kita lakukan.”

“...Uang tentunya tidak menarik bagiku.”

“Saya benar-benar minta maaf. Berkata demikian kepada Yang Mulia – yang merupakan penguasa dari sebuah negeri – benar-benar tidak sopan saya.. Kalau begitu, apa yang bisa saya tawarkan untuk membuat anda bisa bertukar dengan saya?”

Jadi dia ingin menganggapnya sebagai menerima hadiah dari layanan jasa karena melayani negeriku, atau semacamnya? Yah, kalau begitu...

Ainz mengeluarkan sebuah pedang pendek. Pedang pendek itu dilingkari oleh efek kabut yang mengepul. Samar-samar mengeluarkan sinar biru di mata pedangnya yang terbuat dari logam kristal biru, dan mengandung sedikit mana. Oleh karena itu, kemampuan secara menyeluruhnya termasuk sebagai item kelas tinggi di dalam YGGDRASIL, dan tentunya lebih kuat daripada item magic rata-rata di dunia ini.

“Ini, ini adalah!”

Dua suara meneriakkan kalimat itu.

Mata Ainzach melebar saat dia menatap pedang pendek itu. “Umu,”gumam Ainz, sebelum meletakkannya di depan Ainzach.

“Ambillah.”

“Hah?!”

Sekali lagi, ucapan itu dikeluarkan oleh dua suara.

“Ainzach, ini adalah hadiah karena kerja kerasmu. Oleh karena itu, ini bukanlah penghargaan, ataupun bukan berarti simbol untuk posisimu, aku hanya merasa bahwa hal semacam ini mirip dengan penghargaan yang ingin aku serahkan di dalam negeri idealku, jadi aku berikan ini kepadamu. Jika kamu lebih memilih uang tunai sebagai gantinya, silahkan saja kalau mau dijual.”

Pedang pendek ini tidak mengandung data yang bisa melukai Ainz. Ataupun salah satu senjata yang dibuat oleh mantan teman-teman guildnya yang penuh dengan kenangan.

“Saya, saya tidak berani menerima se...”

Tubuh Ainzach gemetar tidak terkendali.

“Ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. Yah, jika kamu tidak menginginkannya, aku bisa menggantikan dengan benda lain ketika waktunya. Sebuah potion penyembuh, mungkin. Seharusnya tidak apa. Bagaimana menurutmu?”

Ainzach ragu-ragu sejenak, tap pada akhirnya memutuskan untuk  menyimpan pedang pendek itu.

“Saya akan menerimanya. Terima kasih banyak, Yang Mulia! Saya akan terus melayani Yang Mulia dengan kekuatan saya, dengan usaha yang tidak akan kalah dengan kilaunya pedang ini!”

“Selamat Ainzach, jika kamu menemui masalah, ingatlah temanmu ini.”

Mata Osk menatap pedang pendek itu saat berkata demikian. Ainzach terlihat seperti seorang ibu yang sedang melindungi anaknya.

“Tidak akan pernah. Takkan pernah.”

Ainz memutuskan untuk merubah nadanya.

“Kalau begitu. Mari kita menuju urusan yang sebenarnya.”

Osk ogah-ogahan menarik matanya dari sapu tangan yang Ainzach gunakan untuk membungkus pedang tersebut, lalu membalas:

“..Saya mengerti. Bolehkah saya bertanya megapa anda bersedia hadir di rumah hamba yang hina ini?”

“Umu... aku tidak akan menghias kata-kataku. Aku langsung saja... Aku ingin kamu mengatur pertempuran dengan Martial Lord di arena.”

Mata Osk melebar, namun segera kembali normal.

“Aku dengar Martial Lord bukan bagian dari personel arena, tapi seorang gladiator yang kamu besarkan sejak kecil. Ainzach bilang kepadaku bahwa kamu bisa cepat-cepat mengatur pertandingan itu jika kamu setuju dengan pertarungan Martial Lord, yang mana mengapa aku kemari untuk meminta hal ini kepadamu.”

“Fuhahahaha. Apakah anda serius, Yang Mulia? Anda tahu bahwa Martial Lord adalah orang terkuat di arena, dengan tubuh monster dan kemampuan tarung yang luar biasa? Dia mungkin akan menjadi yang terkuat dalam sejarah. Mungkin Yang Mulia ingin memasukkan individu yang kuat diantara para pengikut pula, tapi mengalahkannya adalah...”

Osk menggelengkan kepalanya dengan bangga.

“...Apakah dia lebih kuat dari Fluder?”

“Tidak, ini adalah dari sudut pandang seorang warrior. Bukan aplikasi dari magic caster. Yang mereka lakukan hanyalah terbang dan menyerang berkali-kali dengan magic maka berakhir sudah.”

Entah bagaimana gumaman lirih Osk menggangu Ainz, lalu Ainzach ikut menimpali:

“Pernah sekali, satu tim petualang terbang ke langit dan menang dengan menghujani mantra dan panah kepadanya dari jauh. Itu adalah pertarungan yang sangat mengecewakan. Sejak saat itu, arena melarang teleportasi dan magic terbang.”

Lalu, Osk melihat ke arah Ainz. Dia kelihatannya sudah sembuh.

“Terbatuk! Yah, itu tidak sopan bagiku, yang Mulia. Saya dengar beberapa ingatan yang pahit... lalu, kembali ke topik semula, Yang Mulia. Bolehkah saya bertanya siapa yang ingin melawan Martial Lord? Apakah itu manusia?”

Ainz dan Ainzach saling pandang. Lalu Ainz menjawab:

“Itu adalah aku.”

“...Eh?!”

“Aku, Ainz Ooal Gown, akan menjadi musuhnya.”

Setelah hening sejenak, Osk bertanya dalam panik:

“Tapi, tapi, tapi, tapi bukankah anda adalah penguasa sebuah negeri, Yang Mulia?”

“Memang benar. Lalu kenapa?”

“Eh? Tidak, itu benar, tapi.. itu..”

“Ahhh, aku mengerti apa yang membuatmu khawatir. Kamu pasti berpikir, apa yang terjadi jika aku nantinya terluka?”

“Tidak apa jika akan berakhir hanya dengan terluka,” Osk bergumam sambil terengah-engah. Ainz pura-pura tidak menyadari.

“Tenang saja. Tidak akan ada masalah, tak perduli apapun yang terjadi denganku. Aku akan meninggalkan bukti tertulis untuk itu.”

“Tapi jika hal semacam itu terjadi, saya tidak akan bisa melakukan bisnis lagi. Saya dengar bahwa Empire seharusnya mendukung untuk menjadi sekutu Sorcerous Kingdom. Jika saya membiarkan raja dari negeri sekutu untuk terluka serius, negara akan mengarahkan matanya kepada saya.”

“Aku janjikan kepadamu – kamu takkan dirugikan oleh hal ini.”

“Meskipun anda berkata demikian...” Osk terhenti sejenak untuk berpikir, lalu bertanya lagi: “Ucapan ini mungkin tidak enak didengar, bisakah anda memberikan sesuatu sebagai jaminan?”

“Sebuah jaminan? Seperti apa?”

“..Tolong berikan jaminan kepada saya seperti yang anda berikan kepada Ainzach tadi. Jika ada sesuatu yang terjadi, tidak masalah selama saya bisa menyimpan item itu.”

“Jika hanya itu agar bisa memuaskanmu, maka aku akan menjanjikan hal itu. Namun, Aku tidak bisa memberikanmu segera. Aku janjikan kepadamu itu akan sampai besok.”

“Terima kasih banyak, Yang Mulia... Ada masalah lain yang ingin saya tanyakan, meskipun saya takutnya itu tidak pantas.”

Ainz melambai, mengindikasikan agar Osk seharusnya melanjutkan.

“Sebagai seorang promotor, saya mengumpulkan banyak informasi. Sebagian besar dari informasi itu berkenaan dengan makhluk luar biasa yang mungkin akan tampil di arena, atau monster. Ada rumor mengenai Yang Mulia – saya ingin memberanikan diri apakah benar Yang Mulia membantai puluhan ribu orang-orang Kingdom dengan satu mantra?”

“Koff!”

Ainzach terbatuk dengan cara yang sangat dibuat-buat. Dia menatap Osk dengan mata penuh celaan, tapi ini bukanlah hal yang harus disembunyikan, ataupun merasa malu karenanya.

“Memang, itu semua benar. Aku membantai mereka dengan magic milikku. Apakah kamu akan mencelaku karena itu?”

“Tidak, saya hanya bertanya untuk mengukur jauhnya kekuatan mistis dari Yang Mulia. Lagipula, jika anda menggunakan mantra dari rumor itu, akan sangat... gawat. Lagipula, arena berada di dalam ibukota Imperial.”

“Tidak, tidak, aku tidak akan merapalkan mantra seperti itu.”

Bahkan Ainz tidak berniat untuk menggunakan mantra itu di tengah-tengah negeri sekutu. Teroris macam apa yang akan melakukan hal semacam itu?
<![if !supportLineBreakNewLine]>
<![endif]>
“Tentu saja, saya merasakan hal yang sama. Tidak seperti bayangan undead yang biasa, Yang Mulia adalah orang yang agung dan rasional. Saya tidak yakin anda akan melakukan pembantaian besar-besaran karena anda membenci makhluk hidup. Oleh karena itu, membuat asumsi dan mengabaikan kepastian hal semacam itu adalah kegagalan.”

Ainz setuju dengan hal itu pula. Ini adalah salah satu bahaya yang datang dengan membiarkan orang baru bergabung. Sebenarnya Suzuki Satoru gagal seperti ini di masa lalu.

“Kekhawatiranmu memang benar. Biarkan aku mengulanginya sendiri – aku tidak akan menggunakan mantra itu.”

“Mengapa begitu? Apakah itu karena ada hubungannya dengan barisan bintang-bintang?”

“Memang itu tidak ada hubungannya dengan per-“

Sebuah bohlam lampu muncul di atas kepala Ainz.

“Yah, mantra itu adalah salah satu kartu as terkuatku. Karena El-Nix-dono menginginkannya, aku repot-repot merapalkan mantra besar itu, yang hanya bisa digunakan sekali selama sepuluh tahun. Oleh karena itu, untuk dekade selanjutnya, aku harus menyimpan kekuatan.”

“Hoh!” Sebuah kilauan mata yang aneh muncul di mata Osk. “Apakah tidak apa mengatakannya kepadaku? Lagipula, itu mungkin bisa dianggap kelemahan dari Yang Mulia....”

“Tidak apa. Aku mungkin tidak akan bisa menggunakan mantra penghancur seperti itu, tapi membantai orang-orang bodoh yang melawanku masih tetap mudah. Lagipula, bukan berarti aku tidak bisa menggunakan mantra lain.”

“Seperti yang diduga dari Yang Mulia. Dengan kata lain, Martial Lord akan menjadi lawan yang mudah; begitukah maksud anda?”

Setelah Ainz mengangguk percaya diri, sebauh senyum mengembang di wajah Osk. Namun, ketika Ainz mempelajarinya, dia tidak bisa yakin jika senyum itu asli.

“Ternyata begitu. Akhirnya, biarkah saya bertanya satu hal lagi. Mengapa anda ingin melawan Martial Lord, Yang Mulia?”

“Karena aku dengar dia adalah musuh yang kuat... aku ingin tahu yang mana yang lebih kuat, antara dirinya dengan Gazef Stronoff. Ada Gazef di Kingdom, jadi mungkin alasan terbesar adalah karena aku ingin tahu siapa yang setara di Empire.”
<![if !supportLineBreakNewLine]>
<![endif]>
Tentu saja, bukan itu alasan mengapa Ainz bertarung. Namun, itu adalah alasan dia dan Ainzach setuju setelah mendiskusikan masalah tersebut.

Tidak apa menyatakan alasan sebenarnya, tapi Osk bukanlah orang yang bisa dipercaya. Sebenarnya, dia terlihat seperti orang yang memprioritaskan keuntungan pribadi. Ainz merasa jujur dengannya tidak akan berakhir dengan baik.

“Saya mengerti. Terima kasih banyak.. kalau begitu, saya akan menjadwalkan pertarungan dengan Martial Lord. Namun-“

Osk mengangkat tangannya untuk menyela rasa terima kasih Ainz.

“Saya harap anda akan mengikuti peraturan arena. Ditambah lagi, karena Yang Mulia mungkin akan bertarung melawan Martial Lord dengan serius, itu masih tetap pertunjukan bagi kami. Oleh karena itu pertarungan yang terlalu satu pihak akan sangat membosankan. Dengan begitu, saya ingin meminta yang Mulia tidak menggunakan magic, dan anda akan menggunakan pedang – sebuah senjata – untuk melawan Martial Lord. Saya ingin syarat itu harus dipenuhi untuk membuat pertarungan yang baik.”

“Apa kamu bilang?!”

Ainzach tersentak dari tempat duduknya. Wajahnya merah padam karena marah.

“Apakah itu mungkin?! Yang Mulia adalah seorang magic caster! Bagaimana bisa kamu harap beliau menang?!”

“Hoho, memang benar, itu masalahnya. Tidak mungkin Yang Mulia Sorcerer King menang ketika magicnya disegel. Wah wah, tidak kukira aku benar-benar mengangkat masalah yang sensitif. Tetap saja, aku tidak menduga ucapan itu keluar dari mulutmu. Aku menduga kamu baik-baik saja degnan dengan kekalahan Yang Mulia. Kelihatannya pendapatku tentang dirimu berubah.”

“Kamu-!”

“Ainzach, jangan terlalu bersemangat. Tidak apa.”

“...Yang Mulia, apa yang anda katakan?”

Ainz tertawa kecil, karena Osk dan Ainzach sedang melihatnya dengan cara yang menggelikan. Namun, akan buruk jika tawa itu diartikan sebagai seringai, jadi Ainz mencoba menyamarkannya dengan mendengus.

Namun, itu tidak mungkin bagi seseorang yang hanya memiliki sebuah lubang hidung.

Ainz memutuskan untuk tidak membuang energi dan memutuskan untuk mencoba membual dengan ucapannya.

“Kamu kelihatannya salah mendengarku. Aku bilang, tidak apa.”

Tidak ada perubahan dalam ekspresi Osk, tapi pikirannya bekerja dengan kecepatan tinggi. Itu jelas sekali.

“...Kalau begitu, maukah anda bersumpah atas nama Sorcerer King, Yang Mulia?”

“Bersumpah atas namaku?... Aku mengerti. Aku, Ainz Ooal Gown, bersumpah atas namaku sendiri bahwa aku tidak akan menggunakan segala bentuk magic selama betarung dengan Martial Lord.”

“Tunggu! Yang Mulia! Bagaimana bisa anda melakukan sumpah setia seperti itu tanpa melihat kekuatan Martial Lord sendiri?”

Ucapan Ainzach sangat beralasan. Namun, jika informasi yang diterima tentang Martial Lord memang benar, seharusnya tidak ada masalah melakukannya.

“Yah, nanti pasti ada jalan keluarnya.”

“Apakah anda berpikir nanti akan berhasil dengan sendirinya?”

Ainz samar-samar tersentuh dengan bantahan Ainzach. Tak ada yang mengeluarkan pendapat merkea seperti ini sejak dia mengawali rezim sebagai penguasa Nazarick. Itu memang sedikit muncul ketika saat dia menjadi Momon, namun itupun akhirnya menghilang setelah dia naik peringkat.

“Kamu juga! Jika raja dari negeri lain tewas di arena Empire, pasti akan ada bayaran mahal!”

Tentu aja, pikir Ainz saat dia mengunci tatapan dengan Osk.

“Yah, mau bagaimana lagi. Apa yang anda akan lakukan, Yang Mulia? Belum terlambat menerima saran dari bawahan anda yang setia dan menyerah sekarang.”

Ainz membalasnya dengan mengangkat bahu. Dia bisa memahami kekhawatiran Ainzach. Lagipula, rencana ini pada awalnya adalah idenya. Memang benar, dia melakukannya di bawah asumsi bahwa dia bisa menggunakan magic ketika dia membuat rencana itu. Namun, apakah dia benar-benar berpikir bahwa Ainz tanpa magic akan melemah?

“Tidak apa. Yang lebih penting lagi, berteriak seperti itu tidak sedikitpun manis bagi orang separuh baya sepertinya.

“Kelihatannya Yang Mulia salah paham. Saya tidak akan mendapatkan apapun dari itu. Seperti yang Guildmaster katakan, akan jauh lebih besar kerugiannya bagi saya.”

Kelihatannya tidak ada motif tertentu dibalik penawaran kondisi yang tidak menyenangkan bagi Ainz. Kelihatannya, syarat itu lahir dari pemikirannya sebagai promotor.

“-Begitukah. Kalau begitu, kita akan berjalan seperti yang direncanakan..”

“..Yang Mulia, apakah anda memiliki cara untuk mengalahkan Martial Lord – yang lebih kuat daripada Gazef Stronoff – tanpa magic?”

“..Stronoff, huh. Benar-benar pria yang memilki kekuatan yang membuat iri.”

Ainz menyadari tampang terkejut di wajah Ainzach, tapi Ainz tidak berkata apapun saat dia mengenang mantan Kapten Warrior.

“Jika Martial Lord lebih kuat dari orang itu, maka jelas sekali, aku harus waspada. Namun, kekuatan yang kubicarakan adalah mengenai spiritnya dan bukan kekuatan tempurnya. Sekarang, jika kita membandingkan kekuatan Martial Lord dan senjata pedang Stronoff, tentunya yang pertama akan membantai yang terakhir dalam sekejap.”

“Oh begitu, ngomong-ngomong, saya harus melanjutkan pertanyaan yang anda tanyakan sebelumnya, Yang Mulia.”

Osk mengangkat kedua tangannya. Lengannya penuh otot dan tidak ada timbunan lemaknya.

“Saya senang dengan benturan antar pedang serta tinju dengan tinju. Sayangnya, saya tidak punya bakat dalam kemampuan bertempur, dan seluruh usaha keras saya tidak bisa membuat saya menang. Itulah kenapa saya berpikir untuk menciptakan seorang warrior yang bisa menggantikan diri saya, dan membuatnya meraih kemenangan sebagai pengganti saya.”

Osk menyeringai. Ini bukanlah sikap seorang pedagang yang dia tunjukkan hingga sekarang, tapi wajah seorang manusia biasa.

Ini adalah pertama kalinya Ainz menemui orang seaneh ini, meskipun dia tahu bahwa fetish itu bervariasi dari tiap orang. Dengan kata lain, Osk memiliki fetish abnormal tertentu. Ainz membuat ruang dalam pikirannya yang disebut “Mesum” dan memenuhi ruangan itu dengan Osk.

“Oleh karena itu, akan terasa enak sekali jika Yang Mulia kalah dari Martial Lord yang saya latih.”

“Begitukah.”

Osk dan Ainzach melihat ke arah Ainz, rasa terkejut tertulis di seluruh wajah mereka.
<![if !supportLineBreakNewLine]>
<![endif]>
Ainz ingin bertanya, apa yang sudah kamu lakukan sampai sekarang?

“Jangan memberiku tampang bodoh itu. Jika kamu ingin mengatakan sesuatu, katakan saja.”

“Tidak, tidak, hanya itu yang ingin kukatakan.”

“Aku tidak tahu reaksi macam apa yang kamu inginkan dariku, Osk.... Manusia memang benar-benar makhluk yang rumit. Yah? Jika hanya itu, apakah itu artinya kamu mengharapkanku untuk memenuhi celah itu?.. Hm, bagaimana kalau begini. Apakah kamu segembira itu jika bisa mengalahkanku yang tidak bisa menggunakan magic.”

Entah kenapa, Osk tenggelam dalam jawabannya.

“Eh, ah, itu... hanya saja saya tidak begitu suka dengan magic...”

“Oh begitu. Kalau begitu, kita biarkan saja masalah itu.”

Osk dan Ainzach saling pandang. Ayolah, keluarkan saja, pikir Ainz. Tetap saja, ini adalah bagaimana jalannya dunia. Jika seseorang yang tidak memiliki izin untuk berbicara memperlihatkan hatinya, dia akan jatuh dalam masalah.

“Kami sudah menjelaskan niat kami, jadi tidak usah buang-buang waktu lagi dengan tipuan picik dan jalankan saja. Bagaimana kamu akan mengatur jadwal pertarungan dengan Martial Lord? Jika mungkin, aku ingin membuatnya sebagai acara yang sebesar mungkin.”

“Kalau begitu, saya akan mengumumkan seorang penantang Martial Lord setelah event hari ini. Sebaiknya saya bergegas. Namun, saya berniat untuk merahasiakan bahwa penantangnya adalah Yang Mulia sampai pertarungan dimulai.”

“Aku tidak tahu alasanmu mengenai hal itu. Apakah itu tidak akan percuma, dari sudut pandang promotor?”

“Logika menuntut bahwa raja dari negeri sekutu muncul di arena tarung adalah... oya? Setelah dipikir-pikir, saya tidak mendengar ada upacara penyambutan. Apakah dijadwalkan terlambat?”

Ainz pun mau tidak mau membuang muka.

Ini gawat.

Ainz bersyukur dia tidak memiliki jantung, lalu terpaksa menggelengkan tengkorak undead miliknya yang kosong, dia mengangkat bahu menyerah.

“Aku datang ke Empire dengan kapasitas pribadi. El-Nix-dono tidak tau jika aku kemari.”

Ekspresi Osk hilang. Dia pasti mencium ada sesuatu yang mencurigakan. Sebagai seorang pedagang, memang masuk akal jika dia sangat sensitif dengan potensi keuntungan. Dengan kata lain, jika tidak ada keuntungan nantinya, maka tidak ada gunanya ikut serta.

“Saya mengerti.”

Eh?

“Mengumumkan secara langsung tantangan dari Yang Mulia tentunya akan menarik komentar-komentar dari seluruh sisi. Biasanya, identitas dari penantang harus dirahasiakan. Maka, bisakah saya mengasumsikan anda akan menangani seluruh masalah yang akan dihasilkan dari ini, Yang Mulia?”

“Tentu saja. Serahkan bagian itu kepadaku.”

“Saya mengerti. Kalau begitu, bisakah saya meminta waktu anda sebentar lagi? Saya ingin memfinalisasi jadwal untuk hari pertandingan.”

♦ ♦ ♦

“Apakah beliau sudah pulang?”

“Ya, Tuan.”

Kepala pelayan tersebut telah kembali setelah mengantarkan Sorcerer King, dan itu adalah jawaban dari pertanyaan Osk.

“Yang benar saja, sekarang,” balas Osk, lalu dia melihat ke arah pelayan yang berdiri di belakang si kepala pelayan.

“-Headhunter Rabbit (Kelinci Pemburu Kepala).”

Apa, pria yang sebelumnya berpikir saat memiringkan kepala kecilnya yang halus.

Ya, “dia” adalah seorang pria, berpakaian seragam yang cocok dengan seorang pelayan.

Menurutnya, dia melakukan itu karena berpakaian seperti seorang wanita membuat orang lain meremehkannya dan menjadi kurang waspada, dan juga karena orang-orang tidak akan menyerang pangkal pahanya.

Kelihatannya karena dua alasan itu, dan bukan karena pilihan pribadi. Namun, melihat dari caranya bergerak yang sangat manis seperti itu barusan bahkan dalam kehidupan sehari-hari, dia mungkin menikmati hal semacam ini hingga batasan tertentu.

Kenyataan bahwa pemikirannya ini benar-benar berkelana jauh adalah sebuah tanda bahwa dia terlalu banyak memikirkan hal ini.

Hal itu tidak membuat susah Osk, jadi dia tidak keberatan.

Lalu, ada masalah aliasnya, “Headhunter Rabbit”.

Tidak cocok dengan pria yang terlihat manis, tapi sekali lagi, dia adalah seorang tentara bayaran yang didatangkan dari sebuah negeri di timur dari Aliansi Kota Negeri, terkenal sebagai seorang warrior-assassin.

Osk telah menandatangani kontrak dengannya dan mempekerjakannya dengan jumlah yang mengejutkan. Dia telah mengontrak tim worker dan gladiator sebagai bodyguard pula, tapi tak ada orang lain yang membayar setinggi dirinya.

Kekuatannya setara dengan bandrol harganya – di atas seorang petualang orichalcum, setidaknya. Kenyataannya dia tidak terlibat dalam masalah menyusahkan apapun sejak dia dipekerjakan.

“Katakan kepadaku pendapatmu tentang Yang Mulia, Sorcerer King.”

Dia memiliki kemampuan lain, disamping menjadi petarung-assassin kelas wahid.

Itu adalah kemampuan untuk menganalisa lawan. Melalui pengalaman panjang dalam profesi membunuh saat menjadi seorang warrior dan assassin, dia telah memperoleh kemampuan untuk menilai orang – untuk melihat apakah mereka kuat.

“Benar-benar sangat gawat.”

Hingga saat ini, hanya ada satu orang lain yang pernah dia beri penilaian yang sama. Orang itu adalah Martial Lord sendiri. Dengan kata lain, ini adalah orang kedua yang tak bisa dia kalahkan.

Sayangnya, peringkat di bawahnya adalah ‘gawat’, yang dia katakan ketika dia melihat Empat Knight Empire.

“Apakah Yang Mulia merupakan warrior yang kuat pula?”

“Aku tidak yakin. Melihat dari derap langkahnya saja, dia tidak sekuat itu. Dia tidak berjalan seperti orang yang terlatih sebagai seorang warrior atau assassin. Namun lebih tepatnya, paman yang ada di sampingnya lebih mirip seperti seorang warrior. Tetap saja – sangat gawat. Hanya berdiri di sampingnya saja membuatku ingin lari.”

Setelah dia berkata begitu, dia mengulurkan tinjunya.

Mata Osk terpana oleh tinjunya.

Itu adalah tinju yang bundar.

Tinju dari Rabbitman itu telah diasah dengan memukul obyek keras puluhan kali, mungkin ratusan atau ribuan kali, sampai bentuknya sekarang seperti bola yang bundar.

Tangan ini dibuat untuk bertempur.

Sebuah hawa dingin mengalir pada Osk, diikuti oleh kegembiraan yang tak terbendung.

“-Kamu lihat kemana, dasar mesum.”

“Aku hanya berpikir bahwa itu adalah tangan yang bagus.”

Memang benar dia senang dengan tangan itu, sayangnya, Headhunting Rabbit tidak menyukainya.

Jenis Kelamin bukan masalah besar bagi Osk. Namun, partner ideal Osk adalah warrior dari Blue Rose Kingdom (Gagaran). Memang benar, Headhunting Rabbit juga akan menjadi partner yang bagus, tapi dia terlihat terlalu kurus, dibandingkan dengan Gagaran. Sebaliknya, Martial Lord sedikit terlalu tebal.

“...jadi kamu tidak ingin memperbaharui kontrakku denganmu tahun depan?”

“Itu akan sangat menyusahkan! Jarang ada orang yang bisa menyamaimu... Yah, selain dari pewaris Ijaniya. Oops, kelihatannya kita sudah melenceng dari topik. Kalau begitu-“

Mata Osk meninggalkan tinju yang bundar itu, lalu mendongak ke atas. Kulit Headhunting Rabbit terasa merinding.

“ Aku belum bisa menenangkan diri. Rasanya sangat buruk.”

“Jadi dia bukan apa-apa sebagai seorang warrior, tapi lawan yang sangat-sangat buruk...”

“Dia seperti Martial Lord lain.”

Osk menerima apa yang ingin coba dikatakan oleh Headhunting Rabbit. Yang dia maksud adalah Martial Lord itu.

Mereka adalah ras yang kuat dan lemah di dunia ini.

Manusia dianggap sebagai ras yang lemah, tidak lebih dari sekedar gumpalan daging tanpa pandangan dalam gelap, tanpa karapas (kulit keras) untuk melindungi tubuh mereka, atau kemampuan spesial lainnya.

Sebaliknya, ada ras-ras kuat, seperti Naga contohnya. Mereka dilindungi oleh sisik yang keras, mereka adalah ras yang agung dan kuat, mereka dilengkapi dengan cakar dan gigi yang bisa dengan mudah membelah baja, mereka memiliki nafas berapi atau es dan kemampuan spesial lainnya, dan mereka dihiasi dengan sayap sehingga bisa digunakan untuk terbang menembus langit.

Mereka adalah sebuah ras yang kuat, bahkan tanpa latihan warrior.

Apa yang coba Headhunting Rabbit katakan adlah bahwa Sorcerer King merupakan ras semacam itu.

Undead memiliki status fisik yang payah. Ini adalah yang Osk tahu. Namun, kelihatannya itu tidak berlaku untuk Sorcerer King.

“Osk-sama, mengapa anda menerima pertandingan ini? Yang Mulia tahu tentang Martial Lord, tapi kita tidak tahu kemampuannya. Aku merasa itu akan menjadi pertandingan yang sangat tidak menguntungkan.”

“...Ara? Kamu tidak paham?”

Headhunting Rabbit membalas dengan nada lelah, “Aku tidak memikirkan hal yang percuma seperti itu-“

Kepala pelayan tersebut melihat Osk dengan terkejut. Lalu, Osk menjawab:

“Apakah seorang juara lari dari tantangan?”

“Hanya itu?”

“Hanya itu. Namun, ini juga alasan mengapa itu penting. Tidak perlu saling membunuh. Tapi jika ini adalah tantangan resmi, dilengkapi dengan sebuah surat yang dikirim untuk meminta sebuah pertandingan, itu tidak bisa dihindari. Martial Lord akan berpikir sama pula.”

“Dasar bodoh-“

“Mungkin. Tetap saja, begiulah pria. Namun, aku merasa Yang Mulia adalah tipe yang akan menunjukkan kekuatan yang sebenarnya dalam pertarungan, daripada selama pertandingan kompetitif. Sekarang, anggap saja aturan tanding biasa dan bukan pertandingan sampai mati. Dalam situasi mana yang akan kamu pilih untuk meghadapi Sorcerer King?”

“Tidak dua-duanya. Aku lebih memilih kabur”

Osk tertawa, karena itu adalah pilihan yang bijak.

“Lalu, selanjutnya. Bagaimana menurutmu Sorcerer King?”

Kalimat itu tidak diarahkan kepada tuannya, tapi kepada kepala pelayan yang sedang menunggu di belakang dan tidak merubah ekspresinya.

Di masa lalu, dia mungkin akan menunjukkan rasa tidak senang tanpa suara, mengindikasikan bahwa itu bukanlah sikap yang tepat seorang pria yang dipekerjakan kepada tuannya. Tetap saja, rasa tidak nyaman itu hilang entah kemana. Mungkin itu ketika Headhunting Rabbit telah membanti seorang yang akan menjadi assassin.

“Dia memiliki kepribadian yang menarik.”

“Ho~n,” Headhunting Rabbit merenung dengan cara yang aneh.

Ainzach kelihatannya tidak dalam keadaan tertekan. Dengan kata lain, Sorcerer King mempunyai sesuatu yang memperbolehkan dirinya mengamakan kooperasi dari penduduk sebuah kota dalam beberapa bulan setelah menguasainya.

“Apakah kamu melihat sikapnya yang sangat agung? Baik saat diantar oleh Ainzach, atau setuju tidak menggunakan magic dalam pertarungannya, dia memancarkan kebanggaan yang kuat. Ditambah lagi, dia adalah orang yang sangat cerdas. Rasanya seakan dia sudah terbiasa dengan negosiasi semacam ini.”

Bahkan dia pun merasa terkejut.

Osk adalah seorang pedagang, tapi Sorcerer King melihat dirinya sebagai orang yang setara. Di bawah keadaan biasa, beberapa bangsawan pasti ingin menjalin hubungan dengan mereka yang ada di atas, terlebih lagi dengan seorang raja.

Inilah yang membuatnya bingung.

Dia bisa memahami jika dia adalah pedagang di masa lalu, tapi itu tidak mungkin. Dengan kata lain, dia hanya ahli dalam negosiasi.

“Dalam hal kemampuan keseluruhan, dia sebanding dengan Kaisar kita.”

Tentu saja, dia tidak sedalam itu dalam membacanya. Hanya saja Sorcerer King membuatnya takut setengah mati.

“Tidak, aku harusnya berkata bahwa dia setara dengan Kaisar Berdarah, setidaknya.”

Jadi setidaknya, dia setara dengan Kaisar terhebat dalam sejarah. Benar-benar mimpi buruk.

Osk Menggelengkan kepalanya. Dia akan tercengang dalam renungan jika ini terus terjadi. Tentu saja, dia tidak ingin menatap dalamnya jurang Sorcerer King. Namun, ada satu hal yang harus dia lakukan sekarang ini.

“..Aku harus memberitahu Martial Lord tentang hal ini, dan membuatnya tetap dalam kondisi prima mulai sekarang.”

“Apakah dia akan setuju?”

“Dia adalah seorang warrior. Dia tidak akan lari dari tantangan.”

“Ho~n. yah, bagus juga jika dia bisa menang~”.

Part 4

Di hari pertandingan melawan Sorcerer King, Osk menanyakan pertanyaan seperti biasanya:

“Bagaimana keadaanmu?”
“Tidak ada masalah. Aku berada dalam kondisi puncak.”

Seorang monster raksasa menjawabnya.

Monster itu adalah anggota dari spesies Troll monster, tapi satu perbedaan utama memisahkan dirinya dengan mereka.

Itu adalah aura seorang warrior yang mengelilinginya, bisa diasumsikan dari sebuah jubah yang tidak dimiliki kecuali mereka yang selamat dari pertempuran sengit dalam jumlah yang tak terhitung.

Namun, itu memang bisa diduga. Dia adalah troll yang telah beradaptasi untuk bertarung dan memiliki keahlian dalam berperang. Dia adalah individu luar biasa bahkan diantara spesies troll yang berbeda, dan dia dikenal sebagai seorang War Troll (Troll Perang).

Dia adalah Martial Lord, gladiator terkuat di dalam arena tersebut.

Osk melihat dengan halus tubuh itu.

Memang benar ada banyak orang yang bisa mengalahkan Martial Lord dalam hal martial prowess (kekuatan). Sebagian besar barisan pertahanan depan berpangkat perak di dalam tim petualang bisa melakukan itu.namun, alasan mengapa Martial Lord bisa dengan mudah mengalahakan orang-orang seperti itu sangatlah sederhana.

Itu karena tubuh dari War Troll jauh lebih unggul dari mereka yang manusia, baik dalam hal kekuatan maupun daya tahan, atau dalam radius serangan besar dari tubuh yang diberikan kepada mereka.

Ditambah lagi, ada kemampuan rasial yang dia miliki sedangkan tidak dimiliki manusia.

Pertama adalah kulitnya. Mengenakan sepasang armor di atas kulitnya yang tebal cukup bisa menyebabkan sebagian besar serangan yang diarahkan kepadanya mental begitu saja. Memang benar, seseorang bisa menargetkan sendi-sendi yang terlihat lunak dan gesit tersebut tapi kemampuan regenerasinya menghadirkan perisai yang mumpuni terhadap siapapun yang mencoba untuk membuatnya lumput melalui jalan itu.

Sebuah serangan yang pastinya akan membantai manusia biasa tidak akan membunuh troll. Kemampuan regenerasi mereka yang luar biasa menyebabkan luka yang akan menutup rapat dan hanya bisa dihentikan oleh api atau asam.

Dengan kekuatan biologis yang besar itu di pihaknya, Martial Lord saat ini benar-benar yang terkuat dalam sejarah.

Warrior itu dipuji oleh Osk sebagai yang terkuat sedang mengenakan armor di depan mata pria tersebut.

Dia memang mempekerjakan petualang adamantite yang mengumpulkan komponen untuk armor itu, lalu menambahkan magic dalam hasil karya tersebut. Waktu itu, dia harus menenggelamkan 20% dari asetnya untuk proyek tertentu. Pentungan yang dia bawa terbuat dari logam magic juga, dan dibuat dengan cara yang sama.

Martial Lord memakai cincin-cincin magicnya, jimat-jimatn dan komponen-komponen lain pada persenjataan lengkapanya.

“-Aku sudah siap.”

Kalimat itu terdengar jauh lebih cerdas sekarang daripada saat dia berbicara tadi.

Setiap kali Osk melihat bentuk tubuhnya yang luar biasa, dadanya semakin panas. Dia adalah orang yang telah membesarkannya sampai bentuk seperti ini.

“kalau begitu, Martial Lord, ayo pergi.”

Mereka berjalan bersama ke pintu masuk arena. Ini adalah ritual yang selalu mereka lakukan.

Martial Lord tetap terdiam setelah meninggalkan ruangannya.

Sifat diamnya itu karena dia pernah gembira dan sangat menantikan untuk melawan penantangnya. Namun di tengah jalan, berubah menjadi rasa kecewa dengan kemampuan musuh tersebut. Bagaimana dengan sekarang?

Tiba-tiba saja, Martial Lord menghentikan langkah kakinya.

Osk tidak ingat apapun yang terjadi seperti ini sebelumnya.

Dia mulai panik dengan kejadian yang tidak diduga-duga tersebut, lalu mendongak untuk bertanya apa yang terjadi. Martial Lord perlahan mengangkat penutup depan kepalanya, menunjukkan wajahnya.

“Terima kasih...”

Kedengarannya seakan dia berusaha memaksa keluar suara itu.

Osk berkedip.

Ini adalah keempat kalinya dia mendengar ucapan terima kasih itu. Tiga kali sebelumnya adalah ketiak dia diberikan senjata, armor lalu ketika dia melawan musuh terbaiknya, Martial Lord sebelumnya “Rot Wolf”, Krelvo Palantynen.

“Apa, ada apa, Martial Lord?”

“Matanya menatap ke arah koridor di depannya.

“Fu, fu”

Tubuh Martial Lord gemetaran saat dia tertawa kecil.

Itu adalah sebuah kebahagiaan sebagai seorang warrior.

Itulah yang diyakini oleh Osk, tapi kelihatannya bukan begitu.

“Pe...Penantang macam apa ini? Tidak, apakah aku yang menjadi penantangnya?”

“A-Apa?”

“Fu, fu... seramnya. Osk, aku gemetaran karena takut.”

Osk pun mau tidak mau meragukan telinganya.

“Ini, ini pasti apa yang disebut oleh makhluk hidup sebagai insting. Kakiku tidak mau bergerak... seakan mereka berkata kepadaku jika aku pergi, aku akan mati, fu, fu.”

Itu bukanlah tawa. Dia hanya mencoba menenangkan nafasnya yang tidak beraturan.

“Aku dengar lawanku adalah Sorcerer King, dan aku penasaran lawan macam apa dia nantinya... kelihatannya kesombonganku hingga sekarang akan dibayar lunas.”

“Apa yang kamu katakan, Martial Lord? Apa maksudmu dengan kesombongan?”

“Aku kuat.”

Osk ingin membalas bahwa tidak ada yang salah dengan statemen Martial Lord, tapi Martial Lord melanjutkan sebelum dia bisa berkata.

“Tidak, kekuatan adalah sebuah kebohongan. Kekuatan itu datangnya dari kemampuan rasialku, dan bukan kekuatan yang sebenarnya. Tetap saja, sangat sedikit orang yang bisa setara denganku. Terutama, sejak aku menggunakan teknik warrior, aku tak pernah mencoba memahami kemampuan penantangku atau perlengkapannya, agar bisa menciptakan situasi yang tidak menguntungkan bagiku. Tidak ada cara lain untuk melatih diriku. Namun pada akhirnya, aku menemukan lawan yang membuat naluriku berteriak balik untuk lari darinya. Terima kasih banyak. Kamu telah menyelesaikan janji yang kita buat ketika bertemu denganku.”

“Martial Lord... Go Gin.”

Dia bertemu dengan Martial Lord sekitar sepuluh tahun yang lalu.

Ada sebuah rumor di jalanan tentang monster yang di perbatasan Empire. Monster itu sangat rasional, dan tidak akan membantai musuh yang telah meletakkan senjatanya. Osk tertarik, dan bergegas menemui monster aneh itu. Ini karena dia dengar bahwa kekuatan terbesar di dalam Empire, Fluder Paradyne, sedang dalam perjalanan untuk menghentikan monster tersebut.

Pada awalnya dia takut. Itu memang wajar. Lagipula, manusia yang bertemu dengannya bisa selamat karena keberuntungan.

Namun, Martial Lord melihat Osk satu kali lalu mendengus tidak tertarik, bersiap untuk pergi.

Itulah kenapa dia lupa dengan ketakutannya dan bertanya: “Mengapa kamu melakukan ini?”

Jawaban yang dia terima tidak seberapa jelas seperti sekarang, tapi agak mirip dengan “Aku berlatih untuk menjadi lebih kuat.”

Osk merasa sisik-sisik jatuh dari matanya.

Osk memiliki impian. Impian itu adalah untuk menciptakan petarung yang kuat. Itu adalah mimpi untuk membesarkan warrior terkuat, agar bisa menggantikan dirinya yang tidak memiliki bakat. Namun, sampai titik itu, dia menyadari bahwa dia tidak perlu membatasi diri dengan manusia biasa. Tidak, karena spesies non manusia sejak awal memiliki spesifikasi yang lebih tinggi, bukankah itu adalah cara untuk menciptakan yang kuat – warrior terkuat?

Saat itu, Osk tidak berpikir untuk membawa monster itu pulang. Dia sedang memantau seseorang yang mungkin akan menjadi warrior terkuat, tirani dari arena, Martial Lord masa depan.

Hampir sepuluh tahun sejak pertemuan yang ditakdirkan itu. Dan sekarang, untuk pertama kalinya, dia menyaksikan Martial Lord gemetaran karena takut.

“Martial Lord-“

Beberapa hal muncul di ingatan Osk. Pertama adalah, “Apakah kamu ingin mundur dari pertandingan ini?” Resiko kematian ada dalam pertandingan ini, dan Osk tidak mau kehilangan dirinya, Martial Lord yang dia besarkan sampai sekarang.

Namun, dia tidak mampu mengeluakan kalimat itu.

Bagi yang kuat, memiliki seseorang yang khawatir kepada mereka seperti sebuah hinaan. Yang dia tahu, kalimat itu mungkin akan menghancurkan hubungan pertemanan yang dia bangun antara dirinya dengan Martial Lord.

Hanya ada satu hal yang bisa dia katakan di sini.

“-Jangan sampai kalah, Martial Lord.”

“Hmph, Kamu ngomong apa? Aku tidak berniat kalah. Semua penantangku juga merasa sama. Setiap orang yang berdiri di depanku berharap untuk mendapatkan kemenangan. Sekarang adalah giliranku.”

“Begitulah seharusnya!”

Osk menepuk punggu Martial Lord.

“Sorcerer King adalah seorang magic caster, tapi itu akan menjadi kontes yang terlalu membosankan. Jadi, aku memberi aturan kedua pihak tidak boleh menggunakan magic. Kamu tidak akan kalah dengan lawan seperti itu.”

“...Magic? Sorcerer King setuju untuk melawanku, meskipun di bawah kondisi itu?”

“Memang benar, dan dia melakukannya dengan sikap yang bahkan tidak menganggap ada kemungkinan dia kalah.”

“Hoh...”

Martial Lord menggenggam erat tinjunya. Itu adalah sebuah tinju yang mirip dengan bayangan dari palu raksasa.

“Yang kuat sering bangga. Aku akan mengajarinya kebodohan dari caranya itu.”

“Itu baru semangat! Namun, jangan terlalu congkak. Sorcerer King adalah seorang pria yang bibsa memberikan begitu saja senjata yang membuat rahang menganga sesuka hati. Kelihatannya, dia memiliki item-item magic dengan kekuatan luar biasa.”

Melarang penggunaan item magic mungkin akan meningkatkan peluang menang Martial Lord. Tapi itu akan menjadi handicap yang terlalu banyak.

“Tidak apa. Sekarang aku memiliki pemikiran seorang penantang. Aku tidak akan terlalu berlebihan dalam percaya diri. Aku tidak akan kalah karena aku tidak menggunakan kekuatan penuh.”

Martial Lord melangkah maju dengan kaki yang berotot, lalu Osk bergegas mengikuti.

“Katakan, bisakah kamu mempertimbangkan apa yang kita bicarakan dengan serius barusan?”

Martial Lord tiba-tiba menghentikan langkahnya, sebuah tampang jijik muncul di wajahnya.

“Barusan... maksudmu yang itu?”

“Ya, masalah istrimu.”

“Mengapa sekarang. Huhaha.”

Martial Lord tertawa, dan Osk mengerutkan dahinya sambil tersipu malu. Jika kamu mengerti, jangan bersikap seperti itu!

“Yang benar saja, tidak bisakah kamu memberiku semangat dengan cara lain? Sudah berapa kali harus kukatakan ini.... Aku akan kembali ke desaku jika aku menginginkan istri. Kamu ingin partnerku adalah seorang manusia, ya kan? Terima kasih banyak, tapi aku tidak akan melakukannya dengan manusia atau semacamnya. Aku bukan orang yang senang dengan hal mesum seperti itu, atau lebih tepatnya, manusia manapun yang ingin tidur denganku pastinya sangat menjijikkan. Fetish parah macam apa itu? Disamping itu, yang kamu inginkan adalah anakku, ya kan? Aku tidak bisa membuatnya dengan manusia.”

Memang bisa saja bagi humanoid berkembang biak dengan satu sama lain, melahirkan anak dengan demihuman adalah hal yang ada hanya di cerita saja.

“Yah, memang benar... Oleh karena itu, mengapa kamu tidak membawa istrimu kembali? Jika kamu perlu sesuatu untuk bisa pulang dengan gagah, beritahu aku dan aku akan mendapatkannya untukmu.”

“...Biar aku keluar dari yang ini dahulu. Kami para troll menganggap manusia sebagai makanan. Yang kutahu, istriku mungkin akan memakan manusia dengan tenang.”

Bagi Osk, tidak apa jika dia hanya memakan manusia yang tidak diperlukan. Namun, dia tidak berkata begitu.

“Begitukah. Kalau begitu bawalah anakmu kembali sebelum dia tahu rasa daging manusia. Jika kita melatihnya lebih giat, dia pasti akan menjadi lebih kuat darimu yang sekarang.”

Martial Lord mengerutkan mukanya dengan sebuah senyuman.

“Yah, itu akan menarik. Baiklah, aku akan mempertimbangkan itu dengan serius.”

♦ ♦ ♦
“Yang Mulia, bisakah anda memenangkan ini?”

Ainz membalas pertanyaan Ainzach dengan jawaban yang telah dia berikan berkali-kali:

“Tidak apa.”

Seseorang yang menerima pertempuran tanpa harapan ini adalah seorang pria sejati penuh keberanian atau sama sekali bodoh. Ini bukanlah pertempuran sembarangan; pertempuran ini sudah diputuskan dari fase perencanaan.

Ainz mereview apa yang telah dia pelajari di dalam ingatannya.

Jika Martial Lord hanya berada pada level Giant of the East, dia pastinya akan bisa menang. Meskipun begitu, jika dia memiliki kekuatan yang sama dengan seorang warrior seperti Gazef, maka setelah menambahkan ras dan level job class, dia pastinya adalah lawan yang sangat rumit

Namun-

Yah, itu memang cara bertempur yang sangat hina dari awal. Aku bahkan meminta bantuan Fluder setelah itu.

Ainz memiliki kemampuan untuk menegasi serangan-serangan lemah secara sempurna. Dia tidak menganggap Martial Lord mampu mencapai pertahanan itu. Oleh karenanya, Ainz telah mematikan kemampuan tertentu itu.

Kemenangan memang sudah dipastikan.

Di medan perang itu, Ainz telah membunuh lebih dari 100.000 orang dengan magic. Di dalam YGGDRASIL, jumlah experience point yang didapatkan dikurangi menurut perbedaan level antara kedua pihak, hingga minimum satu point. Dengan kata lain, Ainz seharusnya telah memperoleh 100.000 experience points. Diikuti dengan experience yang terkumpul dari saat sebelum datang ke dunia baru ini, dai seharusnya sudah mendapatkan cukup untuk bisa naik level. Namun, Ainz tidak merasa bahwa dia sudah naik level atau melihat fenomena-fenomena yang berhubungan dengannya.

Dengan kata lain, Ainz tidak bisa lagi menjadi levih kuat, seperti yang dia duga.

Tetap saja – dia tidak puas dengan hal itu.

Jika level 100 adalah batasnya, maka mau bagaimana lagi. Namun, dia terpaksa harus memanfaatkan sepenuhnya 100 level itu dan mengasah skill miliknya. Jika dia percaya dia adalah yang terkuat dan bersantai-santai, seseorang mungkin akan melampauinya suatu hari.

Ainz tahu bahwa dia telah mendapatkan jumlah kekuatan tertentu dari sekedar menjadi seorang mage. Skill dan kemampuan yang dia asah di dalam YGGDRASIl juga efektif di sini. Namun, dia tidak melatih kemampuannya sebagai seorang penjaga barisan depan di dalam YGGDRASIL.

Aku belajar banyak dari pertempuran dengan wanita itu.

Dia merasa berterima kasih kepada wanita itu, yang telah mengajarinya betapa kurangnya dia sebagai seorang petarung baris depan.

Pertempuran itu dipicu oleh keinginan Ainz untuk meningkatkan kemampuan tempur jarak dekatnya. Sekarang ini, Ainz percaya diri bahwa di dalam stat, skill dah bahkan taktik, dia setara dengan warrior level 33.

Pertempura dengan Martial Lord ini akan menjadi saksi itu. Ainz tidak sabar menantikannya

Ainz melihat ke arah lehernya.

Dia tidak bisa lagi mengenakannya. Selama pertempuran dengan para worker, dia tidakmerasa bahwa dia telah mendapatkan lebih banyak pengalaman atau mempelajari teknik apapun. Sejujurnya, rasanya itu seperti usaha yang sia-sia.

Saat dia memikirkan tentang hal itu, Ainz teringat dengan masalah yang lebih mendesak.

Ah~ Jircniv juga melihat pertarungan ini, ya kan? Mengapa dia ada di sini? Dia tidak ada waktu akan kemari untuk memeriksanya barusan. Kelihatannya penyeberangan perbatasan secara ilegal akan terbongkar... Yah, kurasa aku bisa minta maaf begitu saja. Jika dia mempermasalahkannya, aku akan bertanya apakah dia mendapatkan izin dari Kingdom ketika dia datang ke Nazarick dan menyelesaikannya... Aku seharusnya pergi ke atas dan menyapanya. Kurasa tidak menyapanya akan menghancurkan imej diriku di matanya.

“Ya, Yang Mulia, sudah waktunya untuk masuk,” pria dari arena berkata begitu saat dia masuk ke dalam ruangan untuk memberitahu Ainz.

Mereka telah bertemu beberapa kali, tapi dia menjadi kaku setiap kali melihat wajah Ainz yang sebenarnya.

Apakah seharusnya aku bertanding sambil memakai topeng? Dia mempertimbangkan hal itu, tapi dia mendapatkan izin untuk membuat pidato setelah mengalahkan Martial Lord. Dari yang diketahui, mungkin saja ada orang-orang di dalam penonton yang ingin menjadi petualang di dalam Sorcerous Kingdom. Dengan begitu, akan lebih baik agar dia tidak melakukan tipuan apapun.

Yang bisa Ainz lakukan adalah mempercayai pilihannya sendiri.

Ainz perlahan melangkah maju.

Biasanya, orang yang berpangkat lebih tinggi akan masuk belakangan. Namun, Ainz adalah sang penantang di arena ini, dan oleh karena itu berperingkat lebih rendah. Jadi, dia terpaksa untuk masuk dahulu. Tentu saja, Ainz melihatnya sebagai hal yang biasa dan tidak mempertanyakannya.

Ainz tersenyum ke arah Ainzach yang terlihat sangat khawatir.

Kelihatannya aneh dia lebih khawatir tentang hal ini daripada yang akan pergi menuju medan perang itu sendiri.

“-Jangan buat aku mengulangi kata-kataku lagi, Ainzach, aku tidak akan kalah.”

♦ ♦ ♦

Setelah menyapa Jircniv, Ainz kembali ke arena.

Dia sudah berjanji untuk tidak menggunakan magic selama pertarungan, tapi pertarungan belum mulai. Tentunya lawan tidak akan protes dengan hal semacam itu.

Kelihatannya dia tidak terlalu marah meskipun aku nyata-nyata menyeberang perbatasan secara ilegal. Apakah dia akan komplain setelahnya? Atau apakah dia pikir aku masuk seperti biasa? Jika itu masalahnya, mereka mungkin akan mengadakan semacam sambutan untukku, atau mungkin aku terlalu canggung... Akankah dia marah karena aku langsung memanggilnya Jircniv?

Ainz mengejek pemikirannya, lalu menolehkan matanya ke arah pintu masuk yang menghadapnya.

Martial Lord belum muncul...

Kemudian...

Ainz melihat sekeliling ke arah penonton di dalam arena.

Sebuah keheningan yang mengejutkan menguasai pandangan. Bahkan gerakan sekecil papun akan jelas terdengar.

Yah, mau bagaimana lagi... Tidak, kalian yang ada di sana, ini bukan topeng.

Ainz merasakan wajahya yang halus dan bersinar. Sekarang dia mengerti. Siapapun yang bisa melihat ke arah wajahnya dengan santai pastilah orang yang sangat pemberani.

Karena ini, ketenaranku akan meningkat ketika aku bisa membuat para penonton semakin bersemangat.

Sementara tujuan Ainz bukanlah untuk meningkatkan popularitasnya, akan lebih baik daripada tidak. Ditambah, jika akhirnya itu bisa meningkatkan pendapat secara umum terhadap seluruh undead, mungkin itu akan meningkatkan pendapat mereka terhadap Sorcerous Kingdom, yang mengendalikan banyak undead.

Ainz menggenggam tongkat yang ada di tangannya.

Sebagai magic caster murni, pilihan senjata Ainz sangat terbatas, sebagian besar adalah tongkat, pisau kecil dan semacamnya. Kali ini, dia memilih sebuah tongkat yang digunakan untuk serangan fisik. Itu adalah sebuah senjata yang dia bukan sebagai prototipe di dalam YGGDRASIL, tapi akhirnya tidak digunakan. Karena itu adalah sesuatu yang dulu dia gunakan, tongkat itu tidak seberapa kuat. Ainz yang sekarang mungkin bisa membuat senjata yang lebih baik.

Meskipun begitu, Ainz tidak membuat persiapan seperti itu.

Setelah mempertimbangkan perbedaan kekuatan antara dirinya dan Martial Lord, Ainz memutuskan untuk melawannya dengan senjata saat ini, untuk melihat bagaimana tongkat itu – dan pertarungannya – akan berlangsung nantinya.

Ini adalah kebodohan yang paling besar bagi pemain YGGDRASIL Suzuki Satoru, sebuah kejadian yang sangat ceroboh. Jika temannya ada di sana, mereka mungkin akan mengomelinya dengan “Itu tidak akan berhasil~”.

Namun, Ainz sudah mempelajari segala hal tentang item-item magic Martial Lord dari Fluder. Jadi, dia harus meneria keadaan yang merugikan bagi dirinya ini agar bisa menggunakan pertandingan ini sebagai latihan.

Ainz tidak ingin menunjukkan kepada mereka pembantaian satu sisi. Tujuan Ainz adalah kemenangan mutlak dengan jumlat yang tepat.

“Hadirin sekalian! Dari pintu masuk utara! Dia adalah! Martial! Lord!”

Tidak seperti mereka memperlakukan Ainz sebelumnya, seluruh arena bersorak kegirangan. Ainz bisa mendengar suara Jircniv dari ruang VIP dimana dia memperlihatkan wajahnya tadi. Pria itu berteriak seakan mau menghancurkan tenggorokannya.

...Dia kedengarannya sangat senang. Apakah Jircniv benar-benar menyukai Martial Lord? Raja arena kelihatannya semacam idol, jadi seharusnya ini adalah reaksi yang normal, ya kan? Sama halnya dengan YGGDRASIL – petarung kuat di dalam pertandingan PVP sangat populer dengan para penonton.

Saat dia teringat dengan hari-hari YGGDRASIL, Ainz sedikit mulai merasa kasihan kepada Jircniv.

Dia akan terkejut ketika aku menang. Seperti seorang client yang tim olahraganya kalah...

Itu membebani hatinya, tapi dia tidak bisa membuang pertandingan itu.

Sebuah bayangan yang besar muncul dari pintu masuk yang ada di seberang.

Sorakan yang Ainz pikir tidak akan bisa semakin keras malahan jadi naik ke level lain, dan sekarang terdengar seperti sebuah ledakan.

Sejujurnya, Ainz ingin sebagian sorakan itu untuk dirinya, tapi dia hanya perlu mengklaimnya dengan kekuatannya sendiri.

Di dalam YGGDRASIL, suara dari para pendukung akan perlahan berubah menjadi milik penantang jika mereka melakukannya dengan baik. Dengan kata lain jika Ainz bertarung dengan baik melawan Martial Lord, akan ada lebih banyak lagi orang-orang yang mulai mendukung Ainz.

Jadi kelihatannya kondisi seperti ini dimana aku sulit mendapatkan dukungan adalah pemasaran diri yang sangat bagus bagiku, ya kan?

Ainz bisa perlahan melihat bentuk tubuh Martial Lord.

Dia memakai satu setel armor full plate, dan membawa sebuah pentungan raksasa.

Saat dia melihat benteng berjalan di depannya, mata Ainz – titik api merah yang berkedip di dalam lubang matanya yang kosong – semakin sempit menjadi satu titik.

Hm... Kelihatannya dia memiliki deskripsi yang sama. Meskipun begitu – tidak, itu terlalu ceroboh. Aku sebaiknya lebih berhati-hati.

Menurut informasi dari Fluder, dia tidak memiliki perlengkapan berbahaya tertentu.

Namun, di dalam YGGDRASIL, beberapa orang akan mempersiapkan satu set perlengkapan yang terlihat identik, perlengkapan dengan datang kristal yang benar-benar berbeda. Di dalam pertandingan PVP, trik-trik kecil seperti itu meningkatkan peluang menang. Meskipun perlengkapan cadangan biasanya lebih lemah dari para yang utama, mampu mengejutkan lawan memiliki efek yang jauh lebih besar dari hanya sekedar data.

Dia tidak bisa menjamin bahwa Martial Lord tidak akan melakukan itu.

Dia pernah mendengarnya sebelum ini, tapi meliahtnya secara langsung membuat pikir, “Tidak heran”. Itu mungkin apa artinya saat mereka berkata “Melihat adalah mempercayai”. Dari apa yang Fluder bilang kepada Ainz, makhluk di balik armor itu terlihat mirip dengan War Troll yang dia rubah menjadi seorang zombie, tapi Martial Lord tersebut benar-benar memiliki aura yang berbeda di sekitarnya

Bisa dikatakan itu adalah perbedaan antara babi yang terbiasa di kurungan dengan babi liar.

“Ini.. menarik.... menarik.”

Ainz mengerutkan dahi karena kegirangannya sendiri. Dia merasakan hal yang sama dengan Martial Lord tadi; bahwa ini akan menjadi pertarungan yang bagus. Mungkin dia menjadi maniak pertarungan, dari cara dia menikmati pertarungan.

Itu bukan sebuah tanda yang bagus.

Jarak diantara mereka semakin berkurang. Lawannya adalah yang pertama kali bicara.

“Aku adalah War Troll Go Gin, yang dikenal sebagai Martial Lord.”

“Aku adalah –“ di sini Ainz menggelembungkan pipinya “Sorcerer King, Ainz Ooal Gown, seorang makhluk undead dari urutan tertinggi, seorang Overlord.”

“Begitukah. Kalau begitu mari bertarung dengan kekuatan penuh.”

“...Oya?”

Ainz sangat terkejut.

Ada dua hal yang membuat dia penasaran, dan dia memutuskan untuk mulai dari yang besar.

“Apakah kamu tidak akan mengejek namaku?”

“Mengapa?”

“Kamu tanya mengapa...?”

Ainz memiringkan kepalanya saat balik bertanya. Begitulah dulunya.

“Aku kelihatannya ingat bahwa nama yang panjang adalah sesuatu bagimu..?”

“Oh begitu. Kelihatannya kamu memang memahami spesiesku dengan baik, Yang Mulia. Memang benar, spesiesku menganggap mereka yang memiliki nama pendek adalah orang yang kuat. Namun, aku hidup di dalam negeri ini selama bertahun-tahun. Selama itu, aku tahu bahwa manusia mengambil nama yang panjang. Jadi, aku tidak akan mengejek hal semacam itu. Ditambah lagi, aku merasa bahwa anda sangat bangga dengan nama itu, Yang Mulia. Mengejek nama yang kuat adalah hal yang memalukan bagi seorang warrior.”

“Begitukah... kelihatannya aku harus memperbaiki pendapatku tentang War Troll sekarang.”

“Fuhahahaha. Itu tidak perlu. Akulah yang aneh. Ditambah lagi, spesies yang berbeda memiliki anggota dengan pendapat yang berbeda pula. Hanya itu.”

“...Hahahaha! Memang benar. Aku menyukaimu, Martial Lord... Jika aku menang, bagaimana kalau aku menyimpanmu?”

Ainz mengulurkan tangan kanannya.

Meskipun dulu ditolak, keadaan sekarang ini berbeda. Martial Lord mempertimbangkan masalah tersebut, lalu membalas:

“...Baiklah, jika aku kalah, aku akan menjadi bawahanmu. Dan kalau aku menang?”

“Yah, itu adalah pertanyaan yang menyusahkan. Apa maumu? Katakan keinginanmu.”

“...Kalau begitu menginginkan anda, Yang Mulia.”

“...Hah?”

“Hingga hari ini, aku tak pernah menemui siapapun yang layak dibunuh untuk dimakan. Tapi jika aku bisa memakan anda, yang lebih kuat dariku, aku akan mendapatkan kekuatan anda, Yang Mulia.”

Ainz sedikit menenangkan diri. Dia pernah dengar sebuah nasehat dari teman guildnya tentang kebudayaan kanibal. Meskipun mereka memakan orang, motif dibalik itu sama dengan Martial Lord, untuk mendapatkan kekuatan dari jiwa musuh. Ada juga alasan lain untuk itu, seperti fetish dan sebagainya.

Setidaknya alasannya bukan sexual. Aku tidak akan gila karena itu, tapi rasanya akan benar-benar menjijikkan jika ada orang yang melihatku dengan seperti itu selama bertarung.

“Baiklah. Lagipula, hak hidup atau mati diserahkan pada tangan yang menang. Jadi meskipun aku membunuhmu, kamu tak boleh menolak dibangkitkan.”

Ainz melangkah maju. Martial Lord mengambil satu langkah dalam sekejap, tapi dia langsung bersantai.

Ainz maju dengan tangan kanan terulur. Martial Lord membalasnya dengan isyarat, mengulurkan tangan kanannya yang besar.

Ini tidak lebih dari sekedar jabat tangan bagi Martial lord yang menelan tangannya sendiri. Sebuah sorakan gembira muncul dari penonton.

“kalau begitu, aku punya pertanyaan lain. Mengapa kamu menyapaku dengan hormat?”

Sikap Martial Lord tidak seperti juara yang menyapa sang penantang.

“Itu adalah hal yang wajar untuk menyapa yang kuat dengan hormat.”

“Oh begitu... Baiklah, aku mengerti. Hanya itu pertanyaanku. Mari kita mulai. Seberapa jauh seharusnya kita? Seperti jarak sekarang – sekitar sepuluh meter atau lebih? Aku akan menuruti peraturan arena ini.”

“Tidak ada aturan untuk jaraknya, tapi itu tidak masalah. Anda akan segera berada dalam jangkauan serangku.”

“Ini adalah sebuah handicap, handicap.”

Martial Lord tidak bicara, tapi mengangguk untuk menunjukkan bahwa dia mengerti.

Wajahnya tidak bisa terlihat, tapi nafas dan tindakannya sangat tenang.

Apakah dia sudah menyadari pancingan itu, atau apakah itu tidak cukup membuatnya marah?

Ainz secara mental berdecak lidah.

Benar-benar lawan yang menyusahkan. Jika emosinya rapuh, Ainz bisa memainkannya, tapi seseorang yang tidak bisa meremehkan lawan yang waspada, meskipun mereka berlevel lebih rendah.

Martial Lord memunggungi Ainz, lalu berjalan menjauh.

Dia kembali memutar tubuhnya lagi setelah berjalan sekitar sepuluh meter.

“Kalau begitu, kita akan mulai setelah lonceng berbunyi, Yang Mulia.”

“Baiklah... katakan, Martial Lord, aku pernah bertarung melawan makhluk sepertimu sebelumnya, tapi apakah kamu pernah bertarung melawan makhluk sepertiku sebelumnya?”

“Overlord? Tidak, saya tidak pernah. Saya tak pernah mendengar undead dengan spesies... itu.”

“Begitukah... yah, itu memang benar. Jika kamu pernah bertemu dengan makhluk sepertiku, kamu tidak akan bisa berdiri di sini saat ini. Overlord adalah undead dengan peringkat tertinggi.... Lalu, apakah kamu pernah bertarung melawan undead apapun sebelumnya?”

“Tidak, saya tak pernah bertarung melawan undead. Lagipula, undead yang mereka bawa kemari jelas-jelas bukan tandinganku.”

“Benarkah... kalau begitu aku tidak bisa bilang ‘jangan anggap aku seperti undead lain yang pernah kamu lawan. Aku beberapa kali jauh lebih kuat dari seorang Elder Lich’... Sayang sekali.”

Martial Lord tertawa kecil.

Ainz mengangkat bahu, lalu mengangkat tongkatnya seperti sebuah pedang besar. Ainzach seharusnya menonton dari belakang, tapi dia tidak menunjukkan kuda-kuda dari Momon, jadi seharusnya tidak apa.

Martial Lord mengangkat pentungan raksasanya pula.

Lonceng pun berbunyi.

Dalam sekejap, Ainz ditelan oleh sebuah bayangan hitam yang besar sekali.

Cheh, dia cepat!

Itu adalah bayangan dari sebuah pentungan yang terayun ke bawah.

Tahan serangan itu dengan tongkat – Ainz ingin melakukannya, tapi langsung mengabaikan hal itu. Sementara dia tidak cukup tahu tentang laan, hal terbaik untuk dilakukan di hadapan gerakan yang besar – yang mana akan sangat merusak – adalah menghindar.

Oleh karena itu, tidak perduli jika dia kehilangan keseimbangan, Ainz melemparkan dirinya untuk menghindar.

Ainz berhasil menghindar hampir saja. Pentungan itu terhujam ke tanah, mengeluarkan benturan yang menggelegar sampai mengeluarkan sebuah gema. Asap dan debu yang dihasilakn terbang ke atas seperti sebuah ledakan.

Khawatir dengan serangan berikutnya, Ainz mundur beberapa langkah.

Setelah debunya hilang, bayangan Martial Lord, dengan pentungan di tangah, muncul dari dalam.

Sebuah teriakan hebat keluar dari arena.

Apakah itu adalah martial art? Tetap saja... ini benar-benar mengejutkan.

Dia bisa mendengar dengan jelas Jircniv yang meneriakkan dukungan di tengah-tengah sorakan yang memekakkan telinga. “Habisi dia! Sebelah sana!” dan teriakan kekanak-kanakan semacamnya.

Ainz pun mau tidak mau tertawa kecil saat dia mendengar teriakan dari Jircniv, yang benar-benar tidak seperti dirinya. Dia tidak bisa membayangkan dirinya bersikap seperti itu dari semua waktu yang dia habiskan saat dia memata-matainya di dalam kota Imperial.

...Dia ternyata orang yang menarik...

Pendapat Jircniv terhadap Ainz naik dengan cepat. Pertama, dia percaya bahwa Jircniv adalah pria sempurna dengan aura seorang kaisar. Namun, sekarang dia telah melihat seberapa asyiknya dia dengan pertarungan itu, dia merasa bisa berteman lebih baik dengannya. Hati Ainz dipenuhi dengan perasaan dekat.

Lalu, Ainz mengembalkan perhatiannya kepada Martial Lord.

Martial Lord sedang menunjuk dengan pentungan raksasa itu ke arahnya, menandakan bahwa dia akan mengintersep jika dia datang mendekat dan mengejar jika dia mundur. Itu adalah kuda-kuda yang sangat cocok untuk menekan musuh seseorang.

Itu adalah kuda-kuda bertahan yang memanfaatkan sepenuhnya panjang senjatanya, praktis merubahnya menjadi sebuah perisai.

Sejujurnya, Ainz tidak tahu bagaimana menghancurkan kuda-kuda Martial Lord.

Ini... mungkin akan menyusahkan. Kelihatannya tidak mampu menggunakan magic melawan lawan yang hampir setara adalah hal yang sulit. Yah, lagipula aku memang seorang magic caster...

Oleh karena itu, hanya satu hal yang bisa dia lakukan.

“Bagaimana? Apakah kamu tidak akan datang? Atau kamu akan gemetara seperti kura-kura?”

“yang Mulia, aku tidak akan mengendurkan kewaspadaan. Meskipun peraturan membuatmu tidak bisa menggunakan magic, kenyataan bahwa anda bisa menghindari serangan itu tidak bisa dianggap remeh.”

“Jadi, kamu ingin aku mengambil inisiatif serangan? Kalau begitu, bisakah kamu memindahkan pentungan itu dahulu? Kayaknya agak menganggu dan sulit sekali diserang.”

Martial Lord tidak menjawab. Tatapannya yang tajam tetap terpaku pada Ainz melalui lubang celah penutup kepalanya.

“kalau begitu... biarkan aku.”

Ainz secara buas mengayunkan tongkatnya ke arah ujung pentungan tersebut. Pentungan itu terpaksa harus menghujam ke tanah, saat Martial Lord mengerang “Ggh!”

Benturan itu seharusnya tersalurkan ke tangan Martial Lord dan membuatnya mati rasa. Sebaliknya, Ainz tidak memiliki fungsi biologi seperti itu.

Dalam sekejap, Ainz menyerang ke dalam jangkauan serang Martial Lord.

Ainz mengirimkan peringat secara mental ke tongkatnya, dan api mengepul dari tongkat itu. Meskipun begitu “Api yang mengepul” hanyalah lapisan api yang mengelilingi tongkat tersebut. Api itu bukan merupakan serangan sendiri. Namun, Ainz merasakan perhatian Martial Lord berpindah dari dirinya ke arah tongkat tersebut.

Benar sekali. Kalian para troll memiliki kekuatan regenerasi. Oleh karena itu, sangat rasional untuk mewaspadai senjata yang bisa melunturkan regenerasi itu, seperti senjata yang bisa mengeluarkan api atau asam. Namun, itu adalah kesalahan fatal.

Ainz menyentuh armor Martial Lord dengan tangan kosong kirinya. Dalam sekejap, Martial Lord gemetaran seperti baru saja disengat oleh listrik, membuatnya mengayunkan pentungan tanpa berpikir.

“Kuh!”

Ainz gagal menghindar, dan suara retak datang dari tubuhnya saat dia terhempas ke kejauhan. Karena dia telah mematikan kekebalan fisik tingkat tinggi miliknya dan dia lemah dengan serangan benda tumpul, serangan itu memberikan luka yang besar. Tubuh Ainz terbang beberapa meter, tidak, lebih dari 10 meter di udara, seperti sebuah bola yang dipukul oleh sebuah pentungan.

Lalu, dia terjatuh ke tanah, berguling-guling dari kepala hingga tumit berkali-kali.

Sorakan yang menggelegar meledak dari kerumunan.

Ainz mendengar Jircniv yang berteriak kegirangan saat dia bergulung di tanah, lalu sebuah loncatan sikap baik terhadap pria itu langsung turun.

Sialah, kita adalah negeri sekutu, ya kan? Bukankah seharusnya kamu sedikit lebih khawatir dengan kenyataan bahwa seorang raja sekutu terjatuh ke tanah, huh?

Meskipun dia sudah menerima luka, Ainz tidak lagi merasakan perih, lalu dia menatap Martial Lord dari tempat dimana dia di tanah.

Tidak ada serangan lanjutan.

Suara dari sorakan perlahan mulai reda, digantikan oleh sebuah keheningan yang menutupi seluruh arena. Mengapa Martial Lord tidak menekan serangannya? Tidak, mengapa Martial Lord berlutut di sana? Apa yang memperlambat gerakan Martial Lord.

Ainz dengan gagahnya bangkit berdiri, menyingkirkan debu dari tubuhnya. Kelihatannya dia sama sekali tidak menghiraukan meskipun setelah dikirim terbang.

Sebaliknya, gerakan Martial Lord sangat lambat.

Ainz tertawa kecil.

Ini adalah cara terbaik untuk jalannya pertunjukan.

Ainz kembali ke posisi semula, di tengah hiruk pikuk keramaian. Martial Lord bertanya ragu-ragu:

“A-Apa ini? Poison.. tidak, apa ini?”

“Aku tidak melanggar aturan. Ini adalah kontes yang sebenarnya. Meskipun begitu, ini jauh dari hanya kalimat ‘poison’. Sentuhanku bisa menyuntikkan energi negatif ke tubuh lawan. Namun, regenerasi dari Troll seharusnya bisa menyembuhkan itu.”

Ainz membuat isyarat yang sama saat dia menggunakannya untuk menyentuh Martial Lord, membuka dan menutup jari-jarinya.

“Namun, aku punya kemampuan lain selain itu. Aku bisa memberikan luka fisik pada kemampuan lawan hanya dengan sentuhan. Oleh karena itu, kekuatan dan kecekatanmu telah berkurang. Aku tidak mengira kamu bisa menyembuhkan itu, ya kan?”

Dari apa yang Ainz tahu, regenerasi Troll hanya bisa menyembuhkan luka, tapi tidak dengan melemahnya tubuh.

“Dengan kata lain, Martial Lord, semakin banyak aku menyentuhmu, semakin rendah statusmu nantinya, sampai akhirnya kamu menjadi seperti ulat.”

Biasanya, itu adalah kebohongan.

Dia bisa memberikan penalty terhadap kemampuan lawan, itu memang benar, tapi itupun memiliki batas. Dia tidak bisa mengurangi status hingga nol. Tentu saja, lawan tidak mungkin tahu itu.

Namun, ada undead lain dengan kemampuan yang mirip, jadi dia tidak bisa menyimpulkan bahwa lawannya benar-benar tidak tahu. Dia mungkin bisa berbohong tentang bertarung melawan undead, dan mungkin tahu sesuatu mengenai mereka.

Itulah kenapa Ainz secara terbuka menyatakan nama spesies dirinya.

Overlord adalah spesies yang sangat kuat, dan sama sekali tidak kamu tahu. Ketika Ainz meninggalkan kesan ini di dalam pikiran Martial Lord, dia akan merasa bahwa kekuatan Ainz sangat misterius dan tidak terkira. Ainz telah menyebutkan bahwa dia adalah urutan tertinggi dan semacamnya untuk memperkuat perasaan tidak nyaman itu.

Hal terpenting adalah dia telah memberikan penjelasan yang tidak perlu kepada Martial Lord. Itu juga untuk membingungkannya dengan informasi palsu.

-pada umumnya, seluruh strategi perang berdasarkan tipuan.

Ainz dengan tenang mempelajari Martial Lord yang mencoba untuk menipu Ainz dengan tindakannya.

Dia mungkin memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri dari penalty ability tapi memilih untuk tidak menggunakannya, agar bisa menciptakan celah yang fatal dalam pertahanan Ainz. Dia mungkin juga memiliki sebuah bakat, atau kemampuan tersembunyi lainnya yang tidak diketahui Ainz.

Seseorang tidak bisa begitu saja menginjak lawannya di dalam pertempuran terbuka dimana ada perbedaan luar biasa dalam kekuatan.

“...Penalty ability yang aku berikan tidak akan sembuh dengan waktu. Aku akan mengikis status fisikmu sedikit demi sedikit, sampai aku mengirimkan pukulan terakhir dengan tongkat ini, mengerti? Yah, jika kamu bisa melakukannya, mari kita lanjutkan.”

Ainz melangkah maju, lalu Martial Lord perlahan mengambil sikap kuda-kuda.

Ainz tidak bisa melihat wajah Martial Lord karena penutup kepalanya. Apakah dia sedang tertawa sendiri, atau apakah dia semakin gugup?

Aku harap yang terakhir.

Ainz menggerakkan tangan kirinya, yang sedang tidak memegang tongkat. Martial Lord mengalihkan responnya. Kelihatannya dia sangat hati-hati terhadap itu.

Martial Lord pasti berpikir yang dia perlukan adalah mengkhawatirkan tangan kiri itu.

Itulah dia. Selama percobaan yang dilakukan Ainz, dia menemukan bahwa dia bisa melakukan serangan sentuhan awal dengan semua bagian tubuhnya. Jika dia merasa menyukainya, dia bahkan bisa menggunakan benturan kepala dengan kepala untuk melakukannya.

Saat Ainz semakin mendekat, Martial Lord semakin mundur darinya.

Ainz tertawa dingin.

Dari gerakan mereka, jelas sekali terlihat pada penonton siapa yang memiliki keunggulang di sini.

Apakah kamu tahu perbedaan antara kita, Martial Lord? Memang benar, mungkin saja kamu lebih dariku sebagai seorang warrior. Tapi ada sesuatu yang sangat menentukan perbedaan kita.

Perbedaan terbesar antara dirinya dengan Martial Lord adalah HP milik mereka.

Ainz memiliki HP karakter level 100. Bahkan jika kedua pihak mengabaikan pertahanan dan melakukan pertandingan lambat, Ainz akan muncul dengan kemenangan.

Namun, masalahnya adalah dalam martial art, serangan itu yang tidak diketahui Ainz.

“Aku sudah memberikan larangan lain dalam diriku selain tidak menggunakan magic. Itu mengenai item-item magic. Aku tidak menggunakan item-item magic selama pertarungan denganmu – dengan kata lain, aku memberikan diriku sebuah larangan dalam equipment. Tetap saja, ini masih sangat menguntungkan bagiku.”

Ainz memiliki item-item magic dengan jumlah banyak dari saat dirinya berada di dalam YGGDRASIL. Tiap-tiapnya adalah harta yang tak ternilai di dunia ini. Oleh karena itu, jika Ainz menggunakannya, dia bisa dengan mudah memenangkan pertarungan dengan Martial Lord ini, Ainz tidak merasa itu adalah cara yang benar untuk bertarung.

Oleh karena itu, Ainz dilengkapi dengan item-item tingkat rendha.

“Aku sudah memberikan larangan pada diriku untuk menggunakan senjata yang bisa digunakan oleh orang dengan level yang sama denganmu. Dengan kata lain, aku merasa ini adalah peluang yang bagus untuk menguji kemampuan baru.”

Ainz meletakkan tongkatnya ke tanah dan menarik dua dari empat pisau stiletto yang tersimpan di pinggangnya. Dia menggenggam pisau itu dengan erat.

“Mari kita uji senjata-senjata yang kupinjam dari Momon ini.”

Martial Lord mungkin tidak memahami kicauan Ainz. Ainz tidak punya niat untuk menjelaskan kepadanya. Dia hanya bicara sendiri.

“Kalau begitu – ini aku datang.”

Ainz tidak bisa meniru kuda-kuda aneh itu – awalan aneh yang menunduk. Namun, setelah berlatih, dia mempelajari untuk berlari dengan cara yang mirip. Dia berteriak seperti anak panah yang terlepas, ke arah Martial Lord.

Jarak mereka sangat dekat. Tetap saja, bahkan dalam celah sekejap di depan serangan lawan. Pentungan Martial Lord mengalir keras kepadanya. Benturan itu melambat karena kekuatannya telah disedot oleh penalti ability, tpai itu adalah sebuah serangan yang seharusnya tersambung.

Ainz tidak bisa mengeksekusi penghindaran luar biasa seperti wanita itu. Namun, Ainz bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh wanita tersebut.

Dia mengaktifkan kemampuannya, lalu gerakan Martial Lord terhenti sesaat.

Ainz menutup jarak diantara mereka lalu menusukkan stiletto miliknya, mengincar bahu. Serangan dengan kekuatan penuh itu, ditambah dengan kecepatan larinya, meluncur seperti sebuah anak panah.

Ketika wanita itu mengenai Ainz dulunya, dia berhasil melukai armor yang diciptakan oleh Ainz secara magic, yang mana lebih keras dari adamantite. Serangan ini berada pada level yagn sama dengan itu, lalu stiletto itu menusuk armor Martial Lord dan bersembunyi di dalamnya, menembus tubuh Martial Lord.

---Namun, dalam sekejap itu---

 “[Reinforce Hide], [Greater Reinforce Hide]!”

Martial Lord mengaktifkan martial art miliknya.

Seakan dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya yang mendorong ujung stiletto tersebut.

Hal pertama yang terkena kekuatan penuh Ainz hanya memberikan sejumlah kecil – sebuah goresan layaknya – luka. Dengan regerasi Troll, luka semacam itu akan sembuh dalam hitungan detik.

Martial Lord pasti merasa lega dengan ini. Pentungan yang terayun ke arah Ainz masih sangat cepat, dan dia hanya menerima sebuah goresan dari serangan penuh Ainz. Bisa dikatakan kemenangan berada di tangan Martial Lord.

Namun, itu akan menjadi perkataan yang sangat bodoh.

“-Aktifkan.”

“Goh! Gowaaaaaaaaaaah!!”

Ainz mengeluarkan mantranya, menyalurkan [Fireball] yang dirapalkan Fluder ke dalam senjata itu menuju tempat dimana dia menusuk Martial Lord, itupun membakar tubuhnya dari dalam. Dia berpikir untuk menusukkan stiletto lain ke bahu satunya, tapi dia tidak cukup kuat, lalu armor itu mementalkannya.

Saat Ainz berpikir akan menarget celah di dalam armornya, Ainz merasakan gerakan dari Martial Lord dan bergegas ke samping tanpa melihat.

Sebuah badai bertiup dari belakangnya. Itu pasti adalah tekanan angin dari pentungan tersebut.

Setelah menghindar sekitar 10 meter, Ainz berputar balik.

Martial Lord sedang memegang bahunya dengan lengan yang memegang pentungan. Lengan lainnya menjuntai di bawahnya, mungkin tidak bisa digerakkan. Kelihatannya mantra Fluder terlalu kuat. Mungkin dia harusnya meminta seorang magic caster yang lebih lemah untuk menyuntikkan senjata itu dengan magic.

Setelah menyadari Martial Lord berada dalam ujung tanduk, kerumunan penonton meratap karena simpati.

Ainz melihat ke arah arena.

Tak perduli darimana dia melihatnya, dia tidak bisa melihat siapapun yang bersorak untuknya.

Aneh sekali... Di dalam YGGDRASIL, tidak aneh jika ada seseorang yang mulai bersorak untukku pada titik ini... Kurasa pertarungan di luar kandang benar-benar sulit.

“Mau bagaimana lagi. Kurasa aku akan membuang rencana untuk meraih hati para penonton. Kalau begitu sekarang, Martial Lord... sudah waktunya untuk mati.”

Ainz menyarungkan stiletto yang magicnya sudah dihabiskan dan menghunus satu lagi lainnya. Stiletto baru ini ditambah dengan sebuah mantra serangan elemen asam tingkat 3. Dia sudah mempersiapkan ini untuk jaga-jaga jka Martial Lord membuat dirinya kebal terhadap serangan api.

Memang benar, Martial Lord terlihat kesakitan oleh mantra dengan elemen api itu, tapi mungkin saja itu hanya pura-pura. Monster yang bisa beregenerasi tidak bisa sama sekali menahan serangan yang menghentikan regenerasi mereka, tapi itu hanya berlaku di dalam YGGDRASIL.

Yang dia tahu, mungkin saja bisa di dunia ini.

Jika memang begitu, rencana Ainz untuk membunuhnya dengan mengaktifkan skill miliknya ketika para penonton – ketika semua orang – bisa melihat bahwa kemenangan sudah diputuskan.

“Jika kamu mengakui kekalahanmu sekarang... Aku akan mengakhirinya sampai di sini.”

“Tidak... Yang Mulia. Tidak... masih belum. Aku masih tetap Martial Lord. Aku masih tetap raja arena ini. Aku akan berusaha terus hingga aku mati.”

“Kalau begitu, lepaskan penutup kepalamu dan biarkan aku melihat wajahmu.”

Itu adalah permintaan yang mengejutkan, tapi Martial Lord mengiyakannya, lalu menunjukkan wajahnya.

Keringat mengucur di keningnya, lalu wajahnya berubah karena mungkin rasa perih yang tak terkira. Namun, ada kekuatan besar di mata itu.

“Itu adalah mata yang bagus. Mengingatkanku kepada Gazef Stronoff.”

“Terima kasih. Dipuji oleh makhluk terkuat seperti anda membuatku sangat senang.”

“...Katakan padaku. Apakah kamu punya gerakan apapun yang bisa digunakan untuk mengalahkanku? Apakah kamu punya cara apapun yang bisa membalikkan keadaan?”

“—Kurasa tidak. Meskipun begitu, aku masih ingin tetap bertarung.”

Itu adalah ucapan yang sangat jujur.

Ainz merasa malu menggunakan begitu banyak tipuan dalam pertarungan ini. Ditambah lagi, itu semua adalah kemampuan yang sudah dia segel untuk membuat pertarungan ini menjadi bagus.

Karena lawannya bertarung dengan tulus, Ainz merasa wajib merespon dengan semua yang bisa dia lakukan, di dalam jangkauan apa yang bisa dia lakukan.

Martial Lord, yang datang lurus ke arah Ainz, kelihatan seperti berkilauan di mata Ainz.

“Apa yang akan Guardian pikirkan terhadap cahaya di mata itu..”

Tetap saja, dia tahu jika mereka akan menghina semua makhluk yang bukan penduduk Nazarick. Jika memang begitu – rasa tidak enak dan kesepian memenuhi Ainz.

Ainz menyingkirkan emosi ini, dan perlahan mengangkat stiletto miliknya.

Martial Lord mengusap keringat dari dahinya, dan memakaikan penutup kepalanya kembal.

“-Kemarilah, Martial Lord.”

“Gooooohhhhhhhhh!”

Dengan sebuah raungan, tubuhnya yang sangat lebar menekan ke arah Ainz.

Dia lebih cepat dari barusan. Mungkin dia baru saja mengaktifkan martial art.

Kecepatan yang menakjubkan itu dan tubuh yang besar itu – keduanya saling bersinergi untuk menghasilkan sebuah perasaan menekan yang luar biasa yang bahkan akan membekukan setiap musuh di tempat tersebut. Tidak, itu hanya berlaku bagi orang biasa, tapi undead kebal dengan efek mental seperti itu.

Ainz dengan tenang mempelajari Martial Lord.

Dia memang cepat – tapi hanya itu.

Keseimbangannya tidak beraturan, mungkin karena bahu yang ditusuk oleh stiletto tidak bisa digerakkan.

--Lebih buruk dari waktu itu.

Yang lebih penting lagi—

Apakah kamu tahu kenyataan dibalik bagaimana aku membuatmu pelan? Jika kamu tidak tahu, habis sudah dirimu, ya kan?

Ainz mengaktifkan kemampuan yang sama seperti barusan.

[Despair Aura I (Ketakutan)]

Kemampuan ini memiliki lima efek.

I untuk Ketakutan
II untuk Kepanikan
III untuk Kebingungan
IV untuk Kegilaan.
V untuk Kematian dalam sekejap

Ketakutan merujuk kepada status abnormal merasa takut, yang memberikan penalti terhadap seluruh tindakan.

Kepanikan merupakan versi yang lebih parah dari ketakutan, yang menyebabkan tumpukan tambahan efek ketakutan satu sama lain. Siapapunyang terkena status itu akan ingin kabur dari pengguna kemampuan itu bagaimanapun caranya – dengan kata lain, mereka tidak akan mampu mengambil tindakan apapun yang berhubungan dengan pertarungan melawan pengguna itu.

Kebingungan adalah nama yang disarankan. Tanpa adanya tindakan penyembuhan, target akan berada dalam keadaan kebingungan.

Kegilaan adalah status buruk yang sangat sangat menjengkelkan, versi permanen dari kebingungan. Tidak bisa dihapus tanpa magic dari pihak ketiga.

Dan sudah tidak usah dijelaskan lagi jika Kematian dalam sekejap akan menyebabkan kematian.

Efeknya berubah saat level seseorang meningkat.

Ainz telah menggunakan efek dari Ketakutan pertama, lalu membatalkannya hampir dalam sekejap setelahnya Dengan melakukan itu, akan ada waktu dimana tindakan yang dibayangkan oleh seseorang tidak sama dengan tindakan yang sebenarnya yang diambil, dan kemudian tubuh akan merasa seakan sudah dilumpuhkan.

Namun, Martial Lord telah mengantisipasi bahwa ini akan terjadi jika dia mencoba untuk serangan frontal. Meskipun setelah pikiran dan tubuhnya sudah tidak sinkron lagi, dia masih mengayunkan pentungannya.

Setelah menghitung penalti dari sentuhan Ainz dan status Ketakutan, menghindar dari serangan Martial Lord seharusnya adalah mainan anak-anak. Namun-

 “[Strong Strike], [Divine Skill Single Flash]!”

Ainz mengira dia telah melihat sekelebat cahaya.

Dalam sekejap, rasa perih yang sangat – langsung ditekan hingga level yang bisa ditoleransi – dan sebuah sensasi mengambang memenuhi dirinya.

 “[Flow Acceleration]!”

Sebuah benturan tumpul datang dari atas, diikuti dengan ledakan perih pada saat berikutnya.

Meskipun dia sedikit bingung oleh situasinya, Ainz cepat-cepat kembali sadar.

Ini mungkin sebuah combo dua pukulan. Bagian pertama meluncurkan Ainz ke udara, sementara yang kedua menghempaskan dirinya ke tanah.

Jika dia adalah Suzuki Satoru, mungkin saja dia tidak akan bisa mencerna situasi tersebut dan jatuh ke dalam kebingungan. Namun, Ainz Ooal Gown kebal terhadap status buruk seperti itu.

Ainz tahu jika dia berada di tanah, dan pentungan itu meluncur ke arahnya.

“Cheh!”

Ainz berbalik menghindar saat pentungan tersebut akan mengena. Mungkin karena martial art, tapi benturannya mengalir di tanah lalu ke tubuh Ainz.

Namun, ini tidak memberikan luka tambahan.

Saat Ainz melompat, pentungan yang terkubur di tanah itu muncul. Gerakan itu, seperti mengeruk sesuatu dari dalam tanah, seakan berkata “Aku akan menghabisimu dengan ini.”

Ainz membuat keputusan dalam sekejap untuk menahan serangan tersebut dengan stiletto miliknya, lalu tubuh Ainz menyusuri udara sekali lagi. Sorakan para penonton bergema ke seluruh penjuru arena, namun Martial Lord mengumpat dengan pahit “Sialan!” Dia berharap untuk menghabisi Ainz dengan serangan kombinasi itu.

Setelah dihempaskan beberapa meter ke udara, Ainz berguling-guling di tanah beberapa kali lalu dengan tangkas berdiri lagi saat dia bergumam sendiri.

“Tak ada yang bisa digunakan untuk membalik keadaan? Dia menipuku. Punitto Moe bakal mengomeliku karena ini.”

Sama seperti Ainz, Martial Lord juga menyimpan kartu as miliknya – martial art – hingga saat terakhir. Itu membuktikan dia adalah warrior kelas satu.

Ainz menyarungkan stiletto miliknya, mengosongkan sebuah tangan.

Kesombongan dan sikap terburu-burunya untuk meraih kemenangan membuatnya menerima pukulan telak – tidak, dua pukulan telak. Sudah saatnya menyingkirkan pemikiran yang naif. Dia akan memotong status lawannya hingga nol sebelum mengakhiri ini.

Berisik sekali...

Sorakan para penonton benar-benar menjengkelkan. Mereka baru saja meratap, lalu sekarang bersorak gembira. Terutama –

-Sialan, Jircniv! Apa maksudmu dengan, “habisi dia?!” Ah, yang benar saja...

Ainz bergerak perlahan. Dia tidak terluka parah, tapi dia telah dihukum karena kecerobohannya dengan rasa perih, jadi dia tidak akan membuat kesalahan seperti itu lagi.

Tetap saja, aku benar-benar tidak paham dengan martial art. Ini adalah skill yang tidak ada di dalam YGGDRASIL... apakah ada orang yang mengembangkannya untuk melawan para pemain YGGDRASIL? Atau apakah aku yang terlalu memaksakan teori disini..? Tunggu sebentar, marti art itu seharusnya adalah sesuatu yang meningkatkan kecepatan serangan. Dia mungkin akan mencoba lagi, jadi aku harus mempersiapkan tubuhku untuk itu, ya kan?
(TL Note : Sekali lagi Ainz kelihatannya salah ingat dengan ucapan , 肉を切らせて骨を断つ,persiapkan dagingmu untuk dipotong dan tulangmu untuk diremukkan. Tentu saja, dia tidak memiliki daging..)

Ainz memasuki jangkauan Martial Lord, lalu Martial Lord mengayunkan senjatanya ke bawah. Namun Ainz tidak menghindar.

Dia bergerak maju, menerima serangan Martial Lord.

Tekanan dan perih memenuhi tubuhnya, tapi dia bisa melakukan ini, berkat perbedaan yang besar dalam HP. Itu tidak apa. Ditambah lagi, tubuh undead miliknya langsung menekan rasa perih itu, jadi dia bisa menahan rasa sakit yang tidak bisa ditahan oleh makhluk hidup.

Dengan begini, Ainz menyentuh tubuh Martial Lord. Setelah menyelesaikan sebuah serangan – dan berada dalam pengaruh status ketakutan dari aura Ainz – itu sulit sekali dihindari.

Lalu, Ainz mempertahankan kontak dengan tubuh Martial Lord dan berputar ke belakangnya. Tentu saja, dia terus-terus menyuntikkan energi negatif yang merusak kemampuan melalui armornya.

“Uooooooooh!”

Kali ini, Martial Lord lah yang mundur dari Ainz, seakan berguling-guling di tanah.

Ainz bingung apakah dia harus mengejar atau tidak, tapi memutuskan untuk tetap di tempat, berjaga-jaga dari jurus tersembunyi.

Martial Lord mengangkat senjatanya dengan lambat, Nafasnya tidak karuan, dan sikap mengesankan dari saat mereka pertama kalinya bertemu sudah hilang.

Ainz menggenggam stiletto miliknya dengan erat.

Persiapannya sudah selesai. Ini akan menjadi serangan terakhir.

Mungkin dia merasakan perubahan di udara, namun Martial Lord melepaskan penutup kepalanya lalu membuangnya.

Saat keterkejutan mulai menjalar kepada Ainz, Martial Lord menyingkirkan sisa dari armornya pula. Sementara saat ini dia sudah dilemahkan, kelihatannya tidak berada pada level dimana dia tidak mampu bergerak karena beban armor nya.

Namun, setelah melihat tekad di wajah Martial Lord, Ainz memahami rencananya.

Ternyata begitu. Armor melindungi tubuhnya dari stiletto, tapi tidak berguna terhadap penalti ability. Dia pasti merasa sangat terancam dengan hal itu, itulah kenapa dia bertaruh atas rendahnya HP lawan dan meringankan tubuhnya, agar dia bisa terus menyerang.

Itu adalah pertaruhannya yang terakhir – dan juga sangat tidak menguntungkan.

“Katakan kepadaku... Apakah aku lemah?”

“Apa?”

“Yang Mulia. Anda tidak menunjukkan satu bagian dari kekuatan anda yang sebenarnya sampai sekarang. Bahkan tanpa sayap terkuat anda yaitu magic, ini benar-benar tidak menguntungkan anda. Apakah... Apakah saya benar-benar selemah itu?”

Ainz menutup matanya untuk berpikir, lalu dia membukanya lagi.

“Ya, kamu memang lemah.”

“...Begitukah.”

Arena menjadi hening.

Suara Ainz tidak sampai kepada mereka. Namun, kemenangan sudah diputuskan di mata mereka.

“Selamat pertarungan ini, aku melarang diriku menggunakan berbagai macam item magic dan penggunaan segala macam ability.”

‘Jika tidak, anda pasti sudah menghabisiku dalam sekejap?”

Ainz mengangguk untuk memastikan.

“Memang begitu. Namun, aku tahu tentang dirimu, jadi—“ Ainz menggelengkan kepalanya. Ini bukan berarti untuk menghiburnya. “yah, kamu hanya mempunyai lawan yang buruk. Jika kamu adalah orang terkuat di Empire... Mungkin aku adalah yang terkuat di dunia.”

“Ternyata begitu... Tetap saja... aku senang... Tahu jika ada orang yang lebih baik dariku itulah yang mendorongku untuk berkembang.”

“Aku juga memahami itu, hingga titik tertentu.”

Ada beberapa temannya – seperti contohnya, Touch Me – yang tak pernah dia kalahkan dalam PVP. Meskipun begitu, dia melihat ke belakang dengan gembira saat bagaimana dia memikirkan cara-cara untuk mengalahkan taktik dan perlengkapannya.

Ainz tersenyum kepada Martial Lord, dan Martial Lord tersenyum kepada Ainz.

“...kalau begitu, majulah.”

“—Yang Mulia, Sorcerer King Ainz Ooal Gown. Hingga saat terakhir, tolong tunjukkan kepadaku – meskipun hanya satu bagian kecil – dari kekuatan sejati anda. Biarkan aku merasakan puncak kekuatan!”

Martial Lord memaksa mengacungkan senjatanya.

“Benarkah sekarang... Baiklah. Kalau begitu aku akan tunjukkan puncak dari kekuatan itu kepadamu.”

Ainz mengaktifkan skill miliknya, lalu bergerak maju.

Dia memasuki jangkauan serang Martial Lord. Martial Lord mengayun ke bawah.

Benar-benar berbeda dari kecepatan saat dia mengangkatnya. Dia mungkin telah menggunakan martial art untuk mempercepat gerakannya. Tetap saja, itu bukan apa-apa jika dibandingkan dengan kecepatan sebelum terkena penalti ability. Itu jauh terlalu lambat.

Pentungan tersebut mengayun ke bawah ke arah tubuh Ainz, namun Ainz tidak menghiraukannya.

Serangan itu tidak lagi bisa melukai tubuh Ainz.

Ainz berjalan menembusnya, seakan dibelai oleh angin yang lembut.

Dia menerima pukulan demi pukulan, tapi Ainz terus maju, melihat lurus ke arah mata Martial Lord.

Martial Lord tersenyum, seakan menyerah. Ainz menusukkan stiletto miliknya ke dada Martial Lord yang tidak tertahan, lalu melepaskan mantra yang ditambahkan ke dalamnya.

♦ ♦ ♦

Ainz melihat ke arah mayat Martial Lord di bawah.

Lalu, dia mengaktifkan sebuah item magic yang dipinjam. Itu adalah sebuah pengeras suara yang sederhana.

“Dengarkah aku! Rakyat Empire! Aku adalah Sorcerer King, Ainz Ooal Gown!”

Suaranya seakan bergema dengan rengekan bernada tinggi sebagai balasan di tengah-tengah keheningan. Oleh karena itu, Ainz memutuskan untuk segera menyelesaikan ini secepatnya.

“Aku berniat untuk menjalankan sebuah program untuk melatih dan membesarkan para petualang di dalam negeriku. Ini karena aku menganggapnya menguntungkan bagi negeriku baik untuk mendidik dan melindungi para petualang, lalu mengirim mereka untuk bepergian ke berbagai tempat di duniaa. Banyak petualang yang harus selamat dengan sumber daya mereka sendiri. Tapi berapa banyak yang sudah habis sebelum tiba di masa puncak mereka?”

Ainz mengingat tim petualang yang pernah bepergian bersamanya untuk waktu yang pendek.

“..Oleh karena itu, aku berniat untuk menggabungkan Guild Petualang dengan negaraku. Ada mereka yang takut akan kehilangan kebebasan mereka dan dibelenggu ketika guild petualang menjadi sebuah organisasi nasional. Aku tidak bisa sama sekali menyingkirkan kemungkinan itu. Namun, seperti yang aku tunjukkan, kekuatanku sudah lebih dari cukup. Aku tidak berniat menggunakan kalian sebagai alat perang. Sorcerous Kingdom sangat haus dengan mereka yang benar-benar mencari petualangan! Kalian semua yang berharap untuk menjelajahi tempat-tempat yang tidak dikenal, yang berharap untuk memahami dunia dan selanjutnya bermimpi menjadi para petualang, datanglah kepadaku! Aku akan membantumu berdiri di kaki sendiri, dengan bantuan kekuatan yang tidak bisa kamu bayangkan. Sekarang saksikan sebagian dari kekuatan itu!”

Ainz berjalan ke arah martial Lord.

“Martial Lord sudah mati! Siapa yang akan memastikan kematiannya?”

Tidak ada jawaban.

“Kematian adalah akhir segalanya. Namun – seperti yang mungkin diketahui oleh sebagian yang ada di sini, kematian bisa dilawan.”

Ainz menarik sebuah tongkat, lalu mengarahkannya ke dada Martial Lord.

Akan sangat memalukan jika dia tidak bisa bangkit. Hatinya yang tidak ada berdegup kencang di dalam dada.

“Saksikan ini!”

Tongkat kecil itu diaktifkan, lalu Martial Lord tersentak. Kemdian, dadanya mulai bergerak.

“Magic untuk membangkitkan adalah wewenang dari priest level tinggi. Namun, itu bukan tantangan bagiku! Meskipun demikian, bayaran yang tepat dalam emas masti harus dibuat! Aku, yang telah menaklukkan kematian, akan mendukungmu! Datanglah ke negeriku, kalian yang ingin menjadi petualang yang sesungguhnya!”

Di tengah-tengah gelombang suara, Ainz merapalkan sebuah mantra [Fly].

Tujuannya adalah ruang VIP Jircniv.

Setelah menatap sekitar, dia menyadari hanya Jircniv dan dua pengawalnya tersisa. Yang lain kelihatannya telah pergi Ainz senang karena tidak lagi khawatir dengan itu, tapi dia tidak berkata apa-apa.

“Yah, maaf dengan yang barusan tadi, Jircniv-don. Oya, wajah anda sekarang terlihat lebih baik. Betapa melegakannya.”

Rasa pusingnya ketika berdiri kelihatannya memang asli. Namun – karena dia bersorak dengan enerjik. Pasti itu hanya sesaat.

“Maafkan saya sudah membuat anda khawatir, Gown-dono.”

“Ahhh. Tidak masalah. Siapapun akan khawatir jika mereka melihat seseorang yang mereka tahu tidak terlihat baik-baik saja.”

“Terima kasih atas kekhawatiran anda. Tetap saja, itu adalah pertandingan yang menggembirakan. Seperti yang diduga dari anda. Gown-dono. Tidak mengira anda akan bisa menang dengan mudah dari warrior terkuat Empire. Tidak ada kata yang lebih baik selain ‘luar biasa’.

“Tentu saja tidak. Ini adalah pertarungan yang bagus. Bisa saja terjadi di dua arah; Saya hanya beruntung saja.”

Dari cara Jircniv menyoraki Martial Lord, dia pasti adalah penggemar berat. Oleh karena itu, dia tidak salah dengan memuji Martial Lord.

Atau lebih tepatnya-

-Sialan kamu, kamu tidak memberiku semangat sama sekali. Aku dengar itu!

Tentu saja, Ainz tidak bisa menyuarakan pemikirannya ini. Ketika seseorang berpikir dengan tenang tentang hal itu, dalam sebuah pertempuran antara warrior-warrior negeri sendiri dan negara lain, memang wajar baginya mendukung orang negeri sendiri.

Yah, jika dia benar-benar mendukung Ainz, ukuran sayangnya – sebuah frase yang sering digunakan oleh Peroroncino – mungkin sudah sampai di langit-langit.

“Sementara orang luar tidak bisa tahu, saya yakin anda tidak salah, Gown-dono. Selanjutnya – maafkan saya. Apa yang sudah saya bicarakan kali ini?”

“Memang benar,” Ainz setuju. Dengan kata lain, dia tidak ingin mengobrol dengan Jircniv dalam waktu yang lama di tempat seperti ini.

Dia tidak ingin Jircniv menyadari bahwa Ainz Ooal Gown adalah manusia biasa.

Meskipun Ainz berpikir dia akan diomeli karena mempromosikan Sorcerous Kingdom di dalam arena dan karena menyeberangi perbatasan tanpa izin, Jircniv kelihatannya tidak ingin menegurnya. Oleh karena itu, yang terbaik adalah cepat-cepat keluar.

“yah, itu-“ Ainz menelan ucapan tidak resmi yang akan dia katakan. Itu akan seperti menggali kuburnya sendiri. “Mari kita akhiri in isekarang. Saya akan berkunjung lagi di lain waktu, Jircniv-dono.”

Secara pribadi, Ainz ingin kabur dengan magic teleportasi, tapi dia harus pergi menjemput Ainzach dahulu. Jadi dia akan kembali ke tanah, lalu berteleport pergi – dan kemudian, saat dia memikirkan masalah itu, Ainz menyadari Jircniv sedang mengamatinya, dengan wajah yang serius.

Dia pasti akan mengatakan sesuatu yang aneh.

Situasi ini sangat familiar bagi tiap pegawai kantoran manapun. Ainz menoleh ke arah Jircniv.

“Yang Mulia. Saya punya penawaran. Bolehkah saya ingin anda mendengarnya?”

Tidak. Betapa mengagumkan dunia nanti jika dia bisa berkata begitu?

Ainz memutuskan untuk tidak lari dari kenyataan. Dia tersenyum – meskipun wajahnya tidak bergerak – lalu membalas dengan “Silahkan lanjutkan”

“Kalau begitu saya harap – tidak, Baharuth Empire ingin menjadi negeri bawahan dari Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown.”

“..Hah?”

Ainz mau tidak mau berseru dengan ucapan yang tidak diduga itu.

Otaknya masih belum mampu mencerna apa yang baru saja dia dengar.

“Ne-Negeri bawahan?”

Penjaganya – dua orang yang pernah Ainz lihat sebelumnya – juga menatapnya dengan terkejut.

Karena suatu alasan, Ainz merasa seperti menepuk dahi Jircniv.

Mengapa dia tiba-tiba meminta menjadi status bawahan? Setelah dipikir-pikir, hubungan macam apa negeri bawahan itu? Dia mengenali kalimat itu, tapi apa sebenarnya artinya? Lalu ada juga semacam pemerintahan sendiri dan lain sebagainya.

Ainz tidak bisa memutuskan masalah penting seperti itu sendirian. Dia harus mendiskusikannya dengan Demiurge dan Albedo dahulu sebelum memberikan jawaban.

“...Jircniv-dono, menerima negeri anda sebagai negeri bawahan...”

Jadi rencana untuk membentuk hubungan pertemanan antar raja adalah...eh?

Apa yang harus dia katakan tentang masalah negeri bawahan itu? Apakah tidak apa dengan “Saya akan pertimbangkan hal itu”?

Namun, Demiurge dan yang lainnya mungkin juga berniat untuk menaklukkan Empire. Dia tidak ingin kepalanya terperangkap sendiri, namun akan menyusahkan jika membiarkannya begitu saja tanpa jawaban.

Kelihatannya pilihan yang terbaik adalah membual untuk bisa kabur, entah bagaimana.

Setelah memutuskan arah ucapan yang akan diambil, Ainz membuat balasannya.

“Terlalu berbahaya untuk setuju secara lisan dalam masalah itu. Saya tidak bisa membuat balasan langsung, tapi saya yakin masalah seperti itu seharusnya diselesaikan dengan tulisan.”

“Kalau begitu, apakah itu artinya ketika saya serahkan dokumennya, anda akan menyetujuinya?”

Eh? Memangnya benar-benar akan ada? Ainz berpikir menanyakan itu, tapi dia berhasil menelan ucapan tersebut. Mungkin karena dia sudah tenang. Sebenarnya, dia tidak lagi gelisah seperti barusan. Itu semua berkat tubuhnya yang terima kasih saja sudah tidak cukup menurut Ainz.

Tetap saja, masalahnya belum selesai.

Bukan itu maksudku, aku hanya mengulur waktu. Karena dia tidak bisa mengucapkan itu, Ainz harus memikirkan sesuatu yang bisa diterima oleh Jircniv. Tidak ada cara lain.

“....Tentu saja. Kalau begitu, silahkan kirimkan sebuah salinan petisi untuk menjadikan negeri bawahan begitu juga dengan draft untuk status masa depan Empire dan perlakuannya ke kediamanku di Sorcerous Kingdom, Jircniv-dono. Setelah itu, kita akan merencanakan panjang lebarnya.”

“Kalau begitu saya akan melakukannya. Saya akan berusaha keras untuk segera menyelesaikannya dan langsung menyerahkannya ke tangan Yang Mulia – Kalau begitu, untuk sementara, perkenankan saya untuk bicara kepada anda sebagai raja – sebagai seorang yang setara. Saya harapkan bantuannya.”

Meskipun keadaan emosinya terlalu panik, Ainz turun ke arena dengan mantra [Fly].

“Bagaimana bisa akhirnya jadi begini? Atau lebih tepatnya, apa yang akan Demiurge dan Albedo lakukan...?”

Ainz membulatkan bahunya, seperti seorang anak yang yakin akan diomeli oleh orang tuanya ketika pulang ke rumah.

♦ ♦ ♦

Suasana di dalam ruang VIP menjadi hening kala Sorcerer King pergi. Seakan memecah keheningan ini, Nimble berteriak:

“Yang Mulia!”

Jircniv mengerutkan dahinya dengan sikap yang berlebihan saat dia melihat ke arah Nimble.

“Suaramu terlalu keras. Aku masih di sini.”

“Ma-Maafkan saya. Tapi, tapi, bolehkan saya tahu apa yang terjadi?!”

“Kamu ingin tahu mengapa aku membuat keputusan seperti itu?”

Nimble mengangguk meresponnya. Jircniv menatap ke arah Baziwood, yang memiliki sikap yang sama.

“Ternyata begitu... Lalu, saran lain apa yang kamu tawarkan?”

Jircniv menertawakan diri sendiri.

“Sejak dia datang kemari, bersama dengannya – ah! Negosiasi dengan Slaine Theocracy hancur sudah. Kuil-kuil juga tidak berpikir baik tentang diriku juga. Berapa lama nantinya agar bisa mengangkat masalah negosiasi ini lagi? Apakah itu masalah yang bahkan bisa diselesaikan dengan cukup waktu?”

Jircniv berpikir apa yang akan dia lakukan jika dia adalah salah satu petinggi Slaine Theocracy. Jika negeri lain memberikan alasan semenyedihkan, “Itu hanyalah Ainz Ooal Gown yang telah mengetahui rencana kita, kita tidak berniat tentang hal lainnya,” mereka pasti akan berpikir tidak ada nilainya bersekutu dengan negeri itu dan mengabaikannya. Tidak, mungkin nantinya akan berakhir menggunakan negeri tersebut untuk semacam bahan bakar untuk rencana di masa depan.

Kelihatannya aliansi dengan Slain Theocracy kurang lebih sudah tidak bisa lagi.

“Jadi dia berkata, ‘tolong berusahalah sekeras mungin sendirian tanpa Theocracy sebagai sekutu’, hm? Wah wah, seperti yang diduga dari Yang Mulia, Sorcerer King Ainz Ooal Gown, Saya harus salut kepadanya. Jangkauannya benar-benar lebih panjang dari yang bisa kubayangkan. Pertama, dia biarkan lawannya semakin bangga, lalu dia hancurkan mereka dengan satu kali pukulan ketika mereka mengendurkan kewaspadaan.”

Meskipun dia adalah musuh, Jircniv mau tidak mau memuji rencana yang sempurna itu.

Rencana itu sudah diperhitungkan dengan sempurna sehingga dia tidak punya pilihan lain selain mengaku kalah. Tidak ada tanda-tanda bantuan apapun bagi Empire, sementara Ainz sudah memiliki bukti kuat tindakan Empire. Dengan kata lain, Ainz memegang kekuatan hidup dan mati dari Empire.

Baziwood menggelengkan kepalanya. Kelihatannya mereka mengerti dengan situasi saat ini.

“Ahh, ini benar-benar... bagaimana aku harus mengungkapkannya. Dia benar-benar memperburuk keadaan yang memang sudah buruk. Dia mengenai tepat di titik terlemahmu. Seperti itu.”

“Tepat sekali. Aku tidak bisa lagi memikirkan cara untuk menghadapinya. Kurasa aku sudah hancur dalam pikiran dan tubuh. Rasanya terserah saja.”

“Yang Mulia..” Nimble melihat ke arah Jicniv, berbicara dengan lirih.

“Dia tidak lagi terlihat seperti undead tapi lebih seperti iblis. Rasanya seakan dia sudah tahu bagaimana caranya menghancurkan semangat seseorang.”

“Tetap saja, meskipun begitu, menjadi negeri bawahan...”

Jircniv melihat ke arah Nimble dengan lembut, yang masih tidak bisa menerimanya.

Dia bisa mengerti perasaan pria itu.

Namun, dia lebih memilih mempertimbangkan solusi yang rasional untuk masalah ini, daripada ide kanak-kanak dari perasaannya. Tetap saja, jika Jircniv saja tidak bisa menyelesaikan masalah itu, bagaimana lagi dengan Nimble?

“...Aku akan berbicara terus terang sekarang. Kita tidak bisa menang. Satu-satunya pilihan yang kita miliki adalah, seperti yang kubilang sebelumnya, menjadi bawahannya. Aku tidak bisa membayangkan cara lain apapun untuk bisa melawannya. Seperti yang mungkin kalian rasakan dalam perang itu, jelas sekali dia adalah magic caster yang palingkuat.”

Dua knight itu mengangguk setuju.

“Lalu bagaimana dia sebagai seorang warrior? Bisakah kamu membunuhnya dengan pedang?”

Jircniv mengangkat bahu.

“Kamu seharusnya sudah melihatnya ya kan? Bahkan sebagai seorang warrior, Martial Lord tidak bisa mengalahkannya. Dan apa itu tadi? Dia menerima serangan Martial Lord dan tetap tidak terluka? Apakah dia menggunakan magic?”

“Aku tidak yakin, tapi mungkin saja.”

“Yang benar saja, dengan kata lain, dia bisa membuat serangan apapun tidak efektif dengan magic, lalu? Assassinasi juga tidak mungkin. Jangan-jangan dia abadi?”

“Yah, dia memiliki tubuh fisik, jadi aku ragu dia abadi.”

“Lalu mengapa dia tidak terluka?”

Nimble jadi bengong, lalu dia menoleh ke arah Baziwood yang ada di samping untuk mencari bantuan. Namun, Baziwood tetap merapatkan bibirnya menjadi garis lurus.

“...Jadi, mari lakukan ini untuk sekarang. Kumpulkan semua informasi yang bisa kamu dapat tentang senjata Martial Lord, lalu kumpulkan seluruh magic caster dan para petualang yang bisa kita dapatkan dan menanyakan kepada mereka mengapa dia tidak terluka. Sayangnya, pengumuman yang dia buat akan membuatnya menjadi lawan Guild Petualang, jadi mereka seharusnya senang membantu kita.”

“Lalu, bukankah kita harusnya menawarkan persembahan sebagai negeri bawhan setelah mencoba semua itu? Sayangnya, dia menolak.”

Jircniv entah bagaimana jengkel dengan hal ini, tapi dia menekan rasa tidak senangnya dan tidak menunjukkannya. Malahan, dia melihat ke arah Nimble dengan ekspresi bingung di wajahnya.

“Sayangnya? Apakah kamu benar-benar berpikir seperti itu? Kurasa itu malahan sebaliknya, bukankah sebaiknya mendorong adanya pengakuan itu secepatnya?” Jircniv bertanya kepada Nimble, yang mengeluarkan ekspresi bingung.

“Menurutmu mengapa kira-kira dia menolak penawaran itu?”

“Itu, itu adalah... bawahan anda tidak yakin...”

“Mungkin jika dia tidak kompeten, tidak yakin bagaimana menangani perubahan situasi – dia mungkin akan berpikir demikian. Namun, lawan kita adalah pria itu, ingat? Melihat dari kecerdasannya, dia pasti sudah memiliki rencana untuk masa depan dalam waktu dekat setelah kita menawarkan pengakuan itu. Jika dia menolak penawaran tersebut setelah memikirkannya dalam-dalam, itu akan menunjukkan ada sesuatu dalam arah tindakannya yang tidak berjalan seperti yang direncanakan.”

“Dan apa itu?”

Wajah Jircniv berubah pahit terhadap pertanyaan Baziwood.

“Entahlah. Tetap saja, mungkin, akan lebih baik bagi kita. Jika tidak, dia tidak akan sepusing itu dengan penawaran pengakuan sebagai bawahan. Yang kita tahu, tujuan yang dia miliki dalam otaknya adalah hal-hal yang tidak bisa dia lakukan di negerinya sendiri. Dengan begitu-“

Jircniv membiarkan otaknya yang bekerja terlalu berat, yang segera akan mengeluarkan asap, menggila.

Lawannya adalah Ainz Ooal Gown itu. Dia pasti memiliki tujuan dalam otaknya.

Sebagai raja dari Sorcerer Kingdom, apa yang dia inginkan? Apa yang dia benci?

Keringat keluar dari dahinya, lalu Jircniv berusaha untuk berpikir.

“—Guild Petualang? Jangan-jangan dia ingin sesuatu dengan Guild Petualang, itulah kenapa dia menolak pengakuan itu?”

“Ada apa dengan deklarasi itu?.... Apakah mengizinkannya adalah ide yang bagus, Yang Mulia? Dalam beberapa tahun berikutnya, banyak orang-orang terbaik dan paling cerah masa depannya di Empire yang mungkin akan mengalir keluar ke negeri itu.”

“...Aku tidak tahu itu sama sekali. Katakan kepadaku mengapa kamu bisa sampai pada kesimpulan itu.”

“Sementara melakukan apa yang dia katakan berarti kebebasan seseorang mungkin akan terkekang, memiliki Sorcerer King yang luar biasa kuat itu sebagai pendukung adalah penawaran yang sangat menawan. Di dalam profesi petualangan, lebih banyak orang yang mati daripada yang berhasil mengangkat nama mereka sendiri. Namun, dengan orang yang sekuat itu mendukung mereka... yah, setidaknya itulah yang dipikirkan oleh mereka yang tidak memiliki kepercayaan diri. Dan juga, karena kita memiliki para knight, tidak banyak pekerjaan bagi para petualang peringkat rendah sejak awalnya.”

“...Luapan Bakat... Meskipun mereka tidak memiliki kepercayaan diri. Bukan berarti mereka tidak mampu.”

Ada orang-orang yang memang berbakat, namun kurang percaya diri. Namun, akan butuh orang yang sangat percaya diri untuk mau menjelajahi dunia baru.

“Jika memang itu masalahnya, bukankah itu adalah alasan yang tepat untuk melawan pengakuan sebagai negeri bawahan itu? Tetap saja... bukankah akan lebih baik bagi kita untuk menjadi negeri bawahan? Dengan begitu, dia bisa menelan Guild Petualang secara langsung...Ah! Ainz Ooal Gown! Mengapa kecerdasanmu sangat melebihiku?! Rencanamu sangat licik bahkan aku tidak bisa dibandingkan dengannya!”

“Apakah mungkin dia tidak memikirkan itu sama sekali?”

Jircniv menatap Baziwood dengan penuh benci dengan komentar bernada guyonan itu.

“Omong kosong apa itu? Dia telah mengantisipasi gerakan kita hingga titik ini... tidak, itu tidak terpikirkan. Kita juga harus mempertimbangkan efek dari perasaan yang tidak diketahui dalam dirinya yang membenci makhluk hidup...”

Mungkin berasumsi bahwa menganggapnya seperti salah satu undead adalah sebuah kesalahan.

Mungkin Ainz sudah mengantisipasi bahwa dia akan berusaha sangat keras dan menebak tentang ini, lalu menata rencananya. Dia mungkin sedang menunggu dengan tangan terbuka Jircniv yang panik untuk mempercepat proses pengakuan sebagai negeri bawahan itu.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Nimble. Yang dimaksud adalah tindakan masa depan Empire.

“...Aku bermaksud untuk menyebarkan berita ini ke negeri-negeri tetangga. Pertama, aku akan mengumpulkan para scriber dan mengatakan kepada mereka istilah kasar bahwa Empire memilih tunduk dan menjadi bawahan dari Sorcerous Kingdom, karena kita tidak punya pilihan lain. Kita akan sebarkan berita ini ke negeri-negeri tetangga dengan cepat, jadi Sorcerous Kingdom tidak punya pilihan selain mengakuinya.”

“Yang Mulia...”

Dua orang itu merendahkan kepala. Kenyataannya bahkan Baziwood memiliki ekspresi seperti membuat Jircniv penasaran apakah itu memang guyonan.

Dia menghapus senyum pahit dari wajahnya, lalu berbicara dengan sikap yang bersahabat.

“Mengapa sesuram itu? Ada berbagai macam jenis negeri bawahan. Jika kita dibiarkan memerintah sendiri untuk sebagian besarnya, maka kita bisa terus hidup seperti biasanya. Tidak – jika Sorcerous Kingdom mempertahankan kita dengan kekuatan menakjubkan mereka, maka bukankah kita akan lebih aman dari sebelumnya?”

Saat mereka mendengar masa depan yang sedikti lebih cerah (mungkin), sedikit warna kembali ke wajah mereka.

“Oleh karena itu, kita harus menghadapi rasa tidak puas dari internal. Jika Sorcerous Kingdom tidak membiarkan kita memerintah sendiri, Empire mungkin akan mulai rapuh. Mungkin akan ada fraksi-fraksi yang tidak senang dengan pengakuan sebagai negeri bawahan yang mungkin akan membuat gerakan mereka sendiri pula.”

Jircniv mulai memikirkan susunan fraksi-fraksi di dalam Empire.

Hal yang paling penting adalah pasukan knight. Namun, mereka tidak akan berpindah ke fraksi antif pengakuan negeri bawahan. Meskipun mereka menolaknya, itu hanya ucapan di bibir saja. Mereka tidak akan benar-benar mengambil tindakan.

Selanjutnya adalah para bangsawan. Mereka tidak bisa diprediksi. Sementara ada beberapa orang yang akan protes dengan keputusan Jircniv, beberapa diantara mungkin akan mengincar peluang untuk menyingkirkan Kaisar Berdarah. Ada orang-orang yang mungkin akan mencoba segala cara untuk menjadi penguasa baru dari Empire yang menjadi negeri bawahan.

“—Para priest akan menjadi masalah.”

Kuil-kuil tidak akan pernah mengakui ini. Dan, keadaan akan menjadi lebih buruk jika kuil-kuil bukan hanya menentang, tapi melaran semua aktifitas penyembuhan. Dia harus bicara dengan mereka berulang kali dan membuat mereka memahami apa yang dia pikirkan.

“..Apakah anda akan baik-baik saja, Yang Mulia?”

“Siapa yang tahu? Ketika aku masih ada, kita akan memiliki peluang sebagai negeri bawahan yang terbaik, dan aku berencana untuk menunjukkan hasilnya.. tapi itu mungkin bukan hal yang bagus untuk dikatakan.”

Mengapa harus kau, pikirnya.

Dia telah mewarisi tugas ini dari ayahnya, dan Empire perlahan semakin kuat. Dia seharusnya tidak salah langkah dalam setiap titik selama proses itu.

Namun kemudian monster itu muncul, lalu semuanya menjadi gila.

Mungkin tidak ada yang salah dengan cara dia bernegosiasi dengan monster itu. Hanya saja Ainz Ooal Gown adalah makhluk yang proses berpikirnya lebih tinggi dari mereka yang hanya manusia biasa.

Dalam sebulan, semuanya telah berubah.

Jircniv menghela nafas dalam-dalam.

“Aku pasti orang yang tersial di dunia...”

Meskipun itu hanyalah obrolan biasa, berita Silver Canary merubah markas mereka dari Empire ke Aliansi Negara-Kota segera sampai ke telinga Jircniv yang patah semangat. Di hari-hari berikutnya, Jircniv akan meratapai ini sebagai “Keberkahan tidak datang dalam sepasang, sementara bencana tidak akan datang sendirian.”

Berlangganan via Email