Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord - Volume 10 - Chapter 2

Chapter 2 : The Re-Estize Kingdom

Part 1

Item magic di sakunya bergetar, kemudian Climb mengeluarkannya.

Itu adalah sebuah jam saku, sangat pas di telapak tangannya, dengan tiga jarum - jam, menit, dan detik - yang mengelilingi lingkaran dengan dua belas angka.

Sementara jam mekanis yang besar ada, jam saku pribadi hanya ada dalam Kingdom sebagai item magic. Karena jam saku berhubungan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mereka cukup murah, diantara item magic lain. Walau begitu, itu bukanlah barang yang bisa didapatkan orang biasa.

Climb meminjam jam saku yang kini ia pegang, dan benda itu berbeda dari item magic biasa karena ia memiliki kemampuan magis. Nama jam itu adalah Twelve Magical Power (Dua Belas Kekuatan Magic). Sekali sehari, ketika jam mencapai waktu yang ditetapkan, akan melepaskan magic.

Namun, seseorang harus membawa jam saku itu selama setidaknya satu hari penuh untuk menikmati kemampuan itu, jadi Climb - yang baru saja memperoleh jam saku ini - tidak bisa menggunakan magicnya.

"Hm ? Apakah sudah waktunya ? Cepat juga ... "kata gadis yang tampaknya melihat tanpa tujuan di langit biru. Tentu saja, kata-kata itu ditujukan kepada Climb.

"Sepertinya begitu," Climb menjawab gadis tersebut - Tina, anggota dari kelompok petualang adamantite "Blue Rose".

"Hm ~ Sulit untuk mengetahui waktu ketika kita sedang melamun."

Pernyataan itu bisa dengan mudah dibantah.

Sejak awal, Tina bukan melamun. Dia sedamg menjaga pintu utama gedung di belakang Climb. Meskipun dia telah mengatakan hal-hal seperti "Apakah sudah waktunya" dan "Cepat juga", faktanya adalah ia memiliki persepsi yang sangat akurat terhadap waktu.

Ada beberapa orang di komunitas petualang yang persepsi waktunya secara alami tajam. Khususnya, banyak orang dalam profesi thief (pencuri) telah melatih kemampuan tersebut. Itu sangat penting bagi mereka, mengingat bahwa mereka sering dibutuhkan untuk bergerak secara independen pada operasi sembunyi-sembunyi.

"Hm ? Apakah kamu hendak mengatakan sesuatu ?"

"Tidak, nggak juga."

Tina menjawab dengan "benarkah," ketika dia mendengar jawaban Climb ini, dan kemudian melihat langit lagi.

Tina sedang menyembunyikan sesuatu. Namun, tidak mungkin orang seperti Climb bisa bertanya mengapa dia berbohong.

Dari awal, mereka tidak punya uang untuk menyewa Tina dan kawan-kawan; mereka hanya secara kebetulan beroperasi di daerah yang sama. Mengingat kurangnya tenaga kerja, dia tidak bisa berbuat apapun yang mungkin membuatnya jengkel.

"Kalau begitu, aku akan melapor kepada Putri."

"Sampai jumpa lagi~"

Climb berbalik ke arah gedung yang ia telah lindungi selama ini.

Climb telah melihatnya ketika sedang dibangun beberapa kali, tetapi ini adalah pertama kalinya ia melihat gedung itu setelah selesai. Ukuran bangunan - dan kehadiran kekasihnya di dalamnya - mengisi lubuk hati Climb dengan kehangatan.

Setelah membuka pintu, aroma unik kayu yang baru selesai dibangun mencapai hidung Climb.

Dia maju ke depan, dan setelah melewati koridor, ia membuka pintu ke ruang di bagian dalam bangunan.

Dalam ruangan itu terdapat sang tuan.

Dia adalah seorang putri yang sangat cantik, Renner.

Di sekelilingnya ada beberapa anak.

Cara dia tersenyum dengan lembut kepada anak-anak gaduh itu dan postur tubuh yang ia ambil untuk mendengarkan kata-kata mereka membuat semua yang melihatnya seperti orang suci.

Saat Climb melihat adegan yang indah ini, Climb seperti tak dapat bicara apapun lagi.

Dia takut bahwa ia akan merusak pemandangan suci yang ada di depannya. Hal yang sama berlaku pada wanita yang berdiri di depan jendela, tidak satupun dari mereka berani melakukan hal-hal yang tidak perlu.

Namun, seseorang dalam ruangan itu tidak terpikirkan hal yang sama.

"Oi, bocah nakal itu sudah datang. Nah, Sudah waktunya. "

Renner mengangkat kepalanya menanggapi suara dingin yang datang dari dalam topeng, dan melihat langsung ke arah Climb.

Climb bisa melihat dirinya terpantul dalam mata yang mengingatkan dia dengan batu safir.

"... Sayang benar-benar minta maaf sedalam-dalamnya, Renner-sama. Sudah waktunya kembali ke Istana. "

"Benar juga ~ Kalau begitu, meskipun ini menyakitka, tapi aku harus pergi."

Anak-anak serempak mengeluh "Ehhhhhh ~", dengan suara penuh dengan kerinduan dan keengganan. Mereka tidak akan membuat suara seperti itu jika Renner tidak benar-benar menjerat hati mereka.

Menanggapi anak-anak itu, wanita-wanita lain buru-buru langsung bertindak. Mereka menepuk-nepuk anak-anak untuk menenangkan mereka, dan menarik anak-anak yang lebih lambat dalam menenangkan diri dari samping Renner.

"Semuanya, bisakah saya datang untuk bermain lagi dengan kalian lain kali ?"

Anak-anak dengan penuh semangat menjawab mengiyakan pertanyaan Renner ini.

"Kalau begitu, lain kali kita akan memasak. Climb, mari kita pergi, Anda juga Evileye-san."

"Hm ~ Yah, aku juga pengawalmu, meskipun kamu tidak mengatakannya – kendati ini bukan permintaan, melainkan lebih seperti kebetulan kita jalan bareng. Jangan khawatir, aku akan berada di belakangmu."

Kelompok ini keluar dari gedung saat sebuah kereta yang ditarik oleh kuda mendekat ke arah mereka.

Tina memasuki kereta tanpa sungkan. Meskipun tampaknya dia seperti bersikap kurang ajar, ia hanya memastikan keselamatan di dalam kereta. Tak lama setelah itu, Renner, Climb dan akhirnya Evileye masuk satu persatu, kemudian keretapun berangkat.

Dalam kereta yang berjalan tidak rata, Evileye pun mau tidak mau bergumam:

"... Pasti cukup sulit untuk membangun sebuah panti asuhan seperti itu."

"Cukup sulit ?"

"Ya. Banyak orang yang mengatakan hal yang sama. Darimana kau mendapatkan semua uang untuk dihabiskan untuk tempat seperti itu ?"

Renner memegang dagunya dengan satu tangan, lalu sedikit memiringkan.

"Kurasa tidak, ya kan? Onii-sama (Panggilan kepada kakak yang sangat dihormati) cukup senang mendengarkan permintaanku. Selain itu, karena dunia sudah seperti inilah, maka kita harus menjaga anak-anak tersebut, benarkan?"

Evileye sedikit mengangkat dagunya, seolah-olah untuk mengizinkan dia melanjutkan bicaranya.

"Seperti yang kita semua tahu, penguasa Sorcerous Kingdom telah menyebabkan banyak kematian. Akibatnya, aku yakin ada banyak anak yatim yang telah kehilangan orang tua mereka. Dengan demikian, panti asuhan ini dibangun untuk melindungi anak-anak yatim tersebut. Ditambah lagi, wanita-wanita yang telah kehilangan suami mereka juga akan membutuhkan tempat untuk bekerja, ya kan?"

"Sorcerer King, huh ... baik, kita akan membicarakan dia nanti saja. Bukankah uang itu sebaiknya dihabiskan untuk hal lainnya selain dari bocah-bocah itu ? Jika kamu bertanya kepadaku, yang lemah kehilangan nyawa mereka adalah hal yang lumrah di dunia ini,benar kan?"

"Itu tidak benar."

Pernyataan Renner  jelas dan ringkas. Tidak seperti nadanya yang barusan, ucapan itu penuh dengan kekuatan yang luar biasa.

"Menyelamatkan yang lemah adalah sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh yang kuat. Dan…"

Climb merasa mata Renner tiba-tiba berbalik kepadanya.

Mungkin –

Gambaran dirinya sebagai seorang anak muncul dalam pikiran Climb.

Mungkin Sang putri membangun panti asuhan tersebut karena ia ingat keadaan Climb waktu itu. Di satu sisi, itu adalah untuk mencegah anak-anak seperti Climb muncul lagi.

Gelombang panas melintasi dadanya.

Tentu saja, ia tidak bisa memastikan pikiran sang putri yang sebenarnya. Meski begitu, Climb tidak ragu bahwa memang seperti itu.

"Yah, beberapa orang mungkin akan berpikir demikian, dan rasanya salah memaksakan pandanganku sendiri kepada orang lain. Tapi tetap saja, apakah kamu harus membuatnya sebesar itu?"

"Tentu saja. Lagipula, kita harus mempertimbangkan bahwa kita akan mendapatkan banyak anak di masa depan, dan akan ada orang lain dari daerah-daerah tersebut yang secara langsung dikelola oleh Pihak istana. Dengan berpikir seperti itu, bahkan sebuah bangunan dengan ukuran sebesar itu mungkin belum cukup besar. Anak-anak adalah harta karunku, dan kita harus merawat mereka untuk memastikan mereka tidak berjalan di jalan yang salah."

"Hmmm. Hime-sama(Tuan Puteri), itu adalah hal yang masuk akal dan cerdas."

"Apa yang ingin coba kamu katakan, Tina ?"

"Aku sedang berpikir tentang bagaimana anak-anak itu hidup nantinya tanpa orang tua mereka, Evileye."

"Itu ... Jadi begitu ... karena kita tidak bisa meluangkan tenaga kerja yang berharga untuk mengisi jumlah tentara yang berkurang pesat, kau menggunakan alternatif lain untuk menjaga ketertiban umum ... jadi begitu."

"Seseorang bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar di bawah pengawasan. Tetapi orang-orang akan berakhir mengikuti hasrat mereka sendiri jika tidak berhati-hati. Dan kemudian, ketika mereka melakukan kejahatan-kejahatan itu, mereka akan jatuh ke dalam kejahatan yang lebih dalam. Dengan demikian dosa kecil tumbuh lebih besar, seperti bola salju yang menggelinding, jadi kita tidak boleh membiarkan kesempatan seperti itu muncul. Namun, karena sulit, kita menggunakan metode ini untuk mengurangi kesempatan tersebut. "

"Hm. Jadi yang ingin kamu katakan, '—Tidak semua orang memiliki kemauan yang kuat', lalu?"
"Nah, orang-orang pernah mengatakan hal seperti itu tentang dirimu sebelumnya, Evileye – mungkinkah itu mengganggumu ?"
"Kurasa dia sudah berkata demikian tiga kali."

Sementara separuh kedua dari ucapan tersebut adalah sesuatu yang tidak bisa dipahami oleh siapapun kecuali Evileye dan Tina, bagian pertama cukup sederhana, bahkan Climb pun bisa mengerti.

Anak-anak yang telah kehilangan orang tua mereka sering berpaling kepada kejahatan untuk bertahan hidup. Jika itu terjadi, bahkan Eight Fingers yang melemah akan segera kembali dengan kekuatan penuh, yang mana akan semakin memperburuk keamanan ibukota kerajaan.

Dengan kata lain, Tuannya yang tercinta telah mengambil tindakan pencegahan untuk masa depan.

Namun – Renner bertanya kepada Evileye dengan nada penasaran:

"–Apa artinya itu?"

"Oi ... apakah kami membaca hal ini terlalu dalam? Atau apakah ini hanya suatu sandiwara ?"

"Hm ~ sekilas itu tampak cukup asli."

"Nah, jika kau berkata demikian, maka itu pasti benar. Aku merasa hatiku tergerak seakan karena hal yang palsu. "

"Yah, rasanya dirimu seperti memutuskan untuk menurunkan pendapatmu terhadapkku secara tiba-tiba... tapi itu memang benar. Aku memikirkan banyak hal lho? Sekarang ini, panti asuhan itu memberikan pendidikan dengan derajat tertentu, dan ketika kita mulai mengetahui individu-individu yang berbakat di antara mereka, bangsawan-bangsawan lain pasti akan mulai meniru kita. Karena itu, kita membutuhkan anak dengan jumlah tertentu... Meskipun itu bukan sesuatu yang benar-benar bisa dibanggakan."

“Bukan, aku bisa mengerti mengumpulkan anak-anak itu karena alasan tersebut, dan itu juga sangat terpuji. Jika kamu bisa benar-benar menghasilakn sesuatu, itu akan layak mendapatkan pujian. Hanya saja orang-orang yang akan curiga jika kamu melakukan sesuatu tanpa mengharapkan apapun sebagai imbalannya.”

“Hati Evileye memang rumit karena dia bekerja terlalu keras.”

“Oi! Kamu juga bertipe sama sepertiku, ya kan?”

“Tentu saja tidak. Aku sangat suci. Hanya kamu yang sudah ternoda.”

Cheh! Suara ledakan cemoohan datang dari balik topeng.

“Yup, yup. Brain-san memberiku ide untuk membangun panti asuhan.”

“Brain Unglaus, huh. Apa yang terjadi dengannya. Kenapa dia tidak terlihat hari ini?”

“Brain-san sednag sibuk dengan hal lain. Dia sedang berkeliling di sekitar ibukota saat ini.”

“Hoh? Jangan-jangan ada yang lebih penting dari sekedar melindungi sang putri?”

“Ya, dia sedang melakukan sesuatu agar bisa memenuhi harapan dari mendiang Kapten Warrior. Dan, tentang Kapten Warrior... yah, terima kasih atas bantuanmu.”

Tina memicingkan matanya, seakan ingin menyembunyikan perasaannya.

“Yah, aku merasa sangat jengkel wajah cantik dari pemimpin kita yang kejam menjadi terluka.”

“Aku minta maaf sekali tentan gitu. Tolong biarkan aku meminta maaf sebagai ganti dari ayah.”

“Aku tahu kamu sudah minta maaf kepada si bos, yang mana itulah kenapa aku memaafkanmu.”

“Terima kasih banyak.”

“...kelihatannya suatu ketika, ucapan dari yang telah tiada lebih kuat daripada yang masih hidup.”

Untuk sesaat, Evileye menatap keluar kereta saat dia sedang tenggelam dalam bayangannya. Tentu saja, itu hanya sesaat.

“Ngomong-ngomong, apa yang sedang dilakukan oleh Brain Unglaus?”

“Yah, Kapten Warrior telah bilang kepada Brain, dia berharap agar Brain mau menggantikannya sebagai Kapten Warrior, tapi dia merasa dia tidak bisa memenuhi tugas tersebut. Oleh karena itu, dia sedang mencari seseorang yang cocok untuk menjadi Kapten Warrior selanjutnya lalu dia akan melatih orang tersebut.”

“Jadi dia sedang mencari seseorang yang bukan berasal dari kalangan bangsawan... Oh begitu – lagipula, baik Gazef dan Brain adalah rakyat biasa. Jadi dia berpikir di arah tersebut. Dan apa yang kamu ambil dari hal itu adalah-“

“-Benar sekali, untuk membangun panti asuhan. Lain kali, aku akan mengunjungi anak-anak itu dengan Brain-san. Kita semua tidak tahu, mungkin saja ada anak yang berbakat diantara mereka.”

“Yah, aku tidak setanggap itu,” kata Tina. “Bagaimana denganmu, Evileye?”

“Kamu tak bisa membedakan bakat magic dengan sekali tatap. Setidaknya, mereka harus melalui banyak latihan magic sebelum aku bisa memahami secara kasar apakah mereka bisa menggunakan magic atau tidak. Ditambah lagi, itu hanya berlaku bagi arcane magic. Jika anak-anak itu berbakat pada spiritualisme dan magic divine malahan,aku tidak akan bisa melihat apapun.”

Renner pun berkata “Hmmmm~” dengan nada yang bimbang, lalu senyum merekah di wajahnya.

“Lalu, di masa depan, kurasa kita harus mengundang segala macam orang ke panti asuhan lalu biarkan mereka melihat bakat dari anak-anak itu.”

Renner sedang melihat mereka berdua, setidaknya mencoba menyampaikan sesuatu dengan tatapannya. Sampai batas tertentu, tindakan seperti itu lebih persuasif daripada omongan sebenarnya.

“...Itu sangat naif. Tapi jika dia, ah—“

“Maafkan aku, Evileye, jika saja itu pemimpin kita yang kejam—“

“—Ya. Tetap saja, aku tidak akan setuju dengan mudah, meskipun dia, ya kan? Lagipula, kita membutuhkan remunerasi dalam jumlah tertentu untuk ini – karena kita sudah dipekerjakan, kita perlu pembayaran minimal. Disamping itu, jika kita tidak mendapatkan apapun, akan buruk bagi yang lainnya juga. Itu juga akan melanggar peraturan para petualang. Ditambah lagi, sebuah harga harus dibayarkan untuk teknik mengajar.”

“Yah, aku memang setuju dengan apapun yang kamu katakan, tapi aku minta maaf. Sebenarnya, aku tidak punya uang...”

Renner menggantungkan kepalanya merasa kecewa saat berkata demikian.

Putri ketiga adalah cadangan diantara para cadangan, dan tak ada yang mengharapkan apapun dari Renner selain dari kemampuannya untuk bisa menggabungkan keluarga kerajaan dengan keluarga bangsawan melalui pernikahan. Karena itu, tak ada bangsawan yang mendukungnya, dan oleh karena itu dia kekurangan uang untuk dihabiskan sendiri sesukanya. Tentu saja, ini bukanlah sebuah kesulitan bagi Renner, yagn hidup sederhana. Namun, tidak mungkin Putri Pertama atau Kedua akan mentolerir hal semacam ini.

Karena itu, Climb bisa merasakan niatnya dengan tajam menembus armor yang dia pakai.

“Aku perna dengar para putri semuanya memakai pakaian yang cantik dan hidup dengan mewah...”

“Kenyataan tidak sebagus itu. Tetap saja, kami tidak bisa bilang tidak ada putri yang seperti itu.”

Saat Climb menatap mata Putri Renner dengan kekaguman, sebuah emosi yang tidka bisa dia utarakan bergulung di dalam hati Climb.

Bagaimana dia ingin memberikan kehidupan semacam itu kepada orang yang paling cantik dan palig baik jiwanya di dunia ini.

Di sisi sebaliknya, semau ini memang karena dia. Climb yang bisa berdiri di sini sekarang karena dia telah menyelamatkan Climb. Seketika itu, Renner memutar wajahnya, lalu matanya yang berkilauan bertemu dengan mata Climb dari samping.

“—Sedang memikirkan sesuatu, Climb?”

“Ah, tidak, bukan apa-apa Renner-sama.”

“Begitukah? Yah, jika kamu sedang memikirkan sesuatu, kamu harus mengutarakannya. Lagipula kita harus saling membantu satu sama lain di waktu susah.”

“Ah, ya! Terima kasih banyak!”

“Oi, maaf sudah menyela kalian sepasang burung yang dimabuk cinta, tapi aku benar-benar tidak bisa menurunkan kemampuanku dengan gratis. Tak perduli apapun yang dia katakan, aku masih akan meminta bayaran yang layak.”

“Aku akan berjuang memenuhi harga yang kamu minta.”

Renner menurunkan kepalanya.

“Hmm~ tapi apa yang ingin kamu tahu apakah mereka punya bakat atau tidak, ya kan Hime-sama? Jika itu adalah aku, aku bisa melihat gerakan mereka, tapi bagaimana denganmu, Evileye?”

“Ah, aku akan menyamakannya denganmu. Kamu tidak bisa melihat kedalaman dari diri seseorang hanya dengan melihat mereka melakukan beberapa latihan. Kemampuan magic lebih internal daripada external. Ditambah lagi, auk mungkin terlihat seperti seorang jenius dalam bidang kemampuan magic, tapi hanya itu. Aku tidak memiliki kemampuan dari magic caster hebat dari Empire itu.”

“Jadi, mengetahui bakat—“

“Bakat, huh,” Renner menghela nafas. “Akan sangat membantu jika kita bisa mengetahuinya ketika masih anak-anak. Itu juga akan membantu melunakkan para bangsawan yang keras kepala terhadap rakyat biasa.”

“Kalau begitu, bagiamana kalau mendirikan sistem identifikasi secara universal untuk anak-anak yang berbakat? Ada mantra tingkat 3 yang bisa memastikan akan adanya sebuah bakat. Namun, jika kamu ingin gambaran jelas dari apa bakat itu nantinya, mungkin kamu perlu mantra yang lebih tinggi.. yah, pada akhirnya hanya menjadi tebakan nganggur.”

“Benarkah? Bisakah kamu benar-benar mengenali bakat-bakat itu?”

“yah, aku tidak tahu apa yang membuat matamu berkilauan, tapi jangan terlalu berharap. Aku pernah dengar ada mantra tingkat 3 yang hanya milik Spiritualist yang bisa memastikan apakah seseorang di depan si perapal mantra memiliki bakat. Meskipun begitu, jika saja ada mantra seperti itu, bagian yang paling menyusahkan adalah setelahnya. Kmau harus belajar untuk mengembangkan bakat tersebut dengan benar. Dan juga sangat besar kemungkinannya setelah mengungkap bakat itu, hanya akan berakhir sebagai kemampuan yang percuma.”

“begitukah...”

Cahaya di mata Renner meredup.

“Kurasa akan lebih baik untuk menguji mereka dengan berbagai cara. Buat mereka berdiri di bawah air terjun, atau buat mereka menghirup obat tidur yang relatif aman untuk bisa masuk ke dalam mode hipnotis. Kelihatannya, itu akan membuatmu bisa merasakan natural talent milikmu sendiri, dengan bercampur yang lainnya.”

“Benarkah?...Hm, apakah itu asli?”

“Ara, apakah kamu juga memiliki natural talent juga, Evileye-san?”

Saat ini, Evileye yang sampai sekarang cerewet tiba-tiba terdiam. Kelihatannya ada seseorang yang mengangkat topik yang tidak ingin dia diskusikan.

Namun, tuannya tidak cukup tahu sehingga bertanya.

“Bisakah kamu katakan kepadaku bakat macam apa itu?”

Bukannya dia tidak senang dengan pertanyaan yang setajam itu, tapi kenyataannya adalah, dia cenderung demikian. Seseorang mungkin akan berkata dia tidak tahu bagaimana cara membaca aliran percakapan, atau mungkin dia secara tidak sengaja bertanya tentang hal yang biasanya sangat sulit untuk diangkat.

Bukan karena dia tidak perduli dengan pihak lain, hanya karena dia besar di dalam keluarga kerajaan.

“Mengapa kamu gembira sekali dengan pertanyaan seperti ini?”

“Hanya ada sedikit orang yang memiliki bakat seperti itu di sekitarku, jadi aku ingin tahu kemampuan macam apa yang kamu miliki, Evileye-san.”

“Begitukah. Yah, karena sudah sampai disini, aku mungkin akan bilang saja kepadamu.”

Evileye mencondongkan tubuhnya ke depan, dan Renner -  wajahnya sudah dipenuhi dengan kegembiraan – condong ke depan pula.

Natural talent suatu ketika bisa berperan sebagai kartu as, dan ini pun berlakukan lebih dalam bagi para petualang. Sementara Climb tidak berpikir Renner akan besar mulut mengumumkan rahasia itu, Climb merasa ini adalah sesuatu yang tidak seharusnya dibagikan dengan entengnya.

“Ini bukanlah sesuatu yang benar-benar aku ingin orang lain dengar, jadi bisakah kamu dekatkan telingamu?”

“Baiklah.”

Renner semakin mendekatkan telinganya kepad Evileye.

Lalu-

“MEMANGNYA AKU MAU BEGITU SAJA MEMBERITAHUKAN HAL SEPENTING ITU!!!”

Suaranya yang marah bergema ke seluruh penjuru kereta.

Tina terlihat sudah mengantisipasi hal ini, dan sudah menutup telinganya sebelum ini terjadi.

“Jahatnya! Telingaku berdengung!”

Renner melemparkan dirinya ke dalam pelukan Climb. Sebuah suara efek yang cocok dengan ini adalah pomf.

Renner melihat ke atas dari dada Climb, matanya berkilauan dengan air mata.

Climb langsung menyingkirkan pemikiran seperti “Dia manis”, “Baunya harum” dan hal-hal tidak berguna lainnya dari otaknya. Sangat terlarang memiliki fantasi seperti itu terhadap tuannya sendiri.

“Evileye-sama, aku mengerti bagaimana perasaanmu, tapi bisakah aku memintamu untuk memaafkan-“

“—Ah? Bocah, dia menjadi seperti ini karena kamu terus-terusan memanjakannya, ya kan?”

“Itu, bukan seperti itu, Aku, bukannya aku memanjakan tuan putri atau...”

Meskipun dia ingin memanjakannya, tidak mungkin dia bisa melakukan itu.

“Ya, aku merasa bahwa Climb bisa dan harusnya memanjakanku lebih jauh lagi. Aku setuju dengan apa yang kamu katakan, Evileye-san.”

“Tidak, tidak, itu tidak benar, Tuan Putri, rasanya salah..”

“Tentu saja tidak! Jika kamu lebih memanjakanku, aku bisa menerima omelan seperti lebih mudah. Oleh karena itu kamu harus lebih memanjakanku. Mari kita mulai dengan tidur-tiduran sama-sama seperti dulu ketika masih kecil. Ayo, Evileye-san silahkan teruskan!”

“Ugh, baiklah, aku memang bodoh... bagaimanapun juga, aku tidak ingin bilang kepada orang lain tentang bakatku, nak. Paham?”

“Apakah itu benar-benar bahaya?”

“Ah, ya. Itu adalah kartu as milikku. Jika aku menggunakannya... ya, itu akan seperti jika pedang pemimpin kami yang mengamuk. Itu bisa dengan mudah menggila seluruh negeri.”

Kelihatannya ada beban yang berat di dalam suara Evileye saat berkata demikian.

Tetap saja, suara bingung “Hm?” meluncur ke atas dari dada Climb. Dia ingin melihat ke bawah, tapi jika dia melakukannya, itu akan membuatnya sangat paham dengan kenyataan bahwa Renner sangat dekat dengannya. Tidak mungkin dia bisa melakukan itu.

Climb berpikir ingin mendorong Renner, tapi setelah menerima tubuhnya yang lembut dan rapuh sebagai pertimbangan, dia tidak tahu seberapa banyak kekuatan yang seharusnya digunakan.

Saat hati Climb terus berdebar, percakapan berlanjut tanpa dirinya.

“Pedang yang dibawa oleh Lakyus?”

“Ah, menurut dia, ketika pedang itu mengamuk, itu akan menyebabkan konsekuensi yang fatal. Sebuah kota, tidak, sebuah negeri, kalau tidak salah? Kelihatannya itu akan benar-benar menyapu habis. Dia pernah bilang sesuatu tentang menggunakan sebagian kekuatannya untuk menekannya...”

“Jadi itu yang terjadi... aku tidak tahu sama sekali...”

Climb belum bilang kepada tuan putrinya tentang pedang iblis itu.

“Sebaiknya tidak usah dihiraukan. Pemimpin kejam kita tidak menyebutkan itu kepada kalian berdua karena dia tidak ingin kalian khawatir. Aku akan lega jika kamu terus pura-pura tidak tahu.”

“...Ternyata begitu. Aku mengerti. Kalau begitu aku akan melakukan seperti yang kamu katakan.”

“Ngomong-ngomong, apa yang terjadi dengan Aindra-sama? Aku belum melihatnya baru-baru ini..”

“Hm? Kurasa tidak ada yang menyebutkannya, ya kan? Putri, apakah kamu tidak bilang kepadanya?”

“..Aku lupa. Kelihatannya dia sedang berlatih dengan Gagaran-san dan Tia-san.”

Evileye seakan menerima tugas verbal dari Renner dan melanjutkan.

“Dua orang itu kehilangan nyawa ketika pertempuran dengan Jaldabaoth, Demon Lord yang menyerang Kingdom. Tentu saja, mereka dihidupkan lagi setelah itu, tapi itu menghabiskan jumlah energi kehidupan mereka yang besar. Oleh karena itu, mereka harus berada dalam bahaya, mengarungi ujung dari hidup dan mati lagi untuk meraih kekuatan mereka.”

“Sebenarnya, aku berharap bisa pergi dengan mereka.”

“Tetap saja, jika kamu melakukah itu, kamu akan mulai menggantungkan metode tersebut entah dari suatu tempat di dalam hatimu. Jalan terbaik untuk memperoleh kekuatan adalah melalui sejumlah kecil pertarungan-pertarungan pendek.”

“Aku meragukannya.”

“Umu, memang terlihat sebagai sebuah cara yang efektif untuk lair-bellup (level up / menaikkan level).. yah, jika kamu benar-benar mengandalkan metode tersebut, mungkin kamu takkan bisa mengulur waktu ketika orang-orang itu menyerang ibukota kerajaan lagi.”

“Mengulur waktu? Ahhh – waktu untuk orang yang kamu rekomendasikan, Evileye?”

“Tentu saja! Sampai tuan pahlawan itu datang!”

Bisa jelas dirasakan gairah dan kegembiraannya dari balik topeng Evileye.

“Itu adalah Momon—sa—sama, ya kan?”

“Benar sekali! Pahlawan hebat, Momon-sama! Warrior terkuat yang pernah ada, yang mengayunkan pedang kembarnya seperti tidak lebih dari ranting pohon! Tidak diragukan lagi dia adalah yang petarung terkuat di tanah ini! Meskipun jika Jaldabaoth datang lagi, selama Momon-sama ada, dia pasti akan membantainya! Meskipun, sayang sekali dia berhasil kabur terakhir kalinya. Tetap saja, Pria yang hebat seharusnya bisa memikirkan suatu cara untuk menghadapi hal itu sekarang!”

Dipenuh dengan hasrat dalam ucapannya, yang bisa dilakukan oleh Climb hanya menjawab dengan lemah, “Ah, ya.”

“Tapi akankah orang itu benar-benar datang? Bukankah dia adalah bawahan dari Sorcerer King?”

Ekspresi Tina menandakan dia sudah lelah saat dia mengucapkannya kepada Evileye, yang tinjunya sudah terkepal.

“Ahhhh~ Momon-sama! Sial, Sorcerer King sialan! Tidak kukira dia benar-benar berani mengendalikan pria hebat itu! Meskipun langit mengizinkannya, aku tidak akan pernah! Jika saja aku bisa mengalahkannya dan membebaskan Momon-sama! Lagipula apa yang dia pikirkan? Mungkin aku harus pergi ke E-Rantel dan bertanya kepada Momon-sama tentang pemikirannya, bagaimana kalau begitu?”

“..Itu harus menunggu mereka berdua pulih.”

“Aku akan muncul sebentar saja, dan ketika sudah mengakrabkan diri dengan tempat tersebut aku bisa berteleport balik. Ditambah lagi, jika aku menggunakan [Fly] dan bepergian sendiri, tidak akan butuh waktu lama!”

“Evileye, kamu benar-benar luluh ketika sudah membahas tentang Momon... Bukankah pemimpin kejam kita sudah bilang kamu tidak bisa melakukan hal semacam itu?”

“Jadi bantu aku untuk menjaganya tetap rahasia!”

“Yah, bibirku sa~ngat kendor, jadi mungkin akan membuka semuanya dalam sekejap.”

“Oi, itu tidak mungkin melihat pekerjaanmu sebelumnya, ya kan?”

“Sayangnya!, aku sekarang adalah Tina dari Blue Rose, yang juga dikenal sebagai Tidak bisa menjaga rahasia untuk bisa selamat.”

Saat itulah mata Tina berkilat-kilat serius.

“...Hm, ini adalah kesempatan yang bagus, aku ingin bertanya kepadamu, Evileye – bisakah kamu membunuh Sorcerer King?”

Evileye terdiam. Kegembiraan mengering dalam sekejap. Sebagai gantinya adalah magic caster berlevel tertinggi di antara para petualang.

“Jika rumor itu memang benar – maka dia lebih kuat daripada magic caster lain. Aku memang melakukan penyelidikan setelah insiden di Katze Plain dan melihat semua kenalanku – Aku bahkan berhubungan dengan nenek itu – lalu menganalisa informasi yang kudapatkan. Namun, luar biasa tidak masuk akal bahkan sampai tidak lucu lagi. Sangat konyol hingga titik dimana aku benar-benar curiga jika si bocah terpesona oleh ilusi.”

“Itu jelas bukan ilusi. Dan ada banyak sekali yang mati...”

Wajah Renner berubah menjadi kesakitan.

“Dari 260.000 orang yang ikut ambil bagian dalam perang itu. 180.000 orang kehilangan nyawa mereka. Aku juga dengar ada beberapa yagn selamat dan secara mental terluka dan tidak bisa hidup normal lagi. Beberapa anak yatim memiliki ayah yang berakhir demikian.”

“..Yah, setelah mendengarkan si bocah, aku bisa melihat bagaimana mereka berakhir demikian. Jika mereka dikejar oleh monster semacam itu...”

“...Ya. Itu adalah neraka. Untungnya, aku memiliki Brain-san... dan Kapten Warrior bersamaku, dan berkat mereka berdua orang kuat itu, aku tidak mengalami luka mental sedikitpun. Meskipun begitu, suatu ketika aku secara refleks ingin melihat ke belakang bahuku. Pasti lebih parah bagi pasukan sipil, dan tidak aneh jika mereka menjadi sakit jiwa pada akhirnya.”

“Kamu benar-benar harus berterima kasih kepada keberuntungan untuk itu.”

Climb hanya mengangguk dalam meresponnya.

“Kalau begitu, Tina. Biar aku jawab pertanyaanmu dengan jujur. Aku tidak bisa mengalahkan Sorcerer King.”

Itu adalah jawaban yang sudah dia duga.

“Seperti yang kuduga...”

“Memang ya. Aku mungkin bisa memikirkan sebuah cara untuk menghadapi monster-monster yang dia panggil. Memang benar, sulit berkata demikian, karena aku sendiri tidak ada di sana. Tetap saja, Sorcerer King – seseorang yang tidak hanya bisa mensummon banyak monster semacam itu dan mengendalikan mereka – adalah makhluk yang seharusnya tidak ada di dunia ini. Seseorang yang memiliki kekuatan para dewa.”

“Apakah mungkin monster-monster itu disummon dari sebuah item, dan bukan dari kekuatan Sorcerer King?”

“Kemungkinan itu memang ada, tapi jika memang begitu, itu akan sangat berbahaya. Meskipun begitu, kita tidak punya cara untuk memastikannya.”

“Jika saja dia berakhir berseteru dengan Jaldabaoth.”

“Itu adalah perkembangan yang sangat kita semua nantikan. Setelah itu, skenario terbaik adalah Momon-sama menebas Sorcerer King...”

“Menurutmu siapa yang lebih kuat, antara Momon-sama dan Sorcerer King?”

Orang yang menanyakan pertanyaan ini adalah Climb, tapi secara pribadi, dia merasa Sorcerer King yang telah memanggil monster-monster kuat itu jauh lebih unggul. Namun, ekspresi termenung Evileye mengejutkannya.

“Aku tidak yakin. Secara pribadi, aku merasa bahwa Momon-sama – yang telah mengusir Jaldabaoth itu – lebih kuat. Tapi Sorcerer King juga memiliki kekuatan yang tidak bisa dibayangkan. Dua pihak itu jauh lebih unggul dari kita, hingga titik dimana aku bahkan tidka bisa membayangkan hasilnya.”

“Tetap saja, memiliki seseorang seperti itu di bawah panji Sorcerer King tentunya adalah skenario yang paling buruk. Tak ada yang akan berani mendeklarasikan perang dengannya.”

Memang benar.

Satu-satunya orang yang mungkin bisa melawan Sorcerer King dengan kekuatan setara malahan menjadi bawahannya. Itu benar-benar perkembangan yang menyusahkan. Siapapun yang berani mendeklarasikan perang dengan Sorcerer King sudah jelas mendeklarasikan perang dengan dua Sorcerer King.

Saat suasana hati di dalam kereta semakin suram, ada sebuah ketukan di papan yang memisahkan antara ruangan penumpang dengan kursi pengemudinya, lalu dibuka.

“Kita akan segera tiba di istana kerajaan.”

Saat dia mendengar ucapan si pengemudi, Renner perlahan bangkit di atas kakinya, lalu mengunci tatapannya ke arah dua petualang di depannya.

“Hari ini, aku telah menerima perhatian dari kalian dengan berbagai cara. Ketika Lakyus kembali, aku akan berterima kasih dengan benar. Bolehkah aku bertanya jika kalian memiliki waktu makan malam denganku?”

---

Setelah laporan adiknya telah kembali tiba padanya, Pangeran kedua – Zanack Valreon Igana Ryle Vaiself – meninggalkan kamarnya untuk menyambut adiknya yang pulang.

Lokasi keberadaan kakaknya – Barbro Andrean Ield Ryle Vaiself – masih belum diketahui. Melihat lamanya waktu yang telah lewat, peluang keselamatannya dianggap sangat kecil. Oleh karena itu, Zanack secara efektif merupakan pewaris dari tahta. Oleh karenanya, cara dia dimana dia pergi untuk menerima adiknya sama sekali tidak pantas. Meskipun mereka adalah bersaudara, ada perbedaan yang jelas dengan kedudukan mereka yang terhormat.

Alasan mengapa dia memilih pergi sendirian meskipun tahu kenyataan bahwa karena dia memiliki urusan yang darurat dan ingin didiskusikan dengan sang adik. Zanack mungkin tidak sepenuhnya ingin melakukan hal itu, tapi dia sudah kehilangan pembantu terdekatnya dan oleh karena itu tak ada orang lain yang bisa dia andalkan.

Tak lama, adiknya muncul di depan Zanack.

Climb – yang berbalut armor putih penuh – berada di dekat situ. Kemanapun Renner pergi, Climb sering menemaninya. Ini juga bukan hal yang aneh.

Anak miskin yang Renner ambil dari jalanan – Climb.

Di masa lalu, dia berpikir Renner seperti ‘ada tawon di topinya’ (idiom : terus-terusan membicarakan sesuatu yang dianggap penting namun tidak penting bagi orang lain) lalu mengambil Climb untuk bersenang-senang. Namun, setelah dia paham dengan kepribadian aneh Renner dan kecerdasannya yang tak bisa dibandingkan, Zanack mulai berpikir Renner mungkin punya alasan melakukannya.

Dan kemudian, setelah serangan Jaldabaoth di ibukota kerajaan dan Sorcerer King yang melakukan pembantaian besar-besaran, dia perlahan-lahan mulai memahami arti dibalik tidakan Renner.

Hanya ada sedikit warrior di kota ini yang lebih kuat dari Climb. Bahkan diantara orang-orang yang dipilih Gazef dalam kelompok warriornya, bisa dihitung jumlah orang-orang yang lebih kuat dari Climb dengan satu tangan.

Ditambah lagi, ada orang yang disebut Brain Unglaus, yang datang bersama Climb, begitu juga dengan teman dekatnya Lakyus, pemimpin dari kelompok petualang adamantite yang disebut “Blue Rose”. Tidak diragukan lagi adiknya sekarang memiliki kekuatan fisik paling besar di dalam ibukota kerjaan.

-Apakah dia benar-benar berkonspirasi ingin menggulingkan dirinya dengan kekuatan militer?

Zanack memang tidak salah mencurigai adiknya demikian.

Meskipun jika Renner bukanlah seseorang yang akan melakukan tindakan seperti itu dengan mudah, seseorang harus membuat suatu tindakan pencegahan. Oleh karena itu, Zanack mulai membangun hubungan secara rahasia dengan para petualang orichalcum dan mithril.

Zanack berterima kasih kepada kakaknya dengan lirih.

Alasan mengapa dia bisa bekerja sangat keras dalam masalah ini adalah karena kakaknya telah hilang dan secara kasat mata telah meninggalkan tahta itu untuknya. Alasan besar lainnya adalah karena tunjangan bagi kakaknya sekarang beralih kepadanya.

Meskipun begitu, kenyataan bahwa mayat putra mahkota Barbro yang belum ditemukan masih menyisakan sedikit rasa tidak enak di hatinya. Akan sangat menyusahkan jika dia dipenjarakan oleh Sorcerer King atau sedang disembunyikan di suatu desa entah dimana sambil menyembuhkan luka-lukanya.

“Yang benar saja.... Apakah dia akan terus memberiku masalah sampai akhir?” Zanack bergumam, cukup lirih sehingga anggota rombongannya tidak bisa mendengar.

Dia harus menghindari membuat kegelisahan para bangsawan sebelum dia bisa menguatkan posisinya.

Saat ini, pendukung Zanack masih sangat tidak aman.

Marquis Raeven – yang telah bergabung dengan dirinya untuk merevitalisasi Kingdom – telah menepis tangan Zanack ketika dia ingin menariknya kembali, dan kembali ke daerahnya sendiri. Mau bagaimana lagi,  dia sudah kehilangan banyak orang dari wilayahnya, tapi waktu itu, ada sebuah suasana hati di sekitarnya yang terlihat sekaan berkata bahwa dia tidak akan kembali lagi.

Sebagian dari alasan itu pasti karena kematian dari  tim mantan petualang orichalcum miliknya dan ahli strategi dari rakyat jelata daerahnya, seorang pria yang dianggap harta karun oleh Raeven.

Zanack merasa sedikit rasa sakit menusuk perutnya. Bisakah dengan mendiskusikan masalah ini dengan adiknya meredakan rasa perih ini?

Dia sudah menderita karena masalah tertentu selama beberapa minggu.

Itu adalah – apakah dia harus menawarkan persembahan kepada Sorcerer King? Jika dia melakukannya, apakah dia harus mengirimkan itu sebagai perayaan berdirinya negeri milik Sorcerer King? Atau apakah dia harus melakukannya untuk alasan lain?

Menilai dari keadaan saat ini, tidak memberikan hadiah adalah pilihan yang benar. Mengapa ada orang mengirimkan sebuah hadiah kepada orang yang telah mengambil wilayah miliknya lalu mendirikan sebuah negara di atasnya? Negeri-negeri tetangga pasti akan menganggap itu sebagai simbol ketaklukan. Meskipun begitu, sangat penting untuk tetap berhubungan baik dengan Sorcerous Kingdom.

Meskipun kekuatan tempur Sorcerous Kingdom tetap tidak diketahui, kenyataan bahwa Sorcerer King bisa menghancurkan sebuah negeri seorang diri adalah hal yang umum diketahui.

Tak perduli bagaimana, dia harus menghindari kemungkinan mata dari pria itu berpindah kepada Kingdom sekali lagi.

Karena itu, dia harus mengirimkan sebuah hadiah. Zanack merasa itu tidak bisa dibiarkan lagi, meskipun jika negeri-negeri tetangga percaya itu adalah simbol kesetiaan. Tak perduli bagaimanapun, dia harus mengulur waktu sebanyak mungkin.

Namun, para bangsawan takkan pernah menerima sikap seperti itu. Ini adalah bagian yang sangat menyusahkan.

Keperkasaan Sorcerer King sudah tersebar luas. Meskipun begitu, tidak mungkin mereka bisa menerima sikap takluk dari penguasa Kingdom di masa depan (Zanack), meskipun berhadapan dengan kekuatan seperti itu.

Para bangsawan telah mendira kekalahan yang luar biasa, jadi mereka mencari kambing hitam untuk menyalurkan rasa frustasi mereka.

Karena kehilangan bawahannya Gazef Stronoff, raja saat ini, Ranpossa III, sedang diliputi oleh kesedihan dan putus asa, dan menderita tekanan mental ekstrim. Sampai batas tertentu, melihat sang raja di dalam keadaan menyedihkan ini telah meredakan kemarahan para bangsawan, tapi kebencian mereka terhadap raja yang telah hancur – dan mungkin seluruh keluarga kerajaan – tidak akan hilang dengan mudah.

Jika orang itu ada, dia mungkin sudah bisa mendapatkan suatu ide yang bagus.

Jika mungkin, Zanack ingin membuat kesimpulan sendiri. Namun, waktu sudah mepet, dan dia memerlukan rencana untuk segera bertindak.

Zanack berdiri di tempat, sambil menghentakkan sepatunya dengan keras.

Renner bereaksi dengan suara itu, lalu menoleh ke arahnya. Kemudian, dia merubah arahnya dan menuju ke arah Zanack. Dengan begitu, kehormatan Zanack sebagai seseorang yang memiliki peringkat yang lebih tinggi tidak goyah.

Tak lama, adiknya pun berdiri di depannya, tapi Zanack tidak bicara dahulu. Momen-momen seperti ini sangat awan. Dia harus membiarkan lebih banyak orang mengerti siapa sebenarnya yang sedang berada di atas saat ini.

“Saya telah kembal, Onii-sama.”

“Selamat datang, adikku.”

Di hadapan sambutan hormat Renner, Zanack merespon dengan kebaikan yang setara. Dia melihat Climb memberi hormat dari sudut matanya, tapi tidak perlu membalas sikap hormat dari hanya seorang prajurit biasa.

“Mari kita jalan sama-sama.”

“Dengan senang hati, Onii-sama.”

Zanack dan Renner pergi bersama, berdampingan. Zanack mengangkat dagunya, memberikan tanda agar rombongannya menjaga jarak mereka. Jika dia harus menoleh ke arah lain, dia akan melihat Renner juga memberi tanda kepada Climb dia diizinkan untuk menjaga jarak agak jauh.

“Ngomong-ngomong, Onii-sama, anda kelihatannya sangat resah. Apa yang terjadi?”

Renner tersenyum saat dia bertanya dengan lembut.

“Jangan-jangan Sorcerous Kingdom mengirimkan utusannya kemari?”

Zanack bisa mendengar dengan jelas debar di dadanya. Dia terlalu fokus dengan tindakan apa yang harus dia ambil, dan benar-benar melewatkan kenyataan bahwa mereka mungkin akan mencoba membuat kontak terlebih dahulu dengannya.

Dengan kata lain, Renner merasa bahwa sudah waktunya bagi pihak lain untuk mengambil tindakan.

Zanack membuat catatan di dalam pikiran tentang hal itu, lalu mengelengkan kepalanya.

“Bukan seperti itu.”

“Itu berarti, anda sudah repot-repot kemari untuk melihatku karena alasan lain?”

“Ahh, aku bertanya-tanya dengan masalah persembahan.”

“Kurasa ketika utusan mereka datang, akan lebih baik bagimu menawarkan dalam jumlah dua kali lebih besar dari apa yang saat ini anda bayangkan, Onii-sama. Separuhnya adalah untuk terima kasih sudah datang hingga kemari, sementara separuh lainnya – aku yakin sudah tidak perlu dikatakan?”

Zanack tidak berkata apapun, tapi dengan hati-hati mereview penawaran dari Renner.

Memang benar, itu adalah tindakan yang sangat bagus.

Tentunya tak ada bangsawan yang akan menolak mempersembahkan hadiah kepada seorang tamu yang datang ke rumah mereka, meskipun ada tujuan lebih jauh untuk itu.

Kenyataannya Renner yang bisa langsung menyelesaikan masalah yang terus menyusahkannya dalam waktu lama sekali lagi membuat rasa takut di hati Zanack. Ditambah lagi, selama Renner memiliki bawahan yang kuat, bahkan pembunuhan tidak efektif. Meskipun begitu, satu-satunya pilihan adalah mencoba menenangkannya.

“...Ketika aku menjadi raja, aku akan memberikanmu tanah di perbatasan. Kamu akan menjalankannya disana.”

“Saya mengerti. Saya akan mematuhi perintah apapun yang anda berikan, Onii-sama.”

“Setelah aku mengirimmu keluar, aku tidak akan memanggilmu ke ibukota kerajaan sekali lagi. Mungkin itu entah bagaimana akan membatasi kebebasanmu, tapi aku akan memilih sebuah daerah yang pastinya tidak akan memberikan kesusahan pada dirimu. Kamu seharusnya menghabiskan sisa hidupmu disana.”

“Oh begitu. Saya berterima kasih sebesar-besarnya.”

Sepertinya, Renner sudah memahi apa yang dia incar, tapi dia harus secara vokal menyuarakannya agar membuat Renner mengerti kebaikan yang dia tunjukkan kepadanya.

“Kamu boleh mengambil anak yatim manapun sebagai anak. Dengan begitu kamu boleh melakukan apapun sesuka hatimu.”

“Terima kasih banyak, Onii-sama.”

Kenyataan bahwa dia langsung membalas tanpa jeda adalah bukti bahwa Renner sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh Zanack.

Zanack tidak bisa memahami mengapa Renner mencintai Climb yang orang biasa. Tampangnya sangat datar, dan dia tidak memiliki keistimewaan tertentu. Dia kelihatannya tidak cocok dengan adiknya sama sekali.

Ahh, setelah dipikir-pikir, Aku pernah dengar fetishnya dulu.

Ketika dia mengingat ingatan memalukan adiknya itu, Zanack mulai merasa kasihan dengan Climb.

“Kalau begitu, aku sangat menantikan hari dimana dirimu menjadi raja, Onii-sama. Setelah naik tahta, aku akan sangat senang jika Onii-sama memikirkan diriku dari waktu ke waktu saat aku hidup di sebuah pertanian.”

“Ohh, tentu saja, adikku tersayang. Namun, akan sangat baik jika aku bisa mencarimu untuk berdiskusi dari waktu ke waktu – muu?”

Zanack menolehkan tatapannya ke arah prajurit yang sedang berlari kecil ke arah mereka.

Pria itu adalah salah satu anggota kelompok warrior Gazef yang selamat.

Dia telah bertarung melindungi sang raja di medang perang itu. Sekarang setelah Kapten Warrior telah tiada, dia memiliki posisi bagus dan kepercayaan dari sang raja. Secara tidak sengaja, dua bawahan Renner menikmati kepercayaan yang sama itu.

Bayangan ayahnya yang semakin rapuh muncul di depan mata Zanack.

“Pangeran, Yang Mulia menginginkan kehadiran anda.”

Setelah dia selesai dengan itu, dia lalu menoleh ke arah Renner.

“Beliau juga mengharapkan kehadiran anda pula, Tuan Putri.”

“Ada apa?”

“Kami baru saja menerima laporan bahwa Sorcerer King akan segera mengirimkan sebuah kelompok diplomatis kepada kita.”

Zanack mengintip ke arah Renner, tapi masih tetap berhasil menjawab pria itu.

“Aku mengeri. Beritahukan kepada beliau kami akan segera hadir. Adikku, aku akan pergi dahulu, Tolong segera menyusul ketika sudah siap.”

“Aku mengerti, Onii-sama.”

Melihat dia baru saja dari panti asuhan, pakaian Renner memang datar dan lapuk. Tampil seperti itu di depan para bangsawan hanya akan mempemalukan dirinya sendiri.

Dengan begitu, Zanack pergi dengan ekspresi kaku di wajahnya.

“Hmph. Keadaan sudah berjalan seperti ini, proposal itu sudah tidak lagi menarik. Ah, lagipula sudah terlambat."

Part 2

Diperkirakan rombongan dari Sorcerous Kingdom akan memakan waktu satu minggu untuk bepergian dari E-Rantel ke ibukota kerajaan.

Hari ini adalah hari yang ketujuh. Jika semuanya berjalan menurut rencana, rombongan tersebut akan tiba di ibukota kerajaan hari ini.

Zanack, dengan berpakaian armor yang dia tidak terbiasa, berdiri berbaris dengan para knight di gerbang ibukota kerajaan yang menghadap E-Rantel.

Cuaca berawan selama beberapa hari sudah bersih, seperti sebuah lelucon, dan langit secerah musim semi.

Namun, bisa dilihat awan tebal yang menutupi di kejauhan. Kelihatannya langit yang biru hanya terbatas pada udara yang ada di atas ibukota kerajaan.

Pemandangan semacam ini sangat aneh. Kenyataannya, ahli meteorologi dari ibukota kerajaan telah berteriak, “Ini tidak mungkin!” saat dia menggaruk kepalanya.

Dia sudah bekerja di dalam istana kerajaan dalam waktu yang lama hingga sekarang, dan dia bisa memprediksi cuaca sok hari dengan keakuratan 90%. Oleh karena itu, ketika dia mengumumkan ini tidak mungkin, menandakan langit biru ini bukanlah suatu kewajaran.

Zanack menghela nafas dalam-dalam dari balik penutup kepalanya.

Dia tak pernah mendengar magic pengendali cuaca dari gurunya. Namun, kekuatan Sorcerer King mungkin bisa menggunakan magic seperti itu dengan sangat mudah.

Orang-orang Zanack bukan hanya kurang ahli dalam area magic, tapi mereka kurang dalam pengetahuan fenomena aneh lainnya. Ini membuat kepalanya sakit. Lebih akuratnya, itu karena dia terlalu mengandalkan Marquis Raeven.

Marquis Raeven sudah mengumpulkan pengetahuan dari para petualangnya, menyusunnya, dan menyebutnya sebagai Tiger Scroll (gulungan harimau). Gulungan itu mengandung informasi tentang berbagai macam penampilan dari item-item magic, tipe-tipe dan kekuatan dari berbagai monster, segala macam mantra dan seterusnya.

Sampai sekarang, dia dengan bebas berbagi gulungan itu dengan Zanack, sekutunya. Namun, sejak Raeven tidak lagi ada di ibukota kerajaan, tiger scroll tersebut secara lenyap darinya.

Dia telah mencoba menemukan para bangsawan yang telah belajar dari para petualang, seperti Raeven, tapi sayangnya, tidak ada. Ini bukan karena para bangsawan ini memang bodoh, tapi karena mereka hidup di dalam dunia yang benar-benar berbeda dari para petualang itu. Sementara beberapa bangsawan memang mempekerjakan beberapa petualang, itu hanya untuk menggunakan kekuatan mereka. Para bangsawan tidak tertarik dengan dunia berpetualang atau berita-berita yang dimiliki oleh para petualang.

Para bangsawan memang begitu sejak sejarah mulai berdirinya kerajaan ini 200 tahun yang lalu. Dari sudut pandang itu, Raeven memang sangat tidak umum.

Mungkin akan sulit menemukan para petualang yang sudah pensiun – terutama mereka yang memiliki peringkat mithrill dan di atasnya.

Dia pernah dengar bahwa para petualang membenci hal-hal yang menyusahkan seperti politik. Memang benar, ketika seseorang masuk dalam dunia politik, maka dia akan kehilangan kebebasannya. Apakah para petualang seperti itu ingin bekerja untuknya setelah pensiun?

Hati Zanack tenggelam saat dia memikirkan tentang itu.

“-Yang Mulia Pangeran!”

Teriakan dari knight di sampingnya membuat Zanack kembali sadar. Dia melihat ke arah ujung jalan – dan melihatnya.

Dia bisa melihat rombongan dari Sorcerous Kingdom.

Mereka telah mengeluarkan tekanan sebelumnya untuk menutup jalanan hanya untuk hari ini, menutup lalu lintasnya. Sebagai hasilnya, tak ada yang keluar dari pintu di belakang mereka. Gerbang kota juga dikunci hanya untuk hari ini.

“Baiklah, ayo kita ulang sekali lagi. Kita akan memperlakukan mereka sebagai pejabat asing. Mencoba tindakan apapun kepada rombongan Sorcerous Kingdom adalah pelanggaran berat. Akan dihukum dengan hukuman mati.”

“Tuan!”

Balasan dari para knight berpangkat tinggi sangat memaksa, dan pedang di pinggang mereka mengeluarkan suara bersamaan yang renyah dan jelas.

“Baiklah! Kalau begitu tunjukkan kepada mereka sikap paling hormat, dan berikan kesan keagungan dari Kingdom kepada mereka!”

“Tuan!”

Kelompok itu tetap terdiam sampai rombongan tiba.

Tak lama, vanguard dari rombongan tersebut mendekati mereka.

Dia adalah knight berarmor hitam. Mengendarai unicorn bermata merah yang memiliki tubuh hitam legam dan mengeluarkan dua tanduk di kepalanya. Bisa dibayangkan jika pengendaranya bukanlah manusia pula. Dia mengeluarkan aura sangat berbahaya, sama cerahnya dengan matahari. Armor full platenya seakan hidup.

Zanack bisa merasakan kuda perangnya gemetar ketakutan dari bawah.

Vanguard itu mengepalkan sarung tangannya lalu menepuk dadanya.

“Maaf! Kami adalah rombongan dari Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown!”

Bisa dibandingkan suara itu dengan musik yang diperah keluar dari instrumen musik yang busuk. Membuat rambut pendengarnya berdiri. Zanack mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk menyingkirkan ketakutan dirinya lalu dia berbicara.

“Saya adalah Pangeran kedua dari Kingdom Re-Estize, Zanack Valreon Igana Ryle Vaiself! Atas perintah Yang Mulia, saya diperintahkan untuk mengantar rombongan anda ke istana kerajaan. Silahkan ikuti saya!”

“Diterima. Kalau begitu, kami akan mengharapkan bantuan anda. Saya ini – maafkan saya, saya ini tidak memiliki nama, jadi silahkan panggil saya untuk perkenalan dengan nama spesies saja. Saya adalah Death Cavalier!”

Zanack sedikit ternganga ketiak dia memberikan nama spesiesnya, tapi dia langsung merespon agar tidak menyinggung pihak lawan karena telat membalas.

“Kalau begitu, bolehkan saya memanggil anda dengan Cavalier-dono?”

“Saya akan sangat terhormat dipanggil demikian.”

“Baiklah kalau begitu, bolehkan saya bertemu dengan pimpinan dari rombongan? Sebagai Pangeran kedua, saya juga bertanggung jawab terhadap tindakan dari pimpinan di dalam Kingdom. Jika memungkinkan, saya ingin menjelaskan keadaannya kepada pimpinan anda.”

“Diterima. Saya akan menyampaikan pesan anda kepada yang mulia pimpinan kami.”

“Terima kasih banyak dari saya.”

Dengan begitu, orang berkuda itu mundur untuk menyampaikan laporannya.

Sementara proses seluruhnya terdengar menggelikan kala itu, saat ini dia sedang menghadapi Sorcerous Kingdom. Itu adalah sebuah negeri yang bisa mengendalikan undead yang memanfaatkan monster-monster, jadi yang terbaik adalah berasumsi bahwa cara yang biasa dalam melakukan sesuatu tidak berarti di sini. Dia merasa bodoh sudah mengharapkan pimpinan dari rombongan itu setidaknya berbentuk manusia.

“Sekarang, semuanya, kuatkan bibir atas kalian. Kita tidak boleh melakukan apapun yang menyinggung mereka.”

“Tuan!”

Saat dia mendengar respon dari para knight, Zanack mencurahkan tenaganya ke arah perut.

Rombongan itu telah melewati beberapa kota dalam perjalanan kemari, itulah kenapa Zanack tahu komposisi dari rombongan tersebut.

Ada lima kereta.

Masing-masing kereta itu ditarik oleh monster berbentuk kuda yang memancarkan udara yang tidak bertanda baik. Lalu ada beberapa Death Cavalier, yang ditugaskan untuk keamanan batasannya. Ada juga monster-monster lain di belakang mereka.

Zanack tidak jelas dengan nama-nama dari monster itu atau seberapa berbahayanya mereka. Tetap saja, apakah dia tahu atau tidak, tugasnya tetap tidak berubah. Karena mereka adalah rombongan yang dilepaskan oleh Sorcerer king, dia tidak mungkin membiarkan sedikitpun kelalaian ditunjukkan kepada mereka.

Seorang Death Cavalier – mungkin sama dengan yang barusan – mendekatinya dari sisi rombongan itu.

“Maafkan sudah menunggu lama. Pimpinan kami – tangan kanan dari Sorcerer king Ainz Ooal Gown, Albedo-sama, setuju untuk bertemu dengan anda. Zanack-dono, silahkan, menuju kemari.”

Setelah memberi tanda kepada knight-knight lain untuk tetap di tempatnya, Zanack menjalankan kudanya setelah Death Cavalier.

Sejujurnya itu sangat menakutkan.

Lagipula, Zanack sedang bergerak di antara para monster yang tak pernah dia lihat sebelumnya.

Meskipun begitu, dia masih memiliki harga diri sebagai anggota keluarga kerajaan. Zanack akan segera menjadi raja, dan karena dia akan menemui utusan dari Sorcerer king, dia dilarang mempermalukan dirinya sendiri. Malahan, dia harus menunjukkan kemampuannya kali ini, dan membiarkan mereka membawa pulang berita orang berbakat di dalam Kingdom Re-estize.

Kuda Zanack tidak bisa berhenti mengeluarkan keringat dingin saat mendekati kereta itu. Zanack pun turun, berdiri di depan kereta.

“Kalau begitu, ini adalah pemimpin dari kelompok rombongan, Albedo-sama.”

Monster macam apa yang akan muncul selanjutnya? Zanack menguatkan ekspresinya agar tidak berubah.

Pintu itu perlahan terbuka, dan sesosok berbentuk manusia perlahan muncul.

Apa yang dia lihat disana – adalah kecantikan.

Tidak, Zanack tidak bisa memikirkan suatu kata sifat yang bisa mendeskripsikan sosok itu dengan tepat. Satu-satunya hal yang datang di otaknya adalah ‘kecantikan kelas dunia’.

Tak ada seorangpun di dunia ini yang mungkin bisa memiliki tampang yang bisa dibandingkan dengan Renner. Zanack percaya hal itu hingga sekarang, tapi lalu dia menyadari itu salah. Jika Renner adalah sebuah kecantikan yang memancar, maka Albedo adalah kecantikan yang menggoda memberi warna di dalam kegelapan.

Albedo berjalan kecil menuruni papan tangga kereta. Suara samar sepatu berhak tingginya membuat Zanack kembali ke dunia nyata.

Zanack langsung berlutut di depannya dan menurunkan kepalanya.

Seseorang mungkin akan berpikir itu memalukan bagi seorang pangeran dari keluarga kerajaan berlutut di depan siapapun, meskipun mereka adalah utusan dari negara lain. Namun, setelah mempertimbangkan perbedaan kekautan antara Kingdom dan Sorcerous Kingdom, ini adalah tindakan yang tepat. Apa yang diperlukan oleh Kingdom sekarang bukan keagungan, tapi keuntungan yang jelas.

“Bisakah anda mengangkat kepala anda?”

Suara yang lirih dan manis itu terdengar dari atas Zanack.

“Sekarang juga.”

Saat Zanack melihat ke atas, wajah dari gadis yang cantik itu hanya tersenyum saat dia dengan lembut melihat ke arahnya.

Ini adalah sikap yang sudah dilatih oleh atasan pria – tidak, apakah dia benar-benar manusia?

Zanack menggerakkan matanya untuk memandanginya. Pertama, sayap di pinggangnya adalah item magic atau benda lain? Mirip dengan tanduk yang keluar dari samping kepalanya.

Apakah itu adalah item magic atau apakah dia benar-benar makhluk heteromorfik, tak ada satupun yang terlihat aneh ketika Zanack mempertimbangkan bahwa dia berasal dari Sorcerous Kingdom.

“Saya adalah utusan dari Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown, Albedo. Meskipun nantinya hanya beberapa hari, kami akan bersikap kurang sopan terhadap anda. Bangkitlah, Tuan Pangeran. Anda pastinya tidak akan bisa melanjutkan pembicaraan saat anda berlutut.”

“Anda berhak mendapatkan rasa terima kasih terdalam dari saya.”

Zanack menegakkan badannya, lalu sebuah masalah hadir dengan sendirinya.

Meskipun dia sudah tahu namanya adalah Albedo melalui percakapan, apakah hanya itu saja?

Di dalam Kingdom – dan di dalam Empire – rakyat biasa memiliki dua nama, bangsawan memiliki tiga nama, dan orang yang memiliki gelar memiliki empat nama. Bagi keluarga kerajaan, mereka memiliki empat nama – ditambah gelar mereka sehingga total lima nama.

Inilah kenapa Jircniv Rune Farlord El-Nix dan empat namanya diejek karena menunjukkan dia bukan anggota keluarga kerajaan yang sesungguhnya. Namun, sebuah nama seperti Albedo terdengar seperti sebuah alias, atau julukan. Tidak mungkin ada orang bodoh yang akan memanggil seorang anggota bangsawan dengan nama seperti itu.

Meskipun dia sudah mengkhawatirkan hal yang tidak perlu, dia tidak bisa yakin jika situasi itu tidak akan terjadi.

Alasan  mengapa dia berkata begini adalah karena banyak bangsawan yagn telah mati di medan perang sebelumnya. Bukan hanya kepala keluarga saja yang binasa, bahkan anak pertama pewaris dari seubatu keluarga. Saat ini, banyak keluarga kerajaan yang dipimpin oleh “cadangan”, anak kedua dan ketiga.

Cadangan adalah cadangan. Tak ada siapapun yang mengharapkan bangsawan-bangsawan itu. Tidak hanya kurang dalam hal kelasnya, tapi mereka kurang dalam hal pengetahuan juga. Kesimpulannya mereka kekurangan didikan yang tepat.

Di dalam keadaan biasa, mereka akan dididik dengan benar oleh yang di atas di dalam fraksi mereka, tapi perang sebelumnya telah menunjukkan bahwa merkea tidak memiliki tenaga untuk usaha itu. Sebagai hasilnya, banyak orang-orang yang tidak berkompeten dipaksa maju ke tengah panggung, dan orang-orang yang tidak kompeten ini berkumpul bersama-sama membentuk sebuah fraksi ketidakkompetenan.

Saat ini, kelas dari bangsawan Kingdom telah anjlok, berkat orang-orang ini. Di saat yang krusial seperti ini, bisakah mereka menemui seorang wanita seperti Albedo dengan sikap yang memenuhi syarat?

“...Maafkan saya, tapi bolehkah saya tahu bagaimana seharusnya saya memanggil anda, nona Albedo?”

Ini adalah pertanyaan yang agak kurang terpuji.

Biasanya, Zanack seharusnya bertanya. “Gelar apa yang anda pegang diantara kaum bangsawan, nona Albedo, atau mungkin posisi apa yang anda pegang di dalam Sorcerous Kingdom?”

Masalahnya adalah, dia mungkin akan menembak balik, “Apakah kamu tidak tahu peringkat dari seorang utusan negeri tetanggamu?”

Tetap saja, itu adalah kesalahan dari Sorcerous Kingdom.

Lagipula, tak ada informasi tentang Sorcerous Kingdom yang mengalir keluar dari perbatasannya. Meskipun mereka mendeklarasikan kedaulatan selama beberapa bulan sekarang ini, mereka sendiri cenderung membatasi pada urusan internal. Ini adalah pertama kalinya mereka melakukan hubungan diplomatik dengan sendirinya.

Yang Zanack tahu tentang Albedo adalah dia seorang pimpinan rombongan, dan tangan kanan dari Sorcerer King.

Empire mungkin sudah tahu... tapi mereka tidak mengatakan apapun kepada kami... Yah, siapapun akan meminta agar mantra semacam itu digunakan kepada kami pasti membenci kami hingga tulang belulangnya.

Seakan merasakan kekhawatiran Zanack, Albedo menjawab:

“Meskipun tidak terlihat demikian, saya telah ditunjuk sebagai pengawas yang memimpin seluruh Guardian Floor dan Guardian Area di dalam Sorcerous Kingdom Ainz Ooal Gown.”

“Ohh, begitu.”

Dia memang berkata demikian, tapi dia tidak tahu sama sekali apa artinya menjadi “pengawas”. Ditambah lagi, dia benar-benar tidak tahu sama sekali tentang “Floor” yang dia bicarakan.

Albedo melanjutkan ucapannya, karena telah melihat kebingungannya yang disembunyikan:

“Memang benar. Saya adalah Ainz-sama – tidak, seharusnya saya katakan, saya adalah wakil dari Sorcerer King, Guardian Overseer. Mungkin itu lebih tepat?”

“Ohhh, saya paham sekarang!”

Ainz-sama, kelihatannya dia cukup dekat sehingga dia memanggil Sorcerer King dengan panggilan seperti itu. Jadi dia adalah seorang marchioness, tidak, seorang duchess, mungkin? Aku harus mendapatkan informasi dan memberitahukannya kepada yang lain. Tapi tetap saja, Guardian...Overseer?

TL Note : Karena kelihatannya sistem pemerintaan Kingdom Re-estize mirip dengan sistem pemerintahan kerajaan Inggris di masa lalu, maka ada lima tingkat gelar bangsawan yang digunakan dalam sistem pemerintahan kingdom atau kerajaan Inggris pada zaman dahulu Yaitu : Duke/Duchess, Marquess / Marchioness, Earl / Count / Countess, Viscount / Viscountess, Baron / Baroness.

“Kalau begitu, nona Albedo, perkenankan saya mengantar anda ke istana kerajaan. Ada kamar-kamar di ibukota kerajaan yang saya harap anda mau menempatinya untuk sementara. Ayah saya – Raja Ranpossa III menginjak usia renta, jadi dia menugaskan saya untuk menemui anda di gerbang ibukota. Saya harap anda mau memaafkan kami karena kurang sopan dalam hal ini.”

“Tidak apa.”

Senyumnya tidak berubah sama sekali.

Biasanya, Albedo harus berterima kasih kepada Pangeran. Namun, Zanack bisa dengan jelas merasakan siapa yang merupakan kelompok yang lebih tinggi dari sikap Albedo.

Zanack mengeluarkan keringat dingin di punggungnya. Ini karena dia mengerti bahwa membangun hubungan baik dengan mereka mungkin akan menjadi tugas yang sulit.

“...Ditambah lagi, kami biasanya akan membunyikan lonceng-lonceng untuk merayakan, tapi kesalahpahaman yang disayangkan antara negeri kita menyebabkan tragedi, jadi mohon maafkan kami karena tidak melakukannya. Dan lagi, rakyat biasa masih belum tahu kedatangan anda, jadi tolong bisa dimengerti.”

“Tentu saja, itu tidak masalah.”

Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh orang-orang jika mereka tahu seorang utusan Sorcerer King datang kemari. Oleh karena itu, jawaban Albedo merupakan suatu hal yang sangat melegakan.

Apakah sebaiknya aku berpikir aku berhutang budi padanya?

Zanack tidak sepenuhnya khawatir jika rombongan itu akan diserang oleh gerombolan orang yang marah. Death Cavalier itu – memang benar, siapapun yang ada disini mungkin sangat kuat, bahkan di dalam Sorcerous Kingdom. Dia bisa dengan mudah percaya bahwa masing-masing dari mereka setara dengan Gazef Stronoff.

“Kalau begitu, bolehkah saya bertanya sedikit?”

“Tentu saja! Saya akan menjawabnya selama saya mampu.”

“Kalau begitu, bisakah anda katakan kepada saya daftar kegiatan setelah kami tiba di istana kerajaan?”

“Ya! Pertama, ada makan malam yang dijadwalkan dengan saya sendiri dan seluruh keluarga kerajaan malam ini. Besok, kita akan mengunjungi theater di siang hari untuk melihat tari-tarian dan mengadakan pesta makan malam di malam harinya, dimana seluruh bangsawan dari Kingdom akan diundang. Hari setelah itu akan ada sebuah konser orkestra istana – setelah kita mulai melakukan negosiasi diplomatik.”

“Jadi begitu... kalau begitu, saya yakin tidak ada masalah jika kami memutuskan untuk berkeliling ibukota dengan bebas?”

“Tentu saja. Kami akan memilih para knight yang mumpuni sebagai pengawal anda.”

Meskipun ucapan itu sendiri berarti bahwa para knight akan mempertahankan mereka, itu juga memiliki arti untuk pengawasan, dan bahkan untuk mengikat mereka jika memang dibutuhkan.

“Bolehkah saya tahu jika ada tempat yang menarik bagi anda?”

Mereka harus sepenuhnya mengunci area tersebut untuk seharian, agar tidak mungkin bagi rakyat biasa pergi mendekati tempat itu.

“Tidak... tidak ada tempat yang secara khusus membuat saya tertarik. Karena saya tidak tahu lokasi mana yang layak dikunjungi di ibukota, bisakah anda menunjukkan pada saya dalam tur tersebut?”

“Saya mengerti. Saya akan membuat persiapan yang tepat.”

Albedo tersenyum saat dia mengangguk.

Part 3

Selama sebulan terakhir atau lebih, Philip merasa bahwa dia adalah salah dari orang terberuntung di dalam Kingdom.

Dia memagn tidak diragukan lagi yang terberuntung dari orang seperti itu, jika dia boleh mengatakannya sendiri. Namun, kerendahan hati adalah sifat yang baik. Disamping itu, mungkin saja adalah bangsawan-bangsawan lain yang lebih beruntung dari dirinya, jadi sebaiknya tidak usah berbicara terlalu tinggi.

Bangsawan – huh.

Philip mengencangkan senyum sambil merapikan pakaiannya.

Ini hanya kedua kalinya dia ikut dalam pesta bangsawan seperti ini. Tetap saja, mungkin dia harus mengatakan bahwa ini memang bisa diduga dari pesta makan malam yang diadakan oleh keluarga kerajaan – kemunduran tajam dari acara ini mengalahkan pesta yang sebelumnya dia datangi.

Pakaian formal dari tamu-tamu lain juga kelihatannya lebih mahal dari yang dipakai di pesta sebelumnya. Berapa harga dari pakaian mereka itu? Philip menatap pakaiannya sendiri, dan mulai merasa sedikit frustasi.

Saat dia membayangkan, bangsawan yang lebih tinggi kelasnya benar-benar memiliki pakaian yang luar biasa.


Wanita bangsawan di dalam gaun mewah mereka semuanya tersenyum, tapi apakah senyum itu menghinanya karena pakaiannya yang biasa? Philip pun mau tidak mau berpikir demikian, mesipun asumsi itu tanpa dasar. Ketika dia melihat sekelilingnya, dia membayangkan seluruh bangsawan di sekitar menertawakannya.

Itu semua karena aku tidak punya uang.

Jika daerahnya lebih kaya, dia akan bisa membeli pakaian yang lebih baik. Namun, daerah Philip tak pernah sekaya itu sejak awal. Bahkan pakaiannya sekarang dijahit buru-buru dari pakaian resmi kakanya. Hasilnya, pakaian itu merasa sedikit ketat di bagian bahu.

Yah, uangnya tidak cukup karena kepala keluarga sampai saat ini tidak berguna. Jadi ketika aku menjadi kepala keluarga selanjutnya, aku akan membuat daerahku lebih kaya.

Philip dilahirkan sebagai putra ketiga dari keluarga bangsawan.

Mirip dengan rakyat biasa, anak ketiga bukanlah individu yang disambut secara khusus oleh keluarga-keluarga kerajaan. Tak perduli seberapa kayanya keluarga itu dulu, membangi asetnya menjadi beberapa potong pastinya akan semakin melemahkannya. Oleh karena itu, semuanya akan diwarisi oleh putra tertua. Dalam hal ini, para bangsawan mengikuti prinsip dasar yang sama dengan orang biasa.

Mungkin sebuah keluarga yang lebih kaya mampu memberikan dukungan dana untuk putra ketiga. Mungkin mereka bisa mengandalkan koneksi dengan keluarga bangsawan lain dan menendangnya keluar. Namun, ini tidak bisa dilakukan oleh keluarga Philip.

Ketika putra tertua sudah menginjak dewasa – dengan kata lain, ketika peluangnya mati karena penyakit semakin besar berkurang – Philip yang merupakan putra ketiga tidak lagi diperlukan bagi keluarganya.

Apakah dia diberi sedikit uang lalu diusir keluar dari rumah keluarga? Atau mungkin dia akan dikirimkan untuk hidup dengan keluarga miskin dan bekerja seperti petani biasa. Dia hanya bisa melihat tragedi yang sedang menunggu dalam dua pilihan itu. Namun, keadaan ternyata tidak berjalan seperti itu. Malahan, dia sedang membuat debut di pesta dansa besar dari masyarakat.

Itulah kenapa Philip merasa dia beruntung.

Bagian pertama dari keberuntungannnya adalah kakaknya yang lebih tua, putra kedua, sekarang karena penyakit sebelum dewasa.

Karena kakak tertua – putra pertama – sudah menjadi orang dewasa kala itu, putra kedua, kakaknya yang lebih tua sudah tidak ada lagi nilainya. Ditambah lagi, keluarga mereka bukanlah keluarga yang kaya, dan mereka hanya bisa menggunakan tanaman obat sebagai ganti para priest untuk mengobatinya. Pada akhirnya, kondisi putra kedua semakin memburuk dan dia pun terlempar dari lingkaran fana.

Sampai titik ini, Philip sekarang diangkat menjadi posisi cadangan. Nilainya sudah meningkat dari seorang petani menjadi seorang kepala pelayan.

Keadaan seperti ini tidaklah aneh.

Namun, apa yang melontarkan Philip ke kelas yang lebih tinggi adalah hasil dari keberuntungannya yang selanjutnya.

Beberapa tahun setelah mencapai kedewasaan, sudah waktunya bagi kakak yang lebih tua dari Philip untuk mengambil alih kekayaan keluarga. Lalu, perang dengan Empire pun meletus. Jika seperti tahun-tahun sebelumnya, seharusnya akan berakhir dengan beberapa benturan dan goresan. Oleh karena itu, itu adalah jalan yang aman bagi kakaknya mendapatkan pengalaman tempur, dan keluarganya bisa membanggakana kenyataan bahwa mereka telah menyumbangkan orang untuk pertempuran tersebut.

Namun, kakaknya tidak kembali.

Dia telah dilahap oleh magic Sorcerer King, dan musnah dengan dua puluh petani yang pergi bersamanya.

Philip tidak bisa melupakan kegembiraan yang langsung dia rasakan ketika mendengar berita itu. Itu adalah kegembiraan yang sudah dia pendam sejak menjadi seorang cadangan.

Tubuhnya kakaknya hilang, dan begitu pula dengan sepasang armor full plate yang diwariskan dari leluhurnya. Tetap saja, itu bukanlah sebuah masalah besar. Ketika daerahnya tumbuh semakin kaya, dia akan membuat satu set armor untuk dirinya sendiri. Hal yang lebih penting adalah gelar pewaris kekayaan sudah berubah dari yang tidak bisa dicapai menjadi miliknya.

Waktunya sangat sempurna.

Jika kakaknya mati setelah mewarisi kekayaan keluarga, Philip akan menghabiskan waktunya menunggu sang keponakan tumbuh dewasa. Namun, karena kakaknya mati tanpa mengambil warisannya, kepemilikannya itu belum disepakati.

Seakan Sorcerer King telah keluar untuk mengatur semua ini bagi Philip.

Karena itu, Philip bakan merasakan niat baik kepada Sorcerer King yang tak perna dia temuis sebelumnya. Jika saja dia bisa menyampaikan rasa terima secara langsung kepada utusan Sorcerer King.

Ditambah lagi –

Benar sekali. Aku akan mengikuti keberuntunganku yang terus didapat. Bagaimana mungkin aku bisa melepaskan peluang yang ada di depan mata?

Hati Philip membara seperti api unggun.

Dia hanya berpikir bahwa ayah dan kakaknya adalah orang-orang bodoh setelah melihat apa yang mereka lakukan selama ini. Mengapa kalian tidak melakukan ini? Bukankah ini akan membawa lebih banyak keuntungan bagimu? Tentu saja, dia tak pernah mengatakan itu di hadapan mereka.

Itu karena tak ada keuntungan yang menetes kepadanya. Takkan ada prestasi apapun yang dimilikinya jika dia melakukan hal itu. Oleh karena itu, selama ini. Philip sudah memasak ide-ide untuk bagaimana dengan benar mengatur keluarganya dan menyimpannya dalam hati.

Aku akan biarkan bangsawan-bangsawan tetangga tahu aku layak mendapatkan gelar ini. Aku akan biarkan ayah tahu seberapa buruknya selera dia dalam memilih kakak, Menjual gandum dan sayuran kualitas bagus kepada pedagang-pedagang itu – tidak, apa yang harus kulakukan? Itu akan terlalu banyak menarik perhatian, dan bagaimana jika proposal revolusioner milikku dicuri oleh orang lain? Tetap saja, tidak ada uang tanpa berdagang. Aku harus menemukan pedagang-pedagang bermulut rapat dan bisa diandalkan – dengan kata lain, bukan pria itu.

Wajah Philip berubah saat dia mengingat wajah pedagang itu.

Ingatan tidak menyenangkan dari orang itu menutupi kegembiraannya karena mampu berdiri di aula yang megah ini.

Beraninya dia meremehkanku! Meskipun aku harus menahannya untuk sekarang, ketika aku sudah menemukan pedagang yang lebih baik di dalam ibukota, aku akan menendangnya keluar! Aku sudah memiliki koneksi sendiri!

Philip sudah menemukan koneksi bawah tanah sendiri selama berminggu-minggu di ibukota. Harga dirinya atas hal ini menyingkirkan perasaan tidak menyenangkan di hatinya.

Seperti yang kuduga dari diriku, aku sudah mendapatkan jalanku sendiri dan semuanya sudah terpetakan. Aku akan membuat daerahku kaya dan mendapatkan keuntungan besar. Orang-orang bodoh yang telah meremehkanku akan melihat siapa yang sebenarnya bodoh sekarang.

Saat Philip membayangkan masa depan emasnya yang megah, sebuah suara pria terdengar ke seluruh penjuru aula.

“Para hadirin! Saya persembahkan kepada anda pimpinan rombongan dari Sorcerous Kingdom, Albedo-sama!”

Saat ini, orkestra dari aula besar menurunkan instrumen-instrumen mereka, dan suasana pergaulan pun berhenti.

Menilai dari suaranya, kelihatannya pembawa acara baru saja mengumumkan bintang dari pesta makan malam yang diadakan oleh keluarga kerajaan.

“Albedo-sama bertindak sebagai tangan kanan dari yang mulia Sorcerer king di dalam Sorcerous Kingdom, dan mengomandoi posisi yang setara dengan perdana menteri sebagai Guardian Overseer. Albedo-sama akan menyambut kita sendirian sore ini.”

Sebuah suara wanita yang lembut berkata, “Huh, sendirian?”. Seorang bangsawan yang terlihat kaya berdiri di dekat wanita itu menegurnya dengan sebuah “Diam kamu.” Philip merasa terkejut dengan hal ini.

Datang sendirian memang bagus. Tapi tidak kukira orang seperti itu bertindak sebagai seorang utusan! Apakah Sorcerous Kingdom benar-benar memiliki harapan yang tinggi untuk Kingdom?

Saat Philip bertanya-tanya orang macam apa utusan itu, dia melihat ke arah pintu tempat pembawa acara itu berdiri.

“Kalau begitu, mari kita sambut pimpinan rombongan tersebut, Albedo-sama!”

Saat pintu-pintu besar itu terbuka, seluruh aula menjadi hening.

Seorang wanita yang seperti dewi berdiri di sana. Tubuhnya yang sempurna lebih cantik dari orang-orang biasa manapun, lebih cantik dari setiap pelacur di rumah bordil Kingdom, lebih cantik dari wanita manapun yang pernah Philip lihat di dalam hidupnya. Tentu saja, putri yang sebelumnya memang cantik, tapi Philip lebih memililh apa yang sedang dia lihat sekarang.

Pakaiannya juga cantik. Gaunnya yang platinum dihias dengan ornamen-ornamen keemasan, sementara separuh bawah gaunnya tertutup oleh apa yang kelihatannya seperti sayap hitam berbulu. Pantulan dari lampu magic di atas membuatnya seakan dia berkilauan.

Philip melihat ke arah wanita yang tadi bicara. Dia sedang berdiri di tempat dengan tampang bodoh di wajahnya.

Apa ini, apa ini. Apakah ini semacam wajah yang harus diperlihatkan oleh seorang pasangan bangsawan bernama? Kamu terlihat seperti rakyat jelata di jalanan.

Kegirangan yang dia raksan terhadap Sorcerous Kingdom meningkat tajam – hingga titik dimana cenderung menguntungkan – membuat kebahagiaan karena menang di hatinya meningkat tajam.

“Kami menyambut kehadiran anda, Albedo-dono.”

Ranpossa III bangkit untuk menyambut Albedo.

“Yang Mulia, saya sangat berterima kasih atas sambutan ini.”

Philip hanya bisa melihat sisi samping wajah Albedo, tapi ketika dia melihat senyum lembut Albedo, dia sangat yakin akan satu hal.

Dia cantik hingga tak bisa diungkapkan oleh kata-kata...

“Aku berharap anda mau memaafkanku karena duduk disebabkan oleh usiaku. Kalau begitu, para bangsawan dari Kingdom. Tamu utama kita sudah tiba. Hari ini, silahkan nikmati hingga sepuas hati kalian. Kalau begitu, Albedo-dono, aku harap anda menikmatinya pula.

“Terima kasih banyak, Yang Mulia.”

Sebuah senyum manis merekah di wajah Albedo.

Philip mengintip ke arah wanita bangsawan yang tadi, dan melihat bahwa dia menggumamkan sesuatu seperti “dia tidak merendahkan kepalanya” atau semacam itu. Philip menyingkirkan wanita bodoh itu dan ucapannya yang bodoh dan malahan memanjakan matanya ke arah kecantikan kelas dunia.

Dia membakar gambaran Albedo yang sedang bicara dekat dengan Putri Renner di dalam matanya.

Jika saja aku bisa membuat wanita itu menjadi milikku...

Philip mengerti bahwa itu adalah tugas yang sulit. Namun, ketika dia pikir-pikir lagi, itu bukan tidak mungkin.

Ketika keluargaku menjadi kaya, bangsawan lain akan mulai memperkenalkan putri mereka kepadaku. Semakin kaya aku nantinya, semakin baik gadis itu nanti. Bahkan putri itu, ataupun utusan itu bukanlah hal yang sulit!

Philip merasakan sebuah gelombang panas dari bawah tubuhnya.

Yah, bangsawan besar biasanya memiliki seorang selir atau tiga... yang terbaik adalah jika aku bisa menikmati dua wanita cantik itu bersamaan.

Philip melihat ke belakang dan ke depan antara Renner dan Albedo.

Philip cepat-cepat mengambil minuman dari tempat terdekat sebelum fantasinya semakin tak terkendali. Gawat jadinya jika hasratnya menjadi ‘mengeras’ disini. Sensasi dingin dari minuman yang mengalir ke bawah di tenggorokannya membantunya mendapatkan ketenangan.

Setelah dipikir-pikir, bagaimana mereka membuat es ini? Apakah dengan magic....

Satu-satunya orang di rumah Philip yang bisa menggunakan magic adalah para priest. Sementara mereka bisa menyembuhkan penyakit, mereka meminta uang untuk melakukannya. Mereka akan meminta pembayaran yang layak jika mereka harus membuat es.

Karena mereka berada di dalam wilayahku, aku akan membuat mereka menyembuhkanku secara gratis nantinya. Seorang rakyat biasa berani-beraninya menarik uang dari tuannya, betapa menggelikan itu!

Philip membuat catatan di otak tentang cara barunya dalam menghadapi para priest di masa depan.

Dia sangat menantikan bisa bekerja di daerahnya ketika dia kembali. Dia bisa membayangkan semua ide-ide briliannya dilakukan, menyemarakkan hidupnya dengan sinar keemasan.

-Oya?

Ketika dia menoleh lagi ke arah Albedo, Philip melihatnya sedang berdiri sendirian.

Ada banyak bangsawan di sekitar, tapi tak ada yang tahu bagaimana mendekatinya.

Sorcerous Kingdom huh.... Apa jadinya Kingdom setelah ini?

Philip tidak sepenuhnya peduli dengan apa yang terjadi kepada Kingdom, tapi akan akan menyusahkan jika mempengaruhi tanah miliknya.

Oleh karena itu-

Philip gemetar dengan ide yang baru saja muncul.

-Oi oi, jangan memikirkan hal yang seberbahaya itu. Hanya saja... yah, itu bukan gerakan yang buruk, ya kan? Bagaimana aku harus mengatakan ini... aku tidak percaya aku benar-benar memikirkan sebuah ide seperti itu...

Dia melihat ke arah samping dari wajah kesepian Albedo.

Tidak ada gunanya menjadi yang ketiga. Tidak ada gunanya menjadi yang kedua. Yang paling penting adalah menjadi yang pertama.

Utusan Sorcerous Kingdom kelihatannya seperti diasingkan karena tak ada yang bicara dengannya. Philip pernah membaca tentang bagaimana seorang gadis akan sangat rapuh dengan hal semacam ini.

Lakukan saja. Kamu harus membuat sebuah pertaruhan untuk bisa mendapatkan untung. Peluang untuk bangkit sudah datang karena semuanya sudah berubah. Aku adalah seorang pria yang beruntung, jadi aku seharusnya memanfaatkan keberuntunganku.

Keluarga Philip selalu terikat dengan fraksi, tapi mereka biasanya berada di bagian paling belakang dari fraksi itu. Hanya ada sedikit keuntungan yang bisa dia dapatkan dari keterikatan yang berlanjut untuk fraksi itu.

Lalu, dia mengingat beberapa ucapan yang pernah dia dengar baru-baru ini. Seorang wanita tuan tanah yang kurus pernah berkata, “Mengapa tidak membuat fraksi sendiri?”

Setelah membulatkan tekadnya, Philip meneguk segelas wine yang sedang dia pegang selama ini.

Tidak seperti wine yang dia minum di rumah. Rasanya tenggorokan dan perut seperti terbakar. Seakan didorong oleh panas yang terangkat dari perutnya, Philip melangkah maju.

“Albedo-sama, bolehkah saya bergabung?”

Berkat suara Philip, Albedo menyunggingkan senyum kepadanya.

Dia bukan tersipu karena wine yang diminum.

“Ara, bagaimana kabar anda-“

Alisnya mengkerut sejenak, seakan berpikir dalam-dalam. Philip langsung menyadari apa yang sedang Albedo cari.

“Saya adalah Philip.”

“Oh? Ah, Tuan Philip – tidak, Philip-sama. Senang bertemu dengan anda.”

“Sayalah yang seharusnya merasa senang, Albedo-sama. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi saya daripada menemani anda.”

Philip sangat waspada dengan suasana di sekitarnya yang terlihat berubah.

Satu kali tatapan sejenak memperlihatkan para bangsawan kelas tinggi yang bertampang terkejut.

Philip tidak bisa membendung kegembiraan di dalam dirinya saat dia menyadari seluruh mata di pesta makan malam yang diselenggarakan oleh keluarga kerajaan kearahnya.

Aku, aku sekarang, aku sekarang menjadi pusat perhatian!

Tidak dikira dirinya – yang hanya makan makanan dingin di masa lalu – sekarang menjadi fokus dari orang-orang yang berdiri di puncak Kingdom ini. Saat dia memikirkan hal ini, kegembiraan yang tidak terkira mengendalikan Philip.

Benar sekali! Aku adalah Philip! Lihatlah diriku! Lihatlah orang yang akan menjadi pusat figur dari Kingdom!

Philip memutar otaknya, lalu membuat pertaruhan terbesar dalam hidupnya.

Itu adalah, dia mengundang Albedo ke dalam acara yang akan diselenggarakan beberapa hari kemudian.

♦ ♦ ♦
·
“Dasar bodoh!”

Teguran itu memadamkan kebahagiaan Philip. Namun, di waktu yang sama, menyalakan api di dalam atinya. Itu adalah sebuah api yang kelihatannya melahap seluruh bahan bakar yang disembunyikan oleh Philip di dalam hatinya salam ini.

Philip terlihat memandang hina ke arah pria berambut putih di depannya.

“Aku tidak mengirimmu kesana untuk hal semacam itu! Dasar dungu!”

Philip menghela nafas saat ayahnya bertanya kepadanya tentang makan malam di istana kerajaan.

“Sejak awal, undangan ke makan malam yang diadakan oleh keluarga kerajaan tidak akan pernah datang ke rumah kita. Aku berusaha sekuat mungkin untuk bisa mendapatkannya agar kamu bisa mengucapkan terima kasihmu kepada Count dan bangsawan lain sambil memperkenalkan dirimu kepada mereka!”

Pesta makan malam keluarga kerajaan mengumpulkan orang-orang dari kedua fraksi. Ketika ini terjadi, kenyataan bahwa kepala sebuah keluarga telah berubah mungkin tidak akan muncul. Oleh karena itu, tak ada yang terlalu memperhatikan hal itu dan dia akan langsung diterima oleh yang lainnya. Setelah itu, ketika mereka diam-diam mengakuinya, akan sangat sulit bagi mereka untuk memprotes kenyataan itu.

Dengan kata lain, ayah Philip tidak percaya sama sekali dengan kemampuannya. Dia merasa bahwa jika dia mencoba untuk memperkenalkan diri kepada anggota lain dari fraksinya dengan sikap yang biasa, dia akan mengacaukan sesuatu.

Saat Philip menyadari ini, dia berusaha keras menekan rasa jengkel di dalam dirinya, dan mengeluarkan senyum palsu.

“Tidak, tidak ayah. Jangan terlalu bersemangat. Aku melakukan ini untuk rumah kita-“

“-Apa maksudmu ‘rumah kita’? Apa yang kamu lakukan benar-benar tidak masuk akal!”

Apa maksudnya dengan tidak masuk akal, Philip mengomel di dalam hati. Orang-orang lainnya penakut tanpa keberanian membuat gerakan, jadi mengapa dia tidak boleh mengambil langkah awal?

Apakah dia harus pura-pura bersikap sopan kepada para penakut yang tidak kompeten itu dan tetap di tempat menyedihkan ini sepanjang hidupnya?

“Ayah! Pikirlah sedikit! Meskipun jalan yang menggabungkan Sorcerous Kingdom dan Kingdom Re-Estize sangat lama, daerah kita berada di tengah-tengahnya! Jika Sorcerous Kingdom mengadakan perang kepada Kingdom, kita pasti akan ditarik dalam kekacauan ini. Oleh karena itu, kita harus membangun hubungan baik dengan Sorcerous Kingdom, bukankah begitu?”

“Kamu, dasar bodoh!”

Wajah ayahnya terlihat semakin merah dari sebelumnya.

“Mereka-mereka dari Sorcerous Kingdom yang brengsek itu telah membunuh kakakmu! Dan kamu ingin bekerja sama dengan mereka! Bukankah itu pengkhianatan terhadap Kingdom?!”

Memangnya kenapa, pikir Philip.

Karena Sorcerous Kingdom lebih kuat, apa yang salah dengan mengkhianati Kingdom? Yang dia butuhkan hanyalah bersumpah setia kepada Sorcerous Kingdom. Apa yang salah dengan yang lemah mengikuti yang kuat? Siapa yang punya hak menyalahkan dirinya karena itu?

“Apa yang sebenarnya kamu pikirkan?!”

Philip mau tidak mau akhirnya merasa frustasi dengan kebodohan sang ayah.

Kenyataan bahwa dia benar-benar harus menjelaskan hal yang sejelas itu membuat merasa sangat bodoh, Tetap saja, itu harus dikatakan.

“Sederhana saja, Ayah. Ini adalah untuk daerahk-“

Dia menelan ucapan “ku” saat dia memikirkannya. Cepat atau lambat itu memang benar, tapi untuk sekarang, tidak sepenuhnya miliknya.

“-daerah kita. Untuk melindungi rakyat kita. Sorcerous Kingdom luar biasa kuat. Lebih kuat daripada Kingdom. Oleh karena itu, tidaklah aneh jika mereka menyerang Kingdom. Ini adalah jalan keluar ketika waktu itu datang.”

“Cheh! Apa maksudmu dengan, jalan keluar? Apa yang dipikirkan oleh lord-lord tetangga ketika mereka mendengar apa yang telah kamu lakukan?!”

“Mereka tidak akan datang dan menyerang kita, tidak hari ini dan secepatnya.”

Banyak orang di dalam daerah Philip yang mati karena peperangan itu. Hal yang sama berlaku untuk tanah di sekitar. Oleh karena itu, mereka tidak memiliki kekuatan lebih untuk menyerang daerah Philip.

“Apakah kamu mempertimbangkan hal lainnya?”

“Hah?” balas Philip. Dia tidak tahu apa maksud ayahnya.

“Itulah kenapa aku bilang pemikiranmu dangkal. Kamu bertingkah seakan mimpimu sudah kenyataan. Ini adalah-“

“-Kurasa anda harusnya berhenti dulu disana sekarang,” sela pria yang sedang berdiri di belakang ayahnya selama ini.

Dia adalah kepala pelayan yang menemani ayahnya selama ini. Philip tidak suka dengan orang itu, yang tidak membiarkan siapapun melihat perasaannya. Dia adalah salah satu orang yang ingin diusir keluar oleh Philip setelah dia menguatkan posisinya sebagai pewaris keluarga.

Ayahnya berusaha membuat nafasnya di bawah kendali ketika dia mendenar ucapan dari kepala pelayan. Warna merah di wajahya berangsur menghilang, menyisakan sebuah wajah yang pucat dan anemia.

“...Haaaaah. Hah. Philip. Aku punya pertanyaan untukmu. Apakah kamu tidak tahu bermusuhan dengan bangsawan-bangsawan di sekitar?”

“Mereka tidak perlu ditakuti, tidak?”

Ayahnya membulatkan bahunya merasa kecewa. Respon itu memantik frustasi dan tidak enak di dalam diri Philip.

Apakah dia melewatkan sesuatu? Tetap saja, dia tidak bisa memikirkan apa itu.

“Banyak pemuda yang mati di dalam perang dataran Katze. Ini akan membuat segala macam masalah di dalam beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, bangsawan-bangsawan yang ada di sekeliling harus bekerja sama erat dalam hubungan yang saling menguntungkan. Daerah ini akan memproduksi makanan, daerah itu akan menenun pakaian. Tak ada yang daerahnya cukup besar untuk bisa menyanggah diri sendiri, ataupun memiliki uang sisa yang cukup. Di bawah keadaan ini, siapa yang akan membantu sebuah keluarga yang terus menghendaki kemurahan hati dari Sorcerous Kingdom?”

Keringat dingin keluar dari punggung Philip. Ayahnya ada benarnya.

“Kamu juga tahu itu, ya kan? Milik kita tidak menghasilkan apapun yang tidak bisa diproduksi oleh yang lain – kita tidak memiliki barang ekspor yang unik. Oleh sebab itu, mereka tidak masalah menendang kita keluar dari kelompok mereka.”

Philip memutar otaknya. Dia memiliki kepala yang bagus di atas bahunya. Seharusnya dia bisa menyangkal segalam macam tuntutan ayahnya yang bodoh.

“Itulah kenapa kita harus mengandalkan Sorcerous Kingdom, ayah.”

Ayahnya meminta Philip untuk meneruskan.

“ketika kita sudah mengikat hubungan dengan Sorcerous Kingdom, kita hanya harus buat mereka mendukung kita.”

“...Kalau begitu biar kutanya sesuatu. Jika kamu adalah seseorang dari Sorcerous Kingdom – tidak, jika kamu adalah raja dari sebuah negeri, dan sebuah desa dari sebuah negeri yang kamu ajak perang memintamu makanan, apakah kamu mau memberikannya kepada mereka?”

“Tentu saja, jika itu adalah aku, aku pasti akan melakukannya.”

“-mengapa begitu?”

“Bukankah itu sudah jelas? Dengan melakukan hal itu, aku akan menunjukkan pada semua orang bahwa aku adalah penguasa yang murah hati.”

“..Selain dari itu?”

“...Tidak ada yang lainnya.”

Dagu ayahnya seperti terjatuh. Dia pasti terkesan. Tetap saja, reaksi semacam itu sangat aneh. Lagipula, Sorcerer king pasti ingin dikenal sebagai penguasa yang baik, khususnya sejak Sorcerous Kingdom didirikan di E-Rantel dan area sekitar kota itu. Dia pasti akan membuat sebuah konsesi untuk membuat mereka diam.

“Begitukah.... jadi begitulah yang kamu pikir. Yah, jika itu adalah aku, aku pasti akan mengirimkan bantuan juga, agar bisa menciptakan casus belli untuk menyerang negara lain. Setelah itu, aku akan mengumumkan perang dengan Kingdom, di bawah alasan ingin membebaskan desa itu yang ditekan oleh Kingdom.”

“Tidak mungkin. Itu adalah harapan yang terlalu muluk. Disamping itu, penyebab semacam itu tidak akan berhasil sama sekali.”

“Benarkah, dan mengapa kamu bilang itu tidak mungkin?”

“Mari mundur sedikit. Mari kita asumsikan benar-benar seperti kata ayah. Bukankah itu adalah alasan yang lebih dalam agar kita bisa mempererat hubungan dengan Sorcerous Kingdom?”

“Kamu-“

Ayahnya sudah kehilangan kata-kata.

“Apakah kamu tidak bangga sama sekali sebagai bangsawan Kingdom?”

“Tentu saja aku bangga. Namun, akan lebih baik untuk memilikinya daripada dihancurkan, ya kan?”

“Itu adalah raja iblis yang membantai kakakmu dan banyak orang kingdom dengan magic mengerikan, ya kan? Apa ini raja yang akan kamu dukung.”

“Itu adalah perang, ayah. Apa bedanya jika mereka mati karena pedang atau mantra?”

“...Mengapa kamu sangat percaya sekali dengan raja dari Sorcerous Kingdom?”

Itu bukan kepercayaan, meskipun ada niat bagus disana. Yang lebih penting adalah, mereka semua hanyalah pion bagi Philip untuk dimainkan aga bisa meningkatkan nasibnya.

Sebuah pion! Benar sekali! Bagiku, bahkan Sorcerer King dari Sorcerous Kingdom, yang ditakuti oleh seluruh orang-orang kingdom, tidak lebih dari hanya sekedar pion di tanganku!

Philip semakin senang saat dia membayangkan dirinya memainkan sebuah permainan catur yang besar – dengan skala negara.

Tetap saja, memang wajar ayah khawatir. Oleh sebab itu, jika aku bisa membantahnya dengan mudah, hanya begitu saja kemampuannya... Meskipun, yang paling penting adalah mendiskusikan masalah itu dengan Albedo-sama di lain waktu kita ketemu.

“Aku sudah lelah dengan ini... Apakah kamu berterima kasih kepada Count di pesta makan malam? Aku bertanya apakah dia mengakuimu sebagai kepala keluarga baru.”

Itu adalah salah satu hal yang tidak bisa diterima oleh Philip.

Meskipun dia adalah kepala fraksi, mengapa dia harus membungkukkan kepala kepada seorang count yang tidak lebih dari orang luar?

Adalah hak prerogatif seorang keluarga untuk memutuskan pemimpin keluarga selanjutnya nanti. Tidak ada hubungannya dengan Count. Sekarang, mungkin jika Count mendukungnya ketika kakaknya tidak ada dan dia masih anak ketiga, membuatnya menjadi pewaris, dia mungkin akan berterima kasih karena itu. Namun, bukan begitu. Philip telah menerima posisi sekarang seluruh berkat keberuntungannya sendiri.

Dengan kata lain, tidak ada alasan membungkuk dan menjilat kepadanya.

Oleh sebab itu, Philip tidak pergi ke depan Count untuk merendahkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih. Namun, jika dia berkata begitu, ayahnya mungkin akan mulai ngamuk lagi. Ini adalah sebuah kebohongan demi kesehatan ayahnya.

“Tentu saja.”

“Begitu. Bagus sekali. Karena kamu sudah melakukan itu, seharusnya ada jalan. Ketika sudah saatnya, yang perlu kamu lakukan adalah meminta bantuan Count.”

Dengan selesainya hal itu, saat Philip mulai merasa tenang, kepala pelayang menyela lagi dari belakang.

“-Ada satu lagi masalah. Masalah yang disebutkan oleh Philip-sama di awal yang belum diselesaikan. Philip-sama berkata dia mengundang utusan Sorcerous Kingdom ke pesta dansa yang diselenggarakan oleh keluarga ini... apa yang harus kita lakukan dengan itu?”

“benar sekali, Philip! Apa yang kamu pikirkan? Keluarga kita tidak memiliki tempat untuk mengadakan sebuah pesta!”

Semua tuan tanah memiliki perkebunan di ibukota kerajaan.

Ada rumah-rumah kecil sebagai sampingan ketika mereka mengunjungi ibukota.

Tentu saja, rumah-rumah itu tidak sekecil rumah-rumah rakyat biasa. Rumah-rumah itu hanya digunakan beberapa kali dalam setahun, tapi juga merupakan simbol kekuatan bangsawan. Oleh sebab itu, rumah-rumah tersebut harus cukup besar untuk mengakomodasi rombongan para tuan tanah yang dibawa oleh mereka. Namun, rumah-rumah itu tidak seberapa besar untuk itu, dan interiornya tidak cukup besar untuk sebuah pesta.

Tetap saja, masalah itu sudah dibereskan.

“Tenang saja. Memang benar tanah kita tidak bisa menyelenggarakan acara seperti itu, tapi aku sudah berhasil menyewa tempat lain.”

“Ohh, jangan-jangan itu adalah milik Count?”

Philip mengelengkan kepalanya kepada kegembiraan samar yang muncul di wajah ayahnya.

“Tidak, itu adalah sebuah tempat miliki seseorang yang aku kenal di ibukota kerajaan. Nyonya tuan tanah disana bilang dia bisa meminjamkannya kepadaku. Kenyataannya adalah, aku bicara dengannya sebelum aku kembali, dan dia memastikan bahwa itu tidak apa.”

“Dan apa yang akan kita gunakan untuk membayarnya?”

Philip menghela nafas dengan pertanyaan kepala pelayan itu.

Jadi itu hal pertama yang dia tanya, huh.

“Itu semua gratis.”

“Gratis, kamu bilang?... Apakah itu mungkin?”

“Ya.”

Ucapan dari nyonya tuan tanah itu terngiang di ingatan Philip : “ Aku sangat memiliki harapan besar untuk masa depanmu, jadi aku akan berinvestasi kepadamu. Namun, aku harap kamu akan mengembalikan kebaikanku di masa depan.”

“Saya tidak yakin keberuntungan seperti itu akan jatuh kepada anda begitu saja... Apakah kamu tidak ditipu?”

Kemarahan membara di dalam diri Philip, tapi dia tahu bahwa ayahnya sangat percaya kepada kepala pelayan itu dengan mutlak, jadi dia belum bisa menyangkalnya.

“Aku akan berhutang budi, tapi karena aku berjanji akan mengembalikan hutang budi itu, tidak apa.”


“... jadi lokasinya sudah ditangani, tapi bagaimana dengan undangannya? Apakah kita akan minta Count untuk mengirimkannya?”

Apa yang sedang dia katakan, pikir Philip. Acaa ini dijalankan oleh keluarganya untuk meningkakan reputasi mereka. Mengapa, setelah berusaha mempersiapkannya sekeras itu, dia harus menyerahkan bagian yang paling menguntungkan kepada orang lain?

Jadi begitu cara berpikir otaknya yang seperti budak. Sayang sekali... Aku tidak ingin berakhir seperti dia.

“Tidak apa. Aku sudah meminta Nyonya tuan tanah yang meminjamkan tempat itu untuk membantuku dengan pengerjaan persiapannya. Tentu saja, aku akan memutuskan daftar tamunya.”

“..Tapi tetap saja, itu sangat tidak sopan tidak membiarkan Count memeriksanya. Belum terlambat untuk meminta bantuan Count sekarang. Ditambah lagi, apakah anda benar-benar tahu keluarga-keluarga mana yang harus diundang sehingga tidak menyebabkan sakit hati?”

“Aku tahu, sampai mana seharusnya, dan aku berniat untuk mengundang beberapa orang spesial kali ini. Nyonya tuan tanah itu sudah memberikan nama-nama mereka.”

“Kamu...”

Keraguan muncul di mata ayahnya.

“...Apakah kamu sudah dimanipulasi oleh ucapan Nyonya tuan tanah itu?”

“Ayah! Bagaimana mungkin ayah bisa berkata begitu? Aku yang memikirkan ide itu dan membuatnya terjadi! Memang benar aku harus meminjam bantuan untuk melakukannya. Tapi nyonya tuan tanah itu sudah setuju karena rencanaku memiliki manfaat setelah dia mendengarnya – itu artinya dia melihat rencanaku bisa berhasil, dan dia merasa bahwa aku bisa membayar harga yang pantas! Apa yang selama ini ayah pikirkan? Biasanya, ayah harusnya memberiku dukungan penuh sebagai kepala keluarga selanjutnya!”

Itu semua memang benar. Nyonya tuan tanah itu pernah berkata, “Aku akan dengan senang ati membantumu jika kamu memperbolehkan beberapa bangsawan yang dekat denganku ikut ambil bagian.” Karena mereka berdua memiliki hubungan yang saling menguntungkan itulah mengapa Philip pergi kepada sang nyonya untuk minta bantuan. Dia jelas sekali tidak sedang dimanipulasi.

Nyonya itu benar-benar berbeda dari Count yang mengendalikan ayahnya, mencuri seluruh gandum dan tidak menyisakan ayahnya apapun.

Ayahlah yang sedang dikendalikan, itulah yang ingin diucapkan oleh Philip.

“..Maafkan saya. Tapi bisakah anda mengatakannya kepada saya nama dari nyonya itu?”

Philip menekan kemarahannya. Lagipula, dia sedang berbicara dengan seseorang yang belum sepenuhnya memperlihatkan diri sebagai seorang budak. Dia harus membuka hatinya dan menerima semua ini dengan tenang.

“Namanya adalah Hilma Cygnaeus. Apakah kamu pernah mendengar nama itu sebelumnya?”

“Tidak, aku belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Bagaimana denganmu?”

Kepala pelayan tersebut menggelengkan kepalanya. Philip bangga bahwa dia berhasil kenal dengan seseorang yang bahkan ayahnya, yang sudah lama menenggelamkan diri di dalam kalangan bangsawan, tidak tahu.

“Aku akan meminta pendapat nyonya itu untuk masalah Count. Mungkin agak menyusahkan melewatinya begitu saja dan meminta bantuan Count malahan. Apakah ada hal lainnya, ayah?”

Ayahnya yang sudah kelelahan tidak merespon ini.

Meskipun dia masih tidak puas, Philip mulai menata rencana agar bisa berjalan. Langkah selanjutnya adalah mengirimkan undangan kepada utusan Sorcerous Kingdom, Miss Albedo, lalu memikirkan tentang bagaimana memperkuat posisinya dari sana.

Part 4

Sebuah aula megah memenuhi mata Philip, setara dengan ruang dansa di istana kerajaan – tidak, bahkan lebih baik dari itu.

Dia mau tidak mau memikirkan cara untuk memamerkan hal ini kepada yang lainnya. Memang benar, Hilma yang mengatur persiapan untuk lokasi ini. Namun, sebelumnya dia sudah menanyakannya kepada Philip: “Apakah saya harus mempersiapkan event ruangan dansa yang biasa, atau yang tak ada tandingannya? Yang terakhir akan membutuhkan balas budi yang lebih berat sebagai balasannya?” dan Philip memilih yang terakhir tanpa ragu.

Dengan kata lain, pesta dansa ini diatur oleh hutang budi yang harus dibayar oleh Philip – dengan kata lain, ini adalah sebuah event yang mewakili usaha yang sudah dikeluarkannya. Dan kemudian, ada banyak bangsawan yang berkumpul di sini karena dirinya.

Itu sempurna. Namun, karena hal itulah Philip merasa tidak senang dengan detil tertentu.

Dia telah memutuskan lokasi undangan – meskipun dia harus mengandalkan pengetahuan orang lain, keputusan terakhir masih adalah miliknya – dan segel lilin di surat itu miliki keluarganya. Yang lebih penting lagi, semua yang ada di sini untuk menemui utusan Sorcerous Kingdom. Dan Philip lah yang mengundang utusan tersebut kemari.

Dengan kata lain, dia adalah tuan rumah dan orang yang telah berusaha membuat hal ini terjadi, jadi dialah orang yang seharusnya menerima ucapan pujian dan anggukan rasa terima kasih. Mereka seharusnya berterima kasih kepada Philip karena sudah mengundang mereka ke acara seperti itu. Mereka seharusnya memuji keberaniannya karena sudah mengundang utusan Sorcerous Kingdom, yang tak berani didekati oleh siapapun.

Malahan, apa yang terjadi sekarang?

Orang pertama yang diajak bicara ketika mereka datang kemari adalah Hilma. Hanya setelah itu mereka datang menyapa dirinya. Ditambah lagi, mereka melakukannya dengan agak enggan, setelah Hilma menyebutkan nama Philip. Apa yang akan mereka lakukan jika Hilma tidak menyebutkan dirinya?

Karena Philip berhutang budi kepada Hilma, dia harus menerima kenyataan bahwa Hilma lebih bisa dikenal daripada dirinya. Namun, yang dia rasakan kepada para bangsawan itu adalah kejengkelan. Melihat kebiasaan masyarakat bangsawan, seharusnya jelas siapa yang harus mereka sapa dahulu.

Itulah kenapa kalian semua adalah orang-orang yang tak berguna, kelihatannya menerima saran Hilma adalah ide yang buruk.

Philip harus mengundang para bangsawan di sini dengan menarik kecerdasan Hilma.

Para bangsawan yagn dia pilih adalah kepala-kepala keluarga yang baru saja muncul berkat peperangan dengan Sorcerous Kingdom, atau mereka yang akan segera menjadi kepala-kepala keluarga. Dengan kata lain, orang-orang ini memiliki situasi yang mirip dengan Philip.

Alasan mengapa dia menerima saran Hilma karena tidak banyak orang yang berpikir seperti Philip. Jika tidak ada perubahan di dalam kepemimpinan keluarga, kelihatannya mereka semua hanya akan berpikiran buruk Sorcerous Kingdom.

Namun—

Apakah ada orang di sini yang berkompeten?

Philip melihat ke arah para tamu yang baru saja tiba, lalu berjalan ke arah Hilma.

Benar-benar tidak efisien, pikir Philip.

Para idiot yang memendam diri dalam pepohonan keluarga benar-benar bodoh. Itulah kenapa mereka mengacaukan urutan orang yang seharusnya mereka ajak bicara. Atau lebih tepatnya, bisa dikatakan tidak ada alasan lain untuk itu.

...Tetap saja, bukankah ini adalah hal yang bagus? Mereka tidak akan mampu memimpin karena mereka adalah orang-orang yang bodoh, ya kan? Jika ada seorang bangsawan di sini dengan otak yang lebih baik dariku, aku tidak akan mampu memimpin fraksi baru yang ingin kubentuk, dan sayangnya, keluargaku juga bukan keluarga yang kuat pula.

Ini mungkin akan menjadi peluang untuk dirinya. Karena ini adalah kesalahan mereka, Philip akan menganggap mereka berhutang kepadanya karena sudah tidak mengajak bicara dirinya terlebih dahulu, lalu dia akan mengumpulkannya di masa depan.

Saat dia sedang menyusunnya dengan tidak sabar, Hilma terlihat di depannya.

Dia adalah seorang wanita yang tidak lebih dari sekumpulan kulit dan tulang.

Tubuhnya yang kurus seperti orang sakit-sakitan membuatnya terlihat seperti sedang menderita penyakit yang parah. Dia mungkin dulunya cantik jika dia memiliki lebih banyak daging pada tulangnya, tapi itu sudah menjadi masa lalu.

“Philip-sama, kelihatannya seluruh tamu undangan sudah tiba.”

“Begitukah?”

Dengan kata lain, mereka semua melihat Philip sebagai nomer dua, pikir Philip. Dia mencoba menyembunyikan perasaan rendah dirinya, tapi Hilma kelihatannya sudah melihat itu.

Hilma pun tertawa kecil.

“Kelihatannya kamu seperti tidak puas.”

“Tidak, tentu saja tidak.”

Philip tersenyum. Dia seorang bangsawan – dia bisa menghadapi intrik semacam itu.

“Tidak usah berbohong. Saya adalah pendukung anda dalam hal ini karena saya juga akan mendapatkan untung dari itu, Philip-sama. Kita tidak boleh memiliki rahasia diantara kita.”

Ucapannya mengandung pujian.

Itu dia.

Hati Philip bergetar.

Ini adalah sikap yang benar bagi orang biasa yang seharusnya ditunjukkan kepada seorang bangsawan.

Dia akhirnya mengalami situasi yang lama dia dambakan, dan rasa tidak senang di dalam hatinya sirna seakan semua itu hanya bohong.

“Apakah ada masalah, Philip-sama?”

“Tidak... yah, setelah dipikir-pikir, aku tidak marah, cuman tidak tenang saja.”

“Apa yang membuat anda tidak nyaman? Apakah ada yang kurang? Jika demikian, apakah perlu saya persiapkan sebelum tuan utusan tiba?”

“Bukan seperti itu,” Philip berkata saat dia terpengaruh batuk. “Aku hanya tidak menduga orang-orang di sini begitu .. tidak spesial. Meskipun jika kita mengumpulkan semua orang ini ke dalam sebuah fraksi, aku penasaran jika mereka bisa bersaing dengan fraksi lain. Itulah yang membuat tidak nyaman.”

“Oh, jadi begitu.”

Hilma tersenyum.

Dia terllau kurus untuk bisa mengundang nafsu. Meskipun begitu, daya tariknya masi membuat dia menelan ludah.

“Tapi, bukankah memang begitu sehingga mereka membutuhkan kepemimpinan yang berhati-hati, Philip-sama? Saya harap anda mengingat daerah anda – apakah rakyat di sana sangat pandai?”

“Tidak-“

“Itulah kenapa mereka membutuhkan seorang pemimpin yang bijak, ya kan?”

“Ya, memang benar, itu benar sekali.”

“Jika itu adalah anda, Philip-sama, saya yakin anda akan mampu mengemudikan fraksi ini dengan baik. Saya juga akan menyediakan bantuan sebanyak mungkin yang bisa diberikan.”

“Karena kamu nantinya akan mendapatkan keuntungan dari itu, apa aku benar?”

“Tentu saja, saya membantu anda karena saya yakin bahwa saya akan akan mendapatkan keuntungan dalam melakukannya.”

Hilma tertawa kecil.

Kemarahan di hati Philip benar-benar telah pergi.

Semua yang dikatakan Hilma memang benar.

Philip berterima kasih kepada keberuntungannya karena mampu betemu seorang wanita seperti Hilma.

Dia memiliki kontak yang luas, kekayaan yang besar, dan memiliki akses dalam banyak hal hebat yang tidak bisa Philip dapatkan di dalam ibukota kerajaan. Penjelasannya mengapa orang sepertinya ingin mendapatkan balas budi dari dirinya juga sangat beralasan. Ditambah lagi, syarat pembayarannya pun juga sangat sederhana, itulah kenapa Philip merasa tenang dalam memanfaatkan Hilma.

“Jika kamu membantuku, aku akan membuatmu lebih kaya dari wanita lain.”

Mata Hilma sedikit melebar, lalu dia tersenyum gembira.

“Itu akan sangat membahagiakan saya. Saya akan senang sekali bisa memakai sebuah satu set kalung dengan permata yagn besar seperti kebanyakan wanita bangsawan. Kalau begitu, berusahalah dengan keras, Philip-sama.”

“Ah, serahkan itu kepadaku... kalau begitu, bolehkah saya menanyakan pertanyaan lain kepada pendukungku?”

“Ya, silahkan saja.”

“...Bolehkah aku tahu mengapa anda sangat langsing? Apakah ada hubungannya dengan masalah pada tubuh?”

Akan menyusahkan jika Hilma tidak bisa lagi mendukung dirinya. Bahkan jika para priest tidak bisa menyembuhkannya maka dia harus mencari seseorang untuk menggantikan Hilma, atau membiarkan dia menyarankan pengganti.

“Oh, ini bukan masalah berat.”

“Aku dengar beberapa pewaris wanita melakukan diet untuk menurunkan berat badan, apakah itu alasannya?”

Hilma tersenyum. Ini adalah pertama kalinya Philip melihat sebuah senyum yang menggelisahkan tanpa kata-kata.

“Bukan seperti itu. Kenyataannya, saya tidak bisa lagi makan makanan yang solid, jadi saya hanya bisa mengkonsumsi minuman, dan tidak bisa terlalu banyak pula... ya, Tolong, jangan khawatir. Saya akan menyuruh seseorang menggunakan magic healing jika memang benar karena penyakit.”

Suasana hati Hilma kembali normal, seakan tidak ada yang terjadi.

“Saya pasti tidak akan mati sebelum saya memperoleh keuntungan dari perkenala kita, Philip-sama.”

“Oh, ohhh, benarkah, kalau begitu bagus sekali. Namun... mengapa anda tidak bisa memakan makanan solid?”

Itu tidak lagin hanyalah statemen yang tidak berguna, tapi memiliki dampak yang mengesankan. Kelihatannya seakan seluruh emosi telah hilang dari wajah Hilma.

Perubahan itu lebih besar dari sebelumnya, dan itu membuat Philip risau.

“A, Apakah ada yang salah?”

“Ah, ahhh, maafkan saya. Saya hanya mengingat sesuatu.”

Hilma menutup mulutnya saat dia berkata begitu, dan dia terlihat sangat pucat.

“Ah- maafkan aku karena sudah membuat anda mengingat sesuatu yang tidak menyenangkan.”

Apa yang telah di lalui sehingga membuat tidak bisa makan makanan solid? Sementara saat ini dia sedang menikmati koneksi sosial yang luas dan kekayaan cukup untuk hidup dalam hura-hura, pasti ada waktu dimana dia tidak bisa makan dengan benar juga. Philip ingin mengorek lebih jauh hal itu, tapi mungkin itu adalah ide yang sagnat buruk.

“Philip-sama, saya yakin sudah saatnya memanggil sang utusan. Saya yakin jika anda menjadi orang yang menemaninya, semua orang pasti akan memandang anda dengan mata yang berbeda. Itu akan membuktikan bahwa anda adalah penggagas acara lebih baik daripada hanya beberapa ucapan – itu akan menunjukkan siapa orang yang paling berkuasa di sini.”

“Ohh! Memang benar, itu benar sekali.”

Karena Hilma muncul sendirian di pesta makan malam keluarga kerajaan, Philip mengira hal semacam itu adalah biasa. Jadi ternyata bukan. Philip pun malu tidak tahu hal itu, kemudian dia pun pura-pura lupa tetapi baru saja teringat.

“Semua orang pasti akan terkejut. Banyak orang yang tidak bicara dengan anda pastinya akan merasa gugup dan tidak tenang, Philip-sama.”

Sebuah tawa kecil yang sadis membangungkan hati Philip. Beberapa bangsawan di sini memiliki tempat lebih tinggi darinya dan memiliki daerah yang lebih luas dari dirinya. Ekspresi macam apa yang akan mereka tunjukkan kepada dirinya, dia yang pernah dianggap sebagai beban bagi keluarganya-

“Benar sekali, tidak baik juga membuat beliau menunggu. Aku akan menuju kesana.”

“kalau begitu, saya akan menyuruh salah satu orang saya menunjukkan jalannya kesana.”

Dipimpin oleh salah satu pelayan Hilma, Philip pun berjalan maju ke arah ruangan dari utusan Sorcerous Kingdom, Albedo.

Dia mengetuk pintu, lalu membukanya.

Apa yang dia lihat dari balik pintu itu adalah seorang wanita yang kecantikannya tiada tara.

Dia mengenakan gaun hitam legam, berbeda dari saat mereka bertemu di istana kerajaan. Bahunya yang tidak ditutupi apapun seperti batu pualam, ditambah kalungnya yang terdiri dari permata besar disambung bersama-sama, tidak terlihat jelek, malahan semakin menonjolkan kecantikannya.

Cantik sekali...

Philip tersipu sendiri.

“- kalau begitu, mari?”

“Ya. Izinkan saya menjadi pengantar anda.”

Philip menerima sebuah tangan yang terbungkus sarung tangan hitam, lalu membantu Albedo bangkit.

Sebuah keharuman dari sampingnya. Parfum macam apa ini, membuat jantungku terasa ringan. Meskipun Philip secara tidak sadar ingin membaunya, itu akan sangat tidak sopan.

Ketika dua orang itu berjalan berdampingan menuju ruangan dansa, berjalan dalam hening seperti ini membuat suasana serasa berat. Philip berusaha memikirkan sebuah topik yang tepat untuk diangkat, tapi ketika dia mendapatkan sesuatu, mereka sudah hampir tiba di tujuan mereka.

“Ada banyak bangsawan di ruang dansa. Semuanya berkumpul untuk melihat anda, Albedo-sama.”

Kelihatannya sedikit gegabah, tapi meskipun begitu mendapatkan balasan langsung.

“Apakah itu benar? Terima kasih atas bantuannya, Philip-sama.”

Albedo tersenyum lembut kepadanya, dan jantung Philip pun berdebar.

Mungkin ini salah, jangan-jangan dia mulai menyukai dirinya?

Dia adalah seorang pria yang akan segera berdiri di puncak fraksi besar. Sebaliknya, Sorcerous Kingdom memegang kekuatan militer yang luar biasa, tapi untuk sekarang tidak lebih dari hanya sebuah negara sebesar kota.

Ketika dibayangkan seperti demikian, Philip merupakan tangkapan yang lumayan.

Belum lagi, dia juga belum menikah.

“Setelah dipikir-pikir, apakah anda sudah menikah, Albedo-sama?”

Albedo terdiam. Philip telah melihat senyumnya yang lembut beberapa kali, tapi ini pertama kalinya dia melihat ekspresi itu pada Albedo.

Philip merasakan malu merambat ke atas dalam dirinya seakan menyadari bahwa dia sudah menanyakan pertanyaan yang tidak tepat.

“Pertanyaan yang aneh sekali, Philip-sama. Sayangnya, saya belum memiliki seorang partner untuk memenuhi hal itu, dan sayangnya saya masih sendirian.”

“Begitukah? Melihat kecantikan anda, saya mengira banyak calon pelamar yang datang dan terus bergantian, Albedo-sama.”

“Fufu – mengejutkan sekali tak ada pelamar semacam itu yang datang kepada saya. Tetap saja, penawaran tersebut akan sangat membingungkan, jadi menurut saya itu bukanlah hal yang buruk.”

“Begitukah...”

Sebelum Philip tiba di pintu, Philip meletakkan tangannya ke atas bahu harum Albedo, dan perlahan menarik Albedo ke arahnya.

Ada sebuah suara aneh gichiri. Philip melihat ke arah kanannya untuk melihat darimana asalnya.

“Apakah ada sesuatu yang terjadi?”

Keraguannya yang kecil menghilang saat Albedo menanyakan pertanyaan itu kepadanya dengan sebuah senyum di wajahnya.

“Tidak, bukan apa-apa. Kalau begitu, perkenankan saya.”


♦ ♦ ♦

Apa yang sebenarnya mata mereka lihat?

Bagaimana kelihatannya pemandangan ini bagi mereka para bawahan yang berpakaian mewah?

Hilma tertarik dengan jawaban dari pertanyaan itu.

Makanan kelas satu, pelayan kelas satu, peralatan kelas satu, musik kelas satu, dan bangsawan-bangsawan sampah kelas di bawah kelas tiga.

Kebanyakan orang yang berkumpul di sini adalah mereka yang tidak berguna dan buang-buang makanan, anak ketiga dan di bawahnya yang merupakan cadangan dari cadangan. Mereka dipaksa membungkukkan kepala mereka kepada dunia dengan berbagai alasan dan dipenuhi dengan kebencian.

Tampang di wajah mereka mengatakan semuanya.

Kebanyakan dari mereka mengungkapkan senyum gembira karena bebas. Kebanyakan dari yang lainnya dilahap oleh api hasrat. Bagi orang-orang ini, tempat ini adalah tempat dimana mereka bisa sepenuhnya memanjakan kesombongan mereka.

Namun sekali lagi, tempat ini memang sejak awal dimaksudkan sebagai tempat untuk memberi makan.

Masyarakat bangsawan di dalam Kingdom sekarang berada dalam keadaan ribut.

Sejak beberapa bulan sejak peperangan dengan Sorcerous Kingdom, tapi luka itu masih tersisa menganga besar dan tak bisa sepenuhnya sembuh. Beberapa fraksi menjadi hancur karena ini dan yang baru muncul untuk menggantikannya. Rumah-rumah bangsawan kelas atas digantikan oleh keluarga-keluarga yang dahulu merupakan peringkat rendahan.

Keributan saat ini di dalam Kingdom benar-benar merupakana peluang yang bagus bagi orang-orang yang tidak berada dalam fraksi manapun ini. Tidak, mungkin ini adalah kesempatan terakhir mereka. Jika fraksi-fraksi terbentuk lagi, mungkin mereka akan dibuang ke pinggiran sekali lagi.

Karena itu, pengumpulan ini adalah sebuah tempat untuk memberi makan raksasa bagi mereka.

Itu adalah salah satu tempat di mana ikan yang sedang lapar akan memancing ikan-ikan kecil ke dalam perut mereka.

Sebaliknya, apakah ikan kecil itu akan dimakan tanpa mereka sadari? Atau apakah mereka akan menyadari sesuatu dan dengan pandai memisahkan diri? Atau mungkin – akan ada bangsawan yang dipenuhi dengan nafsu dan akan membalik meja mereka terhadap pemangsa mereka?

Setelah mempelajari pemandangan ini selama hampir satu jam, Hilma menyimpulkan bahwa tidak ada bangsawan disini yang dianggap kelas satu, bangsawan yang ingin dia pancing dengan seluruh kekuatannya.

Meskipun begitu, Hilma tidak kecewa dengan hasil ini. Malahan, dia akan khawatir jika ada bangsawan kelas satu yang berjalan sendirian menuju tempat berbahaya seperti ini.

Hilma sangat berhati-hati ketika mengirimkan undangannya, tapi Hilma tidak menganggap dirinya sempurna. Pasti ada seseorang dari salah satu fraksi di sini.

Tetap saja, itu akan menari, pikirnya.

Semakin dia memberikan laporan yang lebih banyak, semakin besar nilainya akan meningkat. Ini bukanlah hal yang buruk baginya sama sekali.

Kalau begitu, sudah waktunya, ya kan?

Sudah satu jam setengah sejak pesta ini dimulai, jadi sudah waktunya.

Pekerjaan sebenarnya Hilma hanyalah permulaan.

--Itu menakutkan.

Kesombongannya yang sebelum ini hilang seakan tidak lebih dari hanya kebohongan belaka.

Mungkin sebuah istilah lembut seperti “menakutkan” tidak akan bisa mencakup teror sepenuhnya yang berkumpul di perutnya. Hilam berpikir untuk kabur dengan segala kekuatannya saat dia membayangkan neraka yang akan menunggunya jika dia membuat mereka tidak senang.

Tentu saja, jika dia benar-benar melakukan itu, dia pasti akan mengalami nasib yang akan membuat neraka itu sendiri seperti surga yang penuh kegembiraan.

Sebagai anggota dari Eight Finger, Hilma harus memerintahkan banyak perintah pembunuhan kepada para bawahannya. Dia juga memerintakan kepada agar orang-orang itu disiksa sebelum mereka dibunuh. Tapi dibandingkan dengan yang telah dilakukan oleh monster-monster itu, perintahnya dipenuhi dengan perikemanusiaan.

“—Hilma.”

Suara dari belakang mengagetkan dirinya, dan bahunya tersentak.

Ketika dia berbalik, dia melihat pria terbodoh di aula ini.

“Hm? Apakah ada masalah?”

“Tidak, Philip-sama, tidak ada masalah.”

Hilma menyembunyikan emosi yang sebenarnya dengan senyumnya. Diantara emosi-emosi itu ada kemarahan karena dikejutkan oleh sampah seperti dia.

“Albedo-sama ingin istirahat sekitar sepuluh menit, jadi aku datang untuk mencarimu.”

“Itu sangat beralasan, karena dia sudah bicara dengan tamu-tamu itu. Saya mengerti; kalau begitu, saya akan menemani Albedo-sama ke ruangan istirahat.”

“Benarkah? Kalau begitu, aku akan pergi juga.”

Apa yang dia katakan? Itu adalah balasan yang ingin Hilma berikan. Tidak, mungkin saja dia merasakan sesuatu.

Dengan sikap berhati-hati, Hilma meneruskan sikap pura-puranya.

“Rasanya akan lebih tidak usah melakukan itu.”

“Mengapa begitu? Aku tadi ada di samping Albedo sama sampai sekarang. Seharusnya tidak aneh bagi kami pergi sama-sama, ya kan?”

Sekarang, Hilma sangat yakin jika pria ini tidak mencurigai apapun.

Dengan kata lain, dia adalah orang yang bodoh diantara para idiot, orang tidak berguna tanpa pengetahuan ataupun sikap untuk menjadi seorang bangsawan.

“Saya takutnya jika seorang gadis ditemani ke ruang istirahat oleh seorang pria yang bukan suaminya, mungkin akan menyebarkan... rumor yang tidak tepat bagi kedua belah pihak.”

“Ahhh. Namun, aku berencana untuk segera kembali ketika aku tiba di sana.”

“Meskipun begitu, itu sangat tidak tepat. Saya mengerti kekhawatiran anda kepadanya sebagai penyelenggara acara ini. Namun, saya juga yang menyediakan lokasinya, jadi persilahkan saya untuk menerima tanggung jawab ini dan mengantarkan Albedo-sama ke tempat istirahat dengan selamat.”

“Ahhh...”

Kelihatannya Philip akan mengucapkan sesuatu, jadi Hilma menunggu dalam diam agar selesai.

Sebenarnya, dia ingin segera menyelesaikan ini. Sayangnya, si dungu juga merupakan tenaga penggerak perkumpulan ini. Dia tidak bisa terlalu tidak sopan kepadanya.

“Kira-kira apa yang harus kulakukan agar bisa menikahinya?”

“Haaaah?!”

Hilma benar-benar lupa untuk tetap bersikap pura-pura karena ucapan ini.

“Eh? Anda bilang apa?”

“singkatnya, cara agar bisa membuat Albedo-sama menikahiku.”

Yang benar saja?!

Hilma berusaha mati-matian melawan niat untuk meneriakkan ucapan itu. Dia hampir tidak percaya ada orang yang benar-benar sebodoh ini. Menurut informasi Hilma, orang yang dia kehendaki adalah tangan kanan Sorcerer King – dengan kata lain, seseorang yang memiliki posisi yang setara dengan perdana menteri. Tidak mungkin rasanya bangsawan kelas rendahan dari negeri tentangga benar-benar mengucapkan ucapan itu kepada seseorang seperti dirinya.

Mungkin jika dia bertanya menikahi Putri, Hilma mungkain akan sedikit berkurang keterkejutannya.

“Ahh, tapi, saya adalah seorang pria yang berhasil mengumpulkan banyak bangsawan ini pula. Kurasa aku tidak sejauh itu darinya, bagaimana menurutmu?”

Tanpa Hilma sadari, tenggorokannya mengkerut dengan erat.

Meskipun dia tahu hal semacam itu tidak akan turun di tenggorokannya, perasaan tidak enak dan teror akan trauma yang dia derita mendorongnya demikian.

Bukan, itu bukanlah hal yang bisa dianggap sebagai kalimat “trauma”.

Bagaimana jika orang itu mendengarkan kalimat itu, yang mana nilainya nol dalam daya tarik bagi wanita itu? Apa yang akan terjadi? Tidak apa jika hanya Philip yang harus menerima konsekuensinya. Tapi jika Hilma juga ikut dihukum, neraka hitam itu mungkin akan menunggunya.

“Ba, bagaimanapun, itu sulit sekali. Saya dengar dia memegang posisi yang setara dengan perdana menteri Sorceours Kingdom. Itu artinya, dia akan menjadi seorang duchess di dalam Kingdom.”

“Tapi bukankah Sorcerous Kingdom adalah negara kota yang sekecil kelereng?”

“Tidak, tidak, anda tidak bisa berbicara seperti itu.”

Ucapan itu, yang kelihatannya seperti mengejek Sorcerous Kingdom, membuat jantung Hilma berdegup kencang.

Memang benar dalam hal teritori, Sorcerous Kingdom tidaklah luas, bahkan jika ditambahkan dataran Katze. Namun, bukankah kekuatan militer mereka sangat jauh unggul? Tak perduli seberapa keras seseorang berusaha dalam hal perdagangan, diplomasi dan bidang-bidang lainnya, hubungan antar negara masih diputuskan dengan perbandingan kekuatan militer. Tidak perduli seberapa besar teritori dari sebuah negar itu, karena ketika negara itu kalah, itu semua akan diambil.

Jika Philip bahkan tidak mengerti kenyataan ini, maka bagaimana caranya Hilma bisa menjelaskan hal ini dengan cara yang bisa dimengerti oleh si bodoh ini?

Hilma berpikir dalam-dalam, tapi tidak bisa menemukan jawaban. Lagipula, kebijaksanaan dan kebodohan adalah dua sisi dalam koin yang sama.

Pada akhirnya, Hilma harus memberikan alasan untuknya.

“Itu tidak bisa dilakuka. Tidak ada kemungkinan wanita itu akan menikahi anda, Philip-sama.”

“..Tapi kukira suasananya sangat bagus. Bukankah kami berdua terlihat baik bersama-sama saat masuk?”

Jadi itu yang dia pikirkan, pikir Hilma dengan terkejut.

Jangan-jangan dia sedang mencoba untuk menarik orang-orang ke sisinya dengan berpura-pura dia memiliki dukungan Sorcerous Kingdom? Dia ini benar-benar sangat bodoh.. yang benar saja, tolong deh, Aku mohon padamu. Tolong jangan membuat orang itu marah.

Hilma merasakan sesuatu yang asam naik dari perutnya.

Namun, di waktu yang sama, dia ingin memberitahukan kepada dia ini rasanya seperti apa jika ada sesuatu yang menggeliat di dalam perutnya.

“...Mungkin saya terlalu banyak biara. Tolong biarkan saya mengantarkan Albedo-sama. Anda tetap saja di sini dan nikmatilah sebagai penyelenggara acaranya, Philip-sama.”

“..yah, karena memang seperti itu, mau bagaimana lagi. Saya akan serahkan Albedo-sama kepadamu.”

Aku pasti akan melakukannya tanpa harus kamu omongkan. Hilma merendahkan kepalanya, menjaga ucapan itu di dalam hatinya saja. Lalu, agar tidak lagi mendengarkan ocehan si bodoh itu, dia langsung menuju ke samping Albedo.

Albedo sedang bicara dengan seorang bangsawan. Dalam keadaan biasa, Hilma mungkin akan mengawasi suasana di sana dan memintakan izin untuknya. Namun, menghadapi orang tolol itu telah membuatnya kelelahan, jadi dia langsung memotong saja dan menyapa Albedo.

“Maafkan saya, Albedo-sama, kelihatannya sudah waktunya bagi anda untuk beristirahat.”

“Memang benar.... Maafkan saya, perkenankan saya beristirahat sejenak.”

Dengan membawa tangan Albedo, Hilma menuntun Albedo keluar dari ruang dansa.

“Fu~.... Ahh, menjijikkan sekali.”

Hilma menoleh saat dia mendengar suara dari belakangnya. Jika keadaan benar-benar seburuk itu, apa yang harus dia lakukan?

Saat Hilma menoleh, dia melihat Albedo mengusap bahunya dengan sebuah sapu tangan.

Mata Albedo bertemu dengan mata Hilma.

“Pria menjijikkan itu menyentuhku. Hanya satu orang pria di dunia ini yang boleh menyentuh tubuhku dengan tampang bernafsu... Sial. Si kotoran anjing yang tak punya otak itu...”

Ucapan Albedo ditemani oleh geretakan gigi. Tidak dikira wajah Albedo,yang biasanya menyunggingkan senyum ramah, benar-benar memperlihatkan rasa tidak senangnya dengan sangat terbuka. Apakah itu adalah sebuah indikator betapa tidak senangnya dia?

Hilma ragu-ragu. Apakah dia harus bicara dengannya? Atau apakah ini merupakan pembukaan terhadap hukuman baginya?

“..Apa yang harus kulakukan? Katakan sesuatu.”

“Ah, y-ya...” Hilma membalas saat jantungnya dipenuhi dengan teror yang tak terbandingkan. “Saya bisa memahami perasaan anda, Albedo-sama.”

“Ara, jika memang begitu.. bisakah kamu menyingkirkan makhluk itu lalu gantilah dengan manusia lain?”

“Jika itu memang kehendak anda, maka saya akan langsung mempersiapkan boneka lain untuk anda ikat, Albedo-sama.”

Albedo membuka mulut, lalu menutupnya lagi. Dia mengulangi tindakan itu berkali-kali.

Itu adalah saran yang sangat menarik, yang mana akan membuat siapapun ragu-ragu.

Oleh karena itu, tidak masalah apapun yang dia pilih. Hanya neraka yang akan menantikan pria tersebut. Tetap saja, apapun yang terjadi terhadap si bodoh Philip, bisa dikatakan dialah yang memintanya.

“Hu.. Tidak usah. Dia hanyalah gangguan biasa. Kebodohan orang itu sangat berkesan bagi para bangsawan di jamuan makan malam istana, jadi menggantinya sekarang adalah hal yang disayangkan... Hm, mungkin menyenangkan mengikutinya. Tapi kelihatannya tidak, mungkin saja tidak.”

Hilma mengingat percakapan barusan, fantasi liar dan ocehan dari pria yang benar-benar gila ingin menikahi Albedo.

Apa yang akan berubah jika dia mengatakan itu?

Tidak, itu terlalu menakutkan. Dia tidak beranir mengatakannya kepada Albedo. Lagipula, dia mungkin juga akan terkena getahnya pula.

“Dia tidak melakukan apapun, tapi percaya bahwa dia adalah satu-satunya yang spesial. Dia benar-benar sampai pada level tertinggi dari orang yang paling tidak kompeten.”

“Memang benar. Aku akan segera bisa menginjak-injaknya di tanah. Dia harus dihukum karena kejahatan telah menyentuh tubuhku, yang merupakan milik Ainz-sama, dengan tangannya yang kotor.”

Mereka tidak lagi berbicara setelah itu, ataupun bertemu orang lain. Hilma membawa Albedo ke ruangan tertentu.

Ketika dia tiba di ruangan itu, Hilma hampir pingsan karena kakinya melunak karena lega. Menangani wanita itu sendiri saja – orang kepercayaan dari raja iblis yang bakan bisa menundukkan Jaldabaoth itu – telah menguras stamina dirinya dalam jumlah yang sangat besar. Namun, tak mampu tetap berdiri adalah hal yang sangat dilarang.

Hilma mengumpulkan kekuatannya. Di dalam hatinya, dia bertekad untuk tidur selama seharian penuh setelah semua ini berakhir.

“Silahkan sebelah sini.”

Setelah Hilma membuka pintu, para pria yang sedang duduk di kursi di dalam ruangan tersebut semuanya bangkit bersamaan. Mereka semua sekurus Hilma. Mereka adalah rekan-rekan Hilma; lima cabang pemimpin Eight Finger dan pemimpinnya, total berjumlah enam orang.

Mereka juga adalah orang-orang yang paling Hilma percayai di dunia ini. Di masa lalu, mereka berselisih karena profit, tapi sekarang mereka tidak lagi berpikir demikian. Setelah mengetahui hubungan antara Jaldabaoth dan Sorcerous Kingdom, nasib mereka sekarang terhubung. Mereka tidak lagi punya pilihan selain bekerja seperti budak sampai negeri ini dimangsa dan mereka terbebas.

Teman-teman dekat dirinya ini menundukkan kepala mereka sedalam mungkin saat mereka melihat jelmaan terror yang sesungguhnya (Albedo). Rasa takut yang tak bisa mereka sembunyikan membuatnya sangat tampak di dalam bahu-bahu mereka yang gemetaran.

Hilma menutup pintu ruangan tersebut, lalu Albedo duduk di tempat yang paling tinggi di ruangan itu. Para pria dan Hilma tidak duduk, tapi tetap berdiri saat mereka menunggu perintah.

“Sekarang, perintah untuk kalian semua. Pindahkan segala macam barang ke Sorcerous Kingdom.”

“Kami mengerti, kami tidak sabar untuk segera melayani.”

Kepala divisi penyelundupan tidak sedikitpun membuang waktu untuk membalas. Bagaimana mungkin dia bisa terlambat membalas? Ketika mereka dipanggil seperti ini, satu-satunya balasan yang mungkin terhadap segala perintah yang diberikan adalah “Mengerti”. Tidak ada kata yang lain yang bisa menggantikannya.

Pimpinan divisi penyelundupan  telah kehilangan kekuatan dalam guild pedangan selama keributan Jaldabaoth, ketika sebagian besar kekayaannya telah dicuri. Meskipun begitu, ada keuntungan dalam posisinya. Ini karena transaksinya dengan para bangsawan yang ambil bagian dalam perang melawan Sorcerous Kingdom dilakukan sepenuhnya dengan uang tunai. Atau mungkin, akan lebih akurat dikatakan bahwa kekuatannya sekarang perlahan telah kembali setelah para pedagang – yang memperpanjang kredit kepada para bangsawan – sekarang tersiksa dengan pembayarannya.

“Yang kumaksud bukan itu. Yang perlu kalian lakukan adalah melakukan perdagangan dengan harga yang pantas. Setelah itu, kamu akan gunakan uang yang kamu peroleh untuk mengimport makanan untuk persiapan musim kelaparan yang akan datang di dalam Kingdom. Belilah bahan pangan yang tidak bisa dikeluarkan oleh pasukan kerajaan dengan tepat – tidak, mulailah dengan berdagang gandum di masa depan. Lagipula, Ainz-sama telah memulai produksi makanan dalam skala besar-besaran.”

Masa depan yang dimaksud oleh Albedo tentu akan datang, melihat kemerosotan yang besar dalam hal tenaga kerja.

“Saya mengerti. Saya akan segera menggerakkan para pedagang.”

“Ini sangat penting. Pastikan bahan-bahan itu dalam pengiriman pertama yang datang.”

Pria itu menerima selembar kertas dengan anggun dan hati-hati yang dilemparkan oleh Albedo.

“Ya!”

“Kalau begitu, ada berita apa dengan item-item magic?”

Pria lain kelihatannya seperti akan melompat di udara.

“Maafkan saya!”

Dia menekuk pinggulnya dan membungkuk sedalam-dalamnya sehingga kepalanya membentur meja, membenturnya dengan jumlah kekuatan yang mengagetkan.

“Bawahan saya saat ini sedang menyusup ke Guild Magician untuk melakukan investigasi mendalam terhadap mereka. Jika saya bisa diberikan waktu sedikit lagi – tidak, jika anda mau menerima laporan yang sedang berjalan, saya bisa menyerahkannya segera sekarang ini!”

“Lupakan saa, kalau begitu. Percepat tindakanmu. Ditambah lagi.. ya. Apakah kamu sudah memutuskan rekan baru? Jika sudah, kita akan bawa mereka pula untuk dibaptis.”

Rekan yang dibicarakan dimaksudkan untuk memenuhi kursi kosong dari Eight Finger sebagai kepala divisi yang baru.

Saat Hilma mengingat kembali apa harus ada di dalam pembaptisan itu sendiri, Hilma menelan kembali rasa ingin muntah. Ekspresi yang sama dari dirinya muncul di wajah rekan-rekannya, yang mati-matian mencoba untuk mengendalikan ekspresi wajah mereka.

Itu adalah sebuah ritual yang sangat keji yang mana menghancurkan semua semangat dan benar-benar menghapus segala firasat penolakan di dalam diri bawahan itu. Jika ada orang di ruangan ini yang disuruh harus menjalaninya lagi, tidak diragukan lagi mereka akan mulai menangis seperti anak-anak.

“Maafkan saya, tapi kami belum memutuskan,” kata sang Pimpinan.

Ini memang benar, dan juga bohong.

Alasan mengapa dia berkata demikian adalah karena divisi yang akan dipimpin oleh orang baru itu sekarang percuma. Kursi kosong milik kepala divisi keamanan dan perbudakan. Sudah jarang ada perdagangan budak, jadi hanya ada sedikit keuntungan memenuhi orang untuk posisi itu. Sedangkan untuk posisi keamanan, kebutuhan akan keberadaannya meragukan. Ditambah lagi-

“Tuan-tuan yang boleh kami pinjam telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Mungkin tidak masalah jika salah satunya berperan sebagai kepala divisi sendiri.”

Tuan-tuan yang dimaksud adalah undead yang dipinjamkan kepada mereka, masing-masing undead itu memiliki kekuatan yang sulit dipercaya.

Ketika mereka menyadari bahwa Six Arms sudah mati, sekelompok bawahan – para pemimpin yang dulunya adalah para worker – mulai merencanakan sebuah penggulingan kekuasaan dengan cara kasar. Sebagai hasilnya, mereka mengirimkan salah satu makhluk undead. Pada akhirnya, makhluk itu berhasil menghabisi hampir 40 orang tanpa membiarkansatu orang pun kabur.

Ada alasan lain untuk itu; yang sangat menggelikan ternyata. Itu karena tak ada seorangpun di sini yang ingin orang lain melalui hal yang sama dengan mereka. Tuan-tuan yang telah mengeras dari dunia bawah tanah ini yang mana bisa dengan tenang memerintahkan pembunuhan terhadap orang lain itu, tidak ingin membiarkan orang lain merasakan keputusasaan yang sama dengan mereka. Inilah cara mereka melindunginya.

“..Aku mengerti. Tidak apa selama organisasi bisa berfungsi seperti biasa. Kalau begitu, apakah kalian memiliki permintaan tertentu kepadaku?”

“Saya takut untuk bertanya, tapi kami menemukan bahwa para skeleton menghasilkan hasil yang luar biasa di pertambangan yang telah dimiliki. Jika mungkin kami ingin menahan mereka untuk sedikit lebih lama.”

“Hmm, tentu saja. Jika kalian bisa membayarkan biaya yang tepat, tidak ada masalah.”

“Saya sangat berterima kasih.”

Dahi dari pembicara itu mulai berkeringat banyak. Dia mengusapnya dengan sebuah sapu tangan yang sangat basah sehingga berubah warna.

Hal yang menakutkan dari Sorcerous Kingdom bukan hanya cambuk yang mereka pegang, tapi juga hadiah yang mereka tawarkan.

Mereka tidak mengambil semuanya seperti yang kuat lakukan terhadap yang lemah, tapi mereka melakukan bisnis seperti pedagang yang terlatih dan bermain sesuai aturan. Selama mereka tidak menunjukkan tanda-tanda pengkhianatan, mereka bahkan mungkin merasa tenang karena sudah dilindungi oleh makhluk yang sangat kuat. Tentu saja, jika peluang itu ada, mereka masih tetap ingin memilih kabur dari teror itu.

“kalau begitu, tidak  banyak hal lain yang ingin kukatakan di depan kalian. Aku yakin aku sudah menyebutkan ini sebelumnya. Tapi lakukan pekerjaan kalian untuk membantu Sorcerous Kingdom melahap Kingdom Re-Estize di masa depan. Untuk mempersiapkan hari itu, kalian akan dapat melakukannya dengan baik setelah memulai serangan dalam menjadi bisnisman yang sah.

“Kami mengerti!”

Mereka semua dengan gugup membungkuk kepada Albedo.

Tak ada satupun yang mungkin bisa menyangkal Sorcerous Kingdom melahap Re-Estize Kingdom. Karena monster-monster ini sudah membuat deklarasi mereka, hanya masalah waktu sebelum itu benar-benar terjadi.

Pada awalnya, mereka mempertimbangkan untuk meminta bantuan Blue Rose, Red Drop dan Darkness. Namun setelah mendengar kekuatan menakjubkan dari Sorcerer King, yang memasukkan Jaldabaoth sebagai bawahannya, mereka menyadari bahwa tidak ada harapan. Yang bisa mereka lakukan adalah merendahkan kepala mereka dan menunggu hari akhir datang.

“Oh benar sekali, benar juga-“

Hilma dan semua anggota lain gemetar.

“Ada satu hal lagi yang ingin kukatakan. Ada sebuah item magic yang aku ingin kalian temukan untukku dengan menggunakan jaringan informasi. Catata penemuan kalian dalam sebuah perkamen dalam interval yang teratur dan kirimkan kepada Albedo di Sorcerous Kingdom. Namun, aku tidak tau banyak dengan tampilannya, jadi seperti itu.”

“...Item magic seperti apa itu nantinya?”

“Itu adalah sebuah item magic yang bisa mengendalikan otak dari targetnya.”

“Mengendalikan otak... sebuah tongkat jimat atau semacamnya?”

“Tidak, rasanya lebih kuat. Aku mencari sesuatu yang tidak beredar di pasaran umum, sebuah item legendaris, atau setidaknya berita tentang itu. Kalian beritahu aku apapun yang kalian temukan, sekecil mungkin berita itu. Apakah kalian mengerti?”

Pengendali pikiran yang dia bicarakan adalah sebuah efek yang mengerikan.

Jelas sekali mengapa dia sangat berhati-hati dengan item itu, dan akhrinya mereka langsung menunjukkan bahwa mereka mengerti.


♦ ♦ ♦

“Tu-Tu-Tuan Putri!”

Pelayan membuka pintu itu dan langsung masuk, jelas panik.

Dia tidak mengetuk, yang mana adalah tindakan yang sulit dipuji, tapi malahan menandakan ada sesuatu yang telah terjadi dan membuatnya gugup hingga dia melakukannya.

Renner langsung tahu apa yang sedang terjadi. Namun, di depan para pelayan, Renner adalah seorang putri yang lugu. Karena itu, dia mengeluarkan kesan yang tidak tahu apa-apa dan menanyakan dengan suara yang mirip orang bengong:

“Ada apa?”

Mata si pelayan berkedut.

Kontraksi otot itu mungkin datang dari kemarahan yang ada di dalam dirinya. Mengapa si putri ini bodoh sekali sementara dirinya sangat khawatir?

Renner dengan malasnya meletakkan cangkir di lepeknya.

Suara saat Renner melakukannya kelihatannya telah membuat si pelayang terkejut hingga kembali sadar, lalu dia cepat-cepat bertindak.

“Te-Te-Tentang itu—“

“Tidak apa. Tidak apa. Tenanglah, ambil nafas dalam-dalam.”

Pelayan itu melakukan seperti yang dikatakan oleh Renner, mengambil nafas dalam-dalam untuk menormalkan kembali nafasnya yang kembang kempis. Setelah memperoleh ketenangan, Renner bertanya, “Apa yang terjadi? Apakah ada demon lagi?”

“Ti-Tidak, bukan itu. Tuan utusan dari Sorcerous Kingdom berkata dia ingin menemui anda, Renner-sama!”

“Apakah seorang wanita?”

“Benar, seorang wanita yang sangat cantik!”

Pertanyaan Renner seharusnya aneh, karena hanya ada satu wanita diantara utusan Sorcerous Kingdom. Jika seseorang menekan dirinya untuk hal itu, mereka mungkin akan bertanya-tanya apa maksudnya. Namun, pelayan itu saat ini sedang bingung, dan menjawab jujur.

Yah, tidak apa, pikir Renner. Semakin bodoh hal yang dia lakukan, semakin besar reputasi yang dia bangun agar bisa digunakan. Lagipula itu semua hanyalah settingan.

Climb sedang berdiri di sampingnya. Armornya berbunyi dalam merespon.

Dia pasti tidak bisa mengikuti apa yang sedang terjadi.

Tindakannya yang menggemaskan, seperti seorang anak anjing yang lucu, membuat hati Renner dipenuhi kejutan yang lembut.

Tidak mungkin dia bisa tahu mengapa utusan itu kemari menemui Renner. Dia sudah melihatnya menyapa Renner. Meskipun begitu, melihat dia hanyalah putri ketiga – yang tidak lebih dari hiasan saja – tidak akan membawa manfaat apapun untuk Sorcerous Kingdom. Setidaknya, itulah yang sedang dipikirkan oleh Climb.

Renner tersenyum hangat di hatinya.

Apa yang mereka bilang tentang anak-anak yang semakin lucu jika mereka semakin bodoh memang sebagian besar benar. Atau lebih tepatnya, mereka dicintai meskipun memiliki kekurangan itu. Yah, mungkin itu benar tak perduli bagaimana kamu melihatnya.

Jika seseorang selain Climb melakukan ini, emosi lain akan muncul.

Meskipun Renner didorong oleh hasrat ingin melihat mata bersinar dari Climb selamanya, dia harus menahannya sekarang. Setidaknya, sampai saat dia ditutupi oleh permen manis yang enak itu.

“Mengapa tepatnya Albedo-sama ingin bertemu denganku?”

Memiringkan kepalanya yang rapuh itu sangat penting. Dengan melakukannya sebuah reaksi negatif akan muncul dari pihak yang khawatir. Keefektifannya telah terbukti setelah beberapa kali dicoba.

Dan memang benar, api kecil berkobar di dalam pupil pelayan itu.

Itu adalah api amarah. Di waktu yang sama, armor Climb mengeluarkan suara lembut.

Dia pasti merasakan perasaan si pelayan dan mengira ada sesuatu. Tapi suara itu segera berhenti, lalu dia kembali ke posisinya yang tegak dan terkunci.

Menggemaskan sekali.

Dia memang seperti seekor anak anjing yang bingung apakah akan melangkah maju atau tidak, agar bisa melindungi tuan putrinya.

Karena itulah akan lebih baik untuk tidak bergerak jika Renner tidak tahu. Pelayan tersebut merupakan pewaris keluarga baik-baik, dan tak perduli apapun yang dikatakan oleh Climb, satu kata kepada orang tuanya dan Renner mungkin akan berada dalam masalah. Climb mungkin berpikir demikian.

Climb mungkin sedang menangis di dalam hati, karena dia sangat percaya kepada Renner. Jika saja dia bisa memiliki didikan yang baik, hal semacam ini tidak akan terjadi.

Renner menahan hasrat untuk menoleh melihat ke arah Climb, yang sedang berdiri di belakangya. Ini karena pelayan yang menyela dengan membuka mulutnya untuk bicara:

“Saya tidak tahu alasannya, hanya saja dia ingin bertemu dengan anda.”

“Begitukah... Albedo-sama adalah seorang wanita juga, jadi mungkin saja pembicaraan para gadis... apakah tentang makeup?”

Renner menanyakan pertanyaan itu dengan cara yang lugu – atau mungkin cara yang sama sekali tak ada otaknya.

“Saya tidak tahu tentang itu pula. Kalau begitu, bolehkah saya bawa dia masuk?”

“Tentu saja boleh!”

Setelah balasannya yang pura-pura senang, Renner menoleh ke arah Climb.

“Hmmm~ Climb, maafkan aku, tapi karena ini adalah masalah diantara para gadis, bisakah kamu melangkah keluar dari ruangan ini untuk sementara?”

“Saya mengerti.”

Sayang sekali, tapi mau bagaimana lagi. Climb tidak perlu tahu hal yang menjengkelkan. Yang perlu dia tahu adalah melihat Renner dengan matanya yang indah.

Ketika Albedo masuk ke dalam kamar, hanya ada satu orang di dalam.

Albedo memiliki empat tujuan ketika datang ke ibukota kerajaan.

Pertama adalah masalah perpindahan barang-barang. Kedua adalah untuk menciptakan sebuah casus belli. Ketiga adalah untuk membuat pondasi tujuan pribadinya. Keempat adalah untuk membuat perjanjian dengan pemilik ruangan ini.

Tidak, menyebutkan sebagai perjanjian tidak sepenuhnya benar. Ini lebih seperti sebuah hadian.

Albedo melangkah maju menyeberangi kamar itu dan duduk tanpa menunggu si pemilik kamar memberikan izin.

Lalu, dia melihat ke arah gadis yang sedang membungkuk di depannya dengan kepala tertunduk, dan berkata:

“Kamu boleh mengangkat kepalamu.”

“-Ya.”

Gadis yang dipanggil Renner itu mengangkat wajahnya.

“Kamu telah melakukan pekerjaan yang bagus.”

“Terima kasih banyak, Albedo-sama.”

“Ara~”

Albedo kelihatannya sangat tertarik dengan reaksi Renner, yang benar-benar tidak seperti yang dia tunjukkan selama ini.

Ini adalah Renner yang dibicarakan oleh Demiurge.

Dia telah mengkhianati keluarganya, garis darahnya dan rakyatnya, tapi tidak ada sedikitpun penyesalan di wajahnya. Dia adalah manusia, namun bukan juga. Mungkin dia adalah heteromorf secara spiritual. Otaknya memahami yang baik dan jahat, tapi hanya itu. Dia adalah tipe yang tidak terikat dengan ikatan remeh seperti moralitas, tapi yang bekerja dengan tenang menjalankan tujuannya sendiri.

“...Sebagai hadiah atas usahamu, aku membawakan sebuah hadiah dari Ainz-sama.”

Albedo mengulurkan tangan ke udara, lalu menarik item yang diberikan oleh tuannya untuk disimpan.

Itu adalah sebuah box yang memiliki beberapa lapis segel. Tidak mungkin bisa membukanya tanpa memenuhi kondisi tertentu.

“Ini...”

Saat si gadis menerimanya dengan terima kasih, Albedo menatapnya dengan tatapan dingin, seakan gadis itu tidak lain adalah kelinci percobaan.

Memang benar, dia adalah seekor kelinci percobaan. Tapi karena itu, kedua pihak memiliki tujuan yang sama.

“Saya sangat berterima kasih sekali. Tolong sampaikan kepada yang mulia, Ainz Ooal Gown-sama.”

“Itu aku berjanji kepadamu. Aku yakin aku tidak perlu sia-sia bermain kata dengan item lain yang kamu inginkan?”

“Tentu saja. Saya akan menerima anugerah itu ketika saya sudah mengirimkan balas jasa yang tepat. Tidak ada yang lebih menyenangkan dari itu.”

Gadis itu tersenyum.

Itu adalah senyum yang sangat indah.

Itulah kenapa dia bertanya:

“..Meskipun dengan membuka kota itu bisa memenuhi keinginanmu, bisakah kamu membukanya?”

Apa yang akan dipikirkan oleh penghuni lain dari Nazarick jika melihat Albedo menunjukkan kekhawatirannya terhadap manusia biasa? Meskipun begitu, jika harapanya memang benar-benar terkabul, maka bisa dianggap sebagai tugas persiapan baginya untuk menaikkan status setara dengan Guardian Area. Dengan begitu, sangat bisa dipahami menunjukkan kekhawatiran terhadap seorang kandidat untuk posisi bawahan.

“Ya, Albedo-sama. Persiapannya sudah dimulai.”

“Benarkah sekarang. Kalau begitu, pastikan mereka selesai sebelum kami menyerang.”

“Saya Mengerti, Yang Mulia.”

Saat gadis itu menundukkan kepalanya lagi, sepasang mata muncul di dalam bayangan.

Shadow Demon yang bersembunyi merayap keluar dan merendahkan kepalanya beserta si gadis.

Albedo menganggap apakah perlu atau tidak meminjamkan bala bantuan lebih kepadanya, namun pada akhirnya dia memutuskan untuk tidak menyebutkannya.

Jika tindakan si gadis diketahui sebelum Sorcerous Kingdom menyerang Re-Estize Kingdom, itu artinya tidak ada nilainya memasukkan gadis itu ke dalam Nazarick.

Dengan kata lain, semua ini adalah ujian.

“Kalau begitu, mari kita singkirkan formalitas di sini.”

Kelihatannya ada sebuah perubahan dalam nada Albedo, lalu ada ekspresi mengejutkan di wajah Renner.

“Mengakhiri pertemuan sekarang akan terlalu terburu-buru. Apakah ada sesuatu – mari kita ngobrol kalau begitu. Baiklah, silahkan duduk. Bisakah kamu ceritakan kepadamu tentang anak anjingmu itu?”

Albedo disambut dengan senyum penuh satu wajah.


“Saya akan senang sekali, Albedo-sama. Ditambah lagi, jika boleh, bisakah anda katakan kepada saya tentang Yang Mulia pula?”

Berlangganan via Email