Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord - Volume 4 - Chapter 5

The Freezing God - Dewa Pembeku

Part 1

Markas utama Ainz adalah adalah benteng yang Aura sedang bangun - tempat yang dikunjungi oleh Cocytus kemarin. Suara samar-samar dari pengerjaan bangunan masih bisa terdengar di kejauhan.

Ketika mereka memasuki sebuah ruangan, Victim yang mengikuti di belakang tanpa bersuara sejak tadi berkata kepada Ainz.

"emoh gniog m'I ,syug uoy wercS.. (Kalau begitu, izinkan saya untuk berpisah disini."

"Terima kasih atas kerja kerasmu. Tolong lindungi lantai satu Nazarick hingga kami kembali."

"amabO sknahT... (Sesuai perintah anda)."

"[Portal]"

Victim pergi ke pintu kegelapan yang dibuka oleh Ainz - dengan tujuannya adalah lantai satu Great Tomb of Nazarick.

Setelah berpisah dengan Guardian yang mampu mengaktifkan skill untuk mencegah penggunaan jurus yang kuat dan mematikan, Ainz mengalihkan perhatiannya ke ruangan. Di waktu yang sama, dia bisa merasakan Aura yang sedang menundukkan wajahnya.

Dia pasti melakukan sebaik mungkin untuk memberikan Ainz sambutan yang megah. Bekas-bekas yang menunjukkan usaha yang patut dihargai di ruangan ini bisa terlihat dimanapun, tapi memang masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Nazarick. Aura mungkin merasa malu karena ini.

Tidak seburuk itu.

Bagi Ainz yang hanya seorang karyawan kantoran, dia tidak keberatan. Ruangannya di Nazarick juga tidak terlalu buruk, tapi yang mengganggunya adalah ruangan itu yang terlalu mewah. Kenyataannya, dia merasa santai dan nyaman disini.

Aku ingin ruangan dengan delapan tatami. Aku harus menemukan sudut untuk mempersiapkannya. Oh, aku harus memuji Aura dan menyampaikan rasa puasku terhadap kerja kerasnya.

Jika seseorang tidak berbicara tentang kepercayaan, rasa terima kasih dan perduli, mereka tidak akan sukses.

Ainz teringat sebuah kalimat yang dia lihat terbingkai di lemari pajangan CEO ketika mengunjungi perusahaan. Dia tidak tahu siapa yang menciptakannya, tapi itu adalah kalimat yang hebat. Rasanya seperti perkataan dari seorang bos yang ideal.

Kamu harus menunjukkan rasa terima kasihmu. Orang-orang tidak akan berusaha menjadi yang terbaik jika tidak ada hadiah.... Semacam itu?

"Maafkan aku Aura, karena bersikeras menggunakan tempat ini. Tidak usah menghiraukan detilnya, aku sangat memuji atas apa yang telah kamu selesaikan. Jika ini dibuat olehmu, maka ini sama bagusnya dengan Nazarick."

"...Ya."

Mata Aura sedikit melebar. Aku seharusnya lebih menghiburnya. Meskipun Ainz ingin melakukan itu, tak ada ucapan yang lebih baik yang muncul di otaknya, jadi dia menutupinya dengan mengamati sekeliling sekali lagi.

Aroma kayu segar masih berkumpul disini.

Biasanya, daripada tempat ini yang tidak memiliki pertahanan sama sekali, kembali ke Nazarick tidak diragukan lagi lebih aman. Tanpa magic pertahanan, ini seperti rumah kertas. Tapi disisi sebaliknya, Ainz memang menggunakan dirinya sebagai umpan untuk memancing keluar ikan yang lebih besar.

Ada jarak yang besar antara danah dengan tempat ini, jadi mereka yang bisa mengejar kemari - jika memang ada - pastinya adalah pemain YGGDRASIL, atau orang-orang setingkat itu.

Itu artinya bahwa tujuan dibangunnya tempat ini adalah untuk memancing musuh yang menyasar Nazarick untuk menunjukkan diri mereka.

Itu adalah tindakan yang bahaya, tapi Ainz merasa resikonya sepadan untuk memperoleh tujuannya.

Mereka masih tidak muncul. Jangan-jangan... rencananya gagal? Lagipula, apa itu?

"...Aura, aku ingin bertanya kepadamu. Benda apa itu?"

Tatapan Ainz berhenti ke arah sebuah kursi putih yang ditempatkan sendiri di dalam sebuah ruangan. Sandarannya dibuat tinggi dan mengagumkan. Dibuat dengan sangat baik dan tak berlebihan jika menyebutnya sebagai karya seni. Jika dia mengabaikannya makan akan timbul masalah.

"Sedikit datar, tapi saya telah mempersiapkan sebuah singgasana."

Yang menjawab dengan percaya diri adalah bawahan yang mengikutinya - Demiurge. Itulah yang aku pikirkan, Ainz berkata kepada diri sendiri di dalam otaknya dan bertanya lebih jauh.

"--Tulang apa yang kamu gunakan?"

"Tulang dari berbagai macam binatang buas. Bagian terbaik adalah dari binatang buas seperti Griffon dan Wyvern."

"...Oh.. begitu."

Itu adalah singgasana yang dibuat dari banyak tulang belulang. Tidak terdapat di dalam daftar logistik yang mereka bawa dari Nazarick, jadi itu adalah sesuatu yang dibuat Demiurge di luar. Tak perduli bagaimanapun dia melihatnya, tengkoran manusia atau demi-human juga pasti digunakan. Memang terlihat putih sekali tanpa sedikitpun noda darah dan daging padanya, tapi masih terasa ada noda darahnya.

Memang sedikit menjijikkan, duduk di benda itu sama seperti duduk di jarum yang empuk, membuat Ainz ragu. Tapi bawahannya telah bekerja keras mempersiapkannya, sulit untuk ditolak. Apakah ada alasan lain yang bisa dia gunakan agar tidak menyebabkan protes...

Ainz menjentikkan jarinya setelah berpikir tentang itu.

"...Shalltear. Aku akan memberikan hukuman atas apa yang telah kamu lakukan sekarang. Benar sekali... Aku akan menghukummu agar malu."

"Ya!"

Shalltear yang tiba-tiba disebut sedikit terkejut.

"Berlututlah dengan kepala menunduk di sebelah sana, dan letakkan tanganmu ke lantai."

"Ya!"

Shalltear berjalan ke tempat yang ditunjuk Ainz - yang mana adalah ruangan tengah dan melakukan apa yang diperintahkan dengan wajah bingung.

Ainz berjalan ke arah Shalltear dan duduk di punggungnya.

"...Ainz, Ainz-sama!"

Shalltear yang terkejut hanya bisa menghembuskan nafas sambil berbisik 'Hans-sama'. Dia gemetar dan kaku karena ketakutan ketika Ainz duduk di punggungnya.

"Kamu sekarang adalah sebuah kursi, mengerti?"

"Ya!"

Ainz mengalihkan tatapannya dari Shalltear yang suaranya semakin menjerit, kepada Demiurge.

"---Maaf Demiurge, tapi ini harus kulakukan."

"Ternyata begitu! Menakjubkan! Menggunakan Guardian sebagai sebuah kursi! Ini adalah sebuah kursi yang dibuat khusus untuk Supreme Master! Seperti yang diduga dari Ainz-sama. Saya tak pernah terpikirkan tentang itu!"

"Be, Begitkah.."

Dihadapan rasa hormat yang berkilauan yang ditunjukkan oleh Demiurge, Ainz mengalihkan wajahnya, tak mengerti mengapa Demiurge tersenyum cerah. Setelah itu, seorang wanita cantik berkata kepada Ainz dengan senyum yang menakjubkan.

"Maafkan hamba Ainz-sama. Saya permisi daulu. Saya akan segera kembali."

"Kamu perlu sesuatu Albedo? Silahkan, lakukan saja."

Setelah berterima kasih kepada Ainz, Albedo meninggalkan ruangan. Langsung, sebuah teriakan seorang wanita 'Hyaaaaaaaaahhhh!', dan suara dinding yang dipukul dengan ganas bisa terdengar, dan seluruh benteng terlihat bergetar.

Setelah satu menit atau lebih, Albedo kembali ke ruangan tanpa berkata apapun dan menyunggingkan senyum seperti biasanya.

"Saya telah kembali, Ainz-sama. Oh ya, Aura. Aku tidak sengaja menabrak dinding ketika aku meninggalkan ruangan. Kelihatannya sedikit rusak, bisakah kamu perbaiki nanti? Aku minta maaf."

"Ah, ermmm... Okay, aku akan memperbaikinya."

Ainz menelan kalimat yang ingin dia katakan dan menghela nafas. Dia memfokuskan tatapannya yang kemana-mana dan terpaku kepada tongkat yang mengeluarkan aura teror.

Tongkat asli Ainz Ooal Gown tidak dibawa kemari, ini adalah sebuah replika- sebuah prototipe replikasi dari senjata guild. Dibuat dari bagian yang diambil dari bagian terdalam di ruangan harta, itu adalah properti yang terlihat hampir sempurna dari luar.

Guild akan jatuh jika senjata guild dihancurkan, jadi senjata tersebut tidak bisa dibawa keluar dengan seenaknya. Tongkat itu dititipkan kepada Guardian Cherry Blossom Zone (Zona Sakura) di lantai 8 untuk dilindungi sekarang ini.

Kami memang berhasil membuat pencegahan jika cincin kami dirampok, tapi tidak mudah menemukan tempat itu... untuk mengujinya...

Saat Ainz berpikir demikian, Shalltear tiba-tiba gelisah, menggeser dirinya agar Ainz bisa duduk lebih nyaman. Ini membuat Ainz melihat ke bawah yaitu belakang kepala Shalltear dengan peasaan tidak enah yang aneh.

Nafas Shalltear semakin tidak karuan.

Pasti berat baginya. Di bawah Ainz adalah punggung ramping Shalltear yang terlihat berusia empat belas tahun. Seorang pria dewasa yang sedang duduk di punggung gadis cilik. Menyadari betapa mesum, memalukan dan kecil hal itu, Ainz merasa dia mungkin sudah keterlaluan.

Shalltear adalah NPC yang dibuat oleh temannya di masa lalu. Bahkan Peroronchino tidak akan memperlakukannya dengan kejam seperti ini. Tindakan ini sama dengan menodai ingatan dari teman masa lalunya. Bodoh sekali menganggap ini sebagai menghukum diri.

Menyiksa Shalltear seperti ini... tidak bisa dimaafkan.

"Shalltear, apakah sakit?"

Ainz berencana untuk bilang 'Jika memang begitu, ayo kita sudahi'. Shalltear melihat ke atas dengan wajah bersemu merah dengan sabar, ekspresinya penuh dengan kesenangan.

"Tidak sakit sama sekali! Ini seperti sebuah hadiah!"

Dia terus-terusan mengeluarkan nafas panas yang tersimpan di dalam tubuhnya, memantulkan wajah Ainz pada matanya yang berkilauan. Lidahnya yang basah mengusap bibir-bibirnya, memantulkan cahaya genit sekali. Dia menggeliatkan badannya seperti seekor ular.

"...Hnngh!"

Ainz berhasrat ingin segera pergi.

Dia hampir menyerah karena hasrat ini.

Tidak, aku tidak boleh melakukan itu.

Dia sedang menghukum Shalltear, tapi kesalahan Ainz sejatinya adalah kesalahan Ainz. Itulah kenapa dengan menahan diri untuk tidak bangun adalah hukuman bagi Ainz.

Ainz menghancurkan emosi rumit yang mengalir di dalam dirinya.

Dia mencoba sebisa mungkin untuk mengabaikan kursi yang telah terengah-engah dan menggeliat. Tapi dia tidak bisa menahan teringat Peroronchino, betapa mesumnya ini.

"...Kalau begitu, kita menuju topik yang serius. Apakah kita telah mengintimidasi mereka?"

"Saya rasa sempurna sekali, Ainz-sama."

"Benar sekali, lihat saja wajah-wajah lizardmen itu."

Ainz tersenyum lega setelah mendengar apa yang dikatakan oleh para Guardian. Sebenarnya, tidak mungkin bisa tahu perubahan ekspresi dari lizardmen. Mereka mungkin lebih dekat dengan manusia daripada reptil, tapi ekspresi wajah mereka berbeda sama sekali dari manusia.

"Begitukah. Kalau begitu fase pertama untuk membuat mereka takjub dengan kekuatan sudah berhasil."

Ainz menghembuskan nafas lega.

Dia menggunakan magic Super-tier (Magic tingkat Super) 'The Creation' yang hanya bisa digunakan empat kali dalam sehari. Jika itu tidak berhasil, tak ada lagi yang bisa dilakukan.

"Demiurge, berapa lama yang dibutuhkan untuk mencari tahu dengan pasti seberapa besar area yang beku?"

"Kami telah mulai melakukannya, tapi progresnya lambat karena areanya lebih luas dari yang diduga. Tolong beri kami waktu lagi."

Ainz menghentikan Demiurge yang akan berlutut. Ainz menutup mulutnya dengan jari yang tinggal tulang itu dan berpikir. Area yang terkena efek lebih lebat dari yang diduga berarti termasuk berhasil dalam istilah percobaan magic.

'The Creation' adalah magic tingkat super yang bisa merubah medan itu sendiri. Di YGGDRASIL, magic itu digunakan untuk melindungi diri dari panasnya gunung api atau dinginnya tanah yang beku.

Masih mungkin untuk menunjukkan kekuatan mereka tanpa magic tingkat super.

Tidak ada hubungannya dengan perkembangan ini, Ainz selalu ingin melakukan percobaan untuk menentukan area yang terkena akibatnya. 'The Creatiion' adalah magic yang memiliki area efeknya luar biasa besarnya. Tapi tidak jelas apa akibatnya di dunia luar.

Di YGGDRASIL efek mantra bisa disebut dengan 'Area', tapi seberapa besar 'Area' di dunia ini? Ainz ingin mencari tahu. Jika bisa menutupi seluruh daratan, makan akan sangat terlalu besar.

Demikian pula, membekukan seluruh danau memang terlalu berlebihan. Ketelitian harus diambil ketika memakai magic tingkat super.

"Aura, bagaimana jaringan keamanannya?"

"Ya! Kami telah mengerahkan undead yang diperintahkan oleh Ainz-sama untuk mengamankan area dengan radius dua kilometer. Tapi tak ada tanda-tanda apapun yang spesial sejauh ini. Saya juga telah mengirimkan monster-monster yang memiliki spesialisasi dalam pengamatan untuk berpatroli dalam area sebesar 4 km, tapi kami tidak melihat hal apapun yang mencurigakan."

"Ternyata begitu.. Musuh mungkin akan sembunyi dari pendeteksian saat mereka semakin dekat, bagaimana dengan tindakan pencegahan terhadap hal itu?"

"Tidak ada masalah. Dengan kerja sama Shalltear, kami telah mengirimkan undead yang ahli dalam pengintaian."

"Bagus sekali."

Aura tersenyum gembira setelah Ainz memujinya. Ekspresi murungnya telah hilang tanpa jejak.

"Kita telah menunjukkan diri hingga seperti ini, mengapa orang-orang yang menggunakan World Class Item (Item Kelas Dunia) terhadap Shalltear melakukan gerakan?"

Ainz bertanya lagi di bawah tatapan semua yang hadir, tapi tidak mengarahkan pertanyaannya kepada siapapun secara khusus.

"Mengapa mereka tidak melakukan pengintaian pada Nazarick dan tempat ini?"

"Jangan-jangan mereka mengintai kita dengan World Class Item yang tidak bisa kita deteksi dengan cara biasa?"

Ainz memiringkan kepalanya untuk membalas pertanyaan balik dari Demiurge.

"....Aku memang mempertimbangkan kemungkinan ini, itulah kenapa aku menggunakan Momon...Jika mereka benar-benar menggunakan World Class Item kepada kita, mereka tidak akan bisa mengamati Momon yang juga memiliki World Class Item. Itulah kenapa aku berasumsi mereka akan menggunakan cara fisik seperti pengintaian untuk mengawasi kita...Mereka mungkin juga menggunakan magic surveillance (pengamatan). Tapi itu berarti adalah cara yang tidak biasa..."

Ainz menyadari Guardian di sekelilingnya terlihat bingung, itu artinya penjelasannya tidak cukup jelas.

"...Bagaimana aku harus menjelaskannya... Di masa lalu, kami memiliki sebuah tambang yang bisa menghasilkan tipe logam yang langka. Saat kami memonopoli suplainya, harga pasar untuk itu langsung meningkat dan beberapa orang mulai merencanakan untuk merampok kami. Item yang mereka gunakan waktu itu adalah 'Ouroboros'. Itu adalah World Class Item kelas atas yang dikenal sebagai salah satu dari 'The Twenty' (Dua Puluh)."

Ainz menyipitkan matanya.

Dia marah sekali ketika dia baru saja dirampok, tapi mengingat balik, itu adalah bagian kenangan yang manis. Meskipun mereka dihabisi dan menjatuhkan banyak item langka.

"Kurang ajar sekali! Mereka berani merebut teritori yang dikuasai oleh Supreme Being?! Tidak bisa dimaafkan! Tolong beri kami perintah untuk menyerang balik!"

Mendengar betapa marahnya Albedo membuat Ainz mengalihkan pandangannya.

Dia bisa melihat rasa permusuhan dan nafsu membunuh yang dikeluarkan oleh seluruh Guardian, bahkan Demiurge yang biasanya tenang menunjukkan senyum yang seram. Bukan hanya itu, bahkan Mare yang menyimpan ekspresinya tidak bisa menutupi hasratnya untuk menyerang. Ainz tidak bisa melihat wajah Shalltear karena dia sekarang sedang menjadi kursi, tapi dari kekakuan tubuhnya, tekadnya telah tersampaikan kepada Ainz dari belakang.

"Tenanglah! Ini semua adalah masa lalu sekarang."

Ainz mengangkat tangan untuk menenangkan para Guardian. Mereka terlihat lebih tenang, tapi mereka masih merasa tidak stabil seakan magma yang mengalir di bawah permukaan. Untuk merubah topiknya, Ainz melanjutkan apa yang dia katakan.

"Musuh menggunakan Ouroboros untuk menghentikan kami masuk ke 'Dunia' dimana tambang itu berada. Mereka mungkin menggunakan kesempatan ini untuk mencari di sana dan mengambil tambang. Ketika segelnya terbuka, kami masuk ke dalam dan hanya menemukan tambang yang telah dikuasai."
TL Note : 'Dunia' yang dimaksud adalah ketika masih ada di YGGDRASIL yang terdiri dari sembilan dunia yang diambil namanya dari mitologi Nordic kesembilan dunia itu adalah :  Asgard, Álfheimr, Vanaheimr, Niðavellir, Midgard, Jötunheimr, Niflheim, Helheim and Múspellsheimr.

Dalam percobaan buru-buru untuk mengambil kembali tambang tersebut, sekitar separuh anggota guild tewas setidaknya sekali. Ainz menahan kalimat itu dan tidak mengeluarkannya keras-keras.

"Aku akan menuju topik utama. Aku menyebutkan bahwa kami dilarang masuk ke 'dunia' itu, tetapi orang-orang yang memiliki World Class Item masih bisa masuk ke 'dunia' itu. Oleh karena itu, tidak mungkin mereka mengawasi kita bahkan dengan world class item terkuat."

Saat Ainz mendengar bawahan-bawahannya yang merasa tercerahkan, dia masih ragu apakah ini memang benar.

Kemungkinannya memang tinggi, tapi tidak ada bukti untuk membuktikan bahwa ini memang benar.

Ketika menggunakan 'Conflict of the Five Elements' (Konflik Lima Elemen) yang mana juga merupakan salah satu dari 'The Twenty' seperti 'Ouroboros', perusahaan game mengirimkan pesan kepada pemilik World Class Item. Disamping permintaan maaf, mereka juga mengirimkan sebuah item sebagai kompensasi. Isi dari permintaan maaf itu adalah : "Penyandang World Class Item, seharusnya, anda diperkecualikan dari segala perubahan dunia. Tapi pekerjaan untuk mempertahankan data anda sambil kami mengupdate server adalah hal yang menantang. Oleh karena itu, kami tidak memiliki pilihan lain selain menganggap ini adalah kasus pengecualian saat kami mengupdate server."

Sehingga, tidak mungkin mereka bisa bertahan terhadap ini. Tapi peristiwa itu adalah pengecualian dari biasanya.

Terutama World Class Item yang bisa bertahan dari magic pengamatan. Percuma jika item itu tidak bisa melindungi Nazarick dari World Class Item lainnya.

"Dan itulah kenapa aku kira musuh akan mendekati Momon... Tapi mereka yang mendekatinya adalah ibu-ibu yang membawa bayi yang baru lahir dan para petualang."

Mereka meminta Momon untuk mengusap kepala bayinya untuk memberikan berkah kesehatan dan kekuatan kepada mereka. Para petualang meminta jabat tangan dan berharap mereka bisa semakin kuat, tapi tak ada yang ingin bicara dengannya secara pribadi.

Itulah kenapa Ainz mengekspos dirinya dengan pertahanan yang lemah kali ini, menunggu musuh mebuat gerakan.

Tidak memberi World Class Item kepada Cocytus juga merupakan bagian dari rencana. Ainz berencana untuk menggunakannya sebagai umpan untuk memancing musuh keluar. Kelihatannya memang menakutkan karena musuh tidak diketahui, dan mereka bisa saja sudah mempersiapkan rencana perncegahan yang tepat setelah yakin siapa musuhnya.

"Mengenai masalah ini... Bolehkah saya berbagi pendapat saya?"

"Apa itu, Albedo?"

"Ya, seperti yang Ainz-sama jelaskan, rencananya adalah memaksa keluar musuh. Jangan-jangan lawan enggan mendekati kita karena mereka juga beroperasi di bawah kegelapan, seperti kita?"

....Ah.

"Tidak masalah, Albedo, aku sudah mempertimbangkan kemungkinan itu."

Dia tidak melakukannya. Ainz berasumsi bahwa musuh juga berpikir sama sepertinya, mencoba untuk mengumpulkan informasi tentang dirinya.

...Benar-benar kesalahan. Apakah aku salah sejak awal?

"Permisi, dan juga..."

Albedo-san, tolong berhentilah - Ainz menangis di dalam hati. Dia merasa seperti seorang kandidat yang sedang mengulas naskah pertanyaan setelah ujian dan menyadari jawabannya salah.

"Tentang mengeluarkan informasi bahwa Shalltear telah dikalahkan dengan item..."

"Ya, itu yang aku laporkan kepada guild, itu adalah untuk mencegah orang-orang ketakutan karena Momon menjadi terlalu kuat. Kristal magic penyegel kelihatannya adalah item yang langka disini, pasti sulit menghancurkan kristal hanya untuk bereksperimen. Membuat kristal tidak stabil dan menggunakannya untuk mengalahkan Shalltear adalah cerita yang lebih meyakinkan, dan orang-orang akan semakin berkurang kewaspadaannya terhadap Momon."

"Anda memang benar. Bagi orang-orang yang berpikir bahwa kristal penyegel adalah barang langka, ini bukanlah metode yang buruk."

Cara bicara Albedo yang berputar-putar membuat Ainz merasa tidak enak.

"...Tapi jika pihak lain memiliki banyak kristal seperti Ainz-sama, bukankah situasinya akan berbeda?"

"...Hmmm? Ah, itu maksudmu."

Ainz membuat ekspresi cerah, tapi tidak mengerti sama sekali.

Memangnya kenapa jika pihak lain memiliki beberapa kristal penyegel? Memang nyata jika magic yang tersegel adalah hal yang berharga di dunia ini. Apakah Albedo khawatir jika kristal itu akan hancur ketika dipakai untuk uji coba?

Tapi kelihatannya bukan hanya itu saja.

Sebuah perasaan sangat tidak enak berkelebat di otak Ainz. Dia ingin Albedo menjelaskan lebih jauh, yang mana membuat Ainz membenci diirnya karena bertindak sombong sebelumnya.

Apakah tidak apa bagiku sebagai penguasa dan memutuskan peraturan dari Nazarick? Apakah aku mengemudikan sebuah kapal menuju gunung tanpa tahu?

Ainz merasa ingin kabur.

Dia tidak tahan beban sebagai penguasa yang dia rasakan berkali-kali - sebuah beban yang semakin berat ketika menghadapi kegagalan - Ainz terus komplain di hatinya.

Tetapi dia tidak bisa melakukan itu. Karena dia telah mengambil nama Ainz Ooal Gown, dia tidak bisa membuang ciptaan-ciptaan dari teman-temannya - Para NPC dan harta-harta di Great Tomb of Nazarick. Yang lebih penting lagi dia tidak ingin menjadi orang tua yang membuang anaknya.

Aku juga khawatir apakah kalian akan mengkhianatiku, membuangku atau menyerah denganku. Namun, aku akan bersikap sebagai Ainz Ooal Gown yang sesuai dengan harapan kalian dan layak menjadi kepercayaan kalian.

Dan begitulah, Ainz membuat ekspresi yang dia praktekkan di depan cermin dan berkata dengan pose yang penuh kepercayaan diri sebagai seorang Maharaja.

"Tidak masalah, aku mengerti mengapa kamu merasa tidak enak."

Ainz lalu melihat sekelilingnya.

"Albedo... silahkan berbagilah kekhawatiranmu dengan Guardian lain."

"Ah, ya! Jika lawan memiliki banyak kristal seperti Ainz-sama... Seseorang yang tahu akan keberadaan kristal itu, mereka akan bisa mengetahui bahwa informasi ini adalah palsu. Mereka akan yakin bahwa Shalltear tidak dikalahkan oleh kristal - meskipun mereka tidak tahu apakah Shalltear sudah dalam kekuatan penuh, pengguna World Class Item akan berasumsi bahwa Momon sekuat Shalltear. Mereka lalu akan menyimpulkan bahwa warrior misterius Momon yang muncul tiba-tiba di E-Rantel adalah seseorang yang bahaya ya kan? Mereka mungkin juga akan mencurigai bahwa Shalltear mungkin ada hubungannya dengan Momon..."

"...Albedo, dan para guardian, bagaimana menurut kalian tindakan musuh selanjutnya?"

"Maafkan hamba. Saya rasa jika musuh ingin menentang Ainz-sama, mereka akan menyebarkan rumor Momon yang bekerja sama dengan vampir meskipun tidak ada buktinya. Mereka tidak ingin Momon mendapatkan ketenaran lebih banyak lagi."

Urghhh - Ainz mengerang di dalam hatinya.

Bagian dari tujuan pergi ke E-Rantel adalah untuk mengumpulkan informasi, tapi tujuan utamanya adalah meningkatkan ketenaran dari persona Momon - dan sebagian kecil yang ingin melarikan diri. Rencana asalnya adalah untuk menunggu si pahlawan hebat lahir lalu membuka indentitas sebenarnya dari Momon, merubah seluruh ketenarannya menjadi Ainz Ooal Gown, menyebarkan nama ini ke penjuru dunia.

Dia juga ingin menunjukkan guild PK (Player Killer / Pembunuh Pemain) miliknya telah berubah di dunia ini, jadi dia melakukan kebaikan dengan menggunakan nama Momon. Tapi rencana ini mungkin akan gagal.

"Hmm? Demiurge, biar kutanya sesuatu padamu, apakah lebih efektif jika rumor seperti tersebar setelah Momon menjadi terkenal?"

"Aura, itu akan menjadi gerakan yang buruk. Jika Ainz-sama sudah mengumpulkan ketenaran yang cukup, masa akan berpikir berita tersebut hanyalah rumor jahat. Mereka harusnya memotong akarnya sebelum ketenarannya tumbuh."

"Pandangan yang hebat, Demiurge."

Ainz mengangguk merespon Demiurge yang menundukkan kepala, bersikap seakan dia memiliki ide yang sama.

"Aku akan bertanya lagi. JIka memang seperti itu, mengapa musuh belum menyebarkan rumornya?"

Setelah mendengar pertanyaan Ainz ini, Demiurge mengangkat sebuah jarinya.

"Pertama, mereka belum menyelesaikan penyelidikan mereka terhadap Momon-sama.  Jika Momon-sama memang mengalahkan Shalltear dalam pertarungan sebenarnya, mereka tidak ingin memancing kemarahan Momon-sama. Mereka mungkin akan mundur ke tempat mereka. Yang kedua-"

Demiurge mengangkat jarinya yang lain.

"Bagaimana jika pertemuan dengan Shalltear hanyalah kebetulan? Mereka mungkin saja sedang lewat dengan tujuan tertentu, hanya pihak ketiga yang tidak ada hubungannya."

"Itu tidak mungkin, Demiurge, kemungkinannya sangat kecil..."

Ainz berkata seperti itu, dia baru saja menyadari skenario ini bukan tidak mungkin.

Dia benar-benar yakin bahwa serangan ditujukan kepada Shalltear - atau penduduk Nazarick. Tapi Shalltear diserang tidak lama setelah berteleportasi. Jika serangannya menargetkan Shalltear, mereka pasti sangat jitu dan mengerikan.

Apakah dia dibutakan oleh ketakutan terhadap musuh yang tak terlihat?

Ainz menyipitkan matanya - atau lebih tepatnya, sinar merah di dalam lubang matanya.

Pada akhirnya, masalahnya adalah informasi yang kurang dan tidak lengkap. Mereka memerlukan lebih banyak kekuatan.

Lagipula, masalah terbesar adalah jaringan intelijen kita terlalu kecil.

Sebas juga telah ditugaskan untuk itu, tapi intelijen yang dikumpulkan oleh beberapa agen masih terbatas. Pada awalnya, dia mengira cukup dengan memperoleh informasi dasar tentang dunia ini, tapi itu tidak cukup dalam situasi sekarang.

Intelijensi yang dikumpulkan oleh seorang petualang dan kepala pelayan dari seorang pedagang masih kurang penting dan berkualitas daripada petugas pemerintahan yang tinggi.

Ainz tidak bisa terpikirkan siapa yang bisa menganalisa dan mengumpulkan intel dari sudut yang berbeda dan memutuskan apakah intel tersebut penting.

"Ara ara, masalah utama adalah kurangnya intel. Kita harus hati-hati terhadap musuh yang tidak bisa kita lihat, membuatnya kita sulit melakukan gerakan..."

Setelah mendengar protes Ainz, Demiurge tersenyum seakan dia telah mendapatkan ide bagus.

"Jika itu masalahnya, bagaimana jika menggabungkan kekuatan dengan sebuah negara?"

Setelah terdiam sejenak, Albedo berkata "Oh." untuk mengekspresikan bahwa dia telah mengerti. Ainz membuat suara yang sama beberapa saat kemudian.

"Ternyata maksudmu itu Demiurge."

Tapi ketiga Guardian lain yang masih memiringkan kepala mereka karena bingung. Aura mengakui dengan jujur keraguannya.

"Ainz-sama, apa artinya itu?"

Menghadapi pertanyaan Aura, Ainz merasa lega bahwa dia tidak menunjukkan ekspresi wajah apapun.
"Ara ara... Mare, Shalltear, apakah kalian mengerti apa yang Demiurge bicarakan?"

Kedua orang itu menggelengkan kepala.

"Ternata begitu, mau bagaimana lagi. Demiurge, silahkan jelaskan."

"Atas perintah anda. Semuanya, Ainz-sama khawatir terhadap musuh yang tidak diketahui. Aku rasa jika kita menghadapi musuh yang kuat seperti ini dan kedua sisi secara terang-terangan membuat permusuhan, kita harus membuat suatu gebrakan untuk menyelesaikan masalah kita selama negosiasi."

Pak Guru, saya tidak mengerti - Tiga orang murid dan seorang dewasa kelihatannya memasang kalimat ini di wajah mereka. Pak Guru Demiurge kelihatannya menyadari bahwa penjelasannya terlalu samar, lalu melanjutkannya dengan membantu standard muridnya.

"Apa yang akan kalian lakukan jika Ainz-sama dikendalikan oleh pengguna World Class Item?"

"Akan kupotong dia hingga berkeping-keping."

"..Tidak, bukan itu maksudku, Aura. Bukankah dikendalikan adalah suatu titik gebrakan? Kenyataannya, ada orang yang bisa mengendalikan musuh mereka dengan World Class Item, jadi kemungkinan Ainz-sama dikendalikan tidak nol."

Wali Kelas Bu Guru Albedo menambahkan penjelasan dari Pak Guru Demiurge.

"Maksudnya setelah pura-pura bergabung dengan bendera sebuah negara, Nazarick bisa menggunakan ini sebagai alasan untuk tindakan apapun di masa depan. Kita bisa saja berkata bahwa kita bertindak di bawah perintah dari negara yang bersangkutan dan tidak punya pilihan. Jika musuh yang kuat muncul, kita bisa memindahkan tanggung jawab itu ke negara yang bersangkutan, benar kan? Jika musuh tidak menginginkan konfrontasi langsung, mereka akan berusaha untuk mengakomodir kita."

"Ternyata begitu.. jika ada orang-orang yang tidak senang dengan mereka, kita bisa menggunakan alasan ini untuk menarik pihak ketiga ke sisi kita... Itu rencananya. Seperti yang diduga dari Ainz-sama..."

Seperti seorang bos dari organisasi kejahatan yang mengelus-elus kucing di pangkuannya, Ainz mengusap kepala Shalltear yang bersikap sebagai kursi saat dia berkata "Itu bukan aku."

"Yang memunculkan rencana ini bukan aku, tapi Demiurge. Dia seharusnya yang mendapatkan pujian."

"Tidak, anda terlalu memuji saya. Ainz-sama kelihatannya telah berkesimpulan seperti ini sebelum saya."

"Ah, memang. Maaf sudah mengambil pujianmu. Dan yang lebih penting lagi, akan lebih mudah bagi kita untuk mengumpulkan informasi."

Sebuah negara seharusnya telah memiliki jaringan informasi. Mereka bisa bergerak maju dalam sekali lompatan hanya dengan mengirimkan bawahan dari Nazarick ke dalam lingkaran dalam negara tersebut.

Setelah mempelajari nasehatnya yang berguna bagi Ainz dan sikap bicara Ainz sambil melihat dan memastikan bahwa penjelasannya sama dengan dua Guardian yang brilian membuat Demiurge tersenyum.

"Seperti yang anda bilang."

Ainz tahu bahwa Demiurge mengira Ainz tahu dari awal.

"Ah, seperti yang diduga dari Ainz-sama, sudah memikirkannya hingga sejauh ini... Hmmmm... jadi makhluk rendahan seperti manusia juga bisa berguna."

Setelah Albedo berkomentar, Guardian lain - termasuk Shalltear yang dihukum menjadi kursi - menyirami Ainz dengan tatapan kekaguman yang berkilauan.

Itu membuat Ainz merasa tidak enak, tapi dia merasa lega bahwa dia tidak salah ketika dua orang itu setuju dengannya.

"Kalau begitu.... mari kita mencari sasaran sebuah negara."

"Jika kita mempertimbangkan negara di sekitar, kelihatannya adalah Kingdom Re-Estize, Baharuth Empire dan Slane Theocracy."

"Ba, bagaimana dengan negara-negara yang jauh? Seperti Republik dan Holy Kingdom (Kerajaan Suci)"

"Aku tidak menyarankan memilih negara yang jauh, dan aku tidak ingin membuat kontak dengan Theocracy sebelum aku memiliki informasi yang cukup tentang mereka. Sisanya adalah Kingdom dan Empire... Dan informasi yang dikumpulkan oleh Sebas, Kingdom tidak terlalu menarik bagiku, tapi... kita buruh penelitian lebih dalam lagi."

Ainz mengulurkan tangannya ke arah cermin setelah berkata "Ngomong-ngomong."

"Kita telah memberikan lizardmen sedikit waktu, mari kita lihat apakah ada hal-hal tak terduga yang terjadi."

Pemandangan dari sudut pandang atas (bird view) terhadap desa lizardmen muncul pada mirror of remote viewing, dengan titik-titik kecil yang sedang bergerak kesana kemari.

Ainz mengulurkan tangan ke arah cermin dan membuat isyarat, merubah pemandangan dari cermin.

Pertama kali, tentu saja untuk membesarkan pemandangannya (zoom in).

Pemandangan lizardmen yang sedang bekerja keras bersiap untuk perang muncul secara lengkap.

"Usaha yang sia-sia."

Demiurge bergumam lirih kepada lizardmen.

Mari kita lihat, dimana mereka. Sulit sekali membedakan lizardmen-lizardmen itu.

Ainz mencari enam lizardmen yang telah dia lihat dalam rekaman dengan wajah mengkerut.

Hmmm- ketemu yang memakai armor. Itu yang melemparkan batu, ya kan? Selanjutnya, yang memakai pedang buster disini. Perbedaannya terlalu kecil. Mudah sekali menemukan mereka dengan warna equipment yang mencolok... Ketemu yang memiliki lengan yang mencolok.

Setelah mengamatinya, Ainz terus merubah gambar pada cermin.

"...Aku tidak melihat lizardmen putih dan yang memegang senjata magic."

"Ermm.. yang disebut Zaryusu?"

"Ah, benar, itulah namanya."

Ainz mengingat lizardmen yang datang untuk bernegosiasi dengan bantuan cepat nama dari Aura.

"Jangan-jangan dia ada di dalam rumah?"

"Mungkin saja."

Tapi cermin ini tidak bisa melihat ke dalam bangunan. Biasanya itu adalah masalahnya.

"Demiurge, tolong 'infinity haversack' (tas ransel tanpa batas) nya"

"Atas Kehendak anda."

Demiurge membungkuk dan memindahkan meja di sudut ruangan dan mengambil infinity haversack. Dia menyerahkannya kepada Ainz dengan hormat. Ainz mengambil salah satu gulungan dari dalamnya.

Dia lalu mengaktifkan magic di dalam gulungan.

Sebuah organ bersensor halus muncul secara magic. Organ sensor tidak bisa menembus barrier magic, tapi dia bisa menembus dinding biasa tak perduli seberapa tebalnya mereka. Jika tidak bisa masuk, itu artinya musuh yang kuat yang harus mereka waspadai ada disana.

Setelah menyambungkan organ sensor dengan cermin agar para guardian juga bisa melihat, Ainz mulai melakukan gerakan dengan organ sensor yang terlihat seperti bola mata yang melayang.

"Mari kita lihat di dalam rumah."

Ainz memilih rumah tua yang rusak di dekat situ dan menggerakkan organ sensor ke dalam. Meskipun interior rumah itu gelap, dia akan terlihat seterang siang hari ketika organ tersebut masuk.

Di dalam ruangan itu, lizardmen putih sedang ditindih  di bawah dengan ekor yang terangkat. Lizardmen hitam berada di atasnya.

Mengherankan.

Ainz tidak mengerti ada apa pada mulanya. Selanjutnya, dengan cepat berubah menjadi kebingungan karena mengapa mereka melakukan hal itu di waktu seperti ini.

Ainz lalu menggerakkan organ sensor ke luar diam-diam.

"....."

"------"

Merasa bingung, Ainz meletakkan tangannya ke wajah. Para guardian disampingnya tidak tahu mau berkata apa dan saling melihat satu sama lain.

Demiurge : "--Benar-benar gerombolan tidak menyenangkan. Cocytus akan segera menyerang  dan mereka masih sempat-sempatnya berani melakukan ini?"

Aura: "Benar sekali, benar sekali!"

Mare: "Ah, well, ermm..."

Shalltear: "Demiurge benar. Mari kita beri mereka pelajaran!"

Albedo: "Benar-benar membuat iri..."

Ainz mengangkat tangan untuk menghentikan para guardian yang saling berbicara.

"...Lupakan saja, mereka akan segera mati. Aku melihat di dalam film ketika situasi sudah tidak ada harapan seperti ini akan menstimulasi insting mereka untuk melakukan reproduksi."

Ainz mengangguk mengiyakan pendapatnya.

Demiurge: "Anda benar!"

Aura: "Jika memang hanya segitu, kita bisa biarkan mereka"

Shalltear: "Benar, benar!"

Mare: "Ermm, ah, itu..."

Albedo: "Saya juga, dengan Ainz-sama...."

Ainz: "....Kalian semua diamlah."

Setelah itu semua guardian membungkam mulut mereka, Ainz menghela nafas.

"...Kurasa aku sudah tidak ingin lagi, tapi lupakan saja. Kelihatannya tidak ada siapapun yang harus kita waspadai di desa itu. Tapi kita tidak boleh lengah, seseorang mungkin sedang menuju kemari. Aura..."

Ainz tiba-tiba berhenti bergerak dan menatap dua anak itu.

Oh tidak! Aku mengacaukannya! Mereka belum cukup umur untuk pendidikan sex... Tidak, ini terlalu dini untuk itu!

Ainz merasa dia bisa berempati dengan perasaan seorang ayah ketika adegan sex yang kuat muncul ketika melihat TV bersama dengan seluruh keluarga.

Apa yang harusnya dilakuakn oleh orang tua untuk menjawabnya ketika anak-anak mereka bertanya 'darimana asalnya bayi'? Sial! Aku biarkan anak-anak Bukubukuchagama melihat pemandangan semacam itu- Eh, seharusnya tidak apa. Mengabaikan Albedo, Demiurge... mungkin akan menjelaskannya dari sudut pandang medis...Itu adalah rencana cadangan. Shalltear... dia kelihatannya baik-baik saja. Lagipula, aku akan mengingat ini sebagai masalah untuk diselesaikan nantinya.

Setelah menyingkirkan masalah ke belakang otaknya, Ainz terbatuk dan berkata:

"Jika jaringan keamanan menunjukkan apapun, seluruh guardian dan aku akan keluar sama-sama."

Jika seorang pemain YGGDRASIL memang ada, Ainz tidak berencana untuk mengikuti perjanjian yang dibuat untuk melepaskan desa lizardmen. Jika pihak lain tidak ingin bergabung dengan mereka, mereka akan dihancurkan dengan kekuatan penuh Nazarick untuk mencegah informasi bocor. Jika itu adalah masalahnya, Ainz akan menghancurkan desa tersebut meskipun dia harus mengeluarkan seluruh kekuatan dari lantai delapan.

Ainz membuang rasa bersalah karena mengkhianati janji yang dia buat dengan Cocytus. Jika itu demi sesuatu yang paling penting, sebuah kebohongan untuk menutupinya dan memuluskannya bisa digunakan.

"...Baiklah kalau begitu, sekarang kita tunggu pertunjukannya dimulai... dan mengagumi kekuatan tempur Cocytus."

Part 2

Empat Jam telah berlalu dalam sekejap.

Para warrior lizardmen telah berkumpul di gerbang depan desa - di wetland dimana es telah mencair. Setelah pertempuran sengit beberapa hari yang lalu, tidak banyak warrior lizardmen yang tersisa.

Jumlah mereka sekitar 316.

Lizardmen yang bukan warrior tidak bisa ambil bagian karena Shasuryu berkata "Musuh cuman sedikit, terlalu banyak orang hanya akan menghalanginya".

Pertama memang terdengar masuk akan, tapi itu tidak bertahan lama.

Zaryusu berdiri jauh dari lizardmen, melihat lizardmen warrior yang sedang berkumpul.

Setiap orang memakai cat peperangan untuk merepresentasikan leluhur mereka, wajah yang mereka tunjukkan akan setangguh baja. Mereka kelihatannya berpikir tidak akan kalah.

Lizardmen yang ada di sekitar mereka bersorak menyemangati para warrior. Di dalam kelompok itu, ekspresi-ekspresi tidak tenang bisa terlihat dengan jelas.

Agar bisa menahan kegelisahan di dalam hatinya, Zaryusu berusaha keras untuk mengeluarkan ekspresi wajah datar di depan lizardmen lain, menjaga mereka dari kebenaran tentang pertempuran ini yang merupakan upacara persembahan kepada Maharja Kematian.

Ini adalah pertempuran dimana Maharaja Kematian akan menunjukkan keagungannya kepada lizardmen, untuk menghancurkan keinginan melawan dari lizardmen dengan sempurna. Mereka tidak punya pilihan menang dari awal. Kalimat Shasuryu sebelumnya membawa harapan untuk membuat korban sedikit mungkin.

Zaryusu mengalihkan matanya dari lizardmen dan menatap teritori musuh dengan mata yang tajam.

Pasukan skeleton masih tetap di tempat yang sama, tidak bergerak satu inchi pun. Wujud dari monster yang bernama Cocytus tidak terlihat dimanapun di sekitar mereka. Tidak mungkin dia adalah skeleton, dia adalah seseorang yang dipercayai oleh Maharaja Kematian, tidak mungkin dia adalah monster dengan level bawahan. Dia pasti seseorang yang semangatnya jelas terlihat sangat kuat sehingga kamu bisa merasakannya juga di ujung ekormu hanya dengan sekali lihat.

Suara makhluk besar yang bergerak di wetland bisa terdengar dari belakang Zaryusu yang gelisah-

"-Hey, Zaryusu."

- Zenberu menyapanya dengan santai seperti biasa. Meskipun mereka menuju ke arah kematian, Zenberu masih seperti dirinya yang dahulu.

"Moral kita kelihatannya sedang berada di puncaknya."

"Ya memang benar, akan sangat hebat jika tetap pada level seperti ini di hadapan musuh yang kuat, Cocytus..."

"Yeah. Oh? Sudah waktunya?"

Shasuryu muncul di gerbang utama, dan seluruh mata jatuh kepadanya dan dua fairy wetland di belakangnya.

Crusch tidak ada karena dia telah kehabisan mana untuk memanggil fairy-fairy wetland. Mana dengan jumlah besar yang dia keluarkan membuat Crusch tak bisa bergerak. Ketika dua orang itu meninggalkan kamar, Crusch sudah berkata kepada Zaryusu dia akan kehilangan kesadaran karena penggunaan mana yang berlebihan, dan ini akan menjadi terakhir kalinya mereka saling melihat satu sama lain.

Zaryusu yang tidak memiliki pasangan di sampingnya menatap ke arah Crusch dengan pandangan kesepian. Wajah Crusch ketika mengucapkan selamat tinggal membuat hancur hati Zaryusu.

"Para Warrior, maju!"

Shasuryu mengangkat perintah untuk meningkatkan moral lizardmen ke tingkat baru.

Dia telah merubah cara berpikir menjadi seorang warrior. Zaryusu mengumpulkan konsentrasinya.

Di bawah pimpinan Shasuryu dan dua orang fairy wetland, lizardmen bergera maju pelan-pelan.

Mereka bergerak menjauh dari desa untuk menghindari kerusakan para di desa tersebut.

Zaryusu dan Zenberu adalah pengawal barisan belakang.

Zaryusu melihat belakang ke arah desa tiba-tiba. Dinding lumpur yang hampir runtuh, kelompok lizardmen yang khawatir mengucapkan selamat tinggal kepada mereka, dan --

Zaryusu menghela nafas dan membuang kekhawatirannya dan mengambil langkah ke depan dengan lebar. Dia tidak menyebutkan nama lizardmen wanita yang tepat berada di ujung bibirnya.

Lizardmen bergerak menelusuri wetland, membentuk barisan di antara pasukan skeleton musuh dan desa.

Bukan formasi tertentu, lizardmen hanya bergerombol secara acak saat mereka menunggu pertempuran yang akan datang. Pengaturan yang jelas hanyalah dari kalangan kepala suku, Zaryusu dan dua fairy wetland yang berdiri di depan.

Pasukan skeleton mungkin sedang menunggu Zaryusu dan yang lainnya untuk datang. Skeleton-skeleton itu membentur-benturkan perisai mereka dan bergerak maju.

Jika timingnya sedikit luput, maka suaranya akan terdengar seperti suara acak dari barisan pasukan, tapi gerakan mereka seirama dan suaranya juga menjadi satu. Pada setting yang berbeda, pertunjukan ini akan layak mendapatkan tepuk tangan dan pujian.

Sementara suara itu menarik perhatian dari lizardmen, di belakang skeleton-skeleton tersebut beberapa pepohonan hutan telah jatuh.

Hanya ada satu alasan mengapa pohon besar seperti itu jatuh. Seseorang telah memotong mereka.

Ini menyebabkan kegaduhan di antara lizardmen.

Saaat mereka tidak bisa melihat bagaimana memotongnya, mungkin saja ini adalah pekerjaan dari beberapa makhluk. Namun, timing antara masing-masing pohon yang jatuh terlalu dekat. Setelah beberapa kali gerakan berirama dari skeleton-skeleton tersebut, mungkin saja beberapa makhluk yang bekerja sama bisa melakukannya, tapi tidak seorang lizardmen pun yang berpikir itu adalah penyebabnya.

Sebuah pertanda aneh bergelantungan di hati mereka, perasaan bahwa ini adalah ulah dari satu orang makhluk.

Ini karena tidak ada suaa pedang yang memotong pepohonan itu sebelum jatuh. Itu artinya mungkin saja terjadi bahwa pepohonan itu dipotong oleh satu orang dalam satu kali tebasan.

Kekuatan dan senjata macam apa yang bisa memotong pohon besar dalam satu tebasan?

Bunyi gedebuk dari pepohonan yang jatuh bersama-sama dengan benturan-benturan perisai itu semakin dekat dengan lizardmen
Perasaan gelisah semakin memuncak. Ini memang bisa diduga, bagaimana bisa seseorang bisa tetap tenang di dalam situasi semacam itu. Bahkan Zenberu yang sudah bertekad untuk mati, atau Zaryusu dan Shasuryu gemetar meskipun mereka menyembunyikannya dengan baik.

Beberapa saat kemudian, yang membuka jalan di hutan menunjukkan diri. Di waktu yang sama, suara benturan perisai itu telah berhenti.

Di ruangan yang sepi dan mengerikan, sebuah lingkaran biru yang halus muncul di depan mereka. Jika bukan karena awan yang tebal, tidak akan ada yang tahu seberapa cerah pantulannya jadinya.

Tubuh yang besar itu memiliki tinggi 250cm terlihat seperti seekor serangga yang berdiri dengan dua kaki. Penampilannya seperti seekor semut atau belalang sembah, sebuah hybrid yang terlahir dari iblis yang tidak karuan.

Exoskeleton (Rangka luar) yang keras memiliki udara yang beku di sekitarnya, berkilauan seperti debu intan (diamond dust).

Memiliki ekor yang berduri dengan panjang dua kali tingginya dan rahang yang kuat dan terlihat cukup kuat untuk mengunyah lengan manusia dalam sekali gigitan.

Dia memiliki empat lengan cakar dengan sarung tangan berkilauan yang menghiasi masing-masing lengan. Sebuah kalung emas yang bundar tergantung di lehernya dan gelang kaki perak menghiasi kakinya.

Makhluk kuat yang setara dengan Maharaja Kematian - membuat kemunculannya.

Jadi ini Cocytus?

Jantung Zaryusu berdetak kencang dan nafasnya menjadi tidak beraturan.

Tak ada lizardmen yang bicara. Mata mereka terpaku kepada monster yang menunjukkan diri, tak mampu mengalihkan pandangan ke arah lain. Meskipun mereka ketakutan, mereka juga takut untuk memalingkan wajah.

Kelompok itu mundur secara tidak sengaja. Baik lizardmen yang datang dengan semangat bertarung yang berapi-api atau Zaryusu dan yang lainnya yang kemari dengan tekad untuk mati, seluruhnya terpaku di depan kekuatan yang menguasai.

Aku tahu Maharaja Kematian sedang menahan diri, tapi tidak kukira makhluk yang kuat yang ingin bertarung semengerikan ini.

Bahkan dengan magic yang bisa menekan rasa takut, hasrat untuk kabur masih muncul dari dalam diri Zaryusu. Itu adalah keajaiban lizardmen lain yang tidak dilindungi oleh mantra seperti itu tidak kabur.

Cocytus semakin mendekat.

Dia berjalan ke dalam wetland, melewati skeleton-skeleton itu dengan berlagak seperti yang terkuat -

Cocytus berhenti sekitar tiga puluh meter di depan lizardmen, di atas sebuah bukit kecil. Cocytus lalu menggerakkan wajahnya yang seperti serangga di lehernya yang anjang. Dia terlihat seperti sedang mencari seseorang.

Zaryusu merasakan tatapan Cocytus yang tersandar kepadanya untuk sesaat.

"--Baiklah, Ainz-sama sedang melihat, jadi tunjukkan kekuatan kalian. Sebelum itu, [Ice Pillar]"

Dengan mengaktifkan sebuah mantra, dua pilar es keluar dari tanah diantara lizardmen dan Cocytus, sekitar dua puluh meter panjangnya.

"Ini mungkin tidak sopan bagi para warrior yang datang dengan tekad siap mati, tapi ketahuilah, hanya kematian yang menunggu siapapun yang menyeberangi pilar-pilar es ini."

Cocytus menyilangkan dua lengannya, bahasa tubuhnya kelihatannya memberikan sinyal untuk menyerahkan keputusan kepada lizardmen.

"Hey hey, tidak diduga dia adalah orang yang baik.."

Zaryusu mengangguk setuju ketika mendengar komentar Zenberu.

Dia lalu melangkah ke depan. Zenberu, Shasuryu dan dua orang kepala suku lain mengikuti.

Shasuryu melihat ke belakang dan berkata kepada para warrior yang mengikuti mereka:

"Kalian semua tetap disini.... tidak, kembalilah ke desa. Jika tidak... kalian semua bisa mati karena kami."

"Apa!? Kami juga ingin bertarung! Memang menakutkan..tapi meskipun begitu, kami ingin bertarung!"

"Tidak ada pengecut dalam hal mndur, semuanya membutuhkan keberanian."

"Tapi-"

"Tidak semua lizardmen bisa kembali, begitulah. Sebagai pemimpin suku, kami tak bisa membiarkan orang lain menguasai kami tanpa melawan, ya kan?"

"Tapi pak kepala, kami juga ingin bertarung."

"Tahan anak muda! Mundurlah, pergi dari sini, serahkan sisanya kepada kami yang sudah tua-tua ini!"

Lizardmen yang mencoba menerobos di depan adalah yang tua, tapi bukan yang terlalu tua sehingga bisa disebut kakek-kakek. Mereka sekitar 57 orang, dan lizardmen lain tidak bisa berkata apapun setelah melihat wajah mereka.

Jika mereka telah menunjukkan tekad atau pasrah, lainnya yang bersikeras ikut dengan mereka. Tapi ekspresi mereka ada memohon, meminta yang muda untuk terus hidup.

Warrior yang tak bisa berkata apapun dengan berat hati mundur.

Shasuryu menoleh ke Cocytus sekali lagi.

"...Maaf sudah menunggu, Cocytus."

Cocytus mengulurkan lengannya, menekuk jarinya yang kecil, mengisyaratkan kepada mereka untuk mendekat kepadanya. Menghadapi pancingan lawan, Shasuryu berteriak sekeras-kerasnya:

"Serang--!"

"Warrghhhh!"

Lizardmen yang menguatkan diri mereka secara mental meraung-raung dari lubuk hatinya berlari ke arah Cocytus.

Cocytus memandang dingin para warrior yang maju menyerang dia.

"...Maafkan aku akan melakukan ini padamu, para warrior, tapi biar kupotong jumlah kalian."

Cocytus tidak akan kalah meskipun jika seluruh warrior sampai kepadanya, tapi dia masih harus memilih musuhnya.

Secara pribadi, Cocytus ingin menunjukkan rasa hormatnya kepada para warrior dan bertarung pada jarak yang agak jauh dimana musuh bisa menyerangnya. Tapi dia berutang besar kepada tuannya jadi tidak sopan menunjukkan pertarungan memalukan kepada Ainz antara Guardian Nazarick dan gerombolan yang tidak teratur.

Cocytus mengeluarkan spiritnya yang tersegel.

Kemampuan dari kelas 'Knight of Niflheim' - 'Frost Aura'. Kemampuan spesial ini menggunakan hawa dingin luar biasa untuk memberikan damage dan sedikit melunturkan kecepatan lawan. Dalam kekuatan penuh, bahakn bisa berakibat kepada lizardmen yang sedang menontong di pinggiran. Cocytus tidak ingin seperti itu.

Menekan kekuatannya.

Mengurangi jaraknya, merendahkan damagenya.

"Sekitar segini..."

Dengan Cocytus sebagai pusatnya, hawa dingin luar biasa menyelimuti radius 25 meter.

Terkena akibat dari hawa dingin yang luar biasa, suhu langsung turun dengan drastis, membuat udara menjerit.

"...Hmmm, seharusnya itu sudah cukup."

Cocytus menyegel spiritnya.

Itu terjadi dalam sekejap, dingin yang luar biasa sudah hilang seakan itu adalah ilusi. Tapi itu pasti bukan mimpi ataupun ilusi. Tubuh dari 57 lizardmen di wetland adalah bukti yang terbaik.

Hanya lima lizardmen yang masih bisa bergerak, dan mereka adalah lima orang terkuat diantara lizardmen. Mereka tidak terintimidasi oleh kematian rekan-rekan mereka atau kemampuan Cocytus, bergerak bersama-sama.

Sebuah batu terbang menembus udara. Seorang lizardmen dengan armor full body memimpin serangan dengan dua orang lizardmen di belakangnya. Fairy wetland bergerak perlahan di belakang dua lizardmen dengan tubuh mereka yang telah retak karena dingin. lizardmen terakhir di belakang terus merapal mantra.

Serangan pertama adalah batu yang diarahkan ke tenggorokan Cocytus. Namun, serangan itu percuma karena--

"--Equipment dari seluruh guardian bisa bertahan terhadap benda-benda proyektil."

--Sebuah penghalang tidak terlihat kelihatannya telah mementalkan batu tersebut.

Lizardmen yang memimpin selanjutnya mengikuti, mengenakan salah satu empat harta yang diserahkan secara turun temurun dari generasi ke generasi - White Dragon Bone. Cukup keras untuk menghadang Frost Pain yang juga merupakan salah satu dari empat harta, Armor terkeras yang dikenal oleh lizardmen.

Cocytus yang sedang menghadapinya menghunuskan pedang yang keluar dari udara tipis - seakan pedang tersebut sudah ada disana.

Taichi yang Cocytus keluarkan - memiliki panjang lebih dari 180 cm, dikenal sebagai Royal Blade God Slayer (Pedang Kerajaan Pembantai Dewa). Itu adalah senjata tertajam di antara dua puluh satu senjata yang dimiliki Cocytus.

Dia lalu menebas lizardmen di depannya.

Pedang yang menebas udara membuat deru angin - sebuah suara lirih. Di situasi yang berbeda, seseorang mungkin ingin mendengar dengan jelas suara yang bening ini.

Setelah suara tersebut, tubuh kepala suku terbelah dua bersama dengan armor miliknya, jatuh ke kiri dan ke kanan di wetland.

Royal Blade God Slayer tidak rusak setelah membelah armor terkeras milik lizardmen.

Dua lizardmen di belakang tidak terpana oleh kematian mengerikan dari rekan mereka, menyerang dari masing-masing sisi dengan senjata yang diangkat.

"Shyaa!"

Di sebelah kanan adalah ayunan Zenberu, diperkuat oleh 'Iron Natural Weapon' dan 'Iron Skin'. Diarahkan dengan kekuatan penuh ke wajah Cocytus.

"Warrrgghh!"

Di sisi kiri adalah Frost Pain, diarahkan ke abdomen bagian kiri.

Serangan melee mengambil keuntungan dari logika senjata panjang yang sulit untuk digunakan pada pertarungan jarak dekat.

Dan tentu saja, itu hanya diperuntukkan oleh orang biasa.

Cocytus sedikit berputar dan menggunakan pedangnya untuk menghadang lengan Zenberu dari kanan. Gerakannya sangat lembut dan elegan, seakan senjata di tangannya adalah bagian dari tubuhnya.

Dengan kemampuan 'Iron Skin', Zenberu setara dengan baja dalam istilah kekerasan. Tapi tebasan armor sebelumnya menunjukkan seberapa tajam Royal Blade God Slayer itu.

Pedang tersebut meluncur tanpa hambatan membelah lengan seakan membelah air.

"Ugghhhh!"

Saat darah mengucur dari lengan Zenberu yang puntung, tangan lain Cocytus sudah menjepit Frost Pain yang diarahkan ke abdomennya.

"-Oh, aku tahu. Ini adalah pedang yang bagus..."

"Tch!"

Zaryusu menyerah terhadap Frost Pain yang tidak bisa digerakkan dan menendang Cocytus di penutup lututnya. Cocytus tidak menghindar dan mengambil tendangan itu. Pada akhirnya, Zaryusu yang mendaratkan tendangan itulah yang menderita luka yang sangat perih.

Sensasinya sama seperti menendang dinding besi dengan seluruh tenaga.

"[Over Magic : Mass Cure Light Wounds!]!"

Setelah menghabiskan mana dalam jumlah besar, yang bisa bisa digunakan untuk magic tingkat lebih tinggi yang biasanya tidak bisa digunakan - Shasuryu merapalkan mantra healing massal dikuatkan dengan penguatan magic.

"Fumu..."

Cocytus terlihat tertarik saat dia menatap Shasuryu yang menggunakan sebuah mantra yang dimodifikasi yang tidak dia ketahui, tapi dua fairy wetland menghalangi tatapannya. Fairy wetland bergerak di depan Zenberu, yang lengannya menyembuhkan diri dengan magic, dan menyerang Cocytus dengan tentakel mereka. Sebelum serangan fairy-fairy itu mengenai, Cocytus menebas mereka tidak sabaran.

Saat fairy wetland hancur menjadi debu, Tinju Zaryusu mendarat di ulu hati, abdomen (perut) dan dada Cocytus. Dan tentu saja, yang terluka ada Zaryusu. Kulit di tangannya terkelupas dan berdarah.

"Menjengkelkan."

Cocytus mengayunkan dengan keras ekornya yang berduri ke dada Zaryusu.

"Guuuaahhh!"

Zaryusu terbang seperti bola yang dipukul oleh pemukul kasti dengan suara retak, terbang tinggi dan jauh sebelum bergulung di wetland. Dia akhirnya berhenti setelah bergulug di wetland, tapi luka di dadanya dan darah yang tumpah dari tenggorokannya membuatnya sulit untuk bernafas.

Tulang yang hancur mungkin menembus paru-parunya, dia tidak bisa bernafas meskipun dia menginginkannya, merasa seperti di bawah air. Cairan hangat tumpah dari tenggorokan membuat dia ingin muntah. Zaryusu melihat dadanya dan melihat darah yang keluar dari lukanya yang tergores duri-duri tajam.

- Hanya satu pukulan membuat Zaryusu dalam keadaan menyedihkan seperti ini.

Zaryusu mencoba bernafas dengan seluruh tenaga dan menatap dengan mata semangat kepada Cocytus yang mungkin bergerak untuk pukulan penghabisan.

"Karena kamu masih memiliki semangat bertarung, aku akan mengembalikan ini padamu."

Cocytus melemparkan Frost Pain ke samping Zaryusu dan mengabaikannya, berputar menghadap lizardmen yang tersisa.

Shasuryu merapal magic penyembuh pada Zenberu yang telah tumbuh lengannya tapi kehilangan banyak stamina.

Tepat sebelum Cocytus sampai di depannya, sebuah batu lain datang melayang kepadanya untuk mengalihkan perhatiannya- Tapi itu percuma karena dipentalkan dengan mudah.

"-- Mengganggu."

Cocytus bergumam dan mengulurkan lengannya ke arah kepala suku Small Fang.

"[Piercing Icicle]"
(Tetesan Air beku yang menusuk)

Puluhan tetesan air yang beku setebal lengan manusia menghujani serangan area yang luas.

Lizardmen yang berada dalam jangkauannya tertusuk oleh tetesan-tetesan air beku tersebut dalam sekejap.

Satu terkena dada, dua terkena abdomen, satu terkena paha kanan, seluruh tetesan air beku tersebut menembus tubuh lizardmen dengan mudah.

Kepala suku Small Fang - lizardmen dengan kemampuan gerilya terbaik jatuh tewas di wetland seperti boneka tanpa benang.

"Waarrghhhhh!"

"[Over Magic : Mass Cure Light Wounds]!"
(Over Magic : Penyembuhan luka ringan secara massal)

Zenberu yang maju menyerang saat Shasuryu sekali lagi merapalkan magic healing. Zenberu mengulur waktu untuk Zaryusu agar menyembuhkan diri.

Dia tahu ini adalah tindakan gegabah dan tidak ada apa-apanya dia didepan kekuatan dari Cocytus. Meskipun begitu, Zenberu tidak ragu untuk merangsek maju.

Ketika Zenberu berada dalam jangkauan, Cocytus menebaskan Royal Blade God Slayer dengan enteng.

Tebasan itu lebih cepat daripada dynamic vision Zenberu-

Kecepatannya jauh terlalu cepat daripada kegesitan Zenberu --

Pedang tersebut dengan mudah memotong tubuh Zenberu --

Darah mengucur deras dari tubuh yang Zenberu yang terpotong dan dia roboh ke wetland. Beberapa saat kemudian, kepalanya jatuh ke tanah.

"...Kalau begitu, sisa dua lagi... Aku dengar tentang kekuatanmu dari Ainz-sama, jadi kalian berdua benar-benar yang berhasil hingga akhir."

Cocytus yang tidak bergerak selangkahpun sejak awal pertarungan, melihat ke arah dua orang tersisa dan mengayunkan pedangnya. Kabut putih terlihat seakan keluar dari pedangnya dan darah yang terciprat disana hilang tanpa jejak. Gerakannya sangat inda sehingga terlihat seperti mampu membersihkan dunia dari apapun.

Zaryusu yang telah cukup sembuh berdiri dan Shasuryu menghunus pedang besar di punggungnya. Dua orang itu menghadapi Cocytus dengan formasi mengepung. Zaryusu mengambil darah yang mengucur dari lukanya dan mengusapkan ke wajahnya.

Terlihat seperti cat untuk perang yang digunakan untuk memanggil leluhur untuk turun kepada mereka.

"--Adik, bagaimana lukamu?"

"Tidak baik, lukaku berdenyut keras. Namun aku masih bisa mengayunkan pedangku beberapa kali."

"Begitukah.. Seharusnya itu tidak apa ya kan? Sebenarnya mana milikku sudah habis, aku akan roboh jika aku tidak hati-hati."

Shasuryu menggeretakkan gigi-giginya, dia mungkin sedang tertawa. Ekspresi Zaryusu berubah ketika mendengar itu.

"...Begitukah. Kamu terlalu memaksa diri juga, kakak."

Zaryusu menghembuskan nafas dengan lirih dan tersenyum mengistirahatkan bahunya. Pedang di tangannya diturunkan.

Sebuah luka yang perih terasa di dadanya, tapi Zaryusu mencoba sebisa mungkin untuk mengabaikannya.

Jangan pernah menyerah hingga terakhir - Zaryusu akan terus menggenggam pedangnya.

Dari awal, dia tahu tidak ada peluang menang.

Kekalahan memang tak terelakkan, tapi dia tidak bisa menyerah begitu saja.

Menyerah artinya dia menipu nyawa lizardmen yang tak terhitung, berbohong kepada mereka bahwa mereka akan menang. Karena ada lizardmen yang mempercayai kebohongan ini, dia tidak akan menerima kekalahan.

Mengerahkan seluruhnya hingga saat terakhir--

"Aku masih bisa mengayunkan pedangku!"

Raungan Zaryusu menggema keras.

Suara gigi Cocytus yang menonjol keluar dari mulutnya tertutup rapat bisa terdengar.

"Raungan yang bagus--"

Cocytus mungkin sedang tertawa. Itu bukanlah suara yang kuat meremehkan yang lemah, tapi itu adalah seorang warrior yang mengakui lawannya yang seimbang.

"Baiklah, adik. Mari kita bertarung hingga akhir."

Shasuryu juga tertawa.

"Okay.. Maafkan aku sudah membuatmu menunggu, Tn. Cocytus."

Cocytus hanya mengangkat bahu merespon ucapan Shasuryu.

"Jangan khawatir. Menyela ucapan perpisahan dua orang bersaudara sangat tidak sopan. Bersiaplah untuk mati...Ah, kelihatanya kalian sudah melakukannya, ya kan?"

Di hadapan Zaryusu dan Shasuryu yang mengambil langkah maju, Cocytus mengayunkan pedangnya dan berkata:

"Katakan namamu."

"Shasuryu Shasha."

"Zaryusu Shasha."

"..Aku akan mengingatnya, mengingat dua orang warrior. Aku juga minta maaf, aku biasanya bertarung tanpa senjata pada masing-masing tangan... aku bukan meremehkanmu, tapi kalian tidak cukup kuat bagiku untuk melakukannya."

"Sayang sekali."

"Benar sekali - ayo!"

Dua orang itu berlari keras ke arah Cocytus, memercik air di wetland.

Sedikit perbedaan timing dari duo itu membuat Cocytus bingung.

Mereka tidak akan masuk ke dalam jangkauan serangannya di waktu yang sama, Shasuryu lebih cepat. Mencurigai lawan merencanakan sesuatu di pikirannya, Cocytus menunggu dengan tidak sabar serangan mereka.

Pertama yang masuk ke dalam jangkauan serangan adalah Shasuryu dan Cocytus menatapnya rapat-rapat, bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan.

Shasuryu berhenti tepat di luar jangkauan serang pedang Cocytus --

"[Earth Bind]!"

- Dia merapalkan mantra.

Puluhan rantai terbuat dari lumpur terbang ke arah Cocytus dan Zaryusu menggunakan peluang ini untuk menyerang. Untuk membuatnya sulit bagi musuh untuk mengukur jangkauan serangannya, Zaryusu menyembunyikan Frost Pain di balik punggungnya.

Shasuryu mengatakan dia sudah kehabisan mana adalah sebuah tipuan untuk mengelabui Cocytus. Jika dia terkena tipuan itu, Cocytus mungkin akan terikat oleh rantai magic dan terkena pukulan dari Zaryusu yang menyerang dari belakang.

Tak perduli seberapa keras rangka luar Cocytus, Zaryusu seharusnya mampu menembusnya dengan mengerahkan segalanya dalam serangan tusukan. Zaryusu yang mengabaikan seluruh pertahanan untuk menyerang pasti menghasilkan serangan yang kuat.

Dia terlihat percaya diri dengan pedangnya.

Cocytus berempati kepadanya. Seperti dirinya, Cocytus melahirkan perasaan kuat terhadap senjatanya, terutama pedang di tangan kanannya sekarang ini - Dia merasakan perasaan yang sangat kuat terhadap senjata yang dulu digunakan oleh penciptanya. Itulah kenapa Cocytus menggunakan Royal Blade God Slayer meskipun perbedaan kekuatan tempur berbeda jauh untuk menunjukkan rasa hormat terbesar.

Namun, mereka salah menilai satu hal. Lawan mereka sekarang ini adalah Guardian Floor Nazarick lantai limat.

"...Mantra yang dirapalkan oleh mereka yang memiliki level yang lebih rendah dariku tidak akan bisa menembus pertahananku."

Rantai lumpur terpental sebelum bisa menyentuh Cocytus, terpental ke wetland seperti percikan lumpur. Magic tingkat rendah tidak bisa menembus pertahanan magic Cocytus.

" [Icy Burst] "

Dengan sebuah teriakan yang datang dari belakang, Cocytus diselimuti oleh kabut putih di sekitarnya.

Usaha yang sia-sia.

Cocytus yang benar-benar kebal dengan serangan dingin, hanya menerima hawa dingin lembut saat dia menunggu Zaryusu dan Shasuryu masuk ke dalam jangkauan.

Satu nafas berikutnya, saat waktu dia menunggu telah datang. Tapi Cocytus sedikit ragu-ragu, penasaran jika memotong kepala mereka cukup untuk menghentikannya.

Ketika menghadapi Zaryusu yang telah mengabaikan pertahanannya, memenggalnya mungkin tidak akan menghentikan serangannya. Gambaran tubuh tanpa kepala menyerang maju muncul di pikiran Cocytus. Jika itu adalah masalahnya, dia akan mengambil lengannya, baru kemudian kepala.

Tidak, itu tidak cukup untuk membunuhnya, Aku akan menghabisinya dengan sekali serangan.

Serangan ceroboh dari Zaryusu terlalu pelan untuk Cocytus.

Figur hitam yang tampak samar - Pedang yang diayunkan oleh Zaryusu, dijepit oleh jari Cocytus seperti sebelumnya.

Cocytus tidak merasakan hawa dingin apapun dari jarinya, Zaryusu mungkin tahu percuma melawan Cocytus dan tidak mengaktifkan kemampuan ini.

Serangan cepat yang tak terduga ditahan dengan mudah oleh Cocytus, membuat Cocytus meragukannya. Tapi keraguan ini hanya muncul sesaat, dia bisa menghabisi musuhnya dengan sekali ayunan pedangnya, tidak perlu berpikir lebih jauh lagi.

Dan kemudian, hanya ada satu yang tersisa.

Jadi ini hanyalah serangan ceroboh...

Cocytus yang merasa kecewa akan mengayunkan pedangnya ketiak dia berubah pikiran.

Ternyata begitu.

"Warrghhhh!"

Dengan sebuah raungan sebuah pedang raksasa membelah kabut es. Shasuryu membelah kabut dengan kabur sehingga cukup untuk mengusirnya.

Baik [Earth Bind], serangan Zaryusu atau [Icy Burst], semua ini hanyalah umpan.

Cocytus harus waspada dengan serangan menusuk dari Frost Pain, tapi ancaman pedang Shasuryu yang menebasnya lebih besar. Ini pasti tujuan sebenarnya dari musuh, tapi --

"Jika kamu ingin melakuakn serangan tiba-tiba - kamu harus melakukannya dengan diam-diam tanpa suara."

Jika mereka bisa menutupi langkah kaki mereka sambil berlari di air, itu bukan serangan tiba-tiba yang sebenarnya. Cocytus bingung, apakah ini semua layak dengan damag yang mereka terima dari [Icy Burst]? Ataukah mereka hanya berusaha dengan sia-sia?

Senjata satu-satunya Zaryusu tidak bisa bergerak, membuatnya tidak berdaya. ini hanya merubah urutan siapa yang akan Cocytus bunuh. Setelah memutuskan ini, Cocytus menggenggam pedang di tangannya.

Satu tebasan.

Pedang Shasuryu patah jadi dua. Sebelum tubuh Shasuryu jatuh ke tanah, Cocytus menarik pedangnya, berencana untuk melanjutkan serangan ke Zaryusu-

Sat itu, jari Cocytus yang menjepit pedang Zaryusu menjadi licin.

Cocytus yang kaget memeriksa jarinya, penasaran mengapa pedang yang dia jepit bisa tergelincir.

Di dalam kabut yang samar, Cocytus bisa melihat jari dan pedangnya tertutup oleh cairan merah.

Dalam sekejap, Cocytus memahami mengapa jarinya tergelincir.

--Darah?

Bingung.

Cocytus mencoba untuk mengingat kembali dimana pedang Zaryusu bisa terkena noda, dan mengerti setelah melihat wajah Zaryusu menembus kabut.

Darah yang diusapkan Zaryusu di wajahnya bukanlah cat perang. Itu digunakan untuk mengusap pedangnya.

'Icy Burst' bukan ditujukan untuk melukai Cocytus atau menyembunyikan keberadaan Shasuryu, itu untuk menyembunyikan darah di pedangnya. Itu juga adalah alasan mengapa dia menyembunyikan pedang dibalik punggungnya.

Ketika Cocytus menghentikan serangan Zaryusu pertama kalinya, dia menggunakan jarinya untuk menjepit pedang Zaryusu. Zaryusu teringat itu dan mempertaruhkan pada peluang tipis itu akan terjadi lagi, memasang skenario ini dengan seluruh kecerdasannya. Sebuah gelombang kejut listrik kelihatannya melompat menembus otak Cocytus.

Waktu itu! Tidak heran mengapa serangannya terasa lemah! Itu alasannya! Rencana untuk menggunakan darah untuk membuatnya tergelincir tidak bekerja setiap saat. Jadi dia menipuku, membuat merasa mudah untuk menjepitnya, jadi dia mundur!

Pedang itu tergelincir dengan pelan, semakin mendekat ke tubuh biru pucat Cocytus. Bahkan Cocytus tidak bisa menghentikan pedang dengan berat badan dan kekuatan Zaryusu di baliknya dengan hanya dua jari yang basah.

Jika tempat dia menjepit sedikit jauh, Cocytus mungkin bisa melakukan sesuatu, tapi pada jarak ini, tak ada lagi yang bisa dilakukan.

Cocytus merasa senang sampai gemetar.

Butuh sedikit keberuntungan, tapi itu adalah sebuah pertaruhan yang setiap putarannya harus dimenangkan. Yang terlebih penting lagi - ini tidak mungkin dilakukan tanpa Shasuryu.

Shasuryu mungkin tidak tahu apa rencana Zaryusu, tapi seorang kakak mempercayai adiknya dengan penuh dan mengorbankan dirinya. Serangan sembunyi-sembunyi yang percuma dan teriakan itu semua adalah sebuah harapan untuk mengalihkan perhatiannya dalam sekejap dari adiknya.

Dan itu memang terjadi hanya dalam sekejap.

Dalam waktu sekejap itu - saat Zaryusu mencengkeram Frost Pain dengan seluruh kekuatannya - rahang bawah Cocytus bergerak.

"Menakjubkan -"

Pedang yang menebas Cocytus - dipentalkan dengan mudah. Tubuh dengan kilauan biru samar-samar bahkan tidak tergores sedikitpun.

Ini adalah hasil dari perbedaan kekuatan antara NPC level tertinggi di Nazarick dengan lizardmen.

"--Maaf harus bilang, aku memiliki kemampuan spesial untuk menetralkan serangan senjata tingkat rendah sementara. Jika aku mengaktifkan kemampuan ini, seranganmu akan menjadi sia-sia."

Itu adalah serangan yang menakjubkan, bahkan Cocytus merasa layak meninggalkan bekas di tubuhnya sebagai pertanda hormat kepada warrior ini. Namun, dia tidak bisa melakukan ini sebagai Guardian yang bertarung di depan Supreme Being.

Cocytus sengaja mengambil separuh langkah ke belakang, memercikkan lumpur yang mengotori tubuh biru indahnya.

Itu hanyalah langkah mundur yang sangat kecil.

Sebuah langkah mundur tidak berarti apapun, bahkan mundur takkan berarti apapun. Zaryusu sudah berada di ajalnya dan Cocytus pasti akan menang.

Tapi langkah mundur ini untuk menunjukkan pujian dari Cocytus yang kuat dan mendominasi terhadap Zaryusu yang lemah.

Zaryusu pasrah terhadap takdirnya, dan tersenyum dengan jelas yang hanya dimiliki oleh mereka yang telah berusaha sebaik-baiknya. Cocytus menebaskan Royal Blade God Slayer kepadanya ----

Part 3

"Sebuah pertarungan yang bagus sekali."

Ainz memuji Cocytus yang sedang berlutut di depannya.

"Terima kasih."

"Mungkin memang begitu, tapi aku percaya kamu mengerti dengan jelas sekarang bahwa kita telah menunjukkan cambuk kepada mereka, tapi kamu harus menunjukkan permen mulai sekarang. Jangan memulai rezim teror."

"Saya mengerti."

Ainz mengangguk dan melihat ke arah guardian lain di dalam ruangan.

"Baiklah. Para guardian, dengar baik-baik. Aku sudah bilang di ruang takhta bahwa desa lizardman akan dipimpin oleh Cocytus. Jika ada apapun yang dibutuhkan Cocytus, pinjamkan dukungan kalian. Cocytus, aku harap kamu bisa menanamkan loyalitas kepada Nazarick jauh di dalam lubuk hati lizardmen... Dan untuk mendukung mereka dengan pendidikan tinggi.. Aku menyerahkan semuanya padamu... Beritahu aku jika kamu membutuhkan item spesial seperti 'Heaven Feather'.Aku juga akan meminjamkan 'Power Suite' kepadamu nantinya."

Di dalam game YGGDRASIL, mungkin saja untuk merubah ras di tengah jalan, tapi itu tidak berarti kamu bisa berubah seenaknya. Kamu harus memenuhi beberapa kondisi dan perubahannya tidak akan bisa dirubah.

Salah satu kondisinya adalah sebuah item khusus. Seperti misalnya, kamu memerlukan 'Book of the Dead' untuk menjadi seorang lich. Untuk berubah menjadi imp membutuhkan 'Fallen Seeds'. Dan 'Heaven's Feather' yang disebutkan oleh Ainz adalah item yang dibutuhkan untuk menjadi seorang malaikat.

Merubah ras seseorang mungkin bisa dilakukan di dunia ini, itulah kenapa Ainz tidak bisa tahan untuk membagi idenya.

"Aku akan mencari nasehat anda nantinya, Ainz-sama. Bolehkah saya bertanya bagaimana rencana anda untuk menghadapi lizardman itu?"

"Lizardmen yang mana?"

"Ya, dua lizardman yang bernama Zaryusu dan Shasuryu."

Dua lizardman yang bertarung hingga akhir. Mayat mereka seharusnya masih ada di wetland. Lalu mengapa?

"Oh begitu. Kumpulkan mayat mereka, aku akan menggunakan tubuh mereka sebagai materi untuk menciptakan undead dengan kemampuan spesial milikku."

"- Itu akan sangat disayangkan."

"Hmmm, apa maksudmu? Apakah mereka memiliki nilai lain?"

Ketika Ainz melihat pertempuran melalui Mirror of Remote Viewing, dia melihat bahwa Cocytus benar-benar mendominasi, tidak apapun yang bisa dicatat.

"....Mereka lemah, tapi aku bisa melihat spirit warrior mereka dan tekad tak kenal takut menghadapi yang kuat. Sayang sekali menggunakan mereka untuk bahan materi. Kurasa mereka bisa menjadi lebih kuat, mungkin tak bisa dibayangkan. Ainz-sama seharusnya belum melakukan percobaan yang berhubungan dengan menghidupkan yang telah tiada, bagaimana kalau mencobanya sekarang pada mereka?"

...Apakah dia menyukai lizardman itu?

Sejujurnya, Ainz tidak tahu apa yang dia rasakan ketika dia mendengar istilah spirit warrior. Dia menjumpai istilah nafsu membunuh di dalam novel dan manga, tapi tidak berpikir banyak tentang itu. Itu hanya seperti saat ketika Ainz mengingatkan Narberal tentang hal ini, dan dia bilang "Ah, ya, begitukah, oh~", perasaan semacam itu.

Ini karena Ainz mungkin terlihat seperti ini sekarang, tapi pada dasarnya dia hanyalah seorang pegawai biasa. Jika seorang penduduk biasa lahir di Japan memahami Spirit Warrior, itu akan bahaya. Jika itu adalah spirit dari pegawai kantoran yang luar biasa, dia mungkin bisa sedikit memahaminya.

"Oh begitu... memang sayang sekali."

Tapi apa yang Ainz sebenarnya pikirkan dengan bingung adalah: Meskipun kamu bilang sayang sekali, Aku tidak mengerti.

Tapi setelah dipikirkan dengan baik-baik, Cocytus ada benarnya.

Dia sedang berpikir tentang percobaan menghidupkan kembali suatu saat, dan Ainz merasa menggunakan mereka untuk percobaan memiliki banyak keuntungan. Dan dibandingkan dengan ocehan Cocytus di ruang takhta, dia sekarang bisa menyediakan proposal yang jelas dan ringkas. Jika ini adalah tanda dari sebuah perubahan, Cocytus telah lulus dengan warna cerah.

Setealh berpikir sejenak, Ainz teringat dia memiliki bawahan yang luar biasa.

dia mengingat bawahan yang berdiri di sekitarnya tanpa bersuara dalam sikap yang layak sebagai seorang pelayan.

"Albedo, katakan pendapatmu."

"Pendapat saya sama seperti Ainz-sama."

"...Demiurge, bagaimana menurutmu?"

"Saya rasa Ainz-sama adalah yang paling benar."

"........Shalltear, dan kamu?"

"Saya rasa sama dengan Demiurge dan menunggu penilaian Ainz-sama."

"............Aura"

"Ya, saya juga berpikir sama dengan semuanya."

"............Mare"

"Erm, erm erm, ya, saya juga berpikir sama."

Jawaban mereka sama dengan tidak menjawab sama sekali, membuat Ainz sakit kepala.

Setelah berpikir sejenak, Ainz mengambil kesimpulan- Mungkin dari sudut pandang guardian, mereka tidak berpikir ada masalah besar. Yang mana juga berarti bahwa tidak ada hal besar yang berarti bisa mempengaruhi apapun hasil keputusannya.

Itu juga tergantung dari guardian. Mungkin saja ada masalah jika status mereka berubah.

Sederhananya, ketika sebuah kelompok kecil manusia berkata seratus juta adalah jumlah yang kecil, akan ada masalah seberapa bisa dipercaya kalimat itu. Berbeda halnya dalam persepsi tentang nilainya.

Buang-buang nafas... baiklah, Aku bisa menganggapnya tidak apa menghidupkan mereka ya kan? Aku berencana untuk memikirkannya lagi dengan tidak tergesa-gesa, Aku terlalu banyak membuat banyak kesalahan akhir-akhir ini.

Tak ada pilihan lain, Ainz harus menimbang keuntungna dan kerugian dengan pertimbangannya sendiri.

"...Kita telah memutuskan untuk menguasai lizardman, tapi apakah mereka memiliki wakil yang cocok? Atau sebuah sebuah kelompok yang bisa mewakili mereka?"

"Tidak, tapi mereka memang memiliki wakil yang cocok."

"Oh? Siapa itu?"

"Lizardmen putih yang tidak ambil bagian dalam pertarungan sebelumnya. Dia kelihatannya memiliki kekuatan druid."

"Oh, yang itu! Hmm, itu bisa berhasil.."

Jika itu memang dia, dia bisa digunakan - Pikir Ainz. Dia bisa menggunakannya untuk menjadi mata-mata dalam beberapa hal.

Namun, melakukan ide yang dimiliki Ainz di otaknya mungkin membuat Cocytus yang memimpin lizardman menjadi bermasalah. Jadi apa yang harus dia lakukan? Ainz tiba-tiba memiliki ide yang brilian.

..Bukankah akan lebih cepat untuk meminta saja? Meskipun aku tidak akan mendapatkan jawaban yang berguna tadi...

Ainz membagikan rencananya dengan Cocytus, dan Cocytus mengungkapkan pemahamannya.

Sulit untuk menilai apakah Cocytus berkata seperti itu untuk mengakomodasi tuannya, tapi Demiurge dan Albedo tidak mengeluarkan reaksi aneh ketika Ainz melirik mereka. Ini membuat Ainz lega dan meyakinkannya bahwa seharusnya itu bukan masalah.

"Bagus sekali. Berapa lama kamu bisa membawanya kemari?"

"Maafkan kelancangan hamba, Saya kira Ainz-sama akan menanyakannya, jadi saya perintahkan dia untuk menunggu di ruangan terdekat."

Ainz tidak sadar melihat ke arah Demiurge dan melihatnya menggelengkan kepala.

Bagus sekali, dia menanganinya dengan baik, tanpa perintah apapun dan kelihatannya itu bukan ide seseorang.

Ini pasti bagaimana perasaan seorang superior ketika dia melihat bawahannya menjadi dewasa seperti yang dia harapkan, Ainz berpikir dengan wajah puas. Tapi kepalanya adalah tengkorak jadi tidak benar-benar bergerak.

 


"Tidak tidak, bagus sekali Cocytus. Membuang waktu adalah hal yang bodoh, keputusanmu sudah tepat. Baiklah, bawa dia kemari."

"Erm, tunggu sebentar!"

"Ada apa, Aura?"

"Saya rasa tempat buruk seperti ini tidak cukup bagus. Meskipun kita sedang menerima tamu seseorang yang tunduk kepada kita, ini terlalu buruk untuk status Ainz-sama. Saya rasa pertemuan itu seharusnya dilakukan di dalam ruangaan takhta Nazarick."

Seluruh guardian lain selain Mare mengangguk lirih menyetujuinya.

"...Maafkan saya. Saya melewatkan poin ini, maafkan saya!"

"Ahhh..."

Ainz tak pernah terpikir tentang itu. Dia lalu berpikir bagaimana harus bersikap. Tiba-tiba, dia teringat sesuatu. Kalau begitu-

"- Aura."

"Ya!"

"Aku sudah bilang padamu bahwa tempat yang kamu bangun ini - dipenuhi dengan perasaan dan emosimu, sebagus Nazarick ya kan? Aku benar-benar serius. Cocytus, bawa dia kemari. Aku akan melakukan proses audiensi disini."

"Ai-, Ainz-sama."

"Aura, mundurlah."

"Albedo!"

Aura protes dengan wajah memerah, berkata "Mengapa kamu menghentikanku?" Namun, Albedo hanya menatapnya sebelum mengabaikannya lalu terpaku pada pemandangan di pintu. Yang menjawab Aura yang emosional adalah Demiurge.

"...Apapun yang diucapkan oleh Ainz-sama adalah hukum. Karena Ainz-sama sudah berkata tempat ini sebagus Nazarick-"

"-Itu pasti benar."

Shalltear melanjutkan.

Aku tidak berpikir ucapanku adalah hukum yang baku. Meskipun aku tidak ingin dikira demikian... tapi untuk kali ini saja, itu akan menjadi pertolongan besar.

"Aura, Aku akan berkata seperti ini lagi. Sebagai bawahanku yang paling dipercaya- salah satu dari guardian, tempatyang usah kamu bangun dengan usaha yang besar adalah memiliki level yang sama dengan Nazarick. Memang benar bahkan sampai sekarang ketika pekerjaan pembangunan masih berjalan.... Apakah kamu mengerti?"

"...Ainz-sama, terima kasih banyak."

Aura merendahkan kepalanya dalam-dalam dan guardian lain juga melakukan hal yang sama.

Tidak perlu seemosional itu.. Ini memalukan.

"Tunjukkan jalan masuk padanya, Cocytus."

"Siap!"

Dalam waktu yang sebentar, Cocytus membawa lizardman putih murni ke dalam ruangan.

Lizardmen itu berlutut di depan Ainz dan menundukkan kepalanya ke lantai.

"Sebutkan namamu!"

"Baik, Maharaja Kematian yang tertinggi - Ainz Ooal Gown. Saya adalah wakil dari lizardman, Crusch Lulu."

Gelar yang sangat mengagumkan. Ainz penasaran siapa yang punya ide gelar ini, tapi Ainz bersikap seperti raja yang tenang dan berkata.

"....Hmmm, bagus sekali."

"Ya. Gown-sama, tolong terimalah sumpah setia dari kami, lizardman."

"Hmmm..."

Ainz melihat Crusch dari dekat.

Sisiknya memang indah. Mereka berkilauan cerah di bawah cahaya lampu magic. Aku penasaran bagaimana rasanya jika aku sentuh sisik-sisik itu. Ainz penasaran secara akademis.

Saat dia menatapnya dari dekat, dia menyadari bahu Crusch gemetar. Cocytus seharusnya sudah menonaktifkan kemampuan aura bekunya, jadi itu pasti karena beberapa alasan lain.

Ainz penasaran sejenak dan menemukan jawabannya, jelas sekali.

Jika dia membuat Ainz tidak senang, seluruh lizardman akan dimusnahkan. Itulah kenapa dia sangat berhati-hati dalam ucapannya. Bagi Crusch yang berada di bawah tekanan yang meremukkan seperti itu, diamnya Ainz yang tidak wajar telah menanamkan sebuah benih teror.

Ainz tidak memiliki hobi senang membully yang lemah. Jika itu karena keuntungan Great Tomb of Nazarick, dia rela melakukan apapun tak perduli betapa kejinya itu, tapi dia tidak akan melakukan tindakan merusak seperti itu tanpa ada manfaatnya.

"Lizardmen akan berada di bawah kekuasaanku. Namun, Cocytus akan menjadi yang penguasanya menggantikanku. Apakah kamu keberatan?"

"--Tidak sama sekali."

"Hanya itu saja. Kamu boleh pergi."

"Eh? Hanya itu saja?"

Crusch berkata dengan suara kaget sementara dia tetap membungkuk. Seperti seseorang yang diberi permintaan yang tidak wajar yang mungkin akan menjadi gila dalam beberapa saat.

"Untuk sekarang. Crusch Lulu. Kalian lizardman akan menuju era yang lebih makmur mulai sekarang. Generasi masa depan dari lizardman akan berterima kasih karena menjadi bawahanku."

"Kami tidak berani, kami sudah berterima kasih kepada yang mulia karena sudah memberikan ampunan meskipun kami telah melawan dengan kekerasan."

Ainz berdiri dari singgasana dengan pelan-pelan. Dia berjalan ke samping Crusch, berjongkok dan menempatkan tangannya ke bahu Crusch.

Ainz bisa merasakan getaran dari tubuh Crusch.

"Aku punya tugas khusus untukmu."

"Sebagai pelayan setia Gown-sama, saya akan melakukan apapun yang saya bisa..."

"Bukan sebagai pelayan, aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku- ditukar dengan kebangkitan Zaryusu."

Setelah mengatakan nama yang dia dengar dari Cocytus, Crusch langsung mengangkat kepalanya, wajahnya bingung karena kaget.

Gembira karena 'jackpot' ini, Ainz melanjutkan mengamati Crusch. Dia mungkin mencoba untuk menyembunyikannya, tapi ekspresinya gemetar. Sulit untuk memutuskan apakah emosi Crusch begitu juga dengan ekspresi wajahnya sangat berbeda dari manusia, tapi seharusnya sudah sedikit memberikan petunjuk.

"Sesuatu seperti itu.."

"Aku adalah yang mengendalikan hidup dan mati. Bagiku, kematian, hanyalah sebuah keadaan dari sebuah makhluk."

ketika dia mendengar suara Crusch yang semakin jauh dari kata runcing, Ainz menjawab.

"Sama halnya dengan racun dan sakit, tapi aku tidak bisa memperpanjang usia dari makhluk hidup."

Mungkin mustahil melalui cara biasa, tapi dengan magic tingkat super 'Wish Upon a Star', mungkin bisa dilakukan... Meskipun hal itu bisa terjadi, lebih baik untuk tidak menyuarakannya dengan jelas.

"...Apa yang anda inginkan dari saya, hamba yang rendah ini?... Tubuh hambah?"

Ainz tidak bisa berkata apapun.

"Tidak, itu sedikit..."

Seekor reptil agak keterlaluan. Ainz ingin langsung mundur, tapi dia memaksa dirinya untuk memainkan perannya. Sedangkan untuk suara gigi yang bergemeretakan yang datangnya dari entah dimana, dia hanya mengabaikannya sekarang.

"Batuk batuk! Tidak. Cukup sederhana, Aku ingin kamu mengawasi dengan detil apakah ada 'lizardman yang berpikir untuk memberontak'."

"Tidak ada lizardman seperti itu."

Ainz tertawa dengan balasan dengan penuh kepercayaan diri Crusch.

"Aku tidak sebodoh itu untuk berasumsi begitu. Aku tidak familiar dengan bagaimana cara berpikir lizardman, tapi menggunakan ras manusia sebagai contoh, pengkhianatan adalah hal yang wajar. Itulah kenapa Aku ingin seorang agen di dalam untuk mengawasi segalanya."

Crusch berubah lagi menjadi tidak mempunyai ekspresi sama sekali, membuat Ainz panik dari dalam, bertanya-tanya apakah perjanjiannya gagal. Ada rencana cadangan yang tidak mengikutsertakan kebangkitan Zaryusu, tapi melakukannya seperti ini bertujuan untuk mengikat Crusch dengan rasa terima kasih. Apa yang harus dia lakukan jika Crusch menolaknya disini?

Aku seharusnya tidak boleh terlalu rakus dan akhirnya malahan bangkrut... Itu pasti maksud dari apa yang mereka katakan dengan tidak ada gunanya menangisi susu yang sudah tumpah.

"...Di depanmu ada sebuah peluang untuk sebuah keajaiban. Tapi peluang ini tidak akan ada disini selamanya. Jika kamu tidak segera meraihnya, akan hilang selamanya."

Dengan gemetaran, ekspresi Crusch berubah seperti kejang.

"Aku tidak akan menggunakan ritual menjengkelkan. Mantra untuk membangkitkan ada di dunia ini ya kan? Itulah yang akan kugunakan."

"Itu adalah legendaris..."

Menghadapi Crusch yang menelan ucapannya, Ainz menunjukkan sikap arogan dan dengan lirih berkata.

"Crusch. Apa hal terpenting bagimu? aku ingin kamu mempertimbangkannya."

Saat Ainz mengamati mata Crusch yang mulai ragu-ragu, Ainz kelihatannya seperti sedang melihat sebuah bayangan dari keberhasilan menggaet pelanggan dalam rapat bisnis.

Selanjutnya, Ainz harus membiarkan Crusch mengerti keajaiban ini bukanlah hal yang gratis. Memberikan layanan gratis hanya akan menambah kecurigaan orang lain, tapi mereka akan lebih menerimanya dengan sebuah permintaan dengan jumlah uang yang cukup.

"Aku hanya perlu kamu mengawasi teman-temanmu lizardman dari balik kegelapan. Tergantung situasinya, kamu mungkin harus membuat pilihan sulit. Untuk mencegah pengkhianatan, Aku akan merapalkan mantra spesial untuk Zaryusu yang dibangkitkan. Jika aku berpikir kamu mengkhianatiku, Aku akan langsung mengakhirinya. Pasti membuatmu susah, tapi kebangkitan Zaryusu bukanlah sesuatu yang bisa kamu dapatkan dengan perjanjian yang adil, ya kan?"

Sebenarnya, tidak ada magic semacam itu.

Ainz bersikap seakan jika dia telah mengatakan semuanya dan berdiri pelan-pelan. Dia lalu membuka lengannya.

Ainz melihat ke arah Crusch yang sedang berusaha.

"Oh, benar, katakan kepada Zaryusu yang bangkit lagi nantinya, Aku menghidupkannya kembali karena dia berguna bagiku. Aku janji untuk tidak menyebutkan namamu. Jadi, Crusch Lulu. Pilihlah sekarang. Ini adalah peluang terakhir bagimu untuk bisa mendapatkan kembali Zaryusu milikmu yang tercinta? Ya? atau Tidak? Pilih."

Ainz mengulurkan tangan ke arah Crusch pelan-pelan. Di waktu yang sama, dia berkata kepada para guardian.

"Jangan melakukan apapun meskipun dia menolaknya - baiklah, siap untuk menjawabnya sekarang? Crusch Lulu?"

Berlangganan via Email