Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord - Vol 3 - Interlude

Interlude


Ibukota kerajaan dari Re-Estize Kingdom.

Pada bagian terdalam dari ibukota kerajaan, lebih dari dua puluh menara bundar dan besar dibangun dengan jarak yang sama dari satu sama lain dan dihubungkan dengan dinding-dinding, membentuk Kota kastil ibukota kerajaan Laurentin. Istana Valencia terletak di dalam tanah ini.

Di dalam istana, ada sebuah ruangan yang memiliki fungsi yang lebih penting daripada dekorasinya yang cantik. Banyak bangsawan dan menteri-menteri negara berkumpul untuk menghadiri rapat istana.

Diantara mereka ada figur Kapten Prajurit Kerajaan, Gazef Stronoff. Dia berlutut di depan raja Ranpossa III., yang duduk di singgasananya, untuk menyatakan sumpah setianya.

Dia terlihat semakin tua.

Meskipun hanya satu bulan setengah yang lalu, itu adalah kesan Gazef yang membandingkan penampilan raja saat ini dengan sebelum keberangkatannya.

Rajanya yang tercinta. kepala itu sudah bertaburan dengan rambut putih dan pucat, tubuh yang kurus itu jauh dari dikatakan sehat meskipun itu adalah pujian, dan kulit wajahnya juga terlihat sangat tidak baik. Tangan yang memegang tongkat kerajaan sekecil ranting, dan mahkota di kepalanya terlihat sangat berat.

Setelah berkuasa selama tiga puluh sembilan tahun, dia sekarang sudah berusia enam puluh tahun. Biasanya itu adalah waktu untuk menyerahkan tahtanya kepada penerus, tapi masalahnya adalah tak ada penerus yang dianggap mampu untuk dipilih.

Bukan karena tidak ada pangeran yang menjadi penerus. Meskipun ada dua orang pangeran, mereka tidak layak sejauh ini. Jika penyerahan tahta terjadi sekarang, mereka pasti akan menjadi boneka dari bangsawan yang lebih hebat.

Pria tua itu mengumumkan dengan suara yang lemah:

"Kapten Warrior, Bagus sekali kamu bisa kembali dengan selamat."

"Ya! Terima kasih banyak, yang mulia!"

Mendengar kekhawatiran sang raja, Gazef membungkuk dalam-dalam saat membalas.

"Ah, tentu saja kami sudah menerima laporan, tapi kami masih ingin meminta kapten warrior untuk memberikan penjelasan dengan detil atas insiden itu, dan apa yang terjadi selanjutnya."

TL Note : Jabatan sebenarnya dari Gazef adalah "Kapten Warrior."

"Sesuai perintah yang mulia."

Gazef menjelaskan kejadian sedalam-dalamnya di desa Carne setelah dia meninggalkan ibukota kepada raja. Dia juga menjelaskan detil tertentu tentang magic caster misterius yang bernama Ainz Ooal Gown, tapi tidak menyebutkan mata-mata Slane Theocracy yang dicurigai. Ini karena menurut Gazef, hanya beberapa individu yang harus tahu tentang ini, dan keadaan sekarang tidak memungkinkan untuk membukanya disini.

Oleh karena itu Gazef berbicara mengenai jasa pahlawan dari orang yang dia temui dan bagaimana pria itu mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan desa tersebut dari bahaya.

"Itu adalah cerita yang benar-benar indah. Menempatkan diri sendiri dalam bahaya untuk menyelamatkan yang lemah..."

Kalimat sang raja dipenuhi dengan pujian, membuat beberapa bangsawan memberikan komentar menghina kepada Ainz Ooal Gown ini.

Individu yang bermasalah dan mencurigakan.

Orang eksentrik yang tidak berani menunjukkan wajahnya yang sebenarnya ke khalayak umum.

Seorang magic caster dengan nama yang aneh.

Bahkan ada diantara pendapat yang muncul bahwa dialah yang mengatur serangan itu untuk mengangkat dirinya sendiri.

Gazef harus menahan diri menunjukkan kemarahan. Dia merasa malu karena tidak mampu mengutarakan sepatah katapun untuk mempertahankan penyelamatnya yang dikritik seperti ini.

Tentu saja, ada alasan yang bagus tentang ini. Karena para bangsawan yang bersikap sinis terhadap penyelamatnya memiliki satu hal yang sama: mereka semua berada dalam kelompok besar yang dikenal dengan Faksi Bangsawan yang Lebih Besar.

Re-Estize Kingdom adalah negara feodal dengan raja mengendalikan tiga persen teritori, bangsawan yang lebih besar memegang tiga puluh persen teritori lainnya dan sisa empat puluh persen dikendalikan oleh yang lainnya, bangsawan yang lebih rendah... sekarang ini, kingdom mengalami konflik internal dan terbagi dalam dua pihak, bersaing siang dan malam satu sama lainnya dalam perebutan kekuasaan.

Satu sisi mendukung kerajaan, sementara yang lain, yang mendukung faksi bangsawan besar, termasuk lebih dari separuh enam bangsawan lebih besar. Meskipun mereka berada di depan raja, tempat ini juga menjadi perluasan area dari pertarungan mereka, sebuah medan pertempuran untuk dua faksi yang saling bersaing.

Karena itu, menjadi faksi pro kerajaan dan juga orang kepercayaan raja, Gazef tidak bersedia untuk menyela. Dia tahu bahwa sikapnya yang lugu dalam berbicara tidak memiliki peluang untuk bisa berhasil berdebat melawan bangsawan ini, oleh karena itu cukup menghindari terpeleset lidan sehingga memberikan kesempatan pada yang lainnya untuk menggunakan ucapan Gazef untuk melawannya sendiri.

...Operasi rahasia dari Slane Theocracy mampu mengetahui gerakan kita dan bisa muncul di waktu yang tepat.. ini mengindikasikan ada mata-mata yang mungkin sudah menyusup ke dalam lingkaran dalam kerajaan. Jika ini masalahnya, mungkin seseorang diantara enam bangsawan besar....

Tatapan Gazef singgah kepada satu orang tertentu diantara para bangsawan, seorang bangsawan dengan tatapan yang dingin.

Orang ini memiliki rambut pirang yang diikat ke belakang dan sepasang mata biru yang tipis.

Kulitnya berwarna putih pucat mengesankan bahwa jarang terkena sinar matahari. Figurnya yang kurus memberikan kesan seorang ular derik (viper).

Meskipun usianya tidak seharusnya mencapai angka empat puluh, penampilannya terlihat jauh lebih tua karena warna kulit yang tidak sehat tersebut.

Dia adalah salah satu dari enam bangsawan besar, disebut Lord Raven. Dia terus berpindah-pindah diantara dua faksi seperti seekor kelelawar untuk memperbesar keuntungannya. Dia juga seorang bangsawan yang secara rahasia mendekati pangeran kedua kerajaan.

Jika ada seorang pengkhianat di kerajaan, seharusnya dia ya kan?

Melihat tatapan Gazef, Lord Raven menyunggingkan senyum yang sudah tipis dari sananya. Melihat sikap provokatif seperti itu, ekspresi Gazef menadi lebih kaku.

"Dengan begitu, laporan Kapten Warrior berakhir disini. Ada masalah penting lainnya yang harus segera diputuskan."

Raja mengumumkan, merasa sedikit lelah, mengatakan kepada para bangsawan untuk mundur sebentar. Gazef berjalan ke sisi raja dan mengawasi para bangsawan. Sebagai seorang subyek terpercaya dari raja, dia sudah terbiasa dengan tatapan yang tidak menyenangkan.

"Kalau begitu, menurut kebiasaan tahunan, kita akan berperang dengan Empire dalam beberapa bulan. Ini adalah agenda selanjutnya di hari ini. Lord Raven, jelaskan kepada semuanya."

"Ya, yang mulia."

Seperti hantu, pria itu pelan-pelan berjalan dan mulai menjelaskan dalam suara yang lembut.

Tak ada yang membuat bising. Bukan hanya dia memiliki pengaruh kepada kedua faksi, dia juga satu-satunya dengan kekuatan terbesar diantara enam bangsawan. Tak ada yang berani membuat musuh dengannya.

Tak ada keberatan yang dibuat ketika Lord Raven melalui tindakan yang direncanakan dan siapa yang akan mengirim berapa tentara. Setelah dia selesai menjelaskan, dia tersenyum remeh kepada sang raja dan membungkuk:

"---Laporan sudah disimpulkan."

"Terima kasih, Lord Raven. Apakah ada yang ingin mengatakan sesuatu?"

Sekali lagi ruangan itu menjadi berisik, dengan saling bisik-bisik diantara para bangsawan.

"Kali ini giliran kita untuk menangkis musuh. Dengan itu, biarkan kami melakukan serangan balik langsung kepada Empire."

"Benar sekali. Aku kelihatannya sangat lelah jika hanya menahan Empire."

"Itu benar. Biarkan orang-orang bodoh di Imperial itu merasakan mimpi terburuk dari kita."

"Benar sekali, Earl-sama, seperti yang anda bilang."

Ruangan itu kembali bergema dengan tawa yang meriah dari pria-rpai yang mengenakan pakaian bagus.

Berhentilah bermimpi. Jika mungkin bisa melakukan hal seperti itu, siapa tahu berapa banyak kesenangan nantinya.

Kingdom dan pasukan dari Empire tetangga akan bertemu setiap tahun di medang perang di dataran Katze.

Hingga tanggal ini, tidak ada pihak yang menderita luka yang terlalu serius, tapi itu karena Empire tidak pernah mengeluarkan kekuatan penuhnya. Jika saja ada niat untuk membumi hanguskan Kingdom, maka tidak perlu sama sekali mendirikan perkemahan di dataran Katze dan menunggu tentara Kingdom untuk tiba.

Gazef dan beberapa bangsawan lain yang masih menggunakan otak mereka memperhitungkan bahwa Empire menggunakan metode seperti itu untuk mengurangi kekuatan nasional dari Kingdom.

Kingdom, yang terdiri dari militant; dan Empire, yang terdiri dari tentara profesional, dan memiliki hirarki Knight.

Pasukan mana yang lebih unggul sangat jelas hanya dalam sekali tatapan, oleh karena itu Kingdom butuh untuk menggerakkan jumlah pasukan dua kali lipat dari kekuatan Empire yang berasal dari populasi mereka dan karena jumlah pasukan yang lebih besar, tentara itu membutuhkan pasokan makanan dengan jumlah yang lebih banyak. Meskipun ada item magic yang bisa menghasilkan makanan, itu hanya dimaksudkan untuk menyediakan nutrisi dan makanan hasilnya sangat tidak enak bahkan orang lapar akan ragu-ragu untuk memakannya, oleh karena itu mereka takkan bisa menjadi sumber utama dari makanan jatah.

Terlebih lagi, serangan Empire tepat dengan waktu panen gandum, menghasilkan kekurangan tenaga di desa-desa, yang mana membuat panen gandum menjadi terlambat.

Tanpa mengeluarkan seluruh kekuatan mereka di dalam serangan, kekuatan nasional Kingdom tentu saja akan melemah, diikuti dengan kekuatan kerajaan yang juga melemah.

Itu adalah alasan faksi bangsawa yang lebih besar memalingkan muka kali ini. Mereka senang bahwa otoritas dan kekuatan dari faksi musuh -- kerajaan -- menjadi berkurang.

Ketika kekuatan nasional kita menjadi lemah, Empire akan menyerang dengan kekuatan penuh! Apakah kamu pikir musuh akan puas dengan pertempuran kecil-pertempuran kecil saat ini? Mengapa cara berpikirmu naif sekali?

Gazef diperburuk oleh bangsawan-bangsawan itu yang percaya bahwa kekuatan mutlak mereka akan terus ada.

"Jadi apa yang kamu katakan adalah bahwa magic caster misterius, yang menolong Kapten Warrior, bisa saja seseorang dari Empire dengan tujuan menyusup kepada pengintaian di sisi kita?"

"Ah, jadi begitu, kamu benar. Aku dengar Empire memiliki akademi Magic Caster, jadi itu mungkin saja."

"Nama-nama dari orang-orang di Slane terdiri nama pemberian, nama pembaptisan dan nama keluarga, apakah mungkin nama itu adalah pseudonym?"

"Pria semacam itu yang muncul di dalam kerajaan adalah mereka yang selalu membuat yang lainnya tidak nyaman, apakah kalian kira kita harus membuat sebuah rencana untuk menghadapinya?"

"Mungkin kamu bisa mempertimbangkan untuk menangkapnya. Guild Petualang melakukan apapun sesuka mereka dengan mempekerjakan magic caster dalam jumlah banyak. Itu adalah sebuah masalah yang seharusnya tidak ada. Sebaiknya bagi kita untuk menemukan sebuah cara untuk menempatkannya di bawah otoritas kita."

"Uang yang dibayarkan kepada Guild tidak bisa dianggap enteng pula. Para petualang yang hidup di dalam Kingdom meminta bayaran yang tidak masuk akal untuk menahan monster-monster yang saat ini berada di dalam negara."

"Membawanya kemari adalah pilihan yang terbaik."

Mendengar ini, Gazef tidak bisa diam lagi. Dia benar-benar tidak bisa membiarkan mereka memperburuk nama dari penyelamat hidupnya, penduduk desa dan bawahannya.

"Tunggu sebentar, Pertama, magic caster itu sangat bersahabat dengan Kingdom. Cara berpikir, yang ingin menahan orang baik semacam ini benar-benar tidak bijak--"

Gazef memberikan pendapatnya untuk mencoba mengalihkan rapat istana yang arah diskusinya semakin bias. Beberapa bangsawan menunjukkan tampang jijik yang jelas terlihat.

Dengan hanya bakat berpedang, Gazef naik ke posisinya saat ini. Di mata para bangsawan yang memiliki sejarah panjang warisan, dia tidak lebih dari orang kaya baru semalam.

Itulah kenapa Gazef dibenci oleh mereka. Terlebih lagi kemampuan berpedangnya tidak tertandingi di kerajaan, yang mana makin membuat kebencian bangsawan semakin dalam.

Bagian tersulit dari bangsawan terkenal ini adalah menerima orang yang memiliki kemampuan yang lebih baik dari mereka, meskipun status mereka lebih rendah.

Beberapa bangsawan tidak menunggu Gazef selesai bicara sebelum menolak secara verbal terhadap Ainz Ooal Gown satu sama lain, dan yang lainnya mengikuti dengan menyerukan penolakan mereka.

Raja yang duduk di singgasana berkata dengan serak, dengan isyarat pujian:

"...Cukup. Kita putuskan bahwa penilaian Kapten Warrior tidak salah."
TL Note : Cara bicara seorang petinggi kerajaan biasa menggunakan kata kita untuk menunjukkan dirinya sendiri dibandingkan menggunakan aku atau saya atau kata ganti tunggal lainnya.

"Baiklah.. jika yang mulia mengatakannya demikian..."
Para bangsawan itu tidak menyangkal, menahan diri sementara dengan senyum yang menghina.

Gazef mengirimkan tatapan bersyukur kepada kerajaan yang telah menjadi tempat sumpah setianya dan menaikkan status Gazef.

Bertemu dengan tatapan Gazef, sang raja mengangguk pelan sebagai pertanda.

----

Setelah setiap rapat perebutan kekuasaan dan pujian, hati dan otaknya akan menjadi lelah. Namun, Gazef tidak akan membiarkan tampang mukanya yang seperti ini saat dia menemani raja menuju lorong istana.

Sang Raja, yang berjalan dengan tongkat, mengalami luka pada lututnya di perang lalu dan cara berjalannya suatu waktu akan goyah, tapi mempertimbangkan kewibawaan raja, Gazef tidak mengulurkan tangan untuk membantu. Terlebih lagi, jika dia sudah sampai pada kondisi yang membutuhkan bantuan lainnya untuk berjalan, faksi bangsawan besar yang bersuara mendukung turun takhta akan semakin besar, meminta raja untuk turun takhta agar pangeran boneka mereka bisa naik.

Meskipun Gazef merasa sedih, raja masih harus berjalan dengan kekuatannya sendiri.

Tiba di dekat kamarnya setelah berjalan pelan-pelan di lorong, raja tiba-tiba berbicara:

"...Kekuatan bangsawan masih dibutuhkan untuk mengendalikan serangan Empire. Jika nasehat mereka ditolak mentah-mentah, negara ini akan pecah sendiri tanpa harus menunggu serangan Empire."

Meskipun isinya sangat tiba-tiba, Gazef sangat jelas pada apa yang raja ingin katakan, oleh karena itu dia hanya bisa menggigit bibirnya.

"Aku iri dengan Empire."

Gazef tidak tahu ucapan itu akan menghibur bisikan-bisikan sang raja.

Tiga generasi yang lalu, Empire juga adalah negara feodal. Namun, kekuatan bangsawan pelan-pelan semakin lemah, dan ketika kaisar saat ini menaiki takhta, sekarang menjadi monarki mutlak.

Kaisar saat ini -- Zirkunif Lun Farod el Nix.

Selama kenaikan takhtanya, pembunuhan sangat berdarah sehingga cukup untuk membentuk sungai darah, oleh karena itu pemuda ini juga dikenal dengan Kaisar darah. Gazef mengingat pernah bertemu dengannya di medan perang, kaisar itu pernah ingin merekrutnya.

Kaisar itu benar-benar dilahirkan sebagai penguasa.

"Karena pemikiranku yang dangkal, aku tidak bisa melindungimu, dan karena itu aku minta maaf. Bahkan ketika memerintahkan perintah yang berbahaya, aku tidak mampu untuk memberimu equipment terbaik untuk pekerjaan itu... kami meminta maafmu-, tidak, tolong maafkan aku... Bawahanmu juga telah kehilangan nyawa mereka karena ini."

"Tidak, tidak sama sekali..."

"Gazef, mungkin ini tidak membuat banyak perbedaan, tapi meskipun ini tidak bisa disebut permintaan maaf, aku ingin memberi kompensasi kepada keluar yang ditinggalkan. Ditambah lagi, aku ingin mengutarakan rasa terima kasihku yang terdalam kepada tuan Gown karena telah menyelamatkan pembantuku yang paling setia dan dipercaya."

Meskipun itu bukanlah sang raja sendiri yang menyelamatkannya, dia masih ingin mengucapkan rasa terima kasih sendiri kepada rakyat biasa. Ini adalah hal yang bermasalah, tapi --

"Saya percaya orang baik sepertinya akan puas dengan kalimat itu."

"Begitukah... Oh?"

Dua figur yang sedang berjalan bersama di lorong membuat pantulan di mata sang raja, terutama yang paling menarik adalah gadis cantik yang berjalan di depan. Kecantikan gadis itu dikatakan tidak akan bisa ditangkap oleh sebuah lukisan; kecantikan yang tak bisa dijelaskan.

Sang raja menyunggingkan senyum. Kecintaannya kepada putri mudanya melebihi anak-anak lainnya.

Renner Theiere Chardelon Ryle Vaiself.

Putri ketiga mewarisi penampilan ibunya yang menyilaukan, dan terkenal sebagai "Putri Emas".

Berusia enam belas tahun, dia sudah sampai pada usia dimana pernikahan bukanlah hal yang aneh. Itu juga alasan lain dari kegemaran para bangsawan untuk membuat masalah.

Titel itu didapatkan dari rambut emasnya, selembut sutra dan luwes saat berkibar di belakang lehernya. Bibir tersenyum yang terlihat sehat itu berwarna merah muda sakura. Mata yang biru gelap seperti batu safir bersinar dengan kehangatan dan penuh getaran.

Gaun putih yang trendi memperkuat gambaran kesucian yang diberikan olehnya pada yang lain. Mengelilingi lehernya adalah sebuah liontin besar, kelihatannya adalah simbol dari jiwa kerajaannya.

Berdiri di belakangnya adalah seorang pemuda yang sedang tumbuh dari bocah menjadi seorang pria. Dia mengenakan armor putih dan bisa dideskripsikan dengan istilah 'api membara'.

Diatas mata sanpaku yang melengkuk miliknya ada dua alis yang kasar.

Wajahnya mengeluarkan ekspresi kemauan yang kuat sekuat baja, dengan kulit yang gelap. Untuk lebih mudah dalam bergerak dan menghindari pertempuran begitu juga dengan alasan lainnya, rambutnya yang pirang dipotong dengan gaya yang rapi dan bersih.

Pemuda ini disebut Climb adalah seseorang yang Gazef tidak tahu bagaimana bersahabat baik dengannya. Bukan karena dia tidak menyukainya, tapi lebih tepat Gazef menyukainya.

Namun, Gazef hanya sulit menghadapi suasana yang berat yang dia berikan. Gazef tidak membenci individu yang serius, tapi dia masih berharap bahwa pihak lain bisa sedikit santai.

Tetap saja, Gazef mengerti penuh perasaan Climb.

Climb yang selalu berada di sisi wanita yang paling cantik di kerajaan, akan menderita iri hati dan kebencian dari yang lainnya, dan seharusnya tidak memiliki teman apapun. Dan juga, asalnya juga seperti Gazef -- tidak, lebih buruk dari Gazef. Oleh karena itu dia tidak bisa menunjukkan kelemahan apapun, karena tindakannya bisa membuat tuan putrinya menderita banyak kritikan.

"Ayah, Kapten Warrior."

Sang raja tersenyum terhadap Rene yang berlari kecil dengan langkah yang ringan, dan mengangguk dan Climb yang membungkuk dalam-dalam.

"Kelihatannya rapat akhirnya sudah selesai."

"Ya, ada banyak topik yang harus didiskusikan."

"Jadi memang seperti itu. Aku sudah memikirkannya sebentar, dan ingin ayah mendengarkan ideku, oleh karena itu aku menunggumu disini."

"Begitukah? Kalau begitu aku minta maaf."

Idenya bukanlah hal yang remeh.

Alasan lain mengapa dia dipuja dengan sebutan "Putri Emas" adalah karena dia memiliki pikiran yang lincah dan semangat yang patut dipuji. Bukan hanya dia telah mendirikan institusi yang tonggak negara, tapi juga memberikan anggaran yang baru.

Semua penawarannya adalah rencana untuk rakyat sipil di kalang bawah pada masyarakat. Terlebih lagi, itu bukan pemberian sedekah, tapi mempersiapkan peraturan kesejahteraan yang bagus, memberikan rakyat sipil yang mau menolong dirinya sendiri dengan kesempatan untuk menjadi Tercukupi oleh diri sendiri.

Bukan hanya itu, tapi juga di saat bersamaan meningkatkan status menjadi seorang rakyat sipil, menaikkan loyalitas mereka kepada keluarga kerajaan, menguatkan produktifitas, seluruhnya mempengaruhi peraturan yang membuat keluarga kerajaan tertarik.

Meskipun ada ganjalan dari para bangsawan yang tidak ingin memperkuat status rakyat sipil, dan hampir seluruh institusi yang didirikan hancur, berbagai orang yang mengenalnya dan mendapatkan anugerahnya semuanya memberikan penilaian yang tinggi atas usahanya.

"Kalau begitu aku akan mendengarkanmu dengan penuh perhatian ketika kita sudah kembali ke kamarmu."

"Namun, ayah, sekarang ini adalah waktunya putrimu berjalan. Climb dan aku akan berkeliling di lingkungan sekitar lalu kembali."

Mendengar sang putri yang menganggap berjalan lebih penting daripada berdiskusi dengan raja, ekspresi Climb menjadi semakin kaku. Gazef merasa kasihan padanya.

Namun, Putri Renner selalu memiliki cara untuk melakukan sesuatu, sebagai seorang pengawal, dia tidak bisa protes.

"Begitukah? kalau begitu pergilah, dan datanglah menemuiku di kamar untuk mendiskusikan ini ketika kamu kembali."

"Aku mengerti. Ayo pergi, Climb"

"Permisi."

Sebagai seorang warrior, Gazef berbicara kepada Climb yang membungkuk dalam-dalam:

"Climb, kamu juga harus meningkatkan teknik berpedang milikmu dengan rajin, bisa melindungi putri Renner di dalam keadaan apapun."

"Ya!"

Climb mengangguk semangat. Sebaliknya, Renner mengeluarkan suara yang tidak puas.

"Climb baik-baik saja. Dia pasti akan mampu melindungiku setiap saat."

Ucapan itu tidak berdasar. Namun mendengar putri yang mengatakannya kelihatannya memberikan sebuah elemen kebenaran.

"Kalau begitu ayo pergi, Climb."

Jari-jari kurus Renner menarik sudut pakaian Climb. Meksipun itu adalah isyarat atau tindakan yang tidak sadar, eskpresi Climb menjadi semakin kaku setelah mengetahuinya, menjadi sekeras berlian.

"Ya. Putri."

Meskipun wajah Climb tidak ada ekspresi ketika ditarik oleh putri, kesedihan dan pasrah bisa terlihat pada matanya.

Meskipun dua orang itu lupa untuk memberikan penghormatan, sang raja kelihatannya tidak perduli dan hanya melihat dengan diam kepada mereka berdua seakan melihat sesuatu yang telah hilang sejak dahulu.

"...Sebagai raja, merasa kasihan bukanlah hal yang bagus."

Climb asalnya tidak diketahui. Dia adalah anak yang miskin yang diambil oleh Renner ketika dia berjalan-jalan di luar kastil.

Hanya kulit dan tulang, dia adalah anak kecil yang hampir mati kelaparan, terus berusaha melindungi penyelamatnya. Tidak, hanya berusaha bukanlah penjelasan yang cukup.

Dia tidak memiliki bakat baik dalam berpedang atau magic ataupun dikaruniai dengan kemampuan tertentu dalam atletik yang menakjubkan.

Namun, dia dengan dengan rajin berlatih sedikit demi sedikit. Tentu saja, bakatnya tidak berada pada level Gazef, ataupun sampai pada level pahlawan. Meskipun begitu, kekuatannya ditempa oleh kerja keras dan latihan masih bisa mencapai level tertinggi dari seluruh prajurit kerajaan. Namun, masih ada hal yang tidak bisa dia lewati.

Itu adalah status, kekuatan, dan juga nilai seorang pria.

Putri Renner menilai seseorang sangat tinggi, dan Climb hanya tidak bisa menyamainya.

"Hati Tuanku sangat penuh perhatian."

"Meskipun aku tahu itu bodoh, aku masih berharap setidaknya salah satu putriku... bisa meraih kebebasan. Tidak... putriku yang lain pasti akan mengomeliku... Aku benar-benar sudah menjadi tua, memikirkan hal-hal semacam ini."

Sang raja menatap tempat kosong, seakan ada orang disana:

"Mungkin, aku harus memperbolehkan putri ini jatuh ke dalam kemalangan."

Jika Putri itu dinikahkan saat ini, pengantinnya pasti adalah seseorang dari Faksi Bangsawan lebih besar.

Gazef yang memiliki pemikiran yang sama, tidak bicara. Itu karena dia tidak tahu harus berkata apa. Satu-satunya orang yang bisa mengerti masalah raja adalah mereka yang berada pada posisi yang sama, dan Gazef bukanlah salah satu dari orang-orang itu.

Sebuah lonjakan keheningan memenuhi tempat diantara dua pria. Untuk menghilangkan kesunyian ini, mereka berjalan lagi.

Berlangganan via Email