Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord - Vol 3 - Epilog

Epilog

Pemimpin kelompok petualang [Sky Wolf] dengan peringkat mythrill, Berette, membuka pintu masuk depan dari guild petualang.

Para petualang sedang melihatnya dengan sikap hormat dan kagum.

Berette sudah terbiasa dengan pemandangan ini, tapi intensitas dari tatapan itu kelihatannya tidak sekuat dibandingkan sebulan yang lalu.

Kurasa mau bagaimana lagi.

Dia memasang mata pada isi permintaan papan buletin, tapi sayangnya dia tidak mampu menemukan misi dengan peringkat mythrill sama sekali.

Misi yang diberikan kepada petualang peringkat mythrill jarang muncul. Namun alasan kekuarang misi kali ini karena seorang petualang yang dengan cepat menyelesaikan seluruh misi peringkat mythrill dan diatasnya telah muncul.

"...Momon-san."

Setengah protes, Berette menggumamkan nama ini.

Sekitar sebulan yang lalu, pria ini menghabisi seorang vampir yang sangat mampu dan luar biasa kuat.

Itu adalah pertempuran sengit yang menggetarkan langit dan bumi. Dia tidak menyaksikan pertarungan itu sendiri, tapi setelah melihat sisa pertarungan, seseorang bisa membayangkan pertarungan macam apa itu. Kelompok petualang Igavaruji, Kuragura, yang menemaninya benar-benar dihabisi dari kerusakan tambahan yang mereka alami selama pertempuran. Hasil ini memang tidak mengejutkan.

Tidak, jika seseorang bergabung dalam pertarungan itu, sudah pasti akan tewas.

Ledakan dari kristal penyegel magic telah menghanguskan tanah di sekeliling menjadi hitam, beberapa area bahkan berubah menjadi gurun. Hal yang mengejutkan adalah, jika itu dilakukan seperti itu, vampir itu tidak mungkin bisa dikalahkan. Terlebih lagi--

"Mereka selamat..."

Di lain pihak, mereka, yang telah memenangkan dan kembali dengan selamat, biasanya akan dianggap monster yang lebih kuat daripada vampir yang tidak bisa dilawan Berette.

Itulah kenapa nadanya tadi sangat sopan dan terlebih lagi, Ainz cukup kuat untuk memerintahkan hormat kepada yang lainnya.

Saat dia berfantasi tentang makhluk yang luar biasa kuat ini, dia mendengar pintu terbuka dan sebuah keributan pecah, seakan ledakan angin telah masuk ke dalam guild.

Tebakan kasar yang diributkan oleh mereka, Berette juga menolehkan tatapannya kepada arah semua yang dilihat oleh orang lain. Cukup caykin, dia melihat orang yang dia duga.

Topik utama dari kota ini adalah [Dark Hero], Momon.

Dengan dua pedang besar di punggungnya dan ditemani oleh seorang wanita dengan kecantikannya tiada tara.

"Bagian depan dari armor itu dibuat menggunakan adamantium dalam jumlah besar... Berapa banyak uang harganya?"

Titel [Dark Hero] datang dari satu set armor full body dengan kelas ultra tinggi, yang agak rusak ketika kembali. Ada noda gosong disekujurnya, dengan pecahan dan bekas cakaran, tapi sekarang satu set armor gelap itu tidak ada cacatnya dan bersinar cemerlang di bawah cahaya matahari.

Ini adalah karena kerja keras dari Guild Magician, yang menggerakkan seluruh magic caster mereka untuk merapal magic perbaikan padanya.

Lempengan logam yang menggantung di depan dadanya adalah - legenda hidup, obyek kekaguman para petualang, kartu as manusia yang melindungi mereka dari ras kuat lainnya - adamantium.

Prestasinya sudah jauh melebihi peringkat orichalcum, yang mana adalah peringkat yang sudah cukup tinggi dan tak pernah sekalipun muncul di kota E-Rantel.

Bak penampilan seorang pahlawan yang keluar dari buku cerita, suasana di dalam aula guild tiba-tiba menjadi ribut.

"Petualang Adamantium ketiga dari Kingdom..."

"Itulah dia..[Dark Hero] Momon...dan yang ada dibelakangnya adalah [Putri yang Memikat] Nabel, dia benar-benar secantik rumornya."

"Kamu tahu di dalam hutan itu, bongkahan besar dari hutan itu sudah terbakar habis menjadi abu katanya adalah akibat dia...Aku dengar dia menggunakan martial arts untuk membakarnya semuanya."

"Tidak mungkin, bagaimana mungkin...Jika sebuah area dengan ukuran seluas itu hancur menggunakan martial arts, apakah dia masih bisa disebut manusia?"

"Dia mungkin hanyalah salah satu dari mereka yang bisa melakukan itu? Peringkat Adamantium adalah puncak dari para petualang. Jika seseorang berkata bahwa dia adalah yang terbaik dari para peringkat adamantium, aku takkan terkejut sama sekali."

Di bawah tatapan kagum setiap orang, Momon dengan santai berjalan menuju counter. Para petualang yang sedang berdiskusi detil misi dengan resepsionis wanita semuanya terbelah dan memberi jalan kepada petualang dengan peringkat tertinggi. Ekspresi mereka menunjukkan kehormatan dan takut.

Momon berbicara dengan resepsionis dengan nada biasa.

"Tugas yang diberikan kepada kami sudah selesai, tolong bantu kami mencari jika ada pekerjaan baru."

Mata gadis itu membelalalk, tapi hanya sesaat. Berette tahu mengapa dia membuka matanya selebar itu. Pekerjaan yang Momon dan Nabel terima memang sangat sulit meskipun bagi petualang peringkat mythrill. Misi yang kira-kira akan memakan waktu lama, tapi mereka menyelesaikannya dalam waktu yang sangat singkat.

Itu benar, jika dipercayakan padanya, bahkan misi peringkat mythrill bisa diselesaikan dalam sekejap.

Ini hanya hal biasa, karena petualang dengan peringkat sekaliber ini.

"Kurasa tidak ada lagi yang bisa aku kerjakan."

Berette akhirnya protes, tapi dia tidak serius. Setelah mencapai peringkat mythrill, jika tidak ada keadaan spesial, seseorang akan memiliki uang lebih dari cukup untuk pensiun dan hidup mewah selama hidupnya. Petualang yang terus bertualang setelah mencapai peringkat ini kebanyakan melakukan ini karena alasan selain uang.

"Ah, Momon-san. Maafkan saya, tapi kali ini kami tidak memiliki misi yang cocok untuk anda, mohon maaf."

Resepsionis itu berdiri dan membungkuk dalam-dalam.

"Jadi seperti itu -"

Seakan ingin mengatakan sesuatu tapi berhenti di tengah-tengah. Setelah beberapa detik dia bicara lagi:

"Oh begitu, bagus sekali, karena tiba-tiba aku teringat urusan gawat yang perlu perhatian, jadi aku akan kembali ke hotel dulu. Jika ada yang gawat datang kamu bisa mencariku disana. Aku asumsikan kamu tahu hotel mana aku tinggal, ya kan?"

"Ya, hotel Shining Golden Pavilion ya kan?"

Momon mengangguk dan dengan elegan memutar badannya, membuat jubak merahnya terkibar, dan berjalan keluar. Ketika Momon melewatinya, Berette mengira dia bisa mendengarnya bicara, tapi suaranya sangat lirih, dia tidak bisa mengetahui isi dari bicaranya yang terputus-putus.

Apakah Berette tidak dengar, adalah Ainz yang memerintahkan bawahannya untuk menunjukkan seluruh kekuatan militer mereka.

"Perintahkan Gargantua untuk mulai bergerak, panggil Victim dan tunggu Cocytus kembali. Karena ini adalah kesempatan yang langka, beritahu seluruh Guardian untuk bergerak sama-sama."

Berlangganan via Email