Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord - Vol 3 - Chapter 1 Part 4

Herd of Predators - Gerombolan Pemangsa.

Part 4

Keluar dari hutan di dekat sana adalah sepuluh orang pria. Mereka mengepung kereta itu dengan bentuk semi lingkaran. Pria-pria ini semuanya membawa perlengkapan yang berbeda. Meskipun kualitas perlengkapan mereka tidaklah hebat, bisa dikatakan juga tidak buruk. Seseorang bisa tahu bahwa senjata itu adalah pilihan yang cukup hati-hati.

Pria-pria itu berdiskusi tentang apa yang akan mereka lakukan pada mangsa mereka, seperti siapa yang akan melakukannya dahulu. Faktanya mereka sangat tenang terlihat jelas. Lagipula, mereka sudah pernah melakukan ini berkali-kali sebelumnya. Kali ini juga tidak banyak berbeda, jadi mereka tidak memiliki alasan untuk gugup.

 


Zach turun dari kursi pengemudi kereta dan berlari kecil ke arah pria-pria ini.

Sebelum dia melompat dari kursi pengemudi, dia telah memotong tali kemudi untuk mencegah kereta itu kabur, dia juga merusak pintu kereta sehingga hanya bisa dibuka dari satu sisi saja, sisi yang menghadap pria-pria ini.

Pria-pria itu memamerkan senjatanya agar terlihat oleh mangsa mereka. Itu seakan memberikan peringatan tak tertulis bahwa jika mereka tidak segera keluar, mereka akan disakiti hingga parah.
Seakan bereaksi terhadap peringatan, pintu kereta pelan-pelan terbuka.

Seorang gadis cantik muncul di bawah cahaya rembulan. Tentara-tentara bayaran dan bandit itu menunjukkan senyum mesum dan melihat gadis itu dengan tatapan penuh nafsu. Ekspresi bahagia mereka bisa sangat terlihat jelas.

Namun, ada seseorang yang kaget: Zach.

Menggunakan sebuah kalimat untuk menjelaskan keterkejutannya 'Siapa ini?'. Zach tak pernah melihat wanita cantik ini sebelumnya, meskipun dia sangat familiar dengan keretanya. Perbedaan ini membuatnya bingung, membuat dia tidak bisa bicara.

Lalu, gadis lain dengan pakaian yang sama muncul setelahnya. Beberapa pria menunjukkan senyum bingung karena target mereka seharusnya hanya satu orang gadis kaya yang mudah ditipu dan kepala pelayannya yang tua.

Namun kelihatannya gadis muda lainnya muncul selain mereka berdua, dan penampilan gadis itu membuat mereka melupakan keraguannya.

Rambutnya yang keperakan bersinar terang dibawah sinar rembulan, dan matanya yang merah dan basah menunjukkan godaan dunia lain.

Melihat gadis yang cantik dan menawan yang muncul di depan mereka, bandit-bandit itu hanya bisa menghela nafas pada diri mereka. Mereka bahkan tidak bisa mengeluarkan sebuah kalimat pujian karena terperangah. Momen ini membuktikan bahwa sesuatu yang sangat cantik yang tiba-tiba muncul, bahkan hasrat binatang buas pun akan menyusut.

Bermandikan tatapan dari pria-pria yang tertarik ini, Shalltear menunjukkan senyum menggoda yang mesum. Dia dengan santai berjalan ke depan pria-pria itu:

"Semuanya, terima kasih sudah berkumpul disini untukku. Ah ya, siapa pemimpin dari kalian? Bolehkan aku bernegosiasi dengannya sebentar?"

Melihat tatapan bandit-bandit yang tertuju pada satu orang, Shalltear memperoleh informasi yang dia inginkan. Itu artinya kecuali yang satu itu, yang lainnya tidak dibutuhkan.

"Ap..Apa yang ingin kamu negosiasikan?"

Setelah melihat gadis yang paling cantik yang tak pernah dia lihat, pria yang terlihat seperti pemimpin itu akhirnya memperoleh kesadarannya kembali dan melangkah maju.

"Aaahh, maafkan aku. Negosiasi itu hanyalah gurauan untuk mendapatkan informasi yang kuinginkan. Permisi."

"Siapa kalian sebenarnya..."

Shalltear melihat ke arah Zach yang bertanya:

"Jadi kamu yang bernama Zach? Aku akan memberikanmu kepada Solution sesuai janji, jadi bisakah kamu minggir?"

Banyak yang bingung, dan untuk mendapatkan jawaban mereka mulai saling melihat, tapi diantara pria-pria itu--

"Hmph, gadis cilik. Tubuhmu bagus juga, sedikit saja aku bisa membuatmu menangis."

Bandit, yang kebetulan berada di depan Shalltear, mengulurkan tangannya untuk menyentuh dada besar yang memang tidak pantas untuk gadis dengan usia segitu. Tapi kemudian-- sebuah tangan jatuh ke tanah.

"Bisakah kamu tidak menyentuhku dengan tangan kotormu?"

Pria yang kaget itu melihat lengannya yang kehilangan tangan. Setelah sesaat, dia berteriak:

"Arghhh-tangan, tanganku-!"

"Kamu hanya kehilangan satu tangan, mengapa kamu berteriak sekeras itu? Apakah kamu masih bisa disebut pria?"

Shalltear sedikit bergumam dan mengayunkan tangannya dengan santai. Lalu kepala pria itu terjatuh ke tanah.

Bagaimana mungkin dia bisa memotong kepala pria itu, tanpa menggunakan apapun? Seperti pemandangan mimpi buruk, semuanya terlihat sangat tidak nyata dan bandit-bandit itu menjadi ketakutan. Pria-pria yang tidak bisa bereaksi karena kekagetan mereka. Namun, pemandangan mengerikan selanjutnya membuat semuanya kembali ke alam sadar.

Darah mulai keluar dari lehernya seperti air mancur. Seakan darah itu memiliki pemikiran sendiri, mulai berkumpul di atas Shalltear dan membentuk sebuah bola darah.

Rekan-rekan Shalltear tahu pemandangan ini disebabkan oleh skill spesial miliknya [Blood Pool]. Tapi bandit-bandit ini tidak tahu skill di luar manusia semacam itu. Yang pertama kali muncul di otak mereka adalah:

"Dia seorang Magic Caster!"

Jika beberapa orang dari mereka mengerti magic dengan benar, mereka mungkin akan bisa mengeluarkan peringatan yang lebih jelas. 'Magic Caster' hanyalah istilah umum, tergantung dari profesinya ada banyak macam sub divisi dan cara menghadapi masing-masing dari mereka yang berbeda satu sama lain. Setelah melihat pakaian Shalltear, hal pertama yang harusnya ada di otak mereka adalah magic berdasarkan Sorcery, diikuti kemampuan untuk mengendalikan pikiran. Karena mereka tidak memberi peringatan yang spesifik, seseorang bisa menyimpulkan dengan aman bahwa pihak lain benar-benar tidak tahu fundamental dari magic.
Dengan kata lain, kapanpun mereka melihat sesuatu yang tidak mereka pahami, mereka akan mempercayainya sebagai magic.

Shalltear mengerti bahwa orang-orang ini tidak tahu lebih banyak, dia lalu melihat mereka dengan ketertarikan yang hilang. Bandit-bandit yang panik cepat-cepat mengangkat senjata mereka untuk bertahan.

"Membosankan, aku akan menyerahkan orang-orang ini kepada kalian. Tinggalkan pria ini dan pria itu..paham?"

"Ya, Shalltear-sama."

Para vampire yang mengikuti di belakang Shalltear, mereka berjalan dan menghancurkan wajah dari bandit yang mengayunkan pedangnya kepada Shalltear, membuat mereka terlempar ke belakang.

Pemandangannya seperti seseorang yang memukul dengan pemukul kasti dari logam menggunakan seluruh kekuatannya.

Suaranya mirip dengan balon yang penuh dengan cairan dan meledak. Bandit yang terbang di udara dengan anggota tubuh terlempar, diikuti dengan cipratan darah dan otak mereka. Cairan itu berkilauan di bawah sinar rembulan, membuatnya semakin cantik karena elemen menakutkanya.

Lebih dari separuh tengkorak yang pecah dan terlempar. Otak mereka menyembur dan jatuh dari tengkorak yang pecah dan saat itulah tubuhnya terjatuh ke tanah dengan suara basah. Suara yang memberikan perasaan menakutkan dan mengerikan kepada para bandit, tapi itu seperti bunyi lonceng pertama dari pertempuran yang membawa Shalltear sangat bahagia.

Zach menunjukkan senyum kaku sambil melihat pemandangan di depannya.

Pemandangan yang sangat tidak manusiawi.

Bau darah yang membuat pusing, disebabkan oleh pembunuhan yang keji, membuatnya ingin muntah.

Anggota tubuh dari pria yang hancur seperti kertas. Kepala yang digenggam oleh dua tangan hancur seperti pohon delima yang dibuka paksa.

Perut salah satu bandit ditusuk oleh tangan kosong setelah dilucuti armornya. Usus yang basah dan mengkilap ditarik keluar beberapa meter. Bandit itu masih hidup setelah itu, yang menunjukkan kegigihan dari seorang manusia.

Ada yang berguling dan merangkak kesakitan di lantai. Karena dia mencoba untuk kabur, kedua kakinya dihancurkan dengan brutal. Dari jauh seseorang bisa melihat titik putih di kakinya, -- tulang yang menembus otot dan kulitnya. Tetap saja, dia mencoba untuk merangkak dengan dua tangannya. Dia mencoba sekeras mungkin untuk kabur dari pemandangan seperti neraka dan mengerikan ini. Meskipun hanya untuk beberapa saat, dia masih ingin hidup.

Gadis yang cantiknya seperti dari dunia lain memandang remeh kepada pria yang memeohon ampun atas hidupnya, dan mengeluarkan tawa yang melengking.

Bagaimana bisa menjadi seperti ini...

Zach mencoba sekeras mungkin untuk menemukan jawaban.

Tak perduli kalimat agung seperti apapun yang dipilih oleh seseorang, tidak bisa menyembunyikan kenyataan bahwa makhluk hidup mengikuti konsep "Selamat bagi yang paling pantas". Pada dasarnya, perkembangan dan progress apapun yang ada pada makhluk hidup, mereka berevolusi dan menekan diri karena yang kuat akan memangsa yang lemah; itu adalah hukum alam. Ini adalah kepercayaan yang diikuti oleh Zach. Meskipun begitu, apakah boleh bagi yang kuat untuk melakukan tindakan berlebihan?

Tentu saja tidak, tidak mungkin baginya mengakui pembunuhan yang kejam dan mengerikan ini, tapi apa yang bisa dia lakukan? Musuh hanya kebetulan belum menyerangnya. Jika dia mencoba untuk kabur, musuh mungkin sudah melakukan sesuatu kepada Zach untuk membuatnya tidak bisa kabur, seperti siksaan yang menyakitkan dan mengerikan yang baru saja dia saksikan.

Zach memegang pakaiannya dan merasakan bentuk pedang yang tersembunyi di dalam.

Oh mengapa pedang ini harus kecil? Tidak mungkin melawan menggunakan pedang pendek ini menghadapi monster yang bisa dengan mudah mengoyak manusia.

Apa yang harus dia lakukan kalau begitu? Dia tidak bisa membayangkan dirinya mempengaruhi monster-monster itu dalam cara apapun.

Zach kelihatannya mencoba untuk bersembunyi, dan berjongkok dan memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangan. Dia memikirkan geretakan giginya yang berirama sangat keras, apa yang akan dia lakukan jika monster-monster itu mendengar suara ini dan datang mencarinya.

Meskipun dia mencoba sekeras mungkin menenangkan diri karena hidupnya tergantung dari ditemukan atau tidaknya, dia masih tidak bisa menghentikan giginya yang geretakan.

Ngomong-ngomong, siapa mereka ini? Zach tidak mengenali mereka sama sekali.

Saat dia memikirkannya--

"Zach-san, kemarilah."

--Tiba-tiba, sebuah suara lembut, yang tidak cocok dengan pemandangan keji di depannya datang dari belakang Zach.

Dia melihat ke belakang ketakutan, lalu dia menemukan orang yang mempekerjakannya.

Ekspresi yang ditunjukkan oleh putri itu bukanlah ekspresi nakal yang biasanya. Jika dia cukup tenang, dia mungkin waspada akan gadis itu, tapi dia sangat bingung dengan pemandangan horror yang dipenuhi bau darah, dan tidak memiliki ketenangan untuk melihat sikap gadis yang tidak biasanya itu.

"Siapa monster-monster itu?"

Zach berteriak kepada gadis kaya dan mudah tertipu itu (Solution):

"Jika ada monster-monster seperti mereka, mengapa kamu tidak bilang padaku!"

Benar sekali, jika dia tahu, keadaan mungkin tidak akan menjadi seperti ini. Pemandangan yang mengerikan di depannya itu disebabkan oleh gadis ini.

"Katakan sesuatu, cepat dan katakan sesuatu! Ini semua salahmu!"

Dalam kegelisahan dan ketakutannya, Zach merasa marah dan tidak sabar. Dia memegang kerah Solution dan menggoyangkannya dengan kasar.

"...Aku tahu, silahkan ikuti aku."

"Kau...kamu akan menyelamatkanku?"

"Tidak, untuk kesempatan terakhir, aku ingin menikmati dan merasakanmu seluruhnya."

Tangan yang dingin dan murni memegang tangan Zach. Seperti itu, Solution mengarahkannya untuk kabur.

"Karena Sebas-sama tidak suka hal semacam ini. Meskipun aku sudah mendapatkan izinnya, aku masih ingin kita sedikit lebih jauh."

Zach tidak mengerti apa yang dia katakan, tapi dia pikir bahwa jika dia ditujukkan ke tempat lain mungkin dia masih memiliki kesempatan selamat.

Zach pura-pura tidak mendengar teriakan dan raungan dari belakangnya.

Apa boleh buat, karena Zach sangat lemah. Tidak mungkin baginya untuk menyelamatkan rekan-rekan mereka yang seharusnya lebih kuat dari Zach.

"Tolong jangan terlalu kasar, jika bisa...aku harap kamu bisa lembut, maka aku akan sangat senang."

Di belakang kereta, Solution berbisik kepada Zach dalam suara yang lirih. Tangannya meraih punggungnya, seakan mau melepaskan bajunya. Melihat pemandangan ini, Zach sangat terkejut, apa yang gadis ini akan lakukan? Matanya seakan melihat makhluk aneh untuk pertama kalinya, dan dia tidak bisa berhenti menatap Solution. Tangannya terlihat tidak berhenti, dan Zach, yang sangat bingung, membuka mulutnya dan bertanya:

"Ka.. Kamu... apa yang kamu lakukan?"

"Kelihatannya apa?"

Seperti itu, Solution melanjutkan melucuti korsetnya.

Seakan menanti  momen seperti ini, Dua bukit yang terkekang memantul keluar. Bentuk bulat yang lembut dan menggugah semangat, dengan kulit seputih salju, bersinar di bawah cahaya rembulan.

Pemandangan di depan Zach ini membuat Zach menelan ludah.

"Aku mohon."

Seakan memohon untuk disentuh dengan lembut, Solution menunjuk kepada dadanya yang telanjang kepada Zach.

"Apa yang kamu ingin aku lakukan.."

Zach lupa diri, hanya menatap dengan tajam kepada tubuh yang telanjang di depannya.

Cantik sekali, gadis ini memiliki tubuh yang tercantik dan paling menggairahkan dari seluruh wanita yang pernah dilihat oleh Zach.

Sebelumnya, mereka yang pernah dipeluk oleh Zach, yang paling cantik tidak diragukan lagi adalah gadis yang diserang olehnya di kereta sementara mereka berjalan di jalanan. Tapi ketika tiba giliran Zach, gadis itu sudah sangat lelah dan tergeletak disana tidak bergerak. Dia hanya membuka kakinya lebar-lebar seperti katak. Meskipun begitu, dia masih berpikir bahwa dia sangat cantik dan indah.

Tapi gadis di depannya bahkan lebih cantik darinya, dan bukan tidak berdaya seperti sebelumnya.

Seakan seperti dinyalakan oleh api nafsu, dia mulai merasa hangat di pangkal pahanya. Dia hanya bisa terengah-engah seperti anjing, dan meluncurkan tangannya ke arah tubuh Solution.

Seakan menyentuh pakaian yang terbuat dari sutra -- sensasi seperti itu.

Dia tidak tahan lagi, dan merengkuh dadanya yang indah dan menggairahkan.

Tangan itu tenggelam ke dalam tubuhnya begitu saja.

Rasanya sangat lembut seakan seluruh tangannya tenggelam di dalamnya, Zach mengira ini hanya permulaannya saja. Tapi setelah melihat tangannya, dia langsung mengetahui bahwa tidak seperti itu.

Memang benar, tangan Zach telah tenggelam ke dalam tubuh Solution.

"A..Apa ini?"

Pemandangan yang tak bisa dibayangkan membuat Zach berteriak dan dia mencoba untuk menarik tangannya kembali. Tapi tak perduli sekeras apapun dia mencobanya, tetap tertarik ke dalam. Seakan ada banyak tentakel di dalam tubuh Solution, dan tentakel-tentakel itu dengan kuat mencengkeram tangan Zach dan terus menariknya ke dalam.

Wajah cantik dan proporsi yang pas dari Solution tetap tenang ketika situasi aneh itu terjadi, hanya memandang Zach tanpa suara. Seperti seorang ilmuwan yang melihat binatang lab yang telah disuntik dengan racun yang mematikan, dia melihat Zach dengan tatapan yang mengandung baik tanpa ampunan dan rasa penasaran yang hebat.

"Hey...he..hentikan! Lepaskan aku!"

Zach menggenggam tangan yang lain, dan mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menyerang wajah cantik Solution.

Sekali, dua kali, tiga kali...

Tidak apa jika itu membuat tinju Zach sakit, Zach telah menggunakan seluruh tenaganya untuk menyerang kepala. Wajahnya, meskipun berulang kali diserang oleh pria dewasa, dia tetap tidak bergeming dan tidak bergerak sedikitpun. Seakan dia tidak merasakan apapun sama sekali.

Tapi bagi Zach yang berusaha menyelamatkan diri, rasanya berbeda dan aneh seakan jika dia menyerangnya lagi, maka seluruh rambut di tubuhnya akan berdiri.

Rasanya seperti memukul kantung kulit yang diisi dengan air. Pada situasi normal. Akan ada pentalan yang diterima oleh tinjumu. Tapi semua kekuatan itu ditelan dan tidak ada perasaan menyentuh tulang apapun. Seharusnya bukan seperti ini rasanya memukul seseorang.

Dia dialihkan oleh nafsu dan gembira, tapi sekarang dia tiba-tiba teringat pemandangan neraka dan hal yang dibenci di belakangnya.

Zach menekan hasratnya untuk berteriak.

Dia akhirnya mengerti.

Gadis yang telanjang ini juga monster.

"Akhirnya kamu sadar? Kalau begitu, ini adalah tindakan yang utama?"

Sebelum dia bisa membalas, rasanya seperti ratusan dari ribuan jarum telah menusuk lengannya dan rasa sakit hampir membuatnya pingsan.

"AHHHH!"

"Aku mencerna lenganmu."

Sambil berada di rasa sakit yang parah dia mendengar suaranya yang dingin, tapi dia tidak mampu mengerti artinya. Ini semua adalah skenario di luar pemahaman Zach.

"Sebenarnya, aku ingin melihatmu dicerna abis. Karena Zach-san bilang dia sangat senang berada di dalamku, jadi perasaan kita sama. Itu membuatku sangat gembira kamu merasakannya seperti itu."

"Ahhhh-! Mati saja, monster!"

Sambil mencoba untuk menahan rasa sakit yang parah, Zach mengeluarkan pisau pendeknya. Seperti itu, dengan seluruh tenaganya dia menusuk wajah manis Solution. Sebagai hasilnya, tubuh Solution sedikit berguncang.

"Rasakan kamu!"

Tapi Zach mengetahui bahwa pemikirannya masih terlalu dini.

Apa yang berbeda dengan menusuk sebuah kolam? Paling banter, sedikit riak akan muncul di permukaan air, dan hanya itu yang terjadi.

Solution tetap tenang dan mengawasi ekspresi Zach meskipun dengan pedang di dalamnya. Dia menatap tajam pada Zach, dan berbisik lirih:

"Maaf ya, aku punya kekebalan pada serangan fisik, jadi serangan tipe semacam ini takkan bisa melukaiku. Ini juga akan dicerna."

Sebuah bau asam dikeluarkan. Hanya beberapa detik. Gagang pedang itu jatuh ke tanah. Seperti yang dikatakannya, wajah yang cantik dan tak ada cacat seperti sebelumnya kembali lagi muncul di depan Zach.

"Si..Siapa sebenarnya kamu?"

Rasa sakit yang luar biasa pada tangannya masih belum berkurang, tapi ketakutan akan kematian di depannya lebih parah dari luka ini. Rasa takutnya hampir membuat Zach lupa akan rasa sakitnya. Dengan air mata di wajah, dia bertanya.

Tapi jawabannya sangat mengerikan seakan dia ingin menutup telinganya.

"Aku adalah Ooze tipe pemangsa. Waktunya terbatas, jadi aku harus menelanmu sepenuhnya sekarang."

Kekuatan yang menghisap pada tubuh Solution menjadi semakin kuat dan Zach pun ditekan inchi demi inchi. Percuma saja bagi Zach untuk melawan.

"Hentikan Hentikan Hentikan tolong hentikan! Maafkan aku, Ampuni aku!"

Zach berteriak dan menangis, dan terus memohon. Tapi kekuatan yang menarik Zach sangat kuat, dan seorang manusia biasa tidak mungkin bisa menahannya. Lengannya, bahunya dan bagian tubuh atasnya terus ditelan ke dalamnya.

"Lilia!"

Zach meneriakkan nama ini sebagai kalimat terakhir sebelum wajah dan kepalanya juga ikut tertelan oleh tubuh Solution. Seperti ular yang menelan mangsanya seluruh tubuh, seluruh tubuh Zach sekarang berada di dalam Solution--.

Hanya beberapa menit berlalu sejak serangan, tapi sudah tidak ada yang selamat. Tempat ini sudah dipenuhi dengan bau darah yang sangat tidak enak di hidung.

Tidak, satu orang masih hidup. Dia merangkak di bawah Shalltear pada kedua lututnya, dan dia dengan marah menggerakkan lidahnya yang menjilat. Dia sedang menjilati darah dan cairan otak dari high heel Shalltear yang kotor ketika dia, untuk bersenang-senang menginjak dan menghancurkan tengkorak bandit.

Shalltear dengan puas melihat kepada stiletto miliknya yang sekarang bersih dan mengkilap.

"Terima kasih atas kerja kerasnya. Sesuai janji, aku akan mengampuni nyawamu."

Pria yang ketakutan menunjukkan seringai yang jelek. Sambil berlutut dia menunjukkan tatapan terima kasih kepada Shalltear, dan terus menyembah-nyembah untuk berterima kasih padanya. Shalltear menunjukkan ekspresi mengasihi kepada pria yang seperti anjing itu, dan menjentikkan jarinya.

"Hisap."

Dua orang vampire datang kesampingnya, pria itu akhirnya tahu apa maksud Shalltear selama ini.

"Kamu masih akan tetap hidup sebagai undead, jadi kamu tidak bisa bilang aku bohong kepadamu, okay?"

Tidak bisa menahan mereka, para vampire itu menggigit pria tersebut. Shalltear melirik kesamping ketika life force dari pria itu dihisap seteguk demi seteguk. Solution, dengan kerah dan baju berantakan, berjalan menuju Shalltear dari belakang kereta, yang lalu bertanya:

"Hm, jadi sudah selesai?"

"Ya, saya sangat puas. Terima kasih banyak, Shalltear-sama"

"Tidak apa, karena kita berdua berasal dari Nazarick sebagai seorang rekan. Ah, jadi apakah manusia itu bersenang-senang?"

"Dia saat ini sedang menikmatinya, apakah anda mau melihatnya?"

"Eh?Benarkah? Biar kulihat sedikit."

Sebuah lengan pria tiba-tiba keluar dari wajah Solution, diikuti dengan bau yang busuk. Bau itu datangnya dari lengan tersebut. Karena asam yang kuat, kulitnya sudah hilang dan otot-ototnya sudah separuh busuk. Karena darah keluar dari ototnya dan bereaksi terhadap asam, sebuah asap bisa terlihat terhembus keluar.

Seperti sebuah lengan yang keluar dari dalam kolam, mencoba untuk menggapai sesuatu dan terus berputar dan terombang-ambing. Setiap kali berusaha keras, otot yang busuk dan kelihatan itu mengeluarkan cairan dan darah.

"Maafkan saya, saya tidak tahu dia masih enerjik."

Solution meminta maaf dengan sebuah lengan masih keluar dari wajahnya. Dia lalu dengan kasar mendorongnya ke dalam. Setelah lengan itu benar-benar masuk, dia tersenyum lagi.

"Itu menakjubkan! Meskipun kamu sudah menelannya bulat-bulat, tak ada yang tahu sama sekali dari tampilan luarmu."

"Terima kasih atas pujiannya. Anda takkan tahu dari luar karena di dalam tubuh saya sangat kosong. Saya adalah makhluk semacam itu, jadi saya rasa ada efek magic khusus yang bekerja."

"Hmmm, ternyata begitu--aku harap aku tidak ikut campur dalam urusanmu, tapi kapan dia akan mati?"

"Jika saya ingin langsung membunuhnya saya bisa mengeluarkan asam yang lebih kuat, tapi sangat langka ada kesempatan untuk seseorang yang ingin masuk ke dalam tubuh saya, jadi saya ingin dia setidaknya menikmatinya sehari atau dua hari."

"Aku tidak mendengar teriakan apapun, apakah karena asamnya?"

"Tidak sama sekali, jika saya menggunakan asam untuk mencerna pita suaranya, dia mungkin akan tewas karena tidak bisa bernafas, jadi saya gunakan sebagian tubuh saya untuk masuk ke dalam kerongkongannya dan menekan teriakannya. Itu juga mencegah bau yang tidak enak menerobos keluar."

"Kamu merawat mainanmu dengan sangat baik, aku memujimu bisa bermain dengannya hingga akhir."
"Satu hal lagi, bisakah kamu memilih bagian tubuh mana yang kamu inginkan untuk digunakan sebagai asam untuk mencernanya? Sebagai contoh, jika kamu ingin hanya satu bagian saja dari mangsamu untuk dicerna?"

"Ya, itu tidak masalah dan sebenarnya sangat mudah. Buktinya adalah bahwa masih ada beberapa potion dan gulungan di dalam saya, dan mereka aman. Saya bisa menggerakkan dengan bebas meskipun Shalltear-sama masuk ke dalam tubuh saya, tentu saja jika anda tidak ingin terlalu banyak bergerak."

"Ooze pemangsa memang menakjubkan...nhh. Kapan-kapan kita main sama-sama?"

"Tidak masalah, tapi... dimana anda berencana untuk mencari mainannya?"

Shalltear tahu bahwa Solution sedang melihat vampire di belakangnya, dan menunjukkan senyum gembira.

"Gadis-gadis ini memang sangat menggembirakan, tapi aku ingin menunggu ada orang yang menyusup ke Nazarick dan tertangkap. Aku akan meminta kepada Ainz-sama untuk memberikannya kepadaku."

"Okay, silahkan tinggalkan bagian saya juga. Lain kali, saya ingin menelan mereka hingga area dada dan meninggalkan bagian lain. Seharusnya itu menyenangkan."

"Tidak buruk, kamu seharusnya bisa berhubungan baik dengan inquisitor itu ya kan?"

"Maksud anda Neuronist-sama? investigator informasi spesial itu? Sayang sekali saya tidak seberapa mengerti terlalu banyak tentang seni Neuronist-sama."

Shalltear ingin melanjutkan ngobrolnya dengan Solution, tapi sebuah suara datang dari belakangnya dan menyela obrolan mereka.

"Solution, persiapan sudah selesai disini. Sudah waktunya bagi kita untuk pergi."

Setelah mengganti pelana kuda, Seakan berteriak dari kursi pengemudi kereta.

"Okay, saya akan segera kesana. Kalau begitu Shalltear-sama, meskipun saya ingin sekali untuk melanjutkan obrolan ini dengan anda, maafkan saya harus pamit untuk sekarang."

Shalltear melihat punggung Solution ketika dia buru-buru pergi ke kereta, lalu Sebas yang duduk di kursi kemudi.

"Kalau begitu, Sebas, aku rasa kita akan berpisah sementara."

"Ternyata begitu, jadi anda sudah menemukan sarang mereka?"

"Ya, aku akan segera kesana. Aku akan pergi untuk melihat jika ada seseorang dengan informasi yang berguna yang bisa membuat Ainz-sama gembira. Kelihatannya usaha kita tidak sia-sia kali ini."

"Ternyata begitu. Senang bekerja dengan anda, Shalltear-sama"

"Terima kasih atas kerja kerasmu, mari kita bertemu lagi di Nazarick nanti."

"Ya, Tolong jaga diri."

Berlangganan via Email