Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord - Volume 11 - Prolog

Volume 11 : The Craftsmen of Dwarf

Prolog

Gondo Firebeard (Gondo si Janggut Api) berganti pakaian kerja.

Pakaian itu adalah satu set coverall yang di desain secara kasar, dijahit dari kain yang kuat. Buruk dalam hal melar dan tidak nyaman ketika dipakai. Itu adalah pilihan yang buruk untuk pakaian sehari-hari. Namun, sangat cocok untuk bekerja di dalam terowongan tambang, dimana kondisinya buruk. Memakainya mungkin bukan hal yang besar, namun mampu memakai pakaian seperti itu adalah sebuah revolusi ketika melihat kembali sejarah orang-orang dwarf dan bagaimana mereka pertama bekerja di terowongan sambil telanjang.
(TL Note : coverall sejenis baju terusan yang longgar, sering dipakai oleh tenaga kerja kasar bangunan ataupun petugas cleaning service)

Setelah itu, dia memakai helm logam, semacam yang mungkin dipakai oleh light infantry. Di dalam tambang sangat lembab, dan memakainya secara langsung di atas kulit akan sangat tidak nyaman karena panasnya keringat yang menetes. Oleh karena itu, semua penambang melapisi bagian dalamnya helm mereka dengan handuk tebal.

Akhirnya, dia mengenakan sebuah kalung anjing di sekitar lehernya. Nomer 5 tertulis di plat logam itu. Menandakan bahwa dia berada pada hari terakhir dari rezim lima hari kerja, lima hari libur.


Dengan kata lain, Gondo akan segera bebas mulai besok.

Setelah persiapannya lengkap, Gondo muncul dari ruang ganti dan langsung menuju tempat biasanya, ruang tunggu.

Gondo berdempet-dempetan diantara beberapa dwarf dan langsung mengambil namanya di papan pesan. Ada empat nama lain di barisan yang sama dengannya, dan mereka adalah rekan kerja dari Gondo – rekan kerjanya hari ini.

Menemukan rekan kerja, orang-orang yang akan berbagi beban pekerjaannya, adalah hal yang mudah di dalam ruang tunggu yang sesak ini. Kelihatannya Gondo adalah yang terakhir tiba, karena teman-temannya sudah menyadari sebelum dia bergegas datang.

“Ohhh! Gondo! Lama tak jumpa!”

“Ho! Gagaiz! Aku beruntung kamu adalah pimpinan jam kerja. Bagus juga bekerja denganmu. Begitu juga dengan yang lain!”

“Ho, Gondo! Mari bekerja sebaik-baiknya hari ini!”

“Mm, mm. Hari ini adalah hari kelima! Hari terakhir. Aku akan melakukan sebaik mungkin!”

“Ha~ Aku merasa ingin bermalas-malasan~”

Mereka bercakap-cakap seperti ini saat meninggalkan ruang tunggu dan mengeluarkan beliung, sekop, dan alat-alat tambang lainnya. Lalu, mereka menarik ransum dan minuman – kotak makan dan dua liter air, disimpan di dalam item magic yang bisa mempertahankan suhu yang stabil.
(TL Note : beliung adalah kampak dengan ujung runcing yang digunakan untuk menggali)

Namun, tidak ada tanda-tanda minuman kesayangan para dwarf, bir. Tidak mungkin itu diperbolehkan di sana. Memang benar jika para dwarf sangat tahan terhadap alkohol dan tidak akan mabuk hanya dengan beberapa kali minum, tak ada bos tambang yang akan memperbolehkan pekerjanya menyentuh minuman setan itu sambil bekerja di dalam terowongan yang berbahaya.

Meskipun begitu-

Salah satu dwarf minum satu teguk dari sebuah boto di pinggang, yang tidak diberikan kepadanya.

“Puhaa~”

Udara yang dia keluarkan berbau minuman alkohol.

Dia bukanlah satu-satunya yang melakukan itu. Gondo memiliki beberapa kantong seperti itu pula.

Tentu saja, dia tidak membawa alkohol. Namun, dia memiliki botol air, sup, lima stik manisan yang direbus, dan roti dwarf untuk ransum pendukung.

Bagian dalam dari terowongan itu panas dan lembab, jadi sebagai tambahan untuk konsumsi kalori ekstra, mereka harus membawa tambahan air pula. Kenyataannya ransum yang diberikan kepada mereka adalah kebutuhan minimum. Bos mereka adalah seamcam orang yang akan memotong biasa kapanpun bisanya.

Setelah menyelesaikan persiapan, mereka meningkatkan kecepatan di depan dwarf yang menjadi penanggung jawab terowongan tambah yang dikelola negara ini.

Dia duduk di sisi lain dari seorang dwarf yang terlihat sinis, menakutkan dan bertentangan berkacamata. Dia mengangkat alias, dan melihat ke arah Gondo dan teman-temannya.

Dia bergumam lirih ketika dia datang dari dwarf yang bersenandung dan penuh bau alkohol, tapi pada akhirnya dia tidak berkata apapun. Dia mungkin adalah manager mereka, tapi dia masih seorang dwarf, dan dia mengerti hal ini. Atau lebih tepatnya, karena Gagaiz yang membuat gerakan pertama dan bicara.

“Aku adalah Gagaiz. Dimana kami akan menggali hari ini?”

Dwarf bertampang menakutkan itu mendengus, lalu mengalihkan perhatiannya dari kelompok itu ke arah peta yang sedang dia pegang. Meskipun penglihatan mereka terhalang oleh meja counter, memang beralasan jika diasumsikan bahwa itu adalah sebuah grafik yang memiliki penugasan untuk semua tempat penggalian.

“Kamu akan berada di sekotr 8821.”

“8821.. heatstone, kalau begitu?

Heatstone adalah benda yang sangat penting bagi para dwarf.

Dwarf adalah sebuah ras bumi. Sebagian besar hidupnya berada di dalam tanah. Ketika mereka menggunakan batu bara atau kayu bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan untuk kehangatan, masak dan menempa. Asapnya akan membuat polusi udara dan membuat hidup susah bagi mereka.

Memang benar, ada item-item magic yang bisa menjernihkan udara. Namun, item seperti itu membutuhkan druid untuk membuatnya, dan sayangnya itu langka di kalangan dwarf. Oleh karena itu mereka tidak bisa memproduksi masal item magic tersebut.

Oleh karena itu, mereka menggunakan logam yang disebut heatstone sebagai pengganti untuk itu.

Heatstone adalah logam yang spesial. Jika dipukul dengan logam yang sangat keras – mithrill, sedikit saja – mereka akan menghasilkan panas yang kuat. Para dwarf menggunakan logam yang aneh ini seperti batu bara, digunakan pemurnian dan penempaan yang membutuhkan jumlah yang sangat banyak dari logam itu. Oleh karena itu, bisa dikatakan heatstone adalah pusat dari kehidupan dwarf.

Terlebih lagi, kayu bakar dan semacamnya langka di tempat ini.

Satu set plat logam diletakkan di meja counter, itu adalah izin agar bisa keluar masuk terowongan. Gagaiz memakaikanya di kalung dengan cekatan, berlawanan dengan jari-jarinya yang pendek dan gemuk.

Setelah itu, dia mempelajari satu lemba kertas yang diberikan kepadanya. Dia membiarkan orang lain membacanya pula setelah dia memastikan isinya.

Setelahnya, kertas itu tiba di tangan Gondo. Seperti biasa kertas itu mengandung rute yang menuju tempat penggalian. Gondo menanamkan lokasi persimpangan yang penting pada otaknya. Itu akan sangat berguna jika mereka harus kabur karena keadaan darurat. Lagipula, monster-monster bisa saja muncul meskipun di dalam tambang dwarf, jadi tidak ada ruginya berhati-hati dengan hal semacam itu.

“Gunakan kereta tambang di persimpangan ketiga.”

“Aku mengerti. Kalau begitu, ayo pergi!”

Mereka melumasi kereta tambang yang dioperasikan secara manual di persimpangan ketiga lalu mendorongnya ke depan menurut arah Gagaiz. Interior dari terowongan itu diterangi oleh lentera-lentera yang mengandung minyak yang bersinar secara alami. Namun, lentera-lentera itu berjarak sangat jauh terpisah, jadi suatu ketika, seluruh bagian dari terowongan tersebut diselimuti oleh kegelapan. Meskipun begitu, seluruh dwarf memiliki penglihatan untuk kegelapan (darkvision), yang bisa dengan mudah menangani kegelapan. Tentu saja, darkvision ini bukannya memiliki jangkauan yang tidak terbatas, tapi sudah cukup untuk bisa menjangkau dari lentera yang satu ke lentera yang lain.

Mungkin ras-ras dari dunia luar tidak akan tahan dengan perasaan tertekan yang diberikan oleh terowongan itu terhadap penghuninya. Namun, itu tidak ada efeknya sama sekali bagi penghuni dunia bawah tanah seperti dwarf. Terowongan itu mungkin kelihatannya sempit, tapi bagi dwarf sangat lebar. Karena rata-rata tinggi badan dwarf adalah sekitar 130 cm, sebuah terowongan sekitar 180 cm cukup lebar bagi mereka.

Tidak lama, suara langkah kaki datang dari depan.

Jika mereka adalah penambang seperti Gondo dan yang lainnya, seharusnya mereka mendengar suara kereta tambang pula. Namun, tidak ada yang semacam itu. Apa ini? Jika itu adalah suara patapata dari kaki telanjang di tanah, mereka akan membuang semuanya dan kabur kembali ke tempat mereka semula. Namun, bukan itu; langkah kaki tersebut terdengar seakan terbuat dari sepatu.

Mereka punya bayangan siapa yang mungkin membuat suara itu.

Segera setelahnya, mereka melihat satu regu pasukan dwarf.

Gondo dan yang lainnya menempelkan diri ke samping dinding agar tidak menghalangi perjalanan mereka. Yah, mereka melakukan itu, tapi kereta tambang masih memakan ruang di tengah terowongan, jadi berkata bahwa merkea mencoba untuk tidak menghalangi jalan mereka hanyalah harapan kosong pada sisi Gondo dan yang lainnya.

“- Menuju ke dalam? Tidak ada apapun disana sekarang, tapi berhati-hatilah.”

“Ah, terima kasih atas nasehatnya. Kami sangat berterima kasih atas bantuan anda.”

Setelah percakapan sesaat itu, mereka berpisah jalan dengan kru Gondo.

Dwarf di depan mereka adalah seorang tunnel doctor (dokter terowongan), seorang magic caster dari sistem alternatif.

Pekerjaannya adalah merapalkan mantra yang akan memperkuat atap dan mencegah gumpalan tanah terjatuh dari sana, menjaga para penambang dari musibah karena tepian yang tajam di dalam bebatuan yang mereka gali, dan seterusnya.

Sangat penting untuk menopang terowongan tersebut karena bahaya yang terus terjadi saat roboh, tai kayu – material yang biasanya sering digunakan untuk memperkuat itu – sulit ditemukan di dalam dwarven kingdom. Jadi, tunnel doctor menggunakan magic mereka untuk memperkuat tembok-tembok terowongan tersebut.

Ditambah lagi, mereka bisa tahu jika mereka menggali terlalu dekat dengan air atau gas. Dengan adanya mereka, para penambang bisa bekerja dengan damai, tanpa harus khawatir dengan robohnya terowongan dan semacamnya.

Di belakang tunnel doctor – yang memiliki banyak pekerjaan penting untuk dilakukan – ada warrior-warrior dwarf berarmor ringan.

Tunnel doctor tidaklah banyak dijumpai, yang mana itulah alasannya mereka dikawal oleh empat orang.

Setelah mereka saling melewati satu sama lain, suara langkah kaki mereka hilang dalam kejauhan.

Mirip sekali dengan kota dwarf yang lain, kota Fio Kula berada di pusat dari beberapa urat nadi bijih logam yang dikerjakan. Hanya bagian barat yang tersisa belum digali untuk suatu alasan. Jalur-jalur diletakkan di terowongan utama yang lebih besar untuk kereta tambang, sementara elevator dengan tenaga tangan menempati ‘shaft’ yang tenggelam untuk penambangan secara vertikal. Ditambah lagi, ada terowongan-terowongan yang lebih kecil dengan jumlah tak dapat dihitung yang keluar darinya. Ketika dijumlahkan, jarak terowongan ini menjulur sekitar lebih dari beberapa ratus kilometer.
(TL Note : Shaft adalah lubang kecil dan panjang yang berperan sebagai ventilasi maupun untuk elevator / lift di dalam bangunan-bangunan atau pertambangan)

Karena ukurannya, tidak mungkin bisa menjaganya dengan para penjaga. Meskipun menjaga setiap satu jam kerja penambang sudah diluar kemampuan mereka. Oleh karena itu, jika satu monster muncul, para penambang tidak ada pilihan selain membuang semuanya dan lari kembali ke persimpangan darurat terdekat, dimana para penjaga ditempatkan.

Sayangnya, sebagaimana yang diketahui oleh orang-orang di permukaan dengan baik, para dwarf memiliki kaki-kaki yang pendek. Memerlukan keajaiban untuk setiap orang aga bisa kabur dengan selamat.

Gond dan yang lainnya menghentikan kereta tambang mereka di tengah-tengah lorong dan mengaktifkan lentera magisnya. Lalu meneruskan ke dalam lorong samping dengan peralatan tambang mereka di tangan. Tujuannya berada di akhir terowongan di depan – tempat penggalian mereka untuk hari ini.

Gagaiz memberikan perintah, dan para penambang bergerak ke dalam posisi mereka tanpa protes. Satu untuk mengayungkan beliungnya dan menggali, satu untuk membelah batuan keras dengan pasak, satu untuk mensekop tanah dan batuannya ke dalam keranjang, satu untuk membawa keranjang itu ke kereta tambang, satu untuk mendorong kereta itu ke ujung pembuangan-

“Baiklah, ayo mulai.:

Dan dengan itu pekerjaan harian dimulai.

***

Meskipun otot mereka berkembang, pekerjaan mereka yang mengulang berkali-kali proses mekanis artinya tubuh mereka sangat menginginkan istirahat saat pekerjaan mereka reda.

Mereka melepaskan pakaian kerja mereka dan menuju ke rumah mandi hanya untuk para penambang.

Rumah mandi ini menggunakan panas dalam jumlah besar yang dikeluarkan oleh wadah raksasa pengecoran milik negara. Meskipun airnya tidak seberapa panas, suhunya sempurna untuk melelehkan lelah yang terkumpul dari tubuh mereka yang letih.

Gondo memenuhi gayung dengan air yang panas dan kecoklatan dari sebuah baskom, lalu mengguyurkannya ke badan tanpa ragu.

Kelihatannya ada semacam isi besi di dalam air, dan memang benar, bisa dirasakan ada sesuatu jika mereka mencicipinya dengan mulut.

Air panas ini membersihkan tubuh Gondo dari kotoran yang menempel.

Dia menggosok janggut dan rambutnya dengan keras. Seorang dwarf yang tidak perduli dan membersihkan janggutnya sulit dianggap sebagai orang dewasa.

“Oi, Gondo! Bagaimana kalau minum-minum setelah ini!” Gagaiz berteriak sambil menggosok diri dengan sebuah handuk dari bangku di seberangnya.

Gondo mengguyurkan air panas lagi ke kepalanya dan berendam di dalam bak air panas sebelum berteriak balik:

“Sayangnya aku harus menolak! Aku punya pekerjaan nanti yang tidak bisa ditinggalkan! Lain kali saja, mungkin!”

“Benarkah! Sayang sekali! Jika kamu berubah pikiran, turunlah ke White Beer Pavilion dan minum segelas dua gelas dengan kita!”

“Oh! Aku akan menantikannya!”

Gagaiz lalu berpindah untuk bicara dengan teman-temannya yang lain, dan sebelum orang lain mengajaknya keluar, Gondo bangkit dari bak itu dengan, “Aku akan pergi sekarang!” lalu meluncur pergi.

Setelah menghanduki diri agar kering dan memakai pakaian sehari-hari yang bersih, Gondo berjalan ke arah meja counter dengan manajer dwarf bertampang sinis. Dia melepaskan kalung yang sedang dia pakai dan menyerahkannya.

Manajer itu melihatnya lalu meletakkan sebuah kantung di meja counter.

Ini adalah gaji bernilai lima hari kerja. Karena tingginya tingkat rata-rata kematian di dalam tambang, gaji dihitung menurut mingguan. Kelihatannya mereka dulu mereka membayarnya dengan perhari. Meskipun kantung di depannya memang mengandung jumlah yang besar, Gagaiz dan yang lainnya mungkin akan menghabiskan separuhnya untuk bir.

“...Gondo, sudah sebulan, jika kamu memasukkan hari ini. Biarkan aku melihat wajahmu.”

“Tidak apa. Tidak ada masalah dengan pernafasanku.”

“Aku yang akan menilai itu, bukan kamu.”

Dia mengambil sebuah senter dari meja counter, dan menyinari Gondo.

Gondo tidak senang dengan sinar yang cerah, tapi dia melanjutkan melihat ke depan.

Menghirup partikel debu selama periode yang lama bisa menurunkan kapasitas funsional dari paru-paru seseorang. Ini menyebabkan kulitnya berubah menjadi pucat. Kondisi itu disebut penyakit Whitesnow (salju putih), dan pemeriksaan ini untuk melihat apakah dia menunjukkan tanda-tanda penyakit tersebut.

“...Hmph, kamu memang terlihat baik-baik saja.”

“Penyakit itu menyebabkan suara aneh ketika bernafas. Jika tidak ada suara, maka baik-baik saja, ya kan?”

“...Ya. Sebenarnya, aku dulu menemukan gejalanya seperti itu. Namun, memeriksa wajah lebih akurat daripada mendengarkan paru-paru. Atau apakah kamu meremehkan pengalamanku?”

“Hilangkan prasangka itu. Pengalaman adalah yang paling penting.”

“Kalau begitu hilangkan keluhanmu yang tidak penting itu. Tidak membantu siapapun. Dan juga, Gondo. Apakah kamu tidak mempertimbangkan posisi permanen di sini? Kamu bisa menjadi pimpinan kru. Lagipula, kamu sangat berpengalaman di dalam bidang itu.”

“Perkenankan aku untuk menolak itu, karena aku tidak bisa... aku harus pegi setelah ini, dan aku sudah mengumpulkan uang untuk perjalananku.”

Gondo telah berhemat dan menympan hingga orang-orang menganggapnya antisosial, tapi sebenarnya itu semua untuk membeli item yang dibutuhkan untuk bepergian.

“..Dan mau kemana kamu sekarang?”

“Aku berniat untuk menjelajahi kota yang ditinggalkan, Fio Lansa di selatan, dan pergi menggali di sana.”

Mata manager dwarf bertampang sini melebar saat dia mendengar ini.

“Apa!... kelihatannya pertanyaanku tidak berguna lagi, tapi apakah kamu tahu tempat itu adalah daerah yang berbahaya, ya kan? Dengan siapa kamu pergi kesana?”

“Untuk pertanyaan pertama: Aku sangat tahu dengan hal itu. Untuk yang kedua, jawabanku adalah tidak dengan siapa-siapa.”

Semakin banyak orang yang bergerak sama-sama, semakin tinggi peluang penemuannya. Ketika ditemukan, beberapa atau semuanya mungkin akan mati. Daripada mengambil resiko itu, akan lebih baik untuk pergi sendirian, dan merendahkan peluang ditemukan.

“...Apakah kamu meninggalkan sesuatu di belakang sana?”

“Tidak, sudah kubilang padamu, ya kan? Aku berencana untuk pergi menggali.”

“Penggalian itu yang meresahkanku. Apakah kamu tidak cukup menggali di sini?”

“Hmph! Bukan masalah seberapa keras aku bekerja di sini... yah, ada subsidi untuk jumlah yang kita pindahkan, tapi itu hanyalah jumlah yang tetap. Sebenarnya adalah, bekerja di sini bayarannya tidak cukup.”

“Masih lebih baik daripada pekerjaan biasa.”

Dewar di depannya memang benar. Gondo telah memilih bekerja di sini karena dia perlu mengumpulkan uang dalam jangka pendek.

“Tidak cukup untuk tujuanku. Itulah kenapa aku berniat untuk pergi menggali di sekitar kota yang telah ditinggalkan. Takkan ada orang yang mengklaim apa yang telah kudapatkan, tak perduli apapun logam yang berhasil aku dapatkan.”

Manajer itu mengerutkan alisnya menjadi berkelompok.

Ucapan Gondo mungkin memang sangat ekstrim, tapi dia juga benar.

“Kamu mencari besi putih?”
<![if !supportLineBreakNewLine]>
<![endif]>
“Ya, tepat sekali. Lagipula, tak ada yang akan berdalih yang bukan-bukan denganku jika aku mengambilnya dari sana.”

Kenyataan yang terpenting adalah seluruh tambang ini milik negara. Oleh karenanya, seseorang harus membayar biaya yang tepat – tepat tingginya – jika mereka menemukan besi putih. Namun, apapun yang dikeluarkan dari tambang yang telah ditinggalkan pada esensialnya adalah milik yang menemukan. Namun, jika ada apapun yang terjadi disana kepada mereka, negara tidak akan memberikan bantuan apapun, tentu saja.

“...Maukah kamu menjualnya kepadaku? Tentu saja aku akan membayarnya dengan benar.”

Besi putih itu belum digali dari urat nadi mineral di dekat kota ini. Jadi, ketika bijihnya sudah habis, harga dari logam itu akan meningkat tak terhingga.

Namun, Gondo tahu jika Dwarf di depannya tidak membuat penawaran itu karena keinginan pribadinya. Dia melakukan itu murni karena kebaikan hatinya.

Dia mungkin berniat untuk negosiasi dengan Gondo untuk harga yang lebih tinggi daripada yang biasanya ditawarkan oleh perantara. Namun, Gondo tidak menggali besi putih untuk dijual – dengan kata lain, dia tidak mencari untung.

“Bagaimana aku harus mengatakan ini... aku sudah memutuskan untuk menggunakannya untuk apa. Itu akan kugunakan untuk penelitianku.”

Sebuah bayangan jatuh di wajah dwarf berwajah sinis.

“Apakah kamu masih mengatakan hal semacam itu... yah, aku tidak bisa berkata aku tidak mengerti bagaimana perasaanmu, tapi bukankah seharusnya kamu menghadapi kenyataan dan menetap di sini sebagai pimpinan kru? Apa yang akan ayahmu pikirkan?”

Saat itu, kemarahan membara di hati Gondo. Namun, dia menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan amarah yang berkobar sebelum muncul dengan sendirinya. Lagipula, dwarf di depannya telah banyak membantu ayah Gondo berkali-kali. Itulah kenapa dia sangat perhatian dengan Gondo, putranya, menenggelamkan diri dalam penelitian yang tidak mungkin bisa menghasilkan.

“Aku menghadapi kenyataan setiap hari. Ayah tidak berjalan di jalan yang salah. Aku akan membangkitkan seni yang telah hilang!”

Pada akhirnya, dia tidak bisa lagi menahan sepenuhnya amarah itu. Saat dia mengalirkan sisa-sisa dendamnya dengan kata-kata itu, Gondo berbalik dan melangkah pergi tanpa melihat ke belakang.

Dia merasa bersalah sudah membuat orang-orang khawatir dengan dirinya, tapi itu semua dikalahkan oleh gairah yang dia rasakan atas apa yang harus dia lakukan, tak perduli bagaimanapun caranya.

Ya.

Itulah tujuan hidupnya, sebagai orang yang tidak bisa dibandingkan dengan ayahnya yang luar biasa.

Gondo menggigit bibirnya dan melihat ke depan.

Berlangganan via Email