Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Baca Overlord - Vol 10 - Prolog

Prolog

Albedo masuk ke dalam ruangan, lalu memenuhi paru-parunya dengan udara.

Sayangnya, tidak ada apapun di udara yang bisa menstimulasi hidungnya, tapi memang itu bisa diduga. Lagipula, bukan hanya sang tuan yang tidak memiliki metabolisme, dia bahkan tidak bernafas, jadi tidak ada aroma apapun yang bisa dia tinggalkan

Tetap saja – dia bisa merasakan itu di hatinya.

Setelah menghirup udara dimana dulu sang tuan berada, dia merasakan sebuah kedamaian mengalir menembus jiwanya.

Inilah artinya seorang gadis yang sedang jatuh cinta.

“Ku~ fufu.”

Saat tawa kecilnya keluar dari bibir, Albedo menekankan tangannya ke mulut.

Bukan karena ada orang disana, atau giginya yang kelihatan, itu adalah sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh seorang gadis baik-baik.

Albedo duduk tegak di atas tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya.

Dia mengendus lagi, dan seperti yang diduga, tidak ada apapun di udara. Tetap saja, kenyataan bahwa dia bisa melakukan ini sambil tidur-tiduran di tempat tidur tuannya yang tercinta membuatnya penuh dengan kegembiraan.

Ini memang tindakan yang sangat beralasan dari seorang gadis. Jika ada seorang wanita yang bisa berbaring di tempat tidur dari pria yang dia cintai, melakukan hal yang sama seperti Albedo lakukan namun tidak merasakan apapun sementara berani menyebut dirinya seorang “gadis yang sedang jatuh cinta”, maka dia pasti akan menganggap wanita itu sebagai orang yang tidak memahami tentang cinta sejati, dan dengan cepat menyingkirkan orang yang tidak menyenangkan itu tanpa ditunda lagi.

“Haaa~”

Albedo menarik tangan yang berada di perutnya. Sekarang bukanlah waktunya untuk hal semacam itu.

Kelihatannya ini sudah menjadi kebiasaan, Pikir Albedo saat dia menegakkan diri lagi.

Bagaimanapun juga, dia harus menyelesaikan tugas hariannya.

Setelah mendirikan Sorcerous Kingdom dan menempatkan E-Rantel di bawah kekuasaan mereka, pekerjaan Albedo bertambah secara dramatis. Kebanyakan dari alasan itu adalah karena para petugas yang seharusnya menjaga E-Rantel telah kabur ke Kingdom, membuat personel administrasi menjadi kekurangan.

Rencananya adalah menggunakan undead yang diciptakan oleh sang tuan untuk menangani tugas ini. Namun, karena mereka masih dalam fase latihan, hasilnya malahan memakan waktu miliknya, dan menambah beban pekerjaannya. Ditambah lagi, ada banyak hal lain yang harus dia lakukan. Sementara jadwalnya mungkin akan kosong di masa depan, untuk sementara dia masih akan tetap sibuk.

Tentu saja, bagi Albedo, pekerjaan ini bukanlah pekerjaan yang berat. Atau lebih tepatnya, tidak ada satu orangpun penduduk Nazarick yang akan berkata bahwa melayani tuan mereka adalah tugas yang berat. Inilah yang dipercaya oleh Albedo. Seseorang mungkin bahkan akan berkata bahwa semakin berat tugasnya, semakin besar pula kebahagiaannya.

“Sudah waktunya memeriksa hasil latihan mereka...”

Latihan yang dimaksud memancang dari beberapa hari menjadi beberapa minggu. Bahkan setelah satu bulan, mereka masih hanya setengah siap, tapi dia harus menyerahkan tali pengendali administrasi kepada mereka dan melihat bagaimana keadaannya nanti akan berubah.

Baru-baru saja, dia mempertimbangkan untuk mengunjungi Kingdom Re-Estize, bertemu dengan sang raja. Sebenarnya, kehadirannya itu tidak perlu, selama sang tuan – yang dipenuhi dengan kebijakan – ada di sekitar. Bagaimanapun, tugas sekecil itu tidak lebih dari sekedar tugas kecil, yang tidak cocok dengan perannya sebagai seorang penguasa absolut.

Para raja memiliki pekerjaan yang harus dikerjakan oleh raja.

“Meskipun, setelah dipikir-pikir... kemana rencana Ainz-sama akan mengarahkan Sorcerous Kingdom?”

Sebuah negeri memiliki peraturan yang bisa diimplementasikan.

Ketika sudah ditentukan, mereka bisa memutuskan hukum dari tanah dan arah dari masa depan seluruh negeri. Sebagai contoh, mereka mungkin memutuskan untuk merubah manusia menjadi budak-budak dan membuat seluruh negeri melayani Nazarick. Jika mereka memilih jalan itu, maka mereka mereka harus mengeluarkan hukuman yang tepat untuk menguasai manusia sebagai budak. Lalu, dengan pemikiran seperti itu, mereka harus mempertimbangkan berbagai masalah, seperti bagaimana menangani negeri-negeri manusia tetangga, bagaimana menghadapi negeri-negeri manusia lainnya, dan masalah-masalah yang berhubungan lainnya.

Namun, sang tuan belum bisa memberikan jawaban yang jelas kepadanya, bahkan hingga sekarang.

Dengan kata lain, Sorcerous Kingdom membangun pondasi sendiri dari rumah tua yang disebut Kingdom, dan kehilangan pemimpin pusatnya saat melakukan itu.

Jangan-jangan ini adalah semacam negeri yang ideal bagi sang tuan tercinta? Atau apakah dia sedang menunggu sesuatu? JIka memang yang terakhir, Albedo hanya bisa merasa malu karena sudah tidak bisa membaca pemikiran dari sang tuan.

Ini adalah salah satu dari beberapa waktu ketika dia kesulitan dengan kecerdasan sang tuan yang brilian.

Ada banyak arti dalam setiap tindakan yang diambil oleh sang tuan, sebagai makhluk yang memiliki pertimbangan yang jauh dan dalam. Albedo merasa penyesalan yang sangat pahit karena dia tidak bisa secara langsung memahami pentingnya dari tindakan sang tuan.

Bahkan Demiurge – yang kecerdasannya setara, atau bahkan mungkin mengunggulinya – berkata demikian di masa lalu: ‘kebijaksanaanku bahkan tidak bisa menangkap milik sang tuan; benar-benar tidak menyenangkan”. Tapi tetap saja, meskipun begitu-

“Yang harus kulakukan hanyalah mematuhi keputusan dari Ainz-sama, tak perduli negeri macam apa yang ingin dia ciptakan.”

Dalam segala hal kecuali satu, Albedo akan dengan sepenuh hati mengikuti suami tercintanya.

“Tetap saja, apa yang terjadi dengannya?”

Tapi tentu saja, tidak ada jawaban dari suara gumaman Albedo.

Berlangganan via Email